Wakaf Daarut Tauhiid

Bolehkah Mengucap “Hamdalah” Ketika Bersin Saat Shalat

WAKAFDT.OR.IDShalat memiliki syarat dan rukun yang ketat, namun ada kondisi alami manusia yang tetap diperbolehkan terjadi, salah satunya adalah bersin. Berikut adalah panduan adab bersin dalam shalat berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW:

1. Disunahkan Mengucap Hamdalah

Seorang Muslim yang bersin saat shalat diperbolehkan (bahkan disunahkan) untuk mengucapkan hamdalah. Hal ini didasarkan pada hadis riwayat Abu Dawud dari jalur Mu’adz bin Rifa’ah.

Dalam riwayat tersebut, Rifa’ah bersin di belakang Rasulullah SAW saat shalat dan membaca doa hamdalah yang cukup panjang:

“Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakan fiih mubarakan ‘alaih kamaa yuhibbu rabbuna wayardhaa.”

Artinya: “Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak serta baik dan diberkahi, keberkahan yang sebagaimana dicintai dan diridhai oleh Rabb kami.”

Setelah shalat, Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau melihat lebih dari 30 malaikat berebut untuk mencatat amalan bacaan tersebut karena kemuliaannya.

2. Etika Saat Shalat Berjamaah

Meskipun diperbolehkan, jika Anda sedang shalat berjamaah, sebaiknya hamdalah diucapkan dengan suara pelan (sirr) atau didengar oleh diri sendiri saja.

Alasannya: Agar tidak memancing makmum lain—terutama yang belum paham ilmunya—untuk menjawab dengan “Yarhamukallah“.

3. Larangan Menjawab Bersin (“Yarhamukallah”)

Bagi orang yang mendengar orang lain bersin saat shalat, dilarang keras untuk menjawabnya (tasymit).

Jika seseorang mengucapkan “Yarhamukallah” kepada orang yang bersin, maka batal shalatnya.

Hal ini dikategorikan sebagai percakapan manusia biasa yang tidak boleh ada dalam shalat.

Dalil Pendukung: Dalam hadis riwayat Mu’awiyah bin al-Hakam, ia pernah menjawab bersin seseorang saat shalat. Setelah shalat selesai, Rasulullah SAW menasihatinya dengan sangat lembut tanpa memarahinya:

“Dalam shalat ini, tidak boleh ada perbincangan manusia. Shalat adalah takbir, tasbih, membaca Al-Qur’an, dan tahmid.”

Ringkasan Poin Utama:

– Yang Bersin: Boleh mengucap Alhamdulillah (sebaiknya pelan saat berjamaah).

– Yang Mendengar: Harus diam dan dilarang menjawab Yarhamukallah agar shalatnya tidak batal.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID