Wakaf Daarut Tauhiid

Artikel Islam

Indonesia Penduduk Muslim Terbesar, Namun Literasi Wakaf Masih Rendah

DAARUTTAUHIID.ORG — Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) merilis sebuah data yang menunjukan bahwa literasi wakaf di Indonesia masih cukup rendah, yakni masi berada di angka 50,48% yang ditunjukkan oleh indeks literasi wakaf pada akhir tahun 2020.

Jika melihat populasi masyarakat muslim atau Islam di Indonesia, maka angka di atas masih sangat rendah, mengingat Indonesia adalah negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia.

Wakil Ketua MES Pahala Nugraha Mansury juga menyampaikan bahwa rendahnya literasi wakaf, maka harus ditingkatkan kembali.

Mengingat wakaf bisa menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan perekonomian nasional dan pemerataan sosial.

Tentu situasi ini sangat disayangkan karena Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia dan mewakili 12,7% penduduk muslim di seluruh dunia, yang mampu meningkat perekonomian di level dunia.

Saat ini pemerintah terus menghimbau mengenai literasi wakaf di Indonesia. Salah satunya dengan menghadirkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GWNU).

Cara ini tidak hanya diharapkan untuk meningkatkan kesadaran literasi masyarakat untuk berwakaf, namun juga menuju transformasi pengelolaan wakaf yang efektif dan produktif.

Hal ini juga sejalan dengan visi BWI (Badan Wakaf Indonesia) yang mendorong ke depannya wakaf bisa diberikan dalam bentuk lainnya.

Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat diharapkan wakaf jadi salah satu sumber mendapatkan dana untuk menggerakkan ekonomi dan inklusivitas pemerataan serta meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat.

Gerakan wakaf juga dilakukan sesuai dengan kapasitas masing-masing. Penyaluran wakaf salah satunya dilakukan dengan menggunakan dana tanggungjawab sosial perusahaan CSR (Corporate Social Responsibility).

Langkah lainnya yang bisa dilakukan ialah dengan mentransformasikan langkah pengumpulan wakaf dalam bentuk digital.

Sepanjang tahun lalu, pembayaran wakaf melalui platform digital telah mencapai Rp 3 miliar dengan jumlah total transaksi sebanyak 23 ribu.

Pemberian wakaf dengan menggunakan platform digital, diharapkan mampu meningkatkan partisipasi umat Islam dalam mengeluarkan hartanya untuk berwakaf.

Oleh karenanya, perlunya melakukan sosialisasi yang intens dalam meningkatnya pemahaman masyarakat dengan menggunakan berbagai platform media digital yang saat ini sedang berkembang, sehingga harapannya angka literasi wakaf di Indonesia nilainya akan terus meningkat. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Indonesia Penduduk Muslim Terbesar, Namun Literasi Wakaf Masih Rendah Read More »

Memuliakan Tetangga dengan Memberi Hadiah

WAKAFDT.OR.ID Dalam hidup Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam sering kali mencontohkan kebiasaan yang baik kepada orang lain, salah satunya dengan membagikan makanan untuk para sahabat dan kepada para tetangga, karena Islam mengajarkan kepada pengikutnya untuk berbuat baik kepada sesama muslim, agar memiliki hubungan dekat dengan kita diantaranya tetangga.

Misalkan memberikan hadiah langsung kepada tetangga, memberi hadiah dalam bentuk apapun, tidak harus bernilai mahal ataupun mewah, akan tetapi sesutau yang dapat membuat suasana dan hubungan semakin akrab dan baik antar tetangga.

Sebagai seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan tetangganya. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam. Rasulullah menyuruh umatnya, jika memasak sayur atau daging dianjurkan untuk memperbanyak kuahnya, dengan tujuan agar bisa dibagi-bagikan kepada para tetangga. Hal ini akan menambahkan kasih sayang antara seorang dengan tetangganya.

Dari Abu Zarr RadiyaAllahu anhu berkata: Rasulullah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam bersabda: Hai Abu Dzarr, jika engkau memasak kuah, maka perbanyaklah airnya dan perhatikan supaya membagi tetangga tetanggamu. (HR Muslim).

