Wakaf Daarut Tauhiid

Siswa SD DT Tampilkan Kreasi di Panggung ‘Unjuk Kabisa’

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Pagi itu, halaman dan Sport Center Eco Pesantren 1 Daarut Tauhiid (DT) dipenuhi warna, suara, dan semangat. Aksi Hebat Pahlawan Cilik – Unjuk Kabisa PDS 2025 menghadirkan suasana yang merayakan potensi setiap anak.

Siswa-siswi SD DT terpilih tampil di hadapan guru dan orang tua pada Jumat, 14 November 2025, menunjukkan kreativitas dan kemampuan yang telah mereka asah selama satu tahun.

Tatapan bangga terlihat di wajah para orang tua saat putra-putri mereka mempersembahkan karya terbaik. Setiap tepuk tangan terasa seperti pelukan tak kasat mata, menguatkan langkah kecil yang penuh percaya diri.

Acara dibuka dengan sesi parenting bertema “Pelukan Sang Pahlawan: Saat Anak Belajar dari Hati Orang Tuanya”, sebuah pengingat lembut bahwa kekuatan terbesar anak tumbuh dari dukungan rumah.

Setelah itu, panggung diisi penampilan PDS yang memperlihatkan beragam potensi. Mulai dari olahraga seperti futsal, silat, karate, hingga taekwondo; kreativitas seni seperti paduan suara; sampai keterampilan abad 21 seperti public speaking, robotic, coding, RAM, dan dokcil. Tiap anak tampil dengan usaha terbaik, membawa cerita kecil tentang disiplin dan proses.

Keke, Humas SD Daarut Tauhiid, berharap pengalaman ini menjadi pijakan penting bagi para siswa.

“Semoga kegiatan ini menumbuhkan rasa percaya diri, kecintaan pada belajar, dan adab yang baik dalam diri mereka. Terima kasih kepada para coach, guru, dan orang tua atas dukungan luar biasa sehingga acara ini penuh makna,” ujarnya.

Unjuk Kabisa sekali lagi membuktikan bahwa setiap anak membawa cahaya uniknya sendiri. Dan panggung ini menjadi tempat di mana cahaya itu diberi ruang untuk bersinar.

Eco Pesantren 1 menjadi salah satu pusat pendidikan di Pesantren DT, karena di sana terdapat satuan pendidikan dari tingkat TK/SPS sampai tingkat SMK/SMA.

Lokasi tersebut juga sedang dalam proses pengembangan area. karena kebutuhan fasilitas pendidikan dan dakwah yang semakin luas, sehingga are pendidikan diperlukan lebih banyak. (WIN/Nov)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID