WAKAFDT.OR.ID — Al-Qur’an mengabadikan berbagai peristiwa sejarah yang mengungkap watak sebagian kaum Yahudi (Bani Israil) yang kerap melakukan tipu daya dan pengkhianatan terhadap utusan Allah. Pola pembangkangan ini terekam jelas mulai dari masa Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, hingga zaman Rasulullah SAW.
Rangkaian peristiwa ini menjadi peringatan bahwa kedurhakaan dan konspirasi bukanlah hal baru, melainkan siklus yang berulang. Hal ini terlihat pula pada sikap Zionis hari ini yang mengkhianati bangsa Palestina—bangsa yang dahulu menerima mereka saat mereka terusir dari berbagai belahan dunia.
1. Penolakan dan Sikap Pengecut di Masa Nabi Musa AS
Sejarah mencatat bagaimana kaum Yahudi diselamatkan oleh Nabi Musa AS dari kekejaman Firaun. Namun, balasan mereka adalah pembangkangan. Ketika Nabi Musa mengajak mereka berjihad di jalan Allah untuk memasuki tanah yang dijanjikan, mereka menolak dengan alasan takut mati dan cinta dunia.
Dengan angkuh, mereka justru menyuruh Nabi Musa berperang sendiri. Sikap ini diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Mereka berkata, “Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap menanti di sini saja.” (QS. Al-Ma’idah: 24)
2. Konspirasi Terhadap Nabi Isa AS
Pengkhianatan berlanjut pada masa Nabi Isa AS. Kaum Yahudi mengklaim dengan bangga telah menyalib dan membunuh Nabi Isa. Namun, Al-Qur’an membantah klaim tersebut secara tegas. Allah menyelamatkan Nabi Isa dan mengangkatnya ke langit, sementara yang mereka bunuh hanyalah orang yang diserupakan dengannya.
Sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Kementerian Agama, peristiwa ini memicu perpecahan dan keraguan di kalangan mereka sendiri hingga melahirkan berbagai sekte yang saling menyesatkan.
“…padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa…” (QS. An-Nisa: 157)
3. Pengkhianatan Piagam Madinah di Era Rasulullah SAW
Di masa Nabi Muhammad SAW, sifat khianat ini kembali muncul melalui dua suku Yahudi di Madinah, yakni Bani Nadhir dan Bani Quraizhah. Meskipun telah terikat janji setia dalam Piagam Madinah untuk bersama-sama melindungi kota, mereka justru bersekongkol dengan musuh Islam.
Bani Nadhir: Berencana menyerang kaum Muslimin dengan mempersiapkan persenjataan jarak jauh (sejenis ketapel raksasa) dari pemukiman mereka untuk menghancurkan Masjid Nabawi, meski rencana ini akhirnya gagal.
Bani Quraizhah: Melakukan pengkhianatan fatal saat Perang Ahzab. Mereka membuka celah pertahanan dan meneror pemukiman Muslim yang saat itu hanya dihuni wanita dan anak-anak.
Sejarah mencatat keberanian Shafiyyah binti Abdul Muthalib, bibi Rasulullah SAW, yang berhasil melumpuhkan mata-mata Yahudi yang mencoba menyusup ke benteng perlindungan wanita dan anak-anak saat para pria sedang berjihad di garis depan.
Redaktur: Wahid Ikhwan
