Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Aa Gym: Manusia Meninggal Karena Sudah Ajalnya

WAKAFDT.OR.ID — Setiap yang bernyawa pasti akan mati, setiap umat pasti mati, setiap manusia ada ajalnya dan jika datang saat yang ditetapkan, maka tidak bisa dimajukan.

Tidak ada yang mati kecuali cuma satu sebabnya time is up, waktosna (waktunya) telah habis.

Jadi kalau orang meninggal bukan karena sakit, orang meninggal bukan karena tertabrak, bukan karena lain hal, akan tetapi karena satu saja yaitu waktunya sudah habis.

Bisakah dimundurkan? Bisa dimajukan? kecuali kalau Alloh mau ya terserah Alloh, tapi kalau kita tidak bisa memundurkan tau memajukan walau sedetik saja.

Kedua adalah tempat. Kita akan mendatangi tempat kematian kita, kalau meninggal di rumah sakit di tempat tidur nomor itu pasti kita ke sana, kalau meninggal di tol KM sekian kita akan ke sana, kalau sudah ditakdirkan meninggal di Daarut Tauhiid kita pasti mendatanginya.

Di DT pernah adan jamaah haji meninggal ketika mengikuti program manasik haji dan meninggalnya habis qiyyamul lail.

Begitu juga ketika pesawat yang jatuh di Gunung Salak, sebuah pesawat Sukhoi baru, pesawatnya yang menerbangkan dari Rusia, kenapa ke gunung salak? karena sudah ditakdirkan meninggal di Gunung Salak.

Kalau ada yang tidak ditakdirkan oleh Alloh meninggal di gunung salak ketika menaiki pesawat, pasti Alloh punya caranya sendiri untuk tidak ikut menaiki pesawat tersebut. Caranya dengan terlambat macet, sakit, dan lain-lainnya.

Mintalah ke Alloh agar diberi kematian dengan cara khusnul khotimah, karena Alloh merahasiakan waktu kematian kita. Teman-teman Aa Gym yang seusia terus bergiliran meninggal, sekarang sudah pada pulang duluan.

Semua ada waktunya, apa yang paling penting dari sebuah kematian? Yaitu satu jangan menunda kewajiban, seperti kewajiban sholat.

Apakah amalan yang paling utama? sholat tepat pada waktunya. Kalau ingin sholat tepat waktu datang lebih awal, agar bisa mendengar adzan dan menjawab adzan, bisa sholat tahiyatul masjid, dan bisa milih shaf yang paling depan.

Kemudian punya kesempatan berdoa dwaktu mustajab antara qomat ada 5 menit ada 7 menit, kalau diluar susah kita doanya tapi di masjid kita bisa doa sebanyak mungkin.

Jangan menunda shaum, ada shaum yang belum dibayar terutama wanita yang pernah halangan maka segera di bayar. Jangan ditunda bayar zakat, bukan hak kita di harta yang ada, karena zakat itu wajib. Wallahu a’lam bishowab.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Manusia Meninggal Karena Sudah Ajalnya Read More »

Memakmurkan Masjid Melalui Wakaf Produktif

WAKAFDT.OR.ID — Di Indonesia jumlah pembangunan masjid terus bertambah dari waktu ke waktu. Namun pascapembangunan masjid banyak yang tidak dimakmurkan oleh masyarakat itu sendiri.

Masjid jarang digunakan untuk sholat berjamaah, tidak ada kajian atau majelis, dan tidak gunakan sebagai sarana belajar Al-Qur’an bagi anak-anak setempat. Bahkan sebagian masjid ada yang tidak terawat kebersihannya.

Salah satu alasannya karena tidak adanya support pendanaan dalam memakmurkan masjid dengan berbagai progam.

Seperti membayar uang kebersihan, membayar honor pengajar, insentif imam, dan lain-lainya. Jika mengandalkan kencleng sedekah atau infak masjid, jumlahnya sangat terbatas dan sangat tidak menentu.

Oleh karenanya perlu sumber atau metode lain untuk menghidupkan perekonomian masjid, salah satunya adalah dengan menggerakan program wakaf produktif yang sesuai dengan potensinya masing-masing.

Wakaf produktif merupakan cara untuk mengoptimalkan aset wakaf sehingga produktif dan dirasakan manfaatnya oleh penerima manfaat, seperti membiayai program-program yang sifatnya kemakmuran.

Untuk mencapai target tersebut, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah membangun unit atau mitra usaha, di mana mitra akan melaksanakan program wakaf produktif secara teknis, dan nantinya akan ada bagi hasil dengan mitra itu sendiri.

Seperti yang dilakukan di Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid melalui salah satu programnya yaitu wakaf produktif.

Adapun skema kerjasama tersebut akan dilaksanakan dalam jangka satu tahun, setelah dievaluasi akan diputuskan apakah akan dilanjutkan atau diakhiri kerjasamanya.

Harapan dari program wakaf produktif ialah pertama, bagaimana memanfaatkan aset wakaf agar bisa optimal dan produktif, sehingga umat bisa menerima manfaatnya. Kedua, para mitra bisa amanah dalam menjalankan program wakaf produktif tersebut.

Misalkan disebuah masjid masih memiliki area lahan kosong untuk dikelola, bisa dimanfaatkan untuk mengelola beberapa hasil pertanian di antaranya seperti Sawi Putih, Wortel, dan Pakcoy.

Hasil panennya kemudian dijual, dari penjualan tersebut kemudian beberapa persennya digunakan untuk menunjang kegiatan bersama. Pertanian tersebut di kelola dengan konsep bagi hasil sesuai dengan kesepakatan bersama.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Memakmurkan Masjid Melalui Wakaf Produktif Read More »

Hari Gini Masih Aja Banyak yang Ikut Pinjol?

WAKAFDT.OR.ID — Saat ini sedang marak pinjaman online (pinjol) yang dilakukan oleh banyak orang, bahkan ada yang lalai atau terlena hingga tidak mampu membayar tagihannya.

Ada banyak juga di kalangan masyarakat yang belum memahami hukum pinjaman online menurut Islam. Lantas bagaimana hukum pinjol dalam Islam?

Merujuk pada putusan dalam Ijtima Ulama Tahun 2021, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan bahwa hukum pinjaman online adalah haram.

Hal ini diputuskan karena menurut para ulama, dalam aktivitas pinjaman online ada unsur riba.

Selain itu, seperti diketahui bahwa rata-rata dari pihak pinjol menagih dengan cara memberi ancaman, sekaligus membuka dan menyebarkan rahasia/aib orang yang berutang kepada orang-orang terdekatnya.

Oleh karena itu pinjol lebih banyak mudharatnya dibandingkan kebaikannya, maka diputuskanlah bahwa pinjol haram.

Hukum ini tidak hanya berlaku pada pinjol saja, tetapi juga berlaku pada seluruh layanan pinjaman baik itu offline maupun online.

MUI menegaskan bahwa apabila layanan pinjaman mengandung riba, maka hukumnya adalah haram, meskipun dilakukan atas dasar kerelaan.

Karena pada dasarnya, aktivitas pinjam-meminjam atau utang-piutang merupakan bentuk akad tabarru’, yakni bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan hanya untuk tujuan komersial atau sumbangan.

Seluruh aktivitas layanan pinjaman baik offline maupun online hukumnya halal, dengan syarat tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Namun, jika dalam praktiknya penagihan piutang dilakukan dengan melayangkan ancaman fisik atau membuka aib orang yang tidak mampu membayar utang, maka hukumnya adalah haram.

Sementara bagi pihak yang meminjam, apabila ia sengaja menunda membayar utangnya padahal ia mampu, maka hukumnya juga haram.

Ada unsur riba dalam proses pinjol. Riba sendiri adalah istilah yang berasal dari Bahasa Arab yang berarti kelebihan atau tambahan, namun dalam konteks syariat Islam, riba artinya mengerucut pada kelebihan dari pokok utang.

Kelebihan dari pokok utang itu lah yang membedakan riba dengan transaksi jual beli yang dikenal dengan ribhun atau laba, di mana kelebihan uang berasal dari selisih dalam jual beli.

Sederhananya, riba adalah tambahan yang disyaratkan dan diterima pemberi pinjaman sebagai imbalan dari peminjam utang.

Islam sendiri sudah dengan tegas melarang umatnya melakukan transaksi jual-beli dan utang piutang yang di dalamnya terdapat riba. Larangan ini juga tertulis dalam ayat Al-Qur’an maupun hadits.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Hari Gini Masih Aja Banyak yang Ikut Pinjol? Read More »

Aa Gym: Bolehkah Sedekah Terang-Terangan di Depan Orang Lain?

WAKAFDT.OR.ID — Bolehkan menampakan sedekah di hadapan orang lain? Jawabannya tergantung dan dikembalikan lagi kepada niatnya.

Kalau tujuannya untuk mensyiarkan Islam, memotivasi dan sebagai laporan pertanggungjawaban dalam sebuah lembaga, tentu sangat diperbolehkan.

Tapi ingat sedekah yang tersembunyi harus jauh lebih banyak dibandingkan yang terang-terangan.

Misalkan sedekah terang-terangannya 10 juta, tetapi sedekah yang tersembunyinya 1 miliar. Jangan sebaliknya, 1 juta yang diviralkan tetapi yang disedekahkan secara sembunyi hanya seribu.

Kemudian apabila seseorang meniatkan sedekahnya bukan karena Alloh pasti amalnya akan tertolak. Tidak akan menjadi pahala apabila niat sebuah amal tidak disandarkan pada Alloh Ta’ala, karena amal tergantung dengan niatnya.

Membiasakan diri untuk rajin bersedekah adalah kebiasaan yang baik. Kebiasaan yang dapat membentuk karakter dan takdir sesuai yang Alloh ridhoi.

Jika kita sangat mudah berinvestasi dunia seperti membeli emas atau tanah, kita pun harusnya sangat mudah bersedekah.

Bukankah sedekah merupakan investasi dunia akhirat? Investasi yang tidak akan merugi dan bersifat abadi. Bahkan ketika kita meninggal dunia pun, pahala sedekah (khususnya sedekah jariyah) akan terus mengalir.

Sedekah yang diumpamakan oleh Rasulullah, orang yang pelit itu seperti pakai baju besi, makin pelit maka makin sempit baju besi yang dipakai, artinya makin sempit hidup kita.

Sebaliknya ahli sedekah itu longgar baju besinya, artinya semakin bahagia seseorang itu. Salah jika kita merasa bahagia dengan apa yang kita miliki, semakin banyak tabungan maka semakin takut berkurang tabungannya dan semakin tidak bahagia, kita akan semakin sering menghitung-hitungnya.

Dalam sebuah disebutkan bahwa:

“Jauhilah sifat pelit, karena sesungguhnya yang membinasakan orang sebelum kalian adalah sifat pelit. Mereka diperintahkan untuk bersifat bakhil (pelit) maka merekapun bersifat bakhil, mereka diperintahkan untuk memutuskan hubungan kekerabatan maka merekapun memutuskan hubungan kekerabatan, dan mereka diperintahkan untuk berbuat dosa maka mereka berbuat dosa.” (HR. Abu Dawud)

Mulailah bersedekah tanpa harus menunggu memiliki banyak harta dan jangan ditunda-tunda. Jika sedekah itu diniatkan ikhlas karena-Nya semata, keberkahan hidup dalam bentuk material maupun spiritual akan kita peroleh. InsyaAlloh. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Bolehkah Sedekah Terang-Terangan di Depan Orang Lain? Read More »

Kemenkop Dorong Koperasi Pesantren Garap Sektor Produktif, Peternakan Wakaf DT Jadi Bukti Potensi Ekonomi Umat

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA — Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) menegaskan target besar bagi Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) di Indonesia.

Tidak lagi sekadar bermain di wilayah perdagangan ritel, Kopontren kini didorong untuk masuk ke sektor riil dan produktif (produksi, distribusi, dan industri) serta membentuk holding (induk perusahaan) untuk memperkuat ekonomi umat.

Berikut adalah poin-poin utama dari kebijakan tersebut serta relevansinya dengan potensi aset umat saat ini:

1. Visi Ekonomi Konstitusi: Dari Desa hingga Industri

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, menyatakan bahwa arah kebijakan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan peran negara dalam menata pasar agar lebih adil.

– Target: Pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

– Fokus: Menggarap sektor yang selama ini dianggap “tidak mampu” dilakukan oleh koperasi, seperti menjadi motor rantai pasok nasional dan pusat produksi.

2. Implementasi Nyata: Dari Al-Ittifaq hingga Wakaf DT

Menkop mencontohkan keberhasilan Koperasi Ponpes Al-Ittifaq Bandung dan Sidogiri yang sukses di sektor agrobisnis dan ritel modern.

Sejalan dengan semangat sektor produktif ini, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) juga telah menunjukkan langkah konkret dalam mengelola aset umat untuk produktivitas pangan.

Di kawasan Cijanggel, Bandung Barat, Wakaf DT telah mengembangkan fasilitas peternakan yang produktif, meliputi:

– Kandang Kambing dan Domba: Dikelola secara modern untuk penggemukan dan pembibitan.

– Peternakan Ayam: Sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan protein hewani.

Keberadaan aset produktif seperti yang dimiliki Wakaf DT ini menjadi bukti nyata bahwa lembaga berbasis keumatan mampu mengelola sektor hulu (produksi) sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah.

3. Dukungan Dana Besar dan Tantangan Manajerial

Untuk memuluskan transformasi ini, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) telah menyalurkan dana sebesar Rp4,5 triliun (periode 2020–Oktober 2025) khusus untuk koperasi syariah dan sektor riil.

Namun, Ferry mengingatkan adanya “Pekerjaan Rumah” (PR) besar terkait tata kelola. Dari 2.347 Kopontren aktif, baru sekitar 28,5% yang rutin melaporkan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Pembenahan manajemen dan pelaporan ini menjadi syarat mutlak sebelum Kopontren melakukan ekspansi usaha lebih besar. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kemenkop Dorong Koperasi Pesantren Garap Sektor Produktif, Peternakan Wakaf DT Jadi Bukti Potensi Ekonomi Umat Read More »

Bolehkah Mengucap “Hamdalah” Ketika Bersin Saat Shalat

WAKAFDT.OR.IDShalat memiliki syarat dan rukun yang ketat, namun ada kondisi alami manusia yang tetap diperbolehkan terjadi, salah satunya adalah bersin. Berikut adalah panduan adab bersin dalam shalat berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW:

1. Disunahkan Mengucap Hamdalah

Seorang Muslim yang bersin saat shalat diperbolehkan (bahkan disunahkan) untuk mengucapkan hamdalah. Hal ini didasarkan pada hadis riwayat Abu Dawud dari jalur Mu’adz bin Rifa’ah.

Dalam riwayat tersebut, Rifa’ah bersin di belakang Rasulullah SAW saat shalat dan membaca doa hamdalah yang cukup panjang:

“Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakan fiih mubarakan ‘alaih kamaa yuhibbu rabbuna wayardhaa.”

Artinya: “Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak serta baik dan diberkahi, keberkahan yang sebagaimana dicintai dan diridhai oleh Rabb kami.”

Setelah shalat, Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau melihat lebih dari 30 malaikat berebut untuk mencatat amalan bacaan tersebut karena kemuliaannya.

2. Etika Saat Shalat Berjamaah

Meskipun diperbolehkan, jika Anda sedang shalat berjamaah, sebaiknya hamdalah diucapkan dengan suara pelan (sirr) atau didengar oleh diri sendiri saja.

Alasannya: Agar tidak memancing makmum lain—terutama yang belum paham ilmunya—untuk menjawab dengan “Yarhamukallah“.

3. Larangan Menjawab Bersin (“Yarhamukallah”)

Bagi orang yang mendengar orang lain bersin saat shalat, dilarang keras untuk menjawabnya (tasymit).

Jika seseorang mengucapkan “Yarhamukallah” kepada orang yang bersin, maka batal shalatnya.

Hal ini dikategorikan sebagai percakapan manusia biasa yang tidak boleh ada dalam shalat.

Dalil Pendukung: Dalam hadis riwayat Mu’awiyah bin al-Hakam, ia pernah menjawab bersin seseorang saat shalat. Setelah shalat selesai, Rasulullah SAW menasihatinya dengan sangat lembut tanpa memarahinya:

“Dalam shalat ini, tidak boleh ada perbincangan manusia. Shalat adalah takbir, tasbih, membaca Al-Qur’an, dan tahmid.”

Ringkasan Poin Utama:

– Yang Bersin: Boleh mengucap Alhamdulillah (sebaiknya pelan saat berjamaah).

– Yang Mendengar: Harus diam dan dilarang menjawab Yarhamukallah agar shalatnya tidak batal.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Bolehkah Mengucap “Hamdalah” Ketika Bersin Saat Shalat Read More »

Serunya Trial Class di TK Daarut Tauhiid: Merajut Mimpi Anak di Atas Aset Wakaf Umat

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Halaman TK Daarut Tauhiid berubah menjadi panggung imajinasi yang penuh warna pada Sabtu pagi (25/10/2025).

Di bawah langit cerah, puluhan peserta cilik hadir dengan mata berbinar mengikuti kegiatan Trial Class bertajuk “Jika Aku Menjadi…”.

Gelak tawa riang terdengar bersahutan di setiap sudut kelas. Anak-anak tampil percaya diri dengan kostum profesi impian mereka—mulai dari dokter kecil yang siap memeriksa pasien hingga pemadam kebakaran yang gagah.

Melalui simulasi profesi ini, para guru TK Daarut Tauhiid tidak hanya mengajak anak bermain, tetapi juga menanamkan nilai empati, keberanian, dan tanggung jawab sejak dini.

Pemanfaatan Aset Wakaf untuk Generasi Rabbani Kenyamanan dan keceriaan yang dirasakan oleh para peserta Trial Class ini tidak terlepas dari peran vital Aset Wakaf Daarut Tauhiid.

Seluruh fasilitas yang digunakan, mulai dari gedung sekolah yang representatif, ruang kelas yang nyaman, hingga area bermain yang aman, merupakan wujud nyata dari pemanfaatan wakaf umat.

Di atas tanah wakaf inilah, mimpi-mimpi kecil dirawat dan ditumbuhkan. Aset wakaf ini tidak hanya berfungsi sebagai benda mati, melainkan menjadi “wakaf produktif” dalam bentuk layanan pendidikan yang melahirkan generasi berkarakter.

Setiap sudut sekolah menjadi saksi bagaimana dana wakaf dikelola secara profesional untuk memberikan lingkungan tumbuh kembang terbaik bagi anak-anak.

Apresiasi Orang Tua dan Pihak Sekolah Sinsin Yasini Komara, Kepala Tata Usaha PG&TK Daarut Tauhiid, menegaskan komitmen sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

“Kami percaya setiap anak berhak bermimpi menjadi versi terbaik dirinya. Senyum dan celoteh mereka hari ini adalah bukti bahwa proses belajar bisa sangat menyenangkan,” ujarnya.

