Wakaf Daarut Tauhiid

Desember 2023

Aa Gym: Dari Mana Datangnya Ketenangan Hidup?

WAKAFDT.OR.IDBanyak yang menginginkan ketenangan dalam hidup ini, karena banyak orang yang begitu susah mencari ketenangan. Merasa punya segalanya, namun jika tidak punya ketenangan itu tandanya orang tersebut tidak punya apa-apa.

Punya rumah megah dan mewah, tapi jika hati selalu merasa gelisah maka tidak akan menikmati apa-apa. Punya pendamping yang cantik atau tampan, tapi jika cemburu terus-terusan maka tidak akan menikmati apa pun.

Dan celakanya orang-orang yang hidupnya tidak tenang, bisa membuat hidup orang lain menjadi tidak tenang juga.

Tidak ada orang yang akan merasa nyaman dengan orang yang gelisah, jika kita melihat orang gelisah maka akan tampak dari wajah yang menggelisahkan.

Orang yang selalu merasa gelisah, tulisan dan kata-kata juga tidak akan membawa ketenangan. Maka ketenangan itu merupakan kunci kebahagian, kunci kemuliaan sekaligus kunci keselamatan.

Sekarang ada yang jual obat penenang katanya agar diri menjadi tenang, ini adalah bentuk tenang yang semu, karena pada dasarnya kita bisa tenang tanpa obat penenang.

Ada yang mencari ketenagan ke pantai, sampai di sana malah menjerit-menjerit karena dihantam oleh gelombang tsunami.

Ada yang juga yang mencari ketenangan dengan mendaki gunung mencari ketenangan malah merasa ketakutan karena tersesat, ada juga yang mencari ketenangan dengan melakukan maksiat tapi malah menjadi tidak tenang. Padahal tidak ada ketenangan dalam maksiat.

Kenapa ada banyak orang yang sulit mendapatkan ketenangan? Karena tenang itu bersumber dari Alloh, sebagaimana firman Alloh Ta’ala dalam surat Al-Fath ayat 4:

هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ لِيَزْدَادُوْٓا اِيْمَانًا مَّعَ اِيْمَانِهِمْ ۗ وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ

“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana”.

Jadi ketenangan itu tidak datang dari rumah tangga, sakinah itu juga tidak datangnya dari seorang suami, begitu juga sakinah tidak datang dari istri, bukan dari harta atau jabatan.

Akan tetapi sakinah itu datang dari Alloh Ta’ala, yang bisa datang lewat istri, suami, dan melalui berbagai hal lainya. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Dari Mana Datangnya Ketenangan Hidup? Read More »

Rakornas BWI, Wakil Presiden: Wakaf Uang Capai Rp 2,361 Triliun dan Tanah Wakaf 57.263 Hektare

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA — Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menyebut angka fantastis yang terkait wakaf di Indonesia. Berdasarkan catatan Badan Wakaf Indonesia (BWI),

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan apresiasi atas pencapaian dan pengembangan wakaf yang cukup signifikan.

Wakaf tanah seluas 57.263 hektare dan 440.512 bidang, rata-rata pertumbuhannya delapan persen dalam tiga tahun terakhir. Di samping itu sertifikasi tanah wakaf telah mencapai 236.511 ribu sampai dengan tahun 2023.

“Juga telah terhimpun wakaf uang yang dilaporkan ke BWI senilai Rp2,361 triliun di tahun 2023, naik dari posisi tahun 2021 senilai Rp1,04 triliun,” kata Ma’ruf saat membuka Rakornas BWI pada Senin 4 Malam Desember 2023.

Wapres menjelaskan kemajuan dan pencapaian di bidang wakaf juga ditandai dengan terbentuknya standar kompetensi nadzir, dengan jumlah nadzir serta stakeholder perwakafan yang telah tersertifikasi sebanyak 3.855 orang asesi dengan pilihan 10 skema kompetensi yang diujikan.

Selain itu, terbentuknya 113 asesor, dan 83 batch pelaksanaan sertifikasi yang diselenggarakan di 64 tempat uji kompetensi di seluruh Indonesia sampai bulan November 2023.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

(Sumber: BWI)

Rakornas BWI, Wakil Presiden: Wakaf Uang Capai Rp 2,361 Triliun dan Tanah Wakaf 57.263 Hektare Read More »

Menggerakkan Hati Agar Mantap Berwakaf

WAKAFDT.OR.IDSebagai umat Islam bagaimana kita memaknai wakaf dalam Islam? Kemampuan kita memaknai wakaf akan berdampak pada implikasi mau atau tidaknya mengamalkan wakaf.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasullulah Shallallahu ‘alaihi wasalam dan para sahabatnya. Setidaknya sebagai seorang muslim kita harus memaknai wakaf dalam beberapa hal, di antaranya ialah:

Pertama, sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah. Berwakaf merupakan bentuk rasa syukur serta upaya mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Atas nikmat yang telah Allah limpahkan kepada hamba-hambanya. Tidak ada satu nikmat pun yang kurang diberikan oleh Allah.

Kedua, memandang wakaf sebagai investasi akhirat. Wakaf harus menjadi ladang amal yang besar bagi setiap muslim. Karena wakaf sifat pahalanya kontinyu atau berkelanjutan meskipun orang tersebut telah meninggal.

Bisa dibayangkan berapa timbangan amalan seseorang dalam beberapa tahun ke depan mesikipun ia telah meninggal dunia.

Tentu kita sadar bahwa apa yang kita punya hanyalah titipan Allah Ta’ala, kapan saja bisa hilang diambil kembali oleh Allah.

Tidak akan selamanya ada ditangan kita. Oleh karena itu memberikan harta terbaik yang kita punya untuk digunakan manfaatnya adalah hal yang baik.

Wakaf merupakan investasi akhirat yang akan terus mengalir dari waktu ke waktu, selama yang wakafkan masih dirasakan manfaatnya untuk kepentingan umum atau kemaslahatan umat.

Berwakaf telah dicontohkan oleh Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wasalam dan para sahabat. Sama halnya yang pernah dicontohkan oleh sahabat Nabi yaitu Umar bin Khattab sahabat yang mempunyai banyak kebun.

Suatu hari Umar bin Khattab menyaksikan bahwa satu diantara kebunnya sangat subur, paling produktif. Kemudian berkeinginan menyedekahkan kebunnya kepada umat muslim.

Namun, sangat sayang jika hanya disedekahkan, kemudian Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wasalam menyarankan untuk diwakafkan saja, sehingga pahalanya juga akan terus mengalir sepanjang waktu.

Dikisahkan juga saat Nabi hijrah ke Madinah dan sebelum pindah ke rumah pamannya yang berasal dari Bani Najjar.

Rasulullah membeli tanah dari seorang anak yatim, yang kemudian mewakafkan tanah tersebut untuk pembangunan masjid, yang saat ini dikenal oleh orang-orang dengan nama masjid Nabawi.

Oleh karenanya, mari berwakaf agar hidup kita lebih berkah dan bekal untuk kehidupan akhirat akan terpenuhi.

Salah satu lembaga yang dapat dipercaya untuk berwakaf bisa melalui lembaga Wakaf Daarut Tauhiid. Semoga kita dibukakan pintu rezekinya dan diberikan kelapangan dalam berwakaf. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menggerakkan Hati Agar Mantap Berwakaf Read More »

Capai 32,73%, Pembangunan Masjid Eco 3 Tahap 1 Direncanakan Selesai Awal Ramadhan

WAKAFDT.OR.ID | KUNINGAN – Pembangunan Masjid Eco 3 Kuningan telah melewati pekan ke 6. Masjid tersebut berlokasi Desa Cisantana, Palutungan, Kabupaten Kuningan.

Pada periode 19 November hingga 27 Desember 2023, progres terbaru pembangunan Masjid Eco 3 Kuningan untuk tahap 1 sudah mencapai 32,73% dan direncanakan selesai pada awal Ramadhan.

Pengerjaan yang telah terealisasikan yakni, galian pondasi sumuran, proses cut and fill lahangalian pilecap dan sloof. Untuk pengerjaan tahap 2 insyaAllah akan dimulai setelah Syawal.

Berdasarkan laporan yang diterima tim media dt pada (27/12/2023), pada pembangunan Masjid Eco 3 Kuningan saat ini sedang persiapan pengerjaan pilecap, tie beam, kolom.

Dilapangan sendiri, progres yang sudah dikerjakan meliputi: Pondasi sumuran 100%, galian pilecap 30%, pembesian pilecap 50%.

Namun pekan ini pengerjaannya dihentikan sementara, karena para pekerja diliburkan dalam masa libur akhir tahun jelang tahun baru, selanjutnya pembangunan akan kembali dilanjutkan awal Tahun 2024.

Di Kawasan Wakaf Terpadu Eco Pesantren 3 Kuningan ini rencananya akan dibangun Masjid dan Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia (PDTI).

Dalam pembangunannya, kawasan tersebut akan tetap menjaga kelestarian hutan sekitar, karena lokasi pembangunan berada di dekat kawasan hutan gunung Ciremai. (WIN)

Mari salurkan wakaf terbaik untuk pembangunan Masjid DT di Indonesia, melalui;

💳 Bank BSI 78221 78221

💳 Bank Danamon Syariah 8800299615

Wakaf via Web Wakaf DT: https://wakafdt.or.id/donasi/

Wakaf via aplikasi Wakafplus: https://bit.ly/Wakafplus

Informasi dan Konfirmasi Wakaf: https://wa.me/6285200123123


Redaktur: Wahid Ikhwan

WAKAFDT.OR.ID

Capai 32,73%, Pembangunan Masjid Eco 3 Tahap 1 Direncanakan Selesai Awal Ramadhan Read More »

Beberapa Tujuan Allah Menciptakan Manusia

WAKAFDT.OR.IDHal yang perlu dipahami bahwa segala ciptakan Allah Ta’ala tidak ada yang sia-sia. Termasuk dalam menciptakan manusia di muka bumi ini. Allah Ta’ala telah menuliskannya di Lauhul Mahfudz. Lantas untuk apa manusia diciptakan?

Dalam Islam manusia pada dasarnya diciptakan bukan sekedar hanya untuk diciptakan, akan tetapi akan diberikan kedudukan dan setiap kedudukannya itu akan dipertanggungjawabkan di hari kemudian.

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Mu’minun ayat 115 memberikan penjelasan bahwa manusia diciptakan bukan sekedar diciptakan.

اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ

“Maka apakah kamu menyangka bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu dengan main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”.

Ada beberapa alasan mengapa manusia diciptakan, di antaranya ialah:

Pertama, beribadah kepada AllohAllah Ta’ala menciptakan manusia dan jin untuk beribadah kepada Allah. Ini merupakan alasan yang paling utama yang perlu kita ketahui. Penjelasan tersebut terdapat dalam surat Az-Zariyat ayat 56, di mana Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

Kedua, dijadikan sebagai Khalifah. Allah Ta’ala menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Allah Ta’ala ingin manusia mengurusnya dengan kekuatan akal yang telah diberikan kepada manusia.

Hal ini sebagaimana yang telah termaktum dalam surat al-An’am ayat 165, Allah berfirman yang artinya:

“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian dari kamu atas sebagian (yang lain) dengan beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat dalam memberi siksaan dan Dia sungguh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ketiga, menunjukan kekuasaan Allah. Manusia diciptakan oleh Allah agar manusia menyadari kekuasaan sang pecipta.

Allah Ta’ala ingin menunjukkan bahwa seluruh alam semesta, termasuk tata surya, beserta segala isinya, terbentuk berdasarkan kehendak Allah.  Hal ini dipertegas dalam firman Allah yang artinya:

”Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan demikian pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, sehingga kalian dapat memahami bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.”

Keempat, bertugas mengemban amanah. Alasan selanjutnya adalah Allah menciptakan manusia untuk mengemban amanah di dunia.

Amanah tersebut dapat diibaratkan sebagai ujian dan tanggung jawab saat menjalankan peran sebagai khalifah di muka bumi.

Semoga dengan mengetahui untuk apa manusia diciptakan, kita bisa lebih produktif dalam menjalankan peran sebagai manusia sekaligus hamba Allah Ta’ala. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Beberapa Tujuan Allah Menciptakan Manusia Read More »

Alhamdulillah, Wakaf DT Raih Predikat ‘Sangat Baik’ Dari BWI

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid, sebagai salah satu lembaga penghimpunan dan pengelola aset wakaf telah terdaftar secara resmi di BWI.

BWI sendiri merupakan badan yang secara resmi ditunjuk oleh pemerintah untuk mengawasi dan mengatur tentang wakaf dan juga wakaf di Indonesia tentu memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengawasan dan penilaian terhadap lembaga wakaf yang ada di Indonesia.

Salah satu lembaga wakaf yang baru saja mendapatkan pengawasan dan juga hasil evaluasi untuk periode 2022 adalah Wakaf Daarut Tauhiid. Hasil dari evaluasi BWI terhadap Wakaf Daarut Tauhiid berisi sebagaimana dibawah ini.

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Administrasi Pendaftaran Wakaf Uang mengatur bahwa Badan Wakaf Indonesia (BWI) melakukan pengawasan pengelolaan dan pengembangan wakaf uang yang dilakukan oleh Nazhir melalui laporan tahunan, monitoring dan evaluasi pengelolaan dan pengembangan wakaf uang yang dilakukan oleh Nazhir.

Hasil pengawasan BWI tersebut digunakan sebagai dasar penilaian kinerja dan sebagai bahan pembinaan terhadap Nazhir. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka BWI cq Divisi Pengawasan dan Tata Kelola telah melakukan evaluasi atas pengelolaan wakaf uang dan wakaf melalui uang di Wakaf Daarut Tauhiid periode tahun 2022.

Tujuan evaluasi atas pengelolaan wakaf uang dan wakaf melalui uang di Wakaf Daarut Tauhiid periode tahun 2022 adalah:

  1. Memastikan bahwa kegiatan Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf Uang oleh Wakaf Daarut Tauhiid telah dilaksanakan secara efektif, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan, standar, rencana, atau norma yang telah ditetapkan.
  2. Memberikan saran jika dijumpai ketidaksesuaian pelaksanaan Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf Uang dengan ketentuan, standar, rencana, atau norma yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf Uang di Wakaf Daarut Tauhiid (DT) mencapai predikat kategori “SANGAT BAIK”, dengan skor 82.40 dari Total 100 atau mencapai 82.40%.

“Alhamdulillah, Wakaf Daarut Tauhiid mendapatkan predikat kategori sangat baik, pencapaian tersebut tentunya tidak lepas dari pertolongan Allah. Semoga melalui kabar baik ini Wakaf Daarut Tauhiid bisa semakin amanah dalam menjalankan amanah ummat dalam mengelola wakaf,” ungkap salah satu perwakilan dari tim Wakaf Daarut Tauhiid. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Alhamdulillah, Wakaf DT Raih Predikat ‘Sangat Baik’ Dari BWI Read More »

Wisudawan APW-DQ Salurkan Dana Melalui Wakaf Daarut Tauhiid

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Dalam rangkaian acara wisuda santri program APW (Akhlak Plus Wirausaha) dan DQ (Daarul Qolbiyah) yang diselenggarakan pada hari, Jum’at (22/12/2023), ada yang menarik.

Setelah para santri diwisuda yang disaksikan langsung oleh para orangtuanya, perwakilan santri APW dan BQ menyerahkan dana wakaf kepada Wakaf Daarut Tauhiid.

Dana yang terhimpun sebesar 10.105.000 diterima langsung oleh Manager Fundrising Wakaf Daarut Tauhiid, Hafiizhullah.

Perwakilan wisudawan yang menyerahkan uang tersebut menyampaikan bahwa dana yang terhimpun bersumber dari uang pribadi mereka dan juga hasil dari ajakan berwakaf kepada orang lain.

Akad yang disampaikan kepada pihak wakaf Daarut Tauhiid, bahwa dana tersebut diperuntukan wakaf produktif.

Hafiizhullah menyampaikan terima kasih kepada para wisudawan yang telah membantu menghimpun dana untuk wakaf.

“Kami terima dana wakaf ini dan insyaAllah akan kami kelola untuk diproduktifkan, tentu saja hasil dari produktifnya akan kembali kepada umat,” ungkapnya.

Program APW sendiri dilaksanakan selama 3 bulan, di mana santri wajib mukim selama mengikuti program dan selama itu pula tidak boleh memegang handphone pribadi, kecuali jika ada kepentingan urgent.

Kemudian untuk program DQ yang dilaksanakan 30 hari, santri juga diwajibkan mukim selama mengikuti program di Pesantren Daarut Tauhiid.

Program APW tahun ini telah mencapai angkatan ke-40, dengan total peserta 13 orang yang terdiri dari 3 orang akhwat dan 10 orang ikhwan.

Selanjutnya untuk program DQ sudah masuk angkatan ke-110, dengan jumlah peserta 24 orang yang terdiri dari 14 akhwat dan 10 ikhwan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wisudawan APW-DQ Salurkan Dana Melalui Wakaf Daarut Tauhiid Read More »

Wakaf Daarut Tauhiid Gait Quantum Arbain Nusantara untuk Distribusi Mushaf Al Quran di Wilayah Indramayu

WAKAFDT.OR.ID | INDRAMAYU  Jawa Barat, Quantum Arbain Nusantara berkolaborasi dengan lembaga Wakaf Daarut Tauhiid untuk melaksanakan proyek distribusi mushaf Al-Qur’an di beberapa titik wilayah Indramayu.

Menurut Ika Nandang Yuwana, Lc., MH., selaku ketua Quantum Arbain Nusantara bahwa proyek distribusi mushaf Al-Qur’an ini diperuntukkan kepada institusi pendidikan yang membutuhkan, seperti Madrasah, Rumah Tahfidz, Masjid/Musola, dan Pondok Pesantren.

Kolaborasi ini sesungguhnya dilakukan untuk memfasilitasi dan membumikan semangat belajar Al-Qur’an di setiap penjuru negeri, khususnya wilayah Indramayu, tuturnya.

Pada Rabu (20/12/2023), Quantum Arbain Nusantara telah mendistribusikan kembali mushaf Al-Qur’an dari lembaga Wakaf Daarut Tauhiid ke MDTA An-Nur Sukma Jaya Desa Kenanga Kecamatan Sindang, yang sebelumnya pada Senin (18/12/2023) telah menyalurkan ke Rumah Tahfidz Ar-Rahman di Desa Dermayu.

 

Menurut Manajer program lembaga Wakaf Daarut Tauhiid Riyadi Suryana bahwa proyek ini merupakan stimulus untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan urgensi belajar Al-Qur’an dan support kepada institusi pendidikan Al-Qur’an secara sarana pembelajaran.

Sekaligus sebagai pendahuluan dari rangkaian kegiatan event Wakaf Al-Qur’an yang rencananya akan digelar di Indramayu pada tahun 2024 mendatang, pungkasnya.

Ustadzah Ika Indah Lestari selaku kepala MDTA An-Nur Sukma Jaya mengungkapkan, pihaknya sangat senang bisa mendapatkan mushaf Al-Qur’an dan buku Panduan Bimbingan Belajar Al-Qur’an dari lembaga Wakaf Daarut Tauhiid yang bagus dan berkualitas untuk santri-santrinya.

Semoga mushaf Al-Qur’an yang diterimanya ini bermanfaat dan menjadi sarana untuk santri dapat belajar Al-Qur’an dengan baik, tuturnya. (Faro)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf Daarut Tauhiid Gait Quantum Arbain Nusantara untuk Distribusi Mushaf Al Quran di Wilayah Indramayu Read More »

Adab Berpakaian dalam Islam

WAKAFDT.OR.IDSeorang muslim diharuskan memakai pakaian yang sopan dan menutup aurat, karena hal tersebut merupakan cerminan akhlak muslim yang sebenarnya.

Islam tidak pernah mengatur secara mutlak bentuk, style, dan warna pakaian, baik ketika beribadah atau dalam berkegiatan sehari-hari.

Namun, Islam hanya mengatur adab berpakaian yang harus bersih, menutup aurat, sopan yang sesuai dengan cerminan akhlak seorang Muslim.

Di dalam Islam ada batasan atau standar bagaimana adab berpakaian, di antaranya ialah:

Menutup aurat

Untuk aurat lelaki batasnya dari pusar hingga ke lutut. Sedangkan aurat wanita ialah seluruh anggota badannya, kecuali wajah, telapak tangan dan telapak kakinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Paha itu adalah aurat.” (HR. Bukhari)

Tidak Menampakkan Lekuk Tubuh

Pakaian mesti jarang atau longgar, tidak boleh ketat sehingga menampakan lekuk tubuh yang bisa mengundang hawa nafsu orang lain. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Dua kelompok ahli neraka yang belum pernah aku lihat adalah, satu golongan memegang cemeti seperti ekor lembu yang digunakan bagi memukul manusia dan satu golongan lagi ialah wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang dan meliuk-liukkan badan juga kepalanya seperti bonggol unta yang tunduk. Mereka tidak masuk surga dan tidak bisa mencium baunya walaupun bau syurga itu dapat dicium daripada jarak yang jauh.” (HR. Muslim)

Tidak Memunculkan Perasaan Riya

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Siapa yang melabuhkan pakaiannya kerana perasaan sombong, Allah Ta’ala tidak akan memandangnya pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

Membedakan Pakaian Lelaki dan Wanita

Pakaian yang digunakan oleh laki-laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan. Begitu juga sebaliknya, pakaian yang dipakai oleh perempuan tidak menyerupai pakaian laki-laki.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam mengingatkan hal ini dengan tegas melalui sabdanya:

“Allah mengutuk wanita yang meniru pakaian dan sikap lelaki, dan lelaki yang meniru pakaian dan sikap perempuan.” (HR. Bukhari)

Larangan Memakai Sutera

Islam mengharamkan kaum pria menggunakan pakaian yang terbuat dari bahan sutera. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda yang artinya:

“Janganlah kamu memakai sutera, sesungguhnya orang yang memakainya di dunia tidak dapat memakainya di akhirat.” (HR. Bukhari-Muslim)

Diawali dengan Sebelah Kanan

Apabila memakai baju, celana dan pakaian yang lainnya, maka mulailah dengan sebelah kanan terlebih dahulu. Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah Radiyallahu ‘anhu yang artinya:

“Rasulullah suka sebelah kanan dalam segala keadaan, seperti memakai sandal, sepatu, berjalan kaki dan bersuci.”

Apabila memakai sepatu atau seumpamanya, mulai dengan sebelah kanan dan apabila menanggalkannya, mulai dengan sebelah kiri.

Awali dengan Berdoa

Seorang muslim sangat dianjurkan untuk mengawali segala aktifitasnya dengan berdo’a. Salah satunya ialah ketika berpakaian, sekurang-kurangnya dengan membaca lafazh bismillahirrahmanirrohim.

Semoga dengan penjelasan diatas bisa memperbaiki diri kita, bagaimana adab berpakaian yang baik menurut tuntunan Islam. Wallahu a’lam bishowab. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Adab Berpakaian dalam Islam Read More »

wakaf keuangan syariah

Manfaat Wakaf Uang Bagi Kepentingan Umat

WAKAFDT.OR.IDWakaf uang diartikan sebagai penyerahan sejumlah uang atau harta benda lainnya untuk kepentingan umum, dengan tujuan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat secara merata.

Wakaf uang merupakan salah satu program yang memudahkan masyarakat terlebih kaum muslim untuk berwakaf.

Dalam Islam, wakaf uang dijadikan sebagai salah satu bentuk amal yang bisa memudahkan seorang untuk berwakaf.

Pada dasarnya, wakaf uang difungsikan untuk memperbaiki kondisi sosial dan tingkat kesejahteraan masyarakat, terlebih khusus bagi yang kurang mampu.

Dalam konteks ini, wakaf uang dapat digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, dan hal lainnya.

Wakaf uang tidak hanya difokuskan pada satu jenis investasi saja, akan tetapi bisa juga dalam berbagai bentuk yang lainnya.

Tergantung potensi atau peluang yang bisa dikelola secara produktif dan menguntungkan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.

Wakaf Produktif merupakan wakaf melalui uang yang dimanajemen secara produktif, kemudian hasilnya dimanfaatkan untuk mauquf ‘alaih atau penerima manfaat.

Regulasi tersebut telah diatur dalam Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan Peraturan BWI (Badan Wakaf Indonesia) Nomor 01 Tahun 2020 dan diketahui juga oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Jumlah uang yang telah diwakafkan tidak akan berkurang jumlahnya, namun justru sebaliknya akan bertambah, karena dikelola oleh investasi yang dijamin aman, amanah, bertanggung jawab, dan transparan.

Wakaf sebagai investasi setiap orang di akhirat kelak. Manfaat yang dirasakan secara terus menerus dan pahala juga mengalir tanpa henti meskipun seseorang telah meninggal dunia.

Wakaf uang meskipun dengan nominal yang sangat kecil sekalipun akan menjadi pahala dan melatih seseorang untuk berwakaf, sehingga menjadi gaya hidup dalam menumbuhkan kepekaan sosial.

Bagi Sahabat, sahabat juga bisa berkontribusi dalam pengembangan wakaf produktif. dengan Wakaf Uang Produktif, kita ikut mewujudkan kesejahteraan umat yang berkelanjutan. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Manfaat Wakaf Uang Bagi Kepentingan Umat Read More »