Wakaf Daarut Tauhiid

Berita Terbaru

Panggilan di Senja Usia: Saat Daarut Tauhiid Menjadi Pelabuhan Abadi Bunda Eka

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Senja di Kota Bandung seringkali membawa nuansa sendu, namun pada Senin sore (24/11/2025) itu, kehangatan justru menyelimuti lorong-lorong sekitar Pesantren Daarut Tauhiid (DT).

Tim Wakaf DT hadir membawa salam takzim ke sebuah kamar kos sederhana, tempat tinggal Bunda Eka (77 tahun), seorang santri senior dan alumni angkatan ke-8 PMK DT.

Belasan tahun silam, tepatnya tahun 2008, Bunda Eka bertolak dari Palembang. Ia datang bukan untuk mencari kemewahan dunia, melainkan demi mengejar bekal abadi.

Di usia yang lazimnya dihabiskan untuk bersantai di pangkuan keluarga, Bunda Eka justru memantapkan hati memilih jalan berbeda: ia memilih untuk tidak pulang.

Keputusan besar itu lahir dari sebuah pertanyaan jujur yang menghunjam relung jiwanya: “Aku nanti ‘pulang’ (menghadap Ilahi) bawa apa?”

Keberkahan di Balik Kesederhanaan

Kami duduk di kamar kosnya yang jauh dari kata megah. Tidak ada pernak-pernik mewah di sana, hanya kesederhanaan yang memancarkan ketenangan luar biasa. Radio MQ FM, yang siarannya tak pernah absen terdengar, menjadi teman setia Bunda Eka dalam kesehariannya.

Dinding-dinding kamar itu seolah menjadi saksi bisu perjuangan seorang hamba yang menolak menyerah pada waktu. Meski pernah didera sakit kaki yang cukup parah, semangat Bunda Eka untuk terus ta’lim (belajar) dan berkhidmat tak pernah padam.

Demi memantapkan ilmu dan niat, ia bahkan mengulang program BM2K di DT hingga dua kali. Di kamar inilah kami merasakan getaran ketulusan yang sesungguhnya; bahwa usia senja adalah musim panen terbaik bagi amal saleh.

Dari “Biasa Saja” Menjadi Luar Biasa

Dengan rendah hati, Bunda Eka bercerita bahwa latar belakang agamanya dahulu “biasa-biasa saja.” Justru kesadaran akan kekosongan itulah yang mendorongnya mencari lingkungan yang kondusif, hingga ia melabuhkan hati di Daarut Tauhiid.

Perjuangannya tak berhenti untuk diri sendiri. Ia aktif mengajak orang lain dan turut mengembangkan pesantren. Hidupnya didedikasikan agar bermanfaat bagi sesama—sebuah khidmat yang membuatnya kini dikenal dan disayangi banyak jamaah.

“Tetap luruskan niat saja,” pesannya singkat, namun maknanya begitu mendalam.

Baginya, kebahagiaan sejati bukan diukur dari tumpukan harta, melainkan seberapa sering ia berada di lingkungan yang terus mengingatkannya pada “Hari Kepulangan”.

Pelabuhan Terakhir Bernama Kebaikan

Saat kami bertanya tentang harapan di usianya yang telah lanjut ini, mata Bunda Eka berbinar haru. Ia merasa sangat dekat dengan Allah. Melihat program-program besar pesantren, seperti Daarut Tauhiid Memorial Park (DTMP), baginya adalah mimpi yang terwujud di senja usia.

Kisah Bunda Eka adalah cermin nyata bahwa kekuatan niat tulus mampu melampaui segala keterbatasan fisik dan usia.

Ia mengajarkan kita bahwa kamar sederhana di sudut DT adalah gambaran sejati dari sebuah ‘masa keemasan’, di mana produktivitas diukur dari keberkahan, bukan kekayaan materi.

Keputusan Bunda Eka untuk tetap bermukim, didampingi ilmu yang tak henti ia simak, adalah pengingat yang mengharukan bagi kita semua.

Ia telah memilih rumah abadi di dunia yang fana ini. Seolah ia berbisik: dunia hanyalah persinggahan sementara, dan persiapan untuk kepulangan adalah panggilan jiwa yang tak boleh ditunda.

Pertemuan sore itu ditutup dengan sebuah janji yang menenteramkan: selama niat itu lurus, hati akan selalu menemukan kedamaian, bahkan di senja usia. (SSP)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Panggilan di Senja Usia: Saat Daarut Tauhiid Menjadi Pelabuhan Abadi Bunda Eka Read More »

Belajar Kehidupan di Balik Jeruji: Santri SMA DTBS Putra dan Jejak Manfaat Wakaf DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — (14/11/2025) Suasana berbeda menyelimuti para santri SMA Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putra. Bukan menuju ruang kelas seperti biasa, mereka melangkahkan kaki menuju Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Arcamik, Bandung, untuk sebuah perjalanan edukasi yang menyentuh sisi kemanusiaan dan hukum.

Kunjungan ini bukan sekadar wisata, melainkan sebuah studi lapangan untuk memahami konsekuensi nyata dari sebuah tindakan. Irfan, Humas SMA DTBS Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membuka mata para santri.

Mereka tidak hanya belajar teori hukum di kelas, tetapi melihat langsung bagaimana negara membina karakter anak-anak yang sempat tersandung masalah hukum.

Di sana, sekat-sekat sosial runtuh. Para santri duduk bersama anak-anak binaan, mendengarkan kisah penyesalan, konsekuensi pahit, hingga harapan baru yang tumbuh di balik tembok pembinaan.

Muhammad Rayhan Alfajr, salah satu santri kelas X, menuturkan bahwa interaksi ini memberinya pelajaran berharga tentang kedisiplinan dan ketaatan aturan sebagai pelindung diri, bukan sekadar pengekang kebebasan.

Di balik karakter disiplin dan akhlak mulia yang ditunjukkan para santri SMA DTBS Putra selama kunjungan, terdapat peran krusial dari pengelolaan Aset Wakaf Daarut Tauhiid.

SMA DTBS sendiri merupakan salah satu wujud nyata dari Aset Wakaf Produktif di sektor pendidikan. Gedung sekolah tempat mereka menimba ilmu, asrama yang membentuk kemandirian, hingga sarana transportasi yang mengantarkan mereka ke lokasi studi seperti LPKA ini, adalah buah dari dana wakaf yang dikelola secara profesional oleh DT.

Pemanfaatan aset wakaf ini tidak hanya berhenti pada penyediaan fisik bangunan, tetapi bertransformasi menjadi nilai manfaat (mauquf ‘alaih) berupa:

Kurikulum Berbasis Karakter: Lingkungan wakaf yang kondusif memungkinkan penerapan kurikulum khas DT (BAKU: Baik dan Kuat) yang membentuk santri tidak hanya cerdas akademis, tapi juga peka sosial.

Fasilitas Penunjang Dakwah: Kendaraan operasional sekolah yang merupakan aset wakaf memudahkan mobilitas santri untuk melakukan kegiatan edukatif di luar sekolah, memperluas wawasan mereka tentang realitas masyarakat.

Kunjungan ke LPKA Arcamik menjadi bukti bahwa pendidikan di lingkungan aset Wakaf DT tidak hanya melahirkan siswa yang paham agama, tetapi juga warga negara yang taat hukum.

Aturan dipahami sebagai benteng keselamatan, dan fasilitas wakaf menjadi jalan untuk menghantarkan generasi muda ini menjemput hikmah di mana pun berada. (WIN/NOV)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Belajar Kehidupan di Balik Jeruji: Santri SMA DTBS Putra dan Jejak Manfaat Wakaf DT Read More »

Kajian Qurani Baitul Quran DT di Masjid Daarul Ihsan Telkom Tuai Apresiasi Peserta dan Pihak DKM

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Adab bukan sekadar pelengkap ilmu. Ia adalah pintu kemuliaan.” Kalimat itu menjadi pembuka yang menggugah dalam gelaran Kajian dan Mabit Qurani bertema Taqdimul Adab ’Alal ’Ilm: Ketika Adab Lebih Utama dari Ilmu.

Sebuah pengingat bahwa sebelum seseorang ditinggikan dengan ilmu, adab-lah yang terlebih dahulu menjadikan ia layak dimuliakan.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025, pukul 20.00 — selesai ini terasa begitu istimewa karena perdana diselenggarakan di luar kawasan Daarut Tauhiid, tepatnya di Masjid Daarul Ihsan, Telkom Corporate University, Gegerkalong.

Antusiasme santri begitu terasa, sejalan dengan sambutan hangat dari pihak DKM yang mengaku terkesan dengan suasana kajian yang penuh keteduhan dan kerapian khas Baitul Quran.

Kajian utama dibersamai oleh Ustadz Agus Subagio, S.Pd.I., Al-hafidz, Founder Yayasan Sahabat Al Quran (SAHAL), yang menyampaikan urgensi menata adab sebagai fondasi sebelum memperdalam ilmu

Tausiyah yang mengalir lembut membuat para santri, assatidz, dan jamaah larut dalam suasana muhasabah. Bahkan secara daring, tercatat sekitar 1449 orang ikut menyimak jalannya kajian.

Salah satu santri menyampaikan kesan mendalamnya: “Biasanya kalau bahas adab itu berat, tapi malam ini terasa sangat dekat.

Rasanya seperti diajak bercermin dengan lembut, tapi tetap menampar hati.” Testimoni serupa bergema dari banyak peserta, menandakan bahwa pesan malam itu benar-benar menyentuh dan relevan.

Acara ditutup dengan sesi diskusi, di mana jamaah bisa bertanya langsung seputar materi maupun pengalaman mengamalkan adab dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan suasana yang hangat dan penuh keberkahan, Kajian dan Mabit Qurani kali ini menjadi pengingat bersama bahwa kemuliaan selalu berawal dari adab yang dijaga.

Bagi Ayah Bunda yang ingin putra-putrinya tumbuh dalam lingkungan Qurani yang terarah, dan bagi para calon santri yang rindu belajar dalam suasana yang menumbuhkan jiwa, saat ini BQ Daarut Tauhiid telah membuka Penerimaan Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027.

Kesempatan ini menjadi pintu awal untuk bergabung dalam keluarga besar para penjaga Al Quran dan penempuh jalan adab. Semoga menjadi langkah terbaik menuju masa depan yang diberkahi.

(ATS)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kajian Qurani Baitul Quran DT di Masjid Daarul Ihsan Telkom Tuai Apresiasi Peserta dan Pihak DKM Read More »

Gencatan Senjata Hanya “Di Atas Kertas”, Wakaf DT Terus Gencarkan Cash Wakaf for Palestine

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat di Jalur Gaza terancam runtuh total. Di lapangan, status “jeda kemanusiaan” ini tampaknya hanya sekadar nama.

Laporan terbaru mencatat bahwa dalam kurun waktu 44 hari sejak perjanjian berlaku (10 Oktober), Israel telah melakukan setidaknya 497 pelanggaran kesepakatan.

Pelanggaran sistematis ini telah merenggut nyawa sekitar 342 warga sipil, di mana mayoritas korban adalah kelompok rentan seperti anak-anak, wanita, dan lansia.

Serangan udara masih terus dilancarkan, termasuk insiden pada hari Sabtu lalu yang menewaskan 24 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya.

Realitas Pahit di Lapangan

Kantor Media Pemerintah Gaza mengecam keras tindakan ini sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional yang mencolok.

Israel dituduh terus membatasi aliran bantuan medis yang krusial, serta memperluas pergerakan militernya melewati “garis kuning” (batas demarkasi yang disepakati) di wilayah Gaza Utara, membuat puluhan keluarga terkepung tanpa jalan keluar.

Kecemasan kian memuncak dengan laporan dari jurnalis Al Jazeera yang menyebut bahwa rasa aman warga telah hancur. Warga Gaza memandang perjanjian ini bukan sebagai komitmen damai, melainkan sekadar penarikan taktis oleh Israel untuk mempersiapkan serangan lanjutan.

Tuduhan saling lempar pun terjadi, di mana Hamas menyebut Israel mengarang alasan untuk melanjutkan “perang pemusnahan,” sementara Israel berdalih serangan mereka adalah respons terhadap ancaman pejuang.

Krisis kemanusiaan makin memilukan dengan ditemukannya jenazah warga Palestina yang dikembalikan Israel dalam kondisi mengenaskan—menunjukkan tanda-tanda penyiksaan dan mutilasi.

Tim forensik Gaza mengaku kewalahan mengidentifikasi ratusan jenazah tersebut karena minimnya peralatan laboratorium yang memadai.

Komitmen Wakaf DT: Bantuan Tak Boleh Terhenti

Melihat kondisi gencatan senjata yang rapuh dan agresi yang faktanya masih terus terjadi, Wakaf Daarut Tauhiid (Wakaf DT) mengambil sikap tegas untuk tidak mengendurkan bantuan.

Wakaf DT menyadari bahwa narasi “gencatan senjata” sering kali membuat dunia luar terlena, padahal penderitaan warga Palestina belum berakhir. Oleh karena itu, Wakaf DT memastikan program Cash Wakaf for Palestine tetap berjalan secara intensif.

“Meskipun statusnya gencatan senjata, fakta menunjukkan saudara kita masih diserang dan hidup dalam kepungan. Ini bukan saatnya berhenti, melainkan saatnya memperkuat dukungan,” ungkap perwakilan Wakaf DT.

Melalui program Cash Wakaf for Palestine, Wakaf DT mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menyalurkan kepedulian. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas umat tidak akan surut oleh status politik yang tidak menentu.

Dana yang terkumpul difokuskan untuk kebutuhan darurat yang mendesak akibat blokade dan serangan yang masih berlangsung, serta persiapan pemulihan jangka panjang bagi infrastruktur dan masyarakat Gaza. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: Republika


WAKAFDT.OR.ID

Gencatan Senjata Hanya “Di Atas Kertas”, Wakaf DT Terus Gencarkan Cash Wakaf for Palestine Read More »

Borong Juara di Gebyar Nabilah 2025, Santri DTBS Batam Buktikan Keberkahan Fasilitas Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BATAM – Tiga santri SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Batam kembali mengharumkan nama sekolah dengan memborong gelar juara dalam ajang bergengsi Gebyar Nabilah 2025, Kamis (30/10/2025).

Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan sinergi antara potensi santri dan dukungan fasilitas pendidikan berbasis wakaf yang memadai.

Dalam kompetisi antarsekolah tersebut, Muhammad Faatih dari kelas 7B sukses menyabet Juara 1 Speech Contest berkat kemampuan bahasa Inggrisnya yang impresif.

Sementara itu, di bidang seni, Raniazendra Khairana (Kelas 8C) berhasil meraih Juara 2 Lomba Puisi lewat penghayatannya yang menyentuh, disusul oleh Aisha Sakinah Yusepto (Kelas 8C) yang mengamankan Juara 2 Lomba Solo Vocal dengan kualitas vokalnya yang khas.

Humas SMP DTBS Batam, Oka Raka Kuswanda, menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras para santri. Menurutnya, prestasi ini bukan sekadar piala, melainkan cerminan dari pendidikan karakter baku (baik dan kuat) yang diterapkan sekolah.

“Alhamdulillah, kami bangga. Ini menunjukkan bahwa santri DTBS mampu menyeimbangkan prestasi akademik dan seni dengan tetap menjunjung tinggi adab,” ujar Oka.

Buah Manis Aset Wakaf Produktif Keberhasilan para santri ini tidak terlepas dari peran strategis aset Wakaf Daarut Tauhiid di Batam. Fasilitas sekolah tempat mereka menimba ilmu merupakan wujud nyata dari pengelolaan dana wakaf umat yang dikelola secara produktif.

Gedung sekolah yang representatif, asrama yang kondusif, serta sarana penunjang minat bakat yang digunakan para santri berlatih, merupakan aset wakaf yang terus mengalirkan manfaat.

