Wakaf Daarut Tauhiid

Artikel Islam

Memaknai Pentingnya Moralitas Bangsa

WAKAFDT.OR.IDMoral itu ibarat emas, emas itu berharga karena ada nilainya dimata manusia. Emas diletakkan di mana pun dan dikotori dengan apa pun tidak akan pernah mengurangi nilainya.

Manusia yang melekat dalam dirinya moral, dihina seperti apapun tidak akan pernah mengurangi kemuliaannya.

Moral itu adalah imunitas dalam diri seorang, untuk membentengi diri dari berbagai penyakit-pemyakit tindakan amoral.

Jika kita melihat bahwa bangsa ini begitu lemah, tidak berdaya, dan sedang tidak baik-baik saja, maka bisa dipastikan ada imunitas yang sedang hilang dalam diri manusia.

Apakah kemerosotan moral di Indonesia dapat diperbaiki? Segala penyakit pasti ada obatnya. Jika penyakit-penyakit yang muncul berkaitan dengan hati maka obatnya hanyalah niat dan kesabaran.

Untuk memperbaiki moral masyarakat di Indonesia hanya dapat ditangani dengan kesadaran individu masing-masing. Dimulai dari yang kebiasaan terkecil dahulu kemudian bertahap.

Pendidikan karakter tidak dengan sendirinya tumbuh begitu saja, diperlukan pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap pendidikan.

Tanpa adanya upaya-upaya yang jelas dan solusi yang ril, maka pendidikan karakter tidak akan melahirkan manusia yang cerdas sekaligus menggunakan kecerdasannya untuk bersikap dan berperilaku yang baik.

Padahal jika merujuk pada Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional, Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter Tahun 2011 yang berjumlah 18, yakni; nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggungjawab.

Namun, hal tersebut hanya berakhir pada tataran teks, malah yang terjadi sebaliknya dalam realitas sosial saat ini.

Di Amerika misalkan, orang-orang menganggap bahwa bangsa Amerika sedang berada dalam situasi yang semakin suram.

Sebuah lembaga survei oleh lembaga analistik Gallup menyatakan sebanyak 50 persen warga negara Amerika Serikat memiliki nilai moral yang buruk.

Hal ini terjadi dalam lima tahun terakhir, dengan penurunan jadi 43 persen pada tahun 2020 sebelum meningkat lagi dalam dua tahun terakhir.

Isu moralitas bukan sekedar isu sektoral maupun isu lokal, lebih dari itu akan menjadi isu global. Isu moral berbicara mengenai subjek atau pelaku sejarah, peradaban sebuah bangsa akan ditentukan oleh moral generasinya hari ini.

Mengapa degradasi moral begitu mengacam eksitensi sebuah bangsa? Karena moral adalah hati dan wajahnya sebuha bangsa. Tanpa moral akan ada prilaku negatif yang akan menjamah tatana kehidupan sosial manusia.

Kejujuran kita pada realitas dan harapan tak bertemu seperti apa yang diimajinasikan, merekonstruksi situasi pada cita-cita yang sebenarnya.

Tapi bangsa ini mau berangkat dari mana? Siapa yang memulai untuk mengambil peran untuk memperbaikinya? Apakah kita akan berdebat sepanjang waktu saling menyalahkan tanpa ada kesimpulan sama sekali?

Kita harus berangkat dari memaknai penting moral dalam diri manusia. Jika telah menemukan emas dalam pemaknaan tersebut, maka saatnya melakukan tindakan perubahan.

Perubahan yang dimaksud adalah perubahan kolektif untuk menjawab fenomena-fenomena yang diuraikan pada serial sebelumnya.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Memaknai Pentingnya Moralitas Bangsa Read More ยป

Marak Pinjol, Bagaimana Hukumnya Menurut Ulama?

WAKAFDT.OR.IDSaat ini sedang marak pinjaman online (pinjol) yang dilakukan oleh banyak orang, bahkan ada yang lalai atau terlena hingga tidak mampu membayar tagihannya.

