Wakaf Daarut Tauhiid

Januari 2024

Aa Gym: jangan sombong

Jangan Sombong dengan Kelebihan Diri

WAKAFDT.OR.ID | Sebagai makhluk sosial kita harus siap dengan siapapun kita bergaul. Kita harus mampu memastikan bahwa setiap perbuatan kita di dunia ini harus menjadi amal sholeh. Amal sholeh hanya ada pada sesuatu hal baik saja. Siapa saja di antara kita yang ingin bahagia maka harus berbuat amal sholeh.

Ketika kita bekerja dan bergaul dengan orang lain, maka harus menjadi amal sholeh. Amal sholeh itu hanya dua syaratnya pertama niatnya ikhlas dan kedua caranya juga benar. Kita memiliki kelebihan dan punya kekurangan, begitu juga orang lain. Setiap kelebihan dan kekurangan yang ada dalam diri kita harus menjadi amal sholeh. 

Karena kelebihan dan kekurangan tersebut datang dari Alloh Ta’ala, maka harus dimanfaatkan untuk kebaikan. Jangan sampai kelebihan yang kita miliki membuat kita takabur, ujub, dan sombong. 

Ketampanan yang kita miliki itu pemberian Alloh Ta’ala. Ingat, tidak ada keterlibatan kita satu sel pun dalam proses penciptaan diri kita sebagai manusia. Begitu juga kecerdasan yang kita miliki, jangan sampai kecerdasan tersebut membuat kita sombong dan kesombongan tersebut membuat kita menjadi orang yang berdosa.

Coba kita perhatikan setiap orang yang diberi kelebihan oleh Alloh Ta’ala; kecenderungannya sombong dan ingin pamer terus. Punya hidung mancung ingin di foto terus dari samping, suka pamer punya kulit putih dengan membuka aurat, dan punya rambut lurus ingin dipamerin. 

Pada akhirnya kelebihan kita tidak menjadi amal sholeh. Malah kelebihan yang kita miliki membuat kita sombong dan menjadi dosa, membuat semakin jauh dari Alloh yang Maha Pencipta.Padahal sangat mudah bagi Alloh untuk mengambil apa yang ada dalam diri kita dengan waktu yang singkat.

Yang gagah menjadi lumpuh, yang hitam menjadi putih, yang kaya menjadi miskin, dan seterusnya, karena tubuh ini milik Allah. Oleh karenanya, jangan membanggakan diri sampai lupa dengan Alloh. Ingatlah bahwa kita ini hanyalah manusia lemah yang tidak berdaya. Kita tidak akan bisa apa-apa tanpa pertolongan Alloh Ta’ala. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Baca juga: Pentingnya Tujuan Hidup

Jangan Sombong dengan Kelebihan Diri Read More »

nama lain bulan Rajab

Inilah Nama Lain Bulan Rajab

WAKAFDT.OR.ID | Saat ini kita sedang memasuki bulan Rajab 1445 Hijriah. Banyak keutamaan-keutamaan pada bulan Rajab, salah satunya disebut sebagai bulan haram, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta’ala yang artinya:

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (QS At-Taubah:36)

Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Sa’id Ruslan dalam kitabnya, menyampaikan bahwa bulan Rajab memiliki dua nama lain. Kedua nama itu menggambarkan beberapa kejadian yang pernah terjadi di bulan Rajab. Dua nama tersebut adalah:

1. Bulan Fardu

Bulan Rajab disebutkan bulan Fardu karena merupakan satu-satunya bulan haram yang tidak bersamaan dengan 3 bulan haram lainnya. Tiga bulan yang dimaksud yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijah, dan Muharram secara berurutan.

2. Bulan Asham

Bulan Rajab disebut bulan Asham karena pada bulan Rajab tidak pernah terjadi peperangan di tengah bangsa Arab jahiliah pada zaman dahulu.

