Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Belajar Kehidupan di Balik Jeruji: Santri SMA DTBS Putra dan Jejak Manfaat Wakaf DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — (14/11/2025) Suasana berbeda menyelimuti para santri SMA Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putra. Bukan menuju ruang kelas seperti biasa, mereka melangkahkan kaki menuju Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Arcamik, Bandung, untuk sebuah perjalanan edukasi yang menyentuh sisi kemanusiaan dan hukum.

Kunjungan ini bukan sekadar wisata, melainkan sebuah studi lapangan untuk memahami konsekuensi nyata dari sebuah tindakan. Irfan, Humas SMA DTBS Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membuka mata para santri.

Mereka tidak hanya belajar teori hukum di kelas, tetapi melihat langsung bagaimana negara membina karakter anak-anak yang sempat tersandung masalah hukum.

Di sana, sekat-sekat sosial runtuh. Para santri duduk bersama anak-anak binaan, mendengarkan kisah penyesalan, konsekuensi pahit, hingga harapan baru yang tumbuh di balik tembok pembinaan.

Muhammad Rayhan Alfajr, salah satu santri kelas X, menuturkan bahwa interaksi ini memberinya pelajaran berharga tentang kedisiplinan dan ketaatan aturan sebagai pelindung diri, bukan sekadar pengekang kebebasan.

Di balik karakter disiplin dan akhlak mulia yang ditunjukkan para santri SMA DTBS Putra selama kunjungan, terdapat peran krusial dari pengelolaan Aset Wakaf Daarut Tauhiid.

SMA DTBS sendiri merupakan salah satu wujud nyata dari Aset Wakaf Produktif di sektor pendidikan. Gedung sekolah tempat mereka menimba ilmu, asrama yang membentuk kemandirian, hingga sarana transportasi yang mengantarkan mereka ke lokasi studi seperti LPKA ini, adalah buah dari dana wakaf yang dikelola secara profesional oleh DT.

Pemanfaatan aset wakaf ini tidak hanya berhenti pada penyediaan fisik bangunan, tetapi bertransformasi menjadi nilai manfaat (mauquf ‘alaih) berupa:

Kurikulum Berbasis Karakter: Lingkungan wakaf yang kondusif memungkinkan penerapan kurikulum khas DT (BAKU: Baik dan Kuat) yang membentuk santri tidak hanya cerdas akademis, tapi juga peka sosial.

Fasilitas Penunjang Dakwah: Kendaraan operasional sekolah yang merupakan aset wakaf memudahkan mobilitas santri untuk melakukan kegiatan edukatif di luar sekolah, memperluas wawasan mereka tentang realitas masyarakat.

Kunjungan ke LPKA Arcamik menjadi bukti bahwa pendidikan di lingkungan aset Wakaf DT tidak hanya melahirkan siswa yang paham agama, tetapi juga warga negara yang taat hukum.

Aturan dipahami sebagai benteng keselamatan, dan fasilitas wakaf menjadi jalan untuk menghantarkan generasi muda ini menjemput hikmah di mana pun berada. (WIN/NOV)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Belajar Kehidupan di Balik Jeruji: Santri SMA DTBS Putra dan Jejak Manfaat Wakaf DT Read More »

Kajian Qurani Baitul Quran DT di Masjid Daarul Ihsan Telkom Tuai Apresiasi Peserta dan Pihak DKM

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Adab bukan sekadar pelengkap ilmu. Ia adalah pintu kemuliaan.” Kalimat itu menjadi pembuka yang menggugah dalam gelaran Kajian dan Mabit Qurani bertema Taqdimul Adab ’Alal ’Ilm: Ketika Adab Lebih Utama dari Ilmu.

Sebuah pengingat bahwa sebelum seseorang ditinggikan dengan ilmu, adab-lah yang terlebih dahulu menjadikan ia layak dimuliakan.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025, pukul 20.00 — selesai ini terasa begitu istimewa karena perdana diselenggarakan di luar kawasan Daarut Tauhiid, tepatnya di Masjid Daarul Ihsan, Telkom Corporate University, Gegerkalong.

Antusiasme santri begitu terasa, sejalan dengan sambutan hangat dari pihak DKM yang mengaku terkesan dengan suasana kajian yang penuh keteduhan dan kerapian khas Baitul Quran.

Kajian utama dibersamai oleh Ustadz Agus Subagio, S.Pd.I., Al-hafidz, Founder Yayasan Sahabat Al Quran (SAHAL), yang menyampaikan urgensi menata adab sebagai fondasi sebelum memperdalam ilmu

Tausiyah yang mengalir lembut membuat para santri, assatidz, dan jamaah larut dalam suasana muhasabah. Bahkan secara daring, tercatat sekitar 1449 orang ikut menyimak jalannya kajian.

Salah satu santri menyampaikan kesan mendalamnya: “Biasanya kalau bahas adab itu berat, tapi malam ini terasa sangat dekat.

Rasanya seperti diajak bercermin dengan lembut, tapi tetap menampar hati.” Testimoni serupa bergema dari banyak peserta, menandakan bahwa pesan malam itu benar-benar menyentuh dan relevan.

Acara ditutup dengan sesi diskusi, di mana jamaah bisa bertanya langsung seputar materi maupun pengalaman mengamalkan adab dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan suasana yang hangat dan penuh keberkahan, Kajian dan Mabit Qurani kali ini menjadi pengingat bersama bahwa kemuliaan selalu berawal dari adab yang dijaga.

Bagi Ayah Bunda yang ingin putra-putrinya tumbuh dalam lingkungan Qurani yang terarah, dan bagi para calon santri yang rindu belajar dalam suasana yang menumbuhkan jiwa, saat ini BQ Daarut Tauhiid telah membuka Penerimaan Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027.

Kesempatan ini menjadi pintu awal untuk bergabung dalam keluarga besar para penjaga Al Quran dan penempuh jalan adab. Semoga menjadi langkah terbaik menuju masa depan yang diberkahi.

(ATS)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kajian Qurani Baitul Quran DT di Masjid Daarul Ihsan Telkom Tuai Apresiasi Peserta dan Pihak DKM Read More »

Rekam Jejak Pengkhianatan Kaum Yahudi terhadap Para Nabi: Refleksi Sejarah dalam Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.ID Al-Qur’an mengabadikan berbagai peristiwa sejarah yang mengungkap watak sebagian kaum Yahudi (Bani Israil) yang kerap melakukan tipu daya dan pengkhianatan terhadap utusan Allah. Pola pembangkangan ini terekam jelas mulai dari masa Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, hingga zaman Rasulullah SAW.

Rangkaian peristiwa ini menjadi peringatan bahwa kedurhakaan dan konspirasi bukanlah hal baru, melainkan siklus yang berulang. Hal ini terlihat pula pada sikap Zionis hari ini yang mengkhianati bangsa Palestina—bangsa yang dahulu menerima mereka saat mereka terusir dari berbagai belahan dunia.

1. Penolakan dan Sikap Pengecut di Masa Nabi Musa AS

Sejarah mencatat bagaimana kaum Yahudi diselamatkan oleh Nabi Musa AS dari kekejaman Firaun. Namun, balasan mereka adalah pembangkangan. Ketika Nabi Musa mengajak mereka berjihad di jalan Allah untuk memasuki tanah yang dijanjikan, mereka menolak dengan alasan takut mati dan cinta dunia.

Dengan angkuh, mereka justru menyuruh Nabi Musa berperang sendiri. Sikap ini diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur’an:

“Mereka berkata, “Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap menanti di sini saja.” (QS. Al-Ma’idah: 24)

2. Konspirasi Terhadap Nabi Isa AS

Pengkhianatan berlanjut pada masa Nabi Isa AS. Kaum Yahudi mengklaim dengan bangga telah menyalib dan membunuh Nabi Isa. Namun, Al-Qur’an membantah klaim tersebut secara tegas. Allah menyelamatkan Nabi Isa dan mengangkatnya ke langit, sementara yang mereka bunuh hanyalah orang yang diserupakan dengannya.

Sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Kementerian Agama, peristiwa ini memicu perpecahan dan keraguan di kalangan mereka sendiri hingga melahirkan berbagai sekte yang saling menyesatkan.

“…padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa…” (QS. An-Nisa: 157)

3. Pengkhianatan Piagam Madinah di Era Rasulullah SAW

Di masa Nabi Muhammad SAW, sifat khianat ini kembali muncul melalui dua suku Yahudi di Madinah, yakni Bani Nadhir dan Bani Quraizhah. Meskipun telah terikat janji setia dalam Piagam Madinah untuk bersama-sama melindungi kota, mereka justru bersekongkol dengan musuh Islam.

Bani Nadhir: Berencana menyerang kaum Muslimin dengan mempersiapkan persenjataan jarak jauh (sejenis ketapel raksasa) dari pemukiman mereka untuk menghancurkan Masjid Nabawi, meski rencana ini akhirnya gagal.

Bani Quraizhah: Melakukan pengkhianatan fatal saat Perang Ahzab. Mereka membuka celah pertahanan dan meneror pemukiman Muslim yang saat itu hanya dihuni wanita dan anak-anak.

Sejarah mencatat keberanian Shafiyyah binti Abdul Muthalib, bibi Rasulullah SAW, yang berhasil melumpuhkan mata-mata Yahudi yang mencoba menyusup ke benteng perlindungan wanita dan anak-anak saat para pria sedang berjihad di garis depan.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Rekam Jejak Pengkhianatan Kaum Yahudi terhadap Para Nabi: Refleksi Sejarah dalam Al-Qur’an Read More »

Gencatan Senjata Hanya “Di Atas Kertas”, Wakaf DT Terus Gencarkan Cash Wakaf for Palestine

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat di Jalur Gaza terancam runtuh total. Di lapangan, status “jeda kemanusiaan” ini tampaknya hanya sekadar nama.

Laporan terbaru mencatat bahwa dalam kurun waktu 44 hari sejak perjanjian berlaku (10 Oktober), Israel telah melakukan setidaknya 497 pelanggaran kesepakatan.

Pelanggaran sistematis ini telah merenggut nyawa sekitar 342 warga sipil, di mana mayoritas korban adalah kelompok rentan seperti anak-anak, wanita, dan lansia.

Serangan udara masih terus dilancarkan, termasuk insiden pada hari Sabtu lalu yang menewaskan 24 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya.

Realitas Pahit di Lapangan

Kantor Media Pemerintah Gaza mengecam keras tindakan ini sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional yang mencolok.

Israel dituduh terus membatasi aliran bantuan medis yang krusial, serta memperluas pergerakan militernya melewati “garis kuning” (batas demarkasi yang disepakati) di wilayah Gaza Utara, membuat puluhan keluarga terkepung tanpa jalan keluar.

Kecemasan kian memuncak dengan laporan dari jurnalis Al Jazeera yang menyebut bahwa rasa aman warga telah hancur. Warga Gaza memandang perjanjian ini bukan sebagai komitmen damai, melainkan sekadar penarikan taktis oleh Israel untuk mempersiapkan serangan lanjutan.

Tuduhan saling lempar pun terjadi, di mana Hamas menyebut Israel mengarang alasan untuk melanjutkan “perang pemusnahan,” sementara Israel berdalih serangan mereka adalah respons terhadap ancaman pejuang.

Krisis kemanusiaan makin memilukan dengan ditemukannya jenazah warga Palestina yang dikembalikan Israel dalam kondisi mengenaskan—menunjukkan tanda-tanda penyiksaan dan mutilasi.

Tim forensik Gaza mengaku kewalahan mengidentifikasi ratusan jenazah tersebut karena minimnya peralatan laboratorium yang memadai.

Komitmen Wakaf DT: Bantuan Tak Boleh Terhenti

Melihat kondisi gencatan senjata yang rapuh dan agresi yang faktanya masih terus terjadi, Wakaf Daarut Tauhiid (Wakaf DT) mengambil sikap tegas untuk tidak mengendurkan bantuan.

