Wakaf Daarut Tauhiid

Artikel Islam

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Istisqa

WAKAFDT.OR.IDSaat ini di beberapa wilayah Indonesia sedang dilanda musim kemarau, bahkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan yang cukup parah. Dalam Islam jika sedang mengalami kemarau panjang maka dianjurkan untuk melaksanakan shalat istisqa.

Shalat istisqa merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan kaum muslimin untuk meminta hujan kepada Allah Ta’ala.

Al-Istiqa maknanya meminta curahan air agar diturunkan hujan. Shalat ini hukumnya sunnah muakkadah atau sunah yang sangat dianjurkan.

Pada era Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah menunaikan shalat istisqa. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang berbunyi:

“Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam keluar rumah pada suatu hari untuk memohon diturunkan hujan, kemudian beliau salat dua rakaat bersama kita tanpa azan dan ikamah, lalu beliau berdiri untuk khutbah dan memanjatkan doa kepada Allah Ta’ala dan kala itu beliau mengalihkan wajahnya menghadap ke kiblat serta mengangkat kedua tangannya, serta membalikkan selendang sorbannya, dari pundak kanan ke arah pundak kiri, begitupun ujung sorbannya.” (HR. Imam Ahmad).

Umat Islam dianjurkan untuk melafalkan niat sebelum memulai shalat sunnah minta turun hujan. Lafal ini dapat menjadi alternatif untuk dibaca sebelum shalat istisqa dimulai.

Dalam pelaksanakannya, sama hal seperti shalat wajib maupun shalat sunnah lainnya, namun letak perbedaanya hanya dalam hal penempatan khutbah, pembacaan takbir, dan arah khatib pada khutbah kedua.  Berikut tata cara melaksanakan shalat istisqa:

Salat dua rakaat, rakaat pertama takbir tujuh kali sebelum membaca surat Al-Fatihah, rakaat kedua takbir lima kali sebelum membaca surat Al-Fatihah, khutbah dua atau sekali sebelum (atau setelah) shalat. Khotbah setelah shalat lebih utama.

Sebelum masuk khutbah pertama, khatib membaca istigfar sembilan kali dan sebelum masuk khutbah kedua khatib membaca istigfar tujuh kali, memperbanyak doa dalam khotbah kedua.

Ada pun doa yang dianjurkan untuk dibaca oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang artinya:

“Tiada Tuhan selain Allah yang agung dan santun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Arasy yang megah. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit, bumi, dan Arasy yang mulia.”

Bagi umat Islam Indonesia yang sedang mengalami kemarau panjang di daerang masing-masing, maka dianjurkan untuk melaksanakan shalat istisqa sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasullulah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dalam pelaksanaannya dilakukan secara berjamaah dan baiknya digelar dilapangan terbuka. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Istisqa Read More »

5 Sahabat Nabi Ini Memiliki Kekayaan yang Fantastik

WAKAFDT.OR.IDNabi Muhammad Shallallahu ‘alahi wasallam memiliki para sahabat yang kekayaannya mencapai trilliunan. Ada lima sahabat yang disebutkan mempunyai kekayaan berlimpah ruah.

Kelima sahabat Rasulullah tersebut adalah para pebisnis yang begitu luar biasa. Bukan hanya itu para sahabat juga kerap kali membelanjakan kekayaannya untuk amal kebaikan.

Terlebih lagi para sahabat yang saleh juga turun langsung ke medan pertempuran membantu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam membela Islam.

Lantas siapakah kelima sahabat nabi yang memiliki kekayaan melimpah itu?

Pertama, Abdurrahman ibn ‘Auf. Nilai kekayaan saat wafat Rp 6,21 triliun. Kekayaan sahabat yang satu ini benar-benar membuat kita geleng-geleng kepala.

Beliau adalah orang kedelapan yang masuk Islam. Ia mengikuti semua peperangan dalam sejarah perjuangan Islam di era Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Saat tiba di Madinah Ia datang tanpa memiliki kekayaan sepeser pun. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjalinkan mu’akhah antara beliau dengan Sa’ad ibn al Rabi’, yang merupakan orang kaya Madinah kala itu.

Sa’ad menawarkan setengah dari harta yang dimilikinya untuk beliau, bahkan termasuk siap menceraikan salah satu dari dua orang istrinya untuk dinikahi oleh Abdurrahman ibn ‘Auf. Namun beliau menolak dengan cara halus.

Kedua, Zubayr ibn al ‘Awwam. Nilai kekayaan saat wafat ditaksir Rp 3,54 triliun. Zubayr Radiyallahu ‘anhu wafat hanya meninggalkan kekayaan berupa aset tidak bergerak atau tanah.

Di antaranya yang berada di Ghabah yang berada di wilayah barat laut Madinah, atau sekitar 6 km dari Madinah, 11 rumah yang besar di Madinah, 2 rumah di Bashrah, dan 1 rumah masing-masing di Kuffah dan di Mesir.

Beliau juga mewasiatkan, sepertiga dari total harta peninggalannya untuk para cucunya dan 2/3-nya dibagi-bagikan kepada ahli warisnya.

Ketiga, Utsman ibn ‘Affan. Nilai kekayaan Utsman saat wafat mencapai Rp 2,53 triliun. Harta yang dimiliki oleh Utsman saat wafat terdiri dari:

  • Harta tunai: 30 juta Dirham
  • Harta tunai: 150.000 Dinar
  • Sedekah: 200.000 Dinar
  • Unta: 1000 ekor

Perhitungan diatas bisa jadi lebih kecil dari nilai kekayaan yang sesungguhnya, mengingat jumlah tersebut belum mencakup aset-aset seperti; pembelian sumur yang diwakafkan untuk keperluan masyarakat senilai 35.000 Dirham, hibah 950 unta untuk alat perlengkapan perang Tabuk/’Usrah, aset tanah dan sejumlah kuda.

Keempat, Thalhah ibn ‘Ubaydillah. Nilai kekayaan Thalhah saat wafat Rp 542, 10 miliar.

Sementara itu, sumber lain mengutip bahwa jumlah seluruh kekayaan Thalhah tunai maupun non-tunai saat wafat adalah 30.000.000 Dirham atau setara Rp1,84 triliun.

Kelima, Sa’d ibn Abi Waqash. Sa’d bin Abi Waqash memiliki kekayaan saat wafat Rp15,38 miliar.

Dalam sejarah peperangan Islam, namanya tercatat sebagai orang yang pertama kali terkena tusuk anak panah, dan yang pertama kali juga dalam sejarah Islam melesatkan panah dari busurnya ke arah musuh. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

5 Sahabat Nabi Ini Memiliki Kekayaan yang Fantastik Read More »

Nabi Muhammad Diutus Sebagai Rahmat

WAKAFDT.OR.IDNabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wasallam merupakan Nabi terakhir yang diutus oleh Allah Ta’ala. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, di mana salah satu tujuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam diutus ke muka bumi ialah sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

“Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)

Seorang Ahli tafsir bernama Ibnu Katsir menerangkan dalam kitabnya, ayat tersebut memberitahukan bahwa Allah Ta’ala menjadikan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alahi wasallam sebagai rahmat bagi alam semesta.

Dengan kata lain, kata Ibnu Katsir, Allah mengutusnya Nabi Muhammad sebagai umat manusia.

Kemudian ulama tafsir menjelaskan juga barang siapa yang menerima rahmat ini dan mensyukurinya, maka ia akanbahagia hidupnya di dunia maupun akhirat.

Sebaliknya, barang siapa yang menolak serta mengingkarinya rahmat tersebut, maka ia termasuk orang yang merugi di dunia dan akhirnya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

“Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekufuran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan, (yaitu neraka) Jahanam? Mereka masuk ke dalamnya. (Itulah) seburuk-buruknya tempat kediaman.” (QS Ibrahim: 28-29)

Dalam ayat lain juga disebutkan bahwa tujuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alahi wasallam diutus ke muka bumi sebagai pembawa kabar gembira dan memberi peringatan kepada umat manusia.

Hal tersebut tercantum dalam surat Al-Furqon yang artinya:

 “Tidaklah Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.” (QS Al-Furqan: 56)

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alahi wasallam mengemban amanah sebagai rasul di umur 40 tahun usai menerima wahyu pertama di Gua Hira.

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menerima wahyu dalam dua keadaan.

Pertama, terdengarnya suara lonceng yang berbunyi keras dan dikatakan bahwa ini cara paling berat bagi Rasulullah.

Keterangan tersebut diperkuat dalam firman Allah Ta’ala dalam surah Al Muzzammil ayat 5 yang artinya: “Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.”

Kedua, dikatakan bahwa Jibril datang kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan seperti manusia biasanya, menyamai seorang laki-laki.

Jibril datang kepada Rasul dengan berkata iqra` bismi rabbikallażī khalaq khalaqal-insāna min ‘alaq iqra` wa rabbukal-akram allażī ‘allama bil-qalam ‘allamal-insāna mā lam ya’lam. Ayat tersebut termaktum dalam surat A’alaq.

Dari penjelasan diatas bisa dipahami, bahwa diutusnya baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan peristiwa yang besar yang harus disyukuri, karena dengan diutuskan baginda Rasullulah membawa perubahan besar dalam memperbaiki tatanan sosial manusia. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Nabi Muhammad Diutus Sebagai Rahmat Read More »

Peristiwa-Peristiwa yang Terjadi Jelang Lahirnya Nabi Muhammad

WAKAFDT.OR.IDMendekati waktu kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, ada sejumlah peristiwa besar yang terjadi atas kebesaran Allah Ta’ala yang perlu kita renungi.

Di mana baginda Nabi Muhammad lahir pada tahun Gajah, yang bertepatan pada 12 Rabiul Awal atau 23 April 571 Masehi.

Pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal diperingati sebagai hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Menjelang kelahiran sang Nabi, terdapat tanda-tanda dan keajaiban yang ditemukan. Di antaranya ada 6 peristiwa besar jelang kelahirannya:

Pertama, wilayah Mekah yang semula gersang menjadi subur. Pada saat itu sebagian besar dataran Mekah sangat kerontang dan tak ditumbuhi oleh tanaman selain pohon kurma.

Maka menjelang lahirnya sang Nabi, hujan mulai tercurah lebat bersamaan dengan tanah yang menjadi subur.

Kedua, Istana Raja Persia Bergetar. Dikala kelahiran sang Nabi sudah dekat, bergetarlah singgasana Raja Persia, Kisra Anusyirwan, bahkan disebutkan ada 14 balkon istana yang ikut runtuh.

Ketiga, api Majusi yang telah menyala seribu tahun lebih kemudian padam seketika.

Peristiwa lainnya menjelang kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam padamnya api majusi, sebuah api yang dianggap suci di kuil pemujaan persia.

Keempat, air danau tiba-tiba surut. Di beberapa tempat mengalami penyurutan air, bahkan sampai mengalami kekeringan.

Kelima, munculnya burung ababil yang memusnahkan pasukan abrahah. Dalam sebuah buku Samudra Keteladanan Muhammad yang tulis oleh Nurul H. Maarif, Shafiyyurahman al-Mubarakfuri yang menjelaskan semakin banyak peziarah yang berbondong-bondong pergi ke Ka’bah.

Abrahah yang marah dan berkeinginan keras untuk menghancurkan Ka’bah dengan membawa 60.000 pasukan bergajah ternyata malah memusnahkan pasukannya.

Keinginannya digagalkan dengan kehendak Allah Ta’ala, muncullah burung-burung ababil yang membawa batu-batu panas untuk meluluh lantahkan pasukan Abrahah.

Keenam, ahli kitab yaitu Yahudi dan Nasrani menyaksikan bintang besar yang bercahaya.

Berdasarkan sumber yang sama disebutkan bahwa para ahli kitab Yahudi dan Nasrani menyaksikan bintang besar dan bercahaya terang tepat di hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Itulah peristiwa-peristiwa menjelang kelahiran Nabi Muhammad. Hal tersebut terjadi atas izin Allah Ta’ala, sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah untuk menyakini kebenaran kehadiran nabi terakhir.

Hikmah yang bisa diambil bagi kaum muslimin ialah untuk memperkuat keimanan kepada Rasul dalam mengamalkan kebaikan dan meneladaninya. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Peristiwa-Peristiwa yang Terjadi Jelang Lahirnya Nabi Muhammad Read More »

Lunturnya Tradisi Membaca Dari Umat Islam

WAKAFDT.OR.IDTanpa disadari ada tradisi yang hilang dari umat Islam, yaitu tradisi membaca untuk memperkaya pengetahuan.

Membaca merupakan salah satu jalan untuk memberantas kebodohan agar menjadi berpengetahuan. Hal tersebut dipertegas dengan turunnya ayat Al-Qur’an:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,” (QS. Al Alaq: 1)

Meskipun pada hari ini teknologi semakin maju dan canggih, namun tidak menjamin kualitas manusia memiliki ilmu yang tinggi dan mendalam.

Padahal dalam Islam orang-orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah Ta’ala. Karena ilmu adalah sesuatu hal yang mahal untuk diperoleh, baik mahal secara waktu maupun mahal secara biaya.