Semua orang bangsa Arab kala itu menyimpan peralatan perang dan memutuskan untuk berdamai dengan musuh-musuh. Bahkan, di antara mereka ada yang berkunjung ke rumah orang-orang yang membunuh ayahnya di medan perang, untuk menghormati bulan Rajab yang mulia ini.

Sebagai seorang muslim, kita harus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan amalan kebaikan di bulan Rajab, karena bulan Rajab hanya kita lewati setahun sekali saja. Tinggalkan perbuatan sia-sia dan maksiat yang merugikan diri kita sendiri.

Allah mempertemukan kita kembali dengan bulan Rajab adalah sebuah nikmat yang patut disyukuri. Tidak semua orang diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan Rajab. Jika sudah diberikan kesempatan maka jangan sekali-kali kita kufuri.

Semoga dengan memahami pentingnya bulan Rajab, membuat kita lebih mengopmatilkan diri untuk melalukan berbagai amal kebaikan.

Sumber: daaruttauhiid.org

Baja juga: Mengenal Nama & Sifat Alloh ‘Al-Haasib’

Inilah Nama Lain Bulan Rajab Read More »

peristiwa bulan rajab

Mengenal Berbagai Peristiwa di Bulan Rajab

WAKAFDT.OR.ID | Ada banyak peristiwa yang terjadi di bulan Rajab, salah satu bulan yang dianggap istimewa dalam kalender Islam.

Bulan Rajab merupakan momentum dibukanya pintu Ka’bah dan terdapat larangan untuk berperang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda yang artinya:

“Bulan Rajab adalah bulan Allah yang besar dan bulan kemuliaan. Di dalam bulan ini perang dengan orang kafir diharamkan. Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku.”

Ada beberapa peristiwa yang terjadi di bulan Rajab, di antaranya:

1. Isra Mikraj

Isra Mi’raj merupakan peristiwa penting di bagi umat Islam di bulan Rajab. Isra Mikraj adalah moment perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha. Dari sanalah Nabi Muhammad kemudian naik ke langit ketujuh untuk menghadap Allah Ta’ala.

Isra Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab pada masa kenabian Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam, maka dari itu umat Islam memperingati Isra Mi’raj setiap tanggal 27 Rajab sebagai bentuk syukur dan mentafakuri perintah shalat sebagai kewajiban bagi umat Islam.

2. Turunnya Perintah Shalat 5 Waktu

Allah Ta’ala memerintahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam untuk mengerjakan shalat 5 waktu setelah peristiwa Isra Mi’raj terjadi. Pada awalnya, Allah Ta’ala mewajibkan shalat 50 raka’at, namun Rasulullah meminta keringanan.

Allah Ta’ala pun mengabulkan permohonan Rasulullah tersebut. Akhirnya Allah Ta’ala mewajibkan untuk mengerjakan shalat 5 waktu. Di antaranya shalat Subuh, Zduhur, Ashar, Maghrib, dan Isya.

3. Hari kelahiran Ali bin Abi Thalib.

Ali bin Thalib merupakan menantu dari Rasullullah. Sekaligus sabahat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam yang lahir pada tanggal 13 Rajab.

4. Terjadinya Perang Tabuk

Kemenangan Umat Islam dalam Perang Tabuk telah menjadi sejarah yang begitu fenomenal dalam menghadapi Bangsa Romawi.

Bangsa Romawi merasa ketakutan dengan pasukan Islam yang berjumlah 30.000 orang. Atas izin Allah Ta’ala, Perang Tabuk dimenangkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dan kaum muslimin pada bulan Rajab tahun 9 Hijriyah.

5. Hijrahnya Nabi Muhammad ke Ethiopia

Pada bulan Rajab tahun kelima kenabian, dimana Rasullulah melakukan hijrah pertamanya ke Habasyah atau dikenal dengan nama Ethiopia.

Rasulullah juga memerintahkan pengikutnya untuk berhijrah ke Habasyah. Hijrah tersebut bertujuan untuk menyelamatkan umat Islam dari gangguan kaum kafir Mekkah yang memusuhi mereka.

