Wakaf Daarut Tauhiid

Januari 2024

Aa Gym

Aa Gym: Pentingnya Memiliki Tujuan Hidup

Segala puji bagi Alloh, Tuhan semesta alam yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Besar maupun kecil, bergerak maupun tidak bergerak. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam.

Alloh Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz Dzaariyaat: 56)

Sahabat sekalian, mengapa Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wassalam begitu kuat menghadapi berbagai macam kepahitan yang menimpa beliau sepanjang ia hidup? Mengapa juga para sahabat Rosullulloh Shallallahu ‘alaihi wassalam sangat tangguh menjalani kehidupan dengan berbagai tempaan yang begitu berat? 

Sebenarnya yang membuat Rosullulloh Shallallahu ‘alaihi wassalam dan para sahabat begitu kuat ialah karena punya tujuan hidup yang jelas. Punya cita-cita yang jelas mau dibawa kemana hidup ini.

Misalkan ketika seseorang punya keinginan yang kuat menjadi seorang dokter spesialis, maka ia akan semakin gigih belajar dan makin disiplin kuliahnya. Begitu juga ketika seseorang punya cita-cita kuat ingin memiliki karir yang tinggi dan bagus di kantornya, maka akan semakin ulet dan rajin bekerja, semakin semangat dalam bekerja dan berkarya. Sebenarnya begitu dahsyat pengaruh tujuan atau cita-cita dalam hidup seseorang.

Semakin besar dan semakin besar tujuan hidupnya, maka akan terasa semakin ringan ia menjalani hidup ini. Meskipun cobaan demi cobaan, kepahitan demi kepahitan datang menghampiri dan tidak bisa dipisahkan dalam perjalanan kehidupan seseorang.

Oleh karenanya, jika kita merasa menderita dalam hidup ini, tanyalah pada diri sendiri apakah kita memiliki tujuan hidup yang tepat dan benar. Jadikanlah Alloh satu-satunya yang menjadi tujuan hidup kita, bukan yang lain.

Tidak ada yang lebih agung, lebih mulia, dan lebih besar melainkan Alloh Ta’ala. Kejarlah ridho Alloh dengan sungguh-sungguh, semakin kita gigih mengejar ridho Alloh dan cinta-Nya, akan semakin ringan hidup kita, semakin mudah dan semakin bahagia. InsyaAlloh. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Aa Gym: Pentingnya Memiliki Tujuan Hidup Read More »

Manfaat Wakaf yang Perlu Diketahui

DAARUTTAUHIID.ORG — Setiap individu muslim harus memahami manfaat wakaf di dunia dan akhirat. Agar memiliki motivasi mengaoa harus menunaikan atau mengeluarkan harta untuk berwakaf.

Manfaat yang akan dirasakan oleh kita sendiri di akhirat maupun di dunia dan manfaat bagi orang lain yang menerimanya.

wakaf ialah cara dari Allah Ta’ala untuk memberikan solusi dalam pengelolaan harta yang produktif.

Hal ini karena wakaf sebagai investasi jangka panjang yang tidak berhenti, selama dirasakan dan digunakan oleh penerima pemanfaatnya. Harta yang diwakafkan ia akan tetap abadi dan pahalnya mengalir sampai hari ini di akhirat kelak.

Manfaat wakaf tidak hanya didapatkan ketika kita masih hidup, namun akan terus mengalir jika telah meninggal, karena harta yang diwakafkan status dan konsepnya tidak boleh habis ataupun dijual.

Salah satu contoh manfaat wakaf sebagai upaya untuk menunjang kegiatan sosial, seperti panti asuhan anak yatim.

Pendidikan untuk menunjang fasilitas belajar-mengajar, kesehatan untuk membangun rumah sakit, dan lain-lainnya.

Wakaf tidak perlu dengan nilai yang besar, akan tetapi semampunya. Wakaf juga bisa ditunaikan dengan cara gotong royong untuk saling melengkapi, yang terpenting ikhlas niatnya karena Alloh Ta’ala, karena jika niatnya bukan untuk Allah maka amal perbuatan seseorang tidak akan bernilai dan tidak akan menjadi pahala.

Sedangkan manfaat wakaf di akhirat sebagaimana yang sudah dijanjijkan oleh Allah Ta’ala. Harta yang diwakafkan akan terus melimpah pahalanya, sebagaimana perumpaannya pahalanya disebutkan dalam surat Al-Baqarah yang artinya:

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.”

Mengeluarkan harta dalam bentuk wakaf merupakan cara melatih jiwa sosial kita untuk membantu orang-orang yang tengah kesulitan, mempererat tali persaudaraan, dan mencegah kesenjangan sosial.

Semoga dengan memahami manfaat wakaf, kita punya keinginan yang kuat untuk mewakafkan harta kita dijalan Alloh Ta’ala. Niatnya tidak lain dan tidak bukan hanya mengharap ridho Allah Ta’ala. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Manfaat Wakaf yang Perlu Diketahui Read More »

Aa Gym: 4 Rahasia Syukur

DAARUTTAUHIID.ORG — Ada 4 hal yang harus kita ketahui tentang rahasia syukur. Rasa syukur yang menyebabkan kita diberi umur yang panjang oleh Alloh Ta’ala. Rahasia syukur yang dimaksud di antara ialah:

Pertama, menjaga hati karena dengan nikmat dan karunia yang diberikan Allah Ta’ala akan terasa nikmat dengan hati yang tenang.

Kedua, mengucapkan Alhamdullilah atas pemberian Alloh.

Ketiga, pandai berterimakasih kepada orang yang memberikan jalan karena orang yang memberikan jalan kepada kita adalah orang yang membantu kita menemukan rezeki.

Keempat, memanfaatkan nikmat yang diberi untuk bersyukur kepada Alloh Ta’ala.

Pernahkah terbayang dalam diri kita, bahwa sebahagian besar dari urusan hidup kita sesungguhnya bukan kita sendiri yang mengendalikan.

Pernahkah juga kita hitung-hitung an bahwa hanya sebagian kecil saja keterlibatan tangan kita secara langsung hidup di dunia.

Coba perhatikan menu sarapan kita setiap pagi. Makanan yang ada di piring kita, coba perhatikan dan bayangkan, kemudian uraikan satu demi satu.

Garamnya datang dari laut di selatan, nasinya dari sawah petani di barat, sayurnya dari kebun bagian timur, dan ikannya berasal dari kolam di utara.

Kenapa yang tadinya berjauhan, kini bisa hadir di depan kita dan kita tinggal menikmatinya saja. Hal itu terjadi atas izin Alloh Ta’ala.

Sungguh banyak hal yang terjadi disebabkan kasih sayang Alloh kepada kita. Alloh yang mengatur dan mengendalikan matahari terbit dan terbenam dengan teratur, sehingga kita menikmati energi dari sinarnya.

Alloh yang mengatur detak jantung kita, sehingga kita tak pernah takut lupa mendetakkannya. MasyaAllah begitu besar karunia dan nikmat Alloh.

Kalau pun manusia dan jin bersatu ingin memberikan satu butir beras pun kepada kita, namun jika Alloh tidak menghendakinya, maka pasti tidak akan terjadi.

Begitu juga kalau manusia dan jin bersatu hendak mencelakai kita, maka satu helai rambut pun tidak akan jatuh dari tubuh kita.

Oleh karena itu, mari terus periksa niat kita, periksa hati kita, untuk selalu beramal dengan ikhlas, hanya mengharap ridho Alloh Ta’ala.

Cukuplah Alloh yang memperhatikan kita. Ada manusia yang melihat ataupun tidak, yakinlah bahwa ada Alloh yang selalu melihat kita. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Aa Gym: 4 Rahasia Syukur Read More »

Keutamaan Bulan Rajab

DAARUTTAUHIID.ORG — Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam Islam, memiliki beberapa keutamaan di dalamnya. Untuk itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan atau perbuatan baik sebanyak mungkin di bulan Rajab.

Lantas, apa saja keutamaan di bulan Rajab? keutamaan bulan Rajab yang jarang diketahui orang-orang di antaranya ialah sebagai berikut:

Pertama, Rajab adalah bulan yang mulia. Ada 4 bulan yang dianggap sebagai bulan haram atau bulan yang mulia dalam kalender Hijriyah Islam. Keempat bulan tersebut ialah Muharam, Zulkaidah, Zulhijah, dan Rajab.

Saat bulan haram berlangsung, dianjurkan untuk melakukan amalan saleh agar dilipatgandakan pahalanya. Sedangkan yang berubuat dosa akan diganjar dengan hukuman besar pula.

Kedua, dibukakan pintu tobat seluas-luasnya. Sepanjang bulan Rajab, umat muslim dianjurkan untuk banyak bertobat.

Disebutkan bahwa Allah Ta’ala akan mengabulkan semua doa hamba-hamba-Nya, termasuk permohonan taubat dari seorang hamba yang berdosa.

Ketiga, peristiwa Isra’ Mi’raj. Salah satu fenomena atau peristiwa penting dalam Islam yang terjadi di bulan Rajab adalah Isra’ Mi’raj, saat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam diangkat oleh Allah Ta’ala ke langit ke-7.

Isra’ Mi’raj adalah peristiwa turunnya perintah menunaikan sholat lima waktu.

Keempat, bulan Rajab adalah bulan yang mustajab. Berdoa di malam pertama bulan Rajab, doa-doa yang dipanjatkannya akan dikabulkan Allah Ta’ala. Hal ini juga disampaikan oleh Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm, yang artinya:

“Telah sampai berita pada kami bahwa dulu pernah dikatakan: Sesungguhnya doa dikabulkan pada 5 malam: malam Jumat, malam Iduladha, malam Idulfitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam nisfu Syaban.”

Kelima, bulan yang berdekatan dengan Ramadhan. Bulan Rajab menjadi pertanda bahwa bulan Ramadan yang hanya tinggal bilangan hari hari saja.

Sebab hanya berselang sesudah bulan Syaban, setelah itu Ramadan akan tiba. Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu umat Islam.

Itulah keutamaan-keutamaan bulan Rajab yang perlu dipahami oleh umat Islam, sebagai bulan Istimewa untuk melakukan lebih banyak amal shaleh atau kebaikan agar mendapatkan pahala berlipat dari Allah Ta’ala. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Keutamaan Bulan Rajab Read More »

Ancaman Bagi Pemakan Harta Anak Yatim

DAARUTTAUHIID.ORG — Memakan harta anak yatim adalah perbuatan sangat dimurkai oleh Allah Ta’ala. Hal tersebut termasuk kedalam perbuatan yang zdalim dan tercela yang dapat merugikan orang lain.

Dosa besar dan akan mendapatkan azab yang pedih di akhirat nanti bagi saja yang memakan harta anak yatim. Perilaku tersebut telah diancam oleh Allah dalam Al-Qur’an dengan ancaman yang amat berat. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’anul Karim yang artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS.An-Nisa’: 10)

Dalam sebuah Dari Abu Hurairah, dimana Nabi Shallallahu ‘alahi wasallam bersabda mengenai pemakan harta anak yatim:

“Jauhilah tujuh(dosa) yang membinasakan!” Mereka (para sahabat) bertanya: “Wahai Rasullulah, apakah itu?” Beliau Shallallahu ‘alahi wa sallam menjawab, “Syirik kepada Allah; sihir; membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq; memakan riba; memakan harta anak yatim; berpaling dari perang yang berkecamuk; menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina”. (HR. Al-Bukhari)

Sebagai seorang muslim yang harus kita lakukan adalah adalah bagaimana kita memelihara dan menyantuni anak yatim dengan cinta dan penuh kasih sayang.

Sebagaimana yang dilakukan oleh baginda Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wassalam yang memperlakukan anak yatim dengan kasih sayang seperti anaknya sendiri.

Begitu juga Allah Ta’ala sangat memuliakan anak yatim, sampai-sampai do’a anak yatim menjadi salah do’a yang cepat dikabulkan oleh Allah.

Sebuah hadits menyebutkan, dari Sahl bin Sa’ad RadiyaAllah ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda yang artinya:

“Aku dan orang yang memelihara anak yatim dalam surga nanti seperti ini.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkannya dengan mendekatkan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya.” (HR. Bukhari)

Seharusnya anak-anak yatim diperlakukan dengan cara sebaik mungkin, jangan pernah terbesit untuk memakan harta anak yatim.

Anak yatim termasuk orang-orang lemah karena kehilangan orangtua, jadi sangat memalukan sekali jika memakan harta orang yang lemah dan tidak mempunyai apa-apa.

Bahkan Janji Allah Ta’ala telah jelas, bahwa akan diberikan ganjaran yang sangat besar bagi siapa saja yang mau mengurus dan menyanyangi anak yatim dengan baik.

Oleh karenanya jika ada kesempatan untuk menyantuni anak yatim maka lakukanlah. Semoga kita semua dijauhkan dari sifat tercela dalam memakan harta anak yatim. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Ancaman Bagi Pemakan Harta Anak Yatim Read More »

Aa Gym

Aa Gym: Nikmat Hidayah Itu Mahal

DAARUTTAUHIID.ORG — Sahabat, tahukah doa apa yang paling sering dipanjatkan oleh Rosullulah ShallAllohu ‘alaihi wasallam? Imam Abu Daud meriwayatkan dari Syahr bin Hausyab menyampaikan:

“Aku mendatangi Ummu Salamah dan bertanya “Beritahu aku doa yang paling sering diucapkan Nabi,” Ummu Salamah pun menjawab “Doa yang paling sering dibaca Nabi adalah “Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbi ‘ala dinika”.

Alloh yang membolak balikan hati seorang. Karena hati ini dibolak balik oleh Alloh, maka mudah bagi Alloh memberi hidayah kepada siapapun yang ia kehendaki.

Sebaliknya juga mudah bagi Alloh untuk mencabut sebuah hidayah dari seseorang. Coba kita lihat peristiwa atau fenomena yang ada disekitar kita, ada orang yang tidak mengenal Islam sama sekali tapi Alloh beri hidayah kepadanya, akhirnya mengenalnya Islam.

Dan sebaliknya, kita juga menyaksikan yang tadinya beragama Islam, lalu dicabut nikmat hidayah Islamnya oleh Alloh Ta’ala.

Orang yang memperoleh hidayah Islam disebut Muallaf, sedangkan orang yang dicabut hidayah dalam diri seorang maka disebut dengan murtad.

Sesungguhnya kita berada dalam pengawasan Alloh Ta’ala, hidayah itu bisa ditambah dan dikurangi, dikuatkan bahkan bisa diambil oleh pemiliknya.

Salah satu penyebabnya adalah karena akhlak dan ibadah kita yang dilakukan belum khusu, seperti sholat dan amalan yang dikerjakan tidak ikhlas.

Bagaimana tips menjaga nikmat hidayah Iman dan Islam? Kalau kita berpandangan bahwa hidayah iman dan Islam itu suatu yang sangat berharga dalam diri kita, maka kita pasti berusaha keras untuk menjaganya, dan melihat bagaimana sulitnya orang lain mendapatkan nikmat hidayah tersebut.

Salah satu cara melihatnya dengan mendengar kisah-kisah orang yang menyembunyikan keIslamannya dan masuknya seseorang kedalam Islam dengan berbagai halangan dan rintangan.

Perlu kita sadari bahwa nikmat hidayah itu sangat mahal, maka kita harus benar-benar menjaganya, dengan cara memperbanyak amal shaleh dengan niat yang lurus dan ikhlas.

Semoga kita tergolong orang-orang yang senantiasa meneguhkan dan menjaga nikmat hidayah atas pertolongan Alloh Ta’ala dan membaca do’a sebagaimana yang diajarkan oleh Rosulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam: “Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbi ‘ala dinika”(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Aa Gym: Nikmat Hidayah Itu Mahal Read More »

Hukum Menarik Kembali Tanah yang Sudah Diwakafkan

DAARUTTAUHIID.ORG — Tanah wakaf kerap kali menimbulkan masalah atau sengketa, beberapa dari ahli waris pemberi wakaf ternyata meminta kembali wakaf yang telah diberikan sebelumnya.

Lantas bagaimana hukum menarik kembali harta yang sudah diwakafkan? Apakah diperbolehkan? Dan bagaimana hukumnya dalam Islam.

Misalkan ada orangtua yang mewakafkan hartanya, kemudian beberapa waktu kemudian orangtua tersebut meninggal.

Kemudian ada salah satu dari anaknya menemui pihak penerima atau pengelola wakaf dan meminta kembali tanah wakaf tersebut yang telah diwakafkan.

Wakaf secara pengertian dapat dipahami melepaskan kepemilikan atas harta yang dimiliki, kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan umum tanpa mengurangi nilai harta yang diserahkan tersebut kepada perorangan atau kelompok dalam waktu selama-lamanya.

Jadi kalau pengelola wakaf meninggal, harta yang diwakafkan tersebut tidak bisa diwarisi oleh ahli warisnya.

Harta yang diwakafkan juga tidak bisa ditarik kembali. Karena pada dasarnya akad wakaf adalah memindahkan kepemilikan kepada Allah Ta’ala.

Menurut Muhammad Zuhri al Ghamrawi dalam kitab as Sirajul Wahhaj ia menguraikan bahwa: “Menurut pendapat yang azhhar dalam madzhab Syafi’i adalah bahwa kepemilikan pada zat harta-benda yang diwakafkan itu berpindah kepada Allah Ta’ala.”

Jadi, jika ada orangtua mewakafkan tanah miliknya secara utuh, maka anak atau keluarga yang ditinggalkan tidak boleh menarik kembali wakaf tersebut.

Kecuali, kalau tanah harta yang diwakafkan tersebut ternyata ada bagian hak anak, maka anak bisa meminta kembali harta tersebut, namun hanya sebatas pada bagian yang menjadi haknya.

Apa lagi kalau sebuah tanah yang sudah diwakafkan dan telah dikelola oleh wakif dan dimanfaat oleh masyarakat umum, seperti pembangunan masjid, sekolah, mushalla, makam, dan lain sebagainya, maka akan merugikan pihak wakaf yang sudah mengeluarkan materi maupun non materi untuk mengelola tanah wakaf tersebut.

Uraian ditas memberikan pemahaman bahwa hendaknya harta yang sudah diinfakan atau diwakafkan hendaknya tidak ditarik kembali.

Baik harta tersebut bagian dari yang kita cintai atau tidak, hal ini diperkuat oleh hukum atau dalil di dalam ayat al-Qur’an yang artinya:

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS Al Imran: 92).

Semoga kita senantiasa diberikan keteguhan hati dalam berwakaf dan melakukan amalan-amalan jariyah yang diniatkan untuk orangtua, agar pahala terus mengalir kepada orangtua dari amal jariyah yang kita lakukan. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Hukum Menarik Kembali Tanah yang Sudah Diwakafkan Read More »

Indonesia Penduduk Muslim Terbesar, Namun Literasi Wakaf Masih Rendah

DAARUTTAUHIID.ORG — Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) merilis sebuah data yang menunjukan bahwa literasi wakaf di Indonesia masih cukup rendah, yakni masi berada di angka 50,48% yang ditunjukkan oleh indeks literasi wakaf pada akhir tahun 2020.

Jika melihat populasi masyarakat muslim atau Islam di Indonesia, maka angka di atas masih sangat rendah, mengingat Indonesia adalah negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia.

Wakil Ketua MES Pahala Nugraha Mansury juga menyampaikan bahwa rendahnya literasi wakaf, maka harus ditingkatkan kembali.

Mengingat wakaf bisa menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan perekonomian nasional dan pemerataan sosial.

Tentu situasi ini sangat disayangkan karena Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia dan mewakili 12,7% penduduk muslim di seluruh dunia, yang mampu meningkat perekonomian di level dunia.

Saat ini pemerintah terus menghimbau mengenai literasi wakaf di Indonesia. Salah satunya dengan menghadirkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GWNU).

Cara ini tidak hanya diharapkan untuk meningkatkan kesadaran literasi masyarakat untuk berwakaf, namun juga menuju transformasi pengelolaan wakaf yang efektif dan produktif.