Kepuasan juga dirasakan oleh para orang tua. Ahmad Fadil Fadulrahman, salah satu wali calon siswa, mengaku sangat puas dengan rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Senada dengan itu, Ibunda Khadijah menyampaikan rasa harunya melihat pola asuh para guru.

“Alhamdulillah, saya sangat senang. Para guru luar biasa dalam membimbing anak-anak untuk bermain sambil belajar. Terima kasih TK Daarut Tauhiid,” ungkapnya.

Kegiatan Trial Class ini menjadi bukti sinergi indah antara metode pendidikan yang tepat dan dukungan fasilitas wakaf yang memadai, menjadikan TK Daarut Tauhiid tempat yang subur untuk menyemaikan mimpi anak-anak sejak langkah pertama mereka. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Serunya Trial Class di TK Daarut Tauhiid: Merajut Mimpi Anak di Atas Aset Wakaf Umat Read More »

Panen Prestasi: Santri SMP DTBS Putra Borong Juara di Gebyar Civic II STKIP Pasundan

WAKAFDT.OR.ID | CIMAHI – Kecerahan mentari pagi pada Senin (24/11/2025) seakan merestui kebahagiaan yang menyelimuti SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putra.

Kegiatan apel pagi yang biasanya berjalan rutin, kali ini berubah menjadi momen penuh kebanggaan saat pengumuman pemenang lomba “Gebyar Civic II STKIP Pasundan Cimahi” dibacakan.

Suasana halaman sekolah seketika bergemuruh oleh tepuk tangan dan sorak-sorai saat satu per satu nama santri dipanggil ke depan.

Wajah-wajah tegang berubah menjadi senyuman lega dan bangga, menandai keberhasilan para santri menaklukkan berbagai kategori perlombaan.

Daftar Santri Berprestasi Dominasi santri SMP DTBS Putra terlihat jelas dalam ajang ini. Prestasi gemilang dipersembahkan oleh:

– Rafif Aldensyah: Juara 1 Lomba Photogenic.

– M. Faqih: Juara 2 Lomba Orasi.

Tak hanya kategori individu, kekompakan tim santri juga membuahkan hasil manis dengan menyabet dua gelar Juara 2 sekaligus, yaitu:

– Tim Lomba Cerdas Cermat (LCC): M. Dylan, M. Fikri, dan M. Raditya.

– Tim Debat: M. Nabil, El Nabigh Devan, dan Adrian M.

Tumbuh Berprestasi di Atas Aset Wakaf Capaian membanggakan ini tidak lepas dari ekosistem pendidikan yang kondusif di SMP DTBS Putra.

Perlu diketahui, lingkungan tempat para santri ini menimba ilmu, berlatih orasi, hingga mengasah ketajaman berpikir, berdiri di atas Aset Wakaf Daarut Tauhiid. Setiap sudut kelas dan fasilitas yang mereka gunakan merupakan buah dari kemuliaan wakaf umat.

Keberkahan dari aset wakaf inilah yang menjadi salah satu pendorong semangat para santri untuk tidak hanya belajar agama, tetapi juga mengukir prestasi akademis dan non-akademis sebagai bentuk pertanggungjawaban amanah umat.

Apresiasi Sekolah Hinda, selaku Humas SMP DTBS Putra, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya atas pencapaian para santri.

“Alhamdulillah, selamat kepada ananda yang telah menorehkan prestasi. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberkahi capaian ini dan menjadikannya amal saleh. Kami berharap prestasi ini, yang lahir dari lingkungan wakaf yang berkah, menjadi motivasi bagi kalian untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” ungkapnya.

Apel pagi itu ditutup dengan suasana haru nan hangat. Pelukan sahabat dan ucapan selamat dari para guru menjadi penutup manis, membuktikan bahwa ikhtiar keras yang dibarengi doa di lingkungan yang penuh berkah, akan selalu membuahkan hasil yang indah. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Panen Prestasi: Santri SMP DTBS Putra Borong Juara di Gebyar Civic II STKIP Pasundan Read More »

Innalillahi, Ribuan Warga Terdampak Akibat Banjir di Sumbar

WAKAFDT.OR.ID | SOLOK – ( 25/11/2025)Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak akhir pekan lalu mengakibatkan banjir meluas di empat wilayah Sumatera Barat, yakni Kota Solok, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Padang Pariaman. Bencana ini tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga merusak infrastruktur dan lahan pertanian.

