Wakaf Daarut Tauhiid

Agustus 2025

Pengalaman Tim DTMP Selama Proses Penggalian dan Pemindahan Makam

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Alhamdulillah, pada hari Sabtu (26/7/2025) tim DTMP (Daarut Tauhiid Memorial Park) telah melakukan pemindahan jenazah dari pemakaman asal ke DTMP.

Pemindahan makam ini merupakan proses pemindahan yang ke-2, setelah sebelumnya pernah juga dilakukan pemindahan makam pada tahun 2024 silam.

Alasan pemindahan makam kali ini karena kondisi pemakaman yang tidak terawat dan sangat padat, sehingga posisi makam sangat berdekatan dengan makam lainnya.

Hal tersebut bersimbas pada peziarah yang sulit mengakses makam keluarganya, bahkan seringkali peziarah harus menginjak makam lainnya bahkan duduk diatas makam lainnya karena kondisinya yang sangat padat.

Almarhumah sebelumnya telah dimakamkan sejak tahun 2005, yang berarti usia pemakamannya sudah selama 20 tahun di TPU (Tempat Pemakaman Umum) sebelumnya.

Eka Setia Daud, salah satu tim DTMP yang sudah melakukan pemindahan jenazah/makam ke DTMP sebanyak dua kali, membagikan ceritanya selama melakukan pemindahan makam.

โ€œPada proses pemindahan kemarin, petugas pembongkaran makam telah melakukan setengah penggalian, sisanya petugas menunggu kedatangan tim DTMP, karena ingin ada doa terlebih dahuluโ€, ungkapnya.

Ia juga menyampaikan selama bertugas melakukan pemindahan tidak pernah ada kendala yang begitu berarti, โ€œalhamdulillah dalam prosesnya selalu Allah mudahkanโ€.

โ€œKendala dilapangan paling beberapa ada yang sulit mencari tulang belulang (jenazah yang sudah puluhan tahun), ada juga yang mencari titik posisi jenazahnya agak sulit, macam-macam pokoknya, tapi alhamdulillah semua bisa teratasi.โ€

Bahkan mereka (tim) tidak pernah mendapati kejadian-kejadian mistis, meskipun kondisi jenazah tinggal tulang belulang.

DTMP sebenarnya tidak hanya sekadar area pemakaman saja. DTMP merupakan program yang dirancang untuk membantu umat Muslim guna meraih husnul khatimah.

Program ini menawarkan layanan pemakaman sesuai syariat Islam, serta dukungan spiritual yang mencakup persiapan, pelaksanaan, dan penguatan husnul khatimah. Tujuannya adalah memberikan kemudahan dan ketenangan dalam menjalani masa akhir kehidupan dengan keberkahan. (WIN)

Untuk informasi lebih lanjut tentang DTMP bisa diakses di laman berikut: https://dtmemorialpark.org/

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Pengalaman Tim DTMP Selama Proses Penggalian dan Pemindahan Makam Read More ยป

TPU Padat & Tak Terawat, Keluarga Pindahkan Makam ke Daarut Tauhiid Memorial Park

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Hasil survey menunjukkan, beberapa Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Bandung dan sekitarnya mengalami kondisi yang sudah padat atau penuh.

Beberapa TPU bahkan sudah mencapai tingkat keterisian hingga 96%. Hal ini menjadi perhatian karena keterbatasan lahan pemakaman di perkotaan.

Hal tersebutlah yang mendasari alasan salah satu keluarga melakukan pemindahan makam anggota keluarganya, yang sebelumnya telah dimakamkan di salah satu TPU di Kota Bandung ke Daarut Tauhiid Memorial Park (DTMP).

Almarhumah sebelumnya telah dimakamkan sejak tahun 2005. Namun dengan kondisi saat ini TPU di berbagai tempat sangat padat, menyebabkan kondisi pemakaman jaraknya sangat berdempetan.

Pihak keluarga menyampaikan alasannya kepada tim DTMP terkait rencana pemindahan salah satu anggota keluarganya, didasari dengan kondisi TPU yang sangat padat.

Hal tersebut mengakibatkan ketidaknyamanan para peziarah yang datang, karena peziarah biasanya mau tidak mau harus menginjak makam lainnya untuk ke pemakaman keluarganya.

Keluarga juga menyampaikan, โ€œbelum lagi kondisi yang kurang terawat dan terkesan kumuh karena kurangnya pemeliharaan lingkungan disanaโ€.

Akhirnya pada, hari Sabtu (26/7/2025) tim DTMP melakukan pemindahan jenazah dari pemakaman asal ke DTMP.

Alhamdulillah pihak keluarga merasa lebih tenang dan nyaman, karena saat ini makam keluarganya bisa lebih terawat dan juga peziarah bisa lebih nyaman saat berkunjung.

DTMP sebenarnya tidak hanya sekadar area pemakaman saja. DTMP merupakan program yang dirancang untuk membantu umat Muslim guna meraih husnul khatimah.

Program ini menawarkan layanan pemakaman sesuai syariat Islam, serta dukungan spiritual yang mencakup persiapan, pelaksanaan, dan penguatan husnul khatimah. Tujuannya adalah memberikan kemudahan dan ketenangan dalam menjalani masa akhir kehidupan dengan keberkahan. (WIN)

Untuk informasi lebih lanjut tentang DTMP bisa diakses di laman berikut: https://dtmemorialpark.org/

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

TPU Padat & Tak Terawat, Keluarga Pindahkan Makam ke Daarut Tauhiid Memorial Park Read More ยป

Kebaikan yang Mengalir di Eco Pesantren 2

Teriknya siang menyapu kawasan Wakaf Eco Pesantren 2, saat suara mesin pengeboran sumur terdengar nyaring memecah keheningan. Percikan air pertama keluar dari dalam tanah, menandai awal kehidupan baru bagi santri dan warga sekitar. Namun, di balik proyek ini, ada sebuah kisah yang jarang terungkapโ€”kisah tentang seorang dermawan yang memilih untuk tetap berada di balik layar.

Bagi warga, sosok ini dikenal sederhana. Ia enggan disebut namanya, apalagi diabadikan di depan kamera. Baginya, yang terpenting adalah manfaat yang bisa dirasakan banyak orang. โ€œRezeki ini dari Allah, semua cuma titipan. Hidup bukan untuk diri sendiri, tapi untuk memberi manfaat bagi banyak orang,โ€ ucapnya singkat.

Motivasinya sederhana namun dalam: wakaf sumur ini adalah wujud syukur atas karunia yang ia terima, sekaligus doa agar hidupnya bermanfaat hingga akhir hayat.

โ€œMudah-mudahan sumur ini bisa menjadi sumber kehidupan, bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat,โ€ tambahnya.

Panitia sebenarnya sempat ragu mengundangnya hadir saat peresmian, mengingat ia tak suka diekspos. Namun, kehadirannya akhirnya memberikan kesan membekas bagi semua yang hadir.

โ€œBeliau tidak ingin terlihat, tapi kami ajak supaya banyak hikmah yang bisa diambil,โ€ kata salah satu panitia.

Seperti air yang mengalir, kebaikan sejati memang tak selalu perlu terlihat. Ia cukup dirasakan, dinikmati, dan menjadi sumber kehidupan bagi banyak jiwa di Wakaf Eco Pesantren 2 dan sekitarnya. (wakafdt)

Kebaikan yang Mengalir di Eco Pesantren 2 Read More ยป

Wakaf: Instrumen Ekonomi yang Terlupakan

Realitas hari ini menunjukkan bahwa kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan masih menjadi persoalan utama. Di tengah situasi ini, wakaf sebenarnya bisa menjadi bagian dari jawabannyaโ€”sayangnya, belum banyak yang menyadarinya.

Selama ini, wakaf kerap diasosiasikan hanya dengan pembangunan masjid atau pemakaman. Padahal, secara historis, wakaf adalah instrumen strategis dalam peradaban Islam yang mampu menopang pendidikan, layanan kesehatan, bahkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Wakaf tidak sama dengan sedekah atau infak biasa. Ia bersifat jangka panjang dan memiliki daya ungkit yang besar. Ketika seseorang mewakafkan tanah untuk lahan pertanian, hasilnya bisa menopang sekolah, rumah sakit, atau operasional lembaga sosial.

Bahkan, konsep wakaf produktif memungkinkan aset wakaf dikelola secara profesional dan hasil keuntungannya disalurkan kepada penerima manfaat. Ini berarti, satu kali wakaf bisa memberi manfaat berkali-kali dan dalam jangka waktu panjang, bahkan lintas generasi.

Islam sangat menekankan pentingnya sedekah jariyah, sebagaimana sabda Rasulullah saw:

โ€œApabila manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.โ€ (HR Muslim no. 1631)

Wakaf merupakan bentuk sedekah jariyah yang utama. Namun, sayangnya potensi ini belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Banyak umat muslim belum memahami perbedaan wakaf dengan amal lainnya, apalagi memanfaatkannya sebagai instrumen pembangunan. Padahal, dalam konteks negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, potensi ekonomi dari wakaf sangatlah besar jika dikelola dengan benar.

Solusi Sistemik untuk Krisis Sosial dan Ekonomi

Krisis sosial dan ekonomi, seperti kemiskinan, pengangguran, dan keterbatasan akses pendidikan serta kesehatan, membutuhkan solusi yang tidak hanya reaktif tetapi juga sistemik. Wakaf dapat memainkan peran penting di sini.

Bayangkan jika setiap kota memiliki rumah sakit wakaf yang gratis atau sekolah berbasis wakaf yang berkualitas. Beban masyarakat akan berkurang, dan mereka punya akses terhadap layanan dasar yang memadai.

Bahkan dalam Al-Qurโ€™an, Allah memerintahkan untuk memberikan sebagian dari harta terbaik kita kepada orang lain:

โ€œKamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.โ€ (QS Ali Imran [3]: 92)

Dalil ini menjadi dasar spiritual yang kuat bahwa wakafโ€”karena sifatnya memberikan aset yang dicintai dan bermanfaat jangka panjangโ€”adalah bentuk kebajikan sejati.

Contoh konkret sudah ada. Beberapa lembaga wakaf di Indonesia telah mengelola rumah sakit, sekolah, bahkan pusat pelatihan keterampilan secara gratis untuk masyarakat kurang mampu.

Keberlanjutan program-program ini tidak bergantung pada donasi jangka pendek, tetapi pada pengelolaan aset wakaf yang terus menghasilkan. Ini menunjukkan bahwa wakaf bukan sekadar ibadah spiritual, tetapi juga solusi nyata untuk masalah dunia.

Saat ini, yang dibutuhkan adalah peningkatan kesadaran dan edukasi tentang pentingnya wakaf sebagai solusi jangka panjang. Sebab jika dikelola dengan baik, wakaf bukan hanya ibadah yang pahalanya abadi, tetapi juga instrumen strategis untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. (wakafdt)

Wakaf: Instrumen Ekonomi yang Terlupakan Read More ยป

Makna Tersembunyi di Balik Doa Iftirasy

Dalam setiap rakaat salat, terdapat momen yang kerap kita lalui dengan cepatโ€”duduk di antara dua sujud. Padahal, pada posisi ini, kita membaca salah satu doa yang sangat dalam maknanya: doa iftirasy.

โ€œRabbighfirli, warhamni, wajburni, warfaโ€™ni, warzuqni, wahdini, wa โ€˜afini, waโ€™fu โ€˜anni.โ€ (Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku.)

Kalimat yang singkat ini menyimpan delapan permohonan besar kepada Allah: ampunan, rahmat, kecukupan, kemuliaan, rezeki, petunjuk, kesehatan, dan ampunan yang luas. Jika direnungkan, setiap bagian dari doa ini mencakup aspek penting dalam kehidupan manusiaโ€”baik jasmani, rohani, maupun sosial.

Sayangnya, karena sering diucapkan berulang-ulang, kita kadang tidak lagi menghadirkan kesadaran penuh saat membacanya. Padahal, ketika kita benar-benar memahami maknanya, doa ini bisa menjadi penguat jiwa dan penuntun amal. Salat pun menjadi lebih khusyuk, dan hati terdorong untuk lebih dekat kepada Allah melalui berbagai bentuk kebaikan.

Dari Doa ke Aksi: Menyambung Harapan Lewat Wakaf

Ketika hati sudah tersentuh oleh makna doa, langkah berikutnya adalah menjadikannya nyata dalam tindakan. Salah satu bentuk amal yang mencerminkan makna doa iftirasy adalah wakaf.

Wakaf bukan hanya soal harta, tapi tentang niat dan ketulusan. Ia adalah bentuk ketaatan yang memberi manfaat jangka panjang, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk umat. Dengan berwakaf, kita bisa menjadi perpanjangan rahmat Allah untuk orang lainโ€”memberi kecukupan bagi yang membutuhkan, mendukung pendidikan, kesehatan, dan berbagai fasilitas sosial.

Dalam konteks ini, wakaf seakan menjadi jawaban atas doa-doa yang kita panjatkan. Ketika kita meminta agar diberi rezeki dan kemuliaan, berwakaf adalah cara untuk mensyukuri dan menyalurkan nikmat tersebut. Ketika kita meminta kesehatan dan petunjuk, wakaf menjadi ladang pahala yang terus mengalir, menjadi bekal saat kita tak lagi mampu beramal.

Berawal dari lisan yang berdoa di antara dua sujud, semoga kita mampu melangkah lebih jauhโ€”mengamalkan nilai-nilai dalam doa itu melalui wakaf dan kebaikan yang terus mengalir.

Karena doa yang paling indah adalah doa yang menjelma menjadi amal. (wakafdt)

Makna Tersembunyi di Balik Doa Iftirasy Read More ยป

DT Spiritual Camp: Belajar Hidup di Lahan Wakaf

Berpadu dengan udara sejuk dan lanskap hijau perbukitan Kampung Nyampai, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, terdapat sebuah kawasan yang bukan hanya menyimpan ketenangan, tetapi juga keberkahan. Kawasan Eco Pesantren 2 Daarut Tauhiid kini menjadi saksi tumbuhnya spiritualitas generasi muda dalam program Daarut Tauhiid Spiritual Camp (DTSC) yang digelar akhir pekan lalu, 2โ€“3 Agustus 2025.

DTSC bukan sekadar program belajar di alam terbuka. Ia adalah perjalanan menemukan jati diri, sebagaimana tema yang diusung: โ€œJourney of Being You.โ€ Dengan konsep berkemah, menjelajahi alam, dan merenungi makna hidup, 65 peserta dari berbagai penjuru Nusantaraโ€”dari Jakarta, Garut, Serang, hingga Makassar dan Sanggauโ€”berkumpul di lahan yang mulanya hanya hamparan biasa, namun kini menjadi tanah penuh makna: lahan wakaf produktif Daarut Tauhiid.

Menurut Rizaldi, salah satu panitia kegiatan, program ini tak hanya menghadirkan kajian keislaman dan muhasabah bersama Aa Gym, tetapi juga menyajikan pengalaman spiritual yang membumiโ€”seperti salat tahajud berjemaah, trekking di Eco DT 2, hingga berbagi canda di sekitar api unggun dan BBQ malam hari.

Namun yang membedakan DTSC dari program spiritualitas lainnya adalah tempat berlangsungnya: kawasan wakaf produktif yang tidak hanya menyemai ilmu, tapi juga menumbuhkan kehidupan. Lahan tempat tenda-tenda berdiri ini dulunya adalah tanah kosong. Kini, ia menjadi ladang pertanian yang menghasilkan sayuran segar untuk konsumsi dan oleh-oleh peserta.

Di area yang sama, berdiri megah Blue Mosque Daarut Tauhiid, simbol keindahan dan kekuatan wakaf dalam membangun peradaban. Tak jauh dari sana, bangunan untuk santri tahfidz dan calon ulama juga tengah dibangunโ€”semua dari hasil dan niat baik umat melalui wakaf.

โ€œInsya Allah event DTSC batch berikutnya akan diselenggarakan pada tanggal 6โ€“7 September 2025,โ€ ujar Rizaldi menutup keterangannya.

Ke depan, DTSC akan terus digelar secara berkala, memberi kesempatan bagi lebih banyak orang untuk merasakan perjalanan spiritual yang bermakna di tanah yang tidak hanya ditinggikan dengan doa, tetapi juga diberkahi dengan amal jariyah.

Di Daarut Tauhiid, tanah bukan hanya dipijakโ€”tapi dijadikan ladang amal, tempat bertumbuhnya insan-insan yang mencari cahaya dalam sunyi. (wakafdt)

DT Spiritual Camp: Belajar Hidup di Lahan Wakaf Read More ยป

Senyum dan Keberkahan di Masjid Daarut Tauhiid

Sabtu pagi, 2 Agustus 2025, suasana Masjid Daarut Tauhiid Bandung dipenuhi ratusan ibu dari berbagai majelis taklim se-Kecamatan Sukasari. Sejak pukul delapan pagi, mereka berdatangan dengan wajah cerahโ€”ada yang membawa bekal, ada yang hanya menggenggam sajadah. Kajian ini menjadi agenda rutin setiap awal bulan, namun pagi itu terasa lebih istimewa karena dilangsungkan di Masjid Daarut Tauhiid, masjid yang berdiri di atas tanah wakaf dan menyimpan keberkahan tersendiri.

Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah hasil dari harta yang diikhlaskan, niat yang diluruskan, dan tekad bersama untuk menjadikan rumah Allah sebagai pusat pembinaan umat. Dari tanah yang diwakafkan, lahir bangunan yang kini menjadi tempat ribuan hati belajar tentang ketundukan, kesabaran, dan ketulusan. Maka, kehadiran ratusan ibu pagi itu menjadi bagian dari rangkaian keberkahan yang terus mengalir di setiap sudut masjid ini.

Dalam tausiyah yang berlangsung hingga mendekati waktu Zuhur, KH. Abdullah Gymnastiarโ€”yang akrab disapa Aa Gymโ€”menyampaikan pesan tentang pentingnya meluruskan niat dalam setiap amal. Dengan gaya yang lembut dan penuh keakraban, beliau mengajak jemaah untuk merenungkan kembali hal-hal sederhana yang kerap dilupakan: senyum, kata-kata, emosi, dan peran di rumah.

โ€œBu, tugas ibu itu meluruskan niat dan memastikan yang dilakukan itu benar atau enggak,โ€ ujarnya. โ€œMasak buat keluarga belum tentu bikin bahagia, senyum belum tentu bikin bahagiaโ€”semua tergantung niat.โ€

Pesan-pesan itu tidak menggurui, melainkan menyentuh. Disampaikan dengan bahasa sehari-hari, namun mengandung kedalaman makna. Aa Gym juga mengingatkan agar umat tidak terjebak dalam perdebatan yang tidak prinsipil, dan lebih fokus pada kebaikan yang bisa dilakukan, sekecil apa pun. Semua itu menjadi bagian dari latihan spiritual yang nyataโ€”dimulai dari rumah, dari hati, dan dari niat.

Suasana pagi itu menjadi saksi bahwa keberkahan bukan hanya berasal dari isi ceramah, tapi juga dari tempat yang menaunginya. Masjid Daarut Tauhiid yang dibangun atas dasar wakaf, bukan hanya menjadi bangunan fisik, tapi rumah ruhani yang menghidupkan hati-hati yang datang kepadanya. Ceramah tentang senyum dan maaf pun terasa lebih dalam, karena disampaikan di tempat yang dibangun dengan keikhlasan.

Masjid memang bisa didirikan dengan uang, tetapi masjid yang membangun jiwa hanya lahir dari harta yang diikhlaskan dan niat yang lurus karena Allah. Masjid Daarut Tauhiid adalah salah satu contohnyaโ€”di mana keberkahan bukan hanya terasa, tetapi benar-benar hidup dan terus mengalir. (wakafdt)

Senyum dan Keberkahan di Masjid Daarut Tauhiid Read More ยป

Jejak Wakaf dalam Lahirnya Relawan Tangguh

Tak semua mimpi besar lahir dari tempat megah. Tapi ada mimpi yang justru tumbuh dari tanah paling suciโ€”Tanah Haram. Di sanalah, sekitar dua dekade lalu, KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, menyimpan sebuah keresahan sekaligus harapan: bagaimana caranya masyarakat bisa diberi ruang untuk berlatih, membentuk karakter, dan siap terjun ke medan amalโ€”tanpa terbebani biaya?

Dari sanalah cikal bakal Santri Siap Guna (SSG) lahir. Sebuah program yang sejak awal dibangun dengan prinsip ikhlas, khidmat, dan mandiri. SSG bukan hanya tempat belajar, tapi tempat menempa jiwa. Mereka yang bergabung dilatih untuk menjadi relawanโ€”siap hadir sebagai yang pertama ketika kebaikan dibutuhkan.

โ€œTujuan utamanya adalah membentuk jiwa relawan,โ€ ungkap Aa Gym dalam sebuah kajian. โ€œPelatihnya pun para relawan, kakak kelas melatih adik kelas, semua dengan semangat khidmat.โ€

SSG sejak dulu tak memungut biaya. Semua santri dilatih secara cuma-cuma. Namun yang mereka bawa pulang jauh lebih bernilai dari sekadar ijazah: jiwa kepeloporan dan semangat untuk membangun negeri.

Kini, semangat itu kembali menemukan bentuk nyata: pembangunan Gedung SSG (Santri Siap Guna) Daarut Tauhiid yang sedang berlangsung. Gedung ini dibangun sepenuhnya dari dana wakaf, sebagai bukti bahwa amal jariyah tak pernah lekang oleh waktu. Gedung tersebut dirancang menjadi pusat pembinaan relawan yang lebih layak, representatif, dan siap menyambut lebih banyak santri dari seluruh Indonesia.

Dengan target penyelesaian pada Desember 2025, pembangunan ini mengundang siapa saja untuk ikut sertaโ€”bukan hanya sebagai penyumbang materi, tapi sebagai bagian dari cita-cita besar membangun generasi relawan.

โ€œKalau kita ingin masyarakat ini tangguh, maka bangunlah manusia yang tangguh,โ€ pesan Aa Gym. โ€œDan relawan adalah fondasinya.โ€

Gedung SSG bukan sekadar bangunan. Ia adalah monumen dari mimpi yang dimulai di Mekkah, tumbuh dalam amal, dan kini berdiri atas kekuatan wakaf. Di dalamnya akan lahir ribuan pelopor kebaikanโ€”yang kelak akan siap menjawab panggilan zaman dengan keteguhan jiwa dan keikhlasan hati. (wakafdt)

Jejak Wakaf dalam Lahirnya Relawan Tangguh Read More ยป

Baja yang Berdiri, Harapan yang Bertumbuh

Angin pagi di sekitar kawasan proyek Gedung SSG membawa suara palu, deru mesin, dan langkah para pekerja. Hari-hari mereka diisi oleh target, pengukuran, dan upaya tiada henti. Tak terlihat mewah, namun setiap bagian dari bangunan yang kini terus menjulang itu adalah simbol dari sebuah komitmenโ€”komitmen untuk membangun, bukan hanya secara fisik, tapi juga untuk masa depan.

Memasuki pekan ke-9 pembangunan, sejumlah pekerjaan penting kembali dilaksanakan.

Dinding benteng tetangga dilanjutkan, kepalaan plester mulai dipoles, dan balok-balok baja lantai 2 pun berdiri satu per satu. Beberapa bagian lantai 3 bahkan mulai menerima struktur baja, sementara balok untuk lantai 4 tengah dikerjakan di workshop vendor. Di lokasi proyek, bondeks plat lantai 2 telah terpasang, dan material untuk plat lantai 3 sudah siap menunggu giliran.

Seluruh progres ini menunjukkan satu hal yang pasti: pekerjaan berjalan sesuai rencana. Target penyelesaian akhir tahun, Desember 2025, bukan hanya menjadi catatan di atas kertas, tapi tujuan nyata yang dikejar dengan penuh kesungguhan oleh tim di lapangan.

Namun, pekerjaan ini bukan hanya milik para teknisi, mandor, atau manajer proyek. Gedung SSG adalah milik semua yang turut mengambil bagian dalam amal jariyah ini.

Di balik baja yang berdiri dan beton yang mengeras, ada uluran tangan para pewakafโ€”mereka yang percaya bahwa setiap rupiah yang dititipkan akan tumbuh menjadi manfaat yang tak putus. Gedung ini kelak bukan sekadar bangunan, tapi ruang ilmu, ruang dakwah, ruang perubahan.

