WAKAFDT.OR.ID | BATAM – Semangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan syiar Islam di Batam terus berkobar melalui proyek pembangunan kompleks Daarut Tauhiid (DT) Batam.
Selain melanjutkan pembangunan Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin Batam yang progresnya kini telah mencapai 50%, fokus utama saat ini adalah mewujudkan asrama santri yang representatif.
Pembangunan asrama ini mendapat sambutan dan dukungan yang sangat positif, terutama dari pihak Komite Wali Santri (KWS) DT Batam, yang melihat proyek ini sebagai langkah strategis dalam menunjang kegiatan belajar dan pembinaan karakter santri.
Sinergi Kuat dari Komite Wali Santri
Reni Haryati, Ketua Komite Wali Santri DT Batam, menegaskan komitmen penuh KWS untuk menyukseskan pembangunan asrama tersebut. Menurutnya, pembangunan fasilitas ini adalah upaya konkret dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi anak-anak mereka.
“Kami ingin bersinergi dalam mengembangkan dakwah Islam di Batam. Pembangunan asrama baru ini adalah niat baik yang akan kami dukung bersama. Semoga menjadi ladang amal bagi seluruh wali santri,” ungkap Reni, penuh harap.
Dukungan ini mencerminkan kesadaran kolektif para orang tua santri akan pentingnya sarana yang memadai untuk membentuk pribadi santri yang berakhlak mulia dan berprestasi.
Kehadiran Pesantren dan Masjid Membawa Keberkahan bagi Warga Lokal
Tak hanya dari internal pesantren, manfaat keberadaan DT Batam juga telah dirasakan nyata oleh masyarakat sekitar. Mardiles, Ketua RT setempat, menjadi saksi bagaimana masjid dan pesantren ini telah memberikan dampak positif bagi lingkungannya.
“Alhamdulillah kami bersama warga selalu melaksanakan sholat di sini. Kami berharap masjid dan asrama ini membawa keberkahan bagi masyarakat,” tutur Mardiles.
Ia menambahkan, dari total 60 Kepala Keluarga (KK) di lingkungan sekitarnya, 40 di antaranya adalah muslim yang merasa sangat terbantu dengan kehadiran DT Batam. Kehadiran kompleks ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat kegiatan ibadah dan pembinaan komunitas.
Pembangunan asrama santri ini diharapkan dapat segera rampung sehingga mampu menampung lebih banyak santri dan mengoptimalkan program dakwah dan pendidikan Daarut Tauhiid di Pulau Batam, sekaligus memperkuat peran DT sebagai mitra pembangunan spiritual bagi masyarakat setempat. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
