Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Wakaf DT di atapkita.com

Makin Mudah, Berwakaf ke Wakaf DT Bisa di Atapkita.com

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) merupakan salah satu lembaga profesional yang selalu berusaha berinovasi, termasuk dalam hal cara berwakaf.

Wakaf DT selalu berusaha memberikan kemudahan kepada bermasyakat dengan mamanfaatkan kemajuan teknologi, salah satunya menggunakan platform crowd funding. Yang terbaru adalah Atapkita.com.

Zaki Ghaidak Akbar, Staf Digital Fundraising Wakaf DT mengungkapkan Atapkita.com memiliki beberapa keunggulan, di antaranya bisa diakses di berbagai platform karena berbasis website serta sudah tersedia dalam bentuk aplikasi mobile, baik Android, Ios, maupun huawei.

Selain itu, Atapkita.com juga menyediakan berbagai metode pembayaran. Hal tersebut, tegasnya, memudahkan orang untuk berwakaf. Mereka bisa berwakaf menggunakan berbagai platform dan bisa memilih metode pembayaran yang diinginkan.

“Atapkita.com dapat diakses melalui situs web serta aplikasi mobile yang tersedia untuk perangkat iPhone, Android dan huawei. Hal itu memudahkan pengguna dalam mengakses layanan di berbagai perangkat. Platform ini juga menawarkan berbagai metode pembayaran, termasuk transfer bank dan e-wallet seperti Dana, OVO, dan LinkAja, sehingga proses donasi menjadi lebih praktis bagi donatur,” jelas Zaki, Selasa (18/2/2025).

Baca juga: Mudahkan Berwakaf, Wakaf DT Targetkan Enam Platform Digital Baru di 2025

Ia berharap semakin banyak orang yang terbantu untuk berwakaf ke Wakaf DT dengan hadirnya Wakaf DT di Atapkita.com. Bagi yang ingin berwakaf ke Wakaf DT, jelasnya, bisa langsung mengklik atapkita.com kemudian klik program Wakaf DT. Setelah itu, pilih metode pembayaran yang diinginkan.

“Empat program Wakaf DT ada di Atapkita.com, yakni Wakaf Masjid DT Rahmatan Lil Alamin, Wakaf Mushaf Al-Quran, Wakaf Pengembangan Pesantren, dan Wakaf Masjid Al-Latief DT Australia. Insya Allah, wakaf makin mudah di atapkita.com,” pungkasnya.

Sahabat yang ingin berwakaf diAtapkita.com bisa langsung mengklik: https://atapkita.com/. (AID)

Makin Mudah, Berwakaf ke Wakaf DT Bisa di Atapkita.com Read More »

masjid dt jambi 48%

Pembangunan Masjid DT Jambi Capai 48%, Ini Sisa Pekerjaannya

WAKAFDT.OR.ID | JAMBI – Progres pembangunan Masjid Rahmatan Lil Alamin Daarut Tauhiid Jambi (Masjid DT Jambi) mencapai 48% per pekan ketiga Februari 2025.

Manajer Lokasi (Site Manager) Pembangunan Masjid DT Jambi Rohman mengatakan, pembangunan Masjid DT Jambi dihentikan terlebih dahulu karena karena keterbatasan dana wakaf. Ia mengatakan pekerjaan terakhir yang dikerjakan adalah pekerjaan atap.

Pekerjaanya selanjutanya yang perlu dilakukan, sebut Rohman, di antaranya pekerjaan rabat area dalam dan selasar, pemasangan granit, pekerjaan plester area dinding depan dan kamar mandi, dan pekerjaan pengacian dan openingan.

Selain itu, pekerjaan mechanical, electrical, and plumbing (MEP), pekerjaan plafon, dan pekerjaan kusen almunium jendela dan pintu juga belum dilakukan.

“Sementara pekerjaan Masjid DT Jambi, pekan kemarin, dihentikan dulu. Untuk progresnya kurang lebih 48%. Pekerjaan yang dibutuhkan Pekerjaan rabat area dalam dan selasar, pemasangan granit, pekerjaan plester area dinding depan dan kamar mandi, dan pekerjaan pengacian dan openingan, Pekerjaan MEP, pekerjaan plafon, dan pekerjaan kusen almunium jendela dan pintu,” jelasnya, Senin (17/2/2025).

Baca juga: Ini Progres Pembangunan Masjid DT Jambi Akhir Januari 2025

Pembina DT KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengatakan, pembangunan Masjid DT, termasuk Masjid DT Jambi, merupakan ladang amal bagai siapapun yang ingin mempersiapkan bekal terbaik untuk kelak di akhirat.

Bagi yang ingin berwakaf untuk pembangunan Masjid DT, bisa datang langsung ke kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung.

Wakaf juga bisa ditransfer ke BSI 78221 78221 atau Bank Danamon Syariah 8800299615 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid. Untuk informasi dan konfirmasi, bisa menghubungi call center Wakaf DT; 085 200 123 123. (AID)

    Pembangunan Masjid DT Jambi Capai 48%, Ini Sisa Pekerjaannya Read More »

    bulan syaban

    Berpuasa Setelah Pertengahan Syaban

    WAKAFDT.OR.ID | Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam (Saw) menganjurkan untuk memperbanyak di bulan Syaban. Namun, ada hadist yang menyebutkan larangan puasa setelah pertengahan bulan Syaban.

    Di antara hadist tersebut adalah hadist dari Abu Hurairah Radhiallahuanhu (ra), Nabi Saw bersabda, “Jika tersisa separuh bulan Syaban, janganlah berpuasa.” (HR. Tirmidzi dan Abu Daud)

    Dalam hadist lain: “Jika tersisa separuh bulan Sya’ban, maka tidak ada puasa sampai dating Ramadhan.” (HR. Ibnu Majah)

    Kemudian hadist lainnya: “Jika tersisa separuh bulan Sya’ban, maka tahanlah diri dari berpuasa hingga dating bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad)

    Para ulama berselisih pendapat dalam menilai hadits-hadits di atas dan hukum mengamalkannya. Di antara ulama yang menshahihkan hadits di atas adalah At Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al Hakim, Ath Thahawiy, Ibnu ‘Abdil Barr., dan Syaikh Al Albani rahimahullah (rh).

    Sedangkan ulama yang berpendapat hadist tersebut lemah adalah ’Abdurrahman bin  Mahdiy, Imam Ahmad, Abu Zur’ah Ar Rozi, dan Al Atsrom rh. Alasan mereka adalah karena hadits di atas bertentangan dengan hadits,“Janganlah mendahulukan Ramadhan dengan sehari atau dua hari berpuasa.” (HR. Muslim).

    Al Atsrom ra mengatakan,“Hadits larangan berpuasa setelah separuh bulan Syaban bertentangan dengan hadits lainnya. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri berpuasa di bulan Syaban seluruhnya (mayoritasnya) dan beliau lanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan.

    “Dan hadits di atas juga bertentangan dengan hadits yang melarang berpuasa dua hari sebelum Ramadhan. Kesimpulannya, hadits tersebut adalah hadits yang syadz, bertentangan dengan hadits yang lebih kuat.”

    Hadist lainnya yang menjelaskan Rasulullah Saw memperbanyak puasa di bulan Syaban adalah hadist-hadist dari Aisyah ra, di antaranya Aisyah ra mengatakan:

    Rasulullah Saw sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah Saw berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syaban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Baca juga: Siapkan Ramadhan dengan Amalan di Bulan Syaban

    Asy Syaukani rh dalam Nailul Author mengatakan,  “Riwayat-riwayat ini bisa dikompromikan dengan kita katakan bahwa yang dimaksud dengan kata “kullu” (seluruhnya) di situ adalah kebanyakannya (mayoritasnya).

    “Alasannya, sebagaimana dinukil oleh At Tirmidzi dari Ibnul Mubarrok. Beliau mengatakan bahwa boleh dalam bahasa Arab disebut berpuasa pada kebanyakan hari dalam satu bulan dengan dikatakan berpuasa pada seluruh bulan.”

    Berkaitan dengan berpuasa setelah pertengahan Syaban, Dalam Lathoif Al Ma’arif, Imam Asy Syafi’i dan ulama Syafi’iyah, serta Hambali rh memilki pendapat yang berada di pertangahan, antara melarang dan membolehkan.

    Mereka mengatakan bahwa larangan berpuasa setelah separuh bulan Syaban adalah bagi orang yang tidak memiliki kebiasaan berpuasa ketika itu. Jadi bagi yang memiliki kebiasaan berpuasa (seperti puasa senin-kamis), boleh berpuasa ketika itu. Wallahualam. (AID)

    Baca juga: Peringatan Malam Nisfu Syaban

    Sumber: Rumaysho

    Berpuasa Setelah Pertengahan Syaban Read More »

    jenis-jenis wakaf

    Pahami Sembilan Jenis Wakaf, Apa Saja?

    WAKAFDT.OR.ID | Wakaf merupakan sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir walau pewakafnya (wakif) sudah tiada karena harta wakafnya harus tetap utuh dan dikelola untuk memberikan manfaat berkelanjutan kepada penerima manfaatnya sesuai akad wakafnya.

    Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam (Saw) bersabda, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim)

    Setidaknya ada 9 jenis wakaf dilihat dari empat sisi, yakni dari peruntukan, jenis harta wakaf, waktu, dan penggunaan. Berikut penjelasannya:

    Wakaf berdasarkan peruntukannya artinya wakaf dilihat dari mawukuf alaih-nya atau penerima manfaatnya. Wakaf berdasarkan peruntukannya dibagi menjadi tiga, yakni:

    Pertama, wakaf khairi, yakni wakaf yang manfaatnya ditujukan untuk masyarakat umum. Contohnya masjid, sekolah, rumah sakit, hutan, sumur, dan bentuk lainnya untuk kesejahteraan masyarakat.

    Kedua, wakaf ahli, yakni wakaf yang manfaatnya ditujukan untuk keturunan dan keluarga wakifnya. Contohnya seperti wakaf para sahabat radhiallahu anhum, di antaranya Abu Thalhah ra, Abu Bakar ra, dan Zubair bin Awwam ra.

    Ketiga, wakaf musytarak merupakan wakaf yang manfaatnya ditujukan untuk keturunan wakif dan masyarakat umum. Contohnya yayasan di atas tanah wakaf dan pembebasan sumur pribadi untuk digunakan oleh masyarakat luas.

    Selanjutnya wakaf berdasarkan penggunaannya artinya wakaf dilihat dari langsung atau tidak manfaat dirasakan oleh maukuf alaih. wakaf berdasarkan penggunaannya dibagi menjadi dua, yaitu:

    Pertama, wakaf mubasyir atau dzati, yaitu wakaf yang manfaatnya langsung digunakan oleh maukuf alain. Contoh masjid, sekolah, dan rumah sakit.

    Kedua, wakaf istitsmary, yaitu wakaf yang dikelola secara produktif terlebih dahulu, baru kemudian manfaatnya digunakan oleh maukuf alaih. Contohnya wakaf uang yang dinvestasikan terlebih dahulu, baru kemudian hasilnya dimanfaatkan oleh maukuf alaih.

    Kemudian, wakaf berdasarkan waktunya dibagi menjadi dua, yakni:

    Pertama, wakaf muabbad, yaitu wakaf yang diberikan untuk selamanya. Contohnya wakaf tanah yang di atasnya dibangun masjid atau sekolah.

    Kedua wakaf muaqot, yaitu wakaf yang diberikan untuk jangka waktu terntantu atau sementara. Dalam piqih wakaf kontemporer, wakaf muaqot diperbolehkan. Contohnya, wakaf uang untuk jangka waktu tertentu untuk diinvestasikan.

    Terakhir, wakaf berdasarkan jenis harta yang wakafkannya, yang dibagi menjadi dua, yakni:

    Pertama, wakaf harta bergerak, yakni wakaf yang harta bendanya bisa bisa bergerak, contohnya uang dan kendaraan.

    Kedua, wakaf harta tidak bergerak, yakni wakaf yang hartanya tetap dan tidak bergerak, seperti tanah atau bangunan.

    Sebagai tambahan, wakaf yang ditunaikan langsung dengan uang, dibedakan menjadi dua, yakni wakaf uang dan wakaf dengan uang. Wakaf uang berarti uang yang diwakafkan menjadi harta benda wakafnya yang kemudian tidak boleh habis dan harus diproduktifkan.

    Sementara itu wakaf dengan uang adalah wakaf yang meskipun ditunaikan dengan uang, namun uang tersebut dibelikan kepada benda wakaf sesuai akadnya. Contohnya wakaf masjid, maka uang yang diwakafkannya akan digunakan untuk membeli semua keperluan masjid.

    Baca juga: Wakaf Para Sahabat RA, dari Wakaf Tanah hingga Senjata Perang

    Semoga kita semakin semangat dan yakin untuk berwakaf karena wakaf pahalanya terus mengalir meskipun kita telah meninggal dunia dengan memberikan manfaat berkelanjutan bagi maukuf alaihnya.

    Wakaf DT memberikan peluang kepada masyarakat luas untuk berwakaf berbagai jenis wakaf. Jika ingin berwakaf dengan uang bisa berdonasi untuk Wakaf Masjid Rahmatan Lil Alamin, Wakaf Mushaf Al-Quran, Wakaf Pengembangan Pesantren, dan Wakaf Masjid Al-Latief DT Australia.

    Bagi yang ingin berdonasi wakaf uang, bisa berwakaf untuk program Cash Waqf. Donasi wakaf bisa dengan akad wakaf muabad atau selamanya atau wakaf muaqot atau sementara.

    Wakaf bisa dengan mudah dilakukan di web wakafdt.or.id, sedekahjariyah.id, bigamal, amalsholeh, dan atapkita. (AID)

    Sumber: bwi.go.id, megasyariah.co.id, yatimmandiri.org, Buku Fiqih Kontemporer

    Pahami Sembilan Jenis Wakaf, Apa Saja? Read More »

    DPR minta bwi capai target wakaf uang 2025

    DPR Minta BWI Capai Target Wakaf Uang Rp180 T pada 2025

    WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Komisi VIII DPR RI meminta Badan Wakaf Indonesia (BWI) meningkatkan kinerja untuk mencapai target potensi ekosistem wakaf uang sebesar Rp180 triliun pada 2025.

