Wakaf Daarut Tauhiid

rajab

isra mikraj

Memaknai Isra Mikraj dengan Tazkiyatun Nafs

WAKAFDT.OR.ID | Isra berarti perjalanan malam Nabi Muhammad dari Masjidil Haram Mekah al-Mukarramah menuju Masjidil Aqsha Baitul Maqdis Palestina, sedangkan Mikraj berarti perjalanan lanjutan Nabi dari Masjidil Aqsha naik langit ke tujuh hingga ke Sidratul Muntaha.

Isra Mikraj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah, sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Menurut al-Maududi dan mayoritas ulama, Isra Mikraj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang populer.

Namun demikian, Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri menolak pendapat tersebut dengan alasan karena Khadijah ra meninggal pada bulan Ramadhan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2 bulan setelah bulan Rajab. Dan saat itu belum ada kewajiban salat lima waktu.

Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat tentang waktu kejadian Isra Mi’raj. Tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan demikian, tidak diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya Isra Mikraj.

Sebelum melakukan perjalanan Isra Mikraj, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dibedah dadanya dan dibersihkan hatinya oleh Malaikat Jibril.

Hikmah yang bisa dipetik dari hal tersebut adalah beruntungnya orang yang membersihkan jiwa itu. Mereka dekat dengan Allah, sebagaimana Rasulullah menemui Allah dalam peristiwa Isra Mikraj.

Setiap muslim bisa “Mikraj”, yaitu dekat dengan Alloh. Caranya adalah dengan melakukan tazkiyatun nafs, yakni membersihkan hati dari segala penyakit sehingga menjadi qalbun salim.

Qalbun salim merupakan hati bersih yang ditunjukkan dengan pribadi yang tidak takut selain kepada Allah dan tidak sedih dengan urusan dunia berikut isinya.

Sehebat apapun shalat, sehebat apapun puasa, kalau hati kotor karena tidak ikhlas, tidak ada pahalanya. Jadinya penting untuk punya qalbun salim kalau ingin selamat. Hati yang bersih tidak begitu saja didapat, tetapi bisa didapat dengan riyadoh dengan tazkiyatun nafs.

qalbun salim bisa diraih dengan ilmu dan rajin evaluasi diri setiap waktu. Imam Ibnu Qoyim mengatakan kalau waktu tidak diisi kebaikan, maka pasti diisi kemaksiatan atau kesia-siaan.

Oleh karena itu, waktu harus diisi dengan amalan-amalan bermanfaat yang membersihkan hati. Mari kita maknai Isra Mikraj untuk lebih membersihkan hati dari segala penyakit hati dengan melakukan amalan-amalan bermanfaat untuk membersihkah hati. Wallahu a’lam bishowab. (AID)

Sumber: daaruttauhiid.org, kemenag.go.id, uinmadura.ac.id, fahum.umsu.ac.id

Memaknai Isra Mikraj dengan Tazkiyatun Nafs Read More »

spiritual di bulan rajab

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rajab

WAKAFDT.OR.ID | Bulan Rajab termasuk satu bulan haram dan empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Quran. Allah Ta’ala berfirman;

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, dinamakan bulan haram karena dua makna. Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan.

Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan. (Zaadul Maysir, tafsir surat At Taubah ayat 36)

Ibnu ‘Abbas mengatakan, Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arif, 207)

Ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di Bulan Rajab, di antaranya sebagai berikut:

Pertama, memperbanyak puasa. Diriwayatkan An Nasa-i dan Abu Daud, yang dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, dari hadits Usamah, ia berkata: “aku bertanya: wahai Rasulullah, belum pernah aku melihatmu puasa di bulan lain sebagaimana puasamu pada bulan Sya’ban. Beliau bersabda: ‘Itu adalah bulan yang banyak dilalaikan manusia antara Rajab dan Ramadhan’. Dan bulan itu adalah bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada Rabbul ‘Alamin. Maka aku suka jika ketika aku sedang berpuasa.”

Kedua, sedekah, terutama sedekah jariyah atau wakaf karena wakaf pahalanya mengalir dan manfaatnya berkelanjutan

Ketiga, memperbanyak doa. Imam Syafii Rahimahullah mengatakan,“Sesungguhnya doa diijabah pada lima malam: malam jumat, malam iduladha, malam idulfitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam pertengahan bulan Sya’ban.” (Al-Umm)

    Di luar ketiga amalan tersebut, secara umum memperbanyak berbagai kebaikan dan ibadah sunah sesuai dengan syariah akan mendatangkan lebih banyak pahala. Wallahu ‘Alam. (AID)

    Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rajab Read More »

    nama lain bulan Rajab

    Hikmah Peristiwa Isra Mikraj bagi Umat Islam

    WAKAFDT.OR.ID | Semua peristiwa yang terjadi dalam sejarah Islam memiliki hikmah yang bisa diambil sebagai pelajaran setiap umat muslim. Salah satunya adalah peristiwa Isra Mikraj yang telah disebutkan di dalam Al-Qur’an dan hadits.

    Meskipun peristiwa Isra Mikraj hanya dialami oleh bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam, Namun terdapat sejumlah hikmah yang dapat diambil dari peristiwa tersebut. Adapun hikmah dari peristiwa Isra Mikraj di antaranya sebagai berikut:

    Pertama, memahami bahwa perintah shalat lima waktu merupakan sebuah ibadah penting bagi umat Islam. Shalat telah ditetapkan menjadi bagian rukun Islam yang harus ditegakan dan amalan yang pertama kali dihisab di hadapan Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Anas bin Malik Radhiyallahuanhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

    “Yang paling pertama dihisab pada seorang hamba di hari kiamat adalah shalat . Jika (shalat nya) baik, maka baiklah seluruh amalnya, sedangkan jika (shalat nya) buruk, maka buruklah seluruh amalnya.” (HR. Muslim)

    Kedua, mengetahui betapa besarnya rahmat Allah Ta’ala dan kasih sayang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam kepada umatnya, sehingga jumlah shalat dikurangi dari 50 waktu menjadi lima waktu.

    Ketiga, menunjukan begitu besarnya kekuasaan Allah yang mampu memperjalankan seorang hamba dari masjid Al-Haram ke masjid Al-Aqsa, kemudian dari masjid Aqsa ke Siratul Muntaha dengan kecepatan waktu di luar nalar manusia.  

    Karena di luar nalar akal manusia dibutuhkan keimanan untuk mempercayainya, bahwa kejadian tersebut adalah mukjizat nyata yang datang dari Allah.

    Keempat, mengetahui bahwa shalat merupakan dialog langsung antara seorang hamba dengan Rabbnya, sama seperti ketika Rasulullah bertemu dengan Allah Ta’ala saat Isra Mikiraj.Demikian hikmah dari peristiwa Isra Miraj yang bisa dipetik oleh umat Islam, terutama dalam ibadah shalat. Semoga kita tidak mudah meninggalkan shalat dengan alasan apapun itu.

    Sumber: daaruttuahiid.org

    Baca juga: Memetik Hikmah dari Kehidupan Cicak

    Hikmah Peristiwa Isra Mikraj bagi Umat Islam Read More »

    isra mikraj

    Isra Mikraj, Kisah Fenomenal dalam Sejarah Islam

    WAKAFDT.OR.ID | Isra Mikraj merupakan kisah fenomenal dalam sejarah Islam dan era kenabian. Perjalanan suci yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam ini menjadi titik balik kebangkitan dakwah Rasulullah.

    Isra dan Mikraj adalah 2 kata yang mempunyai arti yang berbeda. Kata Isra menurut bahasa artinya perjalanan di malam hari (al-Munawwir: 1984:671). Sedangkan kata Miraj bermakna tangga untuk naik ke atas (al-Munawwir: 1984:981).

    Pengertian Isra yang dimaksud ialah perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjid al-Aqsha di Palestina. Sedangkan arti kata Mikraj adalah perjalanan menuju ke Sidratul Muntaha.

    Sidratul Muntaha merupakan sebuah tempat di atas langit yang tertinggi. Langit tersebut bersifat ghaib dan tidak terjangkau oleh pikiran manusia.

    Isra Mkiraj adalah dua perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam dalam satu malam. Malaikat Jibril turut menemani perjalanan ini Nabi Muhamaad dengan mengendarai buraq.

    Dalam pemikiran manusia, peristiwa tersebut sulit diterima oleh akal sehat. Namun kenyataannya, Rasullullah diberangkatkan dari Makkah ke Masjid Al-Aqsa, kemudian berlanjut ke Sidratul Muntaha telah disebutkan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Isra’ dan An-Najm, yang artinya:

    “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Isra: 1).

    “Maka, apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm:12-18).

    Isra Mikraj bukan sekedar perjalanan biasa bagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam. Tetapi menjadi puncak perjalanan seorang hamba untuk bertemu dengan sang pencipta, sehingga Isra miraj menjadi peristiwa penting yang selalu dimeriahkan dengan acara kajian akbar atau majelis ilmu.

    Semoga dengan mengingat peristiwa Isra Mikraj, semakin memotivasi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui perintah shalat.

    Sumber: daaruttauhiid.org

    Baca juga: Belajar Memakmurkan Masjid Dari Isra-nya Rasulullah

    Isra Mikraj, Kisah Fenomenal dalam Sejarah Islam Read More »

    mengqadha puasa

    Mengqadha Puasa Ramadhan di Bulan Rajab

    WAKAFDT.OR.ID | Bulan Rajab menjadi bulan istimewa dalam agama Islam. Bulan ini dapat menjadi waktu yang tepat untuk menunaikan kewajiban puasa yang tertinggal, seperti Qadha Ramadhan. 

    Puasa qadha merupakan puasa yang dikerjakan untuk membayar utang puasa bagi yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Puasa qadha berlaku bagi orang yang sanggup berpuasa namun puasanya terhambat karena halangan yang diperbolehkan dalam syariat.

    Qadha puasa Ramadhan hukumnya wajib yang harus ditebus atau diganti oleh seorang muslim. Jika seorang tidak melaksanakan kewajibannya maka akan menjadi dosa baginya.

    Menggabungkan puasa Rajab dengan puasa qadha Ramadhan merupakan bentuk amalan yang dianjurkan dalam Islam, karena cara yang bijak untuk memanfaatkan waktu dan meningkatkan ibadah.

    Bagaimana menjalankan serta niat puasa Rajab sekaligus mengqadha puasa Ramadhan? Cukup pada satu niat. Hal ini sebagaimana pendapat Ustadz Abdul Shomad dalam bukunya, “30 Fatwa Seputar Ramadan” menyampaikan bahwa, tidak boleh mengucapkan dua niat sekaligus. 

    Kalau niatnya untuk mengqadha puasa Ramadhan, tapi dikerjakan di bulan Rajab maka pahala puasanya rajabnya juga akan dapat, meskipun niatnya tidak dilafazkan. 

    Hal ini perkuat  oleh pendapat Syekh al-Barizi, meski hanya niat mengqadha puasa Ramadhan, maka secara otomatis pahala berpuasa Rajab bisa didapatkan.

    Adapun bacaan niat puasa Rajab sekaligus qadha Ramadhan: Nawaitu Shouma Ghodin ‘an qadaa’in fardho ramadhoona lillahi ta’alaa.

    Artinya: “Aku niat puasa esok hari sebagai ganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

    Menyatukan puasa Rajab sekaligus mengqadha puasa Ramadhan, dapat meningkatkan spiritual, mendapatkan keberkahan, dan memperkuat hubungan dengan Allah Ta’ala.

    Selama menjalankan puasa tersebut, dianjurkan untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah. Memperbanyak istighfar merupakan bentuk kerendahan hati dan kesadaran akan dosa-dosa yang mungkin terjadi di masa lalu.

    Selain itu juga, puasa Rajab dapat dijadikan sebagai awal untuk mempersiapkan mental menjelang puasa Ramadhan. 

    Dalam menjalankan puasa Rajab sekaligus menunaikan Qadha Ramadhan, yang harus diperhatikan adalah niat. Niat yang jelas sangat menentukan ditolak dan diterimanya amalan seseorang. Niat juga mencerminkan kesungguhan hati untuk beribadah dan menunaikan kewajiban pada Allah Ta’ala.

    Sumber: daaruttauhiid.org

    Baca juga: Keutamaan Bulan Rajab

    Mengqadha Puasa Ramadhan di Bulan Rajab Read More »

    spiritual di bulan rajab

    Perkuat Spiritualitas dengan Puasa di Bulan Rajab

    WAKAFDT.OR.ID | Memperbanyak amalan bagi setiap muslim adalah kewajiban yang harus ditunaikan. Bulan Rajab salah satu wadah untuk memperbanyak amalan kebaikan, karena begitu banyak limpahan rahmat yang diturunkan oleh Allah Ta’ala.

    Bulan Rajab memiliki keistimewaan tersendiri. Oleh karena itu, setiap muslim harus memanfaatkan keistimewaan tersebut untuk membangun hubungan spiritual dengan Allah Ta’ala, salah satunya dengan berpuasa sunah. Puasa adalah salah satu amalan yang dianjurkan oleh Rasullullah Shallahu ‘alaihi wassalam. 

    Setidaknya ada 4 keutamaan dalam melaksanakan puasa sunah di bulan Rajab, di antaranya:

    1. Meningkatkan ibadah

    Puasa sunah di bulan Rajab sebagai tambahan untuk melengkapi ibadah fardhu yang sudah dikerjakan, agar ibadahnya menjadi sempurna. Biasanya ketika umat muslim sedang menunaikan puasa, jangankan ibadah fardhu, ibadah yang sunah juga dikerjakan olehnya. Ini artinya, ibadah puasa sunah di bulan Rajab dapat meningkatkan ibadah kita kepada Allah Ta’ala.

    2.  Pahala dilipatgandakan

    Puasa sunah yang dikerjakan dengan ikhlas di bulan Rajab, akan mendapatkan pahala yang berlipat. Imam al-Baghawi dalam kitab tafsirnya menjelaskan:

    “Amal saleh lebih agung (besar) pahalanya di dalam bulan-bulan haram (Zulqa’dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab). Sedangkan zalim pada bulan tersebut (juga) lebih besar dari zalim di dalam bulan-bulan selainnya”. (Imam al-Baghawi, Ma’alimut Tanzil fi Tafsiril Qur’an)

    3. Meningkatkan ketakwaan

    Berpuasa merupakan salah satu ibadah yang melatih kita dalam menahan hawa nafsu selama satu hari. Tentunya mengerjakan puasa sunah di bulan Rajab menunjukan ketakwaan seorang muslim kepada Allah Ta’ala dan berkeinginan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

    4. Meningkatkan kekhusyukan diri

    Berpuasa juga dapat memfokuskan diri dalam menahan diri dari hawa nafsu, sehingga dapat memberikan kekhusyukan dalam melakukan berbagai ibadah lainnya. Kekhusyukan yang kita hadirkan dalam melaksanakan ibadah dapat membantu membangun suasana spiritualitas dengan Allah Ta’ala.

    5. Meningkatkan amal saleh

    Puasa sunah dapat meningkatkan kesalehan seseorang. Dengan meningkatnya kesalehan seseorang maka akan meningkatkan keimanan seseorang juga. Meningkatnya amal saleh dapat menjadikan seseorang menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dermawan, dan dapat bermanfaat bagi orang lain.

    Setiap ibadah yang dilakukan oleh umat muslim dalam membangun hubungan dengan Allah Ta’ala merupakan tujuan ibadah yang sebenarnya. Semoga dengan menunaikan puasa sunah di bulan Rajab kita senantiasa dalam keridhoan-Nya. Aamiin. (Arga)

    Baca juga: Mengenal Berbagai Peristiwa di Bulan Rajab

    Perkuat Spiritualitas dengan Puasa di Bulan Rajab Read More »

    nama lain bulan Rajab

    Inilah Nama Lain Bulan Rajab

    WAKAFDT.OR.ID | Saat ini kita sedang memasuki bulan Rajab 1445 Hijriah. Banyak keutamaan-keutamaan pada bulan Rajab, salah satunya disebut sebagai bulan haram, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta’ala yang artinya:

    “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (QS At-Taubah:36)

    Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Sa’id Ruslan dalam kitabnya, menyampaikan bahwa bulan Rajab memiliki dua nama lain. Kedua nama itu menggambarkan beberapa kejadian yang pernah terjadi di bulan Rajab. Dua nama tersebut adalah:

    1. Bulan Fardu

    Bulan Rajab disebutkan bulan Fardu karena merupakan satu-satunya bulan haram yang tidak bersamaan dengan 3 bulan haram lainnya. Tiga bulan yang dimaksud yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijah, dan Muharram secara berurutan.

    2. Bulan Asham

    Bulan Rajab disebut bulan Asham karena pada bulan Rajab tidak pernah terjadi peperangan di tengah bangsa Arab jahiliah pada zaman dahulu.

    Semua orang bangsa Arab kala itu menyimpan peralatan perang dan memutuskan untuk berdamai dengan musuh-musuh. Bahkan, di antara mereka ada yang berkunjung ke rumah orang-orang yang membunuh ayahnya di medan perang, untuk menghormati bulan Rajab yang mulia ini.

    Sebagai seorang muslim, kita harus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan amalan kebaikan di bulan Rajab, karena bulan Rajab hanya kita lewati setahun sekali saja. Tinggalkan perbuatan sia-sia dan maksiat yang merugikan diri kita sendiri.

    Allah mempertemukan kita kembali dengan bulan Rajab adalah sebuah nikmat yang patut disyukuri. Tidak semua orang diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan Rajab. Jika sudah diberikan kesempatan maka jangan sekali-kali kita kufuri.

    Semoga dengan memahami pentingnya bulan Rajab, membuat kita lebih mengopmatilkan diri untuk melalukan berbagai amal kebaikan.

    Sumber: daaruttauhiid.org

    Baja juga: Mengenal Nama & Sifat Alloh ‘Al-Haasib’

    Inilah Nama Lain Bulan Rajab Read More »

    peristiwa bulan rajab

    Mengenal Berbagai Peristiwa di Bulan Rajab

    WAKAFDT.OR.ID | Ada banyak peristiwa yang terjadi di bulan Rajab, salah satu bulan yang dianggap istimewa dalam kalender Islam.

    Bulan Rajab merupakan momentum dibukanya pintu Ka’bah dan terdapat larangan untuk berperang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda yang artinya:

    “Bulan Rajab adalah bulan Allah yang besar dan bulan kemuliaan. Di dalam bulan ini perang dengan orang kafir diharamkan. Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku.”

    Ada beberapa peristiwa yang terjadi di bulan Rajab, di antaranya:

    1. Isra Mikraj

    Isra Mi’raj merupakan peristiwa penting di bagi umat Islam di bulan Rajab. Isra Mikraj adalah moment perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha. Dari sanalah Nabi Muhammad kemudian naik ke langit ketujuh untuk menghadap Allah Ta’ala.

    Isra Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab pada masa kenabian Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam, maka dari itu umat Islam memperingati Isra Mi’raj setiap tanggal 27 Rajab sebagai bentuk syukur dan mentafakuri perintah shalat sebagai kewajiban bagi umat Islam.

    2. Turunnya Perintah Shalat 5 Waktu

    Allah Ta’ala memerintahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam untuk mengerjakan shalat 5 waktu setelah peristiwa Isra Mi’raj terjadi. Pada awalnya, Allah Ta’ala mewajibkan shalat 50 raka’at, namun Rasulullah meminta keringanan.

    Allah Ta’ala pun mengabulkan permohonan Rasulullah tersebut. Akhirnya Allah Ta’ala mewajibkan untuk mengerjakan shalat 5 waktu. Di antaranya shalat Subuh, Zduhur, Ashar, Maghrib, dan Isya.

    3. Hari kelahiran Ali bin Abi Thalib.

    Ali bin Thalib merupakan menantu dari Rasullullah. Sekaligus sabahat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam yang lahir pada tanggal 13 Rajab.

    4. Terjadinya Perang Tabuk

    Kemenangan Umat Islam dalam Perang Tabuk telah menjadi sejarah yang begitu fenomenal dalam menghadapi Bangsa Romawi.

    Bangsa Romawi merasa ketakutan dengan pasukan Islam yang berjumlah 30.000 orang. Atas izin Allah Ta’ala, Perang Tabuk dimenangkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dan kaum muslimin pada bulan Rajab tahun 9 Hijriyah.

    5. Hijrahnya Nabi Muhammad ke Ethiopia

    Pada bulan Rajab tahun kelima kenabian, dimana Rasullulah melakukan hijrah pertamanya ke Habasyah atau dikenal dengan nama Ethiopia.

    Rasulullah juga memerintahkan pengikutnya untuk berhijrah ke Habasyah. Hijrah tersebut bertujuan untuk menyelamatkan umat Islam dari gangguan kaum kafir Mekkah yang memusuhi mereka.

    6. Pemindahan Arah Kiblat ke Arah Mekkah

    Pada pertengahan bulan rajab tahun ke-2 Hijriyah, Allah Ta’ala memerintahkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam untuk shalat menghadap Ka’bah sebagai kiblat Ibrahim dan Ismail.

    Pengalihan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah untuk menguji keimanan orang-orang yang beriman, sekuat apa akidah dan ketaatan kaum muslimin untuk memenuhi perintah Allah Ta’ala.

    Itulah peristiwa-peristiwa yang pernah ada di bulan Rajab. Semoga dengan mengetahui peristiwa agung yang terjadi bulan Rajab, membuat kita lebih semangat dalam beramal kebaikan.

    Sumber: daaruttauhiid.org

    Baca juga: Keutamaan Bulan Rajab

    Mengenal Berbagai Peristiwa di Bulan Rajab Read More »