Wakaf Daarut Tauhiid

Aa Gym

Wakaf DT Salurkan Mushaf Al Qurโ€™an ke Pesantren Riyadlul Huda Pengalengan

WAKAFDT.OR.ID | KABUPATEN BANDUNG โ€“Wakaf Daarut Tauhiid (DT) kembali melanjutkan program kebaikan dengan mendistribusikan ratusan mushaf Al-Qur’an ke berbagai daerah di Indonesia.

Pada hari Rabu (11/9), sebanyak 150 eksemplar mushaf diserahkan kepada Pesantren Riyadlul Huda yang berlokasi di Kampung Sindangsari, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kegiatan ini disambut hangat oleh pihak pesantren. Ketua Yayasan Riyadlul Huda, Abdurrahman bersama jajaran para pengurus yayasan dan guru-guru di sana.

Saat ditemui oleh tim Wakaf DT, pihak pesantren turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya yang mendalam atas bantuan ini.

“Kami banyak-banyak berterima kasih kepada Wakaf DT yang telah menyalurkan mushafnya ke pesantren kami. Bantuan ini sangat berharga karena kami memang sangat membutuhkan Al-Qur’an untuk menunjang proses pembelajaran di sini,” tuturnya.

Dengan jumlah santri yang mencapai 400 orang, kebutuhan akan mushaf Al-Qur’an yang layak dan memadai sangatlah penting. Para santri terdiri dari santri tingkat PAUD hingga tingkat dewasa.

Para guru juga menitip salam untuk para muwakif yang telah mewakafkan hartanya melalui Wakaf DT, sehingga salah satu kebaikannya bisa mereka rasakan melalui wakaf mushaf Al Qurโ€™an.

Penyaluran wakaf ini diharapkan dapat mendukung para santri dalam menghafal dan mendalami ilmu Al-Qur’an, serta menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk lebih giat beribadah dan belajar.

Bantuan wakaf mushaf ini merupakan bagian dari komitmen Wakaf DT untuk terus menebar kebaikan dan memfasilitasi pendidikan agama di berbagai daerah, khususnya bagi pesantren-pesantren yang membutuhkan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf DT Salurkan Mushaf Al Qurโ€™an ke Pesantren Riyadlul Huda Pengalengan Read More ยป

Maulid Nabi: Ketika Tragedi Gaza Menjadi Perbincangan di Sekolah

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€” Peringatan Maulid Nabi di SMP Negeri 41 Bandung baru-baru ini menjadi sebuah “acara edukatif” yang mengusung tema kepedulian.

Para siswa dan guru tampak khusyuk mendengarkan Ustadz Mulyadi yang piawai mengaitkan perjuangan Nabi Muhammad dengan derita warga Gaza.

Seorang siswa yang lugu, entah tergerak oleh narasi emosional atau sekadar mengikuti arus, menyampaikan kesannya.

“Lewat acara ini, kami sebagai pelajar dan juga masyarakat Indonesia kembali diingatkan tentang Gaza. Semoga kita bisa terus peduli,” katanya, seolah-olah kepedulian adalah barang yang bisa dihidupkan dan dimatikan lewat sebuah acara seremonial.

Ustadz Mulyadi tak kalah dramatis. Dengan gaya penceramah yang fasih, ia menggambarkan kehancuran di Gaza, mulai dari rumah hingga sekolah yang rata dengan tanah.

Pesannya jelas: “Jangan sampai kita lupa dengan penderitaan saudara kita di sana.” Tentu saja, penderitaan ini disajikan sebagai bumbu penyedap untuk peringatan Maulid, menjadikannya terasa lebih relevan dan “kekinian.”

Di akhir acara, pihak sekolah dengan gembira menyambut baik kedatangan tim Wakaf Daarut Tauhiid dan berharap bisa menjalin kerja sama lagi.

Tampaknya, bagi mereka, kolaborasi semacam ini bukan hanya tentang nilai-nilai spiritual, tetapi juga tentang potensi “branding” dan “engagement” yang bisa dibawa oleh isu-isu global. Selamat datang di era di mana kepedulian menjadi magnet, dan Maulid Nabi menjadi salah satu panggungnya.

Alhamdulillah, dari penghimpunan cash wakaf for Palestine terkumpul dana sebesar Rp. 2.887.700, dana yang terkumpul akan diproduktifkan kemudian hasilnya akan disalurkan untuk membantu saudara kita di Palestina, khususnya Gaza. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Maulid Nabi: Ketika Tragedi Gaza Menjadi Perbincangan di Sekolah Read More ยป

Bersama Wakaf DT, Merajut Kepedulian dari Perayaan Maulid Nabi di SMPN 41 Bandung

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNGโ€”Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Negeri 41 Bandung kali ini terasa berbeda.

Tak hanya menjadi momen untuk mengenang perjuangan Rasulullah, acara yang dihadiri oleh tim Wakaf Daarut Tauhiid ini juga menjadi ajang untuk menumbuhkan kepedulian para siswa terhadap tragedi yang menimpa saudara-saudara di Gaza.

Seorang siswa SMPN 42 Bandung mengungkapkan perasaannya. “Lewat acara ini, kami sebagai pelajar dan juga masyarakat Indonesia kembali diingatkan tentang Gaza. Semoga kita bisa terus peduli dengan Gaza,” ujarnya penuh harap.

Ustadz Mulyadi Al Fadhil, pemateri dalam acara tersebut, tak hanya mengupas tuntas perjuangan Nabi dalam menyebarkan Islam, tetapi juga mengaitkannya dengan kondisi terkini.

Ia mengajak para siswa dan guru untuk merenungi penderitaan yang dialami warga Palestina. “Di Gaza, rumah-rumah, gedung, sekolah, rumah sakit, semuanya dihancurkan, sampai puluhan ribu nyawa syahid. Jangan sampai kita lupa dengan penderitaan saudara kita di sana,” pesan Ustadz Mulyadi.

Pihak sekolah menyambut baik kedatangan tim Wakaf Daarut Tauhiid dan berharap bisa kembali menjalin kerja sama untuk kegiatan-kegiatan di masa mendatang.

Acara ini menjadi bukti bahwa peringatan hari besar keagamaan bisa menjadi momentum untuk menumbuhkan empati dan kesadaran sosial, terutama di kalangan generasi muda.

Alhamdulillah, dari penghimpunan cash wakaf for Palestine terkumpul dana sebesar Rp. 2.887.700, dana yang terkumpul akan diproduktifkan kemudian hasilnya akan disalurkan untuk membantu saudara kita di Palestina, khususnya Gaza. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Bersama Wakaf DT, Merajut Kepedulian dari Perayaan Maulid Nabi di SMPN 41 Bandung Read More ยป

Dari Teras Masjid Menuju Ruang Kelas Impian: Kisah Santri Blue Mosque Daarut Tauhiid

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT — Di tengah sejuknya malam dan sunyinya kebun di kawasan Daarut Tauhiid, ada sebuah denyut kehidupan yang tak pernah padam: para santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Daarut Tauhiid.

Dari balik jendela Blue Mosque yang ikonik, lantunan ayat suci masih terdengar, memecah kesunyian.

Malam itu, usai belajar, para santri berkumpul. Ada yang masih serius berdiskusi, ada pula yang bersenda gurau ringan. Selama ini, mereka terbiasa belajar di masjid, di terasnya, atau bahkan di sudut-sudut yang memungkinkan.

Keterbatasan ruang kelas tak pernah menyurutkan semangat santri. Mereka tetap menemukan kegembiraan dalam setiap sesi belajar, menjadikan masjid tak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang ilmu yang penuh makna.

Namun, di balik kegembiraan itu, ada secercah harapan yang kini mulai terwujud. Di samping masjid, struktur bangunan baru mulai berdiri. Itu adalah ruang kelas impian mereka.

Ahmad Gautsi, seorang santri dari Kalimantan, tak bisa menyembunyikan antusiasmenya. Dengan mata berbinar, ia membayangkan bagaimana suasana belajar akan terasa lebih nyaman dan khusyuk saat ruang kelas itu nanti selesai.

“Terima kasih banyak buat para muwakif yang sudah mewakafkan hartanya,” ucap Ahmad penuh haru. “Semoga Allah membalas kebaikan para muwakif.”

Kisah ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi dan kebaikan sekecil apa pun, jika dilakukan bersama, dapat memberikan dampak yang luar biasa.

Dari wakaf yang disalurkan para dermawan, impian para santri untuk memiliki ruang belajar yang layak kini selangkah lebih dekat menjadi kenyataan.

Ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang pembangunan masa depan, di mana setiap santri memiliki kesempatan untuk belajar dengan lebih baik. (WIN)

Bagi jamaah yang tertarik untuk ikut serta dalam ladang kebaikan untuk membangun ruang kelas belajar santri PDF DT bisa mengakses laman berikut: https://wakafdt.or.id/

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Dari Teras Masjid Menuju Ruang Kelas Impian: Kisah Santri Blue Mosque Daarut Tauhiid Read More ยป

Blue Mosque Daarut Tauhiid: Bukan Sekadar Ibadah, Jalinan Hati untuk Umat

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT — Di balik kemegahan arsitekturnya yang memukau, Blue Mosque di komplek Daarut Tauhiid (DT) bukan sekadar bangunanโ€”ia adalah jantung yang berdetak, menggerakkan denyut kehidupan spiritual dan sosial.

Sejak diresmikan pada bulan Februari lalu, masjid ini telah menjadi magnet, tak hanya bagi para santri tetapi juga bagi jamaah dari berbagai penjuru, bahkan hingga mancanegara.

Namun, daya tarik utamanya bukanlah pada keindahan fisiknya, melainkan pada kemampuannya untuk merangkul dan memberi manfaat luas. Blue Mosque telah membuktikan bahwa rumah ibadah bisa menjadi simpul kebersamaan yang tak kenal batas.

Willi Ibrahim, Ketua RT 01 di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, adalah salah satu saksi hidupnya. Ia melihat langsung bagaimana masjid ini menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat sekitar.

“Keberadaan masjid ini sangat bermanfaat bagi warga sekitar,” tuturnya. Willi menceritakan bagaimana warga sering diundang untuk terlibat dalam kajian dan kegiatan-kegiatan di masjid, menghapus kesan eksklusif yang sering melekat pada institusi besar.

Hubungan erat ini sudah terjalin bahkan sejak masa pembangunan. Banyak warga setempat yang dilibatkan sebagai pekerja, sebuah bentuk gotong royong yang tidak hanya membangun fisik masjid, tetapi juga merajut ikatan sosial yang kuat.

Ini adalah cerminan dari semangat wakaf umat, yang menunjukkan betapa kuatnya rasa kebersamaan dalam membangun tempat ibadah.

Seperti yang pernah disampaikan oleh Aa Gym saat peresmian, Blue Mosque ini bukan hanya tempat salat, melainkan pusat dakwah dan pendidikan Islam.

Masjid ini adalah bukti nyata bahwa sebuah tempat ibadah dapat menjadi wadah yang lebih besar, mengalirkan berkah dan dampak positif bagi seluruh masyarakat, sebagaimana harapan Daarut Tauhiid.

Ia bukan hanya sekadar masjid, tetapi sebuah kisah hidup tentang kebersamaan, manfaat, dan keberkahan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Blue Mosque Daarut Tauhiid: Bukan Sekadar Ibadah, Jalinan Hati untuk Umat Read More ยป

Wakaf On Demand: Niat Baik Kini Tersedia dalam Layanan Antar Jemput

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Pada masa ketika semua serba instan, termasuk urusan pahala, kita disuguhkan kisah heroik dari tim Wakaf Daarut Tauhiid (DT). Mereka membuktikan bahwa niat baik tak boleh terhalang oleh macet, malas, atau bahkan ‘repot’.

Bayangkan, era di mana ponsel pintar bisa melakukan apa saja, dari memesan makanan hingga menemukan jodoh, masih ada segelintir manusia yang kesulitan menggunakannya.

Salah satunya adalah Ibu Ismayan Dewi (63), seorang filantropis yang terjebak dalam dilema abad ke-21: ingin berwakaf tapi tak bisa datang ke kantor.

Mungkin beliau khawatir emasnya “hilang” di dunia maya, atau mungkin juga beliau menganggap mengirim perhiasan lewat ojek online terlalu berisiko.

Untungnya, tim Wakaf DT, yang rupanya memiliki kemampuan super dalam membaca pikiran, segera mengambil tindakan.

Pada Selasa (2/9/2025), mereka memutuskan untuk menjadi pahlawan super penjemput wakaf. Bak kurir ekspres dengan misi suci, mereka meluncur ke rumah Ibu Ismayan.

Ibu Ismayan pun menyambut mereka dengan senyum canggung, “Maaf ya de kalau direpotkan, soalnya ibu bingung gimana caranya buat ke sana…”. Tentu saja, para “kurir” ini tak merasa direpotkan. Mereka tahu, di balik kerumitan ini, ada pahala besar yang menanti.

Emas yang diwakafkan Ibu Ismayan, yang mungkin sudah lama terpendam di brankasnya, kini akan disulap menjadi ruang kelas di Eco Pesantren DT 2.

Ruang kelas ini akan menjadi saksi bisu betapa niat baik, meskipun dijemput sampai ke rumah, bisa berbuah manis. Kisah ini mengajarkan kita satu hal: niat baik memang harus segera ditunaikan.

Kalau tidak bisa datang ke kantor, tim Wakaf DT akan datang menjemput. Jadi, tidak ada alasan untuk menunda. Mari berwakaf, sebelum tim DT datang ke rumah Anda. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf On Demand: Niat Baik Kini Tersedia dalam Layanan Antar Jemput Read More ยป

Memupuk ย Cinta Nabi di SMPN 20 Bandung: Maulid dan Kepedulian untuk Gaza

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Lapangan SMP Negeri 20 Bandung pada Kamis (4/9/2025) tak hanya dipenuhi sorak-sorai, melainkan juga gema shalawat dan khidmatnya lantunan tausiyah.

Ratusan siswa dan guru, berjumlah lebih dari 900 orang, berkumpul bukan untuk pelajaran biasa, melainkan untuk sebuah acara yang lebih dalam maknanya: peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara yang diinisiasi oleh pihak sekolah bekerja sama dengan Wakaf Daarut Tauhiid ini mengambil tema yang menarik: Kajian Sirah Nabi Bersama Ustadz H. Mumuh Abdul Muhyi, M.Pd., dari Pesantren Daarut Tauhiid.

Pada momen itu, Ustadz Mumuh memaparkan kisah teladan Nabi, menanamkan kembali cinta pada sosok agung yang menjadi rahmat bagi semesta alam.

Namun, peringatan Maulid kali ini terasa berbeda. Di tengah hangatnya cerita tentang kehidupan Nabi, para siswa dan guru diajak merenung tentang isu kemanusiaan yang sedang terjadi, khususnya nasib saudara-saudara di Palestina.

Gaza, sebuah nama yang kini identik dengan penderitaan dan juga perjuangan, menjadi topik yang disisipkan dengan penuh hikmah.

“Palestina memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan Rasulullah,” jelas Ustadz Mumuh. “Dulu, Al-Aqsa adalah kiblat pertama kita. Tempat itu juga menjadi saksi perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi.”

Momen ini menjadi jembatan yang menghubungkan kecintaan pada Nabi dengan kepedulian terhadap sesama muslim. Setelah pemaparan, inisiatif penggalangan dana pun dilakukan melalui program cash wakaf for Palestine.

Antusiasme siswa dan guru begitu luar biasa. Terkumpul dana sebesar Rp 3.306.500 yang nantinya akan disalurkan melalui DT Peduli untuk membantu warga Gaza.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga edukasi karakter,” ungkap salah satu guru. “Kami ingin menumbuhkan empati dan kesadaran sosial pada siswa. Maulid Nabi adalah momen tepat untuk itu.”

Kerja sama antara SMPN 20 Bandung dan Wakaf DT ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Pihak sekolah berharap bisa terus berkolaborasi untuk mengenalkan ilmu keislaman yang lebih mendalam kepada para siswa, menjadikannya bekal tak hanya untuk hidup di dunia, tetapi juga di akhirat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Memupuk ย Cinta Nabi di SMPN 20 Bandung: Maulid dan Kepedulian untuk Gaza Read More ยป

Apa Saja Syarat Mauquf โ€˜Alaih?

WAKAFDT.OR.IDDalam penerimaan zakat ada golongan yang berhak menerima zakat fitrah. Orang-orang yang membayarkan zakat fitrah dinamai dengan muzakki. Kemudian orang yang berhak menerima zakat fitrah disebut dengan istilah mustahik.

Ada 8 golongan orang yang berhak menerima zakat fitrah:

Pertama, fakir, yaitu orang yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya.

Kedua, miskin. Disebut dengan miskin orang yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupan.

Ketiga, amil. Orang-orang yang ditugaskan mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Keempat, mualaf. Yaitu orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan.

Kelima, riqab. Budak atau hamba sahaya yang ingin merdeka. Keenam, gharimin. Yaitu orang yang berhutang untuk kebutuhan hidup dan dalam rangka mempertahankan jiwa dan izzahnya.

Ketujuh, fisabilillah. Mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya. Kedelapan, Ibnu Sabil. Orang yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.

