Yayasan Daarut Tauhiid

Search
Close this search box.

Wakaf Mushaf Al-Quran

Wakaf Mushaf Al-Quran di Masjid DT Eco 2

Wakaf Mushaf Al-Quran Bantu Ibadah Pekerja Pembangunan Masjid DT Eco 2

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) meyalurkan Wakaf Mushaf Al-Quran untuk Masjid Rahmatan Lil Alamin Eco Pesantren DT 2 (Masjid DT Eco 2), Kamis (28/3/2024). Karena Masjid masih dalam proses pembangunan, para pekerja yang akan menggunakan Wakaf Mushaf Al-Quran yang berjumlah 32 exemplar tersebut di mushala sementara bernama Al-Ma’ruf.

Para pekerja membangun Mushola Al-Ma’ruf untuk mendukung ibadah harian mereka, terutama selama Bulan Ramadhan. Setiap hari mereka shalat berjamaah, termasuk shalat tarawih. Dede Abidin, salah seorang pekerja yang menjadi imam di mushala mengatakan, adanya Wakaf Mushaf Al-Quran sangat membantu mereka untuk bisa membaca Al-Quran. Para pekerja biasanya membaca Al-Quran setelah shalat subuh, ashar, dan tarawih.

“Ini untuk membantu beribadah. Bulan Ramadhan ada tarawih, ada tadarusa. Alhamdulillah dilakukan oleh semua (pekerja). Alhamdulillah, dengan adanya ini (Wakaf Mushaf Al-Quran) jadi bisa terbantu. Biasanya tadarus habis tarawih, terus sore habis shalat ashar, terus habis sholat subuh,” kata Dede.

Mewakili para pekerja lainnya, dia mengucapkan terima kasih kepada para wakif yang telah berwakaf untuk Wakaf Mushaf Al-Quran. Dia mendoakan, semoga Mushaf Al-Quran yang diwakafkan bisa menjadi jalan untuk mendapatkan hidayah dari Allah Taala.

“Terima kasih kepada yang sudah berwakaf Al-Quran, mudah-mudahan bisa menjadi hidayah sampai hari kiamat,” pungkasnya.

Manajer Proyek Pembangunan Masjid DT Eco 2 Tjiptadi mengatakan, pembangunan Masjid DT Eco 2 direncakan selesai sekitar satu tahun lagi. Artinya, Wakaf Mushaf Al-Quran akan terus menemani dan membantu para pekerja sebelum dipindahkan ke Masjid DT Eco 2.

“Makanya (wakaf) mushaf Al-Quran ini akan terus digunakan dan membantu para pekerja untuk beribadah. Insya Allah, ini pahalanya akan mengalir terus,” ujar Tjiptadi. (AID)

Wakaf Mushaf Al-Quran untuk Masjid DT Eco 1

Wakaf DT Salurkan Wakaf Mushaf Al-Quran ke Masjid DT Eco 1

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Kondisi mushaf Al-Quran di Masjid Rahmatan Lil Alamin Daarut Tauhiid (DT) Eco 1 (Masjid DT Eco 1) sudah tidak layak pakai. Mushaf-mushaf yang disusun berderet di rak masjid terlihat sudah tanpa jilid dan halamannya tidak lengkap karena sudah sobek atau lepas.

Melihat kondisi tersebut, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) menyalurkan 96 Wakaf Mushaf Al-Quran ke Masjid DT Eco 1 pada Kamis (28/3/2024). Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Mamat Ruhimat bersama pengajar dan para satri Baitul Quran menyambut gembira mushaf-mushaf tersebut.

Mamat mengungkapkan, mushaf Al-Quran di Masjid DT Eco1 sangat bermanfaat karena digunakan oleh santri dan warga sekitar. Santri di Eco 1, lanjutnya, terdiri dari santri Baitul Quran; SMP, SMA, dan SMK Ikhwan; santri Pendidikan DIniyah Formal (PDF); serta santri Madrasah DIniyah Takmiliyah (MDT).

Menurutnya, pahala dari Wakaf Mushaf Al-Quran akan terus mengalir secara melimpah, karena setiap hari para santri menghafal dan mengulang hafalannya, serta warga sekitar belajar dan membaca Al-Quran.

“Jadi di sini Insya Allah, mushaf Al-Quran akan digunakan terus. Para santri dan warga sekitar menggunakannya. Insya Allah pahalanya terus mengalir,” katanya.

Pengajar Baitual Quran Ipan Setiawan menjelaskan, para santri Baitul Quran setiap harinya melakukan setoran penambahan hafalan (ziyadah) dan mengulang hafalan (murajaah), setidaknya 3 kali; pagi, menjelang siang dan siang ke sore ketika bulan Ramadhan. 

Dia berharap para santri semakin semangat menghafal dan terbantu proses menghafalnya kerena datangnya Wakaf Mushaf Al-Quran. “Mudah-mudahan para santri semakin semangat (ziyadah dan murajaah),” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Praya, salah seorang satri Baitul Quran. Dirinya mengaku merasa senang karena datangnya mushaf baru. Dia merasa lebih bersemangat lagi mengafal dan berharap teman-temannya merasakan hal yang sama.

“Alhamdulillah, perasaan saya senang dengan datangnya Wakaf Mushaf Al-Quran karena sangat terbantu sekali, melihat kondisi mushaf di sini sudah begini (tidak layak pakai). Semoga saya semakin semangat menghafal,” ungkap Praya sambil menunjukan kondisi mushaf yang ada. (AID)

hijrah warga binaan nusakambangan

Wakaf Mushaf Al-Quran Bantu Hijrah Warga Binaan Nusakambangan

WAKAFDT.OR.ID | CILACAP – Apakah pernah mendengar istilah kesempatan kedua? Sebenarnya siapa yang berhak mendapatkan keistimewaan tersebut? Itulah yang terlintas ketika berkunjung ke Lapas kelas IIA Kembang Kuning Nusakambangan, bertemu dengan warga binaan yang telah melakukan kesalahan.

Di antara mereka, ada yang tertangkap karena menjadi pengedar narkoba, pembunuhan, dan tindakan kriminalitas lainnya, selain korupsi. Mendengar cerita mereka yang harus divonis seumur hidup, bahkan hukuman mati dan menyaksikan kesungguhan mereka hijrah, membuat semua orang iba. Apakah mereka pantas mendapat kesempatan kedua?

Dialah DS, salah seorang warga binaan yang membuktikan kesungguhannya menjadi pribadi yang lebih baik. Kesalahan yang mengantarkan ke Nusakambangan menjadi titik balik untuk merubah hidup ke titik yang lebih dekat dengan Allah Taala. Hukuman mati di Nusakambangan memberikan hikmah terbesar dalam hidupnya.

Dia mengakui dirinya begitu bodoh karena tidak sabar dan menerima dengan rezeki halal yang dititipkan, sehingga dia memutuskan terlibat dalam peredaran narkoba untuk memenuhi nafsunya memiliki harta. Ketika masuk ke Nusakambangan, penyesalanpun datang.

“Saya terlibat dalam peredaran narkotika dan itu sangat saya sesali saya dengan sangat malu mengakuinya namun bagi saya sekarang berada di dalam lapas khususnya di Nusakambangan. ini merupakan hikmah terbesar bagi saya dan bentuk kasih sayang Allah kepada saya sehingga saya bisa bertaubat bertakwa kepada Allah dan mempersiapkan diri untuk kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ungkapnya, saat ditemui di Lapas IIA Kembang Kuning Nusakambangan awal Maret 2024 lalu.

Perubahan DS di dalam lapas tidak lepas dari bantuan sesama warga binaan yang sudah berhijrah dan ustaz pembimbing yang rutin datang ke Lapas Nusakambangan. Dia mengatakan, itikadnya untuk berubah sangat terbantu kerena bergaul dengan orang sudah hijrah dan bimbingn dari ustaz, yang kemudian lebih memantapkan diirnya dan terus berusaha istiqamah.

“Saya berjanji untuk tidak melakukannya lagi dan makin memantapkan diri setelah saya berada di dalam lapas sehingga saya bisa istiqomah menjalankan pertaubatan dan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala,” ucapnya sambil matanya menerawang, mengingat keberaannya di lapas selama 24 tahun terakhir.

Hijrah Berbuah Kesempatan Kedua

Pertaubatan DS membuahkan kasih sayang Allah kepadanya. Vonis hukuman yang awalnya hukuman mati mendapat grasi, berubah menjadi hukuman seumur hidup. DS mendapatkan kesempatan kedua untuk melanjutkan hidup yang lebih baik, lebih dekat kepada Allah Taala. Saat ini, dia sedang menunggu perubahan hukuman pidananya menjadi lebih ringan.

Banyak di antara warga binaan yang diabaikan oleh keluarganya dan digugat cerai pasangannya. Bagi orang terdekatnya, kesalahan yang menghadapkan warga binaan pada hukuman mati dan seumur hidup menjadi aib, sekaligus memutuskan harapan untuk bisa berkumpul kembali dan memperbaiki kesalahan.

Warga binaan yang sedang berusaha hijrah, hanya memiliki tekad yang kuat untuk bertaubat dan pertolongan Allah untuk mengisi harapan di sisa hari mereka. Mereka menginginkan husnul khatimah di akhir hidupnya.

Wakaf Mushaf Al-Quran

Kehadiran masjid di dalam lapas serta pesantren lapas juga menjadi sarana dirinya bersama warga binaan lainnya untuk bertaubat. Para santri lapas, termasuk DS menjalani program belajar dan menghafal Al-Quran sebagai bagian dari pertaubatan mereka.

Kedatangan 192 Mushaf Wakaf menjadi mata air yang menghapus dahaga pertaubatan mereka. Wakaf Mushaf Al-Quran yang disalurkan Wakaf DT bersama IMS dan DT Peduli tersebut disambut dengan antusias dan gembira oleh DS dan warga binaan lainnya. DS mengungkapkan, dirinya dan warga binaan lainnya sangat membutuhkan mushaf Al-Quran.

“Bantuan wakaf Al-Quran untuk kami di lapas ini sangat bermanfaat sekali, karena memang dengan segala keterbatasannya di dalam lapas kami sangat memerlukan fasilitas-fasilitas pendukung contohnya seperti Al-Quran. Di sini warga binaan yang Muslim khususnya yang sudah berhijrah sangat banyak dan sangat membutuhkan Al-Quran untuk itu wakaf quran yang dari Darut Tauhid itu sangat bermanfaat,” tutur DS.

DS berharap, keberadaan mushaf Al-Quran Wakaf membuat dirinya dan warga binaanya lainnya lebih bersemangat dan makin rajin untuk belajar dan membaca Al-Quran.

“Dengan adanya wakaf mushaf Al quran dari darul tauhid ini akan bisa lebih memberikan peluang kepada kami dan warga binaan yang Muslim lainnya yang asalnya malas membaca Al-Qran bisa menjadi rajin,” pungkasnya sambil tersenyum.

Jamaah yang ingin turut membantu siapapun belajar Al-Quran, bisa berwakaf untuk Wakaf Mushaf Al-Quran yang akan disalurkan kepada masjid, mushala, dan lembaga pendidikan, seperti masjid dan pesantren lapas di Nusakambangan.

Riyadi Suryana, Manajer Program Wakaf DT mengatakan, program Wakaf Mushaf Al-Quran diharapkan dapat membantu membasmi buta huruf Al-Quran sekaligus membantu mereka yang mau berhijrah seperti warga binaan lapas Nusakambangan.

“Ada 65% Muslim di Indonesia yang masih buta huruf Al-Quran. Program Wakaf Mushaf Al-Quran ini upaya kita semua untuk memberantas buta huruf Al-Quran. Untuk itu, ini merupakan peluang ikut berpatisipasi memberantas buta huruf Al-Quran dan pahala wakafnya juga mengalir terus sampai hari kiamat,” ujar Riyadi.

Wakaf Mushaf Al-Quran bisa ditunaikan di kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung atau transfer ke Bank BSI 75332 75332 dan Bank Danamon Syariah 8800299136 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid. Untuk informasi dan konfirmasi bisa menghubungi 085 200 123 123. (AID)

Wakaf Mushaf Al-Quran bersama STAI Sabili

Kolaborasi Wakaf DT dan Kelompok KKN STAI Sabili Salurkan Wakaf Mushaf Al-Quran

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) terus melakukan penyaluran Wakaf Mushaf Al-Quran ke berbagai daerah di Indonesia. Lembaga nazhir ini bekerja sama dengan berbagai mitra dalam proses penyalurannya. Salah satunya kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggai Agama Islam (STAI) Sabili Bandung.

Kolaborasi Wakaf DT dan kelompok KKN STAI Sabili menyalurkan sebanyak 32 Wakaf Mushaf Al-Quran ke Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Miftahul Huda di Kamping Buniwangi, Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Rabu (20/3/2024).

Hani Haeni, Pengajar TPA Muhtahul Huda menerima langsung Wakaf Mushaf Al-Quran di depan para santrinya. Dia mengungkapkan rasa terima kasihnya. Menurutnya, Wakaf Mushaf Al-Quran dan buku Shabiq yang diterimanya sangat bermnfaat untuk proses belajar santri-santrinya.

“Terima kasih kamu ucapkan atas wakaf Al-Qurannya bersama Shabiq, buku metode belajar Al-Quran kepada kami yang dipelopori oleh Kelompok 2 KKN STAI Sabili Bandung. Semoga yang diberikan Insya Allah bermanfaat menjadi amal jariyah,” ucapnya.

Ketua Kelompok KKN STAI Sabili, Janjen mengungkapkan, penyaluran Wakaf Mushaf Al-Quran merupakan bagian dari progran literasi untuk membumikan Al-Quran. Menurutnya, gerakan litrasi membumikan Al-Quran harus diberdayakan untuk membela Agama Islam dan meraih pahala sedekah jariyah atau wakaf.

“Terima kasih atas realisasinya program ini dengan berkolaborasi dengan Wakaf DT. Semoga apa yang kita salurkan, apa yang kita beri semoga menjadi amal jariyah. Karena gerakan literasi untuk membumikan Al-Quran harus kita terus berdayakan untuk kebaikan agama kita,” ujarnya.

Selaras dengan program literasi tersebut, program Wakaf Mushaf Al-Quran juga bertujuan untuk membumikan Al-Quran. Riyadi Suryana, Manajer Program Wakaf DT mengatakan, program Wakaf Mushaf Al-Quran diharapkan dapat membantu membasmi buta huruf Al-Quran dengan menyediakan mushaf Al-Quran bagi masjid, lembaga pendidikan, dan lembaga lainnya yang membutuhkan.

“Ada 65% Muslim di Indonesia yang masih buta huruf Al-Quran. Program Wakaf Mushaf Al-Quran ini upaya kita semua untuk memberantas buta huruf Al-Quran. Untuk itu, ini merupakan peluang ikut berpatisipasi memberantas buta huruf Al-Quran dan pahala wakafnya juga mengalir terus sampai hari kiamat,” ujar Riyadi. (AID)

Baca juga: Wakaf DT Kembali Salurkan Wakaf Mushaf Al-Quran ke Pangandaran

wakaf mushaf Al-Quran ke Pangandaran

Wakaf DT Kembali Salurkan Wakaf Mushaf Al-Quran ke Pangandaran

WAKAFDT.OR.ID | PANGANDARAN – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) kembali menyalurkan wakaf mushaf Al-Quran ke Pangandaran pada Jumat (8/3/2024). Wakaf DT menyalurkan sebanyak 52 mushaf Al-Quran ke dua masjid di Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.

Wakaf DT menyalurkan sebanyak 32 mushaf Al-Quran Wakaf dan 12 Buku Shabiq ke Masjid Al-Mutaqin dan 20 Mushaf Al-Quran ke Masjid Al-Ikhwan. Riyadi Suryana, Manager Program Wakaf DT mengungkapkan masih banyak masjid dan lembaga pendidikan yang membutuhkan mushaf Al-Quran layak pakai.

“Sebelumnya Wakaf DT menyalurkan ke MI dan Masjid, kali ini kita menyalurkan ke masjid,” katanya.

Juju Uroni, salah seorang pengurus Masjid Al-Mutaqin mengungkapkan, muhsaf wakaf Al-Quran akan digunakan oleh anak-anak yang belajar Al-Quran setiap harinya. Dia mengungkapkan rasa tersima kasihnya, karena mushaf Al-Quran memang sangat dibutuhkan untuk menggantikan mushaf-mushaf Al-Quran yang sudah tidak layak pakai.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Wakaf DT, kepada para wakif. Setiap hari di sini anak-anak mengaji, insya Allah, Wakaf (mushaf) Al-Qurannya akan sangat bermanfaat. Semoga pahalanya mengalir terus,” ungkapnya.

Program Wakaf Mushaf Al-Quran, jelas Riyadi, merupakan program wakaf untuk membantu membasmi buta huruf Al-Quran dan menyediakan mushaf Al-Quran bagi mereka yang membutuhkan, seperti para warga binaan lapas dan pesantren Tahfiz.

Riyadi mengajak masyarakat untuk medukung dan berpastisipasi dalam program tersebut. Untuk besar wakafnya bisa berapapun, namun untuk nilai satu mushaf sebesar Rp. 150.000.

“Ada 65% Muslim di Indonesia yang masih buta huruf Al-Quran. Program Wakaf Mushaf Al-Quran ini upaya kita semua untuk memberantas buta huruf Al-Quran. Untuk itu, ini merupakan peluang ikut berpatisipasi memberantas buta huruf Al-Quran dan pahala wakafnya juga mengalir terus sampai hari kiamat,” ujar Riyadi. (AID)

Wakaf DT Salurkan Wakaf Mushaf Al-Quran ke Nusakambangan

Bersama IMS dan DT Peduli, Wakaf DT Salurkan Wakaf Mushaf Al-Quran ke Lapas Nusakambangan

WAKAFDT.OR.ID | CILACAP – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) kembali menyalurkan Wakaf Mushaf Al-Quran. Namun, penyaluran Wakaf Al-Quran kali ini tidak biasa karena yang jadi penerima manfaatnya adalah para warga binaan lembaga pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap.

Bersama Islamic Medical Service dan DT Peduli, Wakaf DT menyalurkan sebanyak 192 Mushaf Wakaf Al-Quran yang dilengkapi dengan Buku Metode Sabiq tersebut, pada Kamis (7/3/2024). Penyaluran Wakaf Mushaf Al-Quran menjadi bagian dari acara Tarhib Ramadhan warga binaan di Lapas Kelas 2A Kembang Kuning Nusakambangan.

Riyadi Suryana, Manajer Program Wakaf Produktif Wakaf DT menyerahkan langsung Wakaf Mushaf Al-Quran kepada Winarso, Kepala Lapas Kelas 2A Kembang Kuning Nusakambangan.

Winarso menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas Wakaf Mushaf Al-Quran untuk Lapas Nusakambangan. Dia mengungkapkan, mushaf Al-Quran tersebut sangat membantu perogram pembinaan keperibadian warga binaan. Para warga binaan, jelas Winarso, membutuhkan fasilitas untuk proses hijrah dan taubat mereka. 

“Dengan programnya mushaf Al Quran yang telah diberikan untuk warga binaan Lapas Kelas 2A Kembang Kuning sangat membantu kaitannya dengan program pembinaan kepribadian di mana kita harapkan,” kata Winarso.

Riyadi menambahkan, Wakaf DT sengaja menyalurkan mushaf karena ingin menfasilitasi para warga binaan Lapas untuk bisa berhijrah, terutama di Lapas Nusakambangan yang rata-rata vonis hukumannya berat. Dirinya yakin mereka bisa berubah dan selesai proses masa tahanan mereka bisa diterima kembali oleh Masyarakat.

“Ya harapannya semoag ini menjadi bagian dari perjalanan hijrah mereka. Wakaf Mushaf Al-Quran ini bisa menjadi fasilitas mereka untuk berhijrah dan memperbaiki diri, sehingga mereka menjadi pribadi lebih baik,” ucap Riyadi.

Program Wakaf Mushaf Al-Quran, jelas Riyadi, merupakan program wakaf untuk membantu membasmi buta huruf Al-Quran dan menyediakan mushaf Al-Quran bagi mereka yang membutuhkan, seperti para warga binaan lapas dan pesantren Tahfiz.

Riyadi mengajak masyarakat untuk medukung dan berpastisipasi dalam program tersebut. Untuk besar wakafnya bisa berapapun, namun untuk nilai satu mushaf sebesar Rp. 150.000.

“Ada 65% Muslim di Indonesia yang masih buta huruf Al-Quran. Program Wakaf Mushaf Al-Quran ini upaya kita semua untuk memberantas buta huruf Al-Quran. Untuk itu, ini merupakan peluang ikut berpatisipasi memberantas buta huruf Al-Quran dan pahala wakafnya juga mengalir terus sampai hari kiamat,” pungkas Riyadi. (AID)

Baca juga: Wakaf DT Kembali Salurkan Wakaf Mushaf Al-Quran ke Indramayu

Wakaf DT kembali salurkan mushaf wakaf ke Indramayu

Wakaf DT Kembali Salurkan Wakaf Mushaf Al-Quran ke Indramayu

WAKAFDT.OR.ID | INDRAMAYU – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) bekerja sama dengan Yayasan Quantum Arbain Nusantra menyalurkan mushaf hasil program Wakaf Mushaf Al-Quran ke Indramayu pada Kamis (22/2/2024) dan Jumat (23/2/2024). Tim Wakaf DT menyalurkan 164 Mushaf ke dua pesantren tahfiz. 

Sebanyak 64 mushaf disalurkan ke Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo di Kecamatan Sindang, dan sebanyak 100 mushaf Nahdlotul Mubtadiin Al-Islamy di Kecamatan Indramayu.

Kedua pesantren menyambut baik kedatangan mushaf wakaf yang sudah mereka tunggu-tunggu tersebut. Muadil Adha, Ketua Yayasan Pendidikan Pesantren Al-Urwatu Wutsqo berterima kasih kepada Wakaf DT dan para wakif yang telah berwakaf. 

“Saya ucapkan terima kasih kepada Wakaf DT, Alhamdulillah atas perhatian dan kerja samanya dalam rangka menyalurkan Al-Quran dari wakif dalam program Wakaf Daarut Tauhiid,” ucapnya

Dia berharap Mushaf Wakaf Al-Quran yang diterima bisa membantu para santri yang kurang beruntung belum bisa membeli mushaf Al-Quran dan memudahkan para santri dalam menghafal.

“Karena kita pesantren tahfiz dan di pesantren ini dari latar belakang santri ada yang mampu dan ada yang tidak mampu, Alhamdulillah dengan adanya penyaluran dari Wakaf Daarut Tauhiid ini bisa membantu mereka dalam rangka memudahkan mereka menghafal apalagi Al-Quran yang kami terima ini Al-Quran hafalan,” ungkapnya.

Selain membantu para santri, Muadil juga berharap, mushaf Al-Quran Wakaf bisa membantu masyarakat sekitar untuk bertilwah, terutama selama bulan Ramadhan yang akan segera datang karena kondisi Al-Quran yang ada sudah tidak layak pakai.

“Karena tadi disampaikan bahwa ini juga bukan sekadar untuk santri, tapi sebagai inventaris, kami juga menyampaikan, ini akan berguna bagi masyarakat karena masjid kita di sini setiap hari Jumat, bahkan nanti di Ramadhan, di 10 hari terakhir itu bakal berdatangan mayarakat. Dan mereka bertilawah dan salah satunya dengan Al-Quran yang sudah ada ini karena Al-Quran yang sudah ada, covernya sudah tidak ada dan (rusak) lain sebagainya,” pungkasnya.

Riyadi Suryana, Manager Program Wakaf DT menjelaskan, jumlah penyaluran mushaf wakaf disesuaikan dengan jumlah penghimpunan wakaf yang tersedia. Sebelumnya Wakaf DT juga sudah menyalurkan mushaf wakaf ke Indramayu dan beberapa tempat daerah lainnya, di antaranya Madiun, Madura, dan Pangandaran.

Bagi masyakarat yang ingin berwakaf, lanjut Riyadi, bisa langsung datang ke Kantor Wakaf DT di Gegerkalong atau transfer Bank BSI 75332 75332 atau Bank Danamon Syariah 8800299136 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid.

“Nilainya 150 ribu rupiah per mushaf. Untuk informasi dan konfirmasi bisa menghubungi call center wakaf (085200123123),” ucap Riyadi. (AID)

Baca juga: Wakaf Daarut Tauhiid Gait Quantum Arbain Nusantara untuk Distribusi Mushaf Al Quran di Wilayah Indramayu