Hal ini juga sejalan dengan visi BWI (Badan Wakaf Indonesia) yang mendorong ke depannya wakaf bisa diberikan dalam bentuk lainnya.

Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat diharapkan wakaf jadi salah satu sumber mendapatkan dana untuk menggerakkan ekonomi dan inklusivitas pemerataan serta meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat.

Gerakan wakaf juga dilakukan sesuai dengan kapasitas masing-masing. Penyaluran wakaf salah satunya dilakukan dengan menggunakan dana tanggungjawab sosial perusahaan CSR (Corporate Social Responsibility).

Langkah lainnya yang bisa dilakukan ialah dengan mentransformasikan langkah pengumpulan wakaf dalam bentuk digital.

Sepanjang tahun lalu, pembayaran wakaf melalui platform digital telah mencapai Rp 3 miliar dengan jumlah total transaksi sebanyak 23 ribu.

Pemberian wakaf dengan menggunakan platform digital, diharapkan mampu meningkatkan partisipasi umat Islam dalam mengeluarkan hartanya untuk berwakaf.

Oleh karenanya, perlunya melakukan sosialisasi yang intens dalam meningkatnya pemahaman masyarakat dengan menggunakan berbagai platform media digital yang saat ini sedang berkembang, sehingga harapannya angka literasi wakaf di Indonesia nilainya akan terus meningkat. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Indonesia Penduduk Muslim Terbesar, Namun Literasi Wakaf Masih Rendah Read More »

Memuliakan Tetangga dengan Memberi Hadiah

WAKAFDT.OR.ID Dalam hidup Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam sering kali mencontohkan kebiasaan yang baik kepada orang lain, salah satunya dengan membagikan makanan untuk para sahabat dan kepada para tetangga, karena Islam mengajarkan kepada pengikutnya untuk berbuat baik kepada sesama muslim, agar memiliki hubungan dekat dengan kita diantaranya tetangga.

Misalkan memberikan hadiah langsung kepada tetangga, memberi hadiah dalam bentuk apapun, tidak harus bernilai mahal ataupun mewah, akan tetapi sesutau yang dapat membuat suasana dan hubungan semakin akrab dan baik antar tetangga.

Sebagai seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan tetangganya. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam. Rasulullah menyuruh umatnya, jika memasak sayur atau daging dianjurkan untuk memperbanyak kuahnya, dengan tujuan agar bisa dibagi-bagikan kepada para tetangga. Hal ini akan menambahkan kasih sayang antara seorang dengan tetangganya.

Dari Abu Zarr RadiyaAllahu anhu berkata: Rasulullah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam bersabda: Hai Abu Dzarr, jika engkau memasak kuah, maka perbanyaklah airnya dan perhatikan supaya membagi tetangga tetanggamu. (HR Muslim).

Hadits ini memberi penjelasan mengenai anjuran kepada umat Islam untuk memperhatikan dan mempedulikan tetangganya. Bahwasanya tetangga termasuk orang yang paling utama untuk diperlakukan dengan baik.

Memperlakukan tetangga dengan baik, salah satu jalan kita untuk menempuh masuk ke dalam surga. Memberi hadiah memiliki manfaat dalam menumbuhkan dan menebar kasih sayang, memperkuat hubungan persahabatan, dan rasa cinta dengan tulus dan ikhlas.

Bagi siapa pun yang menerima hadiah dari seorang hendaklah menerima hadiahnya dengan senang hati, apapun dan berapa pun jumlahnya, lalu membalas hadiah tersebut dengan ucapan dan rasa terima kasih dan memberikan doa terbaik kepada yang memberi.

Rasulullah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Kelak di akhirat manusia akan berkata, ‘Inilah harta bendaku! Padahal tidak ada harta benda yang di perolehnya di dunia kecuali tiga hal : 1. Apa yang ia makan akan keluar dari tubuhnya menjadi kotoran. 2. Apa yang ia pakai akan menjadi rusak. 3. Dan Apa yang di sedekahkan akan menjadi kebaikan yang kekal baginya,” (HR. Muslim).


WAKAFDT.OR.ID

Memuliakan Tetangga dengan Memberi Hadiah Read More »