Wakaf Daarut Tauhiid

Artikel

Azab Bagi Orang yang Enggan Berbagi

DAARUTTAUHIID.ORG | WAKAFDT.OR.IDOrang bakhil adalah orang yang tidak mengeluarkan hartanya untuk membantu orang lain, bahkan untuk diri sendiri saja kecenderungannya sangat begitu pelit. Padahal dalam harta yang didapatkan tersebut ada bagian yang menjadi hak orang lain.

Sifat bakhil muncul dalam diri manusia karena didasari oleh kecintaanya terhadap harta begitu tinggi, menganggap bahwa harta yang disimpan akan bertambah terus bertambah dan merasa takut hartanya hilang.

Orang bakhil tidak disukai oleh Allah Ta’ala dan seluruh manusia. Hal ini disebutkan dalam sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari surga dan jauh dari manusia”. (HR. Tirmidzi).

Istilah lain dari bakhil adalah kikir, orang yang kikir menurut Sahabat Abu Bakar Assiddiq akan mendapatkan satu dari tujuh balasan orang yang kikir. Di antaranya ialah:

  1. Orang kikir akan akan mati sementara ahli warisnya adalah orang yang suka menghambur-hamburkan harta. Dan juga ahli warisnya orang yang suka menghabiskan harta untuk tujuan selain yang Allah perintahkan.
  2. Orang kikir akan dipimpin oleh penguasa yang zalim sehingga harta benda yang dimiliki akan dikuasi pemerintah.
  3. Orang kikir akan digerakkan syahwatnya sehingga akan menghabiskan harta benda yang dimiliki.
  4. Dibangunkan pikiran untuk membangun sebuah gedung atau rumah nan megah yang berada ditanah sengketa. Sehingga hanya kerugian yang didapatkan.
  5. Ditimpa musibah seperti tenggelamnya harta benda atau terbakar atau dicuri dan sebagainya.
  6. Ditimpa penyakit abadi yang hartanya habis untuk pengobatannya tersebut.

Ada doa agar tidak menjadi orang kikir. Banyak akibat berbahaya yang didapatkan apabila menjadi orang yang pelit.

Oleh karenanya kita wajib meminta perlindungan kepada Allah Ta’ala agar dijauhkan dari sifat kikir dan orang pelit.

Selain meminta perlindungan, kita sebagai umat Islam juga dianjurkan untuk berdoa agar dijauhkan dari sifat pelit. Berikut doa Rasulullah agar diajuhkan dari sifat kikir:

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa prihatin dan susah, dari sifat lemah dan malas, dari sifat kikir dan pengecut, dari belitan utang dan tunduk pada seseorang”. (HR. Bukhari, Muslim).

(Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Azab Bagi Orang yang Enggan Berbagi Read More »

Aa Gym: Tidak Perlu Nyesek Melihat Rezeki Orang

DAARUTTAUHIID.ORG — Ada seorang adik sudah mempunyai mobil. Sedangkan kakaknya belum mempunyai mobil, kemudian merasa nyesek. Pertanyaannya, kenapa harus merasa nyesek? Padahal setiap orang memiliki rezeki yang berbeda-beda, meskipun seibu sebapak pasti rezekinya berbeda.

Alloh adalah satu-satunya pemberi rezeki. Tidak ada satu pun makhluk yang mendapatkan rezeki melainkan pasti dari Alloh. Apakah rezeki itu karunia atau ujian? Rezeki itu ujian. Jadi karunia jika kita syukuri.

Alloh maha kuasa memberikan rezeki ke siapa pun sesuai dengan kehendaknya. Jadi kita tidak perlu iri, sesuka Alloh membagi rezeki kepada siapa pun.

Rezeki Alloh Ta’ala bukan hanya dari satu pintu saja, melainkan ada dari banyak pintu yang bisa semua umat muslim akses.

Seseorang hanya perlu melakukan yang terbaik jika ingin pintu-pintu rezeki itu terbuka lebar. Jangan pernah memikirkan apa yang didapatkan. Lakukan saja yang terbaik.

Alloh adalah satu-satunya yang memberi rezeki, sesuai dengan namanya yaitu ar-rozak. Pembeli adalah makhluk Alloh, yang digerakan hatinya oleh Alloh juga.

Ketika pembeli datang, belum tentu uang yang dia bawa adalah rezeki kita, boleh jadi ia hanya mampir sebentar dan mencoba saja. Jadi kita tidak perlu kecewa karena rezeki sudah ada yang mengatur.

Misalkan, upayakan sebelum berangkat melamar kerja maka berdoalah kepada Alloh yang mengatur, karena Alloh yang menentukan apakah kita diterima atau tidak diterima.

“Ya Alloh, yang maha tahu segala-galanya, beri saya pekerjaan yang membuat dekat denganmu, yang membuat saya hidup lebih bermanfaat bagi banyak orang, engkau yang memiliki segala perusahaan, tidak ada yang terjadi sesuatu apapun kecuali dengan izinmu.”

Bagi orang yang tahu bahwa pembagi rezeki itu adalah Alloh, maka ia tidak akan risau dan takut tidak kebagian rezeki.

Kalau seseorang tauhidnya benar, maka ia tidak akan takut rezekinya diambil oleh orang lain.

Kita tidak disuruh mencari rezeki tapi menjemput rezeki, yang dicari itu adalah keberkahannya, karena rezekinya sudah ada tetapi belum tentu diberi keberkahan. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Aa Gym: Tidak Perlu Nyesek Melihat Rezeki Orang Read More »

Wakaf DT Kembangkan Wakaf Produktif di Sektor Penginapan

DAARUTTAUHIID.ORG — Salah salah program wakaf produktif yang sedang dikembangkan oleh Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid yaitu di bidang penginapan. Saat ini bangunan wakaf produktif sedang proses pengerjaan.

Bangunan wakaf produktif yang terdiri dari empat lantai, lantai tiga dan empatnya akan digunakan untuk penginapan. Hal tersebut untuk menunjang kegiatan-kegiatan Pesantren DT.

Penginapan juga disiapkan bagi tamu yang melakukan kunjungan ke DT. Seperti study tour, wisata religi, majelis ilmu, dan lain-lainnya.

Dalil Wakaf

Wakaf memiliki landasan hukum syar’i yakni Al-Quran Surah Ali Imran ayat 92,

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai, dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah Mengetahuinya.”

Sedangkan dalam hadits, wakaf memiliki dalil syar’i yang artinya,

“Apabila anak Adam (manusia) itu meninggal dunia, putuslah seluruh amal perbuatannya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah yang pernah dibayarkan, ilmu yang dimiliki dan bermanfaat kepada orang lain, serta anak saleh yang selalu memberikan doa kepadanya.” (HR. Muslim).

Wakaf Produktif DT

Daarut Tauhiid (DT) sebagai salah satu lembaga profesional pengelola dana wakaf, memiliki konsep Kawasan Wakaf Terpadu.

Wakaf Terpadu berarti mengelola wakaf secara produktif dan terintegrasi. Wakaf terintegrasi dari sisi dakwah, sosial, pendidikan, dan ekonomi. Bertujuan meningkatkan kemanfaatan dari aset-aset wakaf untuk kesejahteraan umat.

Wakaf Terpadu memberikan solusi. Tidak hanya di Bandung sebagai kantor pusat, melainkan ke seluruh pelosok negeri hingga manca negara.

Cara kerja Wakaf Terpadu sesuai dengan motonya yakni ‘Menebar Manfaat Hingga Ke Pelosok Negeri’. Wakaf Terpadu DT terdiri dari beberapa bidang, yakni:

Wakaf Ekonomi Produktif

Wakaf ini meliputi sarana pembangunan dan pengelolaan aset wakaf secara komersil. Bertujuan meningkatkan manfaat lebih untuk kesejahteraan umat.

Contoh Wakaf Ekonomi Produktif di antaranya Wakaf Ketahanan Pangan, Wakaf Food Court, Wakaf Pabrik Roti, Wakaf Tambang Pasir, dan wakaf produktif lainnya.

Wakaf Sarana Kesehatan

Merupakan wakaf pembangunan fasilitas kesehatan berkualitas, islami, dan terjangkau. Contoh Wakaf Sarana Kesehatan antara lain Rumah Sakit Daarut Tauhiid, Klinik Daarut Tauhiid dan Apotik Daarut Tauhiid.

Wakaf Sadar Pendidikan

Terdiri dari Wakaf Pembangunan Sarana Dasar Pendidikan Formal Daarut Tauhiid untuk membangun generasi masa depan berakhlak mulia.

Ada pun contoh Wakaf Sadar Pendidikan yakni asrama santri, ruang kelas, fasilitas olahraga, ruang guru, ruang laboratorium, dan lain-lain.

Wakaf Media Dakwah

Meliputi wakaf pembangunan dan pengadaan media untuk berdakwah. Contoh wakaf media dakwah di antaranya wakaf radio, wakaf TV, dan wakaf peralatan media.

Wakaf Sarana Dakwah

Terdiri dari wakaf pembangunan, pengadaan dan pemeliharaan sarana dakwah serta ibadah. Contoh Wakaf Sarana Dakwah antara lain Masjid 7 in 1, Masjid Perth Australia, Wakaf al-Quran, Wakaf Menara Santri Siap Guna (SSG), asrama tahfidz quran, dan gedung pemberdayaan. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Wakaf DT Kembangkan Wakaf Produktif di Sektor Penginapan Read More »

Minat Baca Orang Indonesia Sangat Rendah, Berikut Tips Tumbuhkan Minta Baca

DAARUTTAUHIID.ORG – Sebuah realita saat ini, budaya literasi telah hilang dari dunia pendidikan kita. Salah satu jawaban kenapa indeks pendidikan Indonesia rendah, karena rendahnya tingkat daya baca masyarakat Indonesia.

Faktanya peringkat daya baca Indonesia di dunia mentok di ranking ke-62 dari 70 negara yang berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Mengutip survei yang digelar sepanjang Oktober sampai November pada 2021 lalu, indeks minat baca dan indeks kegemaran membaca warga berada di nilai 74,54 dan 79,37 (skala penilaian 0-100).

Hasil ini cukup mengejutkan, mengingat Indonesia dianggap sebagai negara dengan tingkat literasi rendah.

Lantas bagaimana meningkatkan minat baca anak-anak bangsa? Agar taraf pendidikan di Indonesia juga semakin baik. Setidaknya ada lima tips untuk meningkatkan minat baca:

1. Bacalah buku yang sesuai dengan minat atau kesukaan. Jika saat ini sedang rajin-rajinnya berolahraga, maka carilah buku tentang olahraga.

Jika menyukai sejarah, maka bacalah buku bertema sejarah. Membaca sesuatu yang menarik bagi diri sendiri, maka kita akan lebih terdorong untuk mulai membaca.

2. Buatlah jadwal untuk membaca. Carilah waktu yang tepat untuk membaca, misalnya sebelum tidur atau saat jam istirahat baik di sekolah, kampus atau kantor.

3. Baca di tempat yang nyaman. Carilah tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca, seperti di kamar atau di taman.

4. Gabung dengan kelompok baca. Bergabung dengan kelompok baca atau forum baca online agar bisa bertukar pikiran dan ide dengan orang lain yang juga suka membaca.

5. Beri reward pada diri sendiri setelah membaca. Berikan reward pada diri kita setelah berhasil membaca buku sampai selesai.

Semoga melalui tips diatas, kita bisa menjadi bagian yang setidaknya masih punya minat membaca. Tinggal selanjutnya kebiasaan baik tersebut agar bisa kita tularkan kepada orang lain. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Minat Baca Orang Indonesia Sangat Rendah, Berikut Tips Tumbuhkan Minta Baca Read More »

Saatnya Kepedulian Sosial Beralih Jadi Perubahan Sosial Melalui Wakaf

DAARUTTAUHIID.ORG | BANDUNG — Wakaf merupakan pemberian yang dapat digunakan dalam jangka waktu lama bahkan kebermanfaatannya bersifat abadi hingga yaumil akhir.

Wakaf menguntungkan banyak pihak, tidak hanya wakif yang mendapat pahala jariyah atas harta yang telah ia wakafkan, maupun mauquf ‘alaih yang merasakan manfaat dari fasilitas wakaf yang ada, namun juga umat bahkan sampai pada taraf negara turut rasakan manfaatnya.

Pada zaman dahulu, peradaban Islam memimpin dunia kurang lebih 13 abad lamanya. Bila berbicara tentang kejayaan umat Islam zaman dahulu, sangat erat kaitannya dengan wakaf.

Hampir 2/3 tanah kaum muslimin saat itu adalah bagian dari wakaf. Kala itu, wakaf adalah pondasi utama  yang menjadi tumpuan berdirinya lembaga-lembaga sosial dalam peradaban Islam.

Tentunya hal ini sangat disayangkan bila sampai terlupakan. Kejayaan Islam dahulu beserta faktor-faktornya amat penting untuk kita pelajari dan duplikasi.

Karena dengan mempelajari sejarah dapat menjadi tuntunan dalam berkehidupan masa kini dan merancang masa depan.

Wakaf salah satu persembahan istimewa umat Islam untuk kemaslahatan umat. Aset wakaf termasuk aset yang abadi, tak pernah habis. Bahkan jika pengelolaannya benar, wakaf akan terus menghasilkan dan bermanfaat bagi banyak orang.

Pesantren Daarut Tauhiid merupakan kawasan wakaf terpadu. Di mana hampir setiap sektor dalam kawasan DT ini merupakan aset wakaf.

Setiap aset wakaf dikelola dengan baik dan benar oleh para pengelola yang kompeten dan jujur, sehingga menjadikan aset wakaf yang dititipkan kepada Yayasan Daarut Tauhiid lebih produktif dan dirasakan manfaatnya oleh orang banyak.

Pengelolaan aset wakaf Daarut Tauhiid bersifat visioner, yang dimana tidak hanya digunakan untuk masa sekarang, namun juga berkelanjutan hingga masa mendatang.

Hal ini menjadikan para muwakif meletakkan kepercayaan tinggi kepada Daarut Tauhiid untuk mengelola harta yang diwakafkan.

Berjumpa dengan salah satu ustadz yang kerap mengisi tausiyah di Daarut Tauhiid, yakni ustadz Budi Prayitno,  beliau mengatakan Daarut Tauhiid memiliki sistem pengelolaan wakaf yang baik, contoh saja MQ FM salah satu tempat saya berkiprah.

MQ FM merupakan radio yang bergerak dalam bidang dakwah. Informasi, kajian dan edukasi disampaikan melalui radio ini yang siarannya mengudara ke beberapa daerah di Indoesia.

Tentunya menjadi ladang pahala bagi wakif yang telah mewakafkan hartanya kepada DT, juga pahala bagi seluruh pengelola yang terlilbat serta para pendengar.

Saatnya kepedulian sosial beralih menjadi perubahan sosial, dengan berwakaf dan memakmurkan aset-aset wakaf yang ada. Pungkasnya. (Noviana Rohma Susilowati)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Saatnya Kepedulian Sosial Beralih Jadi Perubahan Sosial Melalui Wakaf Read More »

Aa Gym: Banyak Harta Harus Rajin Berwakaf

DAARUTTAUHIID.ORG | WAKAFDT.OR.ID – Orang itu hidup ada yang semakin bertambah tabungannya, ada yang bertambah hartanya, ada yang semakin bertambah asetnya, ada juga semakin bertambah ilmunya, dan terus bertambah dari waktu ke waktu.

Pertanyaannya, apakah bertambahnya sesuatu yang kita inginkan, membuat kita semakin dekat dengan Alloh? Atau sebaliknya semakin membuat kita  lupa dengan Alloh?

Apakah dengan bertambahnya harta kita semakin bertambah pula ibadah kita, sholat semakin khusyu’, sedekah semakin banyak, dan membayar zakat semakin rajin?

Ingat! apa yang kita miliki akan dihisab suatu saat nanti, semakin banyak harta kita maka semakin lama kita dihisab, tidak ada satu hal pun yang luput dari pengawasan Alloh.

Kalau kita memiliki harta yang banyak maka keluarkan infaknya, keluarkan zakatnya selain zakat fitrah, yaitu zakat penghasilan.

Karena pada dasarnya harta yang kita miliki akan menjadi tiga hal. Pertama, yang dimakan jadi kotoran. Kedua, yang dipakai akan usang. Dan ketiga, yang diinfakan akan menjadi pahala.

Pertanyaannya, manakah yang lebih penting dan lebih kekal untuk kita? Pastilah itu apa yang kita infakan dijalan Alloh.

Seperti berwakaf misalkan, Masjid Daarut Tauhiid ini dibangun pada tahun 1994, banyak orang yang berwakaf disini. Karpetnya saja merupakan wakaf dari hamba Alloh.

Semakin banyak orang menggunakan karpet masjid untuk kebaikan maka akan semakin mengalir pahalanya bagi orang yang berwakaf.

Masjid DT ini banyak digunakan untuk sholat, belajar, kajian, menghafal Al-Qur’an, dan aktivitas kebaikan lainnya.

Oleh karena itu, semoga apa yang kita miliki semakin membuat kita dekat dengan Alloh. Tidak sebaliknya, malah membuat kita lalai dan dan terlalu cinta terhadap dunia yang hanya sebentar ini. Wallohu a’lam bishowab.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan

__________________________

DAARUTTAUHIID.ORG

Aa Gym: Banyak Harta Harus Rajin Berwakaf Read More »

Pemerintah Terbitkan Sukuk Wakaf Senilai Rp 50 Miliar

DAARUTTAUHIID.ORG | WAKAFDT.OR.IDPemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk dengan cara private placement pada tanggal 3 Juli 2023 dengan nilai nominal sebesar Rp 50 miliar untuk seri SW006.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (4/7/2023), Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyebutkan status seri SBSN yang diterbitkan kali ini yaitu tidak dapat diperdagangkan (non tradable).

Tingkat imbalan atau kupon yang diberikan dalam penerbitan sukuk ini sebesar 5,5 persen tetap per tahun. SW006 akan jatuh tempo pada 3 Juli 2028.

Sementara itu, nominal per unit yang diterbitkan untuk SBSN seri ini sebanyak Rp 1 juta, sehingga jumlah unit yang diterbitkan sebesar 50 ribu.

Private placement merupakan kegiatan penjualan Surat Utang Negara (SUN) di pasar perdana dalam negeri yang dilakukan oleh pemerintah dengan pihak, dengan ketentuan dan persyaratan SUN sesuai kesepakatan

Adapun penjualan SUN dengan cara private placement diselenggarakan oleh pemerintah melalui Menteri Keuangan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 08/PMK.08/2009, penjualan SUN dengan cara private placement dilakukan antara lain dengan berbagai tujuan yakni memenuhi target pembiayaan Surat Berharga Negara (SBN) neto tahun anggaran berjalan.

Kemudian, mendapatkan sumber pembiayaan dengan tingkat bunga yang terbaik pada tingkat risiko yang dapat ditoleransi terutama pada saat kondisi pasar sedang bergejolak, melakukan diversifikasi instrumen SUN, dan/atau memperluas basis investor.

Setiap pihak dapat membeli SUN dengan cara private placement. Namun, Pembelian Surat Utang Negara dengan cara ini oleh pihak selain Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pemerintah daerah (pemda), dan dealer utama hanya dapat dilakukan melalui dealer utama.

Sedangkan pembelian SUN dengan cara private placement oleh BI, LPS, dan pemda dapat dilakukan melalui dealer utama atau tanpa melalui dealer utama.

Redaktur: Wahid Ikhwan

__________________________

DAARUTTAUHIID.ORG

(Sumber: Antara, Republika)

Pemerintah Terbitkan Sukuk Wakaf Senilai Rp 50 Miliar Read More »

Aa Gym: Allah Bagi Tiga Rezeki Ini

DAARUTTAUHIID.ORG | WAKAFDT.OR.IDSaudaraku, kita yakin bahwa Alloh Maha Pemberi Rezeki. Jika kita mentafakuri bagaimana Alloh mencukupi rezeki kita, maka rezeki bisa kita klasifikasikan kepada tiga hal.

Pertama, rezeki yang telah dijamin oleh Alloh Ta’ala. Misalnya adalah rezeki penguat tubuh. Rumusnya, ada nafas ada rezeki. Jadi sepanjang kita masih bernafas, maka sepanjang itu pula rezeki kita terjamin. Minimal adalah udara.

Sewaktu kita masih berada di dalam rahim ibu, rezeki kita terjamin. Rezeki yang mendatangi kita, bukan sebaliknya. Maasyaa Alloh.

Setelah kita dewasa, rezeki itu tersebar di berbagai tepat di bumi ini. Tinggal kita memilih, mau yang halal atau yang haram.

Mau memilih susu atau memilih minuman keras. Mau memilih daging sapi atau daging babi. Insyaa Alloh, kita adalah orang-orang yang hanya memilih yang halal sebagaimana petunjuk Alloh Ta’ala.

Kedua, rezeki yang digantungkan. Rezeki Alloh itu sudah pasti ada, kita tinggal ikhtiar untuk menjemputnya.

Nah, kalau ikhtiar kita sesuai dengan jalan Alloh, maka Alloh akan memberi petunjuk untuk sampai kepadanya. Dalam ikhtiar kita, Alloh akan berikan rasa tenang dan semua proses yang kita jalani menjadi amal saleh.

Sedangkan ikhtiar yang menyalahi jalan Alloh, seperti mencuri atau menipu, maka sejak prosesnya sudah diliputi dengan kegelisahan, tidak menjadi amal saleh, dan jika bertemu dengan rezeki maka jatuhnya menjadi haram.

Oleh karena itu, tinggal kita memilih apakah mau mengambil cara yang halal atau cara yang haram.

Ketiga, rezeki yang dijanjikan. Ada orang yang khawatir jika rezekinya sedikit. Tidak apa-apa rezeki sedikit, yang terpenting adalah berkah dan senantiasa dicukupkan oleh Alloh Ta’ala, tidak pernah kekurangan, bahkan masih bisa berbagi kepada sesama.

Inilah rezeki orang yang pandai bersyukur. Alloh Ta’ala menjanjikan bahwa rezeki orang yang bersyukur akan dilipatgandakan, sebagai mana firman-Nya, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu..” (QS. Ibrahim: 7)

Ketika mendapatkan rezeki, ada rasa senang. Sisihkanlah sebagian untuk bersedekah. Mungkin rumah tidak besar, harta tidak banyak, tapi membantu orang lain tidak pernah berhenti.

Inilah yang membuat rezeki yang sedikit namun mengalir terus beserta manfaat dan keberkahannya. Karena rezeki itu ada tiga; yang dimakan menjadi kotoran, yang dipakai menjadi usang, dan yang disedekahkan di jalan Alloh Ta’ala.

Demikianlah, Alloh Ta’ala melimpahkan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur atas setiap rezeki yang kita peroleh. Aamiin yaa Robbal ‘aalamin.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Aa Gym: Allah Bagi Tiga Rezeki Ini Read More »

Wakaf Sebagai Filantropi dalam Islam

DAARUTTAUHIID.ORG | WAKAFDT.OR.ID — Wakaf dalah bagian dari Islamic Philantrophy yang memiliki kekhasan tersendiri, keharusan menjaga harta wakaf agar tetap abadi, tidak boleh menulanya, menghibahkannya dan mewariskannya.

Lebih dari itu bahwa karakter wakaf adalah produktif, karena manfaat dari hasil wakaf itulah yang diharapkan ada pada harta wakaf.

Dalam perspektif fiqh, wakaf adalah masalah fiqhiyyah ijtihadiyyah sehingga memiliki ruang untuk berijtihad dan berinovasi khususnya dalam hal-hal yang tidak ada nash secara qathiy, sebagai contoh cash waqf atau wakaf tunai yang harus terus dikembangkan.

Maka agar pemahaman mengenai wakaf ini lebih mendalam terlebih dahulu memahami bagaimana wakaf memiliki dimensi ibadah sekaligus muamalah.

Wakaf adalah salah satu dari bentuk Islamic Philantrophy yang merupakan bagian dari kebajikan dalam Islam. Manfaat yang sangat banyak akan diperoleh oleh masyarakat jika harta wakaf betul-betul dioptimalkan.

Perlu adanya pemahaman yang komprehensif khususnya bagi nadzir sebagai pengelola wakaf, khususnya dalam bidang bisnis dan usaha agar harta wakaf tersebut dapat memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi umat.

Islam sebagai agama yang datang dari Sang Pencipta alam semesta memberikan perhatian yang besar terhadap hal-hal yang berhubungan dengan muamalah antar sesama manusia.

Termasuk anjuran untuk senantiasa membantu orang-orang yang lemah dan mengalami kekurangan harta benda. Merujuk pada QS. Al-Baqarah: 177, maka membantu orang-orang yang memerlukan adalah salah satu dari kebajikan yang diperintahkanNya.

Maka, Islamic Philantrophy atau Filantropi dalam Islam adalah bagian tidak terpisahkan dari syariah Islam yang mulia ini.

Karakter khas dari Islamic Philantrophy adalah dasar tauhid dan keimanan kepada Allah Ta’ala yang menjadi landasan bagi seluruh aktifitas berderma.

Rasa persaudaraan dalam Islam (Ukhuwah Islamiyah) serta solidaritas sesama manusia menjadi bagian tidak terpisahkan dalam Islam, saling mencintai karena Allah adalah salah satu dari sarana untuk mendapatkan manisnya iman.

Redaktur: Wahid Ikhwan

__________________________

DAARUTTAUHIID.ORG

(Sumber: BWI, Abd Misno Mohd Djahri)

Wakaf Sebagai Filantropi dalam Islam Read More »

Wakaf Produktif Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Nabi

DAARUTTAUHIID.ORG | WAKAFDT.OR.IDWakaf bukan hanya 3M yang bentuknya makam, masjid, dan madrasah. Dengan pengelolaan yang strategis, wakaf dapat menjadi aset produktif yang digunakan untuk menambah akses fasilitas umum di Indonesia.

Wakaf ataupun wakaf produktif termasuk ke dalam sedekah jariyah yang pahalanya tidak terputus walaupun kita sudah tidak ada lagi di dunia selagi manfaatnya masih terus mengalir untuk mauquf alaih (penerima manfaat).

Wakaf produktif di Indonesia memiliki potensi yang tak kalah tinggi dengan negara populasi Islam lainnya.

Apa Itu Wakaf Produktif?

Semenjak ulama dan ilmuwan Islam mengembangkan ilmu tentang wakaf, munculah istilah wakaf yang disebut dengan wakaf produktif.

Wakaf produktif adalah metode pengelolaan wakaf yang orientasinya untuk membuat aset wakaf tersebut menghasilkan surplus atau keuntungan yang berkelanjutan.

Objek wakaf produktif bisa berupa benda bergerak, uang, logam, ataupun benda tidak bergerak seperti bangunan, rumah, tanah, lahan, dan sebagainya.

Jika dari aset wakaf tersebut terdapat surplus atau keuntungan, maka akan dimanfaatkan untuk membiayai berbagai kebutuhan umat seperti untuk pendidikan, kesehatan yang berkualitas untuk dhuafa, ataupun mengelola berbagai aset ekonomi lainnya.

Dari wakaf produktif ini tentu saja tujuannya bisa untuk mensejahterakan umat.

Fakta tentang Wakaf Produktif

Sudah mulai banyak umat Islam, lembaga keuangan Islam, dan pemerintah yang sadar bahwa kehadiran wakaf bisa sangat bermanfaat untuk kesejahteraan suatu masyarakat.

Sebagaimana yang dikembangkan di negara-negara seperti Arab, Turki, Singapura, ataupun Malaysia. Untuk mengenal lebih dalam, berikut ini adalah beberapa fakta tentang wakaf produktif yang bisa sahabat pelajari.

Sudah Ada Sejak Zaman Rasulullah SAW

Wakaf produktif sebenarnya sudah dikenal sejak zaman Rasulullah SAW. Hal ini diperjelas dengan hadits. Umar ibn al-Khattab berkata kepada Nabi Muhammad SAW;

“Sesungguhnya saya mempunyai harta berupa seratus saham tanah yang terletak di Khaibar. Tanah tersebut sangat saya senangi dan tidak ada harta yang lebih saya senangi daripada itu. Sesungguhnya saya bermaksud menyedekahkannya.”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Wakafkanlah tanah tersebut dan sedekahkan buah (hasil)nya.”

Hal ini sejalan dengan penerapan wakaf produktif di zaman saat ini juga.

Di masa Rasulullah, tanah milik Umar bin Khattab tersebut diwakafkan dan keuntungannya berupa buah-buahan pun disedekahkan untuk mereka yang membutuhkan (kaum fakir, miskin, anak-anak yatim, hamba sahaya, dan sebagainya. Wallahu a’lam bishowab.

Redaktur: Wahid Ikhwan

_____________________

DAARUTTAUHIID.ORG

(Sumber: BWI)

Wakaf Produktif Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Nabi Read More »