6. Pemindahan Arah Kiblat ke Arah Mekkah

Pada pertengahan bulan rajab tahun ke-2 Hijriyah, Allah Ta’ala memerintahkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam untuk shalat menghadap Ka’bah sebagai kiblat Ibrahim dan Ismail.

Pengalihan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah untuk menguji keimanan orang-orang yang beriman, sekuat apa akidah dan ketaatan kaum muslimin untuk memenuhi perintah Allah Ta’ala.

Itulah peristiwa-peristiwa yang pernah ada di bulan Rajab. Semoga dengan mengetahui peristiwa agung yang terjadi bulan Rajab, membuat kita lebih semangat dalam beramal kebaikan.

Sumber: daaruttauhiid.org

Baca juga: Keutamaan Bulan Rajab

Mengenal Berbagai Peristiwa di Bulan Rajab Read More »

shalat berjamaah

Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid

WAKAFDT.OR.ID | Shalat adalah bagian rukun Islam yang wajib untuk ditunaikan. Shalat merupakan amal yang pertama kali juga dihisab oleh Allah Ta’ala. Dalam pelaksanaannya, shalat wajib ditunaikan secara berjamaah di masjid. Shalat berjamaah adalah shalat yang dilaksanakan secara bersamaan oleh lebih dari satu orang di tempat yang sama.

Dalam sebuah hadist diriwayatkan seseorang datang dan tidak mendapatkan shalat, maka Rasulullah bersabda kepadanya, “shalatlah”. Lalu bersabda, “adakah seseorang yang hendak bersedekah, salatlah bersamanya?” Maka berdirilah seseorang dan shalat bersamanya. Maka Rasulullah bersabda, “inilah jamaah.”(HR. Ath-Thabrani).

Lalu apa saja keutamaan shalat berjamaah dan tepat waktu? Berikut ini beberapa keutamaan shalat berjamaah:

Pertama, sebagai syiar agama Islam. Salah satu keutamaan shalat berjamaah di masjid adalah dapat membangun silaturahmi dengan muslim lainnya, agar dapat mensyiarkan Islam antar sesama kaum muslimin.

Kedua, meningkatkan kualitas shalat. M. Nurkholis dalam bukunya yang berjudul “Mutiara Shalat Berjamaah: Meraih Pahala 27 Derajat”, menyampaikan bahwa shalat sendirian diibaratkan seekor domba yang terpisah dari kawanannya sehingga serigala akan mudah menerkam dan memangsanya. Sedangkan orang yang menunaikan shalat berjamaah, ibarat sekumpulan domba yang kompak, sehingga serigala tidak akan berani menyerangnya.

Ketiga, pahala shalat berjamah sampai 27 derajat. Keistimewaan shalat berjamaah dibandingkan shalat sendiri terdapat di pahalanya. Jika shalat dilakukan dengan berjamaah, maka akan mendapatkan 27 pahala. Hal ini disebutkan dalam sebuah hadits yang artinya:

“Shalat berjamaah melampaui salat sendirian dengan (mendapatkan) 27 derajat.” (HR. Bukhari)

Keempat, Dijauhkan dari sifat munafik. Shalat berfungsi menjauhkan seseorang dari sifat munafik. Di antara sifat orang munafik ialah bermalas-malasan dalam melaksanakan shalat berjamaah. Seperti yang disebutkan dalam surat An-Nisa ayat 142:

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah. Dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan sholat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa: 142).

Semoga dengan memahami keutamaan shalat berjamaah di masjid, semakin menguatkan kita untuk senantiasa melaksanakan shalat berjamaah di masjid sebagaimana diperintahkan Allah dan Rasul-Nya.

Sumber: daaruttauhiid.org

Baca juga: Tata Cara Pelaksanaan Shalat Istisqa

Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid Read More »

negara dengan masjid terbanyak

Inilah Tiga Negara dengan Jumlah Masjid Terbanyak di Dunia

WAKAFDT.OR.ID | Jumlah pemeluk Islam di dunia terus mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukan dalam sebuah riset dari Pew Research Center; diperkirakan pada tahun 2050, jumlah Muslim tumbuh 2,76 miliar atau 29,7% dari populasi dunia. 

Hal ini akan berdampak pada jumlah pembangunan masjid sebagai sarana ibadah umat muslim di seluruh dunia. Mengutip data dari TRT World, jumlah masjid di seluruh dunia kurang lebih sekitar 3,6 juta masjid. Namun, sebagian besar masjid berada di negara dengan populasi muslimnya terbanyak juga.

Berikut tiga negara dengan jumlah masjid terbanyak di dunia:

  1. Indonesia 

Indonesia adalah negara kepulauan yang warga negaranya mayoritas beragama Islam. Hal ini yang menyebabkan Indonesia menjadi negara dengan jumlah populasi Muslim terbesar di dunia. Karena jumlah populasi muslimnya terbanyak, maka Indonesia memiliki jumlah masjid terbanyak juga.

Jusuf Kalla, selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia menyampaikan, bahwa setidaknya ada 800 ribu masjid yang dibangun di seluruh daerah Indonesia. Sedangkan, berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kemenag RI, jumlah masjid dan mushala di Indonesia sebanyak 741.991.

  1. India 

Di India, Islam menjadi pemeluk agama yang memiliki banyak pengikut kedua setelah agama Hindu. Sehingga tidak heran jika di India menjadi negara dengan jumlah masjid terbanyak kedua di dunia. Jumlah masjid di India kurang lebih telah mencapai 300 ribu masjid. 

  1. Bangladesh 

Bangladesh adalah negara dengan populasi Muslim terbanyak ke-4 di dunia. Umat muslim menjadi pemeluk agama terbanyak dengan komposisi 89%, sedangkan hindu 10%, disusul 0,9% agama lain seperti Buddha dan Kristen. 

Meskipun populasinya muslimnya berada di urutan ke-4 di dunia, tapi jumlah masjidnya berada di urutan ke-3. Diperkirakan ada 250 ribu masjid di Bangladesh.

Semoga uraian mengenai tiga negara dengan masjid terbanyak di dunia, menambah khazahah keislaman kita sebagai seorang muslim dan menumbuhkan ghairoh dalam mendakwahkan Islam ke seluruh dunia. (Arga)

Diolah dari berbagai sumber

Baca juga: Benarkah Pemeluk Islam Meningkat Dari Waktu ke Waktu?

Inilah Tiga Negara dengan Jumlah Masjid Terbanyak di Dunia Read More »

masjidil haram

Inilah Tiga Masjid Paling Utama

Di negara mayoritas muslim, masjid telah banyak didirikan. Namun, ada tiga masjid paling utama untuk dikunjungi, yakni Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.

Hal ini disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda yang artinya: 

“Tidak boleh melakukan perjalanan (ibadah) kecuali untuk mengunjungi tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha.” (HR. Bukhari).

Hadist di atas  menjelaskan bahwa umat Islam disunahkan untuk mengunjungi ketiga masjid yang disebutkan oleh Nabi jika memiliki fisik yang kuat, memiliki keluangan waktu, dan kecukupan biaya. Mengapa perlu mengunjungi ketiga masjid tersebut?

Pertama, Masjidil Haram dikenal sebagai masjid al-Haram yang berada di Kota Mekah, Arab Saudi. Masjidil Haram menjadi tujuan utama dalam melaksanakan ibadah haji, hal ini karena ada bangunan Ka’bah di dalamnya.

Kedua, Masjid Nabawi yang terletak di Kota Madinah, Arab Saudi. Masjid ini ialah masjid ketiga yang dibangun dalam sejarah Islam dan menjadi masjid terbesar kedua di dunia. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam juga dimakamkan di masjid Nabawi.

