Wakaf Daarut Tauhiid

24 November 2025

Rekam Jejak Pengkhianatan Kaum Yahudi terhadap Para Nabi: Refleksi Sejarah dalam Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.ID Al-Qur’an mengabadikan berbagai peristiwa sejarah yang mengungkap watak sebagian kaum Yahudi (Bani Israil) yang kerap melakukan tipu daya dan pengkhianatan terhadap utusan Allah. Pola pembangkangan ini terekam jelas mulai dari masa Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, hingga zaman Rasulullah SAW.

Rangkaian peristiwa ini menjadi peringatan bahwa kedurhakaan dan konspirasi bukanlah hal baru, melainkan siklus yang berulang. Hal ini terlihat pula pada sikap Zionis hari ini yang mengkhianati bangsa Palestina—bangsa yang dahulu menerima mereka saat mereka terusir dari berbagai belahan dunia.

1. Penolakan dan Sikap Pengecut di Masa Nabi Musa AS

Sejarah mencatat bagaimana kaum Yahudi diselamatkan oleh Nabi Musa AS dari kekejaman Firaun. Namun, balasan mereka adalah pembangkangan. Ketika Nabi Musa mengajak mereka berjihad di jalan Allah untuk memasuki tanah yang dijanjikan, mereka menolak dengan alasan takut mati dan cinta dunia.

Dengan angkuh, mereka justru menyuruh Nabi Musa berperang sendiri. Sikap ini diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur’an:

“Mereka berkata, “Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap menanti di sini saja.” (QS. Al-Ma’idah: 24)

2. Konspirasi Terhadap Nabi Isa AS

Pengkhianatan berlanjut pada masa Nabi Isa AS. Kaum Yahudi mengklaim dengan bangga telah menyalib dan membunuh Nabi Isa. Namun, Al-Qur’an membantah klaim tersebut secara tegas. Allah menyelamatkan Nabi Isa dan mengangkatnya ke langit, sementara yang mereka bunuh hanyalah orang yang diserupakan dengannya.

Sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Kementerian Agama, peristiwa ini memicu perpecahan dan keraguan di kalangan mereka sendiri hingga melahirkan berbagai sekte yang saling menyesatkan.

“…padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa…” (QS. An-Nisa: 157)

3. Pengkhianatan Piagam Madinah di Era Rasulullah SAW

Di masa Nabi Muhammad SAW, sifat khianat ini kembali muncul melalui dua suku Yahudi di Madinah, yakni Bani Nadhir dan Bani Quraizhah. Meskipun telah terikat janji setia dalam Piagam Madinah untuk bersama-sama melindungi kota, mereka justru bersekongkol dengan musuh Islam.

Bani Nadhir: Berencana menyerang kaum Muslimin dengan mempersiapkan persenjataan jarak jauh (sejenis ketapel raksasa) dari pemukiman mereka untuk menghancurkan Masjid Nabawi, meski rencana ini akhirnya gagal.

Bani Quraizhah: Melakukan pengkhianatan fatal saat Perang Ahzab. Mereka membuka celah pertahanan dan meneror pemukiman Muslim yang saat itu hanya dihuni wanita dan anak-anak.

Sejarah mencatat keberanian Shafiyyah binti Abdul Muthalib, bibi Rasulullah SAW, yang berhasil melumpuhkan mata-mata Yahudi yang mencoba menyusup ke benteng perlindungan wanita dan anak-anak saat para pria sedang berjihad di garis depan.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Rekam Jejak Pengkhianatan Kaum Yahudi terhadap Para Nabi: Refleksi Sejarah dalam Al-Qur’an Read More »

Gencatan Senjata Hanya “Di Atas Kertas”, Wakaf DT Terus Gencarkan Cash Wakaf for Palestine

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat di Jalur Gaza terancam runtuh total. Di lapangan, status “jeda kemanusiaan” ini tampaknya hanya sekadar nama.

Laporan terbaru mencatat bahwa dalam kurun waktu 44 hari sejak perjanjian berlaku (10 Oktober), Israel telah melakukan setidaknya 497 pelanggaran kesepakatan.

Pelanggaran sistematis ini telah merenggut nyawa sekitar 342 warga sipil, di mana mayoritas korban adalah kelompok rentan seperti anak-anak, wanita, dan lansia.

Serangan udara masih terus dilancarkan, termasuk insiden pada hari Sabtu lalu yang menewaskan 24 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya.

Realitas Pahit di Lapangan

Kantor Media Pemerintah Gaza mengecam keras tindakan ini sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional yang mencolok.

Israel dituduh terus membatasi aliran bantuan medis yang krusial, serta memperluas pergerakan militernya melewati “garis kuning” (batas demarkasi yang disepakati) di wilayah Gaza Utara, membuat puluhan keluarga terkepung tanpa jalan keluar.

Kecemasan kian memuncak dengan laporan dari jurnalis Al Jazeera yang menyebut bahwa rasa aman warga telah hancur. Warga Gaza memandang perjanjian ini bukan sebagai komitmen damai, melainkan sekadar penarikan taktis oleh Israel untuk mempersiapkan serangan lanjutan.

Tuduhan saling lempar pun terjadi, di mana Hamas menyebut Israel mengarang alasan untuk melanjutkan “perang pemusnahan,” sementara Israel berdalih serangan mereka adalah respons terhadap ancaman pejuang.

Krisis kemanusiaan makin memilukan dengan ditemukannya jenazah warga Palestina yang dikembalikan Israel dalam kondisi mengenaskan—menunjukkan tanda-tanda penyiksaan dan mutilasi.

Tim forensik Gaza mengaku kewalahan mengidentifikasi ratusan jenazah tersebut karena minimnya peralatan laboratorium yang memadai.

Komitmen Wakaf DT: Bantuan Tak Boleh Terhenti

Melihat kondisi gencatan senjata yang rapuh dan agresi yang faktanya masih terus terjadi, Wakaf Daarut Tauhiid (Wakaf DT) mengambil sikap tegas untuk tidak mengendurkan bantuan.

Wakaf DT menyadari bahwa narasi “gencatan senjata” sering kali membuat dunia luar terlena, padahal penderitaan warga Palestina belum berakhir. Oleh karena itu, Wakaf DT memastikan program Cash Wakaf for Palestine tetap berjalan secara intensif.

“Meskipun statusnya gencatan senjata, fakta menunjukkan saudara kita masih diserang dan hidup dalam kepungan. Ini bukan saatnya berhenti, melainkan saatnya memperkuat dukungan,” ungkap perwakilan Wakaf DT.

Melalui program Cash Wakaf for Palestine, Wakaf DT mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menyalurkan kepedulian. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas umat tidak akan surut oleh status politik yang tidak menentu.

Dana yang terkumpul difokuskan untuk kebutuhan darurat yang mendesak akibat blokade dan serangan yang masih berlangsung, serta persiapan pemulihan jangka panjang bagi infrastruktur dan masyarakat Gaza. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: Republika


WAKAFDT.OR.ID

Gencatan Senjata Hanya “Di Atas Kertas”, Wakaf DT Terus Gencarkan Cash Wakaf for Palestine Read More »