Ada banyak juga di kalangan masyarakat yang belum memahami hukum pinjaman online menurut Islam. Lantas bagaimana hukum pinjol dalam Islam?

Merujuk pada putusan dalam Ijtima Ulama Tahun 2021, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan bahwa hukum pinjaman online adalah haram.

Hal ini diputuskan karena menurut para ulama, dalam aktivitas pinjaman online ada unsur riba.

Selain itu, seperti diketahui bahwa rata-rata dari pihak pinjol menagih dengan cara memberi ancaman, sekaligus membuka dan menyebarkan rahasia/aib orang yang berutang kepada orang-orang terdekatnya.

Oleh karena itu pinjol lebih banyak mudharatnya dibandingkan kebaikannya, maka diputuskanlah bahwa pinjol haram.

Hukum ini tidak hanya berlaku pada pinjol saja, tetapi juga berlaku pada seluruh layanan pinjaman baik itu offline maupun online.

MUI menegaskan bahwa apabila layanan pinjaman mengandung riba, maka hukumnya adalah haram, meskipun dilakukan atas dasar kerelaan.

Karena pada dasarnya, aktivitas pinjam-meminjam atau utang-piutang merupakan bentuk akad tabarruโ€™, yakni bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan hanya untuk tujuan komersial atau sumbangan.

Seluruh aktivitas layanan pinjaman baik offline maupun online hukumnya halal, dengan syarat tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Namun, jika dalam praktiknya penagihan piutang dilakukan dengan melayangkan ancaman fisik atau membuka aib orang yang tidak mampu membayar utang, maka hukumnya adalah haram.

Sementara bagi pihak yang meminjam, apabila ia sengaja menunda membayar utangnya padahal ia mampu, maka hukumnya juga haram.

Ada unsur riba dalam proses pinjol. Riba sendiri adalah istilah yang berasal dari Bahasa Arab yang berarti kelebihan atau tambahan, namun dalam konteks syariat Islam, riba artinya mengerucut pada kelebihan dari pokok utang.

Kelebihan dari pokok utang itu lah yang membedakan riba dengan transaksi jual beli yang dikenal dengan ribhun atau laba, di mana kelebihan uang berasal dari selisih dalam jual beli.

Sederhananya, riba adalah tambahan yang disyaratkan dan diterima pemberi pinjaman sebagai imbalan dari peminjam utang.

Islam sendiri sudah dengan tegas melarang umatnya melakukan transaksi jual-beli dan utang piutang yang di dalamnya terdapat riba. Larangan ini juga tertulis dalam ayat Al-Qurโ€™an maupun hadits. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Marak Pinjol, Bagaimana Hukumnya Menurut Ulama? Read More ยป

Aa Gym: Cara Agar Menjadi Ahli Sabar

WAKAFDT.OR.IDKita termasuk Ahli sabar kalau selalu menafakuri bahwa selama ini kita diurus oleh Alloh dengan baik, tidak ada perbuatan Alloh yang buruk untuk hambanya meskipun hanya sekejap saja.

Kalau pun Alloh memberikan ujian kepada kita, pasti hal tersebut sesuatu yang sebenarnya baik, keyakinan tersebut akan membuat kita ringan menghadapi hidup ini.

Hidup ini terasa berat atas cobaan yang kita hadapi karena kita tidak ridho menerima atas takdir Alloh.

Kenapa kita tidak bisa menerima takdir Alloh Alloh? karena kita merasa takdir tersebut tidak cocok dengan kehidupan kita. Padahal tidak ada ujian yang tidak baik, yang Alloh berikan pasti baik.

Kita sering kali mengeluh setiap ikhtiar yang kita lakukan, karena merasa tidak cocok dari apa yang diikhtiarkan dengan hasil yang diinginkan.

Pertanyaannya, apakah setiap ikhtiar yang kita lakukan harus cocok dengan keinginan kita? Tentu tidak. Karena kita sama sekali tidak memiliki kemampuan dalam menentukan keinginan yang sesuai dengan diri kita.

Mengapa kita harus bersabar ketika mendapatkan nikmat? Karena, nikmat itu bisa saja menggelincirkan manusia ke dalam kekhilafan dan memperturutkan hawa nafsu.

Banyak orang yang mampu bersabar ketika diuji dengan kesulitan, tapi tidak mampu bersabar ketika diuji dengan kenikmatan.

Kekuatan jiwa dalam membangun kesabaran, memiliki nilai balasan yang sangat menjanjikan, Alloh berfirman dalam sebuah hadits Qudsi, โ€œTidak ada balasan bagi hambaku mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan surga baginya.โ€

Sabar tidak identik dengan sikap lemah atau menerima apa adanya. Namun, sabar merupakan perjuangan yang menggambarkan kekuatan jiwa pelakunya sehingga mampu mengalahkan dan mengendalikan keinginan nafsunya.

Bahkan sabar disaat ini menjadi kekuatan moral dalam menghadapi berbagai kejahatan, kezaliman, serta teror yang dilakukan oleh mereka yang tidak ingin kejahatan dan kezalimannya terbongkar.

Sabar dalam menghadapi kenyataan yang terjadi adalah kunci dari pertolongan Alloh. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat pertolongan-Nya. Aamiin yaa Rabbalโ€™aalamiin. Wallahu aโ€™lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Cara Agar Menjadi Ahli Sabar Read More ยป

Sejarah Wakaf Uang Sejak Abad 15 hingga Saat Ini

WAKAFDT.OR.IDDalam sejarah gagasan wakaf uang tidak sepenuhnya baru. Beberapa catatan menunjukkan bahwa konsep ini telah dikenal sejak masa Dinasti Utsmani pada abad ke-15 Masehi. Saat itu, wakaf uang dipraktikkan secara luas di wilayah Turki dan sekitarnya sebagai salah satu bentuk inovasi dalam pengelolaan dana umat.

Memasuki abad ke-20, konsep wakaf uang kembali mendapatkan perhatian seiring dengan munculnya gerakan revitalisasi ekonomi Islam di berbagai negara. Dunia Islam mulai menyadari bahwa wakaf tidak harus selalu berbentuk fisik, tetapi bisa berupa dana tunai yang dikelola secara profesional dan transparan.

Beberapa negara seperti Mesir, Sudan, dan Malaysia mulai mengembangkan sistem wakaf uang dengan dukungan lembaga keuangan syariah. Di Malaysia, wakaf uang (cash waqf) dikelola oleh lembaga resmi seperti State Islamic Religious Council (SIRC) dan terintegrasi dengan sistem perbankan Islam, menjadikannya model pengelolaan wakaf modern yang efisien dan berkelanjutan.

Di Indonesia, wacana wakaf uang mulai berkembang pesat pada awal tahun 2000-an. Puncaknya, pada tahun 2002 Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa tentang Wakaf Uang yang menyatakan bahwa wakaf uang hukumnya jawaz (boleh) dan sah digunakan selama pokok dana tidak berkurang serta dikelola secara syariah.

Fatwa ini kemudian diperkuat dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006, yang secara resmi mengatur dan melegalkan praktik wakaf uang di Indonesia. Sejak itu, lembaga-lembaga seperti Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan sejumlah nazhir profesional mulai mengembangkan program wakaf produktif dalam bentuk dana tunai.

Wakaf uang di era modern tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga fungsi sosial-ekonomi yang strategis. Melalui pengelolaan yang baik, dana wakaf dapat digunakan untuk:

  • Membiayai pendidikan dan beasiswa,
  • Membangun fasilitas kesehatan,
  • Memberdayakan ekonomi umat,
  • Serta mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Model ini memungkinkan wakaf menjadi sumber pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance) dalam konteks ekonomi Islam modern. Selain itu, wakaf uang mendorong inklusi sosial, karena siapapun tanpa memandang besar kecilnya harta dapat ikut serta dalam amal jariyah.

Sejarah menunjukkan bahwa wakaf uang lahir dari semangat inovasi dan ijtihad ulama untuk menyesuaikan ajaran Islam dengan kebutuhan zaman. Dari masa Kekaisaran Utsmani hingga era digital saat ini, wakaf uang terus berkembang sebagai instrumen ekonomi syariah yang relevan, produktif, dan berdampak sosial tinggi.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sejarah Wakaf Uang Sejak Abad 15 hingga Saat Ini Read More ยป

Kisah Pertobatan Pezina Usai Menerima Sedekah di Zaman Nabi

WAKAFDT.OR.IDSuatu ketika, dan seperti biasanya, Baginda Rasulullah SAW berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Setelah berbincang dengan mereka, beliau berkata kepada mereka:

โ€œSuatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, โ€˜Malam ini aku akan bersedekah!โ€. Dan benar saja, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai.

Akhirnya, pria itu mengetahui tentang wanita itu yang ternyata adalah seorang pezina. Mendengar kabar yang demikian, pria itu bergumam, โ€œYa Allah! Segala puji hanya bagi-Mu.Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!โ€.

Kemudian, pria itu mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah itu, tanpa diketahuinya, adalah seorang yang kaya raya. Sehingga, lagi dan lagi membuat kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai, pria itu lalu mengetahui bahwa orang tadi merupakan orang yang kaya.

Mendengar kabar yang demikian, pria itu pun bergumam, โ€œYa Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Ternyata, sedekahku itu jatuh ke tangan orang kaya. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!โ€.

Akhirnya kali ini mencoba kembali mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah dengan cermat dan teliti. Ternyata, penerima sedekah yang ketiga, tanpa diketahuinya, adalah seorang pencuri. Tak lama berselang, kejadian itupun menjadi perbincangan khalayak ramai, dan kabar itu diketahui oleh sang pria bahwa yang menerima sedekahnya adalah seorang pencuri.

Akhirnya pria itu pun mengeluh dan berkata, โ€œYa Allah! Segala puji haยญnya bagi-Mu! Ya Allah, sedekahku ternyata jatuh ke tangan orang-orang yang tak kuduga: pezina, orang kaya, dan pencuri!,โ€.

Pria itu kemudian didatangi (malaikat utusan Allah) yang berkata, โ€œSedekahmu telah diterima Allah. Bisa jadi pezina itu akan berhenti berzina karena menerima sedekah itu. Bisa jadi pula orang kaya itu mendapat pelajaran karena sedekah itu, lalu dia menyedekahkan sebagian rezeki yang dikaruniakan Allah kepadanya. Dan, bisa jadi pencuri itu berhenti mencuri selepas menerima sedekah itu,โ€.

MasyaAllah, sungguh sedekah menjadi amalan yang luar biasa. Jika diniatkan dengan penuh ikhlas dan atas izin Allah, maka sedekah yang kita tunaikan akan memberikan dampak yang luar biasa bagi orang lain. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: BWI


WAKAFDT.OR.ID

Kisah Pertobatan Pezina Usai Menerima Sedekah di Zaman Nabi Read More ยป

wakaf berjangka

Bukan Wakaf, Ternyata Ini Sedekah yang Paling Dianjurkan Pertama

WAKAFDT.OR.IDSedekah adalah amalan yang erat kaitannya dengan harta. Pemberiannya dilakukan secara ikhlas tanpa jumlah yang ditentukan. Dalil mengenai sedekah tercantum dalam sejumlah ayat Al-Qurโ€™an, salah satunya surah Al Baqarah ayat 245.

Artinya: โ€œSiapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.โ€

Menurut buku Risalah Zakat, Infak, dan Sedekah tulisan Wawan Shofyan Sholehuddin, sedekah dimaknai sebagai ruang yang teramat luas untuk hamba beramal saleh dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki dalam bentuk kebaikan termasuk dengan mengeluarkan harta di jalan yang diridhai Allah Taโ€™ala.

Hukum sedekah sendiri ialah sunnah seperti dijelaskan dalam buku 100 Kesalahan dalam Sedekah susunan Reza Pahlevi Dalimuthe. Sedekah sendiri sebetulnya terdiri dari berbagai bentuk, tidak hanya melalui harta.

Berkaitan dengan itu, terdapat sedekah yang sangat dianjurkan. Apa saja? Simak bahasannya yang dinukil dari sumber yang sama. Bentuk sedekah yang paling dianjurkan meliputi hal-hal dibawah ini:

Salat Dhuha

Sedekah yang pertama ialah salat Dhuha. Amalan yang satu ini hukumnya sunnah muakkad yang berarti sangat dianjurkan. Pelaksanaannya dilakukan pada pagi hari sampai siang sebelum masuk waktu Dzuhur. Imam Nawawi melalui Syarah Riyadhus Shalihin menukil hadits yang berasal dari Abu Dzar RA, Nabi SAW bersabda:

โ€œPada setiap ruas tulang seseorang di antara kalian di setiap pagi ada kewajiban sedekah. Setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, tiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Namun, semua itu dapat dicukupi dengan salat dua rakaat yang dikerjakan seseorang di waktu Dhuha.โ€ (HR Muslim)

Mengutip buku Ensiklopedia Hadits Ibadah Shalat Sunnah susunan Syamsul Rijal Hamid, Rasulullah SAW menganjurkan kaum muslimin mengerjakan salat Dhuha ialah 2, 4, 8, dan 12 rakaat. Anjuran salat Dhuha ini bukan tanpa sebab. Amalan sunnah tersebut mengandung banyak manfaat dan keutamaan.

Wakaf

Rasulullah SAW bersabda bahwa wakaf termasuk ke dalam sedekah jariyah yang artinya pahala tersebut akan terus mengalir meski orang tersebut telah meninggal dunia. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah RA,

โ€œApabila anak Adam (manusia) telah wafat, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakannya.โ€ (HR Muslim)

Dalam buku Panduan Muslim Sehari-hari oleh Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha, wakaf secara bahasa artinya โ€œberdiri, berhenti, dan menahan.โ€

Sementara itu, dari segi bahasa wakaf artinya menyerahkan harta yang tahan lama dan dapat dimanfaatkan oleh umat Islam tanpa harus merusak atau menghabiskannya kepada seseorang atau masyarakat untuk dimanfaatkan dan diambil hasilnya, dengan tetap mempertahankan harta benda tersebut berada pada milik Allah Taโ€™ala yang tidak dapat diperjualbelikan, diberikan kepada orang lain, atau diwariskan kepada keluarga.

Orang yang Paling Utama Bersedekah

Dalam buku Fiqhul Islam wa Adillatuhu Juz 3 karya Prof Wahbah Az-Zuhaili, yang paling utama memberi sedekah mereka yang memiliki kelebihan harta dari kebutuhan dirinya dan orang-orang yang dinafkahi. Namun, jika orang yang bersedekah dengan harta dapat mengurangi nafkah orang-orang yang ditanggung maka dosa hukumnya.

Nabi SAW bersabda dalam sebuah hadits, โ€œSebaik-baik sedekah adalah sedekah yang diberikan ketika berkecukupan. Mulailah dengan orang yang kamu nafkahi.โ€ (HR Abu Dawud).

Sumber: BWI

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Bukan Wakaf, Ternyata Ini Sedekah yang Paling Dianjurkan Pertama Read More ยป

Wakaf Sebagai Pilar Abadi Peradaban Islam dan Kontribusi Sultan Salahuddin al-Ayyubi

WAKAFDT.OR.IDWakaf memiliki posisi sentral dalam sejarah Islam, melampaui sekadar donasi untuk tempat ibadah. Sepanjang peradaban Islam, wakaf telah menjadi motor penggerak untuk pembangunan beragam fasilitas vital yang menopang kehidupan masyarakat secara luas, termasuk non-Muslim.

Secara keagamaan, peran wakaf tak terbantahkan, karena ia termasuk dalam ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf).

Wakaf (harta yang ditahan pokoknya dan disalurkan hasilnya) berfungsi sebagai salah satu pilar ekonomi yang mampu menopang kesejahteraan umat di dunia dan menjadi pahala berkelanjutan di akhirat.

Meskipun banyak masjid dibangun dan dipelihara berkat harta wakaf, manfaatnya jauh lebih luas. Dalam sejarah, aset wakaf digunakan untuk membangun:

  • Layanan Publik: Sumur, air mancur, kamar mandi umum, dan prasarana kota.
  • Kesehatan dan Ilmu: Perpustakaan, bimaristan (rumah sakit), dan institusi pendidikan.

Inisiatif Pendidikan Sultan Salahuddin al-Ayyubi

Salah satu tokoh bersejarah yang memanfaatkan potensi wakaf secara efektif adalah Sultan Salahuddin al-Ayyubi. Pada masa Dinasti Ayyubiyah (sekitar pertengahan abad ke-13), Salahuddin secara gencar menggunakan wakaf untuk mendirikan berbagai sekolah (madrasah).

Madrasah yang dibangun melalui wakaf pada masa kepemimpinannya meliputi:

  • Sekolah di Kairo, berdekatan dengan situs yang dihormati sebagai makam cucu Nabi Muhammad, Imam Al Husain bin Ali.
  • Sekolah Zain an-Najjar di Mesir yang didedikasikan untuk mazhab Syafi’i.
  • Sekolah di bekas rumah Abbas bin Sallar, yang mengajarkan mazhab Hanafi.
  • Madrasah Al Qamhiyyah, yang mengajarkan mazhab Maliki.
  • Al Madrasah Ash Shalafiyyah yang terletak di dekat gerbang Asbath, di dalam tembok Al Quds Asy Syarif.

Sekolah-sekolah ini tidak hanya berfokus pada ilmu agama, tetapi juga menawarkan kurikulum yang komprehensif, mencakup bahasa, sejarah, aritmatika, arsitektur, astronomi, dan ekonomi.

Kontribusi Wakaf pada Keberlanjutan Dinasti

Penggunaan wakaf untuk mengembangkan sektor pendidikan secara efektif menunjukkan bagaimana aset ini menjadi pilar peradaban yang kokoh.

Inisiatif pembangunan sekolah melalui wakaf tidak berhenti pada masa Salahuddin, namun juga dilanjutkan oleh para amir Dinasti Ayyubiyah berikutnya.

Bukti keberlanjutan wakaf ini terlihat dari catatan sejarah tentang:

  • Madrasah Al Adiliyyah di Damaskus (didirikan oleh Al Malik Al Adil).
  • Darul Hadith Al Asyrafiyyah (didirikan oleh Al Kamil Muhammad bin Ahmad bin Ayyub).
  • Madrasah Ash Shalihiyyah (didirikan oleh Al Malik Ash Shalih Nazmuddin Ayyub).

Upaya berkelanjutan ini berkontribusi signifikan pada pelestarian Dinasti Ayyubiyah selama setidaknya satu abad. Sampai saat ini, manfaat dari aset wakaf yang didirikan oleh para pendiri dinasti tersebut terus mengalir, menjadi bukti nyata amal jariyah yang abadi. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf Sebagai Pilar Abadi Peradaban Islam dan Kontribusi Sultan Salahuddin al-Ayyubi Read More ยป

Aa Gym: Hati-Hati, Inilah Penyakit Hati yang Membinasakan

WAKAFDT.OR.IDKemunafikan adalah penyakit hati yang sangat berbahaya. Ia lahir dari sikap menyekutukan Allah, takut kepada selain-Nya, serta menggantungkan harapan kepada makhluk, bukan kepada Sang Pencipta.

Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wassalam telah mengingatkan kita melalui sabdanya:

โ€œTanda-tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia ingkar, dan apabila diberi amanah ia berkhianat.โ€ (HR. Bukhari dan Muslim).

Seorang munafik ibarat musang berbulu domba. Penampilannya tampak baik dan manis, tetapi hatinya penuh kebusukan. Justru karena itulah, kemunafikan jauh lebih berbahaya dibandingkan keburukan yang ditampakkan secara terang-terangan.

Orang yang jelas-jelas jahat mudah dikenali, tetapi orang munafik menyembunyikan niat buruknya di balik wajah yang terlihat manis.

Hakikatnya, mereka adalah penipu: berdusta adalah bentuk penipuan, ingkar janji juga penipuan, demikian pula berkhianat terhadap amanah. Kemunafikan terbagi dalam dua jenis.]

Pertama, kemunafikan dalam akidah, yakni seseorang yang hatinya tidak beriman kepada Allah, namun secara lahiriah menampakkan diri sebagai seorang muslim.

Contoh klasiknya adalah Abdullah bin Ubay, yang membenci Islam tetapi berpura-pura mencintainya. Inilah bentuk kemunafikan paling berat.

Kedua, kemunafikan dalam amal perbuatan. Tipe ini bisa menimpa siapa saja, meski ia beriman kepada Allah. Wujudnya tampak dalam perilaku sehari-hari: berjanji tanpa kesungguhan untuk menepati, mengabaikan amanah, atau berbeda antara ucapan dan tindakan.

Seseorang bisa bermuka manis di depan, namun di belakangnya ia berghibah, mencela, bahkan merendahkan. Sikap semacam ini tidak hanya merusak dirinya sendiri, tetapi juga menimbulkan ketidaknyamanan dan perpecahan dalam masyarakat, keluarga, bahkan bangsa.

Kemunafikan juga menjadi akar dari banyak persoalan yang tidak kunjung selesai. Contohnya dalam kasus narkoba: meski banyak pengedar ditangkap, masalah tidak akan pernah tuntas jika para penegak hukumnya sendiri masih mempraktikkan kemunafikan.

Oleh karena itu, kemunafikan adalah sifat yang sangat tercela dan dibenci Allah Taโ€™ala. Ia adalah sumber kerusakan yang menghancurkan tatanan hidup.

Semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk membersihkan hati, menjaga ucapan dan perbuatan, serta dijauhkan dari sifat munafik, baik dalam akidah maupun dalam amal.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Hati-Hati, Inilah Penyakit Hati yang Membinasakan Read More ยป

Aa Gym: Jika Ingin Allah Perbaiki Hidupmu, Maka Perbaiki Sholatmu

WAKAFDT.OR.IDSalah satu amalan yang paling baik dibulan di bulan Ramadhan yang perlu ditingkatkan adalah sholat. Kita menyakini bahwa dengan mengerjakan sholat kita akan memperoleh pertolongan dari Allah Taโ€™ala.

Kita juga yakin bahwa dengan sholat yang dikerjakan dapat mencegah dari perbuat keji dan mungkar. Namun sholat itu hanya akan berdampak apabila sholat kita bagus kualitasnya.

Perbaiki sholat maka Allah juga akan memperbaiki diri kita. oleh karena itu kita perlu hati-hati, menjaga kualitas sholat kita, kerap menunaikan sholat seadanya dan tidak semangat. Kalau sholatnya asal-asalan pasti mengingat Allah jadi tidak ada.

Dibluan ramadan ini juga tidak hanya memperbaiki kualiitasnya, tetapi meningkatkan kuantitasnya. Melakukan sholat-sholat sunah dibulan ramadan seperti sholat tarawih yang hanya ada dibulan ramadan, witir, tahajud, dhuha, dan sholat sunah yang lainnya.

Untuk mengetahui seberapa berkualitas kita, maka bisa diukur dari nat, cara, dan seberapa banyak ia mengingat Allah dalam sholatnya. Kalau kita lebih banyak mengingat selain Allah, itu tandanya kualitas sholat kita masih belum baik, karena kita sholat untuk Allah maka harus kita hadapkan pikiran dan hati kita kepada Allah taโ€™ala.

Agar kita bersemangat dalam beribadah sholat maka kuatkan motifnya, yaitu balasan yang akan diberikan kepada orang yang mengerjakan sholat dan tujuan tersebut harus kita Imani dengan seyakin-yakinnya.

Keimanan merupakan kekuatan kita dalam melaksanakan sholat dibulan ramadan, tanpa keimanan kita tidak akan bisa melakukan melakukannya.

Kemudian kita juga harus menyadari dan dapat merasakan atas kehadirannya Allah Taโ€™ala ketika sholat, karena bagi seorang muslim menyadari bahwa seluruh pekerjaan dan perbuatan akan selalu dalam pengawasan Allah, sebagaimana sabda Rasulullah Sallahu โ€˜alaihi wassalam:

โ€Ikhsan yaitu engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihatnya, walaupun engkau tidak melihatnya tetapi sesungguhnya Dia (Allah) melihatmuโ€.

Sholat adalah perintah Allah Taโ€™ala yang wajib dijalankan oleh umat Islam yang telah memenuhi syarat secara syarโ€™i. Mengerjakan sholat tidak boleh asal-asalan atau dibuat main-main.

Selain karena perintah langsung dari Allah, sholat adalah cara manusia โ€˜bercakap-cakapโ€™ dengan-Nya. Dengan sholat, manusia meminta rejeki, memohon ampun, mendoakan orang lain, mengharap ridho, dan berbagai hal lainnya.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahdi Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Jika Ingin Allah Perbaiki Hidupmu, Maka Perbaiki Sholatmu Read More ยป

4 Sumber Hukum Dalam Islam

WAKAFDT.OR.IDSebagai seorang muslim tentu membutuhkan tuntunan sebagai sumber hukum untuk menjalankan hidup dan memutuskan sesuatu suatu hukum dalam sebuah perkara.

Ada 4 sumber hukum dalam Islam yang harus diketahui, di antaranya ialah:

Al-Qur’an, sumber hukum Islam yang pertama ialah Al-Qur’anul Karim. Al-Qur’an merupakan kalam atau firman Allah Taโ€™ala.

Firman Allah yang dihimpun menjadi sebuah kitab suci dan diyakini sebagai wahyu langsung dari Allah melalui Nabi Muhammad Shallallahu โ€˜alaihi wassalam.

Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang mengatur berbagai aspek kehidupan, seperti ibadah, muamalah, sejarah, akhlak, dan hukum pidana.

Dalam surat Al-Isra ayat 88, Allah Taโ€™ala berfirman:

Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur’an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.”

Hadits, sumber hukum Islam selanjutnya hadits. Hadits adalah perkataan Nabi yang juga menjadi tuntunan dalam beribadah dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

Dalam hadits terdapat tindakan, ucapan, dan persetujuan Nabi Muhammad Shallallahu โ€˜alaihi wasalam.

Hadist memberikan gambaran bagaimana Rasullullah Taโ€™ala mengimplementasikan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Allah Taโ€™ala dalam Surat Ali-Imran ayat 32 yang artinya:

Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”

Ijma, ijma merupakan kesepakatan para ulama tentang masalah dan hukumnya dalam Islam. Ijma terbentuk melalui diskusi di antara para ulama yang berdasarkan pada analisis Al-Qur’an dan hadis. Untuk menjawab sebuah persoalan yang belum ada status hukumnya.

Qiyas, qiyas ialah metode penalaran analogi yang dipakai untuk memutuskan sebuah hukum baru dengan membandingkan dengan hukum yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan hadis.

Namun, qiyas harus berdasarkan pada kesamaan dasar (illat) antara situasi lama dengan yang baru.

Semoga dengan memahami 4 sumber hukum dalam Islam dapat menjadi tuntunan bagi kita dalam menjalani persoalan hidup dan menjadi acuan dalam memutuskan sebuah perkara yang harus diputuskan.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

4 Sumber Hukum Dalam Islam Read More ยป