Di Kota Solok, meluapnya Sungai Batang Lembang merendam ratusan rumah di Kelurahan Tanah Garam, KTK, Koto Panjang, dan Sinapa Piliang. Dampak: Sebanyak 559 Kepala Keluarga (KK) atau 1.279 jiwa terdampak, termasuk 93 balita dan 62 lansia.

Kerusakan Lain: Selain banjir, terjadi pohon tumbang di Kelurahan Kampung Jawa dan Tanah Garam yang menimpa rumah warga serta menutup akses jalan. Satu rumah dilaporkan rusak berat dan satu rusak ringan.

Kebutuhan Mendesak: Hingga Selasa siang, banjir belum surut. Warga membutuhkan alat kebersihan, sembako, perlengkapan bayi (family kit), serta matras dan selimut.

Kabupaten Agam: ratusan warga mengungsi. Hujan deras sejak 22-25 November 2025 memicu banjir dengan ketinggian air 50 cm hingga 1,5 meter di empat kecamatan: Tanjung Mutiara, Ampek Nagari, Palembayan, dan Tanjung Raya.

Pengungsian: Sekitar 113 KK terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau tenda darurat.

Penanganan: BPBD Agam bersama Basarnas dan PMI terus melakukan evakuasi menggunakan perahu karet. Bantuan logistik mulai disalurkan, termasuk dari pihak swasta di Palembayan.

Kabupaten Pasaman Barat: pertanian lumpuh. Fokus dampak di Pasaman Barat memukul sektor pertanian. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura mencatat kerusakan parah pada lahan sawah di Kecamatan Ranah Batahan, Talamau, Kinali, dan Lembah Melintang.

Kerugian: Total 121 hektare lahan sawah rusak dengan taksiran kerugian mencapai Rp363 juta.

Imbauan: Pemerintah setempat meminta petani mengamankan alat produksi dan mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut guna mencegah kerugian lebih besar.

Kabupaten Padang Pariaman: Infrastruktur Rusak. Berdasarkan data BNPB, banjir merendam 21 desa di delapan kecamatan. Sempat surut pada Minggu malam, air kembali naik pada Senin akibat hujan susulan.

Korban: Tercatat 9.228 warga terdampak, dengan 258 orang mengungsi di musala dan rumah kerabat.

Kerusakan Fisik: Sebanyak 3.076 rumah terendam (2 rusak), serta kerusakan pada jalan penghubung, dua jembatan, satu bendungan, dan dua saluran irigasi.

Pertanian: Sekitar 183 hektare lahan pertanian (sawah dan kebun) ikut terendam.

Secara umum, tidak ada laporan korban jiwa dalam rentetan bencana ini. Namun, BPBD di seluruh wilayah terdampak mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi.

Koordinasi lintas sektoral terus dilakukan untuk memastikan evakuasi dan penyaluran bantuan berjalan lancar. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Innalillahi, Ribuan Warga Terdampak Akibat Banjir di Sumbar Read More »

Panggilan di Senja Usia: Saat Daarut Tauhiid Menjadi Pelabuhan Abadi Bunda Eka

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Senja di Kota Bandung seringkali membawa nuansa sendu, namun pada Senin sore (24/11/2025) itu, kehangatan justru menyelimuti lorong-lorong sekitar Pesantren Daarut Tauhiid (DT).

Tim Wakaf DT hadir membawa salam takzim ke sebuah kamar kos sederhana, tempat tinggal Bunda Eka (77 tahun), seorang santri senior dan alumni angkatan ke-8 PMK DT.