Ketiga, Masjidil Aqsha dikenal dengan sebutan Baitul Maqdis. Masjid ini merupakan kiblat pertama umat Islam, sebelum kiblat dipindah ke Ka’bah di Masjidil Haram.

Keutamaan dari ketiga masjid disebutkan dalam sebuah hadits Abu Dzar Radiyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam:

“Wahai Rasulullah masjid manakah yang pertama kali dibangun?” Rasulullah menjawab, “Masjidil Haram.” Abu Dzar Radiyallahu ‘anhu. bertanya lagi, “Setelah itu masjid apa?” Beliau menjawab, “Masjidil Aqsha.” Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama jarak pembangunan antara keduanya?” Beliau menjawab, “Empat puluh tahun. Dan bumi bagimu adalah masjid, maka salatlah di mana pun tempatnya ketika waktu shalat telah tiba.” (HR. Ibnu Majah)

Keutamaan dan keistimewaan yang terdapat di ketiga masjid tersebut ialah:

1. Lebih baik dibanding salat di masjid biasa. Dari Jabir RadiyaAllahu ‘anhu menyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Satu kali salat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih baik daripada seribu kali salat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram. Satu kali salat di Masjidil Haram lebih baik daripada seratus ribu kali salat di masjid biasa.” (HR. Ahmad).

2. Dijamin keselamatan oleh Allah Ta’ala. Dari Anas bin Malik rmenuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: 

Siapa yang salat di masjidku (Masjid Nabawi) sebanyak 40 kali salat tanpa tertinggal sekalipun, maka dicatat baginya keselamatan dari neraka, keselamatan dari siksa, dan keselamatan dari kemunafikan.” (HR. Ahmad dan Thabrani).

Semoga dengan mengetahui keutamaan ketiga masjid tersebut, tumbuh sebuah motivasi dan Allah memberika kemudahkan untuk mengunjunginya.

Sumber: daaruttauhiid.org

Baca juga: Masjid Sebagai Pusat Pendidikan

Inilah Tiga Masjid Paling Utama Read More »

Kawasan-Wakaf-Terpadu-DT-dan-Rendahnya-Literasi-Wakaf_Daarut-Tauhiid

Wakaf DT Raih Predikat Sangat Baik Hasil Evaluasi Pengelolaan Wakaf Uang dari BWI

WAKAFDT.OR.ID | Bandung – Badan Wakaf Indonesia (BWI) merilis hasil evaluasi pengelolaan dan pengembangan wakaf uang Wakaf Daarut Tauhiid (DT) 2022 pada Kamis (25/1). Pada hasil evaluasi tersebut, Wakaf DT Meraih Predikat sangat baik dengan skor 82.4 dari skala 100.

Doddy Ekapriades Topan, Diraktur Wakaf DT bersyukur atas prestasi tersebut. Dia menyebutkan ada dua sisi dari hasil evaluasi tersebut. Sisi pertama, Doddy menjelaskan, hasil evaluasi BWI tesebut memberikan dua dampak positif, yakni pertama, dianggap baik dan, kedua, bisa menambah kepercayaan masyarakat, terutaman calon wakif baru.

Sisi lainnya, lanjut Doddy, hasil evaluasi pengelolaan dan pengembangan wakaf uang tersebut juga menjadi ujian kekhlasan dan kerendahan hati, serta jadi motivasi agar bisa melakukan yang terbaik dalam pengelolaan wakaf ke depannya untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat.

”Lembaga wakaf ini harus amanah, professional, dan istiqamah dalam memperjuangkan dan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada para mawukuf alaih dan memberikan pahala yang sebesar-besarnya kepada para muwakif,” jelasnya.

Dia menegaskan, Wakaf DT berkomitmen untuk terus memperluas manfaat dengan cara memakmurkan dan memproduktifkan aset wakaf sesuai dengan syariah.

”Insya Allah Wakaf Daarut Tauhiid, tetap pada komitmen memperbesar dan memperluas mawukuf alaih sebagai penerima manfaat dengan cara memakmurkan dan memproduktifkan aset wakaf ini sesuai dengan syariah dan amanahnya,” tegas Doddy. (AID)

Wakaf DT Raih Predikat Sangat Baik Hasil Evaluasi Pengelolaan Wakaf Uang dari BWI Read More »

Masjid pusat ekonomi umat

Masjid Sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat

WAKAFDT.OR.ID | Keberadaan masjid merupakan salah satu bentuk eksistensi umat muslim di sebuah daerah atau wilayah. Selain memiliki fungsi sebagai sarana ibadah, masjid juga bisa berperan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.

Maksud dari ekonomi umat sendiri adalah segala bentuk aktivitas ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup, seperti sandang, pangan, pendidikan, dan kesehatan. 

Pengelolaan masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat dan instrumen untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik perlu dimaksimalkan dengan optimal.

Adapun bentuk pemberdayaan ekonomi umat yang bisa dijalankan yaitu dengan memberikan modal dan mengadakan pelatihan wirausaha, sehingga tercipta lapangan pekerjaan. Pelatihan wirausaha diadakan untuk memberikan wawasan lebih dalam untuk mengelola usaha.

Baca juga: Membangun Ekonomi Umat Ala Syafii Antonio

Potensi Masjid dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat

Masjid dianggap strategis dalam membangun pemberdayaan ekonomi umat, karena memiliki instrumen yang dapat dimanfaatkan secara optimal, yaitu zakat, infak, dan wakaf. Hal ini telah diimplementasikan di era kepemimpinan Khulafaur Rasyidin dan kepemimpinan setelahnya.

Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Orang yang menunaikan zakat dikenal dengan istilah Muzaki. Sedangkan orang yang menerima zakat disebut dengan Mustahik.

Sedangkan infak merupakan harta yang dikeluarkan oleh seseorang di luar zakat digunakan untuk kemaslahatan umum. Wakaf termasuk di dalamnya. Bedanya wakaf dengan infak lain, harta yang diwakafkan tidak boleh habis dan statusnya menjadi milik Allah SWT. 

Lembaga yang bertugas mengelola zakat dan infak disebut amil, sementara yang mengelola wakaf disebut nazhir. lembaga amil dan nazhir biasanya berbentuk Baitul Mal, Lazis, Ziswaf, dan lain sebagainya. Dengan adanya lembaga tersebut pengelolaan zakat,  infak, dan wakaf bisa berjalan dengan baik.

Pengelolaan unit layanan zakat dan infak yang efektif, bisa mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dan para sahabat. Begitupun dengan pengelolaan wakaf. 

Rasulullah dan para sahabat mengelola zakat, infak, dan wakaf untuk memberikan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi umat, sehingga dapat mengentaskan persoalan kemiskinan yang semakin banyak. (Arga)

Baca juga: Manfaat Wakaf Produktif Bagi Pembangunan Ekonomi

Masjid Sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat Read More »

Masjid sebagai pusat pendidikan

Masjid Sebagai Pusat Pendidikan

WAKAFDT.OR.ID – Pada masa awal penyebaran Islam, salah satu fungsi masjid adalah sebagai pusat pendidikan untuk mencerdaskan umat Islam. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan ketaatan kepada syariat Allah Ta’ala dan lahirnya generasi Islam yang cerdas dan berakhlak mulia.

Dalam sejarah Islam sejak zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam, masjid sebagai tempat untuk mendidik umat, telah melahirkan tokoh-tokoh penting, seperti ulama, ilmuan, panglima dan prajurit militer, dan berbagai latar belakang tokoh lainnya.

Adapun muatan pendidikan yang diajarkan dalam masjid, yaitu tauhid, akhlak, syariat, strategi perang, dan muatan lainnya yang memberikan manfaat untuk kepetingan umat Islam.