Hadits ini memberi penjelasan mengenai anjuran kepada umat Islam untuk memperhatikan dan mempedulikan tetangganya. Bahwasanya tetangga termasuk orang yang paling utama untuk diperlakukan dengan baik.

Memperlakukan tetangga dengan baik, salah satu jalan kita untuk menempuh masuk ke dalam surga. Memberi hadiah memiliki manfaat dalam menumbuhkan dan menebar kasih sayang, memperkuat hubungan persahabatan, dan rasa cinta dengan tulus dan ikhlas.

Bagi siapa pun yang menerima hadiah dari seorang hendaklah menerima hadiahnya dengan senang hati, apapun dan berapa pun jumlahnya, lalu membalas hadiah tersebut dengan ucapan dan rasa terima kasih dan memberikan doa terbaik kepada yang memberi.

Rasulullah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Kelak di akhirat manusia akan berkata, ‘Inilah harta bendaku! Padahal tidak ada harta benda yang di perolehnya di dunia kecuali tiga hal : 1. Apa yang ia makan akan keluar dari tubuhnya menjadi kotoran. 2. Apa yang ia pakai akan menjadi rusak. 3. Dan Apa yang di sedekahkan akan menjadi kebaikan yang kekal baginya,” (HR. Muslim).


WAKAFDT.OR.ID

Memuliakan Tetangga dengan Memberi Hadiah Read More »

Aa Gym: Dari Mana Datangnya Ketenangan Hidup?

WAKAFDT.OR.IDBanyak yang menginginkan ketenangan dalam hidup ini, karena banyak orang yang begitu susah mencari ketenangan. Merasa punya segalanya, namun jika tidak punya ketenangan itu tandanya orang tersebut tidak punya apa-apa.

Punya rumah megah dan mewah, tapi jika hati selalu merasa gelisah maka tidak akan menikmati apa-apa. Punya pendamping yang cantik atau tampan, tapi jika cemburu terus-terusan maka tidak akan menikmati apa pun.

Dan celakanya orang-orang yang hidupnya tidak tenang, bisa membuat hidup orang lain menjadi tidak tenang juga.

Tidak ada orang yang akan merasa nyaman dengan orang yang gelisah, jika kita melihat orang gelisah maka akan tampak dari wajah yang menggelisahkan.

Orang yang selalu merasa gelisah, tulisan dan kata-kata juga tidak akan membawa ketenangan. Maka ketenangan itu merupakan kunci kebahagian, kunci kemuliaan sekaligus kunci keselamatan.

Sekarang ada yang jual obat penenang katanya agar diri menjadi tenang, ini adalah bentuk tenang yang semu, karena pada dasarnya kita bisa tenang tanpa obat penenang.

Ada yang mencari ketenagan ke pantai, sampai di sana malah menjerit-menjerit karena dihantam oleh gelombang tsunami.

Ada yang juga yang mencari ketenangan dengan mendaki gunung mencari ketenangan malah merasa ketakutan karena tersesat, ada juga yang mencari ketenangan dengan melakukan maksiat tapi malah menjadi tidak tenang. Padahal tidak ada ketenangan dalam maksiat.

Kenapa ada banyak orang yang sulit mendapatkan ketenangan? Karena tenang itu bersumber dari Alloh, sebagaimana firman Alloh Ta’ala dalam surat Al-Fath ayat 4:

هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ لِيَزْدَادُوْٓا اِيْمَانًا مَّعَ اِيْمَانِهِمْ ۗ وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ

“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana”.

Jadi ketenangan itu tidak datang dari rumah tangga, sakinah itu juga tidak datangnya dari seorang suami, begitu juga sakinah tidak datang dari istri, bukan dari harta atau jabatan.