    “Komisi VIII DPR RI mengapresiasi capaian dan target kinerja tahun 2024 dan selanjutnya mendesak Badan Wakaf Indonesia atau BWI untuk meningkatkan target capaian potensi ekosistem wakaf uang sebesar Rp180 triliun. Ini bisa, Pak,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid dalam rapat dengar pendapat dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan BWI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/2/2025).

    Komisi VIII DPR juga meminta BWI untuk mengoptimalkan kontribusi wakaf tanah dan wakaf bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.

    “Juga memastikan pelaksanaan program prioritas Gerakan Indonesia Berwakaf (GIB) yang meliputi program wakaf uang, wakaf calon pengantin, wakaf dana abadi masjid, wakaf penyuluh agama, wakaf jamaah haji dan umrah, dan wakaf dana abadi pendidikan pesantren,” kata Abdul Wachid.

    BWI diminta menggerakkan wakaf tunai dengan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak terkait, merespons dan menindaklanjuti wakaf tanah bekerja sama dengan kementerian/lembaga terkait.

    Sementara untuk meningkatkan kinerja Baznas dan BWI, dikatakannya, Komisi VIII DPR berkomitmen memberi dukungan beberapa kebijakan dari aspek dukungan program, kebutuhan regulasi, kelembagaan, SDM, dan anggaran melalui penguatan kelembagaan Baznas dan BWI.

    “Memberi dukungan sejumlah kebijakan melalui penguatan kelembagaan dengan melakukan perubahan pola hubungan kelembagaan yang bersifat struktural, tidak lagi koordinatif, baik Baznas dan BWI di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,” kata Abdul Wachid.

    Juga dengan melakukan percepatan perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan perubahan Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.

    Baca juga: Kemenag dan Kementerian ATR/BPN Sertifikasi 23 Ribu Tanah Masjid

    Baca juga: Kemenag Luncurkan Panduan Strategis Pengelolaan Zakat dan Wakaf 2025

    Sumber: Antara

    DPR Minta BWI Capai Target Wakaf Uang Rp180 T pada 2025 Read More »

    masjid dt eco 2 95% 2

    Dua Pekan Menuju Peresmian, Ini Progres Masjid DT Eco 2

    WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pembina Daarut Tauhiid (DT) KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) akan meresmikan Masjid Rahmatan Lil Alamin DT Eco Pesantren 2 (Masjid DT Eco 2) pada Jumat, 28 Februari 2025.

    Dua pekan menuju peresmian, progres pembangunan Masjid DT Eco 2 mencapai 95%. Terihat ornamen GRC lisplank dan kubah sedang dalam proses pengecatan dan penyelesaian plafon motif lantai mezanin.

    “Kita sekarang fokus untuk mengejar tanggal 28 (Februai 2025) untuk peresmian. Kalau sekarang progresnya kurang lebih 95%. Insya Allah, kita bisa mengejar buat persemian nanti,” kata Bhekti Triwahyuningtyas, Ketua Tim Monitoring dan Pengendalian Pembangunan DT, Kamis (13/2/2025).

    Bhekti menjelaskan, ketika peresmian, Masyakarat dan para santri sudah bisa menggunakan masjid untuk ibadah. Ketika Ramadhan, lanjutnya, masjid sudah bisa digunakan untuk beragai kegiatan Ramadhan, seperti tarawih dan kajian.

    “Jadi ketika peresmian itu sekaligus Jumatan pertama di sini. Ramadhan, (masjid) sudah bisa dipake masyarakat dan santri. Santri PDF juga kan udah di sini. Mereka tanggal 25 (Februari) udah di sini,” jelasnya.

    Baca juga: Ini Progres Masjid DT Lubuklinggau Awal Februari 2025

    Ia menegaskan, setelah peresmian, pekerjaan pembangunan Masjid DT Eco 2 masih berlanjut karena masih ada bagian-bagian yang belum selesai, di antaranya pembuatan kubah-kubah kecil dan menara, instalasi CCTV, TV, dan penyelesaian audio masjid.

    “Masjid sudah bisa digunakan, tapi pengerjaan masjid masih berlanjut, kan ada kubah-kubah kecil belum dipasang, menara juga. CCTV, TV, dan penyelesaian audio juga,” tegasnya.

    Bhekti berharap Masjid DT Eco 2 bisa selesai sesuai target, terutama target untuk peresmian dan ketika Ramadhan masjid sudah bisa makmur dengan berbagai kegiatan.

    “Pokoknya kita sekarang mengejar tanggal 28 itu dan Ramadhan sudah bisa digunakan. Insya Allah, mudah-mudahan bisa sesuai dengan target,” pungkasnya.

    Masjid DT Eco 2 akan menjadi pusat kegiatan Kawasan Wakaf Terpadu DT Eco 2 yang akan ditempati oleh santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF). Selain masjid, akan ada juga bangunan sendiri untuk ruang kelas dan asrama bagi para santri.

    Bagi sahabat yang ingin berwakaf untuk pembangunan Masjid DT Eco 2 bisa datang langsung ke Kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung atau Wakaf DT Jakarta di kantor Masjid DT Jakarta Jalan Cipaku I No.18 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Wakaf juga bisa ditransfer ke BSI 78221 78221 atau Bank Danamon Syariah 8800299615 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid. Untuk informasi dan konfirmasi, bisa menghubungi call center Wakaf DT; 085 200 123 123.

    Wakaf secara online juga bisa dilakukan melalui wakafdt.or.id, sedekahjariyah.id, Whatsapp, bigamal, dan amalsholeh. (AID)

    Baca juga: Ini Progres Pembangunan Masjid DT Jambi Akhir Januari 2025

    Dua Pekan Menuju Peresmian, Ini Progres Masjid DT Eco 2 Read More »

    kandang cijanggel 95% wakaf produktif

    Capai 95%, Ini Progres Kandang Kambing Cijanggel

    WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pembangunan kandang kambing Cijanggel mencapai 95% per 12 Februari 2025. Kandang tersebut merupakan bagian dari usaha wakaf produktif Wakaf Daarut Tauhiid (DT) dari program Cash Waqf.

    Zaenal Akhmad S, Kepala Subbagian Agrobisnis Unit Usaha Wakaf Produktif menjelaskan, pembangunan kandang kambing Cijanggel sedang dalam proses finishing.

    Update kandang kambing hari ini 12 Februari 2025 sekitar 95%. Selanjutnya proses finishing; pengecatan pernis kandang, instalasi air minum ternak, penyelesaian rumah ABK (anak buah kandang),” jelasnya, Rabu (12/2/2025).

    Riyadi Suryana, Manager Program Wakaf Produktif Wakaf DT mengatakan, nantinya kandang kambing tersebut bisa menampung kambing 400 kambing; 100 kambing breeding (anakan) dan 300 kambing fattening (penggemukan).

    “Nanti ada yang fattening dan ada yang breeding. Kandangnya bisa menampung 400 kambing. 100 breeding dan 300 fattening. Yang breeding bisa 3 kali panen dalam setahun,” kata Riyadi.

    Baca juga: Wakaf DT Salurkan Hasil Optimalisasi Cash Waqf for Humanity (Palestine)

    Riyadi optimis dari ternak kambing, uang wakaf yang sudah dikumpulkan bisa menghasilkan keuntungan, yang bisa digunakan untuk langsung digunakan untuk maukuf alaih (penerima manfaat) dan dikembangkan kembali menjadi wakaf produktif.

    “Nanti hasilnya akan digunakan untuk mawukuf alaih dan pengembangan kembali wakaf produktif. Insya Allah, dari usaha wakaf produktif peternakan kambing ini hasilnya bisa dibayangkan dan kita sudah perhitungkan. semoga usaha wakaf produktif ini bisa menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi umat,” pungkas Riyadi.

    Bagi sahabat yang ingin berwakaf untuk program wakaf produktif Cash Waqf, bisa langsung berwakaf di kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung.

    Wakaf juga bisa ditransfer melalui rekening BSI 8200 123 124 atau Bank Danamon Syariah 8800 2995 16 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid, kemudian konfirmasi ke call center Wakaf DT 085 200 123 123. (AID)

    Wakaf Secara Digital:  Whatsapp Wakaf DTwakafdt.or.id, dan sedekehjariyah.id

    Capai 95%, Ini Progres Kandang Kambing Cijanggel Read More »

    sedekah jariyah, wakaf ibunda tercinta

    Sedekah Jariyah, Wasiat Ibunda Tercinta

    WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Beberapa waktu lalu, Wakaf Daarut Tauhiid mendapatkan kehormatan menjadi naszhir terpilih salah seorang saudara muslim keturunan Palestina asal Jerman, yang memenuhi wasiat almarhumah ibunya.

    Muslimah yang akrab disapa sister Amaal tersebut merasa bahagia karena keinginan ibunya untuk sedekah jariyah atau wakaf akhirnya bisa terpenuhi.

    Wakafnya diakadkan sesuai permintaan mendiang ibunya, yaitu untuk wakaf masijd dan sekolah pendidikan Islam yang mengajarkan Al-Quran.

    Saya tertegun merasa malu membaca surat berisi cerita perjuangan ibunya, imigran yang hidup di Jerman dengan tetap taat kepada Allah dan becita-cita memilki amal jariyah di tengah segala keterbatasan:

    Dialah Samira Mohammad Mohammad Al-Maghathah, anak perempuan tertua dari 11 bersaudara, lahir di Aman, Yordania, dari orang tua Palestina yang terpaksa mengungsi dari rumahnya di Hehoul, dekat Hebron, karena tragedi pembantaian dan pengusiran 1948.

    Pada usia 16 tahun, Samira muda menikah dengan pria Palestina yang terpaut 16 tahun lebih tua, yang kemudian membawanya bermigasi ke Jerman.

    Suaminya membanting tulang dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan bercita-cita menghabiskan masa pensiun di Palestina bersamanya.

    Di tengah segala kendala, termasuk bahasa dan budaya Jerman yang asing, serta keterasingan sebagai minoritas, ia tetap kuat menjalankan keimanannya, terutama shalat lima waktu.

    Hidupnya sangat teratur dan disiplin berdasarkan waktu shalat. Tak sekalipun, ia tertinggal shalat berjamah di awal waktu. Bahkan, dia selalu bersiap shalat sebelum azan berkumandang.

    Ia tidak melewatkan takbir pertama. Ia selalu mengutamakan Allah Taala. Sampai akhirnya, hati sang suami tersentuh, kemudian menjadi mejadi taat menjalankan shalat tepat waktu.

    Dari pernikahannya, mereka dianugrahi empat anak, dua perempuan dan dua laki-laki. Ia sekuat tenaga membesarkan anak-anaknya dengan penuh cinta dan sesuai ajaran Islam.

    Samira memiliki keinginan berwakaf untuk pembangunan masjid sejak dulu. Oleh karena itu, ketika anak-anaknya sudah remaja, Samira yang masih di usia 30an memutuskan untuk bekerja. 

    Tujuannya bekerja, selain menabung untuk wakaf masjid, juga  membantu menyiapkan masa depan anak-anaknya.

    Ia bekerja selama lima tahun sampai dihentikan oleh tumor ganas di otaknya. Dan ternyata sudah stadium akhir. Ketika itu usianya baru menginjak 40.

    Dokter memvonis hidupnya tidak akan lama lagi. Semua dokter mengatakan dia tidak akan kuat melewati sakit yang dideritanya.

    Namun, Samira masih ingin hidup. Ia berdoa kepada Allah agar diberi kesempatan untuk hidup lebih lama agar bisa menemani anak-anaknya dan menunaikan ibadah haji.

    Atas rahmat dan kasih sayang Allah, Allah mengabulkan doanya. Setelah melewati operasi yang sangat kritis dan kemo, serta radiasi secara intesif, Ia bisa bertahan selama 23 tahun lebih, walau dengan tertatih.

    Ia bisa menunaikan salah satu keinginannya, berhaji. Bersama suami yang menyayanginya, ia menuaikan ibadah haji walau dengan penuh lelah dan kondisi yang lemah.

    Semua dokter menyebut hidupnya adalah sebuah keajaiban yang luar biasa. Dalam sejarah kedokteran, hal tersebut tidak pernah terjadi, bahkan sampai saat ini.

    Allah kembali mengujinya dengan kematian sang suami yang tidak terduga. Kemudian, ujian besar lain datang; kurang dari empat bulan setelah ditinggal sang suami, Ia mengalami pendarahan di otak dan tumor kembali tumbuh, kali ini, di dalam perutnya.

    Hal tersebut menyebabkan Samira yang lemah tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tidak bisa berbicara dan bergerak. Ia mengalami lumpuh total baik fisik dan mental.

    Hal yang sangat menyakitkan bagi anak-anaknya, melihat Samira terkulai lemah tanpa bisa berbuat apa-apa, termasuk shalat, hal yang sangat dicintainya.

    Setelah menderita selama 1.5 tahun, Allah memanggilnya. Ia meninggal di pangkuan salah seorang anaknya.

    Ia meninggal tanpa hutang dan kenangan yang buruk di mata orang-orang yang mengenalnya. Tak satupun kesalahan yang harus dimaafkan.

    Alharhumah malah meninggalkan emas kepada anak-anaknya, yang belum sempat ia wakafkan. Ia berwasiat agar diwakafkan untuk pembangunan masjid dan kelas yang digunakan untuk belajar Al-Quran.

    “Kami sangat mencintai dan merindungkan beliau. Kami tidak akan pernah melupakan semua nasihat dan cintanya kepada Allah Taala. Semoga Allah Taala meneranginya dengan cahaya-Nya dan menempatkan beliau di surga tanpa hisab. Aamiin ya Rabbal Alamin. Mohon doakan beliau dan semua muslim yang telah wafat,” tutup Amaal. (AID)

    Sedekah Jariyah, Wasiat Ibunda Tercinta Read More »

    penyaluran optimalisasi wakaf cash waqf for humanity (palestine)

    Wakaf DT Salurkan Hasil Optimalisasi Cash Waqf for Humanity (Palestine)

    WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) menyalurkan hasil optimalisasi wakaf tunai dari program Cash Waqf senilai 57 juta rupiah, yang diserahkan kepada DT Peduli pada Jumat (7/2/2025) di akhir kajian santri karya DT.

    Direktur Wakaf DT Doddy Ekapriades Topan menjelaskan, hasil optimalisasi tersebut akan disalurkan untuk bantuan tenda yang sedang urgen dibutuhkan warga Palestina di tengah cuaca dingin saat ini.

    “Itu untuk tenda musim dingin sebanyak 5 tenda, senilai 45 juta. Sisanya untuk selimut. Itu yang dibutuhkan sekarang,” kata Doddy.

    Penyaluran oleh DT Peduli, lanjut Doddy, akan dilakukan pada pertengahan Februari 2025 mendatang. Dia mengaku bersyukur, usaha wakaf produktif untuk optimalisasi Cash Waqf for Humanity (Palestine) cukup berhasil dilakukan.

    ‘Alhamdulillah, ini kan amanah. Akhirnya kita bisa menyalurkan bantuan setelah dioptimalisasi. Insya Allah, ini akan menjadi bantuan berkelanjutan,” imbuhnya.

    Manajer Program Wakaf Produktif Riyadi Suryana menjelaskan Cash Waqf for Humanity (Palestine) merupakan wakaf produktif yang hasilnya disalurkan untuk berbagai bantuan ke Palestina, seperti termasuk kebutuhan saat musim dingin.

    “Program ini di-launching pada November tahun kemarin. Ini menjadi aksi kita untuk memberikan bantuan yang berkelanjutan, karena wakaf ini pokoknya terus dikelola atau dioptimasliasi yang hasilnya nanti disalurkan ke sana (Palestina). Jadinya berkelanjutan,” jelas Riyadi.

    Riyadi mengatakan, optimalisasi Cash Waqf for Humanity (Palestine) dilakukan dengan bekerja sama dengan Jawara Farm dengan usaha ternak kambing perah. Ia menyebut, hasil dari usaha ternak tersebut bisa mencapai 20% dengan pokok yang masih utuh.

    Dana wakaf yang terkumpul sebagian juga digunakan sebagai modal penyediaan hewan kurban domba yang dikelola Wakaf DT sendiri. Saat ini, Wakaf DT sedang menyiapkan domba untuk masa kurban di tahun mendatang.

    Ia berharap semua bisa berjalan lancar, termasuk pengiriman bantuan pada Desember mendatang. Ia juga berharap, program Cash Waqf for Humanity (Palestine) bisa terus menjadi jalan untuk memberikan bantuan berkelanjutan sesuai dengan tujuannya.

    “Semoga semua lancar. Saya mohon doa juga kepada semua semoga semua lancar dan berkah,” pungkasnya.

    Donasi wakaf untuk program Cash Waqf for Humanity (Palestine) bisa dilakukan langsung di kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung atau Kantor DT Jakarta di Jalan Cipaku I No. 18 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Wakaf untuk Cash Waqf for Humanity juga bisa ditransfer ke rekening BSI 8200 123 124 atau Bank Danamon Syariah 8800 299 516 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid. untuk konfirmasi dan Informasi bisa menghungi call center Wakaf DT: 085 200 123 123.

    Wakaf juga bisa dilakukan dengan mudah melalui Whatsapp Wakaf DT, wakafdt.or.id, dan sedekehjariyah.id. (AID)

    Wakaf DT Salurkan Hasil Optimalisasi Cash Waqf for Humanity (Palestine) Read More »

    bulan syaban

    Peringatan Malam Nisfu Syaban

    WAKAFDT.OR.ID | Peringatan malam pertenganan bulan Syaban atau Nisfu Syaban selalu menjadi perdebatan setiap tahunnya. Satu golongan dengan terang-terangan memperingatinya dengan membaca doa bersama, bahkan shalat bersama di masjid.

    Sementara itu, golongan lainnya meyakini bahwa peringatan malam Nisfu Syaban merupakan bid’ah yang harus dihindari. Mereka meyakini peringatan malam Nisfu Syaban tidak dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam (Saw) dan para sahabat.

    Dalam Lathaif Al-Ma’arif, Ibnu Rajab rh mengatakan, “Hadits yang menjelaskan keutamaan malam Nisfu Syaban ada beberapa. Para ulama berselisih pendapat mengenai statusnya.

    “Kebanyakan ulama mendhaifkan hadits-hadits tersebut. Ibnu Hibban menshahihkan sebagian hadits tersebut dan beliau masukkan dalam kitab shahihnya.”

    Di antara hadist tentang malam Nisfu Syaban, yaitu hadist dari Aisyah ra, “Aisyah ra berkata: “Saya kehilangan Rasulullah Saw, tiba-tiba beliau berada di Baqi’ sambil mengangkat kepala ke langit”. Beliau berkata: “Apakah engkau takut engkau dizalimi oleh Allah dan Rasul-Nya?” Saya menjawab: “Ya Rasulullah, saya menyangka engkau mendatangi sebagian istri engkau”.

    Beliau besabda: “Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi turun pada malam Nisfu Sya’ban ke langit dunia, maka Allah swt mengampunkannya lebih banyak dari bulu domba Bani Kalb.”  (HR. Imam Ahmad. At-Tirmidzi berkata: “Imam Al-Bukhari mendha’ifkan hadits ini.”)

    Hadits lainnya adalah hadist dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Saw bersabda, “Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. At-Tabrani & Ibnu Hibban)

    Penulis kitab Tuhfatul Ahwadzi, Abu Al-Ula Muhammaf Abdurrahman bin Abdurrahim Al-Mubarakfuri menjelaskan, “Pada sanad hadits Abu Musa Al-Asy’ari yang dikeluarkan oleh Ibnu Majah terdapat Lahi’ah dan ia adalah perawi yang dinilai dha’if.”

    Baca juga: Siapkan Ramadhan dengan Amalan di Bulan Syaban

    Al-Imam Al-Qasthalani rahimahullah (rh) menjelaskan awal mula adanya peringatan malam Nisfu Sya’ban dalam kitabnya Al-Mawahib Al-Laduniyah:

    Tabi’in tanah Syam seperti Khalid bin Ma’dan dan Makhul, mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam Nisfu Syaban. Nah, dari mereka inilah orang-orang kemudian ikut mengagungkan malam Nisfu Syaban.

    “Dikatakan, bahwa telah sampai kepada mereka atsar israiliyat (kabar atau cerita yang bersumber dari ahli kitab, Yahudi dan Nasrani yang telah masuk Islam) tentang hal tersebut.

    “Kemudian ketika perayaan malam Nisfu Syaban viral, orang-orang berbeda pandangan menanggangapinya. Sebagian menerima, dan sebagian lain mengingkarinya.

    “Mereka yang memgingkari adalah mayoritas ulama Hijaz, termasuk dari mereka Atha’ dan Ibnu Abi Malikah. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dari kalangan fuqaha Madinah menukil pendapat bahwa perayanan malam Nisfu Syaban seluruhnya adalah bid’ah. Ini juga merupakan pendapat Ashab Maliki dan ulama selainnya.”

    Terkait cara pelaksanaan peringatan Malam Nisfu Syaban, Al-Imam Al-Qasthalani rh menyebutkan, ulama Syam terbagi menjadi dua golongan, yakni pertama, golongan yang meyakini disunahkan menghidupkan malam Nisfu Syaban secara jamaah di masjid.

    Kedua, golongan yang meyakini dimakruhkan berkumpul di dalam masjid-masjid untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan shalat, berdoa dan menyampaikaan kisah-kisah teladan, namun tidak dimakruhkan shalat sendiri.

    Dalam Majmu’ Al-Fatawa, Ibnu Taimiyah ra menjelaskan, “Jika seseorang shalat pada malam nisfu sya’ban sendiri atau di jama’ah yang khusus sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian salaf, maka itu suatu hal yang baik. 

    “Adapun jika dilakukan dengan kumpul-kumpul di masjid untuk melakukan shalat dengan bilangan tertentu, seperti berkumpul dengan mengerjakan shalat 1000 raka’at, dengan membaca surat Al Ikhlas terus menerus sebanyak 1000 kali, ini jelas suatu perkara bid’ah, yang sama sekali tidak dianjurkan oleh para ulama.”

    Ibnu Taimiyah menegaskan, “Adapun tentang keutamaan malam nisfu Syaban terdapat beberapa hadits dan atsar, juga ada nukilan dari beberapa ulama salaf bahwa mereka melaksanakan shalat pada malam tersebut. 

    “Jika seseorang melakukan shalat seorang diri ketika itu, maka ini telah ada contohnya di masa lalu dari beberapa ulama salaf. Inilah dijadikan sebagai pendukung sehingga tidak perlu diingkari.”

    Baca juga: Manifesting, Bolehkan dalam Islam?

    Kesimpulannya, malan Nisfu Syaban memiliki keutamaan seperti malam-malam lainnya di bulan Syaban. Peringatan malam Nisfu Syaban berasal dari segolongan Tabi’in di Syam yang saat ini menjadi negara Suriah.

    Mengangungkan malam Nisfu Syaban seperti malam-malam lainnya di bulan Syaban dengan memperbanyak ibadah yang sudah disunahkan dengan cara yang sudah disunahkan juga, termasuk qiyamulail, sangat diajurkan. Wallahu Alam Bishawab (AID)

    Sumber: NUOnline, Rumaysho

    Peringatan Malam Nisfu Syaban Read More »