Begitu juga dengan wakaf, orang yang berwakaf disebut sebagai muwakif, sedangkan orang yang menerima manfaat dari wakaf disebut dengan mauquf โ€˜alaih.

Apa saja syarat penerima manfaat wakaf (mauquf alaih)?

1. Syarat pertama ialah penerima harus jelas orang-orang yang akan menerima manfaat baik dua orang atau lebih, atau istilah lainnya disebut juga dengan (muโ€™ayyan).

2. Persyaratan kedua ialah yang tergolong boleh untuk memiliki harta (ahlan lit-tamlik), maka orang muslim, merdeka dan kafir zimmi yang memenuhi syarat ini boleh memiliki harta wakaf. Adapun orang bodoh, hamba sahaya, dan orang gila tidak sah menerima wakaf.

3. Penerima wakaf tentu berbeda dengan penerima zakat yang ditentukan secara spesifik 8 golongan.

Sedangkan penerima wakaf tidak ditentukan secara spesisik (ghaira muโ€™ayyan), hanya disebutkan secara secara global, artinya nilai manfaat wakaf bisa dirasakan secara meluas.

Seperti seseorang berwakaf untuk kesejahteraan umat Islam, orang fakir, miskin, tempat ibadah, dan lain sebagainya.

Wakaf hanya ditujukan untuk kepentingan Islam secara umum, maka syarat penerima wakaf itu haruslah orang yang dapat menjadikan wakaf itu untuk kemaslahatan yang mendekatkan diri kepada Allah. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Apa Saja Syarat Mauquf โ€˜Alaih? Read More ยป

Aa Gym: Allah Bagi Tiga Rezeki Ini

WAKAFDT.OR.IDSaudaraku, kita yakin bahwa Alloh Maha Pemberi Rezeki. Jika kita mentafakuri bagaimana Alloh mencukupi rezeki kita, maka rezeki bisa kita klasifikasikan kepada tiga hal.

Pertama, rezeki yang telah dijamin oleh Alloh Taโ€™ala. Misalnya adalah rezeki penguat tubuh. Rumusnya, ada nafas ada rezeki. Jadi sepanjang kita masih bernafas, maka sepanjang itu pula rezeki kita terjamin. Minimal adalah udara.

Sewaktu kita masih berada di dalam rahim ibu, rezeki kita terjamin. Rezeki yang mendatangi kita, bukan sebaliknya. Maasyaa Alloh.

Setelah kita dewasa, rezeki itu tersebar di berbagai tepat di bumi ini. Tinggal kita memilih, mau yang halal atau yang haram.

Mau memilih susu atau memilih minuman keras. Mau memilih daging sapi atau daging babi. Insyaa Alloh, kita adalah orang-orang yang hanya memilih yang halal sebagaimana petunjuk Alloh Taโ€™ala.

Kedua, rezeki yang digantungkan. Rezeki Alloh itu sudah pasti ada, kita tinggal ikhtiar untuk menjemputnya.

Nah, kalau ikhtiar kita sesuai dengan jalan Alloh, maka Alloh akan memberi petunjuk untuk sampai kepadanya. Dalam ikhtiar kita, Alloh akan berikan rasa tenang dan semua proses yang kita jalani menjadi amal saleh.

Sedangkan ikhtiar yang menyalahi jalan Alloh, seperti mencuri atau menipu, maka sejak prosesnya sudah diliputi dengan kegelisahan, tidak menjadi amal saleh, dan jika bertemu dengan rezeki maka jatuhnya menjadi haram.

Oleh karena itu, tinggal kita memilih apakah mau mengambil cara yang halal atau cara yang haram.

Ketiga, rezeki yang dijanjikan. Ada orang yang khawatir jika rezekinya sedikit. Tidak apa-apa rezeki sedikit, yang terpenting adalah berkah dan senantiasa dicukupkan oleh Alloh Taโ€™ala, tidak pernah kekurangan, bahkan masih bisa berbagi kepada sesama.

Inilah rezeki orang yang pandai bersyukur. Alloh Taโ€™ala menjanjikan bahwa rezeki orang yang bersyukur akan dilipatgandakan, sebagai mana firman-Nya, โ€œSesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu..โ€ (QS. Ibrahim: 7)

Ketika mendapatkan rezeki, ada rasa senang. Sisihkanlah sebagian untuk bersedekah. Mungkin rumah tidak besar, harta tidak banyak, tapi membantu orang lain tidak pernah berhenti.

Inilah yang membuat rezeki yang sedikit namun mengalir terus beserta manfaat dan keberkahannya. Karena rezeki itu ada tiga; yang dimakan menjadi kotoran, yang dipakai menjadi usang, dan yang disedekahkan di jalan Alloh Taโ€™ala.

Demikianlah, Alloh Taโ€™ala melimpahkan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur atas setiap rezeki yang kita peroleh. Aamiin yaa Robbal โ€˜aalamin.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Allah Bagi Tiga Rezeki Ini Read More ยป

Wakaf dan Perubahan Sosial

WAKAFDT.OR.IDJika kita memperhatikan sejarah perwakafan, terlihat bahwa wakaf yang pertama kali dilakukan adalah oleh sahabat Umar bin Khattab atas petunjuk Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wasallam.

Kemudian diambil menjadi definisi wakaf sebagaimana yang telah dibahas diatas, adalah wakaf dalam bidang sosial ekonomi.

Mewakafkan harta sempat menjadi ibadah yang banyak dilakukan para Sahabat. Mereka berlomba-lomba memberikan hartanya kepada Allah.

Misalnya Umar yang mewakafkan sebidang tanah khaibar, hingga Abu Thalhah yang mewakafkan kebun kurma kesayangannya.

Sampai-sampai Sahabat Jabir berkata: โ€œtidaklah tersisa dari para sahabat Nabi yang memiliki kemampuan (finansial) kecuali mewakafkan hartanyaโ€.

Wakaf yang diberikan akan membawa manfaat tersendiri bagi masyarakat luas. Barang berharga yang tadinya dimiliki oleh satu orang, kemudian bisa dimanfaatkan oleh orang banyak.

Misalnya ketika ada tanah yang diwakafkan untuk pembangunan masjid, maka suatu daerah yang tadinya tidak memiliki masjid kini bisa menggunakan fasilitas ibadah yang memadai.

Jika dikelola dengan baik, wakaf bisa melengkapi fasilitas bagi masyarakat sekitar, sekaligus memecahkan satu atau beberapa masalah di masyarakat. Dengan demikian, akan banyak masyarakat yang terbantu dan dimudahkan.

Dengan berwakaf yang digunakan untuk kepentingan umum, masyarakat akan merasakan manfaat yang luas. Orang yang kekurangan bisa menikmati sarana-sarana publik yang lebih baik, dan orang yang lebih berada juga bisa berbagi.

Sehingga, kesenjangan sosial akan semakin kecil dan tali persaudaraan akan terasa lebih erat. Memberikan sebagian harta untuk dimanfaatkan orang lain merupakan anjuran dari Allah agar kita memperoleh kebaikan.

Allah berfirman, โ€œKamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (harta sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.โ€ (QS. Ali Imran: 92).

Di sisi lain, mereka yang berhasil berbuat baik juga akan memperoleh kemenangan yang hakiki. Allah berfirman, โ€œBerbuat baiklah semoga engkau bahagia (menang).โ€ (QS. Al-Hajj: 77).

Harta yang diwakafkan akan membantu kehidupan masyarakat jika dikelola dengan baik.

Misalnya tanah yang kemudian dibangun masjid sebagai tempat ibadah, bangunan yang diwakafkan untuk sekolah, kebun yang hasilnya diwakafkan untuk anak yatim, dan sebagainya.

Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Wakaf menjadi solusi bagi pengembangan harta produktif di tengah-tengah masyarakat dan solusi dari kerakusan pribadi dan kesewenang-wenangan pemerintah secara bersamaan.

Wakaf secara khusus dapat membantu kegiatan masyarakat umum sebagai bentuk kepedulian terhadap umat, dan generasi yang akan datang.

Kegiatan sosial seperti ini telah dianjurkan dalam syariat Islam sebagai kebutuhan manusia, bukan saja terbatas pada kaum muslimin, tetapi juga bagi masyarakat non-muslim.

Pandangan Islam terhadap praktik wakaf sosial seperti ini telah lama berlangsung sepanjang sejarah Islam, bahkan bentuk dan tujuannya sangat berkembang pesat.

Maka wajar kalau jumlah wakaf banyak sekali dan menyebar di seluruh negara-negara berpenduduk mayoritas muslim yang dapat memacu angka pertumbuhan ekonomi. (SA/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf dan Perubahan Sosial Read More ยป