Prestasi yang diraih Faatih, Raniazendra, dan Aisha menjadi bukti bahwa aset wakaf yang dikelola secara profesional mampu melahirkan generasi berprestasi.

Kemenangan ini sekaligus menjadi laporan pertanggungjawaban nyata kepada para muwakif (pewakaf) bahwa harta yang mereka titipkan telah bertransformasi menjadi prestasi dan pembinaan karakter generasi penerus. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Borong Juara di Gebyar Nabilah 2025, Santri DTBS Batam Buktikan Keberkahan Fasilitas Wakaf Read More »

Dari Lahan Wakaf Lahirkan Juara: Kisah Santri DTBS Batam di Gebyar Nabilah 2025

WAKAFDT.OR.ID | BATAM – Suasana penuh syukur menyelimuti lingkungan SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Batam pada Kamis (30/10/2025).

Di balik tembok sekolah yang berdiri kokoh di atas aset wakaf tersebut, lahir prestasi gemilang dari tiga santri berbakat yang baru saja berkompetisi di ajang Gebyar Nabilah 2025.

Tiga nama santri berhasil mencatatkan tinta emas. Muhammad Faatih (Kelas 7B) tampil memukau juri dan meraih Juara 1 Speech Contest.

Di panggung yang berbeda, Raniazendra Khairana (Kelas 8C) dan Aisha Sakinah Yusepto (Kelas 8C) masing-masing mempersembahkan Juara 2 untuk kategori Lomba Puisi dan Solo Vocal. Penampilan mereka dinilai sangat matang, memancarkan kepercayaan diri yang ditempa melalui latihan disiplin.

Oka Raka Kuswanda, selaku Humas SMP DTBS Batam, menegaskan bahwa prestasi ini adalah buah dari integrasi kurikulum yang mengedepankan akhlak dan kompetensi. “Harapan kami, kemenangan ini memotivasi santri untuk terus menebar manfaat bagi lingkungan,” tuturnya.

Nilai Lebih di Balik Prestasi Namun, ada dimensi lain yang membuat kemenangan ini terasa lebih spesial. Para juara ini ditempa di atas fasilitas pendidikan yang merupakan aset Wakaf Daarut Tauhiid.

Setiap sudut kelas tempat Faatih melatih pidatonya, atau aula tempat Aisha dan Raniazendra mengasah seni, adalah amanah dari umat yang disalurkan melalui wakaf.

Pemanfaatan aset wakaf di DTBS Batam terbukti tidak hanya sekadar bangunan fisik, melainkan menjadi “rahim” yang melahirkan generasi berkualitas. Melalui fasilitas yang nyaman dan berkah ini, para santri dapat fokus mengembangkan potensi terbaik mereka.

Prestasi di Gebyar Nabilah 2025 ini menjadi pesan kuat: Wakaf tidak hanya menahan harta pokoknya, tetapi buahnya terus mengalir dalam bentuk kecerdasan, kreativitas, dan prestasi santri yang kelak akan membangun peradaban. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Dari Lahan Wakaf Lahirkan Juara: Kisah Santri DTBS Batam di Gebyar Nabilah 2025 Read More »

Siswa SD DT Tampilkan Kreasi di Panggung ‘Unjuk Kabisa’

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Pagi itu, halaman dan Sport Center Eco Pesantren 1 Daarut Tauhiid (DT) dipenuhi warna, suara, dan semangat. Aksi Hebat Pahlawan Cilik – Unjuk Kabisa PDS 2025 menghadirkan suasana yang merayakan potensi setiap anak.

Siswa-siswi SD DT terpilih tampil di hadapan guru dan orang tua pada Jumat, 14 November 2025, menunjukkan kreativitas dan kemampuan yang telah mereka asah selama satu tahun.

Tatapan bangga terlihat di wajah para orang tua saat putra-putri mereka mempersembahkan karya terbaik. Setiap tepuk tangan terasa seperti pelukan tak kasat mata, menguatkan langkah kecil yang penuh percaya diri.

Acara dibuka dengan sesi parenting bertema “Pelukan Sang Pahlawan: Saat Anak Belajar dari Hati Orang Tuanya”, sebuah pengingat lembut bahwa kekuatan terbesar anak tumbuh dari dukungan rumah.

Setelah itu, panggung diisi penampilan PDS yang memperlihatkan beragam potensi. Mulai dari olahraga seperti futsal, silat, karate, hingga taekwondo; kreativitas seni seperti paduan suara; sampai keterampilan abad 21 seperti public speaking, robotic, coding, RAM, dan dokcil. Tiap anak tampil dengan usaha terbaik, membawa cerita kecil tentang disiplin dan proses.

Keke, Humas SD Daarut Tauhiid, berharap pengalaman ini menjadi pijakan penting bagi para siswa.

“Semoga kegiatan ini menumbuhkan rasa percaya diri, kecintaan pada belajar, dan adab yang baik dalam diri mereka. Terima kasih kepada para coach, guru, dan orang tua atas dukungan luar biasa sehingga acara ini penuh makna,” ujarnya.

Unjuk Kabisa sekali lagi membuktikan bahwa setiap anak membawa cahaya uniknya sendiri. Dan panggung ini menjadi tempat di mana cahaya itu diberi ruang untuk bersinar.

Eco Pesantren 1 menjadi salah satu pusat pendidikan di Pesantren DT, karena di sana terdapat satuan pendidikan dari tingkat TK/SPS sampai tingkat SMK/SMA.

Lokasi tersebut juga sedang dalam proses pengembangan area. karena kebutuhan fasilitas pendidikan dan dakwah yang semakin luas, sehingga are pendidikan diperlukan lebih banyak. (WIN/Nov)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Siswa SD DT Tampilkan Kreasi di Panggung ‘Unjuk Kabisa’ Read More »

Sabian dan Inspirasi dari Palestina: Dua Juz Hafalan di Pelukan Masjid

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Selasa sore yang teduh di pertengahan November 2025 itu, rintik hujan lembut membasahi kompleks Masjid Daarut Tauhiid (DT) Gerlong, menciptakan suasana yang menenangkan. Di balik kesyahduan tersebut, tersimpan kisah inspiratif seorang anak laki-laki bernama Sabian.

Meski usianya baru 11 tahun dan baru duduk di bangku kelas 6, Sabian telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa terhadap Al-Qur’an. Baru bergabung dengan MDTA DT Gerlong pada Juli 2025—hanya berselang beberapa bulan—ia sudah berhasil menuntaskan hafalan dua juz.

Capaian ini tumbuh subur dari kedekatannya dengan rumah Allah. Rumah Sabian memang berada tepat di belakang Masjid DT Gerlong, memberinya akses yang tak terbatas untuk mengisi waktu luang dengan murajaah (mengulang hafalan) dan menuntut ilmu.

Suara Hati yang Jernih

Ketika ditanya mengenai sumber semangatnya yang begitu besar, Sabian memberikan jawaban yang mengharukan dan penuh kesadaran. Bukan sekadar target pribadi, tetapi ada sebuah inspirasi yang datang dari jauh:

“Saya terinspirasi anak-anak Palestina. Mereka saja tetap belajar di tengah keadaan sulit. Masa kita yang hidup nyaman tidak tersentuh?”

Kalimat sederhana dari seorang anak 11 tahun ini adalah pengingat yang menusuk: motivasi besar sering kali lahir dari hati yang jernih, bahkan di tengah kemudahan yang kita nikmati. Bagi Sabian, kondisi nyaman adalah alasan, bukan halangan, untuk lebih giat lagi.

Rutinitas dan Sahabat Baru

Dalam kesehariannya, Sabian memilih tempat yang tenang di sekitar masjid untuk berkonsentrasi menghafal. Rutinitasnya tertata rapi: ia rutin menyetorkan ayat-ayat yang ia jaga kepada wali kelas, lalu mengulanginya kembali di rumah atau di tempat mengaji. Proses pengulangan ini ia yakini dapat memastikan setiap ayat Al-Qur’an melekat kuat di dalam hatinya.