Belasan tahun silam, tepatnya tahun 2008, Bunda Eka bertolak dari Palembang. Ia datang bukan untuk mencari kemewahan dunia, melainkan demi mengejar bekal abadi.

Di usia yang lazimnya dihabiskan untuk bersantai di pangkuan keluarga, Bunda Eka justru memantapkan hati memilih jalan berbeda: ia memilih untuk tidak pulang.

Keputusan besar itu lahir dari sebuah pertanyaan jujur yang menghunjam relung jiwanya: “Aku nanti ‘pulang’ (menghadap Ilahi) bawa apa?”

Keberkahan di Balik Kesederhanaan

Kami duduk di kamar kosnya yang jauh dari kata megah. Tidak ada pernak-pernik mewah di sana, hanya kesederhanaan yang memancarkan ketenangan luar biasa. Radio MQ FM, yang siarannya tak pernah absen terdengar, menjadi teman setia Bunda Eka dalam kesehariannya.

Dinding-dinding kamar itu seolah menjadi saksi bisu perjuangan seorang hamba yang menolak menyerah pada waktu. Meski pernah didera sakit kaki yang cukup parah, semangat Bunda Eka untuk terus ta’lim (belajar) dan berkhidmat tak pernah padam.

Demi memantapkan ilmu dan niat, ia bahkan mengulang program BM2K di DT hingga dua kali. Di kamar inilah kami merasakan getaran ketulusan yang sesungguhnya; bahwa usia senja adalah musim panen terbaik bagi amal saleh.

Dari “Biasa Saja” Menjadi Luar Biasa

Dengan rendah hati, Bunda Eka bercerita bahwa latar belakang agamanya dahulu “biasa-biasa saja.” Justru kesadaran akan kekosongan itulah yang mendorongnya mencari lingkungan yang kondusif, hingga ia melabuhkan hati di Daarut Tauhiid.

Perjuangannya tak berhenti untuk diri sendiri. Ia aktif mengajak orang lain dan turut mengembangkan pesantren. Hidupnya didedikasikan agar bermanfaat bagi sesama—sebuah khidmat yang membuatnya kini dikenal dan disayangi banyak jamaah.

“Tetap luruskan niat saja,” pesannya singkat, namun maknanya begitu mendalam.

Baginya, kebahagiaan sejati bukan diukur dari tumpukan harta, melainkan seberapa sering ia berada di lingkungan yang terus mengingatkannya pada “Hari Kepulangan”.

Pelabuhan Terakhir Bernama Kebaikan

Saat kami bertanya tentang harapan di usianya yang telah lanjut ini, mata Bunda Eka berbinar haru. Ia merasa sangat dekat dengan Allah. Melihat program-program besar pesantren, seperti Daarut Tauhiid Memorial Park (DTMP), baginya adalah mimpi yang terwujud di senja usia.

Kisah Bunda Eka adalah cermin nyata bahwa kekuatan niat tulus mampu melampaui segala keterbatasan fisik dan usia.

Ia mengajarkan kita bahwa kamar sederhana di sudut DT adalah gambaran sejati dari sebuah ‘masa keemasan’, di mana produktivitas diukur dari keberkahan, bukan kekayaan materi.

Keputusan Bunda Eka untuk tetap bermukim, didampingi ilmu yang tak henti ia simak, adalah pengingat yang mengharukan bagi kita semua.

Ia telah memilih rumah abadi di dunia yang fana ini. Seolah ia berbisik: dunia hanyalah persinggahan sementara, dan persiapan untuk kepulangan adalah panggilan jiwa yang tak boleh ditunda.

Pertemuan sore itu ditutup dengan sebuah janji yang menenteramkan: selama niat itu lurus, hati akan selalu menemukan kedamaian, bahkan di senja usia. (SSP)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Panggilan di Senja Usia: Saat Daarut Tauhiid Menjadi Pelabuhan Abadi Bunda Eka Read More »