Wakaf Daarut Tauhiid

Berita Terbaru

Milad ke-35 DT: Masjid Daarut Tauhiid Sukses Gelar Khataman Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung baru saja menutup rangkaian ibadah penuh berkah berupa Khataman Al-Qur’an 30 Juz.

Acara ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang tercurah pada peringatan Milad Daarut Tauhiid yang ke-35.

Kegiatan mulia ini berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai dari Rabu, 03 Desember hingga Sabtu, 06 Desember 2025.

Pelaksanaannya merupakan hasil sinergi apik antara Masjid Daarut Tauhiid Bandung, Baitul Qur’an Daarut Tauhiid, dan Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil Alamin (termasuk Sekolah Daarut Tauhiid Indonesia).

Pelaksanaan Khataman Al-Qur’an tahun ini istimewa karena dipandu langsung oleh para asatidz terbaik di lingkungan Daarut Tauhiid.

Para qari’ yang silih berganti melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam suasana khusyuk dan mengharukan meliputi:

K.H. Abdullah Gymnastiar, K.H. Fahrudin, Ust. Ujang Jamaludin, Ust. Dadan Hamdani, Ust. Iwan Hidayat, Ust. Triona Ali, Ust. Jiwar Mustofa, Ustadz Aliyan Ibadu Rohman, Ustadz Jahid Muntafa, Ustadz Dede Nurhidayat, Ustadz Fauzan Abdul Aziz, Ustadz Ipan Setiawan, Ustadz Reksa Abdi Gautama, Ustadz Rinaldi Syahrul Fauzi, Ustadz Syahdan Ahmad F, Ustadz Aqil Dwipa, Ustadz Fakhrudin, Ustadz Fakhran, Ustadz Ahmad Nurauzan.

Suara merdu dan bacaan penuh penghayatan dari para qari’ tersebut menciptakan atmosfer yang damai dan penuh keteduhan di Masjid Daarut Tauhiid Bandung.

Selama empat hari, jamaah dari berbagai wilayah hadir secara bergantian untuk mengikuti prosesi khataman. Selain ibadah inti, banyak jamaah memanfaatkan momen ini untuk:

– Mengirimkan doa bagi keluarga dan kerabat yang telah meninggal dunia.

– Bersedekah dengan niat tertentu, yang kemudian didoakan secara khusus oleh para asatidz.

Untuk menjangkau jamaah yang berada di luar kota bahkan luar negeri, seluruh rangkaian kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Masjid Daarut Tauhiid dan Baitul Qur’an Daarut Tauhiid.

Hal ini memungkinkan khalayak luas untuk tetap berpartisipasi dan mendapatkan keberkahan secara daring.

Lebih dari sekadar syukuran milad DT ke-35, kegiatan ini juga menjadi pengingat dan pengamalan pesan penting dari Rasulullah mengenai amal yang pahalanya terus mengalir bahkan setelah seseorang wafat:

“Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Melalui pembacaan dan doa khataman, jamaah diajak untuk senantiasa memelihara zikir, meningkatkan sedekah, dan mempererat hubungan mereka dengan Al-Qur’an dalam setiap aspek kehidupan.

Besar harapan bahwa kegiatan ini akan menjadi jalan diturunkannya keberkahan bagi seluruh jamaah, keluarga besar Daarut Tauhiid, dan umat Islam seluruhnya.

Diharapkan juga, kegiatan khataman ini akan menjadi agenda tetap yang memperkuat budaya Qur’ani, melahirkan generasi penerus yang mencintai Al-Qur’an, dan memperluas daya tebar manfaat dakwah Daarut Tauhiid di tahun-tahun mendatang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Milad ke-35 DT: Masjid Daarut Tauhiid Sukses Gelar Khataman Al-Qur’an Read More »

Progres Pembangunan Ruang Kelas Belajar Santri PDF DT Capai 92%

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Kabar gembira datang dari proyek pembangunan fasilitas pendidikan di Eco Pesantren Daarut Tauhiid (DT) 2.

Progres pembangunan ruang kelas belajar untuk santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) kini telah mencapai angka 92%, menandakan tahap akhir penyelesaian semakin dekat.

Pencapaian signifikan ini merupakan hasil kerja keras tim di lapangan yang terus berupaya menyelesaikan target pembangunan tepat waktu. Dengan 92% progres yang telah tercapai, saat ini pengerjaan difokuskan pada tahap finishing bangunan.

Menurut laporan terbaru, fokus utama pengerjaan saat ini adalah:

Pemasangan Keramik: Tahap ini krusial untuk memastikan kenyamanan dan kebersihan ruang kelas. Pemasangan keramik mencakup lantai dan beberapa area dinding, memberikan sentuhan akhir yang rapi dan tahan lama.

Pemasangan Kusen: Pemasangan kusen pintu dan jendela juga tengah dikebut. Kusen yang terpasang akan melengkapi struktur bangunan, sekaligus mempersiapkan tahap pemasangan daun pintu dan jendela untuk menjamin keamanan dan sirkulasi udara yang baik di ruang belajar.

Siap Sambut Santri PDF

Ruang kelas yang dibangun ini sangat dinantikan kehadirannya karena akan menjadi fasilitas utama bagi para santri yang menempuh pendidikan di Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Daarut Tauhiid.

Fasilitas yang memadai diharapkan dapat mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal, menciptakan lingkungan yang kondusif, nyaman, dan bersemangat bagi para penghafal Al-Qur’an dan calon ulama masa depan.

Panitia Pembangunan mengajak seluruh pihak, khususnya para donatur dan masyarakat yang telah berpartisipasi, untuk terus memberikan dukungan dan doa agar sisa 8% pengerjaan dapat diselesaikan dengan lancar dan mutu terbaik, sehingga ruang kelas ini dapat segera diresmikan dan digunakan untuk kegiatan belajar santri.

Namun sayangnya saat ini pembangunan dihentikan sementara, karena untuk pengerjaan lanjutan masih terbatas oleh dana yang terhimpun.

Semoga sisa pengerjaan pembangunan ruang kelas belajar santri PDF bisa segera selesai, agar para santri bisa segera menggunakan ruang kelas untuk belajar. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Progres Pembangunan Ruang Kelas Belajar Santri PDF DT Capai 92% Read More »

Harta Kecil Kita Bisa Menjadi Harapan Besar di Palestina

WAKAFDT.OR.ID | GAZA- Per-9 Desember 2025, jumlah korban meninggal di Gaza telah mencapai lebih dari 70.450 jiwa, dan lebih dari 171.000 orang luka-luka.

Angka ini seolah tidak lagi menggambarkan jumlah, melainkan derai kehilangan yang tak berhenti. Di setiap nama yang tak sempat diucapkan, ada keluarga yang kini tertinggal dalam sunyi, mencoba menyusun kembali hidup yang sudah patah.

“Gencatan senjata” terdengar seperti janji istirahat. Tetapi di Gaza, setiap malam masih diusik suara ledakan yang entah datang dari mana. Ada ibu yang terbangun karena mimpi buruk yang justru nyata.

Ada anak yang takut memejamkan mata karena setiap tidur bisa menjadi yang terakhir. Seakan dunia hanya menutup mata, berharap semuanya baik-baik saja, padahal Gaza belum pernah benar-benar aman walau satu hari pun.

Gaza mungkin jauh dari kita, tetapi rasa kehilangan yang mereka alami terasa sampai sini. Ada rumah yang sudah tak berbentuk, sekolah yang kini hanya tinggal abu, dan ada doa-doa yang setiap hari dipanjatkan agar esok masih ada kesempatan untuk bangun.

Kapan mereka bisa bernapas lega? Tidak ada yang tahu. Yang mereka tahu hanya satu: hari ini harus dilewati, apa pun keadaanya.

Realitas di Lapangan

Tak ada kata “berhenti” berjuang di Gaza. Di antara reruntuhan, banyak yang masih mencari anggota keluarga yang tak kunjung ditemukan.

Setiap tubuh yang ditemukan bukan sekadar jenazah, itu adalah sisa-sisa cerita, tawa, dan harapan yang tidak lagi punya rumah untuk pulang. Gaza tidak sekedar terluka, Gaza sedang kehilangan generasinya sedikit demi sedikit.

Komitmen Wakaf DT: Bantuan Tak Boleh Putus

Di tengah kenyataan yang begitu pahit, Wakaf DT memutuskan satu hal: bantuan tidak boleh berhenti, sekalipun dunia mulai diam. Karena diam berarti membiarkan luka semakin dalam.

Program Cash Wakaf for Palestine menjadi wujud nyata dari pelukan kita untuk mereka yang hidup di bawah puing-puing dan ketakutan. Wakaf kita menjelma menjadi obat, makanan, dan secercah rasa aman yang mungkin sudah lama mereka lupa.

Dan hari ini, bantuan kita mungkin tak mengubah seluruh Gaza, tetapi bisa mengubah satu hari bagi satu keluarga. Bisa menghangatkan tubuh seorang anak. Bisa memperpanjang harapan seorang ibu.

Dari uang receh yang mungkin kita remehkan, lahirlah napas tambahan bagi mereka yang sedang berjuang untuk sekadar bertahan hidup. Karena selama masih ada harapan, Wakaf DT akan terus berdiri bersamaPalestina. (SSP)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Harta Kecil Kita Bisa Menjadi Harapan Besar di Palestina Read More »

Di Bawah Hujan Cipancer: Semangat Dua Santri Pelosok Menghidupkan Cahaya Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.ID | SUKABUMI — (3/12/2025), Rabu malam itu ,hujan deras mengguyur Kampung Cipancer, Kabupaten Sukabumi. Di tengah guyuran yang tak berhenti, tim wakaf melangkah perlahan menuju sebuah madrasah terpencil untuk menyalurkan Wakaf Mushaf Al-Qur’an.

Tanpa banyak kata, perjalanan licin dan berbatu itu langsung terbayar ketika melihat wajah-wajah yang tetap duduk rapi mengaji meski basah oleh hujan.

Di antara mereka, ada Sintia, 15 tahun, siswa kelas 9 yang memilih tetap hadir meski jarak rumahnya jauh dan harus melewati jalan yang nyaris tak bisa dilalui ketika hujan turun deras.

Ia mengaku tidak pernah mencari alasan untuk absen, karena baginya setiap huruf Al-Qur’an adalah cahaya yang selalu ia tunggu. Dengan suara tenang, ia berkata ingin menjadi penerus bapaknya yang sejak dulu mengajar dan mencintai Al-Qur’an.

Semangat Sintia bukan sekadar ucapan. Ia sudah menghafal lebih dari satu juz. Di usia yang sering digambarkan mudah bosan, ia justru menjadikan hafalan sebagai pijakan hidup.

“Bapak, masih terus belajar sampai sekarang, jadi aku juga harus terus belajar,” ungkapnya dengan mata berbinar. Cerita sederhana itu membuat siapa pun tersentuh: cinta Qur’an bisa tumbuh di mana saja, bahkan di tengah keterbatasan.

Tidak jauh dari Sintia, ada Mutia, 12 tahun, kelas 7. Ia sudah menghafal satu setengah juz. Setiap hari ia berjalan cukup jauh dengan sandal yang basah, tapi tidak sekalipun terdengar keluhan.

Mutia punya satu harapan: ingin seperti Teh Ratih, kakak penghafal Qur’an yang menjadi inspirasinya. Mushaf lamanya sudah hampir lepas, namun semangatnya justru semakin kuat seperti akar yang kokoh di tanah hujan.

Ketika tim wakaf menyerahkan mushaf baru, suasana yang awalnya sunyi berubah menjadi senyum penuh syukur. Sintia memeluk mushafnya dengan hati-hati, sementara Mutia langsung membuka halaman awal seolah ingin memulai dari awal.

Hujan di luar semakin deras, tapi di dalam ruangan kecil itu terasa hangat, seolah Allah sedang menguatkan langkah kecil mereka menuju jalan panjang hafalan.

Kisah dua anak di pelosok Cipancer ini menjadi pengingat bagi kita—khususnya generasi Z dan generasi alfa—bahwa Al-Qur’an bukan sekedar bacaan, melainkan perjalanan yang harus diperjuangkan setiap hari.

Banyak yang tumbuh dengan kemudahan fasilitas, namun semangat justru lahir dari tempat yang jauh dari perhatian. Melalui Wakaf Mushaf Al-Qur’an, perjalanan cahaya ini terus mengalir, dari tangan yang memberi kepada tangan yang menjaga, hingga nanti menjadi amal yang tak pernah berhenti. (SSP)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Di Bawah Hujan Cipancer: Semangat Dua Santri Pelosok Menghidupkan Cahaya Al-Qur’an Read More »

Meriah! Daarut Tauhiid Gelar Milad ke-35 dengan Nuansa Kebersamaan dan Ukhuwah

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Yayasan Daarut Tauhiid (DT) sukses menggelar perayaan Milad ke-35 dengan penuh kegembiraan dan kebersamaan.

Acara yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 6-7 Desember 2025, ini dipusatkan di kawasan Eco Pesantren DT 1, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Milad ke-35 DT tahun ini mengusung tema penguatan ukhuwah (persaudaraan) dan semangat kekeluargaan di antara seluruh elemen lembaga.

Rangkaian kegiatan utama diikuti secara antusias oleh seluruh santri karya (karyawan) dari berbagai lembaga di bawah naungan DT.

Rangkaian Kegiatan: Kombinasi Spiritual dan Rekreatif

Kegiatan Milad dirancang secara komprehensif, memadukan sisi spiritual, intelektual, dan rekreatif.

Mabit dan Kajian Intensif: Acara diawali pada malam hari tanggal 6 Desember dengan kegiatan Mabit (Malam Bina Iman dan Takwa), dilanjutkan dengan kajian intensif yang bertujuan memperkuat nilai-nilai tauhiid dan akhlaqul karimah di kalangan santri karya.

Camping Kebersamaan: Untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan kedekatan dengan alam, seluruh peserta juga mengikuti sesi camping di lingkungan Eco Pesantren DT 1 yang asri.

Perlombaan Penuh Semangat: Puncak acara pada tanggal 7 Desember dimeriahkan dengan berbagai perlombaan seru yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh lembaga DT. Perlombaan ini tidak hanya menguji ketangkasan, tetapi juga kekompakan dan sinergi tim antar lembaga.

“Milad ini bukan sekadar perayaan usia, tetapi momentum untuk merefleksikan kembali visi dan misi DT, serta mempererat tali silaturahmi. Semangat ‘satukan hati, satukan langkah’ harus menjadi energi baru bagi seluruh santri karya untuk berkhidmat lebih baik lagi,” ujar salah satu panitia dalam sambutannya.

Kehadiran seluruh santri karya dari berbagai divisi dan lembaga menjadikan Milad ke-35 ini sebagai ajang konsolidasi internal yang sangat efektif.

Diharapkan, dengan semangat baru dan kekompakan yang terjalin, Daarut Tauhiid dapat terus istiqomah dalam melahirkan generasi berakhlak mulia dan menjadi lembaga yang bermanfaat bagi umat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Meriah! Daarut Tauhiid Gelar Milad ke-35 dengan Nuansa Kebersamaan dan Ukhuwah Read More »

Dari Santri Hingga Pengajar: Kisah Hesti Fauziyah di Rumah Tahfidz Qur’an Sukabumi

WAKAFDT.OR.ID | SUKABUMI – (4/12/2025) Rumah Tahfidz Qur’an (TPQ) Daarut Tauhiid Sukabumi tak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai tempat lahirnya kader-kader pendidik Al-Qur’an.

Salah satunya adalah Hesti Fauziyah (24), alumni angkatan pertama yang kini kembali mengabdikan diri sebagai pengajar di tempat ia dahulu menimba ilmu.

Hesti, yang telah belajar intensif di TPQ selama tiga tahun, membagikan kisah inspiratif tentang motivasi dan harapannya di Rumah Tahfidz yang terletak di atas aset wakaf tersebut.

Menjadi penghafal Al-Qur’an bukanlah perjalanan yang mudah, namun Hesti memiliki pendorong kuat yang menjadi kompasnya selama masa pendidikan:

  1. Mendekatkan Diri kepada Allah: Hesti meyakini bahwa menjadi Ahlullah (keluarga Allah) adalah kemuliaan tertinggi, dan jalan tersebut ditempuh melalui Al-Qur’an.
  • Membentuk Pribadi BAKU: Selain menghafal, TPQ Sukabumi sangat menekankan pendidikan karakter BAKU (Baik dan Kuat). “Di sini, tidak hanya belajar Qur’an, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
  • Mahkota untuk Orang Tua: Harapan mulia untuk memberikan mahkota kemuliaan kepada kedua orang tua di hari kiamat menjadi motivasi yang tak pernah padam.

Selama masa belajarnya, Hesti mengungkapkan bahwa faktor lingkungan menjadi kunci keberhasilan menghafal.

“Kesan saya selama belajar di sini, lingkungannya sangat kondusif sehingga menghafal menjadi lebih efektif. Suasananya juga asri, dan yang paling penting, sahabat-sahabat di sini sangat ramah dan saling support satu sama lain,” kenang Hesti.

Suasana yang penuh dukungan dan lingkungan yang tenang memang menjadi nilai tambah bagi para santri dalam fokus mereka menghafal dan mendalami ilmu agama.

Harapan untuk Mengamalkan dan Mengenalkan Qur’an

Kini, dengan peran barunya sebagai pengajar, harapan Hesti semakin meluas. Ia ingin bisa mengamalkan seluruh ilmu dan karakter yang telah ia pelajari, sehingga kebermanfaatannya bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

“Harapan saya ke depan, semoga bisa mengamalkan apa yang sudah dipelajari, dan masyarakat luas dapat lebih mengenal dan mendekat kepada Al-Qur’an,” tutur Hesti penuh harap.

Pesan Tulus untuk Pewakaf

Di akhir perbincangan, Hesti menyampaikan pesan tulus kepada Ibu Meta dan Bapak Dede Suhada, pasangan dermawan yang telah mewakafkan rumah mereka untuk dijadikan Rumah Tahfidz.

“Kepada Ibu Meta dan Bapak Dede Suhada yang telah mewakafkan rumahnya untuk menjadi tempat belajar para santri, kami berharap semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala membalas kebaikan Bapak dan Ibu dengan pahala yang berlipat ganda, dan semoga ke depan lebih banyak lagi orang yang bisa belajar Qur’an di tempat ini,” tutupnya.

Kisah Hesti menjadi cerminan nyata bahwa wakaf tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang kelak akan menjadi penerus perjuangan dakwah dan pendidikan Al-Qur’an. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Dari Santri Hingga Pengajar: Kisah Hesti Fauziyah di Rumah Tahfidz Qur’an Sukabumi Read More »

Menembus Medan Terjal, Wakaf DT Salurkan Mushaf Al-Qur’an ke Pelosok Sukabumi

WAKAFDT.OR.ID | SUKABUMI – (3/12/2025) Tim Wakaf Daarut Tauhiid (DT) kembali menunjukkan komitmennya dalam menyebarkan syiar Al-Qur’an hingga ke pelosok desa.

Kali ini, distribusi wakaf mushaf Al-Qur’an dilakukan di Kampung Cipancer, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, sebuah wilayah yang dikenal memiliki akses jalan yang sangat menantang.

Distribusi mushaf ini bukanlah pekerjaan mudah. Lokasi Kampung Cipanceur berada cukup jauh dari pusat kota dan hanya bisa diakses melalui jalur yang terjal dan sulit.

Terlebih lagi, kondisi jalan yang masih berupa tanah dan bebatuan, serta cuaca yang menyebabkan jalan menjadi berlumpur, membutuhkan perjuangan ekstra bagi tim relawan.

Meski demikian, kesulitan akses tersebut tidak menyurutkan semangat tim Wakaf DT untuk menyampaikan amanah wakaf dari para muwakif.

Di balik aksesnya yang sulit, Kampung Cipanceur memiliki semangat belajar agama yang tinggi.

Di sana, terdapat sebuah rumah belajar Al-Qur’an sederhana yang dijalankan secara mandiri oleh salah satu alumni Baitul Qur’an DT Sukabumi. Rumah belajar ini menjadi pusat kegiatan bagi anak-anak sekitar untuk mendalami ilmu Al-Qur’an.

Namun, semangat belajar tersebut terkendala oleh minimnya sarana prasarana. Salah satu kebutuhan mendesak yang dilaporkan adalah kekurangan mushaf Al-Qur’an.

“Kebutuhan mushaf baru sangat terasa di sini. Dengan jumlah santri yang terus bertambah, ketersediaan mushaf yang layak pakai sangat penting untuk menunjang proses belajar mereka,” jelas salah satu tim di lokasi.

Penyaluran wakaf mushaf Al-Qur’an ini diharapkan tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga bertujuan menjaga api semangat para santri di Cipanceur untuk terus tekun belajar dan menghafal Al-Qur’an.

Mushaf baru yang disalurkan akan memberikan kenyamanan dan motivasi tambahan bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan Kalamullah.

Inisiatif Wakaf DT dalam menembus medan terjal ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berbagi dan mendakwahkan Al-Qur’an harus sampai ke setiap sudut negeri, memastikan bahwa tidak ada satu pun anak yang terhalang belajar agama hanya karena ketiadaan mushaf. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menembus Medan Terjal, Wakaf DT Salurkan Mushaf Al-Qur’an ke Pelosok Sukabumi Read More »

Berkah Wakaf di Sukabumi: Dari Rumah Sederhana Menjadi Pusat Pencetak Penghafal Quran

WAKAFDT.OR.ID | SUKABUMI – Sebuah rumah sederhana di Sukabumi kini memiliki peran mulia, tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai lumbung pahala abadi dan pusat pendidikan Al-Qur’an gratis bagi puluhan anak.

Inilah aset wakaf yang dikelola oleh Daarut Tauhiid (DT) Sukabumi, sebuah amanah yang bertransformasi menjadi asrama dan Rumah Tahfiz Qur’an (RTQ) bagi santri Baitul Qur’an (BQ) DT Sukabumi.

Awal Mula Wakaf Penuh Berkah

Kisah inspiratif ini bermula pada tahun 2019, ketika sepasang suami-istri dermawan, Ibu Meta dan Bapak Dede Suhada, mewakafkan aset berharga mereka kepada DT Sukabumi.

Niat tulus keduanya adalah agar properti tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sebagai asrama dan tempat belajar Al-Qur’an bagi santri Daarut Tauhiid.

Amanah tersebut kini diemban dengan sepenuh hati. Tempat ini menjadi lokasi utama kegiatan belajar mengajar santri Baitul Qur’an DT Sukabumi, sebuah program yang fokus pada pembinaan dan pendidikan Al-Qur’an.

Melayani 80 Santri dan Luluskan 4 Angkatan

Sejak awal berdiri, program Baitul Qur’an di lokasi wakaf ini menunjukkan perkembangan signifikan.

Yulia, Penanggung Jawab (PJ) RTQ BQ Sukabumi, saat ditemui tim Wakaf DT (4/12) menjelaskan bahwa santri BQ yang mengawali program ini hanya berjumlah 3 orang dan terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Bahkan, program ini telah berhasil meluluskan 4 angkatan penghafal Al-Qur’an, menjadi bukti nyata keberhasilan wakaf dalam melahirkan generasi qur’ani.

Tidak hanya diperuntukkan bagi santri asrama BQ, tempat ini juga membuka pintu bagi anak-anak di sekitar lingkungan untuk belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an. Total, santri yang aktif belajar di lokasi ini kini mencapai angka 80 santri.

Semua Gratis, Fokus pada Keterbatasan Biaya

Keistimewaan lain dari program di lokasi wakaf ini adalah sifatnya yang gratis. Yulia menuturkan bahwa tujuan utama mereka adalah membantu anak-anak yang memiliki semangat tinggi untuk belajar Al-Qur’an, namun terkendala oleh biaya.

“Tujuan kami ingin membantu adik-adik belajar quran yang terkendala oleh biaya, karena di sini semuanya gratis,” ujar Yulia.

Ini menjadikan aset wakaf tersebut sebagai oase pendidikan gratis yang sangat berharga bagi masyarakat kurang mampu di Sukabumi.

Harapan Perluasan untuk Lebih Banyak Santri

Meski program berjalan lancar dan memberikan dampak besar, ada satu kendala yang menjadi harapan untuk masa depan: keterbatasan ruang.

Saat ini, kapasitas tampung santri yang berasrama di sana hanya sekitar 25 orang karena luas tanah yang terbatas. Hal ini membatasi jumlah santri BQ yang bisa dibina secara intensif.

Oleh karena itu, harapan besar ke depan adalah agar dapat dilakukan perluasan lahan dan bangunan. Perluasan ini bertujuan agar semakin banyak santri yang bisa ditampung dan difasilitasi dalam menuntut ilmu Al-Qur’an.

Wakaf Ibu Meta dan Bapak Dede Suhada telah membuktikan diri sebagai investasi akhirat yang tak ternilai.

Dari sebidang tanah, kini mengalir pahala berkelanjutan yang menerangi puluhan jiwa dengan cahaya Al-Qur’an, menegaskan bahwa kedermawanan adalah kunci bagi terciptanya masyarakat yang berilmu dan berakhlak mulia. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Berkah Wakaf di Sukabumi: Dari Rumah Sederhana Menjadi Pusat Pencetak Penghafal Quran Read More »

Cahaya dari Pelosok Cipancer: Kisah Ratih yang Menjaga Mimpi, Menghidupkan Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.ID | SUKABUMI – Rabu (3/12/2025) malam itu, hujan deras menyelimuti pelosok Kampung Cipancer, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi.

Di balik derasnya suara hujan, berdiri sosok muda bernama Ratih seorang pejuang ilmu yang menetap di kampung kecil ini. Keterbatasan fisik tak pernah membuat gerak hatinya berhenti.

Ia memegang erat satu mimpi besar: menjadi seseorang yang bermanfaat bagi banyak orang. Dari rumah sederhana, ia melanjutkan perjuangan ayahnya yang sudah hampir 35 tahun mengajar Al-Qur’an dan Iqra bagi warga sekitar.

Malam itu, tim Wakaf DT menempuh perjalanan panjang dan berliku untuk sampai ke rumah Ratih. Jalanan licin, pandangan kabur oleh kabut, dan derasnya hujan menjadi bagian dari cerita yang tak akan dilupakan.

Namun setibanya di sana, segala lelah seolah luruh. Rumah kecil yang jauh dari kata mewah menyambut dengan kehangatan menjadi saksi bagaimana keluarga ini menjaga cahaya Al-Qur’an tetap hidup di kampung Cipancer.

Ratih bercerita bagaimana ia dulu berjuang menghafal Al-Qur’an di tanah wakaf Baitul Quran Sukabumi.

Dari perjuangan panjang itu, ia lulus sebagai santri berprestasi. Semangatnya tak pernah surut, justru tumbuh semakin besar. Kini, ia mengajar 37 santri dari berbagai usia mulai dari TK hingga SMP.

“Saya sangat senang bisa membantu anak-anak di kampung ini. Mereka motivasi saya untuk terus semangat,” ucapnya lirih dan haru.

Tak hanya mengajar di rumahnya, Ratih juga membagikan ilmu Al-Qur’an di salah satu SD dan SMP di daerahnya.

Perjuangannya tak pernah ia jalani sendirian. Ayah dan ibunya selalu setia mendampingi, memberikan dorongan, dan terus mengajarkan ilmu yang mereka wariskan sejak puluhan tahun lalu. Kehangatan keluarga ini menjadi alasan mengapa kampung kecil itu tak pernah kehabisan cahaya.

Melihat mushaf yang mulai rusak dimakan usia, tim wakaf menyerahkan beberapa Al-Qur’an baru untuk para santri. Biasanya, kegiatan mengaji dilakukan setelah Magrib hingga pukul sembilan malam.

Suasana sederhana itu justru membuat semuanya terasa lebih bermakna. Dari kampung terpencil ini, Ratih membuktikan bahwa mimpi besar tak harus lahir dari tempat besar, cukup dari hati yang kuat, perjuangan yang tulus, dan secercah cahaya yang dijaga dengan penuh cinta. Semoga semakin banyak hati yang tergerak untuk berwakaf, agar cahaya Al-Qur’an terus hidup di pelosok negeri. (SSP)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Cahaya dari Pelosok Cipancer: Kisah Ratih yang Menjaga Mimpi, Menghidupkan Al-Qur’an Read More »

Masjid DT Jadi Tuan Rumah Seminar Internasional

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Pada sore hari tanggal 12 November 2025, STAI Daarut Tauhiid (DT) sukses menggelar acara International Community Service sekaligus Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Masjid Daarut Tauhiid, Bandung.

Acara berlangsung dengan suasana yang tenang dan khidmat, dihadiri oleh mahasiswa STAI DT, UPI, dan masyarakat umum.

Kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan Kesadaran Nilai-Nilai Ekonomi Islam dalam Pendidikan Keluarga Muslim bagi Jamaah Masjid Daarut Tauhiid Bandung” (Enhancing Awareness of Islamic Economic Values in Muslim Family Education for the Congregation of Daarut Tauhiid Mosque Bandung).

Pembicara utama dalam acara tersebut adalah Prof. Dr. Asad Zaman dari Akhuwat University, Lahore, Pakistan. Dengan penyampaian yang tenang dan mendalam, beliau mengupas tuntas pentingnya menerapkan nilai-nilai ekonomi Islam dalam lingkup keluarga dan masyarakat modern.

Para peserta tampak antusias, mencatat poin-poin penting, dan terlibat aktif dalam sesi tanya jawab, menunjukkan keinginan mendalam untuk memahami materi yang disampaikan.

Mamat Rohimat, Kabag Biro Humas dan Rumah Tangga STAI DT, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran, keberkahan, dan kontribusi positif STAI DT kepada masyarakat luas.

Acara ditutup menjelang hilangnya cahaya senja. Para peserta pulang dengan membawa pengetahuan berharga, didorong oleh semangat untuk mengamalkan ilmu yang telah mereka dapatkan. (WIN/NOV)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Masjid DT Jadi Tuan Rumah Seminar Internasional Read More »