Wakaf DT menyadari bahwa narasi “gencatan senjata” sering kali membuat dunia luar terlena, padahal penderitaan warga Palestina belum berakhir. Oleh karena itu, Wakaf DT memastikan program Cash Wakaf for Palestine tetap berjalan secara intensif.

“Meskipun statusnya gencatan senjata, fakta menunjukkan saudara kita masih diserang dan hidup dalam kepungan. Ini bukan saatnya berhenti, melainkan saatnya memperkuat dukungan,” ungkap perwakilan Wakaf DT.

Melalui program Cash Wakaf for Palestine, Wakaf DT mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menyalurkan kepedulian. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas umat tidak akan surut oleh status politik yang tidak menentu.

Dana yang terkumpul difokuskan untuk kebutuhan darurat yang mendesak akibat blokade dan serangan yang masih berlangsung, serta persiapan pemulihan jangka panjang bagi infrastruktur dan masyarakat Gaza. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: Republika


WAKAFDT.OR.ID

Gencatan Senjata Hanya “Di Atas Kertas”, Wakaf DT Terus Gencarkan Cash Wakaf for Palestine Read More »

Mengenal Puasa Ayyamul Bidh dan Keutamaannya

WAKAFDT.OR.ID — Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam setiap bulannya adalah puasa Ayyamul Bidh.

Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dilakukan pada pertengahan bulan-bulan qamariyah yaitu tanggal 13, 14, dan 15.

Sebagaimana disebutkan dalam riwayat dari Qatadah bin Milhan RadiyaAllahu ‘anhu yang artinya:

“Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wassalam telah memerintahkan kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15. (HR. Abu Dawud).

Ayyamul Bidh sendiri memiliki arti hari-hari yang cerah atau hari yang malamnya disinari bulan purnama.

Niat puasa Ayyamul Bidh dibaca seperti halnya membaca niat puasa sunnah yang lainnya. Berikut ini niat puasa Ayyamul Bidh yang dapat dibaca.

“Nawaitu shauma ayyamil bidh lilahi ta’ala.”

Artinya, “Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’ala.”

Adapun tata cara pelaksanaannya Sebagaimana puasa sunnah lainnya, puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan dengan melakukan beberapa hal dan syarat-syarat puasa, yaitu:

  • Membaca niat puasa Ayyamul Bidh.
  • Makan sahur yang sangat dianjurkan untuk dilakukan ketika sudah mendekati waktu Subuh sebelum imsak.
  • Melaksanakan puasa dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan sejenisnya.
  • Menjaga diri dari segala perilaku yang membatalkan puasa seperti berkata tidak baik, membicarakan orang lain, dan perbuatan tidak terpuji lainnya.
  • Menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba dan membaca doa buka puasa.

Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan yang begitu besar. Siapapun yang melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, akan sekaligus mendapatkan kesunnahan berpuasa selama tiga hari setiap bulannya.

Sementara puasa selama tiga hari tiap bulan tersebut akan mendapatkan keutamaan seperti puasa sepanjang tahun. Di mana pernah disebutkan dalam sebuah keterangan yang artinya:

“Diriwayatkan dari Abu Dzar RadiyaAllahu ‘anhu, sungguh Nabi Shallalahu ‘alaihi wassalam bersabda: ‘Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut: ‘Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya’ [QS al-An’am: 160]. Satu hari sama dengan 10 hari’.” (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi).

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Mengenal Puasa Ayyamul Bidh dan Keutamaannya Read More »

Makna Madrasatul Ula dalam Pendidikan Anak

WAKAFDT.OR.ID — Seorang ibu punya dominan memegang peranan penting dalam pendidikan anak-anaknya. Sebab ibu yang selalu ada disamping anaknya.

Ibu yang selalu membersamai anak dari bangun tidur hingga tidur lagi. Itulah sebabnya kebanyakan anak lebih cinta kepada ibu daripada anggota keluarga yang lainnya.

Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ibu punya peran dalam sebagai berikut:

1.    Pembentukan rasa kasih sayang.

2.    Tempat mencurahkan isi hati.

3.    Pengatur kehidupan dalam rumah tangga.

4.    Pendidik dari segi emosional.

Ibu disebut sebagai madrasatul ula yang berarti sebagai sekolah utama dan pertama bagi seorang anak.

Orang pertama yang menemani hidup seorang anak, seorang ibu memberikan pengajaran dan pembangun pondasi diri anak. Ibu menjadi guru pertama bagi anak, oleh karena jasa seorang ibu sangatlah besar.

Ibu adalah rumah bagi anak sebelum anak itu dilahirkan. Sembilan bulan ibu mengandung, kemudian melahirkan, mengasuh serta merawat anaknya.

Perjuangan seorang ibu untuk anaknya memang bukanlah hal yang mudah, bahkan nyawa pun menjadi taruhannya.

Ibu selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya, memberikan kasih sayang yang tak terhingga untuk anaknya.

Ibu begitu tulus, ikhlas sepenuh jiwa dan raga memberikan kasih sayang dan perhatiannya. Tanpa pamrih dan mengharap imbalan apapun dari anaknya.

Dari ibulah seorang anak banyak belajar hal-hal baru dalam hidupnya. Belajar berbicara, belajar memakai pakaian sendiri, belajar cara makan, melatih motorik kasar dan halus.

Hal-hal tersebut dimulai dari guru yang hebat bernama ibu. Ibu adalah pengajar, pembimbing serta penasihat terbaik bagi anaknya.

Ketika seorang anak tengah bingung tak tahu arah, ketika seorang anak tengah dalam masalah, ketika seorang anak tengah gundah gelisah.

Ibu adalah tempat ternyaman untuk mencurahkan isi hati. Mendidik anak sedari kecil dapat memberikan dampak yang luar biasa nantinya.

Pola pembiasaan sejak kecil memberikan dampak kepada anak yaitu memiliki keterampilan serta kepribadian yang baik dan berkualitas, berakhlak mulia, kuat secara fisik dan juga mental.

Ibu yang baik tentunya ibu yang selalu mendoakan anak-anaknya. Ibu adalah madrasah pertama yang nantinya akan memberikan keteladanan bagi sikap, perilaku dan kepribadian anak.

Jika seorang ibu itu baik maka baik pula anaknya. Secara tidak langsung semua tindak tanduk ibu akan menjadi panutan atau sebagai suri teladan bagi anaknya.

Ketika seorang ibu menjalankan kewajiban dan fungsinya dengan baik dalam rumah tangga, bukan tidak mungkin akan melahirkan anak-anak yang shalih shalihah yang kelak menjadi tunas berdirinya masyarakat yang berbakti kepada kedua orang tua, berkualitas, berbudi pekerti luhur.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Makna Madrasatul Ula dalam Pendidikan Anak Read More »

Aa Gym

Aa Gym: Salah Satu Pilar Karakter Mencintai Saudara Sendiri

WAKAFDT.OR.ID — Ada sebuah hadits yang sudah dikaji oleh para ulama. Sebuah hadits mengenai 4 pilar karakter seorang muslim, salah satunya ia mencintai saudara.

Mencintai sesama muslim sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang artinya: ”Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhori).

Siapa yang dimaksud saudara dalam hadits tersebut? Maka diperjelas dalam Al-Quran dalam surat Al-Hujurat:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Alloh supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Ada tingkat seseorang tidak menyukai orang lain. Pertama ia tidak suka kalau orang lain mendapat nikmat, namun senang jika orang lain mendapatkan musibah.

Kedua, tidak menginginkan orang lain atau temanya rugi, tetapi tidak mau seseorang itu melampaui kesuksesannya.

Tipe yang kedua lumayan dibandingkan dari yang pertama, meskipun masih tergolong perilaku yang buruk.

Ketiga, menginginkan orang lain berprestasi, tapi tidak rela orang prestasinya melebihi dari kita.

Jadi gak perlu dalam keluarga merasa dengki ke saudara sendiri. Kalau adik beli mobil, kita kakaknya belum kebeli tiba-tiba nyesek, kenapa harus nyesek? Alloh ngasih rezeki sesuka Alloh.

Alloh satu-satunya pembagi rezeki, tidak ada satupun makhluk yang mendapatkan rezeki kecuali pasti dari Alloh.

Rezeki itu sebagai karunia atau ujian? Karunia, kalau kita bersyukur. Jadi tidak perlu iri, terserah Alloh membagikan rezeki ke siapapun, walaupun kita sebapak dan seibu setiap orang beda-beda rezekinya.

Walaupun seangkatan sekolah pasti beda-beda rezekinya. Nanti kalau Alloh mau ngambil maka ambil sesuka Alloh.

Oleh Alloh bisa dilapangkan dan disempitkan, Alloh angkat dan turunkan, semuanya baik bagi orang yang beriman.

Kalau diberi dia bersyukur, ditahan dia bersabar, diambil dia ridho, dan melihat yang lain tidak ada dengki. Wallohu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Salah Satu Pilar Karakter Mencintai Saudara Sendiri Read More »

Aa Gym: Ketika Sahabat Bertanya Siapa Orang yang Cerdas?

WAKAFDT.OR.ID – Sahabat Nabi pernah bertanya. Siapakah orang beriman yang paling utama? Kemudian Rosullulah Shallalahu ‘alaihi wassalam menjawab: orang yang paling baik akhlaknya.

Kemudian sahabat bertanya lagi, siapa orang mukmin yang paling cerdas? Kemudian Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “orang mukmin yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya pada kematian”.

Apakah orang cerdas yang mendapatkan peringkat yang tinggi? Orang yang IQ-nya tinggi? Atau orang yang cerdas adalah orang yang lulus cumlaude? Maka jawabannya bukan. Orang yang cerdas adalah orang yang banyak mengingat mati.

Jadi ciri orang paling kuat imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Makin kuat imannya maka akan beririsan juga akhlaknya semakin baik secara langsung.

Karena orang beriman yakin bahwa ia selalu dilihat atau disaksikan oleh Allah tanpa ada satu pun yang tersembunyi.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Ali-Imran dan surat Qaff yang berbunyi:

“Innallaha la yakhfa ‘alaihi syai’un fil ardi wa laa fis sama.” 

Artinya: “Bagi Allah Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi di bumi dan di langit.”

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya(15), (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri (16), Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (17)”. (QS. Qaf: 15-17).

Kalau kita yakin dengan keberadaan Allah maka tidak ada tempat untuk kita berbuat maksiat. Individu yang cerdas akan melihat dan mencoba menghabiskan waktu dengan sangat berkualitas.

Orang-orang cerdas selalu berpandangan bahwa mereka belum tentu kembali hidup di keesokan hari. Banyak memikirkan mati dan banyak mempersiapkan kehidupan sesudah mati.

Individu yang kerap mengingat kematian akan sangat berhati-hati dalam menggunakan waktunya. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Ketika Sahabat Bertanya Siapa Orang yang Cerdas? Read More »

Borong Juara di Gebyar Nabilah 2025, Santri DTBS Batam Buktikan Keberkahan Fasilitas Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BATAM – Tiga santri SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Batam kembali mengharumkan nama sekolah dengan memborong gelar juara dalam ajang bergengsi Gebyar Nabilah 2025, Kamis (30/10/2025).

Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan sinergi antara potensi santri dan dukungan fasilitas pendidikan berbasis wakaf yang memadai.

Dalam kompetisi antarsekolah tersebut, Muhammad Faatih dari kelas 7B sukses menyabet Juara 1 Speech Contest berkat kemampuan bahasa Inggrisnya yang impresif.

Sementara itu, di bidang seni, Raniazendra Khairana (Kelas 8C) berhasil meraih Juara 2 Lomba Puisi lewat penghayatannya yang menyentuh, disusul oleh Aisha Sakinah Yusepto (Kelas 8C) yang mengamankan Juara 2 Lomba Solo Vocal dengan kualitas vokalnya yang khas.

Humas SMP DTBS Batam, Oka Raka Kuswanda, menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras para santri. Menurutnya, prestasi ini bukan sekadar piala, melainkan cerminan dari pendidikan karakter baku (baik dan kuat) yang diterapkan sekolah.

“Alhamdulillah, kami bangga. Ini menunjukkan bahwa santri DTBS mampu menyeimbangkan prestasi akademik dan seni dengan tetap menjunjung tinggi adab,” ujar Oka.

Buah Manis Aset Wakaf Produktif Keberhasilan para santri ini tidak terlepas dari peran strategis aset Wakaf Daarut Tauhiid di Batam. Fasilitas sekolah tempat mereka menimba ilmu merupakan wujud nyata dari pengelolaan dana wakaf umat yang dikelola secara produktif.

Gedung sekolah yang representatif, asrama yang kondusif, serta sarana penunjang minat bakat yang digunakan para santri berlatih, merupakan aset wakaf yang terus mengalirkan manfaat.

Prestasi yang diraih Faatih, Raniazendra, dan Aisha menjadi bukti bahwa aset wakaf yang dikelola secara profesional mampu melahirkan generasi berprestasi.

Kemenangan ini sekaligus menjadi laporan pertanggungjawaban nyata kepada para muwakif (pewakaf) bahwa harta yang mereka titipkan telah bertransformasi menjadi prestasi dan pembinaan karakter generasi penerus. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Borong Juara di Gebyar Nabilah 2025, Santri DTBS Batam Buktikan Keberkahan Fasilitas Wakaf Read More »

Dari Lahan Wakaf Lahirkan Juara: Kisah Santri DTBS Batam di Gebyar Nabilah 2025

WAKAFDT.OR.ID | BATAM – Suasana penuh syukur menyelimuti lingkungan SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Batam pada Kamis (30/10/2025).

Di balik tembok sekolah yang berdiri kokoh di atas aset wakaf tersebut, lahir prestasi gemilang dari tiga santri berbakat yang baru saja berkompetisi di ajang Gebyar Nabilah 2025.

Tiga nama santri berhasil mencatatkan tinta emas. Muhammad Faatih (Kelas 7B) tampil memukau juri dan meraih Juara 1 Speech Contest.

Di panggung yang berbeda, Raniazendra Khairana (Kelas 8C) dan Aisha Sakinah Yusepto (Kelas 8C) masing-masing mempersembahkan Juara 2 untuk kategori Lomba Puisi dan Solo Vocal. Penampilan mereka dinilai sangat matang, memancarkan kepercayaan diri yang ditempa melalui latihan disiplin.

Oka Raka Kuswanda, selaku Humas SMP DTBS Batam, menegaskan bahwa prestasi ini adalah buah dari integrasi kurikulum yang mengedepankan akhlak dan kompetensi. “Harapan kami, kemenangan ini memotivasi santri untuk terus menebar manfaat bagi lingkungan,” tuturnya.

Nilai Lebih di Balik Prestasi Namun, ada dimensi lain yang membuat kemenangan ini terasa lebih spesial. Para juara ini ditempa di atas fasilitas pendidikan yang merupakan aset Wakaf Daarut Tauhiid.

Setiap sudut kelas tempat Faatih melatih pidatonya, atau aula tempat Aisha dan Raniazendra mengasah seni, adalah amanah dari umat yang disalurkan melalui wakaf.

Pemanfaatan aset wakaf di DTBS Batam terbukti tidak hanya sekadar bangunan fisik, melainkan menjadi “rahim” yang melahirkan generasi berkualitas. Melalui fasilitas yang nyaman dan berkah ini, para santri dapat fokus mengembangkan potensi terbaik mereka.

Prestasi di Gebyar Nabilah 2025 ini menjadi pesan kuat: Wakaf tidak hanya menahan harta pokoknya, tetapi buahnya terus mengalir dalam bentuk kecerdasan, kreativitas, dan prestasi santri yang kelak akan membangun peradaban. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Dari Lahan Wakaf Lahirkan Juara: Kisah Santri DTBS Batam di Gebyar Nabilah 2025 Read More »