Akan tetapi sakinah itu datang dari Alloh Ta’ala, yang bisa datang lewat istri, suami, dan melalui berbagai hal lainya. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Dari Mana Datangnya Ketenangan Hidup? Read More »

Menggerakkan Hati Agar Mantap Berwakaf

WAKAFDT.OR.IDSebagai umat Islam bagaimana kita memaknai wakaf dalam Islam? Kemampuan kita memaknai wakaf akan berdampak pada implikasi mau atau tidaknya mengamalkan wakaf.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasullulah Shallallahu ‘alaihi wasalam dan para sahabatnya. Setidaknya sebagai seorang muslim kita harus memaknai wakaf dalam beberapa hal, di antaranya ialah:

Pertama, sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah. Berwakaf merupakan bentuk rasa syukur serta upaya mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Atas nikmat yang telah Allah limpahkan kepada hamba-hambanya. Tidak ada satu nikmat pun yang kurang diberikan oleh Allah.

Kedua, memandang wakaf sebagai investasi akhirat. Wakaf harus menjadi ladang amal yang besar bagi setiap muslim. Karena wakaf sifat pahalanya kontinyu atau berkelanjutan meskipun orang tersebut telah meninggal.

Bisa dibayangkan berapa timbangan amalan seseorang dalam beberapa tahun ke depan mesikipun ia telah meninggal dunia.

Tentu kita sadar bahwa apa yang kita punya hanyalah titipan Allah Ta’ala, kapan saja bisa hilang diambil kembali oleh Allah.

Tidak akan selamanya ada ditangan kita. Oleh karena itu memberikan harta terbaik yang kita punya untuk digunakan manfaatnya adalah hal yang baik.

Wakaf merupakan investasi akhirat yang akan terus mengalir dari waktu ke waktu, selama yang wakafkan masih dirasakan manfaatnya untuk kepentingan umum atau kemaslahatan umat.

Berwakaf telah dicontohkan oleh Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wasalam dan para sahabat. Sama halnya yang pernah dicontohkan oleh sahabat Nabi yaitu Umar bin Khattab sahabat yang mempunyai banyak kebun.

Suatu hari Umar bin Khattab menyaksikan bahwa satu diantara kebunnya sangat subur, paling produktif. Kemudian berkeinginan menyedekahkan kebunnya kepada umat muslim.

Namun, sangat sayang jika hanya disedekahkan, kemudian Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wasalam menyarankan untuk diwakafkan saja, sehingga pahalanya juga akan terus mengalir sepanjang waktu.

Dikisahkan juga saat Nabi hijrah ke Madinah dan sebelum pindah ke rumah pamannya yang berasal dari Bani Najjar.

Rasulullah membeli tanah dari seorang anak yatim, yang kemudian mewakafkan tanah tersebut untuk pembangunan masjid, yang saat ini dikenal oleh orang-orang dengan nama masjid Nabawi.

Oleh karenanya, mari berwakaf agar hidup kita lebih berkah dan bekal untuk kehidupan akhirat akan terpenuhi.

Salah satu lembaga yang dapat dipercaya untuk berwakaf bisa melalui lembaga Wakaf Daarut Tauhiid. Semoga kita dibukakan pintu rezekinya dan diberikan kelapangan dalam berwakaf. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menggerakkan Hati Agar Mantap Berwakaf Read More »

Beberapa Tujuan Allah Menciptakan Manusia

WAKAFDT.OR.IDHal yang perlu dipahami bahwa segala ciptakan Allah Ta’ala tidak ada yang sia-sia. Termasuk dalam menciptakan manusia di muka bumi ini. Allah Ta’ala telah menuliskannya di Lauhul Mahfudz. Lantas untuk apa manusia diciptakan?

Dalam Islam manusia pada dasarnya diciptakan bukan sekedar hanya untuk diciptakan, akan tetapi akan diberikan kedudukan dan setiap kedudukannya itu akan dipertanggungjawabkan di hari kemudian.

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Mu’minun ayat 115 memberikan penjelasan bahwa manusia diciptakan bukan sekedar diciptakan.

اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ

“Maka apakah kamu menyangka bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu dengan main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”.

Ada beberapa alasan mengapa manusia diciptakan, di antaranya ialah:

Pertama, beribadah kepada AllohAllah Ta’ala menciptakan manusia dan jin untuk beribadah kepada Allah. Ini merupakan alasan yang paling utama yang perlu kita ketahui. Penjelasan tersebut terdapat dalam surat Az-Zariyat ayat 56, di mana Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

Kedua, dijadikan sebagai Khalifah. Allah Ta’ala menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Allah Ta’ala ingin manusia mengurusnya dengan kekuatan akal yang telah diberikan kepada manusia.