Masjid sebagai sarana belajar juga tidak hanya digunakan untuk mempelajari ilmu agama, tapi juga digunakan untuk mempelajari ilmu umum lainnya, supaya penggunaan masjid bisa digunakan dan dirasakan secara maksimal.

Salah satu tempat yang digunakan untuk proses belajar ialah shuffah atau pelataran masjid yang beratap. Mesikpun sekolah sudah tersedia untuk mengikuti pendidikan formal, namun masjid bisa diberdayakan untuk pendidikan nonformal bagi siapapun yang memiliki keterbatasan biaya untuk sekolah di pendidikan formal.

Jadi, jika masjid bisa digunakan sebagai fasilitas pendidikan, maka tidak ada lagi alasan bagi siapapun yang tidak belajar hanya karena tidak memiliki tempat. Terutama di Indonesia, yang merupakan negara dengan mayoritas penduduk Islam terbanyak dan memiliki puluhan ribuan masjid.

Salah satu yang harus dilakukan agar fungsi masjid sebagai pusat pendidikan bisa terwujud adalah memberikan edukasi mengenai penggunaan masjid yang ideal, sesuai dengan syariat, dan tidak melanggar adab-adab ketika berada di masjid.

Selain itu, hendaknya para pengelola masjid juga memfasilitasi ruang belajar bagi anak-anak muda.

Semoga uraian di atas, memberikan gambaran mengenai fungsi masjid sebagai pusat pendidikan umat Islam yang harus dimaksimalkan.(Sumber:daaruttauhiid.org)

Masjid Sebagai Pusat Pendidikan Read More »

Peta Wakaf Nasional 2024-2029

BWI Terbitkan Peta Jalan Wakaf Nasional 2024-2029

WAKAFDT.OR.ID|Jakarta-Badan Wakaf Indonesia (BWI) menerbitkan Peta Jalan Wakaf Nasional 2024-2029. BWI menerbitkan Materi Peta Jalan Wakaf Nasional 2024-2029 pada Kamis (4/1) di laman resmi bwi.go.id.

Profesor Muhammd Nuh, Ketua Pelakasana BWI menegaskan Peta Jalan Wakaf Nasional ini dimaksudkan sebagai panduan transformasi dari Wakaf 1.0 menuju Wakaf 4.0.

Tahapan transformasi tersebut, jelas Prof Nuh, adalah Wakaf 1.0, yaitu wakaf yang pengelolaannya masih berbasis menaikkan jumlah wakif dan harta wakaf menjadi Wakaf 2.0 yaitu meningkatkan produktifitas pengelolaan asset wakaf agar semakin besar manfaat yang diterima mauquf alaih.

Wakaf 2.0, lanjutnya, kemudian bertansformasi menjadi Wakaf 3.0, yaitu peningkatan nilai wakaf melalui pemilihan sistem distribusi manfaat kepada mauquf alaih yang berdampak maksimum. Puncaknya Wakaf 4.0, yaitu puncaknya adalah ketika mauquf alaih sebagai wakif baru.

“Dengan diterbitkannya Peta Jalan Wakaf Nasional 2024-2029 yang dalam penyusunannya melibatkan seluruh stakeholder perwakafan, InsyaAllah pengembangan perwakafan nasional semakin terarah, terstruktur, terukur dan sistemik,” harapnya.

Prof Nuh menegaskan untuk memperkuat terwujudnya transformasi sampai Wakaf 4.0, tidak ada cara lain kecuali dengan memperkuat nadzir dan menjadikan mereka semakin kompeten. Karena nadzir adalah pengelola harta wakaf. (Aid)

Baca juga: Rakornas BWI, Wakil Presiden: Wakaf Uang Capai Rp 2,361 Triliun dan Tanah Wakaf 57.263 Hektare

BWI Terbitkan Peta Jalan Wakaf Nasional 2024-2029 Read More »