Apa yang kita lihat dari peradaban Islam pada masa lalu merupakan wujud dari kayanya pengetahuan dengan lahirnya ilmuwan-ilmuwan yang cerdas dan pembangunan beberapa perpustakaan Islam.

Bahkan saat itu, Islam menyebar sampai ke Eropa, Rusia, Afrika hingga Asia, dan dikenal tak hanya ilmu agama saja, akan tapi juga ilmu lain seperti kedokteran, astronomi, dan lain sebagainya.

Di zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, para shahabat bukan saja hanya mendengarkan wahyu atau pelajaran-pelajaran hidup yang disampaikan Nabi.

Bagi para sahabat yang tidak ikut dalam majelis Rasulullah, maka akan membaca wahyu yang ditulis dari sahabat yang lain, selain juga bertanya dan mendengar secara langsung dari sahabat yang ikut dalam majelis.

Di situ kandungan wahyu dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam secara efektif dikaji.

Inilah tonggak awal tradisi intelektual dan gambaran terbaik sebuah lembaga belajar mengajar dalam Islam.

Ribuan hadits berhasil dipelajari dan dicatat oleh mereka yang belajar kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Maka jangan heran, bila sepeninggal Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, lahirlah para tokoh-tokoh besar yang hafal ribuan hadits seperti Abu Hurairah, Abu Dzar Al-Ghifari, Salman Al-Farisi, ‘Abdullah ibn Umar, ‘Abdullah ibn Mas’ud dan lainnya ridwanullah ta’ala anhum ajmain.

Satu fakta yang tidak bisa terbantahkan bahwa anak-anak Indonesia hanya ada 1 dari 10 anak yang memiliki minat baca, dan 9 dari 10 anak Indonesia lebih menyukai untuk menonton televisi.

Ada perasaan miris, kecewa, dan sedih, terlebih lagi masyarakat Indonesia mayoritas menganut agama Islam. Di mana seharusnya umat Islam memiliki semangat membaca yang tinggi.

Hal ini tentu menjadi tugas kita semua, karena boleh jadi kita juga termasuk orang yang malas untuk membaca.

Bagaimana mungkin anak-anak akan suka membaca jika orangtuanya dan lingkungan sekitarnya tidak suka membaca juga.

Islam bisa tersebar luas salah satunya adalah melalui ilmu pengetahuan yang disusun oleh para pendahulu kita yang memiliki semangat belajar dan membaca tinggi. (Wahid/Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Lunturnya Tradisi Membaca Dari Umat Islam Read More »

Aa Gym: Begini Cara Menyikapi Masa Pensiun

WAKAFDT.OR.IDSiklus kehidupan manusia itu ada masa menjadi bayi, masa anak-anak, dewasa, lalu berumah tangga, kemudian dikarunia anak, dan kita akan menghadapi babak atau masa pensiun. Seperti itulah siklus kehidupan ini.

Masa pensiun adalah masa yang indah dan berkah jika kita mampu memaknainya sebagai momentum untuk mengevaluasi diri dengan baik.

Inilah waktunya bagi kita untuk memperbaiki yang salah dan melengkapi yang kurang dari episode kehidupan kita.

Sehingga bisa mencapai akhir kehidupan kita dengan sukses. Tahukah kita seperti apa kesuksesan itu? Hidup yang sukses yaitu mati dengan husnul khotimah, akhir hayat yang baik.

Kalau kita salah menyikapi masa pensiun, maka akan membuat diri semakin tegang, akan didramatisasi pikiran, memikirkan sesuatu hal yang tidak perlu, dan membayangkan sesuatu yang membuat diri semakin sengsara.

Masa pensiun akan menjadi berkah atau musibah itu tergantung oleh sikap kita. Kalau kita menganggap bahwa masa pensiun adalah sebuah perjalanan episode kehidupan.

Layaknya dari TK ke SD, SMP ke SMA, dan seterusnya maka kita akan menyadari bahwa itu hanyalah tentang sebuah perpindahan masa belaka.

Kita harus belajar siap untuk menerima kenyataan yang tidak cocok dengan keinginan kita, karena mustahil semua keinginan kita akan terpenuhi.

Mungkin tidak semua orang siap untuk pensiun, tapi itulah kenyataan hidup yang harus diterima, karena tidak ada perusahaan yang menerima orang-orang yang secara umur sudah mesti pensiun karena tidak produktif lagi bekerja.

Kalau kita bisa memberikan pandangan positif terhadap pensiun, maka kita akan bersyukur karena kita akan mempunyai waktu jauh lebih luang untuk memperbanyak waktu dalam beribadah,.

Karena mungkin selama ini kita banyak melakukan hal-hal yang tidak perlu, banyak melakukan yang tidak ada manfaatnya karena terikat situasi.

Masa pensiun adalah masa merdeka untuk berbuat sebanyak mungkin, maka lakukan yang terbaik dan maksimal waktu yang ada.

Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa menyikapi setiap episode kehidupan ini, karena kehidupan ini pada dasarnya adalah berpindah dari satu episode ke episode berikutnya, hingga saatnya nanti meninggal. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Begini Cara Menyikapi Masa Pensiun Read More »

Begini Cara Fatimah Az Zahra Mendidik Anak-Anaknya

WAKAFDT.OR.IDSalah satu sosok yang perlu diteladani oleh kaum wanita yaitu dari sosok Fatimah Az-Zahra (Putri Nabi SAW) mengenai menjadi seorang ibu yang baik. Fatimah Az-Zahra dikenal sebagai seorang ibu yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang.

Dalam sebuah riwayat disampaikan bahwa Fatimah adalah seorang yang haniyah, yaitu perempuan yang sangat mengasihi, menyayangi dengan lembut terhadap suami dan anak-anaknya.

Putri Rasullulah yang sekaligus menjadi istri dari Ali bin Thalib kerap menyampaikan wasiat kepada suaminya agar senantiasa lembut dan baik terhadap anak-anaknya.

Caranya dengan bermain bersama anak-anak, membaca kisah-kisah dan syair-syair untuk putra-putrinya, dan mengadakan perlombaan dan mengajari cara penilaian yang terbaik.

Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh Hasan dan Husein untuk berlomba menulis. Siapa yang tulisannya bagus maka dialah yang akan menjadi pemenangnya.

Kemudian Hasan dan Husein menulis, seusai menulis, mereka kemudian menyerahkan tulisannya untuk dinilai oleh sang kakek.

Namun, Rasulullah tidak memberikan penilaian, tetapi mereka berdua dikirim ke ibunda mereka untuk memberikan penilaian, karena Fatimah tidak ingin mengecewakan anaknya.

Akhirnya, terpikirlah suatu ide dari Fathimah, beliau berkata, “Wahai putra-putra sayang, ibu akan melepaskan butiran-butiran kalung ibu, barang siapa yang mampu mengumpulkan butiran-butiran tersebut maka tulisan dia yang paling bagus.”

Akhirnya, Hasan dan Husein kedua mengumpulkan butiran kalung dengan jumlah yang sama, dan keduanya pun menjadi pemenang.

Hal tersebut dilakukan oleh Fatimah sebagai bentuk kasih sayangnya terhadap kedua putranya. Pelajaran yang bisa diambil dari sikap Fatimah Az-Zahra di antaranya ialah:

Pertama, yang diberikan Fatimah kepada anak-anaknya, adalah cinta dan kasih sayang.

Hati ibu yang penuh kasih dan sayang, dan dengan asuhan yang hangat, serta cinta sang Ayah terhadap putra-putranya dengan tulus.

Kedua, Fatimah sebagai seorang ibu senantiasa menumbuhkan kepribadian agar anak menjadi manusia yang berkualitas.

Sebagai seorang pendidik, Fatimah menumbuhkan pada anak-anaknya sikap percaya diri dan bercita-cita tinggi.

Ketiga, Fatimah selalu menumbuhkan iman dan takwa pada anak-anaknya. Setiap anak harus ditanamkan pendidikan agama islam sejak usia dini, sampai akhir hayatnya.

Keempat, mengajarkan pentingnya mematuhi aturan dan memperhatikan hak-hak orang lain.

Salah satu yang harus diperhatikan oleh para orangtua adalah mengawasi anak-anaknya agar tidak melampaui batas terhadap orang lain, menghormati hak orang lain, dan tidak mengurangi hak orang lain.

Kelima, Fatimah senantiasa mengajarkan kepada anak-anaknya berolahraga dan bermain.

Karena olahraga dan bermain memiliki banyak manfaat bagi anak-anak, yaitu kesehatan, meningkatkan kecerdasan, lebih sportif, dan melatih jiwa sosialnya.

Itulah beberapa contoh sikap Fatimah sebagai sosok seorang ibu yang baik. Semoga para ibu di manapun ia berada, bisa mendidik anak-anaknya dengan cara yang penuh kasih sayang. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Begini Cara Fatimah Az Zahra Mendidik Anak-Anaknya Read More »