Wakaf Daarut Tauhiid

Artikel

Hukum Arisan dalam Islam

WAKAFDT.OR.IDSalah satu kegiatan atau bisa dibilang budaya yang kerap kali dilakukan oleh kelompok masyarakat ialah arisan.

Arisan adalah kegiatan yang dilakukan sejumlah orang dengan mengumpulkan dana untuk mendapatkan total uang yang dikumpulkan secara bergiliran. Selain uang, arisan juga bisa dilakukan dalam bentuk barang.

Hal ini biasanya dilakukan dalam ruang lingkup keluarga, kantor, atau teman. Bahkan Kegiatan arisan dijadikan sebagai sarana untuk silaturahim. Misalnya arisan RT, kantor, atau reuni SMA, dan lainnya.

Dilakukan dengan sistem undian untuk menentukan siapa yang memperoleh uangnya pada periode tersebut. Menurut syariat, undian berhadiah hukumnya haram karena ada unsur perjudian dan untung-rugi. Lantas, bagaimana hukum arisan dalam Islam?

Mengutip buku Hukum Arisan dalam Islam Kajian Fikih terhadap Praktik ROSCA oleh Mokhamad Rohma Rozikin, dalam bahasa Arab, arisan dikenal dengan istilah jam’iyyah muwaddhofin.

Jam’iyyah mengandung arti perkumpulan atau asosiasi, sedangkan muwaddhofin artinya para karyawan. Jadi, secara istilah, jam’iyyah muwaddhofin dapat dimaknai sebagai perkumpulan para karyawan.

Seperti yang disebutkan, arisan dilakukan dengan sistem undi. Misalnya, sekelompok orang melakukan kesepakatan untuk menyerahkan sejumlah uang dengan nilai yang sama.

Kemudian pada waktu tertentu, misalnya tiap akhir bulan, seluruh harta yang terkumpul diserahkan kepada salah satu yang memenangkan undian tersebut.

Pada akhir bulan kedua, uang arisan diserahkan pada anggota yang lain dan seterusnya, sehingga masing-masing dari mereka menerima harta sebanyak yang diterima orang pertama tanpa penambahan atau pengurangan.

Untuk menentukan pemenang arisan itulah dilakukan sistem undi atau pengocokan nama.

Hukum arisan dalam Islam memang tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al Quran dan hadits. Namun, mayoritas ulama berpendapat arisan hukumnya mubah atau boleh.

Sa’id Abdul Adhim dalam kitab Akhtho’ Sya’iah fi Al-Buyu’ wa Hukmu Ba’dhi Al-Mu’amalat Al-Hammah membolehkan arisan karena dianggap memudahkan mu’sirin (orang-orang yang kesusahan). Ia bahkan memujinya sebagai jenis takaful ta’awuni atau solidaritas mutual.

Namun, ada pula yang mengharamkan arisan apabila kegiatan tersebut mensyaratkan anggota tidak boleh mundur sebelum dua atau lebih siklus berakhir yang membuat adanya unsur perutangan di dalamnya.

Dalam arisan memang terdapat kegiatan mengundi, tetapi itu tidak sama dengan undian berhadiah yang hukumnya haram. Undian dalam arisan hanya dilakukan agar peserta bisa memenangkan arisan secara bergilir.

Kata pengundian itu juga ada didalam sebuah riwayat hadits, di mana Aisyah RadiyaAllahu anha pernah berkata, “Rasulullah apabila pergi, beliau mengadakan undian di antara istri-istrinya. Lalu jatuhlah undian tersebut kepada Aisyah dan Hafsyah. Kemudian keduanya pun pergi bersama beliau.

(Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Hukum Arisan dalam Islam Read More »

Aa Gym: Jangan Sampai Kita Mati dalam Keadaan Maksiat

WAKAFDT.OR.IDBerapa banyak orang yang mati saat sedang maksiat? Seperti lagi pacaran, berapa banyak orang yang mati lagi mabuk? Berapa banyak orang yang mati lagi mencuri? Berapa banyak orang yang meninggal ditengah maksiat atau berbuat dosa.

Jangan sampai kita mati ditengah maksiat kepada Alloh, karena mati bisa saja datang di mana dan kapan saja. Seseorang itu meninggal pasti dengan cara kebiasaannya, kebiasaan buruk atau kebiasaan baik. Bayangkan bagaimana nasib kita jika meninggal dalam keadaan menonton hal-hal yang buruk?

Berusaha keraslah sekuat tenaga untuk meninggalkan maksiat, meskipun tidak bisa 100% kita terlepas dari dosa, setidaknya kita sudah berupaya untuk meninggalkan dan mengurangi dosa yang kita lakukan. Sehingga kita tidak mati dalam meninggalkan dosa yang banyak.

Apapun yang sering dilakukan seseorang dalam kehidupannya maka kebiasaan itu akan melekat dalam hatinya, begitu pula kemaksiatan. Semakin banyak maksiat yang diperbuat, maka akan muncul dan terulang pula memori itu saat ia meninggal.

Sebaliknya, jika seseorang selama hidup di dunia cenderung melakukan ketaatan dan hal-hal baik, maka hal yang paling banyak hadir saat dirinya sakaratul maut adalah memori ketaatan.

Lemahnya iman seseorang dapat melemahkan juga kecintaannya kepada Alloh Ta’ala. Malah semakin cinta dirinya kepada dunia.

Iman yang lemah dapat mendominasi hatinya dan tidak ada celah untuk cinta kepada Alloh kecuali sedikit bisikan jiwa, maka ia akan terdorong melakukan maksiat.

Alloh Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Alloh dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya. Dan, janganlah sekali-kali kamu mati, melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102).

Banyaknya dosa yang menggelapkan hatinya menyebabkan cahaya iman di hati memadam. Sehingga ketika sakaratul maut datang, ia akan dibayangkan kebingungan dan rasa khawatir.

Dirinya akan merasa bahwa Alloh Ta’ala akan murka dan tidak cinta padanya. Dalam kondisi seperti ini, ia akan mendapatkan su’ul khotimah dan sengsara selamanya. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Jangan Sampai Kita Mati dalam Keadaan Maksiat Read More »

Indonesia Darurat Buta Baca Al Quran

WAKAFDT.OR.IDMasih banyak umat muslim yang buta huruf dalam arti belum bisa membaca Al-Qur’an. Padahal Al-Qur’an merupakan pendoman umat Islam yang harus dibaca.

Hal ini disampaikan oleh Ustadz kondang Abdul Somad (UAS) dalam acara Amazing Muharram Ke-12 di The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, pada Ahad (20/8/2023).

“Di Indonesia sendiri sebanyak 72% Muslim Indonesia buta aksara Al-Quran, kita boleh bangga (Indonesia) sebagai (negara) muslim terbesar di dunia, jamaah haji terbanyak di dunia, tapi buta huruf Al-Quran 72%,” ujar UAS.

Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia Syafruddin juga menyampaikan bahwa sebanyak 65 persen masyarakat Islam Indonesia yang belum bisa membaca Al-Quran, atau sekitar 149 juta penduduk Muslim belum bisa membaca kitab suci Al-Qur’an.

Hal itu disampaikan berdasarkan data riset pada tahun 2019 yang dilakukan oleh sejumlah kelompok Islam. Faktanya masih banyak kaum muslim di daerah pedesaan yang memiliki persentase paling besar buta huruf dibandingkan dengan kaum muslim di perkotaan.

Walaupun sebagai negara Muslim terbesar di dunia, namun Indonesia masih sangat kekurangan Al-Quran. Pemerintah hanya mampu memenuhi 60.000 mushaf dari 2 juta kebutuhan mushaf dari berbagai pelosok negeri.

Angka tersebut menunjukan masih ada ketimpangan yang begitu jauh, artinya dibutuhkan pihak swasta atau instasi diluar pemerintah untuk mengambil peran dalam memenuhi kebutuhan Al-Qur’an.

Umat Islam yang belum bisa membaca Al-Quran dikategorikan dari beberapa kalangan usia. Dimulai dari usia anak-anak, pemuda di usia 20 hingga 30 tahun, belum lagi dari kalangan lansia.

Karena itu, Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid hadir mengambil peran dalam pengadaan wakaf Al-Qur’an, sebagai bentuk untuk memberantas buta huruf yang ada ditengah masyarakat muslim.

Harapan dari program tersebut ialah bisa mengatasi buta Al-Quran dalam waktu cepat bagi kalangan yang masuk kedalam 15-20 persen diatas.

Bagaimana umat Islam bisa memahami Al Quran jika membaca saja tidak bisa, dan bagaimana mau mengamalkannya.

Kita sebagai umat Islam harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masalah pemberantasan buta Al-Qur’an, karena sangat disayangkan betapa banyaknya orang yang belum bisa membaca Al-Quran.

Dalam konteks tersebut maka perlu dimasifkan untuk mencetak Al-Qur’an sebanyak-banyaknya, agar bisa didistribusikan ke seluruh pelosok negeri. Tentunya tidak hanya dibagikan akan tetapi juga diajarkan juga kepada penerimanya.

Untuk seluruh kaum muslimin di mana pun kita berada, mari kita bersama untuk senantiasa terlibat dan berpartisipasi dalam mewujudkan dan memenuhi ketersedian Al-Quran di Indonesia yang masih sangat membutuhkan.

Caranya dengan menyisihkan sebagian harta kita untuk program distribusi wakaf mushaf Al-Quran. Semoga ini menjadi kebaikan bagi diri kita dan orang lain. Wallahu a’lam bishowab. (Shabirin)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Indonesia Darurat Buta Baca Al Quran Read More »

Aa Gym: Cara Agar Kita Semangat Beribadah

WAKAFDT.OR.IDSemua orang pasti ingin dekat dengan Rabbnya dan mendambakan pertolongan-Nya. Namun, di antara manusia banyak yang lalai dan meragukan pertolongan Alloh.

Kita harus yakin akan kekuasaan Alloh. Karena kalau kita tidak yakin akan kekuasaan Alloh, maka kita akan sering galau dan akan sengsara. Jadi intinya harus yakin. Keyakinan ini harus menambah dekat kepada Alloh.

Sebagai seorang hamba, yang harus ditingkatkan adalah amalan sholat. Perbaiki sholatnya minimal 40 rakaat dalam sehari.

Bangun malam, dirikan tahajjud, karena diwaktu sepertiga malam doa itu sangat mustajab, dosa diampuni, hajat dikabulkan.

Sepertiga malam terakhir mustajabnya luar biasa. Kemudian perbanyak istighfar. Sebab, keburukan yang menimpa kita karena keburukan kita sendiri.

Tidak perlu banyak ngobrol, mending istighfar. Kalau ngobrol banyak riya’nya, ujubnya, ghibahnya. Kalau istighfar habis tuh riya’nya, ujubnya, ghibahnya.

Karena itu biasakan sholat berjamaah tepat waktu di masjid, sholat tahajjud, perbanyak istighfar, lalu baca Al-Qur’an. Setiap tilawah Al-Qur’an, niatkan setiap huruf yang dibaca, Alloh jadi ridho.

Al-Qur’an itu untuk membersihkan hati, bukan untuk mengotori hati. Kalau bisa, ke mana-mana jaga wudhu, jadi kita bisa kapan saja berdoa.

Saat terdekat seorang hamba dengan Alloh adalah saat sujud. Kalau ada apa-apa sholat, kurangi buka WA, ke mana-mana bawa Al-Qur’an.

Alloh Ta’ala selalu menolong orang yang suka menolong orang lain. Walaupun tidak punya uang, usahakan menolong orang. Bisa yang menolong dengan tenaga, atau menolong dengan barang.

Alloh senantiasa menolong orang yang menolong orang lain, asalkan dia ikhlas. Semakin sulit keadaan harus semakin sering menolong orang lain.

Tidak apa-apa sedekah seadanya, asalkan ikhlas. Cukup Alloh yang lihat, cukup Alloh yang menilai. Tidak usah ingin dilihat orang, tak usah ingin dinilai orang.

Apalagi yang bisa dilakukan dalam situasi saat ini? Jaga pandangan, HP jangan selalu dilihat, dibaca. Kita harus disiplin kapan waktunya buka hp, jangan sampai balapan sama sholat. Secukupnya saja, kita gantikan dengan dzikir, sholawat, dan istighfar.

Yakinlah, setiap doa didengar oleh Alloh. Kata Ibnul Qayyim, doa kalau kuat akan menjauhkan musibah, tapi kalau doanya lemah akan meringankan musibah.

Apabila doa dan musibah sama-sama kuat, maka akan saling beradu. Semoga Alloh berkenan mencurahkan rahmat dan taufik-Nya untuk kita. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Cara Agar Kita Semangat Beribadah Read More »

Peran Habaib dalam Kemerdekaan Indonesia

WAKAFDT.OR.IDKemerdekaan Indonesia yang dideklarasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hadiah berharga bagi rakyat Indonesia, yaitu terlepasnya bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan ratusan tahun lamanya.

Kemerdekaan Indonesia lahir dari kesadaran kolektif masyarakat nusantara dengan bermacam latar belakang organisasi, etnis, agama, dan lain-lainnya.

Kemudian kemerdekaan Indonesia tentunya tidak bisa dipisahkan dari berbagai kalangan dan para tokoh.

Salah satunya peran ulama dan santri yang mempunyai andil dalam memerdekakan Indonesia, sebagaimana telah digoreskan dalam tinta sejarah Indonesia.

Ulama dan tokoh-tokoh Islam memiliki peran dalam mengawal perjuangan merebut kemerdekaan hingga mempertahankan dan mengusir kaum imperialis dari tanah air Indonesia.

Hal ini tak lepas dari realita bahwa ulama saat itu mempunyai pengaruh besar terhadap pola pikir masyarakat Indonesia.

Dengan pengaruh tersebut, banyak rakyat yang bersatu dan bergabung melawan penjajah, begitupun tokoh-tokoh Islam yang membentuk pasukan perang sendiri di wilayah masing-masing.

Salah satunya ulama dari kalangan habaib, beberapa nama habaib tercatat dalam sejarah turut andil di balik kemerdekaan Indonesia.

Seperti diantaranya Habib Idrus bin Salim Al-Jufri yang dikenal sebagai penggagas bendera pusaka merah putih.

Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi (Kwitang), beliau merupakan penentu hari dan waktu proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Ulama kelahiran Jakarta, 20 April 1870 itu merupakan pelopor berdirinya majelis taklim di Indonesia.

Habib Ali Al-Habsyi juga ikut mendorong berdirinya partai politik berazaskan Islam yang kemudian dikenal dengan Partai Syarikat Islam.

Tokoh selanjutnya adalah Habib Ahmad Assegaf, lahir di Yaman 1879 M, dikenal sebagai wartawan, sejarawan dan sastrawan keturunan Arab yang terkenal pada masa kemerdekaan RI.

Aksinya tersebut banyak menyerang pemerintah kolonial Belanda lewat tulisan-tulisannya.

Untuk melengkapi data tulisannya, ia pernah mendatangi berbagai tempat di Indonesia untuk bertemu dengan tokoh masyarakat, ulama maupun sejarawan.

Ada beberapa peran yang dilakukan para habaib dalam kemerdekaan di antaranya:

Pertama, aktif menyuarakan dan menekan agar terbentuk dan terwujudnya sebuah bangsa yang satu yaitu Indonesia.

Kedua, ikut membantu dalam upaya pergerakan nasional sebagai upaya mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia menuju Indonesia Merdeka.

Ketiga, memberikan pendidikan agama kepada masyarakat (secara sembunyi-sembuyi) ditengah larangan dan tekanan dari para penjajah, hingga membentuk lembaga pendidikan Islam Al Khairaat. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

(Sumber gambar: IslamIndonesia)

Peran Habaib dalam Kemerdekaan Indonesia Read More »

Aa Gym: Ketahuilah Pilar Karakter Sesama Muslim Ini

WAKAFDT.OR.IDAda sebuah hadits yang sudah dikaji oleh para ulama. Sebuah hadits mengenai 4 pilar karakter seorang muslim, salah satunya ia mencintai saudara.

Mencintai sesama muslim sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang artinya: ”Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhori).

Siapa yang dimaksud saudara dalam hadits tersebut? Maka diperjelas dalam Al-Quran dalam surat Al-Hujurat:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Alloh supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Ada tingkat seseorang tidak menyukai orang lain. Pertama ia tidak suka kalau orang lain mendapat nikmat, namun senang jika orang lain mendapatkan musibah.

Kedua, tidak menginginkan orang lain atau temanya rugi, tetapi tidak mau seseorang itu melampaui kesuksesannya.

Tipe yang kedua lumayan dibandingkan dari yang pertama, meskipun masih tergolong perilaku yang buruk.

Ketiga, menginginkan orang lain berprestasi, tapi tidak rela orang prestasinya melebihi dari kita.

Jadi gak perlu dalam keluarga merasa dengki ke saudara sendiri. Kalau adik beli mobil, kita kakaknya belum kebeli tiba-tiba nyesek, kenapa harus nyesek? Alloh ngasih rezeki sesuka Alloh.

Alloh satu-satunya pembagi rezeki, tidak ada satupun makhluk yang mendapatkan rezeki kecuali pasti dari Alloh.

Rezeki itu sebagai karunia atau ujian? Karunia, kalau kita bersyukur. Jadi tidak perlu iri, terserah Alloh membagikan rezeki ke siapapun, walaupun kita sebapak dan seibu setiap orang beda-beda rezekinya.

Walaupun seangkatan sekolah pasti beda-beda rezekinya. Nanti kalau Alloh mau ngambil maka ambil sesuka Alloh.

Oleh Alloh bisa dilapangkan dan disempitkan, Alloh angkat dan turunkan, semuanya baik bagi orang yang beriman.

Kalau diberi dia bersyukur, ditahan dia bersabar, diambil dia ridho, dan melihat yang lain tidak ada dengki. Wallohu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Ketahuilah Pilar Karakter Sesama Muslim Ini Read More »

Aa Gym: Jawaban Nabi Soal “Siapakah Orang yang Cerdas?”

WAKAFDT.OR.IDSahabat Nabi pernah bertanya. Siapakah orang beriman yang paling utama? Kemudian Rosullulah Shallalahu ‘alaihi wassalam menjawab: orang yang paling baik akhlaknya.

Kemudian sahabat bertanya lagi, siapa orang mukmin yang paling cerdas? Kemudian Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “orang mukmin yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya pada kematian”.

Apakah orang cerdas yang mendapatkan peringkat yang tinggi? Orang yang IQ-nya tinggi? Atau orang yang cerdas adalah orang yang lulus cumlaude? Maka jawabannya bukan. Orang yang cerdas adalah orang yang banyak mengingat mati.

Jadi ciri orang paling kuat imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Makin kuat imannya maka akan beririsan juga akhlaknya semakin baik secara langsung.

Karena orang beriman yakin bahwa ia selalu dilihat atau disaksikan oleh Allah tanpa ada satu pun yang tersembunyi.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Ali-Imran dan surat Qaff yang berbunyi:

“Innallaha la yakhfa ‘alaihi syai’un fil ardi wa laa fis sama.”

Artinya: “Bagi Allah Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi di bumi dan di langit.”

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya(15), (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri (16), Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (17)”. (QS. Qaf: 15-17).

Kalau kita yakin dengan keberadaan Allah maka tidak ada tempat untuk kita berbuat maksiat. Individu yang cerdas akan melihat dan mencoba menghabiskan waktu dengan sangat berkualitas.

Orang-orang cerdas selalu berpandangan bahwa mereka belum tentu kembali hidup di keesokan hari. Banyak memikirkan mati dan banyak mempersiapkan kehidupan sesudah mati.

Individu yang kerap mengingat kematian akan sangat berhati-hati dalam menggunakan waktunya. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Jawaban Nabi Soal “Siapakah Orang yang Cerdas?” Read More »

Tokoh Islam yang Berperan dalam Kemerdekaan Indonesia

WAKAFDT.OR.ID — Kemerdekaan Negara Republik Indonesia tidak akan pernah lepas dari peran tokoh-tokoh Islam atau ulama pada masa itu. Oleh karenanya dalam momen memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus, kita perlu mengingat kembali peran umat Islam.

Karena dalam sejarah, umat Islam ikut serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, agar kita mengetahui bahwa umat Islam punya saham besar dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Dari sekian banyaknya pahlawan Islam Indonesia, berikut ini adalah pahlawan muslim yang mempunyai peran dalam proses menuju kemerdekaan Indonesia, diantaranya adalah:

1. Sultan Agung

Sultan Agung Anyokrokusumo lahir tahun 1591 di Yogyakarta. Ia adalah cucu dari Sutawijaya atau yang lebih dikenal dengan Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram.

Sejak tahun 1613 Sultan Agung berkuasa di kerajaan Mataram dengan keagungan dan kebijaksanaannya ia berusaha mempersatukan seluruh Jawa.

Wawasannya tidak terbatas pada bidang politik dan ekonomi tetapi juga pada bidang kebudayaan yang luas dan menjangkau jauh ke depan.

Sultan Agung merupakan putra Indonesia pertama yang menyerang Belanda secara teratur dan besar-besaran.

2. Sultan Hasanuddin

Sultan Hasanuddin lahir pada tahun 1631 di Ujung Pandang. Ia merupakan putera kedua Sultan Malikusaid, Raja Gowa ke-15.

Sultan Hasanuddin memerintah Kerajaan Gowa, ketika Belanda sedang berusaha menguasai perdagangan rempah-rempah.

Gowa merupakan kerajaan besar di wilayah Timur Indonesia yang menguasai lalu lintas perdagangan.

Pada tahun 1666 dibawah pimpinan Cornelis Speelman, Belanda berusaha menundukkan kerajaan-kerajaan kecil, tapi belum berhasil menundukkan Gowa.

Pertempuran terus berlangsung, sehingga Gowa semakin lemah dan tanggal 18 November 1667 bersedia mengadakan perdamaian Bongaya.

3. Tuanku Imam Bonjol

Peto Syarif yang lebih dikenal dengan Tuanku Imam Bonjol, lahir pada tahun 1772 di Kampung Tanjung Bunga, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Ia juga pendiri Negeri Bonjol, sebuah desa kecil yang diperkuat dengan benteng dari tanah liat.

Pertentangan kaum adat dengan kaum paderi (kaum agama) melibatkan Imam Bonjol dalam perlawanan melawan Belanda.

Belanda menyerang Sumatera Barat dan dapat menguasai Bonjol pada tahun 1832, tiga bulan kemudian Bonjol dapat direbut kembali.

Setelah berulang kali mencoba selama tiga tahun Bonjol dapat diserbu Belanda pada tanggal 16 Agustus 1837.

4. Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro, nama kecilnya Raden Mas Ontowiryo lahir pada 11 November 1785 di Yogyakarta.

Ia adalah putera Sultan Hamengkubuwono III. Pangeran tidak menyetujui campur tangan Belanda dalam urusan kerajaan.

Ia kemudian bertekad melawan Belanda. Kediaman Pangeran di Tegalrejo diserang Belanda pada 20 Juli 1825.

Pangeran Diponegoro kemudian pindah ke Selarong, sebuah daerah berbukit-bukit yang dijadikan markas besarnya.

5. Teungku Cik Di Tiro

Muhammad Saman, yang kemudian dikenal dengan nama Teungku Cik Di Tiro, adalah pahlawan dari Aceh. Ia adalah putra dari Teungku Sjech Ubaidillah. Sedangkan ibunya bernama Siti Aisyah, putri Teungku Sjech Abdussalam Muda Tiro.

Ia lahir pada tahun 1836, bertepatan dengan 1251 Hijriah di Dajah Krueng kenegerian Tjombok Lamlo, Tiro, daerah Piciie, Aceh.

Ia dibesarkan dalam lingkungan agama yang ketat. Ketika ia menunaikan ibadah haji di Mekah, ia memperdalam lagi ilmu agamanya.

Selain itu tidak lupa ia menjumpai pimpinan-pimpinan Islam yang ada di sana, sehingga ia mulai tahu tentang perjuangan para pemimpin tersebut dalam berjuang melawan imperialisme dan kolonialisme. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Tokoh Islam yang Berperan dalam Kemerdekaan Indonesia Read More »

Wakaf DT Kembangkan Wakaf Produktif di Sektor Restoran/Rumah Makan

WAKAFDT.OR.IDWakaf Daarut Tauhiid terus inisiasi pengembangan bisnis wakaf produktif di berbagai sektor. Salah satunya yang sedang dibangun yaitu dibidang Restoran/Rumah Makan.

Pengelolaan wakaf produktif dibidang makanan sedang dikembangkan oleh Wakaf DT, rencana nantinya akan dibuka di Mekah, Arab Saudi.

Potensi ini berkenaan dengan pengelolaan KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) DT. KBIH DT setiap tahunnya memberangkatkan jamaah haji dan umroh.

Karenanya perlu untuk mengembangkan usaha restoran sebagai fasilitas referensi makanan Indonesia yang cocok untuk jamaah Indonesia.

Kemudian wakaf DT sedang membangun mitra usaha bersama rumah makan Ampera dengan membuka cabang baru.

Untuk pembiayaannya akan ditanggung oleh Daarut Tauhiid secara penuh, kemudian pembagian hasil akan diberikan satu sekali, dengan asumsi keuntungan bersih 120 juta pertahun.

Wakaf produktif ialah membangun unit atau mitra usaha, di mana mitra tersebut akan melaksanakan program wakaf produktif tersebut secara teknis, dan nantinya akan ada bagi hasil dengan mitra itu sendiri.

Adapun skema kerjasama tersebut akan dilaksanakan dalam jangka satu tahun, setelah dievaluasi akan diputuskan apakah akan dilanjutkan atau diakhiri kerjasamanya.

Wakaf memiliki landasan hukum syar’i yakni al-Quran Surah Ali Imran ayat 92,

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai, dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah Mengetahuinya.”

Sedangkan dalam hadits Nabi, wakaf memiliki dalil syar’i yang artinya:

“Apabila anak Adam (manusia) itu meninggal dunia, putuslah seluruh amal perbuatannya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah yang pernah dibayarkan, ilmu yang dimiliki dan bermanfaat kepada orang lain, serta anak saleh yang selalu memberikan doa kepadanya.” (HR. Muslim).

Daarut Tauhiid (DT) sebagai salah satu lembaga profesional pengelola dana wakaf, memiliki konsep Kawasan Wakaf Terpadu.

Wakaf Terpadu berarti mengelola wakaf secara produktif dan terintegrasi. Wakaf terintegrasi dari sisi dakwah, sosial, pendidikan, dan ekonomi.

Bertujuan meningkatkan kemanfaatan dari aset-aset wakaf untuk kesejahteraan umat. Wallahu a’lam bishowab. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf DT Kembangkan Wakaf Produktif di Sektor Restoran/Rumah Makan Read More »

Wakaf dan Tata Kelola Isu Sosial

DAARUTTAUHIID.ORG — Jika kita memperhatikan sejarah perwakafan, terlihat bahwa wakaf yang pertama kali dilakukan adalah oleh sahabat Umar bin Khattab atas petunjuk Nabi SAW.

Kemudian diambil menjadi definisi wakaf sebagaimana yang telah dibahas diatas, adalah wakaf dalam bidang sosial ekonomi.

Mewakafkan harta sempat menjadi ibadah yang banyak dilakukan para Sahabat. Mereka berlomba-lomba memberikan hartanya kepada Allah.

Misalnya Umar yang mewakafkan sebidang tanah khaibar, hingga Abu Thalhah yang mewakafkan kebun kurma kesayangannya.

Sampai-sampai Sahabat Jabir berkata: “tidaklah tersisa dari para sahabat Nabi yang memiliki kemampuan (finansial) kecuali mewakafkan hartanya”.

Wakaf yang diberikan akan membawa manfaat tersendiri bagi masyarakat. Barang berharga yang tadinya dimiliki oleh satu orang, kemudian bisa dimanfaatkan oleh orang banyak.

Misalnya ketika ada tanah yang diwakafkan untuk pembangunan masjid, maka suatu daerah yang tadinya tidak memiliki masjid kini bisa menggunakan fasilitas ibadah yang memadai.

Jika dikelola dengan baik, wakaf bisa melengkapi fasilitas bagi masyarakat sekitar, sekaligus memecahkan satu atau beberapa masalah di masyarakat. Dengan demikian, akan banyak manusia yang terbantu dan dimudahkan.

Dengan berwakaf yang digunakan untuk kepentingan umum, masyarakat akan merasakan manfaat yang luas.

Orang yang kekurangan bisa menikmati sarana-sarana publik yang lebih baik, dan orang yang lebih berada juga bisa berbagi.

Sehingga, kesenjangan sosial akan semakin kecil dan tali persaudaraan akan terasa lebih erat.

Memberikan sebagian harta untuk dimanfaatkan orang lain merupakan anjuran dari Allah agar kita memperoleh kebaikan.

Allah berfirman, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (harta sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran: 92).

Di sisi lain, mereka yang berhasil berbuat baik juga akan memperoleh kemenangan yang hakiki. Allah berfirman, “Berbuat baiklah semoga engkau bahagia (menang).” (QS. Al-Hajj: 77).

Harta yang diwakafkan akan membantu kehidupan masyarakat jika dikelola dengan baik.

Misalnya tanah yang kemudian dibangun masjid sebagai tempat ibadah, bangunan yang diwakafkan untuk sekolah, kebun yang hasilnya diwakafkan untuk anak yatim, dan sebagainya.

Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Wakaf menjadi solusi bagi pengembangan harta produktif di tengah-tengah masyarakat dan solusi dari kerakusan pribadi dan kesewenang-wenangan pemerintah secara bersamaan.

Wakaf secara khusus dapat membantu kegiatan masyarakat umum sebagai bentuk kepedulian terhadap umat, dan generasi yang akan datang.

Kegiatan sosial seperti ini telah dianjurkan dalam syariat Islam sebagai kebutuhan manusia, bukan saja terbatas pada kaum muslimin, tetapi juga bagi masyarakat non-muslim.

Pandangan Islam terhadap praktik wakaf sosial seperti ini telah lama berlangsung sepanjang sejarah Islam, bahkan bentuk dan tujuannya sangat berkembang pesat.

Maka wajar kalau jumlah wakaf banyak sekali dan menyebar di seluruh negara-negara berpenduduk mayoritas muslim yang dapat memacu angka pertumbuhan ekonomi. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Wakaf dan Tata Kelola Isu Sosial Read More »