Wakaf Daarut Tauhiid

Sabian dan Inspirasi dari Palestina: Dua Juz Hafalan di Pelukan Masjid

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Selasa sore yang teduh di pertengahan November 2025 itu, rintik hujan lembut membasahi kompleks Masjid Daarut Tauhiid (DT) Gerlong, menciptakan suasana yang menenangkan. Di balik kesyahduan tersebut, tersimpan kisah inspiratif seorang anak laki-laki bernama Sabian.

Meski usianya baru 11 tahun dan baru duduk di bangku kelas 6, Sabian telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa terhadap Al-Qur’an. Baru bergabung dengan MDTA DT Gerlong pada Juli 2025—hanya berselang beberapa bulan—ia sudah berhasil menuntaskan hafalan dua juz.

Capaian ini tumbuh subur dari kedekatannya dengan rumah Allah. Rumah Sabian memang berada tepat di belakang Masjid DT Gerlong, memberinya akses yang tak terbatas untuk mengisi waktu luang dengan murajaah (mengulang hafalan) dan menuntut ilmu.

Suara Hati yang Jernih

Ketika ditanya mengenai sumber semangatnya yang begitu besar, Sabian memberikan jawaban yang mengharukan dan penuh kesadaran. Bukan sekadar target pribadi, tetapi ada sebuah inspirasi yang datang dari jauh:

“Saya terinspirasi anak-anak Palestina. Mereka saja tetap belajar di tengah keadaan sulit. Masa kita yang hidup nyaman tidak tersentuh?”

Kalimat sederhana dari seorang anak 11 tahun ini adalah pengingat yang menusuk: motivasi besar sering kali lahir dari hati yang jernih, bahkan di tengah kemudahan yang kita nikmati. Bagi Sabian, kondisi nyaman adalah alasan, bukan halangan, untuk lebih giat lagi.

Rutinitas dan Sahabat Baru

Dalam kesehariannya, Sabian memilih tempat yang tenang di sekitar masjid untuk berkonsentrasi menghafal. Rutinitasnya tertata rapi: ia rutin menyetorkan ayat-ayat yang ia jaga kepada wali kelas, lalu mengulanginya kembali di rumah atau di tempat mengaji. Proses pengulangan ini ia yakini dapat memastikan setiap ayat Al-Qur’an melekat kuat di dalam hatinya.

Ia menjalani semua ini dengan tenang, seolah Al-Qur’an adalah sahabat karib yang ingin ia kenal lebih dekat setiap hari, yang ayat-ayatnya selalu ingin ia bawa kemanapun ia melangkah.

Kisah Sabian menjadi bukti nyata bahwa memakmurkan Masjid DT Gerlong tidak hanya dilakukan oleh jamaah dewasa. Anak-anak pun dapat menghadirkan kehidupan, keberkahan, dan cahaya di dalamnya—melalui hafalan, adab, dan semangat menuntut ilmu.

Semoga langkah kecil Sabian ini terus menjadi inspirasi dan penuntun. Semoga semakin banyak hati yang tumbuh dekat dengan Al-Qur’an, mengisi setiap sudut rumah Allah ini dengan kehidupan dan ketenangan. (WIN/SSP)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID