Wakaf Daarut Tauhiid

Desember 2023

Dua Hal yang Menyebabkan Seseorang Malas Berdoa

WAKAFDT.OR.IDKenapa ada orang yang malas untuk berdoa? Bahkan ada banyak orang enggan berdoa seusai sholat. Padahal orang yang malas berdoa disebut-sebut sebagai manusia yang paling sombong dan lemah.

Dari Abu Hurairoh Radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwa Rasulullah bersabda:

“Manusia paling lemah adalah mereka yang paling malas berdoa (kepada Allah). Dan manusia paling pelit adalah manusia yang pelit memberi salam.” (HR. Thabrani).

Syaikh Abdul Qadir Jailani berpendapat dalam kitab Futuhul Ghaib mengapa orang malas berdoa. Di antaranya ialah:

Pertama, menganggap bahwa semua sudah dalam ketentuan Allah Ta’ala. Pemahaman bahwa segala sesuatu itu telah ditetapkan oleh Allah membuat seseorang tidak perlu lagi meminta atau berdoa kepada Alloh.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Ghafir: 60)

Dari ayat diatas jelas kita diminta untuk memohon kepada Allah dengan penuh keyakinan, bahwa permohonan seorang hamba itu akan diterima oleh Allah.

Berdoalah kepada Allah dengan menengadahkan tangan dan penuh keyakinan. Tetaplah berdoa jangan berputus asa, karena doa itu pada hakekatnya merupakan refleksi dari penghambaan dan kehinaan seorang hamba.

Oleh karenanya, seseorang yang tidak mau berdoa adalah bentuk kesombongan dan melupakan jati dirinya sebagai hamba Allah.

Doa yang belum terkabul biasanya seseorang berkata: “Sesungguhnya aku telah meminta dan berdoa kepada Allah, tapi Dia tidak memperkenankan doaku, maka sekarang aku tidak mau lagi bedoa kepadaNya.”

Jika ada suatu hal yang kita minta, namun Allah belum memenuhinya berarti, belum saat yang tepat kita menerimanya atau boleh jadi Allah mengabulkannya dalam bentuk lain.

Tetaplah berprasangka baik atas takdir Alloh, karena ini akan melatih seorang untuk terus berdo’a hanya kepada Allah Ta’ala.

Kedua, melihat ada orang yang jarang berdo’a atau biasa-biasa saja, akan tetapi terlihat seperti mendapat karunia Allah semua keinginannya terpenuhi.

Maka dalam hal ini keliru cara berpikirnya, tidak semua keinginan kita harus dipenuhi dan tidak semua yang dimiliki orang harus kita miliki.

Yakinlah bahwa pasti Allah akan menggantikannya dalam bentuk lain kepada hambanya. Allah akan mengaruniakan rasa cukup, rasa gembira, dan rasa sehat.

Yakinlah bahwa Allah tidak menyia-nyiakan doa seseorang. Maka jangan sampai dua hal diatas terjadi, hingga membuat kita termasuk orang malas berdoa kepada Allah. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Dua Hal yang Menyebabkan Seseorang Malas Berdoa Read More »

Aa Gym: Mengenal Nama & Sifat Alloh ‘Al-Haasib’

WAKAFDT.OR.IDSalah satu asma Alloh yang pernah kita hafal dan baca ialah Al Haasib, yang artinya Alloh Maha Menghitung. Alloh Ta’ala sangat teliti dan cermat penghitungan-Nya.

Alloh menciptakan bumi dan semua bintang-bintang dengan perhitungan yang amat cermat, sehingga semua bergerak dengan teratur tanpa berbenturan sedikitpun.

Alloh juga sangat cermat perhitungannya terhadap kebutuhan makhluknya di alam semesta ini. Sehingga bisa dipastikan darah terus bekerja sesuai dengan fungsinya dan oksigen juga tercukupi tanpa ada satu pun yang merasa kekurangan.

Demikian juga Alloh sangat cermat perhitungannya dalam menghitung amal-amal kita, tidak ada yang terlewat sedikitpun, sekecil apapun. Alloh Ta’ala berfirman dalam Al Quran:

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 7-8)

Di akhirat kelak akan ada sebuah pengadilan, ada timbangan yang sangat adil dan presisi yang akan menimbang seluruh amal perbuatan kita selama hidup di dunia, amal baik maupun alam buruk.

Suatu ketika di salah satu toko swalayan, ada kamera CCTV tersembunyi merekam sebuah peristiwa pencurian. Ketika pencuri itu tertangkap, ia pun berkelit tidak mau mengakui perbuatannya.

Namun, oleh petugas keamanan dibawa ke sebuah ruangan tempat komputer berada, kemudian diperlihatkan bagaimana aksi pencurian yang dilakukannya, sehingga dia tidak bisa berkutik dan mengakui perbuatan yang ia lakukan.

Begitulah sebenarnya hidup kita, setiap perkataan dan perbuatan bahkan niat di dalam hati kita terekam dan di akhirat akan diperlihatkan di hadapan makhluk lain oleh Alloh Ta’ala.

Mungkin orang lain tidak mengetahui keburukan kita, tapi Alloh Maha Mengetahui. Orang lain mungkin tidak mengetahui amal kebaikan yang kita lakukan dengan diam-diam, namun Alloh Maha Mengetahui dan pasti akan memberikan balasan yang setimpal.

Alloh menghitung dengan menyiapkan malaikat pencatat amal perbuatan. Kelak di akhirat Alloh juga akan memberikan kesempatan pada tangan dan kaki kita untuk bersaksi, tentang apa saja yang telah kita lakukan di dunia.

ٱلْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ ۚ لَا ظُلْمَ ٱلْيَوْمَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

“Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Alloh amat cepat hisabnya.” (QS. Al Mu’min: 17)

Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh yang husnul khotimah, mendapatkan hasil penghitungan amal kebaikan yang lebih berat dan menyelamatkan kita dari api neraka. Allahumma aamiin. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Mengenal Nama & Sifat Alloh ‘Al-Haasib’ Read More »

Mengenal Istilah Mustahik dalam Islam

WAKAFDT.OR.ID Diantara kita mungkin pernah mendengar istilah mustahik dalam Islam. Namun apa itu mustahik dan siapa saja yang termasuk golongan mustahik?

Mustahik merupakan golongan orang yang berhak menerima zakat, sedangkan orang yang mengeluarkan zakat disebut sebagai muzakki. Diantara golongan mustahik adalah sebagai berikut:

1. Fakir

Fakir ialah orang-orang yang memiliki harta namun sangat sedikit. Orang-orang ini tak memiliki penghasilan sehingga jarang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik.

2. Miskin

Di atas fakir, ada orang-orang yang disebut miskin. Mereka adalah orang-orang yang memiliki harta namun juga sangat sedikit. Penghasilannya sehari-hari hanya cukup untuk memenuhi makan, minum dan tak lebih dari itu.

3. Amil

Mereka adalah orang-orang yang mengurus zakat mulai dari penerimaan zakat hingga menyalurkannya kepada orang yang membutuhkan.

4. Muallaf

Orang yang  baru masuk Islam atau mu’allaf juga menjadi golongan yang berhak menerima zakat. Ini bertujuan agar orang-orang semakin mantap meyakini Islam sebagai agamanya, Allah sebagai tuhan dan Muhammad sebagai rasulNya.

5. Memerdekakan Budak

Di zaman dahulu, banyak orang yang dijadikan budak oleh saudagar-saudagar kaya. Inilah, zakat digunakan untuk membayar atau menebus para budak agar mereka dimerdekakan. Orang-orang yang memerdekakan budak juga berhak menerima zakat.

6. Gharim (Orang yang Memiliki Hutang)

Gharim merupakan orang yang memiliki hutang. Orang yang memiliki hutang berhak menerima zakat. Namun, orang-orang yang berhutang untuk kepentingan maksiat seperti judi dan berhutang demi memulai bisnis lalu bangkrut, hak mereka untuk mendapat zakat akan gugur.

7. Fi Sabilillah

Yang dimaksud dengan sabilillah adalah segala sesuatu yang bertujuan untuk kepentingan di jalan Allah. Misal, pengembang pendidikan, dakwah, kesehatan, panti asuhan, madrasah diniyah dan masih banyak lagi.

8. Ibnu Sabil

Ibnu Sabil disebut juga sebagai musafir atau orang-orang yang sedang melakukan perjalanan jauh termasuk pekerja dan pelajar di tanah perantauan.

Itulah makna mustahik dalam Islam yang tergolong delapan golongan yang berhak menerima zakat. Bagi Anda yang memang sudah wajib zakat, maka segeralah menunaikan kewajiban Anda tersebut.

Jangan sampai Anda malah memakan hak orang lain. Sebab, dalam harta kita ada hak milik orang lain. Allahu a’lam bishowab.. (Shabirin)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Mengenal Istilah Mustahik dalam Islam Read More »

Pembangunan Masjid DT Bogor Menuju Tahap Pengerjaan Atap

WAKAFDT.OR.ID | BOGOR — Pembangunan Masjid Rahmatan Lil’alamin DT Bogor yang tahap awal pembangunannya telah dilaksanakan pada akhir bulan Oktober, hari ini semakin berprogres.

Lokasi pembangunan masjid tersebut berada di Kampung Cikalancing, Cinangka, Ciampea, kota Bogor.

Menurut panitia pembangunan, progres pembangunan Masjid Rahmatan Lil’alamin DT Bogor saat ini sedang dalam proses pengerjaan atap, termasuk pemasangan listrik dan plafon.

Masjid Rahmatan Lil’alamin DT Bogor berada dalam Kawasan Wakaf Terpadu Daarut Tauhiid. Masjid tersebut termasuk dalam program Wakaf Masjid 7 in 1 yang sedang digalakkan oleh Lembaga Wakaf DT.

Pembangunannya sempat terhenti karena terkendala oleh pendanaan yang belum mencukupi, sehingga sebelumnya pembangunan hanya baru mencapai pembuatan akses jalan masuk saja.

Atas kontribusi dukungan dan doa seluruh muwakif dalam program Masjid 7 in 1. Wakaf Daarut Tauhiid mengucapkan jazaakumullahu khairan kepada seluruh muwakif yang telah mempercayakan wakafnya kepada Pesantren Daarut Tauhiid. (Wahid)

Salurkan wakaf terbaik sahabat ke rekening:

💳 Bank Syariah Indonesia 78221 78221

👤 Atas Nama Yayasan Daarut Tauhiid

Konfirmasi wakaf: 📞 085 200 123 123


Redaktur: Wahid Ikhwan

WAKAFDT.OR.ID

Pembangunan Masjid DT Bogor Menuju Tahap Pengerjaan Atap Read More »

Aa Gym: jangan sombong

Aa Gym: Apakah Perbuatan Dosa Juga Takdir dari Alloh?

WAKAFDT.OR.IDKetahuilah bahwa semua kebaikan itu datangnya dari Alloh, sedangkan keburukan itu datang dari diri kita sendiri atau terjadi atas pilihan kita sendiri. Kenapa bisa demikian?

Sesungguhnya Alloh hanya menghendaki kebaikan kepada hambanya dan tidak menghendaki keburukan kepada hambanya. Begitulah sayang dan cintanya Alloh kepada kita. Hal ini diperkuat dalam ayat Al-Qur’an:

مَآ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَآ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّفْسِكَ ۗ وَاَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوْلًا  ۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا

“Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Alloh, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Alloh yang menjadi saksi.” (QS. An-Nisa: 79)

Kalau kita melakukan dosa, kemudian kita taubat dengan sungguh-sungguh atas kesalahan tersebut, maka taubat itu akan menjadi pahala dan kebaikan bagi diri kita. Begitu bermurahnya Alloh pada kita sebagai hambanya yang pendosa, karena Alloh itu maha pemaaf.

Beberapa orang ada yang bertanya, bukankah kesalahan atau perbuatan dosa yang dilakukan sudah tertulis di lauhul mahfuz?

Hal itu karena kita sudah memilih untuk melakukan maksiat, makanya akan tertulis sebagai kesalahan atau dosa. Kalau kita memilih tidak maksiat maka atas izin Alloh juga kita tidak akan bermaksiat.

Layaknya ketika kita ingin bersedekah, pas ada kotak infak lewat, apakah kita akan bersedekah atau tidak maka itu adalah pilihan.

Pastinya setan akan membisikan agar kita tidak bersedekah, maka tugas kita tinggal memilih apakah kita akan mengikuti bisikan setan dengan rasa takut tidak makan, kehabisan uang dan seterusnya atau kita sadar bahwa sedekah itu adalah kebaikan bagi kita.

Misalkan, ketika ditanya kenapa tidak bangun melaksanakan tahajud? Jawabannya karena Alloh tidak membangunkan dan Alloh sudah menakdirkan untuk tidak bangun malam. Padahal Alloh sudah mengajarkan ilmunya bagaimana cara bangun di sepertiga malam.

Jadi jangan menyalahkan takdir dalam bermaksiat atau berlindung dibalik takdir untuk melakukan kesalahan, dengan dalih bahwa perbuatan dosa yang kita terjadi atas izin Alloh, maka hal itu merupakan kekeliruhan dalam berpikir.

Semoga Alloh selalu membimbing kita ke jalan kebaikan dan dikuatkan agar kita dijauhkan dari perbuatan-perbuatan dosa atat maksiat. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Apakah Perbuatan Dosa Juga Takdir dari Alloh? Read More »

Progres Terkini Pembangunan Masjid Eco Pesantren 2 DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Alhamdulillah, progres pengerjaan Masjid Eco Pesantren 2 Daarut Tauhiid telah mencapai presentase 21,3 persen per awal Desember lalu.

Berdasarkan laporan tim pembangunan Masjid Eco Pesantren 2 DT, pekerjaan di lapangan telah memasuki pekan ke-13, setelah dimulainya pembangunan pada pertengahan September lalu.

Lokasi pembangunan masjid tersebut berada di Kampung Nyampay, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Pada periode 30 Oktober sampai 5 November 2023, tim pembangunan Masjid Eco Pesantren 2 DT telah melangsungkan beberapa pekerjaan, di antaranya; Bouwplank dan penandataan titik pondasi bangunan dan penunjang serta pengadaan material besi.

Bersamaan dengan itu, tim pembangunan Masjid Eco Pesantren 2 DT juga melangsungkan pekerjaan pabrikasi besi dan bekisting pilecap, sloof dan kolom serta pemasangan besi pilecap, sloof, dan kolom.

Saat ini juga para pekerja mulai bertahap melakukan pembongkaran setutan DPT (Dinding Penahan Tanah), kemudian dilakukan juga pemasangan waremesh DPT untuk gedung penunjang.

Tim pembangunan juga menambahkan informasi bahwasannya per hari ini (12/12/2023) akan dilakukan pengecoran sisa pilecap masjid, yang tersisa 5 titik sloof yang belum dicor.

