Wakaf Daarut Tauhiid

17 Agustus 2025

Ganjaran Bersedekah di Waktu Subuh

WAKAFDT.OR.IDWaktu subuh bagi sebagian orang adalah waktu awal dalam mengawali kegiatan di setiap harinya. Waktu subuh juga merupakan waktu yang penuh dengan keberkahan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang baik.

Salah satunya dianjurkan untuk bersedekah. Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda:

โ€œTidak ada satu subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa, โ€˜Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfakโ€™, sedangkan yang satunya lagi berdoa โ€˜Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya.โ€ (HR. Bukhari dan Muslim)

Kita bisa mengetahui bahwa di waktu subuh malaikat datang dan berdoa kepada Allah untuk memberikan pahala bagi orang-orang yang bersedekah di subuh hari.

Karena di waktu subuh, malaikat datang dan melihat amalan mereka. Tentu kesempatan subuh ini jangan sampai kita lewatkan begitu saja, agar pahala kita semakin bertambah.

Setidaknya ada beberapa manfaat bagi orang yang bersedekah diwaktu subuh, di antaranya ialah:

Pertama, menghapus dosa-dosa. Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda, โ€œSedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.โ€ (HR. Tirmidzi).

Dari hadits ini kita bisa mengetahui bahwa sedekah bisa menghapus dosa-dosa kita. Tentunya jika kita lakukan dengan ikhlas dan istiqomah setiap waktunya.

Kedua, menolak bala. Sedekah juga jalan untuk menghindari bala dan marabahaya. Dengan sedekah subuh rutin, maka sebagai jalan kita memohon kepada Allah Taโ€™ala agar dihindarkan dari segala musibah dan bencana.

Hal ini juga seperti yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wassalam:

โ€œObatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah. Sesungguhnya sedekah itu dapat meredam murka Allah, dan menolak kematian yang buruk.โ€ (HR. Tirmidzi)

Ketiga, dilipatkgandakan harta dan pahala. Dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 261, Allah Taโ€™ala berfirman,

โ€œPerumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.โ€

Bagi sebagian orang untuk bangun subun masih sangat berat. Namun jika kita telah mengetahui berbagai kebaikan dari subuh dan sedekah subuh itu sendiri maka insyaAllah kita bisa mulai biasakan untuk bangun dan bersedekah diwaktu subuh.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Ganjaran Bersedekah di Waktu Subuh Read More ยป

Sahabat Nabi dan Warisan yang Mengalir Tanpa Henti

Sepanjang sejarah Islam, para sahabat Rasulullah saw tidak hanya dikenal karena keberanian dan kecerdasan mereka, tetapi juga karena visi akhirat yang luar biasa. Mereka tidak sekadar hidup untuk dirinya sendiri, melainkan menanam kebaikan yang terus tumbuh untuk umat. Salah satu warisan terindah yang mereka tinggalkan adalah wakaf.

Umar bin Khattab ra, sahabat yang dikenal karena ketegasan dan keadilannya, pernah mendapatkan sebidang tanah yang sangat baik di Khaibar. Ketika ia menanyakan kepada Nabi saw apa yang sebaiknya dilakukan, Rasulullah bersabda agar tanah itu diwakafkan dan tidak diperjualbelikan, diwariskan, atau dihibahkan. Umar pun mewakafkan tanah itu, dan hasilnya digunakan untuk membantu orang miskin, membebaskan budak, menyokong musafir, dan perjuangan di jalan Allah.

Begitu pula Utsman bin Affan ra, sahabat dermawan yang membeli sumur milik seorang Yahudi karena kaum muslim kesulitan mendapatkan air. Sumur itu pun ia wakafkan, agar umat bisa mengambil air secara gratis. Amal itu terus mengalir, bahkan hingga berabad-abad kemudian, nama Utsman tetap harum karena sumur itu menjadi titik awal dari wakaf produktif yang dikenal hingga kini.

Para sahabat tidak menunggu kaya untuk berwakaf. Mereka tidak menunggu akhir usia untuk berbuat. Mereka tahu bahwa kehidupan ini singkat, tapi kebaikan bisa diperpanjang. Wakaf adalah caranyaโ€”sebuah amal yang terus mengalir bahkan ketika napas telah berhenti. Sebagaimana sabda Nabi saw:

โ€œJika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.โ€ (HR Muslim)

Wakaf: Warisan yang Menghidupkan Banyak Jiwa

Di zaman ini, tak semua orang punya tanah luas atau harta melimpah. Tapi semangat untuk berwakaf tetap bisa dimulai dari langkah sederhana: sedikit uang, niat tulus, dan cinta pada kebermanfaatan. Wakaf masa kini tidak hanya dalam bentuk tanah, tapi juga bisa berupa dana pendidikan, fasilitas kesehatan, atau pembangunan pesantren dan rumah Al-Qurโ€™an.

Warisan sejati tidak selalu terlihat megah. Tapi jika bermanfaat, ia akan terus hidup dalam diam. Para sahabat telah membuktikan bahwa dengan satu langkah wakaf, mereka meninggalkan jejak yang tak terhapus oleh waktu. Kini, kita pun bisa ikut dalam jejak itu. Bukan untuk dikenang, tapi untuk memberi hidup pada kebaikan yang tak pernah mati. (wakafdt)

Sahabat Nabi dan Warisan yang Mengalir Tanpa Henti Read More ยป