Wakaf Daarut Tauhiid

Innalillahi, Ribuan Warga Terdampak Akibat Banjir di Sumbar

WAKAFDT.OR.ID | SOLOK – ( 25/11/2025)Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak akhir pekan lalu mengakibatkan banjir meluas di empat wilayah Sumatera Barat, yakni Kota Solok, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Padang Pariaman. Bencana ini tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga merusak infrastruktur dan lahan pertanian.

Di Kota Solok, meluapnya Sungai Batang Lembang merendam ratusan rumah di Kelurahan Tanah Garam, KTK, Koto Panjang, dan Sinapa Piliang. Dampak: Sebanyak 559 Kepala Keluarga (KK) atau 1.279 jiwa terdampak, termasuk 93 balita dan 62 lansia.

Kerusakan Lain: Selain banjir, terjadi pohon tumbang di Kelurahan Kampung Jawa dan Tanah Garam yang menimpa rumah warga serta menutup akses jalan. Satu rumah dilaporkan rusak berat dan satu rusak ringan.

Kebutuhan Mendesak: Hingga Selasa siang, banjir belum surut. Warga membutuhkan alat kebersihan, sembako, perlengkapan bayi (family kit), serta matras dan selimut.

Kabupaten Agam: ratusan warga mengungsi. Hujan deras sejak 22-25 November 2025 memicu banjir dengan ketinggian air 50 cm hingga 1,5 meter di empat kecamatan: Tanjung Mutiara, Ampek Nagari, Palembayan, dan Tanjung Raya.

Pengungsian: Sekitar 113 KK terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau tenda darurat.

Penanganan: BPBD Agam bersama Basarnas dan PMI terus melakukan evakuasi menggunakan perahu karet. Bantuan logistik mulai disalurkan, termasuk dari pihak swasta di Palembayan.

Kabupaten Pasaman Barat: pertanian lumpuh. Fokus dampak di Pasaman Barat memukul sektor pertanian. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura mencatat kerusakan parah pada lahan sawah di Kecamatan Ranah Batahan, Talamau, Kinali, dan Lembah Melintang.

Kerugian: Total 121 hektare lahan sawah rusak dengan taksiran kerugian mencapai Rp363 juta.

Imbauan: Pemerintah setempat meminta petani mengamankan alat produksi dan mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut guna mencegah kerugian lebih besar.

Kabupaten Padang Pariaman: Infrastruktur Rusak. Berdasarkan data BNPB, banjir merendam 21 desa di delapan kecamatan. Sempat surut pada Minggu malam, air kembali naik pada Senin akibat hujan susulan.

Korban: Tercatat 9.228 warga terdampak, dengan 258 orang mengungsi di musala dan rumah kerabat.

Kerusakan Fisik: Sebanyak 3.076 rumah terendam (2 rusak), serta kerusakan pada jalan penghubung, dua jembatan, satu bendungan, dan dua saluran irigasi.

Pertanian: Sekitar 183 hektare lahan pertanian (sawah dan kebun) ikut terendam.

Secara umum, tidak ada laporan korban jiwa dalam rentetan bencana ini. Namun, BPBD di seluruh wilayah terdampak mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi.

Koordinasi lintas sektoral terus dilakukan untuk memastikan evakuasi dan penyaluran bantuan berjalan lancar. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID