Wakaf Daarut Tauhiid

Artikel Islam

Ganjaran Bersedekah di Waktu Subuh

WAKAFDT.OR.IDย — Waktu subuh bagi sebagian orang adalah waktu awal dalam mengawali kegiatan di setiap harinya. Waktu subuh juga merupakan waktu yang penuh dengan keberkahan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang baik.

Salah satunya dianjurkan untuk bersedekah. Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda:

โ€œTidak ada satu subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa, โ€˜Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfakโ€™, sedangkan yang satunya lagi berdoa โ€˜Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya.โ€ (HR. Bukhari dan Muslim)

Kita bisa mengetahui bahwa di waktu subuh malaikat datang dan berdoa kepada Allah untuk memberikan pahala bagi orang-orang yang bersedekah di subuh hari.

Karena di waktu subuh, malaikat datang dan melihat amalan mereka. Tentu kesempatan subuh ini jangan sampai kita lewatkan begitu saja, agar pahala kita semakin bertambah.

Setidaknya ada beberapa manfaat bagi orang yang bersedekah diwaktu subuh, di antaranya ialah:

Pertama, Menghapus Dosa-Dosa

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wassalam bersabda, โ€œSedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.โ€ (HR. Tirmidzi).

Dari hadits ini kita bisa mengetahui bahwa sedekah bisa menghapus dosa-dosa kita. Tentunya jika kita lakukan dengan ikhlas dan istiqomah setiap waktunya.

Kedua, Menolak Bala

Sedekah juga jalan untuk menghindari bala dan marabahaya. Dengan sedekah subuh rutin, maka sebagai jalan kita memohon kepada Allah Taโ€™ala agar dihindarkan dari segala musibah dan bencana.

Hal ini juga seperti yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wassalam:

โ€œObatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah. Sesungguhnya sedekah itu dapat meredam murka Allah, dan menolak kematian yang buruk.โ€ (HR. Tirmidzi)

Ketiga, Dilipatkgandakan Harta dan Pahala

Dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 261, Allah Taโ€™ala berfirman,

โ€œPerumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.โ€

Bagi sebagian orang untuk bangun subun masih sangat berat. Namun jika kita telah mengetahui berbagai kebaikan dari subuh dan sedekah subuh itu sendiri maka insyaAllah kita bisa mulai biasakan untuk bangun dan bersedekah diwaktu subuh. (WIN/SA)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Ganjaran Bersedekah di Waktu Subuh Read More ยป

Aa Gym: Pertanyaan Seorang Pria Tentang Jodoh

WAKAFDT.OR.IDย — Suatu ketika ada seorang laki-laki bertanya mengenai jodoh, โ€œAa saya sudah punya calon, selama 2 tahun ini terus dalam penantian mendapatkan restu dari orangtua akhwatnya.

Namun setelah mendapatkan restu, saya merasa semakin banyak masalah dan kesulitan yang saya dapatkan. Apakah itu artinya dia bukan jodoh saya? Atau mungkin saya disuruh belajar dulu sama Alloh?โ€

Pertama, kita harus memahami bahwa urusan jodoh hanya Alloh yang maha tahu. Tidak satu orang pun yang mengetahui siapa jodohnya nanti.

Berapa banyak orang kenalan dengan yang ini, tapi jodohnya malah yang itu. Urusan jodoh kapan dan dengan siapa hanya Alloh yang mengetahui, tugas kita hanya berikhtiar.

Kedua, istikharah minta petunjuk kepada Alloh. Istikharah bukan hanya meminta petunjuk karena 2 pilihan, akan tetapi jika pilihannya hanya satu maka perlu juga untuk melakukan istikharah agar pilihan kita mendapat bimbingan dari Alloh.

Ketiga, gunakanlah waktu yang ada untuk belajar, pernikahan itu tidak segampang sebelum pernikahan, yang dibayangkan so sweat-nya saja.

Kalau sekedar mengucapkan ijab qabul saja mungkin gampang, semua orang bisa, tetapi setelah pernikahan persoalannya begitu kompleks, apalagi kalau masing-masing memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

Kalau menginginkan jodoh maka minta ke Alloh dengan sungguh-sungguh, jangan minder dan jangan malu.

Alloh pasti mendengarkan doโ€™a-doa yang kita panjatkan, kalau bertemu dengan jodohnya artinya belum menjadi takdirnya.

Jodoh itu bukan masalah umur, diusia berapa pun Alloh pasti mempertemukan seseorang dengan jodohnya.

Jodoh juga tidak terhalang oleh rupa, karena Alloh juga yang menciptakan rupa kita semua, dan Alloh sudah menentukan jodoh semua rupa.

Jangan takut tidak mendapatkan jodoh, orang yang sudah meninggal pun akan mendapatkan jodohnya apabila ia masuk ke dalam surga.

Carilah jodoh yang sekufu dengan diri kita, baik sekufu secara agama dan lain-lainnya. Pantaskan diri kita untuk mendapat jodoh yang terbaik untuk kita. Wallahu aโ€™lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Pertanyaan Seorang Pria Tentang Jodoh Read More ยป

Hukum Menarik Kembali Tanah yang Sudah Diwakafkan

WAKAFDT.OR.IDย — Tanah wakaf kerap kali menimbulkan masalah atau sengketa, beberapa dari ahli waris pemberi wakaf ternyata meminta kembali wakaf yang telah diberikan sebelumnya.

Lantas bagaimana hukum menarik kembali harta yang sudah diwakafkan? Apakah diperbolehkan? Dan bagaimana hukumnya dalam Islam.

Misalkan ada orangtua yang mewakafkan hartanya, kemudian beberapa waktu kemudian orangtua tersebut meninggal.

Kemudian ada salah satu dari anaknya menemui pihak penerima atau pengelola wakaf dan meminta kembali tanah wakaf tersebut yang telah diwakafkan.

Wakaf secara pengertian dapat dipahami melepaskan kepemilikan atas harta yang dimiliki, kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan umum tanpa mengurangi nilai harta yang diserahkan tersebut kepada perorangan atau kelompok dalam waktu selama-lamanya.

Jadi kalau pengelola wakaf meninggal, harta yang diwakafkan tersebut tidak bisa diwarisi oleh ahli warisnya.

Harta yang diwakafkan juga tidak bisa ditarik kembali. Karena pada dasarnya akad wakaf adalah memindahkan kepemilikan kepada Allah Taโ€™ala.

Menurut Muhammad Zuhri al Ghamrawi dalam kitab as Sirajul Wahhaj ia menguraikan bahwa: “Menurut pendapat yang azhhar dalam madzhab Syafiโ€™i adalah bahwa kepemilikan pada zat harta-benda yang diwakafkan itu berpindah kepada Allah Taโ€™ala.”

Jadi, jika ada orangtua mewakafkan tanah miliknya secara utuh, maka anak atau keluarga yang ditinggalkan tidak boleh menarik kembali wakaf tersebut.

Kecuali, kalau tanah harta yang diwakafkan tersebut ternyata ada bagian hak anak, maka anak bisa meminta kembali harta tersebut, namun hanya sebatas pada bagian yang menjadi haknya.

Apa lagi kalau sebuah tanah yang sudah diwakafkan dan telah dikelola oleh wakif dan dimanfaat oleh masyarakat umum, seperti pembangunan masjid, sekolah, mushalla, makam, dan lain sebagainya, maka akan merugikan pihak wakaf yang sudah mengeluarkan materi maupun non materi untuk mengelola tanah wakaf tersebut.

Uraian ditas memberikan pemahaman bahwa hendaknya harta yang sudah diinfakan atau diwakafkan hendaknya tidak ditarik kembali.

Baik harta tersebut bagian dari yang kita cintai atau tidak, hal ini diperkuat oleh hukum atau dalil di dalam ayat al-Qur’an yang artinya:

โ€œKamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.โ€ (QS Al Imran: 92).

Semoga kita senantiasa diberikan keteguhan hati dalam berwakaf dan melakukan amalan-amalan jariyah yang diniatkan untuk orangtua, agar pahala terus mengalir kepada orangtua dari amal jariyah yang kita lakukan. (WIN/SA)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Hukum Menarik Kembali Tanah yang Sudah Diwakafkan Read More ยป

Keutamaan Wakaf: Apakah Harta yang Ditinggalkan Menjadi Istana di Surga?

WAKAFDT.OR.IDPernahkah Anda mendengar janji luar biasa bagi orang yang berwakaf, yaitu akan dibangunkan istana di surga? Apakah ini sekadar ungkapan motivasi, ataukah ada dasar yang kuat dalam ajaran Islam? Mari kita telaah lebih dalam tentang amal saleh yang kekal ini, yang dikenal sebagai wakaf.

Wakaf, secara sederhana, adalah menyerahkan harta milik pribadi (seperti tanah, bangunan, atau uang) untuk kepentingan dan kemaslahatan umat secara abadi. Keutamaan berwakaf tidak hanya berlaku di dunia, namun memiliki dampak abadi di akhirat.

Investasi Amal Jariyah: Pahala yang Tak Pernah Putus

    Inilah pilar utama mengapa wakaf sangat istimewa. Ketika seseorang meninggal dunia, sebagian besar amalnya akan terhenti, kecuali tiga perkara, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW: โ€œJika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.โ€ (HR. Muslim)

    Wakaf termasuk dalam kategori sedekah jariyah (sedekah yang terus mengalir). Bayangkan, seseorang mewakafkan sebidang tanah untuk dibangunkan sekolah, rumah sakit, atau sumur air bersih. Selama bangunan itu berdiri dan memberikan manfaat, pahala akan terus mengalir kepada pewakaf, bahkan setelah ia tiada. Ini adalah investasi abadi yang hasilnya dipanen hingga hari Kiamat.

    Bukti Keimanan dan Kualitas Ketulusan

    Wakaf bukanlah sekadar tentang memberi, melainkan tentang melepaskan. Seseorang yang berwakaf menunjukkan tingkat keimanan dan ketulusan (keikhlasan) yang tinggi. Ia menyadari bahwa harta di tangannya hanyalah titipan sementara, dan ia rela melepaskan aset yang ia cintai di dunia demi mengejar keridaan Allah Taโ€™ala di akhirat.

    Tindakan ini sesuai dengan firman Allah: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran: 92)

    Wakaf adalah manifestasi dari kesiapan hati untuk berkorban demi mendapatkan balasan yang jauh lebih besar dan kekal.

    Janji Dibangunkan Rumah/Istana di Surga

    Janji tentang istana di surga bukanlah kiasan semata, melainkan didukung oleh dalil yang jelas, khususnya bagi mereka yang membangun fasilitas kebaikan. Rasulullah SAW bersabda: โ€œBarang siapa membangun masjid karena Allah, walau hanya sebesar sarang burung, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.โ€ (HR. Ahmad)

    Meskipun hadis ini secara spesifik menyebut masjid, para ulama menjelaskan bahwa prinsipnya berlaku umum bagi pembangunan fasilitas publik yang diniatkan murni karena Allah, dan wakaf adalah salah satu bentuk utamanya.

    Istana di surga adalah simbol kemuliaan, kenikmatan, dan tempat tinggal terbaik yang disiapkan oleh Allah bagi hamba-Nya yang tulus memberi manfaat di dunia.

    Membangun Peradaban dan Mengatasi Kemiskinan

    Secara historis, wakaf telah menjadi pilar penting dalam peradaban Islam. Dari universitas tertua di dunia, Al-Azhar di Mesir, hingga pembangunan rumah sakit, jembatan, dan sistem irigasi, semuanya banyak yang didanai melalui skema wakaf.

    Wakaf memiliki potensi luar biasa sebagai instrumen ekonomi umat (ekonomi syariah) untuk:

    • Pendidikan: Mendanai beasiswa dan pembangunan sekolah/pesantren.
    • Kesehatan: Mendirikan klinik atau rumah sakit gratis.
    • Pemberdayaan Ekonomi: Membentuk modal usaha produktif bagi fakir miskin (Wakaf Produktif).

    Melalui wakaf, harta tidak hanya berhenti di satu tangan, tetapi bertumbuh, menghidupkan, dan menolong banyak orang. Seseorang yang berwakaf bisa dikatakan “hidup” lebih lama dari usianya sendiri karena namanya dan manfaat yang ia tinggalkan terus abadi dalam doa dan kehidupan orang lain.

    Wakaf adalah kesempatan emas yang diberikan Allah Taโ€™ala kepada hamba-Nya untuk menciptakan kebaikan secara terus-menerus. Setiap manfaat dari harta yang Anda wakafkan adalah batu bata demi batu bata yang menyusun istana abadi Anda di surga. (WIN)

    Redaktur: Wahid Ikhwan


    WAKAFDT.OR.ID

    Keutamaan Wakaf: Apakah Harta yang Ditinggalkan Menjadi Istana di Surga? Read More ยป

    Cara Meningkatkan Minat Membaca

    WAKAFDT.OR.IDย โ€“ Sebuah realita saat ini, budaya literasi telah hilang dari dunia pendidikan kita. Salah satu jawaban kenapa indeks pendidikan Indonesia rendah, karena rendahnya tingkat daya baca masyarakat Indonesia.

    Faktanya peringkat daya baca Indonesia di dunia mentok di ranking ke-62 dari 70 negara yang berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

    Mengutip survei yang digelar sepanjang Oktober sampai November pada 2021 lalu, indeks minat baca dan indeks kegemaran membaca warga berada di nilai 74,54 dan 79,37 (skala penilaian 0-100).

    Hasil ini cukup mengejutkan, mengingat Indonesia dianggap sebagai negara dengan tingkat literasi rendah. 

    Lantas bagaimana meningkatkan minat baca anak-anak bangsa? Agar taraf pendidikan di Indonesia juga semakin baik. Setidaknya ada lima tips untuk meningkatkan minat baca:

    1. Bacalah buku yang sesuai dengan minat atau kesukaan. Jika saat ini sedang rajin-rajinnya berolahraga, maka carilah buku tentang olahraga.

    Jika menyukai sejarah, maka bacalah buku bertema sejarah. Membaca sesuatu yang menarik bagi diri sendiri, maka kita akan lebih terdorong untuk mulai membaca.

    2. Buatlah jadwal untuk membaca. Carilah waktu yang tepat untuk membaca, misalnya sebelum tidur atau saat jam istirahat baik di sekolah, kampus atau kantor.

    3. Baca di tempat yang nyaman. Carilah tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca, seperti di kamar atau di taman.

    4. Gabung dengan kelompok baca. Bergabung dengan kelompok baca atau forum baca online agar bisa bertukar pikiran dan ide dengan orang lain yang juga suka membaca.

    5. Beri reward pada diri sendiri setelah membaca. Berikan reward pada diri kita setelah berhasil membaca buku sampai selesai.

    Semoga melalui tips diatas, kita bisa menjadi bagian yang setidaknya masih punya minat membaca. Tinggal selanjutnya kebiasaan baik tersebut agar bisa kita tularkan kepada orang lain.

    Redaktur: Wahid Ikhwan


    WAKAFDT.OR.ID

    Cara Meningkatkan Minat Membaca Read More ยป

    Pentingnya Perang Orangtua dalam Mengatasi Kecanduan Game Onlineย pada Anak

    WAKAFDT.OR.IDย — Maraknya game online menjadi keresahan bagi sebagian besar orangtua saat ini. Anak-anak semakin sulit untuk dipisahkan dari gawainya, sehingga berdampak pada produktifitas maupun kesehatan anak-anak.

    Awalnya game online dijadikan sebagai media hiburan, namun hiburan tersebut justru berunjung menjadi kecanduan yang sulit dipisahkan dari kehidupan anak-anak.

    Bahkan anak-anak menjadi sulit untuk diatur, pola hidup menjadi tidak teratur, dan punya banyak dampak negatif lainnya.

    Oleh karenanya, perlu sikap dari orangtua untuk terus mendampingi anak dan membuat aturan agar membentuk kepribadian seorang anak. Langkah yang bisa dilakukan oleh orangtua di antaranya:

    Membatasi Waktu

    Anak-anak harus dibatasi waktunya dalam menggunakan gawai.  Penggunaan gawai harus ditentukan, kapan anak-anak menggunakannya, berapa lama anak-anak diperbolehkan menggunakannya, dan jenis permainan seperti apa yang bisa dimainkan anak-anak.

    Misalkan orangtua memberikan batasan maksimal 1 jam sehari atau disesuaikan dengan usia anaknya.

    Mendampingi Anak

    Orangtua harus hadir mendampingi anak-anaknya ketika sedang bermain game menggunakan gawai, agar tidak lalai dan menjauhkan anak-anak dari konten yang tidak layak ditonton.

    Mengalihkan Pada Aktifitas Lain

    Agar anak tidak selalu ingin bermain game, maka orangtua perlu mengajak anaknya melakukan aktivitas gerak yang disukai anak-anak.

    Seperti menggambar, memasak, mewarnai, berlibur singkat di akhir pekan dengan berbagai kegiatan menarik lainya.

    Memberi Sanksi Jika Melanggar Aturan

    Agar anak-anak mau mematuhi aturan yang sudah dibuat bersama, maka disarankan kepada orangtua untuk memberikan hukuman dalam batas wajar.

    Para orangtua juga hendaknya memberikan penghargaan jika berhasil mematuhi peraturan yang telah buat.

    Mengatasi kecanduan game online bagi anak-anak memang memang membutuhkan pikiran dan tenaga yang ekstra.

    Oleh karenanya, orangtua harus mendisiplinkan anak dengan peraturan-peraturan yang membuat anak terikat. Sehingga harapannya anak bisa mengubah kebiasaan menjadi lebih disiplin.

    Sekali lagi, penting bagi orangtua mempunyai peran dalam mengawasi dan mengatur anak dalam penggunaan gawai. Jangan sampai orangtua terlambat dalam mengambil sikap. (WIN)

    Redaktur: Wahid Ikhwan


    WAKAFDT.OR.ID

    Pentingnya Perang Orangtua dalam Mengatasi Kecanduan Game Onlineย pada Anak Read More ยป

    Sering Ditimpa Musibah karena Bencana, Inilah Kewajiban Sesama Muslim

    WAKAFDT.OR.IDSebagai seorang muslim hendaknya jika melihat orang lain yang tertimpa musibah bersikap sesuai dengan anjuran dalam Islam, karena hal berikut merupakan bagian dari kewajiban sebagai sesama muslim.

    Pertama, medoakan orang yang sedang ditimpa oleh musibah. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

    โ€œBarangsiapa melihat orang yang tertimpa musibah kemudian mengucapkan, โ€˜Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang diberikan kepadamu dan melebihkanku atas kebanyakan orang yang Dia ciptakanโ€™, maka ia tidak tertimpa musibah tersebut.โ€ (HR. at-Tirmidzi).

    Sepatutnya doa ini diucapkan secara pelan, sehingga yang mendengar hanyalah dirinya, agar orang yang tertimpa musibah tidak mendengarnya, dan agar tidak menyakiti hati orang yang tertimpa musibah.

    Kecuali musibah tersebut berupa kemaksiatan, maka tidak mengapa memperdengarkan doa tersebut, sebagai bentuk peringatan baginya jika hal tersebut sekiranya tidak menimbulkan kemudharatan (bahaya).

    Disebutkan dalam hadits At Tirmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah Shallahu โ€˜alaihi wassalam bersabda bahwa:

    โ€œSiapa yang melihat orang tertimpa musibah kemudian mengucapkan doa tersebut, maka dengan izin Allah ia diselamatkan dari ujian tersebut, apapun itu selama ia masih hidup.โ€

    Imam Tirmidzi menilai hadits tentang doa mendengar atau melihat orang tertimpa musibah tersebut hasan gharib, sedangkan Imam Suyuthi menilai hadits ini hasan.

    Mengutip juga dari sebuah buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit yang ditulis oleh Hamdan. Ia menyampaikan bahwa hendaknya mengucapkan doa tersebut dalam hati dan tidak memperdengarkannya kepada orang yang tertimpa musibah atau cobaan.

    Kedua, membantu saudara kita yang sedang merasa kesulitan, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa:

    Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya didunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menutup aib orang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya” (HR. Muslim).

    Setiap orang sebenarnya senang untuk dibantu keperluannya, diringankan bebannya, dimudahkan urusannya, dibukakan jalannya.

    Tetapi, tidak setiap orang memiliki keleluasaan untuk meminta bantuan kepada orang lain. Membantu orang lain tidak mesti dimintain tolong lebih dulu, boleh jadi ia tidak ingin merepotkan orang lain, atau boleh jadi ia ingin menjaga kehormatannya. (Arga)

    Redaktur: Wahid Ikhwan


    WAKAFDT.OR.ID

    Sering Ditimpa Musibah karena Bencana, Inilah Kewajiban Sesama Muslim Read More ยป

    wakaf untuk orang tercinta

    Kedudukan Anak Yatim Disisi Nabi SAW

    WAKAFDT.OR.IDNabi Muhammad Shallallahu โ€˜alaihi wasalam merupakan teladan bagi umat manusia. Beliau adalah orang yang sangat mengasihi dan menyayangi anak-anak yatim piatu.

    Rasul menjelaskan bahwa kedudukan orang yang memuliakan, menyantuni, dan mengasihi anak yatim akan mendapatkan surga yang jaraknya bagaikan jari telunjuk dan jari tengah.

    Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasalam juga melarang menelantarkan anak yatim.

    Dalam Al Quran, Allah Taโ€™ala memberi peringatan keras kepada orang-orang yang suka menghardik anak yatim dan tidak mau memberi makan fakir miskin. Orang-orang seperti itu disebut oleh Allah sebagai pendusta agama.

    Rasulullah sendiri adalah yatim semenjak beliau dilahirkan. Ia tidak pernah melihat sosok ayahanda tercinta Abdullah bin Abdul Muthalib. Sang ayah wafat saat dalam perjalanan dagang, saat itu ia masih dalam kandungan ibunya, Sayidah Aminah.

    Kemudian pada usia sekitar 7 tahun Rasul mengalami kesedihan yang mendalam, di mana ia harus kehilangan ibunya yang wafat karena sakit sewaktu menziarahi makam suaminya di Yatsrib.

    Kenangan sedih sebagai anak yatim-piatu itu bekasnya masih mendalam dalam jiwa Rasul, sehingga dalam Al Quran pun disebutkan โ€œBukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu (Muhammad).โ€ (QS. adh-Dhuhaa: 6)

    Dikisahkan ketika Jaโ€™far bin Abu Thalib sepupu Rasulullah terbunuh dalam peperangan Muโ€™tah, beliau sangat sedih.

    Beliau segera datang ke rumah Jaโ€™far dan menjumpai istrinya, Asma bin Umais yang sedang membuat roti, memandikan anak-anak dan memakaikan bajunya.

    Kemudian Rasulullah berkata kepada Asma, โ€œSuruhlah anak-anak Jaโ€™far kemari. Aku akan mendoakannya.โ€ Maka bergegaslah mereka mendekat kepada Rasulullah dan bercengkerama dengan beliau.

    Rasulullah merangkul mereka, mencium, serta berlinang air matanya. Asma bertanya kepada Rasul saw, โ€œWahai Rasulullah, apa yang menjadikan engkau menangis? Apakah ada sesuatu yang menimpa Jaโ€™far?โ€

    Beliau saw menjawab, โ€œYa, dia telah gugur sebagai syahid pada hari ini.โ€ Sesaat hilanglah keceriaan yang terdapat pada wajah-wajah mereka, tatkala mendengar tangisan ibunya.

    Kemudian Nabi saw kembali kepada keluarganya dan mengingatkan untuk memperhatikan keluarga Jaโ€™far yang kini telah menjadi yatim.

    Begitu besar perhatian Rasulullah terhadap anak yatim, hingga banyak sekali riwayat masyhur yang memposisikan penolong anak yatim dalam derajat yang tinggi dalam Islam.

    Dalam sabdanya Rasul berkata, โ€œSebaik-baik rumah orang Islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim dan diasuh dengan baikโ€ฆ.โ€

    Dalam hadits yang lain Rasulullah juga bersabda yang artinya, โ€œโ€ฆ.Barangsiapa yang mengusap kepala seorang anak yatim piatu laki-laki atau perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu terdapat banyak kebaikan, dan barang siapa berbuat baik kepada seorang anak yatim piatu perempuan atau laki-laki yang dia asuh, adalah aku bersama dia di surga.โ€

    (WIN)

    Redaktur: Wahid Ikhwan


    WAKAFDT.OR.ID

    Kedudukan Anak Yatim Disisi Nabi SAW Read More ยป

    Lima Keistimewaan Salat Tahajud: Jalan Meraih Derajat Mulia dan Keberkahan Hidup

    WAKAFDT.OR.IDSalat Tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat ditekankan dalam Islam, dilaksanakan pada periode waktu istimewa, yakni sepertiga akhir malam setelah seseorang terjaga dari tidur.

    Banyak dalil, baik dari Al-Qur’an maupun Hadis Nabi, yang menguraikan manfaat besar dari amalan ini, baik untuk pengembangan spiritualitas maupun kemudahan dalam urusan duniawi. Berikut adalah lima keistimewaan utama dari Salat Tahajud:

    1. Menaikkan Martabat Spiritual (Mฤqamฤm Mahmลซdฤ) Allah SWT menjanjikan kedudukan istimewa bagi hamba-Nya yang rutin melaksanakan Tahajud, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 79:

    “Dan pada sebagian malam, dirikanlah salat Tahajud (sebagai ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

    Ayat ini secara eksplisit mengaitkan pelaksanaan Tahajud dengan janji Allah untuk menempatkan pelakunya pada derajat yang tinggi dan terhormat (mฤqamฤm mahmลซdฤ) di sisi-Nya.

    2. Membuka Pintu Kemudahan dan RezekiTahajud adalah waktu mustajab untuk memanjatkan doa. Diriwayatkan dari Jabir bin โ€˜Abdillah Radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

    “Sesungguhnya di waktu malam ada satu saat (waktu istimewa), tidaklah seorang Muslim menemuinya, lalu ia memohon kebaikan dunia dan akhirat kepada Allah, melainkan Allah akan mengabulkannya. Dan (waktu) itu ada di setiap malam.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Keterangan ini menggarisbawahi fungsi Tahajud sebagai sarana spiritual yang ampuh untuk menarik rezeki, keberkahan, serta terkabulnya permohonan, baik yang berkaitan dengan kehidupan dunia maupun bekal di akhirat.

    3. Momen Paling Dekat dengan Sang PenciptaSalat Tahajud menawarkan ketenangan dan keheningan, menjadikannya waktu optimal bagi seorang hamba untuk berkomunikasi secara intim dan khusyuk dengan Allah SWT.

    Dalam Hadis Qudsi yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW menyampaikan:

    โ€œRabb kita Tabaraka wa Taโ€™ala turun ke langit dunia pada setiap malam, yaitu ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: โ€˜Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuninya.โ€™โ€

    Waktu istimewa ini, di mana rahmat dan ampunan Allah dicurahkan, menjadi kesempatan emas untuk mempererat kedekatan dan memohon pengampunan-Nya.

    4. Menghapus Kesalahan dan Membentengi Diri dari DosaAmalan Tahajud juga memiliki peran penting dalam pembersihan diri dari dosa masa lalu dan pertahanan moral di masa depan. Dalam Hadis riwayat Tirmidzi dari Abu Umamah al-Bahili, Nabi SAW bersabda:

    โ€œLaksanakanlah salat malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Rabb kalian, pelebur dosa-dosa, serta penghalang dari perbuatan maksiat.โ€

    Dengan mengamalkan Tahajud, seorang Muslim dapat berupaya menghapus kesalahan yang telah diperbuat serta membangun perisai spiritual yang menjauhkan dari dorongan untuk melakukan perbuatan terlarang.

    5. Menjadi Pelita di Hari PerhitunganKeutamaan Tahajud di Hari Kiamat adalah menjadi cahaya penerang bagi pelakunya. Rasulullah SAW bersabda:

    โ€œBerilah kabar gembira kepada orang-orang yang senantiasa berjalan di kegelapan malam menuju masjid-masjid (untuk salat), dengan cahaya yang sempurna pada Hari Kiamat.โ€ (HR Ibnu Majah, Abu Daud, dan Tirmidzi)

    Amalan ini diibaratkan sebagai cahaya yang utuh dan tidak terputus, yang akan menuntun hamba-Nya di Hari Akhir.

    Melalui konsistensi dalam melaksanakan Salat Tahajud, seorang Muslim tidak hanya menuai pahala yang berlimpah, tetapi juga memperoleh serangkaian manfaat mendalam yang menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. Ini adalah metode terbaik untuk memperkokoh hubungan dengan Allah dan memohon segala kebaikan. (WIN)

    Redaktur: Wahid Ikhwan

    Sumber: MUI


    WAKAFDT.OR.ID

    Lima Keistimewaan Salat Tahajud: Jalan Meraih Derajat Mulia dan Keberkahan Hidup Read More ยป

    Memahami Konsep Zina dalam Islam: Pelanggaran Moral yang Melibatkan Seluruh Indera

    WAKAFDT.OR.IDDalam ajaran Islam, pemaknaan tentang zina jauh lebih luas daripada sekadar hubungan seksual di luar ikatan pernikahan yang sah, yang selama ini dipahami oleh masyarakat umum.

    Nabi Muhammad SAW telah memberikan penjabaran mendalam bahwa perbuatan tercela ini meliputi berbagai bentuk penyimpangan moral yang melibatkan setiap organ tubuh manusia. Hal ini tercantum dalam hadits shahih yang menjelaskan cakupan zina yang lebih komprehensif:

    Hadis Riwayat Muslim (No. 657) dan Bukhari (No. 6243) menyebutkan, yang terjemahannya berbunyi:

    “Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagian untuk setiap anak Adam dari perbuatan zina, dan hal itu pasti akan terjadi. Zina mata adalah pandangan (yang dilarang), zina kedua telinga adalah mendengarkan (hal-hal haram), zina lisan adalah ucapan (yang terlarang), zina tangan adalah sentuhan (yang dilarang), zina kaki adalah langkah (menuju perbuatan haram). Sementara hati berkeinginan dan berangan-angan, dan kemaluanlah yang akan membenarkan atau mendustakannya.”

    Penjelasan Ulama: Ragam Zina yang Menjerumuskan

    Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Zia Ul Haramein, mempertegas bahwa bentuk-bentuk zina memang sangat bervariasi. Ia menekankan bahwa selain definisi umum yang mengacu pada hubungan seksual, terdapat bentuk-bentuk zina lain yang berpotensi menjerumuskan seseorang.

    “Tentu jenis zina ini sangatlah beragam. Ada bentuk zina yang belum masuk ke dalam pengertian sosialnya yang merujuk pada hubungan lawan jenis atau hubungan seksual,” ujar Kiai Zia Ul pada Senin (20/9/2025).

    Kiai Zia Ul melanjutkan penjelasannya bahwa Islam mendidik umatnya bahwa setiap indera memiliki potensi untuk melakukan zina sesuai dengan fungsinya masing-masing.

    Menurut beliau, mata bisa “berzina” melalui pandangan yang tidak pantas, telinga melalui pendengaran terhadap hal-hal yang dilarang agama, lisan melalui perkataan cabul atau tidak senonoh, tangan melalui sentuhan yang terlarang, dan kaki melalui langkah yang ditujukan ke tempat-tempat maksiat.

    Bahkan dimensi batin pun tidak luput; hati dan pikiran dapat terlibat dalam “zina” melalui imajinasi, khayalan, dan niat-niat buruk. Hal ini menegaskan perhatian Islam yang sangat tinggi terhadap kemurnian manusia secara menyeluruh, tidak terbatas pada tindakan lahiriah semata.

    “Ada jenis-jenis zina lain yang mengarah pada esensi perbuatan tersebut, seperti zina ‘ain (mata), zina qolbi (hati) melalui imajinasi. Demikian pula zina ucapan ketika mengeluarkan kata-kata mesum, zina tangan, hingga zina kaki jika melangkah dan mengarahkan ke tempat maksiat,” jelas Kiai Zia Ul.

    Benteng Moral dan Pensucian Jiwa

    Dengan memahami spektrum zina yang luas ini, umat Muslim didorong untuk membangun benteng moral yang kuat. Pengetahuan ini merupakan bagian penting dari pembinaan akhlak guna mewujudkan masyarakat yang bersih, suci, dan bermartabat.

    Meskipun setiap bentuk zina memiliki tingkatan dosa yang berbeda, semuanya berfungsi sebagai pintu gerbang yang berpotensi membawa seseorang pada zina hakiki apabila tidak segera dihentikan dan dikendalikan.

    Oleh sebab itu, pemahaman mendalam tentang berbagai bentuk zina ini menjadi bekal fundamental bagi setiap Muslim dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi bagian integral dari upaya realisasi konsep tazkiyatun nafs (pensucian jiwa) sebagai ibadah kepada Allah Taโ€™ala. (WIN)

    Redaktur: Wahid Ikhwan

    Sumber: MUI


    WAKAFDT.OR.ID

    Memahami Konsep Zina dalam Islam: Pelanggaran Moral yang Melibatkan Seluruh Indera Read More ยป