Ia menjalani semua ini dengan tenang, seolah Al-Qur’an adalah sahabat karib yang ingin ia kenal lebih dekat setiap hari, yang ayat-ayatnya selalu ingin ia bawa kemanapun ia melangkah.

Kisah Sabian menjadi bukti nyata bahwa memakmurkan Masjid DT Gerlong tidak hanya dilakukan oleh jamaah dewasa. Anak-anak pun dapat menghadirkan kehidupan, keberkahan, dan cahaya di dalamnya—melalui hafalan, adab, dan semangat menuntut ilmu.

Semoga langkah kecil Sabian ini terus menjadi inspirasi dan penuntun. Semoga semakin banyak hati yang tumbuh dekat dengan Al-Qur’an, mengisi setiap sudut rumah Allah ini dengan kehidupan dan ketenangan. (WIN/SSP)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sabian dan Inspirasi dari Palestina: Dua Juz Hafalan di Pelukan Masjid Read More »

Perluas Kebaikan: Pembangunan Asrama Santri Daarut Tauhiid Batam Didukung Penuh Komite Wali Santri dan Masyarakat

WAKAFDT.OR.ID | BATAM – Semangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan syiar Islam di Batam terus berkobar melalui proyek pembangunan kompleks Daarut Tauhiid (DT) Batam.

Selain melanjutkan pembangunan Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin Batam yang progresnya kini telah mencapai 50%, fokus utama saat ini adalah mewujudkan asrama santri yang representatif.

Pembangunan asrama ini mendapat sambutan dan dukungan yang sangat positif, terutama dari pihak Komite Wali Santri (KWS) DT Batam, yang melihat proyek ini sebagai langkah strategis dalam menunjang kegiatan belajar dan pembinaan karakter santri.

Sinergi Kuat dari Komite Wali Santri

Reni Haryati, Ketua Komite Wali Santri DT Batam, menegaskan komitmen penuh KWS untuk menyukseskan pembangunan asrama tersebut. Menurutnya, pembangunan fasilitas ini adalah upaya konkret dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi anak-anak mereka.

“Kami ingin bersinergi dalam mengembangkan dakwah Islam di Batam. Pembangunan asrama baru ini adalah niat baik yang akan kami dukung bersama. Semoga menjadi ladang amal bagi seluruh wali santri,” ungkap Reni, penuh harap.

Dukungan ini mencerminkan kesadaran kolektif para orang tua santri akan pentingnya sarana yang memadai untuk membentuk pribadi santri yang berakhlak mulia dan berprestasi.

Kehadiran Pesantren dan Masjid Membawa Keberkahan bagi Warga Lokal

Tak hanya dari internal pesantren, manfaat keberadaan DT Batam juga telah dirasakan nyata oleh masyarakat sekitar. Mardiles, Ketua RT setempat, menjadi saksi bagaimana masjid dan pesantren ini telah memberikan dampak positif bagi lingkungannya.

“Alhamdulillah kami bersama warga selalu melaksanakan sholat di sini. Kami berharap masjid dan asrama ini membawa keberkahan bagi masyarakat,” tutur Mardiles.

Ia menambahkan, dari total 60 Kepala Keluarga (KK) di lingkungan sekitarnya, 40 di antaranya adalah muslim yang merasa sangat terbantu dengan kehadiran DT Batam. Kehadiran kompleks ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat kegiatan ibadah dan pembinaan komunitas.

Pembangunan asrama santri ini diharapkan dapat segera rampung sehingga mampu menampung lebih banyak santri dan mengoptimalkan program dakwah dan pendidikan Daarut Tauhiid di Pulau Batam, sekaligus memperkuat peran DT sebagai mitra pembangunan spiritual bagi masyarakat setempat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Perluas Kebaikan: Pembangunan Asrama Santri Daarut Tauhiid Batam Didukung Penuh Komite Wali Santri dan Masyarakat Read More »

Pembangunan Asrama Santri DT Batam, Momen Penyelesaian Pembangunan Masjid DT Batam

WAKAFDT.OR.ID | BATAM — Kawasan Wakaf Terpadu Daarut Tauhiid Batam melaksanakan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Santri Daarut Tauhiid yang berlokasi di Tembesi, Sagulung, Batam, Kepulauan Riau, pada (15/11/2025).

Pembangunan asrama baru ini sekaligus menjadi bagian dari agenda besar pengembangan dakwah dan pendidikan Daarut Tauhiid di Batam, yang berjalan beriringan dengan penyempurnaan Masjid Rahmatan lil ‘Aalamiin yang saat ini telah mencapai progres 50%.

Acara peletakan batu pertama dihadiri langsung oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) selaku Pembina Yayasan Daarut Tauhiid, jajaran pengurus Yayasan Daarut Tauhiid, komite wali santri, dan masyarakat sekitar.

Bangun Asrama Baru Berkapasitas 75 Santri Gedung asrama yang dibangun memiliki ukuran 19 x 8 meter dan direncanakan mampu menampung 75 santri tambahan.

Dengan jumlah santri yang terus bertambah, kebutuhan ruang asrama yang lebih representatif menjadi prioritas utama dalam pengembangan pesantren di Batam.

Bangunan tersebut rencananya akan mulai dikerjakan pada Desember 2025 mendatang dan ditargetkan selesai pada Mei 2026.

Bendahara Yayasan Daarut Tauhiid, Ujang Karim, menyampaikan bahwa pembangunan ini diharapkan memberikan dampak besar untuk perbaikan akhlak generasi muda di Batam.

“Peletakan batu pertama asrama berukuran 19×8 meter ini insyaAllah akan mencukupi tambahan 75 santri. Kami berharap di tahun 2026 asrama ini selesai bersamaan dengan lanjutan pembangunan 50% Masjid Rahmatan lil ‘Aalamiin Batam. Semoga Allah memudahkan segala urusan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan asrama ini akan memperkuat syiar Islam di Batam.

“Dengan adanya gedung asrama baru, kami berharap pembinaan akhlak generasi muda semakin optimal. Peran Daarut Tauhiid di Batam adalah memperbaiki dan memuliakan akhlak generasi muda,” tambahnya.

Lanjutan Penyempurnaan Masjid Rahmatan lil ‘Aalamiin Batam. Pembangunan masjid Daarut Tauhiid Rahmatan lil ‘Aalamiin Batam yang telah selesai 50% juga menjadi bagian integral dari keseluruhan pengembangan kawasan wakaf terpadu ini.

Lantai pertama masjid telah digunakan sejak tahun 2024, dan telah dilengkapi karpet, perangkat suara, dan atap sementara.

Tahapan berikutnya adalah penyelesaian lantai dua dan pemasangan kubah permanen sebagai fasilitas utama kegiatan ibadah dan pembinaan.

Aa Gym memberikan doa dan dukungan penuh atas dimulainya pembangunan asrama ini.

“Alhamdulillah, semoga apa yang kita lakukan ini menjadi amal sholeh yang kelak mengumpulkan kita di dalam surga,” tutur Aa Gym.

Ketua Komite Wali Santri DT Batam, Reni Haryati, menyampaikan bahwa komite mendukung penuh pembangunan asrama sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan santri.

“Kami ingin bersinergi dalam mengembangkan dakwah Islam di Batam. Pembangunan asrama baru ini adalah niat baik yang akan kami dukung bersama. Semoga menjadi ladang amal bagi seluruh wali santri,” ungkapnya.

Dukungan Masyarakat Lingkungan Sekitar

Ketua RT setempat, Mardiles, menegaskan bahwa masyarakat sekitar merasakan manfaat besar dari kehadiran masjid dan pesantren ini.

“Alhamdulillah kami bersama warga selalu melaksanakan sholat di sini. Kami berharap masjid dan asrama ini membawa keberkahan bagi masyarakat. Dari 60 KK di lingkungan kami, 40 di antaranya muslim dan sangat terbantu dengan keberadaan DT Batam,” terangnya. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Pembangunan Asrama Santri DT Batam, Momen Penyelesaian Pembangunan Masjid DT Batam Read More »