Tidak hanya masjid, lahan wakaf ini juga rencananya akan dibangun kawasan Pesantren Eco Pesantren 2 Daarut Tauhiid Bandung. (WIN)

Wakaf Masjid DT

💳 Bank BSI 78221 78221

💳 Bank Danamon Syariah 8800299615

Wakaf via Web Wakaf DT: https://wakafdt.or.id/donasi/

Wakaf via aplikasi Wakafplus: https://bit.ly/Wakafplus

Informasi dan Konfirmasi Wakaf: https://wa.me/6285200123123


Redaktur: Wahid Ikhwan

WAKAFDT.OR.ID

Progres Terkini Pembangunan Masjid Eco Pesantren 2 DT Read More »

Aa Gym: Mengenal Sifat Alloh ‘Al Qoriib’

WAKAFDT.OR.IDSalah satu nama dan sifat Alloh Ta’ala ialah Al Qoriib, yang artinya Alloh Yang Maha Dekat. Alloh Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS. Al Baqoroh: 186)

Alloh Ta’ala Maha Dekat. Perlu dipahami bahwa dekatnya Alloh dengan kita itu berbeda dengan dekatnya kita dengan orang lain atau benda-benda di sekitar kita.

Alloh Ta’ala bersemayam di atas Arsy, namun pengetahuan-Nya tentang kita sangatlah besar dan kekuasaan-Nya teramat dekat dengan kita.

Sekecil apapun bisikan kita, Alloh pasti mendengarnya. Serapi apapun perbuatan yang kita tutupi, Alloh juga pasti melihatnya.

Tidak ada suatu apapun yang akan tersembunyi dari pengetahuan Alloh, karena pada dasarnya Alloh sangatlah dekat dengan kita.

Hikmah dari rasa yakin bahwa Alloh Maha Dekat dengan makhluk-makhluknya ialah akan membuat seseorang senantiasa memelihara niat, ucapan dan tindakanya.

Kalau kita malu berbuat jelek di hadapan manusia, maka semestinya kita lebih malu lagi jika berbuat jelek dengan sepengetahuan Alloh Ta’ala.

Oleh sebab itu, sungguh mengherankan jika ada orang yang korupsi tapi seolah tanpa merasa bersalah bahwa dia tidak korupsi.

Mengambil harta yang bukan haknya merasa biasa-biasa saja, karena telah hilang rasa malunya. Apakah seseorang tidak sadar bahwa perbuatannya pasti diketahui dan diawasi oleh Alloh Ta’ala.

Apalagi di era teknologi di jaman hari ini, sangat memungkinkan seseorang untuk mengetahui perbuatan orang lain yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Bisa dengan cara menggunakan alat penyadap, kamera tersembunyi, dan teknologi sejenis lainnya. Akan tetapi, alat-alat tersebut itu masih memiliki keterbatasan.

Namun, pengetahuan Alloh tidak pernah ada batasnya. Alloh Mengetahui apa yang terjadi di dalam lautan bahkan luar angkasa, yang terang-terangan maupun yang paling rahasia.

Kesimpulannya ialah, dengan memahami bahwa Alloh adalah Al Qoriib, Dzat Yang Maha Dekat. Semoga kita tergolong orang-orang yang semangat untuk semakin mengenal Alloh Ta’ala dan semakin dekat dengan-Nya. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Mengenal Sifat Alloh ‘Al Qoriib’ Read More »

Ternyata Jihad Ada Tingkatannya, Apa Saja?

WAKAFDT.OR.IDSetiap umat Islam sesungguhnya memiliki kewajiban untuk berjihad, baik jihad untuk diri sendiri maupun kepentingan bersama. Di dalam Al Qu’an dan Hadits disebutkan bahwa ada empat tingkatan jihad dalam Islam.

Sebelum mengetahui tingkatan jihad dalam Islam, maka kita perlu memahami kata jihad itu sendiri. Jahd biasanya diartikan dengan sungguh-sungguh atau kesungguhan, letih atau sukar dan sekuat-kuat. Adapun kata juhd diartikan dengan kemampuan, kesanggupan, daya upaya dan kekuatan.

Kata jihad asal katanya dari kata kerja jáhada – yujâhidu, yang artinya mencurahkan daya upaya atau bekerja keras.

Pengertian ini pada dasarnya memberikan penjelasan mengenai perjuangan keras atau upaya maksimal yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan sesuatu dan menghadapi sesuatu yang mengancam dirinya.

Ada pun empat tingkatan jihad dalam Islam menurut Dr. Yusuf Al-Qardhawi, di antaranya ialah:

Jihad Menghadapi Nafsu

Melawan atau mengendalikan hawa nafsu bukanlah sesuatu yang mudah, karenanya dibutuhkan sebuah perjuangan yang keras.

Berjuang dengan hati yang sungguh dalam melawan hawa nafsu untuk mendapatkan hidayah dan kebenaran agama.

Ibnu Qayyim menerangkan bahwa tidak ada kebahagiaan dan ketenangan di dunia dan akhirat kecuali dengan mengejar hidayah dan kebenaran agama. Jika kedua hal tersebut hilang maka akan mengalami penderitaan di dunia maupun di akhirat kelak.

Jihad Melawan Setan

Yaitu jihad untuk melawan keraguan yang dibisikkan setan di dalam hati dan jihad melawan bisikan setan berupa keinginan untuk melakukan kemaksiatan.

Jihad Melawan Orang-Orang Kafir dan Orang Munafik

Jihad melawan orang-orang munafik dan orang-orang kafir ada empat tingkatan. Yaitu dengan hati, lisan, harga, dan jiwa.

Jihad melawan orang-orang kafir dianjurkan dengan memakai tangan (kekuatan atau kekuasaan), sedangkan jihad melawan orang-orang munafik diutamakan dengan memakai lisan, argumen, atau penjelasan.

Jihad Melawan Kedzaliman

Jihad melawan orang-orang yang berbuat kemungkaran, dzalim, dan bid’ah sekalipun. Di antaranya bisa dengan tangan, lisan, dan dengan hati, sesuai dengan kesanggupan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda dalam sebuah hadits:

“Barang siapa yang sudah meninggal dunia namun dirinya belum pernah berjihad dan belum pernah berniat untuk berjihad maka dia meninggal seperti orang munafik, karena dia memiliki sifat yang serupa dengan sifatnya orang munafik.”

Jadi sebetulnya makna jihad sendiri tidak selalu identik dengan peperangan mengangkat senjata melawan musuh Islam, memang itu juga salah satu bagian dari jihad.

Namun, dengan kita bersungguh-sungguh dalam mencari kebaikan, menyebarkan kebaikan, insyaAllah itu juiga merupakan bagian dari berjihad.

Semoga dengan mengetahui tingkatan jihad dalam Islam, kita bisa berjuang untuk diri sendiri dan agama Allah sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Ternyata Jihad Ada Tingkatannya, Apa Saja? Read More »

Manfaat Wakaf Produktif Bagi Pembangunan Ekonomi

WAKAFDT.OR.IDWakaf selalu identik dengan amal keagamaan yang berhubungan dengan harta benda sedekah jariyah. Padahal, wakaf bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, sehingga bisa memberikan dampak pada pembangunan ekonomi secara berkelanjutan.

Salah satunya melalui wakaf produktif, di mana konsepnya pengelolaan aset wakaf dengan tujuan memperoleh surplus, sehingga menghasilkan manfaat bagi masyarakat secara berkesinambungan. Surplus itu nantinya digunakan untuk pembangunan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Contohnya dengan membangun fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, membantu memenuhi kebutuhan anak yatim-piatu, ataupun bantuan yang bersifat produktif lainnya.

Berikut adalah beberapa manfaat jika seseorang berwakaf dengan wakaf produktif:

  • Menekan Angka Kemiskinan

Melalui pengelolaan aset yang produktif, wakaf bisa menghasilkan sumber pendapatan tambahan bagi kelompok masyarakat yang kurang mampu, sehingga dapat membantu menekan angka kemiskinan.

Misalkan, kita berwakaf sebidang tanah yang akan digunakan sebagai perkebunan sayur. Nantinya, keuntungan yang dihasilkan dari perkebunan tersebut bisa digunakan untuk membiayai operasional dan pengembangan usaha, serta membiayai program sosial pendidikan untuk kaum dhuafa.

  • Meningkatkan Akses Pendidikan dan Kesehatan

Wakaf produktif juga bisa untuk memberikan akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu.

Contohnya, yang dilakukan lakukan oleh Eco Pesantren Daarut Tauhiid, di mana tidak hanya menjalankan pendidikan pesantren secara formal, namun di area tersebut juga terdapat lahan pertanian, bahkan lokasi berkuda.

Sementara implementasi wakaf pada bidang kesehatan terwujudkan dalam pengadaan fasilitas kesehatan seperti ambulans dan alat-alat kesehatan yang tersebar disejumlah rumah sakit, seperti halnya Muhammadiyah yag memiliki banyak rumah sakit diberbagai kota di Indonesia.

  • Memberdayakan Perempuan dan Masyarakat Marginal

Selain mengentaskan kemiskinan, Wakaf produktif juga bisa digunakan untuk bisa menggelar program pemberdayaan perempuan dan masyarakat marginal. Dengan begitu, kedua kelompok itu bisa berpartisipasi aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi.

  • Kembangkan Infrastruktur Sosial

Aset produktif yang diwakafkan juga bisa digunakan untuk membangun infrastruktur sosial seperti masjid, madrasah, dan pusat komunitas, sehingga meningkatkan bisa bermanfaat bagi khalayak serta, menggerakan ekonomi.

  • Memberdayakan Ekonomi Umat

Jika Aset dikelola dengan baik dan menjadi produktif, maka dampaknya akan luas, sampai bisa memberdayakan ekonomi umat. Sebab, dengan aset produktif membuka lapangan pekerjaan, sehingga dapat memberdayakan masyarakat untuk membangun kemakmuran secara bergotong-royong.

Itulah manfaat-manfaat yang bisa kita rasakan jika asetnya digunakan sebagai wakaf produktif. Kekinian, banyak platform yang bisa merealisasikan kita untuk melakukan wakaf produktif. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

(Sumber: BWI)

Manfaat Wakaf Produktif Bagi Pembangunan Ekonomi Read More »

Minimalisir Sampah, Peserta Pra Raker Yayasan DT Kompak Bawa Alat Makan Masing-Masing

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Jelang berakhirnya akhir tahun 2023, Yayasan Daarut Tauhiid menggelar Pra Raker (Rapat Kerja) untuk program Tahun 2024 mendatang, pada Selasa (5/12/2023).

Acara Pra Raker tersebut dihadiri sebanyak 25 orang yang terdiri dari Pengurus Yayasan DT, Manajemen Lembaga Wakaf DT, Pesantren, Lemstra, termasuk bagian SDI, R&D, dan Sub Bagian adminstrasi lainnya.

Mulai pukul 08.00 para peserta Raker telah memenuhi Aula Daarul Hajj Pesantren Daarut Tauhiid, tempat diselenggarkannya Evaluasi dan Pra Raker untuk program Tahun 2024.

Lebih detailnya dalam forum tersebut dibahas terkait laporan dan capaian sasaran program kerja selama Tahun 2023 di masing-masing unit.

Hal yang menarik dari pelaksaan Pra Raker tersebut adalah para peserta seluruhnya membawa tempat minum (tumbler) dan tempat makan masing-masing guna meminimalisir produksi sampah plastik.

Rencananya pelaksanaan Evaluasi dan Pra Raker tersebut digelar mulai tanggal 5-6 Desember 2023. Sebagai informasi, lokasi dilaksanakannya acara tersebut merupakan salah satu aset wakaf Daarut Tauhiid.

Alhamdulillah, setiap aset wakaf di Pesantren Daarut Tauhiid bisa memberikan manfaat tidak hanya untuk santri DT, tetapi masyarakat umum juga bisa memanfaatkan aset tersebut. (Ruli/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Minimalisir Sampah, Peserta Pra Raker Yayasan DT Kompak Bawa Alat Makan Masing-Masing Read More »