Wakaf Daarut Tauhiid

Aa Gym

Aa Gym: Berikut Cara Hutang Bisa Lunas

WAKAFDT.OR.IDKita harus ingat, jangan lupa bayar hutang, yang merasa sulit bayar, mintalah ke Alloh agar diberi kemudahan untuk membayar hutang.

Berapa pun hutang kita, kalau kita punya tekad untuk melunasi hutang dan minta tolong ke Alloh untuk dilunaskan, maka pasti Alloh mampukan untuk melunasinya.

Namun sebaliknya, jika kita tidak punya tekad untuk melunasi hutang, maka sekecil apa pun hutang kita sampai kapan pun tidak akan mampu membayarnya.

Intinya keinginan dan tekad adalah kunci untuk bisa bayar hutang, kalau pun uang banyak tapi kalau tidak ada keinginan membayar maka tidak akan pernah lunas.

Hukumnya hutang wajib dibayar, kecuali bila direlakan oleh si pemberi hutang. Kalau tidak membayar sampai meninggal, maka harus dibayarkan oleh ahli warisnya.

Kalau ahli warisnya tidak sanggup, maka harus dibayarkan dari zakat yang kumpulkan oleh baitul maal. Dalam sebuah Hadits Nabi pernah bilang:

“Jiwa seorang mukmin itu tergantung pada hutangnya, sampai dilunasinya.” “Barangsiapa meninggal dalam keadaan berhutang, maka tanggungankulah (tanggungan baitul maal) melunasinya.” (HR. Muslim).

Coba baca doa pelunas hutang, coba diamalkan secara rutin supaya mendapatkan kemudahan melunasi utang adalah sebagai berikut:

Allohumma Malikal mulki tu’til mulka man tasya’ wa tanzi’ul mulka mimman tasya’ wa tu’izzu man tasya’ wa tudzillu man tasya’ biyadikal khair, innaka ‘ala kulli syain qadir, Rahmanad Dunya wal Akhirati wa Rahimuha tu’thihuma man tasya’ wa tamna’u man tasya irhamni rahmatan tughnini biha‘an rahmati man siwaka.

Artinya:

“Ya Alloh, Engkau pemilik kerajaan. Hargai siapa pun yang Kau kehendaki dan hina siapa pun yang Kau kehendaki, ditangan-Mu kebaikan, karena Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu, Yang Maha Penyayang di dunia dan di akhirat, dan Yang Maha Penyayang di antara mereka. Engkau memberikannya kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan mencegahnya dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Kasihanilah aku dengan rahmat yang cukup kepada saya, tak ada yang dapat memberi rahmat selain Engkau ya Alloh.” (HR. At-Thabrani)

Intinya, jika kita sadar punya hutang ke seseorang, maka kita juga harus sadar kalau melunasinya juga adalah sebuah kewajiban. Jangan sampai kita gagal masuk surga karena tidak mau bayar hutang. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Berikut Cara Hutang Bisa Lunas Read More »

Aa Gym: Jangan Sampai Kita Mati dalam Keadaan Maksiat

WAKAFDT.OR.IDBerapa banyak orang yang mati saat sedang maksiat? Seperti lagi pacaran, berapa banyak orang yang mati lagi mabuk? Berapa banyak orang yang mati lagi mencuri? Berapa banyak orang yang meninggal ditengah maksiat atau berbuat dosa.

Jangan sampai kita mati ditengah maksiat kepada Alloh, karena mati bisa saja datang di mana dan kapan saja. Seseorang itu meninggal pasti dengan cara kebiasaannya, kebiasaan buruk atau kebiasaan baik. Bayangkan bagaimana nasib kita jika meninggal dalam keadaan menonton hal-hal yang buruk?

Berusaha keraslah sekuat tenaga untuk meninggalkan maksiat, meskipun tidak bisa 100% kita terlepas dari dosa, setidaknya kita sudah berupaya untuk meninggalkan dan mengurangi dosa yang kita lakukan. Sehingga kita tidak mati dalam meninggalkan dosa yang banyak.

Apapun yang sering dilakukan seseorang dalam kehidupannya maka kebiasaan itu akan melekat dalam hatinya, begitu pula kemaksiatan. Semakin banyak maksiat yang diperbuat, maka akan muncul dan terulang pula memori itu saat ia meninggal.

Sebaliknya, jika seseorang selama hidup di dunia cenderung melakukan ketaatan dan hal-hal baik, maka hal yang paling banyak hadir saat dirinya sakaratul maut adalah memori ketaatan.

Lemahnya iman seseorang dapat melemahkan juga kecintaannya kepada Alloh Ta’ala. Malah semakin cinta dirinya kepada dunia.

Iman yang lemah dapat mendominasi hatinya dan tidak ada celah untuk cinta kepada Alloh kecuali sedikit bisikan jiwa, maka ia akan terdorong melakukan maksiat.

Alloh Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Alloh dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya. Dan, janganlah sekali-kali kamu mati, melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102).

Banyaknya dosa yang menggelapkan hatinya menyebabkan cahaya iman di hati memadam. Sehingga ketika sakaratul maut datang, ia akan dibayangkan kebingungan dan rasa khawatir.

Dirinya akan merasa bahwa Alloh Ta’ala akan murka dan tidak cinta padanya. Dalam kondisi seperti ini, ia akan mendapatkan su’ul khotimah dan sengsara selamanya. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Jangan Sampai Kita Mati dalam Keadaan Maksiat Read More »

Indonesia Darurat Buta Baca Al Quran

WAKAFDT.OR.IDMasih banyak umat muslim yang buta huruf dalam arti belum bisa membaca Al-Qur’an. Padahal Al-Qur’an merupakan pendoman umat Islam yang harus dibaca.

Hal ini disampaikan oleh Ustadz kondang Abdul Somad (UAS) dalam acara Amazing Muharram Ke-12 di The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, pada Ahad (20/8/2023).

“Di Indonesia sendiri sebanyak 72% Muslim Indonesia buta aksara Al-Quran, kita boleh bangga (Indonesia) sebagai (negara) muslim terbesar di dunia, jamaah haji terbanyak di dunia, tapi buta huruf Al-Quran 72%,” ujar UAS.

Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia Syafruddin juga menyampaikan bahwa sebanyak 65 persen masyarakat Islam Indonesia yang belum bisa membaca Al-Quran, atau sekitar 149 juta penduduk Muslim belum bisa membaca kitab suci Al-Qur’an.

Hal itu disampaikan berdasarkan data riset pada tahun 2019 yang dilakukan oleh sejumlah kelompok Islam. Faktanya masih banyak kaum muslim di daerah pedesaan yang memiliki persentase paling besar buta huruf dibandingkan dengan kaum muslim di perkotaan.

Walaupun sebagai negara Muslim terbesar di dunia, namun Indonesia masih sangat kekurangan Al-Quran. Pemerintah hanya mampu memenuhi 60.000 mushaf dari 2 juta kebutuhan mushaf dari berbagai pelosok negeri.

Angka tersebut menunjukan masih ada ketimpangan yang begitu jauh, artinya dibutuhkan pihak swasta atau instasi diluar pemerintah untuk mengambil peran dalam memenuhi kebutuhan Al-Qur’an.

Umat Islam yang belum bisa membaca Al-Quran dikategorikan dari beberapa kalangan usia. Dimulai dari usia anak-anak, pemuda di usia 20 hingga 30 tahun, belum lagi dari kalangan lansia.

Karena itu, Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid hadir mengambil peran dalam pengadaan wakaf Al-Qur’an, sebagai bentuk untuk memberantas buta huruf yang ada ditengah masyarakat muslim.

Harapan dari program tersebut ialah bisa mengatasi buta Al-Quran dalam waktu cepat bagi kalangan yang masuk kedalam 15-20 persen diatas.

Bagaimana umat Islam bisa memahami Al Quran jika membaca saja tidak bisa, dan bagaimana mau mengamalkannya.

Kita sebagai umat Islam harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masalah pemberantasan buta Al-Qur’an, karena sangat disayangkan betapa banyaknya orang yang belum bisa membaca Al-Quran.

Dalam konteks tersebut maka perlu dimasifkan untuk mencetak Al-Qur’an sebanyak-banyaknya, agar bisa didistribusikan ke seluruh pelosok negeri. Tentunya tidak hanya dibagikan akan tetapi juga diajarkan juga kepada penerimanya.

Untuk seluruh kaum muslimin di mana pun kita berada, mari kita bersama untuk senantiasa terlibat dan berpartisipasi dalam mewujudkan dan memenuhi ketersedian Al-Quran di Indonesia yang masih sangat membutuhkan.

Caranya dengan menyisihkan sebagian harta kita untuk program distribusi wakaf mushaf Al-Quran. Semoga ini menjadi kebaikan bagi diri kita dan orang lain. Wallahu a’lam bishowab. (Shabirin)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Indonesia Darurat Buta Baca Al Quran Read More »

Aa Gym: Cara Agar Kita Semangat Beribadah

WAKAFDT.OR.IDSemua orang pasti ingin dekat dengan Rabbnya dan mendambakan pertolongan-Nya. Namun, di antara manusia banyak yang lalai dan meragukan pertolongan Alloh.

Kita harus yakin akan kekuasaan Alloh. Karena kalau kita tidak yakin akan kekuasaan Alloh, maka kita akan sering galau dan akan sengsara. Jadi intinya harus yakin. Keyakinan ini harus menambah dekat kepada Alloh.

Sebagai seorang hamba, yang harus ditingkatkan adalah amalan sholat. Perbaiki sholatnya minimal 40 rakaat dalam sehari.

Bangun malam, dirikan tahajjud, karena diwaktu sepertiga malam doa itu sangat mustajab, dosa diampuni, hajat dikabulkan.

Sepertiga malam terakhir mustajabnya luar biasa. Kemudian perbanyak istighfar. Sebab, keburukan yang menimpa kita karena keburukan kita sendiri.

Tidak perlu banyak ngobrol, mending istighfar. Kalau ngobrol banyak riya’nya, ujubnya, ghibahnya. Kalau istighfar habis tuh riya’nya, ujubnya, ghibahnya.

Karena itu biasakan sholat berjamaah tepat waktu di masjid, sholat tahajjud, perbanyak istighfar, lalu baca Al-Qur’an. Setiap tilawah Al-Qur’an, niatkan setiap huruf yang dibaca, Alloh jadi ridho.

Al-Qur’an itu untuk membersihkan hati, bukan untuk mengotori hati. Kalau bisa, ke mana-mana jaga wudhu, jadi kita bisa kapan saja berdoa.

Saat terdekat seorang hamba dengan Alloh adalah saat sujud. Kalau ada apa-apa sholat, kurangi buka WA, ke mana-mana bawa Al-Qur’an.

Alloh Ta’ala selalu menolong orang yang suka menolong orang lain. Walaupun tidak punya uang, usahakan menolong orang. Bisa yang menolong dengan tenaga, atau menolong dengan barang.

Alloh senantiasa menolong orang yang menolong orang lain, asalkan dia ikhlas. Semakin sulit keadaan harus semakin sering menolong orang lain.

Tidak apa-apa sedekah seadanya, asalkan ikhlas. Cukup Alloh yang lihat, cukup Alloh yang menilai. Tidak usah ingin dilihat orang, tak usah ingin dinilai orang.

Apalagi yang bisa dilakukan dalam situasi saat ini? Jaga pandangan, HP jangan selalu dilihat, dibaca. Kita harus disiplin kapan waktunya buka hp, jangan sampai balapan sama sholat. Secukupnya saja, kita gantikan dengan dzikir, sholawat, dan istighfar.

Yakinlah, setiap doa didengar oleh Alloh. Kata Ibnul Qayyim, doa kalau kuat akan menjauhkan musibah, tapi kalau doanya lemah akan meringankan musibah.

Apabila doa dan musibah sama-sama kuat, maka akan saling beradu. Semoga Alloh berkenan mencurahkan rahmat dan taufik-Nya untuk kita. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Cara Agar Kita Semangat Beribadah Read More »

Aa Gym: Ketahuilah Pilar Karakter Sesama Muslim Ini

WAKAFDT.OR.IDAda sebuah hadits yang sudah dikaji oleh para ulama. Sebuah hadits mengenai 4 pilar karakter seorang muslim, salah satunya ia mencintai saudara.

Mencintai sesama muslim sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang artinya: ”Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhori).

Siapa yang dimaksud saudara dalam hadits tersebut? Maka diperjelas dalam Al-Quran dalam surat Al-Hujurat:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Alloh supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Ada tingkat seseorang tidak menyukai orang lain. Pertama ia tidak suka kalau orang lain mendapat nikmat, namun senang jika orang lain mendapatkan musibah.

Kedua, tidak menginginkan orang lain atau temanya rugi, tetapi tidak mau seseorang itu melampaui kesuksesannya.

Tipe yang kedua lumayan dibandingkan dari yang pertama, meskipun masih tergolong perilaku yang buruk.

Ketiga, menginginkan orang lain berprestasi, tapi tidak rela orang prestasinya melebihi dari kita.

Jadi gak perlu dalam keluarga merasa dengki ke saudara sendiri. Kalau adik beli mobil, kita kakaknya belum kebeli tiba-tiba nyesek, kenapa harus nyesek? Alloh ngasih rezeki sesuka Alloh.

Alloh satu-satunya pembagi rezeki, tidak ada satupun makhluk yang mendapatkan rezeki kecuali pasti dari Alloh.

Rezeki itu sebagai karunia atau ujian? Karunia, kalau kita bersyukur. Jadi tidak perlu iri, terserah Alloh membagikan rezeki ke siapapun, walaupun kita sebapak dan seibu setiap orang beda-beda rezekinya.

Walaupun seangkatan sekolah pasti beda-beda rezekinya. Nanti kalau Alloh mau ngambil maka ambil sesuka Alloh.

Oleh Alloh bisa dilapangkan dan disempitkan, Alloh angkat dan turunkan, semuanya baik bagi orang yang beriman.

Kalau diberi dia bersyukur, ditahan dia bersabar, diambil dia ridho, dan melihat yang lain tidak ada dengki. Wallohu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Ketahuilah Pilar Karakter Sesama Muslim Ini Read More »

Aa Gym: Jawaban Nabi Soal “Siapakah Orang yang Cerdas?”

WAKAFDT.OR.IDSahabat Nabi pernah bertanya. Siapakah orang beriman yang paling utama? Kemudian Rosullulah Shallalahu ‘alaihi wassalam menjawab: orang yang paling baik akhlaknya.

Kemudian sahabat bertanya lagi, siapa orang mukmin yang paling cerdas? Kemudian Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “orang mukmin yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya pada kematian”.

Apakah orang cerdas yang mendapatkan peringkat yang tinggi? Orang yang IQ-nya tinggi? Atau orang yang cerdas adalah orang yang lulus cumlaude? Maka jawabannya bukan. Orang yang cerdas adalah orang yang banyak mengingat mati.

Jadi ciri orang paling kuat imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Makin kuat imannya maka akan beririsan juga akhlaknya semakin baik secara langsung.

Karena orang beriman yakin bahwa ia selalu dilihat atau disaksikan oleh Allah tanpa ada satu pun yang tersembunyi.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Ali-Imran dan surat Qaff yang berbunyi:

“Innallaha la yakhfa ‘alaihi syai’un fil ardi wa laa fis sama.”

Artinya: “Bagi Allah Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi di bumi dan di langit.”

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya(15), (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri (16), Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (17)”. (QS. Qaf: 15-17).

Kalau kita yakin dengan keberadaan Allah maka tidak ada tempat untuk kita berbuat maksiat. Individu yang cerdas akan melihat dan mencoba menghabiskan waktu dengan sangat berkualitas.

Orang-orang cerdas selalu berpandangan bahwa mereka belum tentu kembali hidup di keesokan hari. Banyak memikirkan mati dan banyak mempersiapkan kehidupan sesudah mati.

Individu yang kerap mengingat kematian akan sangat berhati-hati dalam menggunakan waktunya. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Jawaban Nabi Soal “Siapakah Orang yang Cerdas?” Read More »

Pembangunan Eco Pesantren 3 Kuningan, Masuki Tahap Cut and Fill Lahan

DAARUTTAUHIID.ORG | KUNINGAN – Pembangunan Eco Pesantren 3 terus berpogres. Tepat pada (21/7/2023) lahan wakaf produktif ini masuki tahap cut and fill.

Berlokasi di Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, lahan tersebut memiliki luas lebih dari 30 hektar.

Memenuhi proses berkas perizinan pembangunan sejak 2021, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk Pesantren Eco 3 Kuningan ini telah terbit pada awal bulan Juni.

Rencananya, pembangunan pertama yang akan dilaksanakan adalah pembangunan Masjid Rahmatan lil’alamin.

Mengantongi perizinan PBG, tim Perencanaan dan Pembangunan Daarut Tauhiid Indonesia (PDTI) telah turunkan alat berat sejak pertengahan Juni, untuk membuka dan perataan jalan dari Jalan Raya Cisantana-Patulungan menuju lahan masjid.

Pada (21/7/2023), PDTI mulai laksanakan proses cut and fill lahan. Rencananya proses ini akan berlangsung selama 2 bulan.

Proses tersebut bertujuan untuk meratakan permukaan tanah agar material lebih mudah masuk ke lahan pembangunan.

Ketua tim Monitoring dan Pengendalian Pembangunan (Monpen) DT, mengungkapkan lahan wakaf produktif Eco 3 Kuningan ini akan dijadikan area masjid, sekolah dan asrama. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Pembangunan Eco Pesantren 3 Kuningan, Masuki Tahap Cut and Fill Lahan Read More »

Azab Bagi Orang yang Enggan Berbagi

DAARUTTAUHIID.ORG | WAKAFDT.OR.IDOrang bakhil adalah orang yang tidak mengeluarkan hartanya untuk membantu orang lain, bahkan untuk diri sendiri saja kecenderungannya sangat begitu pelit. Padahal dalam harta yang didapatkan tersebut ada bagian yang menjadi hak orang lain.

Sifat bakhil muncul dalam diri manusia karena didasari oleh kecintaanya terhadap harta begitu tinggi, menganggap bahwa harta yang disimpan akan bertambah terus bertambah dan merasa takut hartanya hilang.

Orang bakhil tidak disukai oleh Allah Ta’ala dan seluruh manusia. Hal ini disebutkan dalam sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari surga dan jauh dari manusia”. (HR. Tirmidzi).

Istilah lain dari bakhil adalah kikir, orang yang kikir menurut Sahabat Abu Bakar Assiddiq akan mendapatkan satu dari tujuh balasan orang yang kikir. Di antaranya ialah:

  1. Orang kikir akan akan mati sementara ahli warisnya adalah orang yang suka menghambur-hamburkan harta. Dan juga ahli warisnya orang yang suka menghabiskan harta untuk tujuan selain yang Allah perintahkan.
  2. Orang kikir akan dipimpin oleh penguasa yang zalim sehingga harta benda yang dimiliki akan dikuasi pemerintah.
  3. Orang kikir akan digerakkan syahwatnya sehingga akan menghabiskan harta benda yang dimiliki.
  4. Dibangunkan pikiran untuk membangun sebuah gedung atau rumah nan megah yang berada ditanah sengketa. Sehingga hanya kerugian yang didapatkan.
  5. Ditimpa musibah seperti tenggelamnya harta benda atau terbakar atau dicuri dan sebagainya.
  6. Ditimpa penyakit abadi yang hartanya habis untuk pengobatannya tersebut.

Ada doa agar tidak menjadi orang kikir. Banyak akibat berbahaya yang didapatkan apabila menjadi orang yang pelit.

Oleh karenanya kita wajib meminta perlindungan kepada Allah Ta’ala agar dijauhkan dari sifat kikir dan orang pelit.

Selain meminta perlindungan, kita sebagai umat Islam juga dianjurkan untuk berdoa agar dijauhkan dari sifat pelit. Berikut doa Rasulullah agar diajuhkan dari sifat kikir:

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa prihatin dan susah, dari sifat lemah dan malas, dari sifat kikir dan pengecut, dari belitan utang dan tunduk pada seseorang”. (HR. Bukhari, Muslim).

(Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Azab Bagi Orang yang Enggan Berbagi Read More »

Aa Gym: Tidak Perlu Nyesek Melihat Rezeki Orang

DAARUTTAUHIID.ORG — Ada seorang adik sudah mempunyai mobil. Sedangkan kakaknya belum mempunyai mobil, kemudian merasa nyesek. Pertanyaannya, kenapa harus merasa nyesek? Padahal setiap orang memiliki rezeki yang berbeda-beda, meskipun seibu sebapak pasti rezekinya berbeda.

Alloh adalah satu-satunya pemberi rezeki. Tidak ada satu pun makhluk yang mendapatkan rezeki melainkan pasti dari Alloh. Apakah rezeki itu karunia atau ujian? Rezeki itu ujian. Jadi karunia jika kita syukuri.

Alloh maha kuasa memberikan rezeki ke siapa pun sesuai dengan kehendaknya. Jadi kita tidak perlu iri, sesuka Alloh membagi rezeki kepada siapa pun.

Rezeki Alloh Ta’ala bukan hanya dari satu pintu saja, melainkan ada dari banyak pintu yang bisa semua umat muslim akses.

Seseorang hanya perlu melakukan yang terbaik jika ingin pintu-pintu rezeki itu terbuka lebar. Jangan pernah memikirkan apa yang didapatkan. Lakukan saja yang terbaik.

Alloh adalah satu-satunya yang memberi rezeki, sesuai dengan namanya yaitu ar-rozak. Pembeli adalah makhluk Alloh, yang digerakan hatinya oleh Alloh juga.

Ketika pembeli datang, belum tentu uang yang dia bawa adalah rezeki kita, boleh jadi ia hanya mampir sebentar dan mencoba saja. Jadi kita tidak perlu kecewa karena rezeki sudah ada yang mengatur.

Misalkan, upayakan sebelum berangkat melamar kerja maka berdoalah kepada Alloh yang mengatur, karena Alloh yang menentukan apakah kita diterima atau tidak diterima.

“Ya Alloh, yang maha tahu segala-galanya, beri saya pekerjaan yang membuat dekat denganmu, yang membuat saya hidup lebih bermanfaat bagi banyak orang, engkau yang memiliki segala perusahaan, tidak ada yang terjadi sesuatu apapun kecuali dengan izinmu.”

Bagi orang yang tahu bahwa pembagi rezeki itu adalah Alloh, maka ia tidak akan risau dan takut tidak kebagian rezeki.

Kalau seseorang tauhidnya benar, maka ia tidak akan takut rezekinya diambil oleh orang lain.

Kita tidak disuruh mencari rezeki tapi menjemput rezeki, yang dicari itu adalah keberkahannya, karena rezekinya sudah ada tetapi belum tentu diberi keberkahan. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Aa Gym: Tidak Perlu Nyesek Melihat Rezeki Orang Read More »