Kini, pembangunan terus berjalan. Tapi untuk menyelesaikannya, dibutuhkan lebih dari sekadar tenaga teknisโ€”diperlukan hati yang tergerak untuk berwakaf.

Karena wakaf bukan tentang siapa yang memberi paling banyak, tapi siapa yang ikhlas menanam harapan, untuk dunia dan akhirat. (wakafdt)

Baja yang Berdiri, Harapan yang Bertumbuh Read More ยป

Berkah Masjid Daarut Tauhiidย dan Seruan Salat Khusyuk

Selepas salat Zuhur berjemaah pada Kamis, 31 Juli 2025, suasana Masjid Daarut Tauhiid masih terasa hangat oleh lantunan doa dan zikir. Di balik kesederhanaan bangunannya yang kokoh dan bersih, masjid ini tak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga sumber keberkahan yang memancar ke berbagai sisi kehidupan.

Hari itu, KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym hadir menyampaikan tausiyah singkat yang rutin digelar setiap hari di masjid ini dengan pemateri yang bergantian. Meskipun singkat, tausiyah kali ini sarat akan makna yang menyentuh sisi terdalam keimanan para jemaah.

Dalam kajiannya, Aa Gym mengingatkan bahwa perintah salat berbeda dari perintah ibadah lainnya. Ia datang langsung dari Allah kepada Rasulullah saw dalam peristiwa Isra Miraj, tanpa perantara malaikat Jibril seperti perintah lainnya. Ini menandakan bahwa salat memiliki kedudukan yang sangat istimewa.

Menurut Aa Gym, siapa pun yang memperhatikan salatnya dengan sungguh-sungguh pasti diperhatikan oleh Allah. โ€œAllah tahu niat kita ingin salat yang khusyuk, tahu persiapan kita, tahu perjuangan kita untuk melakukannya dengan sebaik-baiknya,โ€ ujarnya.

Lebih lanjut, Aa Gym mengajak para jemaah untuk tidak sekadar melaksanakan salat sebagai rutinitas gerak dan bacaan, tapi sebagai ibadah yang penuh kesadaran. โ€œJangan sampai kita merasa sudah salat, padahal kita termasuk orang yang lalai dalam salat,โ€ tegasnya.

Ia menekankan pentingnya kejujuran dalam mengevaluasi kualitas ibadah dan sungguh-sungguh memperbaikinya. Sebab, menurut beliau, salat yang baik adalah pembuka pertolongan Allah dalam segala urusanโ€”keluarga, ekonomi, rezeki, kesehatan, maupun karir.

Masjid Daarut Tauhiid sendiri merupakan salah satu masjid wakaf yang tumbuh menjadi pusat kemakmuran spiritual dan sosial. Wakaf yang menjadi fondasi berdirinya masjid ini telah menghidupkan berbagai kegiatan yang mendekatkan umat kepada Allah sekaligus memberdayakan masyarakat.

Dari pembinaan santri, pelatihan ekonomi, hingga layanan sosial, masjid ini menjadi rumah bagi berbagai kegiatan yang penuh manfaat. Di dalamnya, salat ditegakkan, ilmu disebarkan, dan nilai-nilai kebaikan dipupuk.

Tausiyah siang itu menjadi pengingat bahwa nikmatnya salat bukan sekadar rutinitas, melainkan hadiah dari Allah bagi hamba yang bersungguh-sungguh. Dan masjid yang dibangun atas dasar wakaf ini menjadi saksi bisu jutaan doa dan sujud yang dipanjatkan dari hati yang merindukan-Nya.

โ€œTenang saja, urusan-urusan lain itu tidak ada apa-apanya dibanding pertolongan Allah,โ€ ujar Aa Gym menutup tausiyahnya.

Keberkahan masjid wakaf seperti Daarut Tauhiid terasa nyata. Ia bukan hanya rumah ibadah, tetapi juga pusat transformasi diri dan umat. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang diberikan nikmat untuk mengevaluasi dan memperbaiki salat, serta menjadi bagian dari keberkahan yang terus mengalir dari masjid-masjid yang dibangun dengan keikhlasan dan cinta. Aamiin(wakafdt)

Berkah Masjid Daarut Tauhiidย dan Seruan Salat Khusyuk Read More ยป