Wakaf Daarut Tauhiid

Aa Gym

peristiwa bulan rajab

Sejarah Wakaf di Zaman Rasulullah

WAKAFDT.OR.IDWakaf merupakan sedekah jariyah yang terus menerus mengalirkan pahala kepada pewakaf tanpa pernah putus. Bahkan hingga pewakaf telah meninggal dunia. Menurut pengertiannya, wakaf berarti menahan harta untuk dimanfaatkan dalam kebajikan oleh umat, sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah.

Sesuatu yang diwakafkan pada dasarnya tidak boleh diperjual belikan maupun diwariskan. Hal ini dikarenakan hakikat wakaf adalah menyerahkan kepemilikan harta kepada Allah atas nama umat. Dalam praktiknya, wakaf selalu saja menjadi jalan kemudahan bagi umat. Karena dengan wakaf, umat dapat merasakan fasilitas yang tak pernah habis dan dapat diirasakan oleh orang banyak.

Lalu, bagaimanakah sejarah wakaf itu sendiri?

Sejarah wakaf

Wakaf telah ada sejak masa Rasulullah, bahkan pelaku wakaf pertama kali yaitu Rasulullah SAW. Kala itu, Rasulullah mewakafkan tanah miliknya di Kota Madinah untuk dibangun sebuah Masjid. Masjid pertama kali di Kota Yasrib tersebut yakni Masjid Quba.

Selanjutnya, Rasulullah membeli tanah milik anak yatim seharga delapan ratus dirham untuk dibangun Masjid. Tanah milik anak yatim ini dibangunkan sebuah masjid bernama Masjid Nabawi. Pada tahun ketiga Hijriah, Rasulullah mewakafkan ketujuh kebun kurma di Madinah; diantaranya ialah kebon Aโ€™raf, Shafiyah, Dalal, Barqah dan kebon lainnya.

Praktik wakaf ini kemudian ditiru oleh para sahabat, salah sataunya sahabat umat r.a. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar ra, berkata:

โ€œBahwa sahabat Umar ra, memperoleh sebidang tanah di Khaibar, kemudian Umar ra, menghadap Rasulullah SAW untuk meminta petunjuk, Umar berkata: โ€œHai Rasulullah SAW., saya mendapat sebidang tanah di Khaibar, saya belum mendapat harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku?โ€

Rasulullah SAW. bersabda: โ€œBila engkau suka, kau tahan (pokoknya) tanah itu, dan engkau sedekahkan (hasilnya), tidak dijual, tidak dihibahkan dan tidak diwariskan. Ibnu Umar berkata:

โ€œUmar menyedekahkannya (hasil pengelolaan tanah) kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, hamba sahaya, sabilillah, Ibnu sabil dan tamu. Dan tidak dilarang bagi yang mengelola (nazhir) wakaf makan dari hasilnya dengan cara yang baik (sepantasnya) atau memberi makan orang lain dengan tidak bermaksud menumpuk hartaโ€. (Muttafaq โ€˜alaih. HR. Bukhari, no. 2772; Muslim, no. 1632).

Peristiwa ini terjadi setelah pembebasan tanah Khaibar pada tahun ke-7 Hijriyah. Pada masa Umar bin Khattab menjadi Khalifah, ia mencatat wakafnya dalam akte wakaf dengan disaksikan oleh para saksi dan mengumumkannya. Sejak saat itu banyak keluarga Nabi dan para sahabat yang mewakafkan tanah dan perkebunannya. Sebagian di antara mereka ada yang mewakafkan harta untuk keluarga dan kerabatnya, sehingga muncullah wakaf keluarga (wakaf dzurri atau ahli).

Pelaksanaan wakaf ini menular kepada para sahabat lainnya, setelah Umar r.a mewakafkan hartanya, Abu thalhah tak mau kalah dalam melakukan salah satu jalan kebaikan ini, ia mewakafkan kebun kesayangannya (Bairaha), disusul Abu Bakr yang mewakafkan sebidang tanahnya di Mekkah yang diperuntukkan kepada keluarganya yang datang ke Mekkah.

Sahabat Utsman ra juga tak ingin kalah dalam mengukir pahala jariyah ini, ia dengan ikhlas menyedekahkan hartanya di Khaibar dan disusul para sahabat lainnya.

Nabi juga mewakafkan perkebunan Mukhairik, yang telah menjadi miliknya ketika Mukhairik meninggal pada perang Uhud. Beliau menyisihkan sebagian keuntungan dari perkebunan itu untuk kepentingan kaum Muslimin, membeli kuda perang dan senjata.

Kisah ini dijadikan sebagai kisah wakaf produktif dimana hasil yang di peroleh dari pengelolaan sebidang tanah perkebunan di pergunakan untuk kepentingan kaum.

Pelaksanaan wakaf memang telah ada sejak dahulu. Dalam praktiknya, wakaf dikelola dengan baik hingga memiliki kebermanfaatan yang luas, seperti hal nya membangun tempat beribadah, membangun fasilitas pendidikan, mendirikan fasilitas kesehatan dan lain sebagainya. (WIN/Nov)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sejarah Wakaf di Zaman Rasulullah Read More ยป

Baitul Quran Ramaikan Mabit di Masjid Daarut Tauhiid

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Baitul Quran Daarut Tauhiid (DT) kembali menghadirkan suasana malam yang penuh cahaya Al Quran melalui kegiatan Kajian dan Mabit Qurani, Jumat (29/8/2025) di Masjid Daarut Tauhiid Bandung.

Dengan tema โ€œKetika Al Quran Berbicara Kepadamuโ€, acara ini menghadirkan Ustadz Suherman, S.Ag., Al-Hafidz selaku pembina Baitul Quran DT Bandung.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 19.30 dengan tasmiโ€™ Al Quran, disusul kajian inspiratif dan interaktif hingga malam menjelang.

Setelah itu, peserta diajak menunaikan mabit qurani yang berlangsung hingga dini hari, lalu ditutup dengan tahajud dan shalat Shubuh berjamaah. Suasana masjid terasa hangat dengan lantunan ayat-ayat suci dan renungan mendalam dari setiap rangkaian kegiatan.

Dalam kajian yang berlangsung, Ustadz Suherman menekankan salah satu taujihnya bahwa Al Quran bukan hanya bacaan, melainkan pesan hidup yang senantiasa berbicara kepada hati setiap muslim.

โ€œJika kita membuka diri dengan iman, maka Al Quran akan memberi arah dan jawaban atas keresahan hidup kita,โ€ tuturnya dihadapan jamaah.

Salah seorang jamaah, Rizal (21), mengungkapkan kesan mendalam usai mengikuti acara ini. โ€œMalam ini saya merasa benar-benar diajak bercakap dengan Al Quran.

Ayat yang tadinya hanya dibaca, kini terasa seperti pesan pribadi dari Allah untuk saya,โ€ ujarnya. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak generasi muda dekat dengan Al Quran.

Selain itu, melalui kegiatan di Masjid DT juga bisa menjadi sarana untuk memakmurkan aset wakat. Semoga jamaah yang melaksanakan ibadah kan kegiatan lainnya bisa mendapatkan pahala memakmurkan tanah wakaf. (ATS/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Baitul Quran Ramaikan Mabit di Masjid Daarut Tauhiid Read More ยป

Gelar Maulid Nabi SAW, Siswa dan Guru SMPN 20 Bandung Bersama Wakaf DT Kumpulkan Cash Wakaf for Palestine

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Salah satu bukti cinta kita sebagai ummat Islam kepada Nabi Muhammad Shallallahu โ€˜alaihi wasallam adalah dengan menjalankan sunnah-Nya.

Termasuk juga bergembira dengan hari kelahiran Nabi Muhammmad shallallahu โ€˜alaihi wasallam yang jatuh pada hari Senin 12 Rabiul Awal 570 M atau Tahun Gajah, yang diperingati dengan Maulid Nabi setiap tahunnya, khususnya di Indonesia.

Di sekolah-sekolah biasanya para siswa mengisi kegiatan pada hari sebelumnya atau sesudah tanggal 12 Rabiul Awal dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan Islami.

Salah satunya yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 20 Bandung, yang pada hari Kamis (4/9/2025) melaksanakan Kajian Sirah Nabi guna memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu โ€˜alaihi wasallam.

Ratusan siswa dan para guru yang berjumlah sekitar 900 orang lebih memadati lapangan sekolah. Pihak sekolah bekerjasama dengan Wakaf DT untuk menggelar acara tersebut.

Kajian Sirah Nabi disampaikan oleh Ustadz H. Mumuh Abdul Muhyi, M.Pd. selaku adatidz Pesantren Daarut Tauhiid. Disela-sela kajian, para siswa dan guru diajak untuk mengenal tentang kepedulian terhadap saudara di Palestina, khusunya Gaza, yang sampai saat ini masih mengalami penjajahan oleh tentara Israel.

Melalui cash wakaf for Palestine terkumpul dana sebesar Rp. 3.306.500 (tiga juta tiga ratus enam ribu lima ratus ribu rupiah). Nantinya dana tersebut akan diproduktifkan dan hasilnya akan disalurkan melalui DT Peduli untuk disampaikan kepada saudara kita di Gaza.

Momen Maulid Nabi ini menjadi momen yang cukup berkaitan dengan Palestina. Karena selain Palestina pernah menjadi kiblat pertama ummat Islam, Palestina juga menjadi tempat Nabi melaksanakan Israโ€™ dan Miโ€™raj.

Belum lagi Nabi menyerukan pada umatnya untuk senantiasa cinta terhadap Masjid Al Aqsa, yang saat ini berada di kawasan Yerusalem Palestina.

โ€œJanganlah kalian menempuh perjalanan jauh kecuali menuju ke tiga masjid: masjidku ini (Masjid Nabawi), masjid Al Haram, dan masjid Al Aqshaโ€. (HR. Bukhari no. 1115 dan Muslim no. 1397).

Antusias guru dan para siswa dalam rangkaian agenda diatas terlihat sangat baik. Para guru berharap kedepan SMPN 20 Bandung dengan Wakaf DT bisa menjalin kerjasama lagi, guna mengenalkan para siswa dengan ilmu keIslaman. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Gelar Maulid Nabi SAW, Siswa dan Guru SMPN 20 Bandung Bersama Wakaf DT Kumpulkan Cash Wakaf for Palestine Read More ยป

Terbatas Waktu dan Jarak, Tim Wakaf DT Jemput Wakaf ke Rumah Wakif

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Perkembangan teknologi saat ini membuat semua aspek menjadi lebih mudah. Termasuk transaksi jual beli, atau transaksi lainnya.

Begitu pun dengan berwakaf, dengan kemajuan teknologi yang ada, seseorang bisa lebih mudah dalam melaksanakan wakafnya atau sedekahnya.

Tidak harus datang ke kantor wakaf, calon wakif (orang yang berwakaf) bisa melakukan transaksi wakaf dari rumah melalui gawainya.

Namun jika wakif masih merasa kesulitan untuk melakukan transaksi melalui gawai. Pengelola wakaf bisa datang langsung ke rumah untuk menjemput wakaf. Seperti yang dilakukan oleh tim Wakaf Daarut Tauhiid (DT).

Pada hari Selasa (2/9/2025), tim Wakaf DT memutuskan untuk datang ke rumah wakif yang hendak menunaikan wakafnya. Karena wakif berhalangan untuk datang langsung ke kantor Wakaf DT.

Sebelumnya wakif telah berkomunikasi dengan tim Wakaf DT untuk menunaikan wakafnya sambil berkonsultasi. Namun, wakif menyampaikan keluhannya soal kesehatan, belum lagi tidak adanya orang yang bisa mengantar ke kantor Wakaf DT.

Ibu Ismayan Dewi (usia 63 tahun) bersedia untuk bersilaturahim secara langsung dengan tim Wakaf DT di rumahnya. Ia mewakafkan beberapa perhiasan emasnya atas nama ayahandanya yang telah wakaf sejak 2014.

โ€œMaaf ya de kalau direpotkan, soalnya ibu bingung gimana caranya buat kesana (Pesantren DT). Biasanya anak ibu yang suka antar kesana, tapi kebetulan lagi sibukโ€, ungkap Ibu Ismayan.

Emas yang diwakafkan oleh Ibu Ismayan, nantinya akan dialokasikan untuk pembangunan Ruang Kelas Belajar santri PDF di Eco Pesantren DT 2.

Wakaf DT menawarkan berbagai metode wakaf kepada calon wakif yang hendak berwakaf melalui Wakaf DT.

Seperti yang disampaikan diatas, jika calon wakif tidak bisa datang langsung ke kantor Wakaf DT, calon wakif bisa melakukan transaksi melalui gawainya. Namun jika terkendala via gawai dan ingin dijemput wakafnya, maka tim Wakaf DT siap untuk datang langsung ke rumah calon wakif.

Jika niat untuk berwakaf sudah ada maka baiknya langsung ditunaikan, sebelum terhalang oleh hal-hal lainnya. Karena wakaf merupakan amalan kebaikan, dan amal baik harus segera ditunaikan, agar menjadi pahala. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Terbatas Waktu dan Jarak, Tim Wakaf DT Jemput Wakaf ke Rumah Wakif Read More ยป

Pasca Panen, Paranje Wakaf DT Kembali Terima 6000 Anak Ayam

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT — Lahan Wakaf Produktif Daarut Tauhiid (DT) terima ribuan anak ayam untuk usaha peternakan. Lahan ini berlokasi di Kandang Ayam Paranje, Kampung Cijanggel, RT. 05, RW. 11, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat.

Lahan wakaf produktif seluas 10ร—30 m2 di kelola menjadi lahan peternakan ayam.

Pengelola lahan Wakaf Farm DT, telah menerima sebanyak 6000 ekor anak ayam dari PT. Aretha Nusantara Farm, pada hari Sabtu (30/8/2025) dini hari.

Ribuan anak ayam tersebut akan diternakkan dengan sistem kandang tertutup atau close house.

Sistem yang digunakan ini, yakni dengan menutup kandang secara keseluruhan, sedangkan untuk sirkulasi udara berasal dari blower.

Kandang peternakan ayam wakaf farm terdiri dari 2 lantai, sehingga jumlah blower yang digunakan sejumlah enam blower. Tiga blower untuk setiap lantainya.

Hal ini bertujuan untuk menjaga suhu tubuh anak ayam agar tetap stabil dan menunjang kesehatan ayam ternak.

Mengingat ribuan hewan ternak ini memerlukan suhu udara yang harus senantiasa terjaga, yakni maksimal 37 derajat dan minimal 23 derajat.

Peternakan ayam ini membuka peluang kerja bagi warga sekitar, sehingga menambah keberkahan dan kebermanfaatan lahan wakaf produktif.

โ€œMudah-mudahan dengan adanya peternakan ini bisa menambah keproduktifkan lahan wakaf, dan insyaAllah menambah pahala jariyah bagi para wakif dan pengelola,โ€ tutur Zaenal, pengelola Wakaf Farm. (Nov/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Pasca Panen, Paranje Wakaf DT Kembali Terima 6000 Anak Ayam Read More ยป

Belajar Hadapi Anak, Orang Tua TK DT Lebak Ikut Kajian Parenting

WAKAFDT.OR.ID | LEBAK — Halaman TK Daarut Tauhiid (DT) Lebak terasa berbeda. Udara sejuk berpadu dengan langkah penuh semangat para orang tua yang disambut hangat oleh guru-guru di depan aula pada hari Sabtu (30/8).

Di dalam aula sederhana, para wali murid duduk melingkar setelah registrasi. Kajian parenting pun dimulai dengan materi โ€œMengatasi Masalah Perilaku Anakโ€ yang disampaikan oleh Ketua Pengurus Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil โ€˜Alamiin, Gatot Kunta Kumara.

โ€œSetiap anak memiliki perilaku unik. Kuncinya bukan marah atau melabeli, tapi mendampingi dengan ikhlas dan sabar,โ€ pesannya.

Gatot juga membagikan empat prinsip mendidik anak: memberi teladan akhlak, menerapkan disiplin konsisten, menumbuhkan kasih sayang tulus, serta menghindari label negatif.

Suasana cair ketika beliau mencontohkan kasus sehari-hari. Tawa seketika terdengar, lalu hening kembali saat peserta merenungkan maknanya. โ€œAnak belajar bukan dari kata-kata, tapi dari contoh nyata setiap hari,โ€ tegasnya.

Kajian ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus penyegar energi bagi para orang tua, bukan hanya penyampaian materi.

Mereka pulang membawa catatan berharga, senyum lega, dan semangat baru untuk mendampingi buah hati dengan lebih sabar, tulus, dan penuh cinta. (Nov/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Belajar Hadapi Anak, Orang Tua TK DT Lebak Ikut Kajian Parenting Read More ยป

Santri SMP DTBS Batam Belajar Disiplin, Belajar Membangun Negeri

WAKAFDT.OR.ID | BATAM — Lapangan SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Batam menjadi saksi pelaksanaan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-64 pada hari Kamis (14/8).

Dengan penuh khidmat, para santri mengikuti rangkaian upacara yang mencerminkan disiplin, kekompakan, dan semangat juang khas Pramuka.

Santri yang bertugas pun menjalankan perannya dengan tanggung jawab. Barisan rapi, gerakan sigap, dan wajah penuh semangat menjadi gambaran nyata nilai-nilai luhur kepramukaan yang terus tumbuh di kalangan generasi muda.

โ€œAlhamdulillah, upacara HUT Pramuka ke-64 berjalan lancar. Terima kasih kepada santri SMP DTBS Batam yang telah bertugas dengan penuh kedisiplinan, kekompakan, dan semangat juang tinggi. Hal ini mencerminkan nilai-nilai kepramukaan yang terus hidup di tengah generasi muda,โ€ ujar Oka Raka Kuswanda, Humas SMP DTBS Batam.

Momentum peringatan ini merupakan pengingat pentingnya menanamkan karakter tangguh, jiwa kepemimpinan, dan cinta tanah air. Semoga semangat Pramuka terus mengakar dalam diri santri, menjadi bekal berharga dalam membangun diri sekaligus negeri.

Meskipun belum sepenuhnya selesain, masjid, ruang kelas dan asrama di SMP DTBS Batam tetap bisa digunakan untuk berkegiatan santri yang belajar di sana.

Sebagai informasi, SMP DT BS Batam merupakan salah satu kawasan wakaf terpadu Pesantren Daarut Tauhiid. Alhamdulillah, aset wakaf yang saat ini menjadi tempat belajar para santri bisa makmur dan produktif dengan kegiatan kebaikan. (DS/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Santri SMP DTBS Batam Belajar Disiplin, Belajar Membangun Negeri Read More ยป

Kasus Bullying Tinggi, Santri PDF Simak Sosialisasi Anti Bullying dari Aparat Setempat

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT โ€“ Pada tahun 2024, Indonesia masih menghadapi masalah bullying di dunia pendidikan dengan angka yang meningkat signifikan menurut Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), yang mencatat 573 kasus kekerasan di jenjang pendidikan dasar dan menengah, meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Kasus menonjol lainnya adalah perundungan ekstrem di Binus School Serpong pada Februari 2024, yang mengungkap adanya praktik perundungan di lingkungan pendidikan tinggi.

Tahun 2025, beberapa laporan juga mencatat bahwa Indonesia berada di peringkat teratas kasus bullying global, sehingga isu ini menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan masyarakat.

Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini para santri mendapatkan pembinaan penting melalui kegiatan Sosialisasi Anti Bullying yang disampaikan oleh Bripka Irsan Mauly Achmad, selaku Bhabinkamtibmas Desa Karyawangi.

Kegiatan ini dilaksanakan di masjid Blue Mosque Eco Pesantren 2. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada santri mengenai bahaya bullying dan bagaimana cara mencegahnya agar tercipta suasana belajar yang kondusif dan penuh ukhuwah.

Dalam pemaparannya, Bripka Irsan menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga bisa berupa ucapan yang menyakiti, perilaku mengucilkan, hingga tindakan yang merendahkan martabat orang lain.

Semua bentuk bullying memiliki dampak buruk, baik bagi korban maupun lingkungan sekitarnya. Santri diajak untuk menumbuhkan sikap peduli, saling menghormati, serta menjaga persaudaraan.

Nilai-nilai ukhuwah islamiyah dan akhlak Rasulullah ๏ทบ ditekankan sebagai teladan dalam membangun interaksi yang sehat.

Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta budaya pesantren yang aman, nyaman, bebas dari perundungan, sehingga para santri dapat lebih fokus dalam belajar, beribadah, dan mengembangkan potensi diri mereka.

Saat ini di Eco Pesantren DT 2 sedang dibangun Ruang Kelas Belajar (RKB), karena sampai saat ini para santri masih belajr di masjid dan teras-teras masjid.

Harapannya pembangunan RKB di sana bisa segera selesai, sehingga para santri bisa segera melaksanakan pembelajaran di tempat yang lebih nyaman dan kondusif. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kasus Bullying Tinggi, Santri PDF Simak Sosialisasi Anti Bullying dari Aparat Setempat Read More ยป

Kata Para Tokoh dalam Peresmian โ€œWaktunya Indonesia Berwakafโ€

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Indonesia memiliki potensi wakaf yang sangat besar, namun perlu adanya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan literasi, partisipasi masyarakat, dan optimalisasi pengelolaan aset wakaf agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan dan kesejahteraan umat.

Potensi wakaf di Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp2.000 triliun dengan potensi wakaf uang per tahun mencapai Rp181 triliun, menurut Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Atas dasar itulah, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) bersama Indonesia Bertaโ€™awun menyelenggarakan seminar nasional Waktunya Indonesia Berwakaf (WIB) dengan tema โ€œWakif Bertaโ€™awun Membangun Negeriโ€.

Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc., dalam video materinya menyampaikan bahwa wakaf ini harus menjadi gaya hidup (life style) sejak usia muda.

โ€œWakaf itu harus segera ditunaikan, jangan ditunda. Karena sesuatu yang baik harus segera ditunaikan. Agar nantinya kita menjadi orang yang terbiasa untuk berwakaf, makannya ada istilah alah bisa karena terbiasa, yang artinya sesuatu yang sulit akan menjadi mudah jika dilakukan terus-menerus karena sudah terbiasaโ€, ungkap Prof. Didin.

KH. Abdullah Gymnastiar tidak lupa menyampaikan pesan pentingnya wakaf untuk bekal amalan dikemudian hari.

โ€œCepat atau lambat kita semua akan mati. Setinggi apapun jabatan kita, sekaya apapun kita, pada akhirnya kita akan ada dibawah, dikubur. Kita juga tidak akan tahu setelah dikubur nanti nasibnya akan seperti apa. Makannya yang paling penting adalah bagaimana saat ini kita mempersiapkan bekal untuk kematian kelakโ€.

โ€œWakaf ini merupakan salah satu upaya kita untuk mempersiapkan bekal dikemudian hari. Karena wakaf ini dampaknya luar biasa, tidak hanya orang yang berwakaf yang akan mendapatkan manfaat, tetapi orang lain juga bisa menikmati harta yang kita wakafkanโ€, tambah Aa Gym.

Era digital bukan sekadar tantangan, tetapi juga peluang. Mari kita semua โ€œberteriakโ€ dengan melakukan transformasi dan inovasi untuk membangunkan raksasa tidur yang bernama wakaf dan menjadikan wakaf sebagai pilar utama pertumbuhan dan ketahanan ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kata Para Tokoh dalam Peresmian โ€œWaktunya Indonesia Berwakafโ€ Read More ยป

5 Sikap Ushuly dalam menyikapi Maulid Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam

WAKAFDT.OR.IDKalau sudah memasuki bulan Rabiโ€™ul Awwal, umat Islam akan diingatkan dengan peristiwa kelahiran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam. Kecintaan umat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam dalam menyambut hari kelahiran Nabi disikapi dengan berbagai macam. Salah satunya dengan memperingati maulid.

Peringatan Maulid Nabi sudah menjadi agenda nasional tiap tahunnya. Kalender Nasional pun mencetak merah pada tanggal tersebut. Seluruh tingkatan masyarakat dari kalangan paling tinggi yaitu Istana sampai yang paling rendah sekalipun seperti majlis taklim musholla mengadakan acara ini.

Setidaknya secara ushuly ada 5 peta sikap umat islam dalam menyikapi maulid Nabi tersebut:

Sikap pertama adalah yang mengharamkannya dengan dalil menghindari bid’ah, yaitu merayakan perayaan keagaamaan diluar Idulfitri dan Iduladha.

Ushuly ini berdasarkan pendapat dan dalil bahwa dalam Islam, hari raya besar itu cuma dua, tidak ada yang lainnya, yaitu hari raya Idul Fithri (1 Syawal) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).

Jadi Islam tidak memperingati perayaan lainnya seperti kelahiran Nabi, tahun baru Islam atau tahun baru lainnya, tidak ada peringatan turunnya Al Qurโ€™an atau yang menandakan Nabi melakukan peristiwa tertentu.

Seharusnya seorang muslim atau yang baru merasakan Islam, mencukupkan dengan dua perayaan tersebut. Sahabat Anas radhiyallahu โ€˜anhu berkata,

ู‚ูŽุฏูู…ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉูŽ ูˆูŽู„ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุงู†ู ูŠูŽู„ู’ุนูŽุจููˆู†ูŽ ูููŠู‡ูู…ูŽุง ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ู‚ูŽุฏูู…ู’ุชู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุงู†ู ุชูŽู„ู’ุนูŽุจููˆู†ูŽ ูููŠู‡ูู…ูŽุง ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุจู’ุฏูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽูŠู’ู†ู ุฎูŽูŠู’ุฑุงู‹ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุญู’ุฑู

โ€œKetika Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata, โ€œAku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr)โ€. (HR. An-Nasai no. 1556 dan Ahmad 3: 178, sanadnya shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim sebagaimana kata Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth).

Kalau dikatakan bahwa dua hari raya di atas (Idul Fithri dan Idul Adha) yang lebih baik, maka selain dua hari raya tersebut tidaklah memiliki kebaikan lebih kecuali adanya dalil.

Sudah seharusnya setiap muslim mencukupkan dengan ajaran Islam yang ada, tidak perlu membuat perayaan baru selain itu. Karena Islam pun telah dikatakan sempurna, sebagaimana dalam ayat,

ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ู’ุชู ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฏููŠู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุชู’ู…ูŽู…ู’ุชู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู†ูุนู’ู…ูŽุชููŠ ูˆูŽุฑูŽุถููŠุชู ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ูŽ ุฏููŠู†ู‹ุง

โ€œPada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimuโ€ (QS. Al Maidah: 3). Kalau ajaran Islam sudah sempurna, maka tidak perlu ada perayaan baru lagi.

Sikap umat kedua, adalah menganggapnya mubah karena termasuk tradisi muamalah.

Ulama Mesir yang tergabung dalam Dewan Fatwa Darul Al Ifta Mesir. Menurut lembaga fatwa tertinggi di Mesir ini, merayakan maulid Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam adalah amalan yang paling baik dan ibadah yang agung. Perayaan ini merupakan ungkapan rasa gembira dan cinta kepada beliau Shallallahu ‘Alaihi wasallam. Sementara kecintaan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam sendiri adalah fondasi keimanan.

Disebutkan di dalam sabda beliau Shallallahu โ€˜alaihi wasallam:

ู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฃูŽูƒููˆู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ูˆูŽุงู„ูุฏูู‡ู ูˆูŽูˆูŽู„ูŽุฏูู‡ู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู†ูŽ ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ

โ€œTidak beriman seseorang di antara kalian sehingga menjadikan diriku lebih dicintainya daripada ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia.โ€ (HR Bukhari).

Memperingati maulid adalah bentuk penghormatan terhadap Rasulullah, dan menghormati Rasulullah adalah amalan yang mutlak dianjurkan. Allah Subhanahu wataโ€™aala sendiri telah melebihkan derajat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam kepada seluruh alam.

Lembaga fatwa ini menambahkan, para salafus saleh sejak abad keempat dan kelima hijriyah telah memberi contoh dalam merayakan maulid. Mereka menghidupkan malam maulid dengan berbagai ibadah, seperti memberi jamuan makan, melantunkan ayat Alquran, dan membaca zikir. Para ulama seperti Jalaluddin as-Suyuti, Ibnu Dihyah al-Andalusi, dan Ibnu Hajar telah banyak meriwayatkan tentang amalan ini.

Lembaga dakwah Mesir menegaskan banyak orang yang ragu ikut merayakan maulid karena tiadanya perayaan seperti ini pada masa awal Islam. Argumen itu disebut bukan alasan yang tepat untuk melarang perayaan maulid. Menurut Lembaga Fatwa Mesir itu, tidak ada seorang pun yang meragukan kecintaan generasi awal kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam. Namun bentuk kecintaan ini memiliki beberapa cara dan pengungkapan yang berbeda.  Sebuah cara tidak bisa disebut ibadah jika dilihat dari inti pelaksanaannya karena hanya wasilah (sarana) yang diperbolehkan untuk digunakan.

Sikap ketiga, adalah menganggap sunnah karena termasuk wasilah mencintai nabi.

Keterangan ini sebagaimana disampaikan Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, dalam kitab Ikhraj wa Taโ€™liq fi Mukhtashar Sirah An-Nabawiyah, halaman 6 berikut,

โ€œSesungguhnya bergembira dengan adanya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam. ialah dianjurkan oleh al-Qurโ€™an karena ada firman Allah: Katakanlah dengan anugerah Allah dan rahmatNya (Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam), hendaklah mereka menyambutnya dengan gembira, karena hal itu lebih baik dari harta yang mereka kumpulkan.โ€ (QS. Yunus: 58)

Dan perkataan Ibnu Masโ€™ud radhiyallahu ‘anhu. berikut,

ู…ูŽุง ุฑูŽุขู‡ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู’ู†ูŽ ุญูŽุณูŽู†ู‹ุง ููŽู‡ููˆูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุญูŽุณูŽู†ูŒ ู…ูŽุง ุฑูŽุขู‡ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู’ู†ูŽ ู‚ูŽุจููŠู’ุญู‹ุง ููŽู‡ููˆูŽ ุนูŽู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู‚ูŽุจููŠู’ุญูŒ

โ€œSesuatu yang dipandang baik oleh orang muslim, maka di sisi Allah adalah baik. Suatu yang dipandang buruk oleh orang muslim, maka di sisi Allah ialah buruk.โ€ (HR. Imam Ahmad dari Ibnu Masโ€™ud)

Sikap Ushuly keempat, Mubah atau boleh, dengan alasan tradisi namun dengan beberapa batasan, baik dari sisi niyat maupun kaifiyat, misal: ghuluw (rububiyah maupun uluhiyah) ikhtilat, dll

Rasulullah ๏ทบ telah melarang hal tersebut melalui sabda beliau:โ€œJanganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagai-mana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji โ€˜Isa putera Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka kata-kanlah, โ€˜โ€˜Abdullaah wa Rasuuluhu (hamba Allah dan Rasul-Nya).โ€

Terakhir sikap kelima, yaitu asalnya mubah namun menjadi terlarang karena adanya Sad Dzariah (Sadd adz-Dzariah merupakan metode yang dihasilkan oleh para ulama ushul fiqh terdahulu dalam upaya untuk menjaga manusia sebagai mukallaf jatuh agar tidak jatuh pada kerusakan. Ini dilakukan dengan cara menutup dan memblokir semua sarana, alat dan wasilah yang akan digunakan untuk suatu perbuatan tersebut.

Kesimpulan

Sebagaimana perbedaan dan perselisihan lainnya, maka sikap terbaik kita adalah ambil-lah sikap toleran dan lapang. Silahkan ambil dan yakini pendapat yang kita anggap lebih kuat dan lebih dekat dengan dalil, tapi jangan ingkari saudara kita yang berbeda. Jika beradu dalil dan argumentasi, maka pada sudut pandang masing-masing pihak akan merasa dirinya yang paling benar. Itu tentunya tidak akan menyelesaikan masalah. Maka, tetap bersaudara, jangan berpecah, kita masih bisa berjalan bersama pada bagian-bagian pokok agama ini yang memang kita memiliki pandangan yang sama. Sebab masalah ini sudah didebatkan lebih dari seribu tahun lamanya, yang para imam pun bersepakat untuk tidak sepakat.

 Syaikh Dr. Umar bin Abdullah Kamil berkata:

โ€œTelah ada perselisihan sejak lama pada masa para imam besar panutan: Abu Hanifah, Malik, Asy Syafiโ€™i, Ahmad, Ats Tsauri, Al Auzaโ€™i, dan lainnya. Tak satu pun mereka memaksa yang lain untuk mengubah agar mengikuti pendapatnya, atau melemparkan tuduhan terhadap keilmuan mereka, atau terhadap agama mereka, lantaran perselisihan itu.โ€ (Dr. Umar bin Abdullah Kamil, Adab Al Hiwar wal Qawaid Al Ikhtilaf, hal. 32. Mauqiโ€™ Al Islam)

Imam Hasan Al Banna Rahimahullah menjelaskan:

โ€œHal itu terjadi karena dasar-dasar Islam dibangun dari ayat-ayat, hadits-hadits dan amal, yang kadang difahami beragam oleh banyak pikiran. Karena itu, maka perbedaan pendapat tetap terjadi pada masa sahabat dulu. Kini masih terjadi dan akan terus terjadi sampai hari kiamat. Alangkah bijaknya Imam Malik ketika berkata kepada Abu Jaโ€™far, tatkala โ€œIa ingin memaksa semua orang berpegang pada Al Muwathaโ€™ (himpunan hadits karya Imam Malik): Ingatlah bahwa para sahabat Rasulullah telah berpencar-pencar di beberapa wilayah. Setiap kaum memiliki ahli ilmu. Maka apabila kamu memaksa mereka dengan satu pendapat, yang akan terjadi adalah fitnah sebagai akibatnya.โ€

Bukanlah aib dan cela manakala kita berbeda pendapat. Tetapi yang aib dan cela adalah sikap fanatik (taโ€™ashub) dengan satu pendapat saja dan membatasi ruang lingkup berpikir manusia. Menyikapi khilafiyah seperti inilah yang akan menghimpun hati yang bercerai berai kepada satu pemikiran. Cukuplah manusia itu terhimpun atas sesuatu yang menjadikan seorang muslim adalah muslim, seperti yang dikatakan oleh Zaid Radhiallahu โ€˜Anhu. (Majmuโ€™ah Ar Rasail, Muโ€™tamar Khamis, hal. 187)

Disusun Oleh :

Dr. Tedhi Abu Humam, M.Sos. (Dosen & Kaprodi STAI Daarut Tauhiidย Bandung)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

5 Sikap Ushuly dalam menyikapi Maulid Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam Read More ยป