Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Masjid DT Jadi Tuan Rumah Seminar Internasional

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Pada sore hari tanggal 12 November 2025, STAI Daarut Tauhiid (DT) sukses menggelar acara International Community Service sekaligus Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Masjid Daarut Tauhiid, Bandung.

Acara berlangsung dengan suasana yang tenang dan khidmat, dihadiri oleh mahasiswa STAI DT, UPI, dan masyarakat umum.

Kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan Kesadaran Nilai-Nilai Ekonomi Islam dalam Pendidikan Keluarga Muslim bagi Jamaah Masjid Daarut Tauhiid Bandung” (Enhancing Awareness of Islamic Economic Values in Muslim Family Education for the Congregation of Daarut Tauhiid Mosque Bandung).

Pembicara utama dalam acara tersebut adalah Prof. Dr. Asad Zaman dari Akhuwat University, Lahore, Pakistan. Dengan penyampaian yang tenang dan mendalam, beliau mengupas tuntas pentingnya menerapkan nilai-nilai ekonomi Islam dalam lingkup keluarga dan masyarakat modern.

Para peserta tampak antusias, mencatat poin-poin penting, dan terlibat aktif dalam sesi tanya jawab, menunjukkan keinginan mendalam untuk memahami materi yang disampaikan.

Mamat Rohimat, Kabag Biro Humas dan Rumah Tangga STAI DT, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran, keberkahan, dan kontribusi positif STAI DT kepada masyarakat luas.

Acara ditutup menjelang hilangnya cahaya senja. Para peserta pulang dengan membawa pengetahuan berharga, didorong oleh semangat untuk mengamalkan ilmu yang telah mereka dapatkan. (WIN/NOV)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Masjid DT Jadi Tuan Rumah Seminar Internasional Read More »

Update! Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Capai 836 Jiwa

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengumumkan pembaruan data korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Hingga Kamis (4/12/2025) sore pukul 16.00 WIB, jumlah total korban meninggal dunia telah mencapai 836 jiwa.

Peningkatan Terbanyak di Aceh: Penemuan korban meninggal terbanyak pada hari itu ada di Provinsi Aceh, yaitu 48 korban baru yang tertimbun longsor. Dengan penambahan ini, total korban meninggal di Aceh naik menjadi 325 jiwa.

Perkembangan di Sumut dan Sumbar: Di Sumatera Utara, ditemukan 12 jenazah baru di Adiankoting, sehingga total korban meninggal di Sumut mencapai 311 jiwa.

Sementara di Sumatera Barat, penambahan 6 korban baru menjadikan total korban meninggal di Sumbar sebanyak 200 jiwa.

Sebelum pembaruan ini (per Rabu, 3/12), total korban meninggal adalah 807 jiwa, dengan 647 orang hilang dan 2.600 korban luka.

Saat ini, upaya pencarian masih terus dilakukan karena total korban hilang di ketiga provinsi masih berjumlah 518 jiwa. Korban hilang paling banyak berada di Sumatera Barat (221 jiwa), diikuti Aceh (170 jiwa), dan Sumatera Utara (127 jiwa).

Abdul Muhari menegaskan bahwa BNPB akan terus melanjutkan operasi pencarian korban hilang tanpa batas waktu yang ditentukan.(WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Update! Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Capai 836 Jiwa Read More »

Inovasi Wakaf Indonesia Diakui Global di Konferensi Wakaf Dunia Maroko

WAKAFDT.OR.ID | RABAT, MAROKO — Badan Wakaf Indonesia (BWI) menorehkan pengakuan internasional atas inovasi dan praktik terbaik pengelolaan wakaf nasional dalam ajang The 13th Global Waqf Conference (GWC) di Rabat, Maroko, pada 25-27 November 2025.

Konferensi ini dihadiri oleh perwakilan dari 15 negara dan menjadi platform bagi BWI untuk memposisikan Indonesia sebagai pemimpin dalam modernisasi wakaf.

Mewakili Ketua BWI, Sekretaris BWI, H. Anas Nasikhin, mempresentasikan dua model wakaf unggulan Indonesia:

Cash Waqf Linked-Sukuk (CWLS): Instrumen wakaf tunai yang dikaitkan dengan sukuk (obligasi syariah) ini telah diakui sebagai produk wakaf paling inovatif di dunia oleh Islamic Development Bank (IsDB).

Skema Blended Finance: Keberhasilan pembangunan Rumah Sakit Mata Achmad Wardi, yang dibiayai menggunakan skema pembiayaan campuran (dana wakaf, pembiayaan bank syariah, dan investasi murni).

Kedua model ini membuktikan bahwa Indonesia berhasil mengubah wakaf menjadi instrumen yang tidak hanya aman secara regulasi, tetapi juga sangat produktif dan mampu menghasilkan dampak sosial yang signifikan.

Lebih lanjut, Dr. Sulistyowati, Anggota Divisi Pengembangan Strategis BWI, memaparkan bagaimana program-program wakaf di Indonesia berkontribusi langsung dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, termasuk:

– Pembangunan rumah sakit/klinik (mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat).

– Pendirian institusi pendidikan (mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas).

– Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah/UMKM (mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak).

– Proyek Hutan Wakaf (mendukung SDG 7 & 13: Energi Bersih dan Penanganan Perubahan Iklim).

Kehadiran aktif BWI di GWC ke-13 ini menegaskan peran Indonesia sebagai motor utama dalam inovasi keuangan sosial Islam global, sekaligus menjadi ajang berbagi praktik terbaik yang bisa diadopsi negara-negara lain.(WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Inovasi Wakaf Indonesia Diakui Global di Konferensi Wakaf Dunia Maroko Read More »

Bagaimana Prosedur Resmi Wakaf Tanah?

WAKAFDT.OR.IDProses wakaf tanah milik oleh perorangan atau badan hukum harus dilakukan secara sistematis di hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) dengan tahapan sebagai berikut:

1. Persiapan Dokumen oleh Calon Wakif

Sebelum mengucapkan ikrar, calon wakif (pihak yang mewakafkan) wajib menyerahkan dokumen-dokumen penting kepada PPAIW, antara lain:

– Sertifikat atau bukti kepemilikan tanah yang sah.

– Surat Keterangan dari Kepala Desa (diperkuat Camat) yang menyatakan kebenaran kepemilikan dan bahwa tanah tidak sengketa.

– Surat Keterangan pendaftaran tanah.

– Izin dari Bupati/Walikotamadya (melalui Sub Direktorat Agraria) terkait tata ruang kota (master plan), jika diperlukan.

2. Penelitian dan Verifikasi oleh PPAIW

PPAIW akan meneliti dan memverifikasi semua dokumen, memastikan syarat-syarat pelepasan hak atas tanah terpenuhi. PPAIW juga akan memeriksa saksi-saksi dan mengesahkan susunan Nadzir (pihak penerima/pengelola wakaf).

3. Pelaksanaan Ikrar Wakaf

Calon wakif kemudian harus hadir secara pribadi di hadapan PPAIW dan dua orang saksi untuk mengucapkan Ikrar Wakaf kepada Nadzir yang telah disahkan.

Ikrar ini harus diucapkan secara jelas dan tegas, lalu dituangkan dalam bentuk tertulis menggunakan formulir Ikrar Wakaf (bentuk W.1).

Jika wakif berhalangan hadir, ikrar dapat dibuat tertulis dengan persetujuan Kantor Departemen Agama (Kandepag) setempat, kemudian dibacakan di hadapan Nadzir, dan ditandatangani oleh semua pihak yang hadir.

4. Penerbitan dan Pendistribusian Akta Ikrar Wakaf

Setelah Ikrar Wakaf diucapkan, PPAIW segera membuat Akta Ikrar Wakaf (bentuk W.2) rangkap empat. Selambat-lambatnya satu bulan setelah pembuatan ikrar, PPAIW harus mendistribusikan akta tersebut sebagai berikut:

Pihak PenerimaDokumen yang Diterima
PPAIWLembar pertama Akta Ikrar Wakaf (untuk arsip)
Subdit AgrariaLembar kedua Akta Ikrar Wakaf (sebagai lampiran permohonan pendaftaran tanah wakaf).
Pengadilan AgamaLembar ketiga Akta Ikrar Wakaf
WakifSalinan Akta Ikrar Wakaf (Lembar pertama salinan)
NadzirSalinan Akta Ikrar Wakaf (Lembar kedua salinan)
Kandepag Kab/KotaSalinan Akta Ikrar Wakaf (Lembar ketiga salinan)
Kepala Desa SetempatSalinan Akta Ikrar Wakaf (Lembar keempat salinan)

Selain itu, PPAIW wajib mencatat Akta tersebut dalam Daftar Akta Ikrar Wakaf (bentuk W.4) dan menyimpannya sebagai arsip.

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: BWI


WAKAFDT.OR.ID

Bagaimana Prosedur Resmi Wakaf Tanah? Read More »

TK DT Lebak Gelar Kajian Parenting: Menekankan “Cinta Sebelum Mendidik”

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Senin, (24/11/2025), para orang tua siswa TK Daarut Tauhiid (DT) Lebak berkumpul di Masjid Al Ikhlas CMR untuk mengikuti Kajian Parenting dengan antusias. Acara ini diselenggarakan dengan mengangkat tema sentral “Mencintai Sebelum Mendidik.”

Sebagai pembicara, hadir Evie Dewi Susantiany, CH., CHT., Konsultan Biro Psikologi Sekolah Daarut Tauhiid Indonesia, yang menyambut hangat sambutan dari pihak sekolah dan orang tua.

Dalam sesinya, Evie menekankan bahwa cinta adalah fondasi utama dalam pendidikan anak. Ia menjelaskan bahwa sebelum menyampaikan nilai-nilai atau mengarahkan karakter, orang tua harus terlebih dahulu memberikan cinta.

Menurutnya, pendekatan emosional seperti pelukan, perhatian, dan komunikasi yang hangat jauh lebih efektif daripada sekadar memberikan perintah.

Anak yang hatinya dipenuhi cinta akan merasa aman dan dihargai, sehingga lebih mudah diarahkan dan belajar dengan gembira.

Kepala Sekolah TK DT Lebak, Muhammad Iqbal Tawakal, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mempererat silaturahmi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar.

Selain itu, kegiatan ini merupakan upaya untuk menyelaraskan pola asuh dan pendidikan, dengan fokus pada prinsip mencintai anak sebelum mendidik, demi mendukung tumbuh kembang mereka.

Secara keseluruhan, Kajian Parenting ini menjadi wadah kolaborasi penting bagi sekolah dan orang tua untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh kasih bagi anak-anak. (WIN/NOV)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

TK DT Lebak Gelar Kajian Parenting: Menekankan “Cinta Sebelum Mendidik” Read More »

Tiga Santri SMP DTBS Putri Sabet Juara Nasional di Ajang Civil Education II

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri meraih prestasi gemilang di tingkat nasional. Pada hari Senin, (24/11/2025), tiga santri mereka berhasil memenangkan kompetisi Civil Education II yang diselenggarakan oleh HIMA PPKn STKIP Pasundan.

Tim debat DTBS Putri yang terdiri dari Gherisa Hanifa, Naura Khansa, dan Shafiya Azzahra sukses menunjukkan penampilan terbaik mereka.

Berkat argumen yang kuat, analisis isu yang tajam, dan kerja sama tim yang solid, mereka berhasil menyabet Juara 1 Debat Tingkat Nasional.

Selain itu, salah satu anggota tim, Gherisa Hanifa, juga diakui sebagai Best Speaker atas kemampuan berpikir yang jernih dan retorika yang meyakinkan.

Menurut Fitri Iswari, Staf Humas Media dan Desain SMP DTBS Putri, prestasi ini adalah hasil dari pembinaan holistik di pesantren.

Ia menekankan bahwa di DTBS Putri, pengembangan karakter, kemampuan akademik, dan bakat minat berjalan selaras, dengan nilai-nilai tauhid sebagai dasar.

Kemenangan ini membuktikan bahwa para santri dibina untuk menjadi generasi yang unggul dalam prestasi, berakhlak mulia, dan bertauhid.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memacu semangat seluruh santri DTBS Putri untuk terus berjuang, sekaligus mengajarkan pentingnya keberanian berpikir dan ketegasan dalam menyampaikan kebenaran, pelajaran yang akan berguna jauh melampaui kompetisi. (WIN/DS)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Tiga Santri SMP DTBS Putri Sabet Juara Nasional di Ajang Civil Education II Read More »

Di Balik Bangunan Setengah Jadi, Lantunan Ayat Suci Anak-Anak Memanggil Penyempurnaan Masjid DT Batam

WAKAFDT.OR.ID | BATAM – Ada pemandangan yang menggetarkan hati di lokasi pembangunan Masjid Daarut Tauhiid (DT) Rahmatan Lil Alamin, Batam.

Secara fisik, bangunan ini baru berdiri 50 persen. Tiang-tiang beton sudah kokoh menopang, namun dinding dan atapnya belum sepenuhnya menyelimuti.

Meski demikian, kehidupan di dalamnya sudah berdenyut kencang. Lantai satu masjid ini tidak pernah sepi. Suara riuh rendah tilawah Al-Qur’an dari anak-anak santri kini memenuhi setiap sudut ruangan yang belum rampung sempurna itu.

Gema suara mereka memantul di antara tembok-tembok setengah jadi, seolah melangitkan doa dan harapan agar lantai dua segera disempurnakan.

Kondisi ini menjadi ironi sekaligus motivasi. Di satu sisi, semangat para santri begitu membara; di sisi lain, sarana fisik masih harus menunggu kedermawanan hati para hamba Allah.

Sisa pembangunan ini bukan sekadar tentang semen dan batu bata, melainkan tentang “menunggu hati-hati yang tergerak” untuk mengambil peran dalam sejarah kebaikan ini.

Pertanyaannya kini sangat sederhana namun menukik tajam: Siapa yang akan melanjutkan perjuangan ini?

Masjid DT Rahmatan Lil Alamin memanggil Anda. Mari bersama kita tuntaskan pembangunan ini. Wakaf terbaik yang Anda berikan hari ini adalah atap bagi mereka yang mengaji, dan menjadi naungan bagi Anda di akhirat nanti. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Di Balik Bangunan Setengah Jadi, Lantunan Ayat Suci Anak-Anak Memanggil Penyempurnaan Masjid DT Batam Read More »

Duka Banjir Sumatera: Wakaf DT Hadirkan Solusi Berkelanjutan Lewat Program ‘Cash Wakaf for Humanity’

WAKAFDT.OR.ID | SUMATERA – Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan sejumlah wilayah di Sumatera kembali dikepung banjir. Ribuan rumah terendam, akses jalan terputus, dan aktivitas ekonomi warga lumpuh total.

Bencana hidrometeorologi ini tidak hanya menyisakan kerugian materiil, tetapi juga menyisakan trauma mendalam bagi masyarakat yang harus berulang kali mengungsi.

Di tengah situasi darurat ini, bantuan pangan dan logistik memang sangat dibutuhkan. Namun, memikirkan pemulihan jangka panjang bagi para penyintas bencana juga tak kalah penting.

Menjawab tantangan tersebut, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) menghadirkan terobosan filantropi Islam melalui program unggulannya, “Cash Wakaf for Humanity“.

Berbeda dengan donasi bencana pada umumnya yang bersifat sekali habis (charity), program ini menawarkan konsep keberlanjutan. Direktur Wakaf DT menjelaskan bahwa Cash Wakaf for Humanity mengusung skema Wakaf Produktif.

Artinya, dana wakaf tunai yang dihimpun dari masyarakat tidak langsung dibagikan habis begitu saja, melainkan dikelola dan diproduktifkan terlebih dahulu melalui berbagai instrumen investasi syariah yang aman dan menguntungkan.

“Melalui skema Cash Wakaf for Humanity, pokok harta wakaf dijaga kelestariannya dan dikelola di sektor-sektor produktif.

Nah, hasil keuntungan atau surplus dari pengelolaan itulah yang kemudian kami salurkan secara rutin kepada masyarakat terdampak, termasuk korban banjir di Sumatera ini,” ujar perwakilan Wakaf DT.

Mekanisme ini memastikan bahwa satu kali berwakaf, manfaatnya akan terus mengalir tanpa henti.

Bagi korban banjir, ini berarti bantuan tidak hanya datang saat air pasang, tetapi juga akan terus ada untuk membantu fase recovery (pemulihan), seperti renovasi rumah, permodalan usaha kembali, hingga bantuan pendidikan anak-anak korban bencana.

Wakaf DT mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak sekadar bersimpati, tetapi beraksi nyata dengan cara yang cerdas dan berdampak luas.

Dengan berpartisipasi dalam Cash Wakaf for Humanity, donatur tidak hanya membantu meringankan beban saudara di Sumatera hari ini, tetapi juga menanam “pohon kebaikan” yang buahnya akan terus dinikmati oleh mereka yang membutuhkan di masa depan.

Banjir mungkin meluluhlantakkan harta benda, namun kepedulian melalui wakaf produktif akan membangun kembali harapan yang lebih kokoh dan berkelanjutan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Duka Banjir Sumatera: Wakaf DT Hadirkan Solusi Berkelanjutan Lewat Program ‘Cash Wakaf for Humanity’ Read More »

Kemunafikan dan Akar Kerusakan Ekologis Semakin di Normalisasi

WAKAFDT.OR.IDSalah satu ironi terbesar yang terjadi di tengah masyarakat saat ini adalah keberadaan kelompok-kelompok yang secara sadar melakukan kerusakan—baik secara moral, sosial, maupun lingkungan—namun bersikeras bahwa tindakan mereka adalah bentuk perbaikan.

Fenomena ini diulas secara mendalam dalam Tafsir Ayat-Ayat Ekologi yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI. Buku tafsir ini menegaskan bahwa kemunafikan bukan hanya penyakit sosial yang merusak hubungan antarmanusia, tetapi juga menjadi akar utama dari krisis ekologis yang semakin parah.

Landasan Teologis: Peringatan Al-Qur’an Allah SWT telah memotret perilaku ini secara presisi dalam Surah Al-Baqarah ayat 11 dan 12. Dalam ayat-ayat tersebut digambarkan sebuah dialog peringatan.

Ketika diperintahkan, “Janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi,” kelompok ini dengan penuh percaya diri menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan (ishlah).”

Namun, Allah SWT langsung membantah klaim sepihak tersebut pada ayat berikutnya dengan firman yang tegas: “Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.” Ayat ini menelanjangi psikologi pelaku perusakan yang sering kali terperangkap dalam ilusi kebenaran mereka sendiri.

Kemunafikan struktural dan kerusakan alam dalam konteks kekinian, tafsir Kemenag RI mengaitkan ayat tersebut dengan “kemunafikan struktural”.

Ini merujuk pada pemegang kekuasaan atau pemilik modal yang membungkus kepentingan pribadi, politik, dan ekonomi mereka dengan retorika kebaikan serta kepedulian.

Di ruang publik, mereka mungkin lantang menyuarakan pelestarian alam atau pembangunan demi kesejahteraan rakyat. Namun, di balik layar, mereka justru menjadi aktor utama dalam perusakan hutan (deforestasi), pencemaran sumber air, dan perampasan tanah rakyat.

Kebijakan-kebijakan eksploitatif disahkan dengan dalih “pembangunan”, padahal hakikatnya tindakan tersebut menghancurkan masa depan bumi dan merugikan generasi mendatang.

Sikap ini mencerminkan ciri orang munafik sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: berdusta saat bicara, mengingkari janji, dan berkhianat saat diberi amanah.

Perspektif Para Ahli Tafsir Berita tersebut juga mengutip pandangan para ulama terkemuka untuk memperdalam makna kerusakan (al-fasad) dalam ayat ini:

Ibnu Asyur memandang kata fasad secara luas. Baginya, kerusakan ini mencakup pengacauan tatanan sosial, penyebaran fitnah, penolakan terhadap kebenaran, hingga penyebaran kemaksiatan yang merusak moral publik.

Az-Zamakhsyari menyoroti aspek penipuan diri (self-deception). Para pelaku ini tidak hanya merusak alam, tetapi juga menipu diri sendiri dengan melabeli tindakan destruktif mereka sebagai ishlah (perbaikan/reformasi).

Abu Hayyan menambahkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan bersifat berlapis, mulai dari kerusakan batiniah (niat yang korup) hingga kerusakan lahiriah (tindakan nyata dan dampak sosialnya).

Rasyid Ridha memberikan kritik yang sangat relevan dengan zaman modern. Ia menekankan pentingnya membedakan antara pembangunan yang berkelanjutan dengan eksploitasi yang merusak.

Ia mengecam keras otoritas yang berlindung di balik kata “reformasi” atau “kemajuan” untuk melegalkan perusakan lingkungan dan kesengsaraan masyarakat.

Kesimpulan pada akhirnya, ayat ini menjadi kritik tajam terhadap segala bentuk eksploitasi alam yang tidak bertanggung jawab.

Kerusakan keanekaragaman hayati, polusi udara, dan eksploitasi sumber daya alam berlebihan yang kita saksikan hari ini adalah manifestasi nyata dari fasad yang dilakukan oleh mereka yang merasa sedang “membangun”, padahal sejatinya sedang menghancurkan kehidupan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kemunafikan dan Akar Kerusakan Ekologis Semakin di Normalisasi Read More »

Saat Mimpi dan Manfaat Bertemu: Kisah Nasibah Hidup di Tanah Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Siang itu, Kamis (26/11/2025), matahari menyinari halaman Kantor Pelayanan Wakaf dengan teduh. Nasibah (22) tahun, datang dengan semangat yang terasa sejak ia duduk berbincang.

Mahasiswi semester 5 STAI Daarut Tauhiid itu bercerita tentang harinya yang penuh aktivitas: mengajar di MDTA DT sejak 2024, membimbing anak-anak di Yayasan Yatim-Duafa selama tiga tahun, dan tetap hadir di kegiatan pesantren. Baginya, setiap langkah pengabdian adalah caranya bersyukur atas nikmat Allah.

“Aku bersyukur bisa jadi santri DT, dan kuliah lewat beasiswa yang dulu cuma bisa aku impikan,” ucapnya lembut.

Mimpi itu ia kejar selama satu tahun penuh, menunggu, berjuang, dan tidak menyerah hingga akhirnya pintu beasiswa terbuka. Kini, sambil menuntaskan semester lima, ia mengajar kelas 5 MDTA DT dan mendampingi anak yatim-duafa.

Aktivitas yang padat itu justru membuat hidupnya terasa lebih berarti, seolah produktif adalah cara terbaiknya menjaga rasa syukur.

Ketika bercerita tentang yayasan, suaranya berubah pelan. Ada haru yang tidak ia sembunyikan saat mengenang perjuangan anak-anak yang ia dampingi. Mereka, para guru, dan suasana pesantren menjadi alasan ia ingin terus belajar.

Ilmu yang ia dapat di bangku kuliah, bukan hanya untuk dirinya, tetapi untuk diamalkan di mana pun ia berada. Di sela kesibukan, ia tetap aktif di organisasi daerah Rongga. Itu membuktikan bahwa ruang kebaikan selalu ada selama seseorang mau hadir.

Lelah tentu pernah datang, begitu pula malas yang sesekali muncul. Perjalanan Pulang Pergi (PP) setiap hari, kendaraan yang kadang bermasalah, hingga hujan yang turun mendadak, semuanya pernah ia hadapi. Namun niat awalnya selalu menjadi penguat: ingin bermanfaat bagi banyak orang, meski langkahnya sederhana.

“Motivasi terbesar itu dari diri sendiri,” katanya sambil tersenyum. Terlahir bukan dari keluarga berada justru membuat tekadnya tumbuh lebih kuat.

Hidup di tanah wakaf membuat Nasibah memahami bahwa keberkahan hadir ketika seseorang menjadikan kebaikan sebagai tujuan. Dari mimpi yang dulu terasa jauh, kini ia melangkah di jalan yang Allah mudahkan.

Dari kelas kecil MDTA, dari wajah-wajah anak yatim, dari suasana pesantren yang hangat. Ia belajar bahwa perjuangan anak muda bukan sekadar mengejar mimpi, tetapi memastikan mimpi itu membawa manfaat bagi sesama, dan di sini, di tanah wakaf, mimpi itu menemukan tempat untuk tumbuh. (SSP)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Saat Mimpi dan Manfaat Bertemu: Kisah Nasibah Hidup di Tanah Wakaf Read More »