Hal ini sebagaimana yang telah termaktum dalam surat al-An’am ayat 165, Allah berfirman yang artinya:

“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian dari kamu atas sebagian (yang lain) dengan beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat dalam memberi siksaan dan Dia sungguh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ketiga, menunjukan kekuasaan Allah. Manusia diciptakan oleh Allah agar manusia menyadari kekuasaan sang pecipta.

Allah Ta’ala ingin menunjukkan bahwa seluruh alam semesta, termasuk tata surya, beserta segala isinya, terbentuk berdasarkan kehendak Allah.  Hal ini dipertegas dalam firman Allah yang artinya:

”Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan demikian pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, sehingga kalian dapat memahami bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.”

Keempat, bertugas mengemban amanah. Alasan selanjutnya adalah Allah menciptakan manusia untuk mengemban amanah di dunia.

Amanah tersebut dapat diibaratkan sebagai ujian dan tanggung jawab saat menjalankan peran sebagai khalifah di muka bumi.

Semoga dengan mengetahui untuk apa manusia diciptakan, kita bisa lebih produktif dalam menjalankan peran sebagai manusia sekaligus hamba Allah Ta’ala. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Beberapa Tujuan Allah Menciptakan Manusia Read More »

Adab Berpakaian dalam Islam

WAKAFDT.OR.IDSeorang muslim diharuskan memakai pakaian yang sopan dan menutup aurat, karena hal tersebut merupakan cerminan akhlak muslim yang sebenarnya.

Islam tidak pernah mengatur secara mutlak bentuk, style, dan warna pakaian, baik ketika beribadah atau dalam berkegiatan sehari-hari.

Namun, Islam hanya mengatur adab berpakaian yang harus bersih, menutup aurat, sopan yang sesuai dengan cerminan akhlak seorang Muslim.

Di dalam Islam ada batasan atau standar bagaimana adab berpakaian, di antaranya ialah:

Menutup aurat

Untuk aurat lelaki batasnya dari pusar hingga ke lutut. Sedangkan aurat wanita ialah seluruh anggota badannya, kecuali wajah, telapak tangan dan telapak kakinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Paha itu adalah aurat.” (HR. Bukhari)

Tidak Menampakkan Lekuk Tubuh

Pakaian mesti jarang atau longgar, tidak boleh ketat sehingga menampakan lekuk tubuh yang bisa mengundang hawa nafsu orang lain. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Dua kelompok ahli neraka yang belum pernah aku lihat adalah, satu golongan memegang cemeti seperti ekor lembu yang digunakan bagi memukul manusia dan satu golongan lagi ialah wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang dan meliuk-liukkan badan juga kepalanya seperti bonggol unta yang tunduk. Mereka tidak masuk surga dan tidak bisa mencium baunya walaupun bau syurga itu dapat dicium daripada jarak yang jauh.” (HR. Muslim)

Tidak Memunculkan Perasaan Riya

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Siapa yang melabuhkan pakaiannya kerana perasaan sombong, Allah Ta’ala tidak akan memandangnya pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

Membedakan Pakaian Lelaki dan Wanita

Pakaian yang digunakan oleh laki-laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan. Begitu juga sebaliknya, pakaian yang dipakai oleh perempuan tidak menyerupai pakaian laki-laki.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam mengingatkan hal ini dengan tegas melalui sabdanya:

“Allah mengutuk wanita yang meniru pakaian dan sikap lelaki, dan lelaki yang meniru pakaian dan sikap perempuan.” (HR. Bukhari)

Larangan Memakai Sutera

Islam mengharamkan kaum pria menggunakan pakaian yang terbuat dari bahan sutera. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda yang artinya:

“Janganlah kamu memakai sutera, sesungguhnya orang yang memakainya di dunia tidak dapat memakainya di akhirat.” (HR. Bukhari-Muslim)

Diawali dengan Sebelah Kanan

Apabila memakai baju, celana dan pakaian yang lainnya, maka mulailah dengan sebelah kanan terlebih dahulu. Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah Radiyallahu ‘anhu yang artinya:

“Rasulullah suka sebelah kanan dalam segala keadaan, seperti memakai sandal, sepatu, berjalan kaki dan bersuci.”

