Wakaf Daarut Tauhiid

Berita Terbaru

Selesaikan Hafalan 30 Juz dalam Setahun, 8 Santri SQDT Lubuklinggau Resmi Diwisuda

WAKAFDT.OR.ID | LUBUKLINGGAU – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Masjid Rahmatan Lil’alamin, kawasan Wakaf Terpadu Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Lubuklinggau.

Sebanyak delapan santri Sekolah Quran Daarut Tauhiid (SQDT) Lubuklinggau resmi menjalani prosesi wisuda setelah berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an 30 juz.

Keberhasilan ini merupakan buah dari program karantina tahfidz intensif selama satu tahun. Selama masa tersebut, para santriwati dibimbing dan diawasi secara ketat oleh Ustazah Leha dan Ustazah Marwah di asrama akhwat.

Kepala Kantor Layanan (KL) DT Peduli Lubuklinggau, Andian Pradita, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian para santri.

Beliau menekankan bahwa program ini merupakan ikhtiar mencetak generasi penghafal Al-Qur’an dalam waktu singkat namun berkualitas.

“Alhamdulillah, para santri berhasil menyelesaikan hafalannya tepat waktu. Semoga ilmu yang didapatkan menjadi wasilah kebaikan dan keberkahan bagi semua pihak,” ujar Andian.

Senada dengan hal tersebut, Bunda Sudarsih, selaku perwakilan donatur, mengungkapkan rasa bangganya saat melihat langsung perkembangan para santri.

“Saya menyaksikan sendiri perjuangan mereka dalam menghafal Al-Qur’an, sungguh luar biasa. Kami berterima kasih karena setiap huruf yang dibaca oleh para santri, pahalanya mengalir juga untuk kami para donatur,” ungkapnya penuh syukur.

Momen Haru Penyerahan Mahkota

Puncak acara ditandai dengan prosesi simbolis penyerahan mahkota dari para santri kepada orang tua masing-masing.

Momen ini menjadi titik paling emosional yang mengundang air mata bahagia dari para hadirin, termasuk santri ikhwan, asatiz, dan wali santri yang hadir.

Fadilah, salah satu wisudawati, tak kuasa membendung rasa haru saat menyampaikan kesan-kesannya. “Alhamdulillah, perjuangan kami sampai di titik ini. Terima kasih Ya Allah, terima kasih DT Peduli, dan terima kasih kepada para donatur yang telah menjadi jalan kebaikan bagi kami,” ucapnya.

Acara ini diharapkan menjadi motivasi bagi santri lainnya dan menjadi ladang amal jariyah yang terus mengalir bagi seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung dakwah Al-Qur’an di Lubuklinggau. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Selesaikan Hafalan 30 Juz dalam Setahun, 8 Santri SQDT Lubuklinggau Resmi Diwisuda Read More »

Menata Hati di Rumah Allah: Kisah Teh Uwi, Ibu Lima Hafiz yang Istiqomah di Masjid DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Selasa (16/12/2025) siang, suasana tenang menyelimuti Masjid Daarut Tauhiid (DT) Gegerkalong, Bandung, sesaat setelah shalat Dzuhur berjamaah usai.

Di antara jamaah yang mulai beranjak, tampak seorang wanita paruh baya yang masih terpaku dalam kekhusyukan.

Ia adalah Uwi (49), atau yang akrab disapa Teh Uwi. Bagi tim Wakaf DT, sosoknya sudah tidak asing karena hampir selalu terlihat di setiap waktu shalat.

Ibu dari lima anak penghafal Al-Qur’an ini telah menjadikan masjid sebagai pusat kehidupannya—mulai dari shalat berjamaah, menjaga hafalan (murojaah), hingga menyimak kajian ilmu.

Rindu yang Melampaui Jarak

Asal Sumedang, Teh Uwi memutuskan menetap di Bandung demi satu tujuan: agar lebih dekat dengan Masjid DT.

Meski harus menempuh perjalanan beberapa menit dari kosannya, langkah kakinya tak pernah terasa berat. Baginya, setiap langkah menuju masjid adalah wujud syukur yang dirawat dengan keistiqomahan.

“Saya masih belajar, dan ingin selamanya belajar. Tidak ada kata cukup untuk mencari ilmu agama,” ucapnya lirih. Di masjid ini, ia mengaku merasa bertumbuh, baik secara ilmu maupun ketenangan batin.

Al-Qur’an sebagai Jawaban Hidup

Al-Qur’an telah menjadi teman setia Teh Uwi dalam menautkan hati kepada Sang Pencipta. Ia menceritakan bagaimana kedekatan dengan kalam-Mu’jizat tersebut memberinya kekuatan saat menghadapi persoalan hidup.

“Kalau sedang ada masalah, saat membaca Al-Qur’an, tiba-tiba ada ayat yang terasa sangat relevan dengan hidup saya. Padahal terkadang membukanya secara acak, tapi rasanya seperti Allah langsung menenangkan lewat ayat itu,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Masjid sebagai Tempat Menata Hati

Sebagai manusia biasa, Teh Uwi tak menampik jika rasa jenuh atau malas terkadang menghampiri. Namun, ia selalu mengingatkan diri bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara. Pesan-pesan dari kajian di Masjid DT menjadi penguat yang selalu memanggilnya kembali.

Dukungan fasilitas masjid yang nyaman, udara yang sejuk, dan suasana teduh di Masjid DT membuatnya betah untuk berlama-lama beriktikaf. Baginya, masjid bukan sekadar bangunan fisik untuk ibadah, melainkan tempat di mana hati kembali ditata.

Memakmurkan Melalui Kehadiran

Kisah Teh Uwi mengajarkan bahwa memakmurkan masjid tidak selalu harus dimulai dengan hal-hal besar. Kehadiran yang setia dan niat yang terjaga setiap hari adalah bentuk kemakmuran yang nyata.

Melalui Wakaf Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin, semangat yang dibawa oleh jamaah seperti Teh Uwi diharapkan terus hidup.

Dukungan wakaf memastikan masjid tetap menjadi ruang tumbuh bagi siapa pun yang ingin mendekat kepada Allah, menjadi tempat lahirnya ketenangan, ilmu, serta generasi Qur’ani yang lahir dari cinta dan istiqomah. (SSP/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menata Hati di Rumah Allah: Kisah Teh Uwi, Ibu Lima Hafiz yang Istiqomah di Masjid DT Read More »

Masjid sebagai Tempat Pulang: Dedikasi Niken dalam Menjaga Cahaya Ibadah di Masjid DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Selasa (16/12/2025), suasana Masjid Daarut Tauhiid (DT) selepas Dzuhur terasa hidup dan menenangkan.

Udara sejuk menyelimuti langkah kami saat berkunjung untuk menyaksikan langsung denyut aktivitas halaqah yang tumbuh subur di jantung masjid ini.

Di sana, kami bertemu dengan Niken (23), atau yang akrab disapa Teh Niken. Pemudi asal Garut dengan raut wajah tenang dan senyum tulus ini tengah menjalankan amanahnya sebagai musrifah (pembimbing santri).

Ini adalah tahun keduanya mengabdi secara profesional, setelah sebelumnya menghabiskan hampir empat tahun membersamai DT sejak masa kuliah.

Keputusan Niken untuk menetap dan mengabdi sebagai musrifah selepas lulus kuliah bukanlah pilihan yang instan. Di usia muda, ia memilih jalan pengabdian untuk mendampingi dan bertumbuh bersama para santri.

“Halaqah itu harus dimaksimalkan di masjid. Karena dari masjid, shalat lima waktu terjaga, lalu dilanjutkan dengan murojaah dan menambah hafalan bersama santri SMA/SMK,” ujarnya.

Aktivitas halaqah di sini mengalir mengikuti waktu shalat. Waktu Subuh hingga pagi dipenuhi dengan setoran hafalan baru, sementara jeda Dzuhur atau Maghrib diisi dengan halaqah setoran ringan. Bagi Niken, atmosfer masjid memberikan pengaruh besar terhadap kualitas ibadah para santri.

“Menghafal di masjid rasanya lebih mudah dan nyaman. Vibes masjid membuat hati betah, seolah ada energi yang menahan siapa pun untuk tidak segera beranjak,” tuturnya.

Ketenangan yang dirasakan di Masjid DT bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, melainkan lahir dari konsistensi suasana ibadah yang terjaga.

Motivasi Niken sederhana namun mendalam: ia ingin berkontribusi melalui apa yang ia bisa. Menjadi musrifah baginya adalah tentang hadir lebih dekat dengan santri dan menjaga niat agar tetap lillah (karena Allah).

“Kehangatan saat beribadah itu adalah anugerah terindah,” ucapnya lirih.

Dedikasi Niken adalah potret nyata dari upaya memakmurkan masjid—sebuah tempat di mana doa, hafalan, dan harapan tumbuh beriringan. Di sinilah esensi dari Wakaf Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin terasa nyata.

Masjid yang nyaman, sejuk, dan terawat bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang hidup bagi generasi muda. Wakaf masjid menjadi ikhtiar bersama agar rumah ibadah ini terus menjadi “tempat pulang” untuk belajar dan menebar rahmat bagi sesama. (SSP/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Masjid sebagai Tempat Pulang: Dedikasi Niken dalam Menjaga Cahaya Ibadah di Masjid DT Read More »

Eco Pesantren 2 Sebagai Aset Wakaf DT, Jadi Laboratorium Karakter Siswa SD Melalui Program Pengabdian

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Eco Pesantren 2 Daarut Tauhiid, yang diketahui merupakan salah satu aset wakaf DT, berfungsi optimal tidak hanya sebagai lokasi pendidikan formal bagi santri PDF, tetapi juga sebagai laboratorium karakter bagi siswa-siswi SD Daarut Tauhiid.

Hal ini terlihat dari suksesnya pelaksanaan Program Pengabdian pada Masyarakat (P2M) yang diikuti oleh siswa kelas 6 SD DT pada 8-9 Desember 2025.

Dalam suasana pagi yang penuh semangat, sekitar Masjid Eco Pesantren 2, para siswa menjalani agenda dua hari bertajuk “Khidmatku Cintaku: Menebar Kebaikan untuk Meraih Manfaat.” Kegiatan ini dirancang untuk mengajarkan kepedulian sosial dan empati secara langsung.

Mengasah Empati dan Kepedulian

Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada gotong royong membersihkan area masjid dan dilanjutkan dengan bakti sosial bagi warga sekitar.

Para siswa diajak berinteraksi langsung, belajar bahwa kepedulian terwujud melalui tindakan sederhana seperti membantu dan berbagi dengan tulus.

Memasuki hari kedua dengan tema Cinta Masjid, para siswa kembali membersihkan dan merapikan lingkungan, namun dengan pemahaman yang lebih mendalam.

Gerakan membersihkan halaman atau menata sandal menjadi pelajaran praktis tentang pentingnya kebaikan kecil yang dilakukan secara kolektif.

Menanam Komitmen Kebaikan Berkelanjutan

Menurut Keke, Humas SD Daarut Tauhiid, kegiatan P2M merupakan bagian krusial dari pendidikan karakter. Ia menekankan bahwa pengabdian mengajarkan komitmen berkelanjutan untuk memberi manfaat bagi sesama dan lingkungan, bukan sekadar tindakan sesaat.

“Pengabdian mengajarkan bahwa kebaikan bukan hanya tindakan, tetapi komitmen berkelanjutan untuk memberi arti bagi sesama dan lingkungan tempat kita berpijak. Menghadirkan harapan bagi setiap insan yang membutuhkan, serta menanam nilai kemanusiaan yang menyinari kehidupan bersama,” ujar Keke.

Pengalaman di Eco Pesantren 2 ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat. Keke berharap kegiatan ini menjadi momentum awal yang mendorong para santri untuk tumbuh menjadi pribadi yang Bertauhid, Berkarakter, dan Bermanfaat.

Dengan memanfaatkan aset wakaf DT ini, yayasan memastikan bahwa fasilitas yang ada tidak hanya digunakan untuk kegiatan rutin, tetapi juga maksimal dalam membentuk karakter generasi penerus yang memiliki kepekaan sosial. (WIN/NOV)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Eco Pesantren 2 Sebagai Aset Wakaf DT, Jadi Laboratorium Karakter Siswa SD Melalui Program Pengabdian Read More »

Minimalisir Longsor & Upaya Penghijauan, YDT Bersama YDT-KU Gelar Tanam Pohon Bersama

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Yayasan Daarut Tauhiid (DT) bekerja sama dengan Yayasan DT Khadimul Ummat melaksanakan kegiatan penanaman pohon serentak di area Eco Pesantren 2.

Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar pelestarian alam dan upaya strategis untuk meminimalisir risiko bencana longsor di sekitar area pesantren.

Acara yang digelar pada Selasa, 16 Desember 2025, ini dihadiri oleh seluruh santri karya (karyawan) dari kedua yayasan.

Sebanyak 200 batang bibit pohon ditanam secara fokus di lereng-lereng sekitar Eco Pesantren 2 yang merupakan salah satu aset wakaf DT yang saat ini digunakan untuk kegiatan santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) DT.

Kolaborasi dengan Aparatur Desa

Ujang Karim, selaku Bendahara Yayasan DT sekaligus Direktur Wakaf Sosial, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga merupakan hasil kolaborasi dan dukungan penuh dari aparatur Desa Karyawangi.

“Alhamdulillah, kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi erat. Kami mendapat dukungan support sekitar 400-an bibit pohon dari aparatur Desa Karyawangi untuk ditanam di area ini,” ujar Ujang Karim.

Beliau berharap, melalui kegiatan penanaman pohon ini, selain dapat menjadi jalan untuk menjaga kelestarian alam, kolaborasi yang baik antara pesantren dengan aparatur desa maupun daerah dapat terus terjalin dan diperkuat.

“Semoga melalui kegiatan ini, bisa menjadi jalan untuk menjaga pelestarian alam, dan juga kolaborasi antara pesantren dengan aparatur desa maupun daerah bisa terus terjalin,” tambahnya.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Pesantren Daarut Tauhiid dalam menjaga lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya konservasi alam di kalangan santri karya dan masyarakat sekitar. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Minimalisir Longsor & Upaya Penghijauan, YDT Bersama YDT-KU Gelar Tanam Pohon Bersama Read More »

Cianjur Jadi Kota Wakaf, DT Peduli Cianjur Hadiri Kick Off Program Pemberdayaan

WAKAFDT.OR.ID | CIANJUR – DT Peduli Cianjur turut berpartisipasi dalam acara peluncuran resmi Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat dan Wakaf yang bertajuk “Menebar Manfaat, Mengalirkan Keberkahan.”

Acara Kick Off ini diselenggarakan di Pendopo Pemda Cianjur pada Rabu, 3 Desember 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi, perwakilan dari Kementerian Agama, serta sejumlah lembaga yang aktif dalam pengembangan zakat dan wakaf di wilayah Cianjur.

Dalam acara tersebut, DT Peduli Cianjur diundang sebagai tamu dan terlibat dalam prosesi simbolis penyerahan bantuan yang ditujukan untuk pengembangan usaha bersama KUA Cugenang.

Komitmen Pemerintah Daerah

Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat peran wakaf di Cianjur.

“Cianjur berkomitmen mendukung regulasi, fasilitasi, dan kolaborasi dalam pengembangan wakaf daerah,” tegas Abi Ramzi.

Ia berharap upaya ini dapat menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Cianjur.

Peluncuran program ini menandakan upaya berkelanjutan untuk mengembangkan ekosistem zakat dan wakaf di Cianjur agar dapat memberikan dampak nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.

Hal ini juga menjadi bukti kolaborasi peran zakat dan juga wakaf agar bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan terbaik bagi umat (WIN/PCI)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Cianjur Jadi Kota Wakaf, DT Peduli Cianjur Hadiri Kick Off Program Pemberdayaan Read More »

BWI Gandeng Unhas Dorong Wakaf Sebagai Instrumen Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Timur

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA — Badan Wakaf Indonesia (BWI) bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) meluncurkan program “Wakaf Goes to Campus” di Makassar pada Selasa, (16/12/2025).

Inisiatif ini bertujuan menjadikan wakaf sebagai instrumen strategis untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Kegiatan ini menegaskan bahwa kampus memiliki peran penting sebagai ekosistem wakaf untuk memperluas akses pendidikan dan memperkuat ekonomi umat.

Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menyambut baik program ini sebagai gagasan inovatif ekonomi umat, terutama karena Unhas telah memiliki Program Studi Ekonomi Islam.

Prof. Jamaluddin menekankan bahwa wakaf adalah kekuatan besar umat yang berpotensi menjadi penggerak di bidang ekonomi dan sosial.

Unhas berencana menggabungkan konsep dana abadi dengan wakaf untuk menciptakan gerakan yang mampu membantu masyarakat luas.

Fokus utama pemanfaatan dana wakaf ini adalah memberikan dukungan finansial kepada calon mahasiswa Unhas yang kurang mampu secara ekonomi namun memiliki potensi akademik tinggi.

Solusi Biaya Pendidikan dan Peningkatan Ekosistem Wakaf

Meskipun pemerintah menyediakan berbagai skema beasiswa, Rektor Unhas menyebutkan bahwa masih banyak mahasiswa di Kawasan Timur Indonesia yang membutuhkan dukungan tambahan.

Oleh karena itu, Unhas dan BWI berkolaborasi untuk membangun Gerakan Wakaf Unhas yang sistematis dan berkelanjutan.

Mereka berharap inisiatif ini akan menjadi formula baru dalam memperkuat ekosistem wakaf, tidak hanya di Unhas tetapi juga di Indonesia Timur dan secara nasional.

Prof. Jamaluddin menambahkan bahwa perumusan dan sistem gerakan wakaf ini sedang dalam tahap penyelesaian dan direncanakan segera diluncurkan.

Di sisi lain, Wakil Ketua BWI, KH. Ahmad Zubaidi, berharap kampus dapat menjadi ekosistem yang mempercepat penghimpunan harta benda wakaf agar manfaatnya maksimal bagi dunia pendidikan.

Kiai Zubaidi menyoroti potensi besar kampus dengan jumlah mahasiswa dan sivitas akademika yang luas.

Ia menjelaskan bahwa beberapa perguruan tinggi besar telah menitipkan dana abadi mereka melalui BWI, yang kemudian dikembalikan manfaatnya kepada kampus terkait. Skema ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk tingginya biaya pendidikan.

Wakaf yang dikelola dengan baik dapat membantu mahasiswa tidak mampu membayar kebutuhan pendidikan, bahkan berpotensi menyediakan pendidikan gratis, sehingga mendorong terwujudnya kesetaraan pendidikan.

BWI terus mengadakan roadshow ke berbagai kampus untuk mendorong gerakan kampus berwakaf, yang diyakini akan memberikan kontribusi besar bagi penguatan perwakafan di Indonesia.

Program yang digelar di Unhas ini mengusung tema “Wakaf Sebagai Akselerator Pembangunan Berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia.”

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

BWI Gandeng Unhas Dorong Wakaf Sebagai Instrumen Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Timur Read More »

Korban Meninggal Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus 1.016 Jiwa

WAKAFDT.OR.ID | BANDA ACEH – Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—terus bertambah, mencapai 1.016 jiwa per Senin (15/12/2025).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Banda Aceh pada Minggu (14/12/2025), menyatakan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih diintensifkan.

Meskipun jumlah korban meninggal bertambah, terjadi penurunan pada angka korban hilang, dari 217 orang menjadi 212 orang. Penurunan ini merupakan hasil dari proses identifikasi dan sinkronisasi data kependudukan antar daerah.

Operasi SAR dilakukan secara terukur dan terkoordinasi antara BNPB dan Basarnas, disesuaikan dengan laporan korban hilang di setiap kabupaten/kota.

“Operasi SAR kami sesuaikan dengan data korban hilang yang dilaporkan di masing-masing kabupaten/kota,” ujar Abdul Muhari.

Pencarian Tetap Berlanjut: Operasi SAR masih aktif di 6 kabupaten di Aceh (termasuk Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Tengah), 3 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga), serta 4 wilayah di Sumatera Barat (Agam, Padang Panjang, Padang Pariaman, dan Tanah Datar).

Identifikasi Akurat: Korban yang ditemukan di wilayah berbeda akan diidentifikasi secara ketat berdasarkan nama dan alamat untuk dicocokkan dengan data kependudukan, guna memastikan keakuratan data nasional dan menghindari duplikasi.

Basarnas Siaga: Wilayah yang laporannya sudah nihil tetap berstatus siaga untuk mengantisipasi laporan baru, serta kemungkinan korban ditemukan di wilayah administratif lain yang berdekatan.

Pada hari Minggu (14/12/2025), tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas menemukan total 66 korban meninggal dunia baru: 33 korban di Aceh, 19 di Sumatera Utara, dan 14 di Sumatera Barat.

Secara keseluruhan dalam kurun waktu sepekan, jumlah korban hilang berkurang sebanyak 58 orang, didorong oleh penemuan sejumlah korban serta verifikasi ulang data berbasis kecamatan.

Verifikasi ini penting untuk memastikan tidak ada pencatatan ganda, termasuk kasus khusus penemuan jasad yang ternyata sudah meninggal sebelum bencana.

Secara terpisah, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara melaporkan bahwa korban meninggal di provinsinya bertambah tujuh orang, dari 348 menjadi 355 orang (per Minggu, 17.00 WIB).

Korban-korban ini tersebar di 12 dari 18 kabupaten/kota yang terdampak, dengan jumlah terbanyak di:

– Tapanuli Tengah: 122 orang

– Tapanuli Selatan: 86 orang

– Kota Sibolga: 54 orang

Upaya penanganan bencana terus diupayakan oleh pemangku kebijakan di masing-masing wilayah terdampak.

Dalam rangka membantu korban terdampak di Sumatera, Wakaf DT melalui program cash wakaf for humanity berkomitmen menyalurkan bantuan jangka panjang.

Dana yang terhimpun melalui program tersebut akan diproduktifkan terlebih dahulu, sampai kemudian hasilnya akan digunakan untuk perbaikan kondisi di Sumatera mendatang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Korban Meninggal Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus 1.016 Jiwa Read More »

Progres Pembangunan Gedung SSG DT Capai 72,92% di Minggu ke-27

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pembangunan Gedung Santri Siap Guna (SSG) Daarut Tauhiid (DT) terus menunjukkan progres yang signifikan.

Memasuki Minggu ke-27, proyek vital ini berhasil mencapai capaian kumulatif di angka 72,92%, menegaskan komitmen untuk segera merampungkan fasilitas kegiatan ummat ini.

Pada pekan ke-27 ini, tim konstruksi berhasil mencatatkan capaian progres pekanan sebesar 2,05%. Angka ini didukung oleh berbagai pekerjaan arsitektur dan struktural yang telah diselesaikan dan sedang berjalan intensif di berbagai lantai.

Pekerjaan yang Telah Terlaksana Hingga Minggu ke-27

Sejumlah pekerjaan arsitektur utama telah berhasil diselesaikan hingga pekan ini, antara lain:

– Pemasangan Plafon dan Keramik Interior

– Pemasangan plafon di Lantai 2, 3, dan 4.

– Pemasangan keramik interior di Lantai 2, 3, dan 4.

– Struktural dan Eksterior Awal

– Pengecoran trap tangga hingga Lantai 2.

– Pekerjaan plesteran fasade (tampak depan) bangunan.

– Pekerjaan waterproofing pada area Kamar Mandi/WC di Lantai 2 hingga Lantai 4.

– Pekerjaan acian eksterior bangunan pada tampak Timur dan Selatan.

– Pengecatan dasar plafon Lantai 2.

Pekerjaan yang Sedang Berjalan

Saat ini, beberapa fokus pekerjaan terus dikebut untuk menjaga momentum positif proyek, yaitu:

– Pekerjaan Eksterior: Plesteran eksterior bangunan tampak Utara sedang dilakukan.

– Struktural Tambahan: Pekerjaan pemasangan selimut kolom, bekisting relung (persiapan pengecoran), dan setting trap tangga.

– Arsitektur Lanjutan: Pemasangan kusen jendela, pekerjaan plesteran dan acian, serta pemasangan plafon eksterior di Lantai 3 dan 4.

Dengan capaian kumulatif yang sudah melebihi 70%, kehadiran Gedung SSG DT yang akan menjadi pusat penggemblengan santri dengan prinsip Tauhiid dan Akhlakul Karimah semakin dekat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Progres Pembangunan Gedung SSG DT Capai 72,92% di Minggu ke-27 Read More »

Membangun Kemandirian: Pesantren Daarut Tauhiid Berdayakan 44 Difabel Lewat Program Pelatihan dan Magang

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pesantren Daarut Tauhiid (DT) melalui lembaga Duta Transformasi Insani (DTI) secara aktif menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas (difabel).

Melalui sebuah program pelatihan intensif, DT berupaya membekali para difabel dengan keterampilan agar mereka mampu mencapai kemandirian ekonomi. Program pelatihan ini berhasil menjaring 44 peserta difabel yang siap untuk diberdayakan.

Setelah menyelesaikan sesi pelatihan, ke-44 peserta tersebut tidak langsung dilepas, melainkan ditempatkan untuk menjalani program pemagangan kerja selama tiga bulan penuh di berbagai lembaga yang ada di lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid.

Program ini merupakan wujud nyata dari keberkahan aset wakaf yang dikelola oleh Daarut Tauhiid. Aset yang semula bertujuan untuk kepentingan umum kini diperluas manfaatnya, salah satunya untuk membuka peluang kerja dan pengalaman profesional bagi saudara-saudara difabel.

“Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan membuktikan bahwa aset wakaf DT dapat memberikan manfaat yang sangat luas, menjangkau dan memberdayakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para difabel,” ujar perwakilan DTI.

Para peserta magang ini ditempatkan sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan mereka, memastikan bahwa pengalaman kerja yang mereka dapatkan relevan dan maksimal.

Penempatan di seluruh lembaga di Pesantren DT menunjukkan keseriusan pihak Daarut Tauhiid dalam mengintegrasikan para difabel ke dalam ekosistem kerja yang nyata.

Inisiatif DTI dan Pesantren DT ini menjadi contoh inspiratif bagaimana sebuah institusi pendidikan dan dakwah dapat berperan aktif dalam isu sosial.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan, membuka jalan bagi para difabel untuk menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan berkarya.

Semoga program pemagangan selama tiga bulan ini memberikan bekal dan pengalaman yang solid, sehingga 44 peserta difabel ini dapat melanjutkan kiprahnya di dunia kerja setelah masa magang berakhir, baik di internal DT maupun di luar lembaga. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Membangun Kemandirian: Pesantren Daarut Tauhiid Berdayakan 44 Difabel Lewat Program Pelatihan dan Magang Read More »