Wakaf Daarut Tauhiid

Februari 2024

atr serahkan sertifikat wakaf di surabaya

Menteri ATR/BPN Serahkan Sebelas Sertifikat Tanah Wakaf di Surabaya

WAKAFDT.OR.ID | SURABAYA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto menyerahkan sebelas sertifikat tanah wakaf di Surabaya, Rabu.

“Hari ini saya serahkan sertifikat tanah wakaf sebanyak sebelas sertifikat,” katanya di sela penyerahan sertifikat tanah wakaf di Sidosermo, Surabaya.

Ia mengatakan, program sertifikasi tanah wakaf seluruh indonesia sudah diselesaikan sebanyak 242 ribu dan paling banyak Jatim, Surabaya yakni sebanyak 10 ribu.

“Program sertifikasi tanah terus dilakukan, dimana jajaran ATR/BPN terus proaktif sehingga tahun 2024 ini permasalahan tanah wakaf sudah selesai,” katanya.

Ia mengatakan, jajaran ATR/BPN ini akan terus berkoordinasi dengan kemenag di wilayah setempat supaya permasalahan tanah wakaf tersebut bisa diselesaikan.

“Koordinasi kemenag, ada data langsung kami selesaikan, sinergi terus kami lakukan,” katanya.

Dalam penyerahan sertifikat tanah wakaf tersebut, Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto di dampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan juga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto dalam lawatannya ke Surabaya ini juga menyerahkan piagam penghargaan serta menyematkan pin emas kepada Tim Satgas Pencegahan Dan Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan Provinsi Jawa Timur atau yang biasa dikenal dengan Satgas Anti Mafia Tanah.

Dalam kesempatan ini, Hadi Tjahjanto mengapresiasi keterlibatan para aparat penegak hukum dan lembaga peradilan yang telah menghilangkan ego sektoral dalam tindak pidana pertanahan.

“Inilah yang dikatakan kelompok komando. Wilayah Surabaya ini permasalahan tanah pasti akan selesai apabila kelompok komando duduk bersama menghilangkan sekat-sekat ego sektoral,” ujarnya di kantor BPN Kanwil Jatim.

“Kalau sekat-sekat ego sektoral sudah hilang yang senang adalah rakyat, masyarakat kecil, dalam pertanahan yakni para petani gurem, buruh tani, nelayan tradisional. Mereka itu mengharapkan kehadiran negara supaya mereka bisa tersenyum lebar dan kuncinya di sinergi,” katanya.

Tim Satgas Pencegahan dan Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan Provinsi Jawa Timur telah berhasil menyelesaikan sebanyak empat target operasi tindak pidana pertanahan, yang semuanya telah berstatus P21 (status penyelidikan telah lengkap, red) dan telah ditetapkan sebanyak 15 orang tersangka.

Selain itu, potensial kerugian sebesar Rp792.440.882.000 dan seluas kurang lebih 1.018 Hektare bidang tanah dapat diselamatkan dari modus kejahatan pertanahan.

Sumber: Antara

Baca juga: Wakaf Tanah Terus Meningkat, Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf Jadi Prioritas

Menteri ATR/BPN Serahkan Sebelas Sertifikat Tanah Wakaf di Surabaya Read More »

spiritual di bulan rajab

Perkuat Spiritualitas dengan Puasa di Bulan Rajab

WAKAFDT.OR.ID | Memperbanyak amalan bagi setiap muslim adalah kewajiban yang harus ditunaikan. Bulan Rajab salah satu wadah untuk memperbanyak amalan kebaikan, karena begitu banyak limpahan rahmat yang diturunkan oleh Allah Ta’ala.

Bulan Rajab memiliki keistimewaan tersendiri. Oleh karena itu, setiap muslim harus memanfaatkan keistimewaan tersebut untuk membangun hubungan spiritual dengan Allah Ta’ala, salah satunya dengan berpuasa sunah. Puasa adalah salah satu amalan yang dianjurkan oleh Rasullullah Shallahu ‘alaihi wassalam. 

Setidaknya ada 4 keutamaan dalam melaksanakan puasa sunah di bulan Rajab, di antaranya:

1. Meningkatkan ibadah

Puasa sunah di bulan Rajab sebagai tambahan untuk melengkapi ibadah fardhu yang sudah dikerjakan, agar ibadahnya menjadi sempurna. Biasanya ketika umat muslim sedang menunaikan puasa, jangankan ibadah fardhu, ibadah yang sunah juga dikerjakan olehnya. Ini artinya, ibadah puasa sunah di bulan Rajab dapat meningkatkan ibadah kita kepada Allah Ta’ala.

2.  Pahala dilipatgandakan

Puasa sunah yang dikerjakan dengan ikhlas di bulan Rajab, akan mendapatkan pahala yang berlipat. Imam al-Baghawi dalam kitab tafsirnya menjelaskan:

“Amal saleh lebih agung (besar) pahalanya di dalam bulan-bulan haram (Zulqa’dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab). Sedangkan zalim pada bulan tersebut (juga) lebih besar dari zalim di dalam bulan-bulan selainnya”. (Imam al-Baghawi, Ma’alimut Tanzil fi Tafsiril Qur’an)

3. Meningkatkan ketakwaan

Berpuasa merupakan salah satu ibadah yang melatih kita dalam menahan hawa nafsu selama satu hari. Tentunya mengerjakan puasa sunah di bulan Rajab menunjukan ketakwaan seorang muslim kepada Allah Ta’ala dan berkeinginan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

4. Meningkatkan kekhusyukan diri

Berpuasa juga dapat memfokuskan diri dalam menahan diri dari hawa nafsu, sehingga dapat memberikan kekhusyukan dalam melakukan berbagai ibadah lainnya. Kekhusyukan yang kita hadirkan dalam melaksanakan ibadah dapat membantu membangun suasana spiritualitas dengan Allah Ta’ala.

5. Meningkatkan amal saleh

Puasa sunah dapat meningkatkan kesalehan seseorang. Dengan meningkatnya kesalehan seseorang maka akan meningkatkan keimanan seseorang juga. Meningkatnya amal saleh dapat menjadikan seseorang menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dermawan, dan dapat bermanfaat bagi orang lain.

Setiap ibadah yang dilakukan oleh umat muslim dalam membangun hubungan dengan Allah Ta’ala merupakan tujuan ibadah yang sebenarnya. Semoga dengan menunaikan puasa sunah di bulan Rajab kita senantiasa dalam keridhoan-Nya. Aamiin. (Arga)

Baca juga: Mengenal Berbagai Peristiwa di Bulan Rajab

Perkuat Spiritualitas dengan Puasa di Bulan Rajab Read More »

Lantik BWI Jawa Timur

Lantik Pengurus Perwakilan Jawa Timur, Ketua BWI Beri Arahan Galakkan Wakaf Catin

WAKAFDT.OR.ID | SURABAYA-Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI)  Prof. Mohammad NUH. DEA melantik Pengurus perwakilan BWI Jawa Timur periode 2024-2027 di Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi Jawa Timur pada Senin (22/1).

Dalam sambutannya, Ketua BWI Prof. NUH memberikan beberapa arahan kepada pengurus baru Perwakilan BWI Jawa Timur, yaitu:

  1. Menata niat, rukun dan kompak. Jangan Tengkar karena akan kehilangan 3 sekaligus (Kehilangan Energi, Kesempatan dan Keberkahan).
  2. Menjadikan wakaf sebagai lifestyle melalui sosialisasi, literasi dan Gerakan wakaf uang serta wakaf melalui uang.
  3. Amankan (sertifikasi) dan berdayakan (produktif) aset wakaf-tanah.
  4. Fokus pada program yang achievable-realistic (project-based).
  5. Perkuat sinergi dengan Kemenag, Pemerintah Daerah dan ATR/BPN serta lembaga pengelola aset umat dengan menjadi bagian dari solusi persoalan di khususnya kemiskinan, pendidikan dan kesehatan.
  6. Perbanyak Nadzir Profesional (Sertifikasi Kompetensi Nadzir).
  7. Supaya bisa terus semangat dalam mengurusi wakaf.

Selain itu, Prof Nuh juga mengatakan agar pengurus Perwakilan BWI Jawa Timur menggalakkan program wakaf calon pengantin (catin) karena potensinya dalam satu bulan bisa mencapai ratusan ribu pasangan yang menikah di jawa Timur. Ia menegaskan, bila wakaf catin dimaksimalkan, potensinya luar biasa digunakan untuk membantu membiayai anak-anak yatim dan pendidikan anak-anak korban perceraian.

“Dalam satu bulan ada sekitar 400.000 pasangan yang menikah di Jawa Timur ini potensinya sungguh luar biasa,” ujarnya.

Di samping potensinya, wakaf juga merupakan simbol keabadian, sebagaimana cinta pasangan calon pengantin.

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten 3, Administrasi Umum Pemkab Jawa Timur, Dr. K.H.Ahmad Jazuli; ormas islam; dan baznas provinsi.

Sumber: bwi.go.id

Baca juga: BWI Terbitkan Peta Jalan Wakaf Nasional 2024-2029

Lantik Pengurus Perwakilan Jawa Timur, Ketua BWI Beri Arahan Galakkan Wakaf Catin Read More »