Apabila memakai sepatu atau seumpamanya, mulai dengan sebelah kanan dan apabila menanggalkannya, mulai dengan sebelah kiri.

Awali dengan Berdoa

Seorang muslim sangat dianjurkan untuk mengawali segala aktifitasnya dengan berdo’a. Salah satunya ialah ketika berpakaian, sekurang-kurangnya dengan membaca lafazh bismillahirrahmanirrohim.

Semoga dengan penjelasan diatas bisa memperbaiki diri kita, bagaimana adab berpakaian yang baik menurut tuntunan Islam. Wallahu a’lam bishowab. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Adab Berpakaian dalam Islam Read More »

wakaf keuangan syariah

Manfaat Wakaf Uang Bagi Kepentingan Umat

WAKAFDT.OR.IDWakaf uang diartikan sebagai penyerahan sejumlah uang atau harta benda lainnya untuk kepentingan umum, dengan tujuan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat secara merata.

Wakaf uang merupakan salah satu program yang memudahkan masyarakat terlebih kaum muslim untuk berwakaf.

Dalam Islam, wakaf uang dijadikan sebagai salah satu bentuk amal yang bisa memudahkan seorang untuk berwakaf.

Pada dasarnya, wakaf uang difungsikan untuk memperbaiki kondisi sosial dan tingkat kesejahteraan masyarakat, terlebih khusus bagi yang kurang mampu.

Dalam konteks ini, wakaf uang dapat digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, dan hal lainnya.

Wakaf uang tidak hanya difokuskan pada satu jenis investasi saja, akan tetapi bisa juga dalam berbagai bentuk yang lainnya.

Tergantung potensi atau peluang yang bisa dikelola secara produktif dan menguntungkan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.

Wakaf Produktif merupakan wakaf melalui uang yang dimanajemen secara produktif, kemudian hasilnya dimanfaatkan untuk mauquf ‘alaih atau penerima manfaat.

Regulasi tersebut telah diatur dalam Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan Peraturan BWI (Badan Wakaf Indonesia) Nomor 01 Tahun 2020 dan diketahui juga oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Jumlah uang yang telah diwakafkan tidak akan berkurang jumlahnya, namun justru sebaliknya akan bertambah, karena dikelola oleh investasi yang dijamin aman, amanah, bertanggung jawab, dan transparan.

Wakaf sebagai investasi setiap orang di akhirat kelak. Manfaat yang dirasakan secara terus menerus dan pahala juga mengalir tanpa henti meskipun seseorang telah meninggal dunia.

Wakaf uang meskipun dengan nominal yang sangat kecil sekalipun akan menjadi pahala dan melatih seseorang untuk berwakaf, sehingga menjadi gaya hidup dalam menumbuhkan kepekaan sosial.

Bagi Sahabat, sahabat juga bisa berkontribusi dalam pengembangan wakaf produktif. dengan Wakaf Uang Produktif, kita ikut mewujudkan kesejahteraan umat yang berkelanjutan. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Manfaat Wakaf Uang Bagi Kepentingan Umat Read More »

Dua Hal yang Menyebabkan Seseorang Malas Berdoa

WAKAFDT.OR.IDKenapa ada orang yang malas untuk berdoa? Bahkan ada banyak orang enggan berdoa seusai sholat. Padahal orang yang malas berdoa disebut-sebut sebagai manusia yang paling sombong dan lemah.

Dari Abu Hurairoh Radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwa Rasulullah bersabda:

“Manusia paling lemah adalah mereka yang paling malas berdoa (kepada Allah). Dan manusia paling pelit adalah manusia yang pelit memberi salam.” (HR. Thabrani).

Syaikh Abdul Qadir Jailani berpendapat dalam kitab Futuhul Ghaib mengapa orang malas berdoa. Di antaranya ialah:

Pertama, menganggap bahwa semua sudah dalam ketentuan Allah Ta’ala. Pemahaman bahwa segala sesuatu itu telah ditetapkan oleh Allah membuat seseorang tidak perlu lagi meminta atau berdoa kepada Alloh.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Ghafir: 60)

Dari ayat diatas jelas kita diminta untuk memohon kepada Allah dengan penuh keyakinan, bahwa permohonan seorang hamba itu akan diterima oleh Allah.

Berdoalah kepada Allah dengan menengadahkan tangan dan penuh keyakinan. Tetaplah berdoa jangan berputus asa, karena doa itu pada hakekatnya merupakan refleksi dari penghambaan dan kehinaan seorang hamba.

Oleh karenanya, seseorang yang tidak mau berdoa adalah bentuk kesombongan dan melupakan jati dirinya sebagai hamba Allah.

Doa yang belum terkabul biasanya seseorang berkata: “Sesungguhnya aku telah meminta dan berdoa kepada Allah, tapi Dia tidak memperkenankan doaku, maka sekarang aku tidak mau lagi bedoa kepadaNya.”

Jika ada suatu hal yang kita minta, namun Allah belum memenuhinya berarti, belum saat yang tepat kita menerimanya atau boleh jadi Allah mengabulkannya dalam bentuk lain.

Tetaplah berprasangka baik atas takdir Alloh, karena ini akan melatih seorang untuk terus berdo’a hanya kepada Allah Ta’ala.

Kedua, melihat ada orang yang jarang berdo’a atau biasa-biasa saja, akan tetapi terlihat seperti mendapat karunia Allah semua keinginannya terpenuhi.

Maka dalam hal ini keliru cara berpikirnya, tidak semua keinginan kita harus dipenuhi dan tidak semua yang dimiliki orang harus kita miliki.

Yakinlah bahwa pasti Allah akan menggantikannya dalam bentuk lain kepada hambanya. Allah akan mengaruniakan rasa cukup, rasa gembira, dan rasa sehat.

Yakinlah bahwa Allah tidak menyia-nyiakan doa seseorang. Maka jangan sampai dua hal diatas terjadi, hingga membuat kita termasuk orang malas berdoa kepada Allah. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Dua Hal yang Menyebabkan Seseorang Malas Berdoa Read More »

Aa Gym: Mengenal Nama & Sifat Alloh ‘Al-Haasib’

WAKAFDT.OR.IDSalah satu asma Alloh yang pernah kita hafal dan baca ialah Al Haasib, yang artinya Alloh Maha Menghitung. Alloh Ta’ala sangat teliti dan cermat penghitungan-Nya.

Alloh menciptakan bumi dan semua bintang-bintang dengan perhitungan yang amat cermat, sehingga semua bergerak dengan teratur tanpa berbenturan sedikitpun.

Alloh juga sangat cermat perhitungannya terhadap kebutuhan makhluknya di alam semesta ini. Sehingga bisa dipastikan darah terus bekerja sesuai dengan fungsinya dan oksigen juga tercukupi tanpa ada satu pun yang merasa kekurangan.

Demikian juga Alloh sangat cermat perhitungannya dalam menghitung amal-amal kita, tidak ada yang terlewat sedikitpun, sekecil apapun. Alloh Ta’ala berfirman dalam Al Quran:

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 7-8)

Di akhirat kelak akan ada sebuah pengadilan, ada timbangan yang sangat adil dan presisi yang akan menimbang seluruh amal perbuatan kita selama hidup di dunia, amal baik maupun alam buruk.

Suatu ketika di salah satu toko swalayan, ada kamera CCTV tersembunyi merekam sebuah peristiwa pencurian. Ketika pencuri itu tertangkap, ia pun berkelit tidak mau mengakui perbuatannya.

Namun, oleh petugas keamanan dibawa ke sebuah ruangan tempat komputer berada, kemudian diperlihatkan bagaimana aksi pencurian yang dilakukannya, sehingga dia tidak bisa berkutik dan mengakui perbuatan yang ia lakukan.

Begitulah sebenarnya hidup kita, setiap perkataan dan perbuatan bahkan niat di dalam hati kita terekam dan di akhirat akan diperlihatkan di hadapan makhluk lain oleh Alloh Ta’ala.

Mungkin orang lain tidak mengetahui keburukan kita, tapi Alloh Maha Mengetahui. Orang lain mungkin tidak mengetahui amal kebaikan yang kita lakukan dengan diam-diam, namun Alloh Maha Mengetahui dan pasti akan memberikan balasan yang setimpal.

Alloh menghitung dengan menyiapkan malaikat pencatat amal perbuatan. Kelak di akhirat Alloh juga akan memberikan kesempatan pada tangan dan kaki kita untuk bersaksi, tentang apa saja yang telah kita lakukan di dunia.

ٱلْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ ۚ لَا ظُلْمَ ٱلْيَوْمَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

“Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Alloh amat cepat hisabnya.” (QS. Al Mu’min: 17)

Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh yang husnul khotimah, mendapatkan hasil penghitungan amal kebaikan yang lebih berat dan menyelamatkan kita dari api neraka. Allahumma aamiin. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Mengenal Nama & Sifat Alloh ‘Al-Haasib’ Read More »

Mengenal Istilah Mustahik dalam Islam

WAKAFDT.OR.ID Diantara kita mungkin pernah mendengar istilah mustahik dalam Islam. Namun apa itu mustahik dan siapa saja yang termasuk golongan mustahik?

Mustahik merupakan golongan orang yang berhak menerima zakat, sedangkan orang yang mengeluarkan zakat disebut sebagai muzakki. Diantara golongan mustahik adalah sebagai berikut:

1. Fakir

Fakir ialah orang-orang yang memiliki harta namun sangat sedikit. Orang-orang ini tak memiliki penghasilan sehingga jarang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik.

2. Miskin

Di atas fakir, ada orang-orang yang disebut miskin. Mereka adalah orang-orang yang memiliki harta namun juga sangat sedikit. Penghasilannya sehari-hari hanya cukup untuk memenuhi makan, minum dan tak lebih dari itu.

3. Amil

Mereka adalah orang-orang yang mengurus zakat mulai dari penerimaan zakat hingga menyalurkannya kepada orang yang membutuhkan.

4. Muallaf

Orang yang  baru masuk Islam atau mu’allaf juga menjadi golongan yang berhak menerima zakat. Ini bertujuan agar orang-orang semakin mantap meyakini Islam sebagai agamanya, Allah sebagai tuhan dan Muhammad sebagai rasulNya.

5. Memerdekakan Budak

Di zaman dahulu, banyak orang yang dijadikan budak oleh saudagar-saudagar kaya. Inilah, zakat digunakan untuk membayar atau menebus para budak agar mereka dimerdekakan. Orang-orang yang memerdekakan budak juga berhak menerima zakat.

6. Gharim (Orang yang Memiliki Hutang)

Gharim merupakan orang yang memiliki hutang. Orang yang memiliki hutang berhak menerima zakat. Namun, orang-orang yang berhutang untuk kepentingan maksiat seperti judi dan berhutang demi memulai bisnis lalu bangkrut, hak mereka untuk mendapat zakat akan gugur.

7. Fi Sabilillah

Yang dimaksud dengan sabilillah adalah segala sesuatu yang bertujuan untuk kepentingan di jalan Allah. Misal, pengembang pendidikan, dakwah, kesehatan, panti asuhan, madrasah diniyah dan masih banyak lagi.

8. Ibnu Sabil

Ibnu Sabil disebut juga sebagai musafir atau orang-orang yang sedang melakukan perjalanan jauh termasuk pekerja dan pelajar di tanah perantauan.

Itulah makna mustahik dalam Islam yang tergolong delapan golongan yang berhak menerima zakat. Bagi Anda yang memang sudah wajib zakat, maka segeralah menunaikan kewajiban Anda tersebut.

Jangan sampai Anda malah memakan hak orang lain. Sebab, dalam harta kita ada hak milik orang lain. Allahu a’lam bishowab.. (Shabirin)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Mengenal Istilah Mustahik dalam Islam Read More »