Wakaf Daarut Tauhiid

Artikel

Pentingnya Meningkatkan Literasi Wakaf Bagi Masyarakat Indonesia

WAKAFDT.OR.IDIndonesia merupakan negara dengan penduduk Indonesia umat Islam terbesar. Umat Islam Indonesia tidak asing lagi dengan istilah wakaf, namun tidak memahami penggunaan dan manfaat wakaf itu secara komprehensif.

Oleh karenanya penting literasi wakaf dikampayekan secara terus-menerus dengan menggunakan berbagai cara.

Platform media yang berkembang untuk memberikan informasi yang akurat serta mumpuni yang dapat membangun opini publik yang positif sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai wakaf.

Pemberitaan mengenai wakaf yang komunikatif dan masif di berbagai kanal media menjadi kunci peningkatan literasi masyarakat prihal wakaf.

Program literasi wakaf harus menjadi produk media yang diprioritaskan bagi jurnalis agar lebih diperbanyak lagi.

Berangkat dari literasi yang baik tentang wakaf, maka harapannya akan tumbuh dan meluasnya kesadaran kolektif umat, untuk lebih aktif terlibat dalam wakaf.

Serta turut memobilisasi perhimpunan dana atau aset wakaf yang nantinya akan pergunakan untuk kepentingan umat kembali.

Saat ini, pentingnya sebuah kesadaran yang luar biasa untuk bersama-sama memajukan perwakafan di Indonesia dengan memberikan literasi sebagai pengingat untuk umat.

Bahwa wakaf punya dampak yang signifikan dalam membangun sebuah perekonomian masyarakat secara umum.

Karena istilah wakaf tidak sebegitu populer jika dibandingkan dengan zakat, infak, dan sedekah sehingga masih banyak yang belum memahami wakaf secara utuh.

Literasi dilakukan tentunya sebagai upaya mengoptimalkan manfaat potensi wakaf yang begitu besar, penting bagi masyarakat untuk memiliki literasi wakaf yang baik.

Pendidikan dan pemahaman yang baik mengenai konsep, manfaat, dan cara pengelolaan wakaf dapat membantu masyarakat dalam berpartisipasi secara maksimal dan efektif dalam berwakaf.

Konsep literasi wakaf dapat beragam dalam mengedukasi masyarakat tentang konsep dan manfaat wakaf.

Membangun kesadaran berwakaf masyarakat adalah upaya dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi, kita dapat menggugah semangat budaya berwakaf yang kuat.

Hasilnya dapat membantu individu dan kelompok untuk berperan terhadap kesejahteraan masyarakat secara luas.

Dengan pendekatan ini, maka dapat merangkul masyarakat berwakaf secara kontinyu. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Pentingnya Meningkatkan Literasi Wakaf Bagi Masyarakat Indonesia Read More »

Nabi Muhammad Diutus Sebagai Rahmat

WAKAFDT.OR.IDNabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wasallam merupakan Nabi terakhir yang diutus oleh Allah Ta’ala. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, di mana salah satu tujuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam diutus ke muka bumi ialah sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

“Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)

Seorang Ahli tafsir bernama Ibnu Katsir menerangkan dalam kitabnya, ayat tersebut memberitahukan bahwa Allah Ta’ala menjadikan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alahi wasallam sebagai rahmat bagi alam semesta.

Dengan kata lain, kata Ibnu Katsir, Allah mengutusnya Nabi Muhammad sebagai umat manusia.

Kemudian ulama tafsir menjelaskan juga barang siapa yang menerima rahmat ini dan mensyukurinya, maka ia akanbahagia hidupnya di dunia maupun akhirat.

Sebaliknya, barang siapa yang menolak serta mengingkarinya rahmat tersebut, maka ia termasuk orang yang merugi di dunia dan akhirnya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

“Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekufuran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan, (yaitu neraka) Jahanam? Mereka masuk ke dalamnya. (Itulah) seburuk-buruknya tempat kediaman.” (QS Ibrahim: 28-29)

Dalam ayat lain juga disebutkan bahwa tujuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alahi wasallam diutus ke muka bumi sebagai pembawa kabar gembira dan memberi peringatan kepada umat manusia.

Hal tersebut tercantum dalam surat Al-Furqon yang artinya:

 “Tidaklah Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.” (QS Al-Furqan: 56)

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alahi wasallam mengemban amanah sebagai rasul di umur 40 tahun usai menerima wahyu pertama di Gua Hira.

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menerima wahyu dalam dua keadaan.

Pertama, terdengarnya suara lonceng yang berbunyi keras dan dikatakan bahwa ini cara paling berat bagi Rasulullah.

Keterangan tersebut diperkuat dalam firman Allah Ta’ala dalam surah Al Muzzammil ayat 5 yang artinya: “Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.”

Kedua, dikatakan bahwa Jibril datang kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan seperti manusia biasanya, menyamai seorang laki-laki.

Jibril datang kepada Rasul dengan berkata iqra` bismi rabbikallażī khalaq khalaqal-insāna min ‘alaq iqra` wa rabbukal-akram allażī ‘allama bil-qalam ‘allamal-insāna mā lam ya’lam. Ayat tersebut termaktum dalam surat A’alaq.

Dari penjelasan diatas bisa dipahami, bahwa diutusnya baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan peristiwa yang besar yang harus disyukuri, karena dengan diutuskan baginda Rasullulah membawa perubahan besar dalam memperbaiki tatanan sosial manusia. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Nabi Muhammad Diutus Sebagai Rahmat Read More »

Peristiwa-Peristiwa yang Terjadi Jelang Lahirnya Nabi Muhammad

WAKAFDT.OR.IDMendekati waktu kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, ada sejumlah peristiwa besar yang terjadi atas kebesaran Allah Ta’ala yang perlu kita renungi.

Di mana baginda Nabi Muhammad lahir pada tahun Gajah, yang bertepatan pada 12 Rabiul Awal atau 23 April 571 Masehi.

Pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal diperingati sebagai hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Menjelang kelahiran sang Nabi, terdapat tanda-tanda dan keajaiban yang ditemukan. Di antaranya ada 6 peristiwa besar jelang kelahirannya:

Pertama, wilayah Mekah yang semula gersang menjadi subur. Pada saat itu sebagian besar dataran Mekah sangat kerontang dan tak ditumbuhi oleh tanaman selain pohon kurma.

Maka menjelang lahirnya sang Nabi, hujan mulai tercurah lebat bersamaan dengan tanah yang menjadi subur.

Kedua, Istana Raja Persia Bergetar. Dikala kelahiran sang Nabi sudah dekat, bergetarlah singgasana Raja Persia, Kisra Anusyirwan, bahkan disebutkan ada 14 balkon istana yang ikut runtuh.

Ketiga, api Majusi yang telah menyala seribu tahun lebih kemudian padam seketika.

Peristiwa lainnya menjelang kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam padamnya api majusi, sebuah api yang dianggap suci di kuil pemujaan persia.

Keempat, air danau tiba-tiba surut. Di beberapa tempat mengalami penyurutan air, bahkan sampai mengalami kekeringan.

Kelima, munculnya burung ababil yang memusnahkan pasukan abrahah. Dalam sebuah buku Samudra Keteladanan Muhammad yang tulis oleh Nurul H. Maarif, Shafiyyurahman al-Mubarakfuri yang menjelaskan semakin banyak peziarah yang berbondong-bondong pergi ke Ka’bah.

Abrahah yang marah dan berkeinginan keras untuk menghancurkan Ka’bah dengan membawa 60.000 pasukan bergajah ternyata malah memusnahkan pasukannya.

Keinginannya digagalkan dengan kehendak Allah Ta’ala, muncullah burung-burung ababil yang membawa batu-batu panas untuk meluluh lantahkan pasukan Abrahah.

Keenam, ahli kitab yaitu Yahudi dan Nasrani menyaksikan bintang besar yang bercahaya.

Berdasarkan sumber yang sama disebutkan bahwa para ahli kitab Yahudi dan Nasrani menyaksikan bintang besar dan bercahaya terang tepat di hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Itulah peristiwa-peristiwa menjelang kelahiran Nabi Muhammad. Hal tersebut terjadi atas izin Allah Ta’ala, sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah untuk menyakini kebenaran kehadiran nabi terakhir.

Hikmah yang bisa diambil bagi kaum muslimin ialah untuk memperkuat keimanan kepada Rasul dalam mengamalkan kebaikan dan meneladaninya. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Peristiwa-Peristiwa yang Terjadi Jelang Lahirnya Nabi Muhammad Read More »

Aa Gym: Dunia Ini Tidak Ada Harganya, Kenapa Kita Ingkar Pada Alloh?

WAKAFDT.OR.IDJagat raya atau alam semesta ini adalah milik Alloh, dunia ini sangat kecil disisi Alloh. Dunia ini berharga sesayap nyamuk saja, orang-orang yang ingkar kepada Alloh maka tidak akan diberikan air meskipun hanya setekuk saja.

Begitu banyak orang yang ingkar kepada Alloh, tetapi Alloh masih memberi dunia ini kepada orang-orang ingkar, diberi harta, istana yang megah, berlian, dan kebutuhan lainnya.

Karena memang dunia ini tidak harganya di sisi Alloh. Coba kita lihat, orang musyrikin, munafikin, dan orang-orang yang mengkhianati Alloh tetap diberi nikmat atau dunia.

Kita tidak perlu kagum pada dunia, kalau kita terlalu kagum pada dunia, nanti dampaknya akan membuat diri menghamba pada dunia.

Kenapa mesti silau dengan dunia sampai membuat kita ingkar kepada Alloh? Padahal dunia ini milik Alloh dan dunia ini hanya disiapkan sementara saja bagi manusia, dunia ini hanya tempat untuk mengumpulkan bekal sebelum pulang ke alam akhirat.

Apakah yang kita terima selama ini sudah setimpal dengan rasa syukur dan penghambaan kita pada Alloh? Padahal begitu banyak nikmat Alloh yang diberikan Alloh.

Kalau kita kalkulasikan dalam bentuk materi, sudah dipastikan kita tidak akan mampu membayarnya. Jangan terlalu berfokus pada apa yang tidak kita miliki tapi fokus pada apa yang Alloh sudah titipkan kepada kita.

Oleh karena itu, orang yang yakin ke Alloh tidak bisa kagum kepada pangkat, jabatan, dan kedudukan. Kalau pun kita diberikan pangkat dan jabatan tetap menjadi orang yang baik.

Kalau berbuat baik ke orang biasa saja, tidak usah karena jabatannya kita berbuat baik, berbuat baik karena mengharapkan sesuatu.

Hidup kita harus bersemangat dan antusias dengan apa-apa yang bermanfaat bagi kita, baik urusan dunia maupun urusan akhirat, tidak perlu tergiur dan merasa silau kepada dunia.

Semoga kita senantiasa dalam kebaikan dan berdoa agar Alloh memberikan petunjuk kepada jalan yang lurus bukan jalan yang sesat. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Dunia Ini Tidak Ada Harganya, Kenapa Kita Ingkar Pada Alloh? Read More »

Berwakaf Terasa Berat? Begini Tips Mengatasinya

WAKAFDT.OR.ID — Salah satu program yang ditawarkan Daarut Tauhiid yaitu program wakaf yang dinaungi dibawah lembaga Wakaf DT. Berwakaf adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, karena berwakaf akan mendapatkan pahala yang terus mengalir.

Artinya: “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan (dosa-dosa). (QS. Hud: 114).

ketika ingin berwakaf, berupayalah agar wakaf tersebut merupakan wakaf yang terbaik, agar diberikan balasan terbaik juga dari Allah Ta’ala. Semakin kita berusaha menyempurnakan amal, baik itu sedekah atau lainnya maka Allah akan melimpahkan lebih dari apa yang kita perjuangkan.

Berwakaf menunjukan seseorang memiliki jiwa sosial yang tinggi dan rasa taqwa yang begitu kuat pada Allah.

Pada dasarnya manusia tidak pernah lepas dari apa yang disebut sosial. Karena memang manusia itu merupakan makhluk sosial.

Yakni makhluk yang memerlukan orang lain, dalam konteks ini wakaf sebagai instrumen untuk membangun keadilan dan kesetaraan ekonomi dalam kehidpan bermasyarakat.

Namun sekarang masih banyak orang-orang yang belum memiliki empati atau tidak peka terhadap permasalahan sosial sekarang ini. Akibatnya tatanan sosial menjadi tidak seimbang.

Hal inilah yang menyebabkan terjadinya banyak kekacauan seperti pencurian, perampokan, pembunuhan, jual beli manusia, dan lain sebagainya.

Kenapa sebagian besar orang terasa berat dalam berwakaf, karena masih belum memahami dan menyakini secara penuh mengenai manfaat wakaf pasca kehidupan dunia.

Oleh karenanya, perlu tahapan bagi seseorang untuk terbiasa mengeluarkan infak atau wakaf. Setidaknya ada beberapa hal yang mesti dipahami, di antaranya ialah:

Pertama, menyakini bahwa adanya kehidupan setelah kehidupan di dunia dan apa yang kita memiliki di dunia bukanlah miliki kita, melainkan hanya titipan dari Allah Ta’ala.

Kedua, sebagai manusia akan menghadapi kehidupan akhirat, kita membutuhkan investasi amal sebagai syarat masuk ke dalam surga. Wakaf merupakan amalan yang besar timbangan pahalanya karena terus mengalir.

Ketiga, mulailah mengeluarkan harta dengan nominal skala kecil terlebih dahulu. Secara konsisten dan kontiyu dari hari ke hari. Sampai dibawah alam sadar kita menjadi habbit yang tidak terpisahkan. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Berwakaf Terasa Berat? Begini Tips Mengatasinya Read More »

Lunturnya Tradisi Membaca Dari Umat Islam

WAKAFDT.OR.IDTanpa disadari ada tradisi yang hilang dari umat Islam, yaitu tradisi membaca untuk memperkaya pengetahuan.

Membaca merupakan salah satu jalan untuk memberantas kebodohan agar menjadi berpengetahuan. Hal tersebut dipertegas dengan turunnya ayat Al-Qur’an:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,” (QS. Al Alaq: 1)

Meskipun pada hari ini teknologi semakin maju dan canggih, namun tidak menjamin kualitas manusia memiliki ilmu yang tinggi dan mendalam.

Padahal dalam Islam orang-orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah Ta’ala. Karena ilmu adalah sesuatu hal yang mahal untuk diperoleh, baik mahal secara waktu maupun mahal secara biaya.

Apa yang kita lihat dari peradaban Islam pada masa lalu merupakan wujud dari kayanya pengetahuan dengan lahirnya ilmuwan-ilmuwan yang cerdas dan pembangunan beberapa perpustakaan Islam.

Bahkan saat itu, Islam menyebar sampai ke Eropa, Rusia, Afrika hingga Asia, dan dikenal tak hanya ilmu agama saja, akan tapi juga ilmu lain seperti kedokteran, astronomi, dan lain sebagainya.

Di zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, para shahabat bukan saja hanya mendengarkan wahyu atau pelajaran-pelajaran hidup yang disampaikan Nabi.

Bagi para sahabat yang tidak ikut dalam majelis Rasulullah, maka akan membaca wahyu yang ditulis dari sahabat yang lain, selain juga bertanya dan mendengar secara langsung dari sahabat yang ikut dalam majelis.

Di situ kandungan wahyu dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam secara efektif dikaji.

Inilah tonggak awal tradisi intelektual dan gambaran terbaik sebuah lembaga belajar mengajar dalam Islam.

Ribuan hadits berhasil dipelajari dan dicatat oleh mereka yang belajar kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Maka jangan heran, bila sepeninggal Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, lahirlah para tokoh-tokoh besar yang hafal ribuan hadits seperti Abu Hurairah, Abu Dzar Al-Ghifari, Salman Al-Farisi, ‘Abdullah ibn Umar, ‘Abdullah ibn Mas’ud dan lainnya ridwanullah ta’ala anhum ajmain.

Satu fakta yang tidak bisa terbantahkan bahwa anak-anak Indonesia hanya ada 1 dari 10 anak yang memiliki minat baca, dan 9 dari 10 anak Indonesia lebih menyukai untuk menonton televisi.

Ada perasaan miris, kecewa, dan sedih, terlebih lagi masyarakat Indonesia mayoritas menganut agama Islam. Di mana seharusnya umat Islam memiliki semangat membaca yang tinggi.

Hal ini tentu menjadi tugas kita semua, karena boleh jadi kita juga termasuk orang yang malas untuk membaca.

Bagaimana mungkin anak-anak akan suka membaca jika orangtuanya dan lingkungan sekitarnya tidak suka membaca juga.

Islam bisa tersebar luas salah satunya adalah melalui ilmu pengetahuan yang disusun oleh para pendahulu kita yang memiliki semangat belajar dan membaca tinggi. (Wahid/Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Lunturnya Tradisi Membaca Dari Umat Islam Read More »

Aa Gym: Begini Cara Menyikapi Masa Pensiun

WAKAFDT.OR.IDSiklus kehidupan manusia itu ada masa menjadi bayi, masa anak-anak, dewasa, lalu berumah tangga, kemudian dikarunia anak, dan kita akan menghadapi babak atau masa pensiun. Seperti itulah siklus kehidupan ini.

Masa pensiun adalah masa yang indah dan berkah jika kita mampu memaknainya sebagai momentum untuk mengevaluasi diri dengan baik.

Inilah waktunya bagi kita untuk memperbaiki yang salah dan melengkapi yang kurang dari episode kehidupan kita.

Sehingga bisa mencapai akhir kehidupan kita dengan sukses. Tahukah kita seperti apa kesuksesan itu? Hidup yang sukses yaitu mati dengan husnul khotimah, akhir hayat yang baik.

Kalau kita salah menyikapi masa pensiun, maka akan membuat diri semakin tegang, akan didramatisasi pikiran, memikirkan sesuatu hal yang tidak perlu, dan membayangkan sesuatu yang membuat diri semakin sengsara.

Masa pensiun akan menjadi berkah atau musibah itu tergantung oleh sikap kita. Kalau kita menganggap bahwa masa pensiun adalah sebuah perjalanan episode kehidupan.

Layaknya dari TK ke SD, SMP ke SMA, dan seterusnya maka kita akan menyadari bahwa itu hanyalah tentang sebuah perpindahan masa belaka.

Kita harus belajar siap untuk menerima kenyataan yang tidak cocok dengan keinginan kita, karena mustahil semua keinginan kita akan terpenuhi.

Mungkin tidak semua orang siap untuk pensiun, tapi itulah kenyataan hidup yang harus diterima, karena tidak ada perusahaan yang menerima orang-orang yang secara umur sudah mesti pensiun karena tidak produktif lagi bekerja.

Kalau kita bisa memberikan pandangan positif terhadap pensiun, maka kita akan bersyukur karena kita akan mempunyai waktu jauh lebih luang untuk memperbanyak waktu dalam beribadah,.

Karena mungkin selama ini kita banyak melakukan hal-hal yang tidak perlu, banyak melakukan yang tidak ada manfaatnya karena terikat situasi.

Masa pensiun adalah masa merdeka untuk berbuat sebanyak mungkin, maka lakukan yang terbaik dan maksimal waktu yang ada.

Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa menyikapi setiap episode kehidupan ini, karena kehidupan ini pada dasarnya adalah berpindah dari satu episode ke episode berikutnya, hingga saatnya nanti meninggal. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Begini Cara Menyikapi Masa Pensiun Read More »

Begini Cara Fatimah Az Zahra Mendidik Anak-Anaknya

WAKAFDT.OR.IDSalah satu sosok yang perlu diteladani oleh kaum wanita yaitu dari sosok Fatimah Az-Zahra (Putri Nabi SAW) mengenai menjadi seorang ibu yang baik. Fatimah Az-Zahra dikenal sebagai seorang ibu yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang.

Dalam sebuah riwayat disampaikan bahwa Fatimah adalah seorang yang haniyah, yaitu perempuan yang sangat mengasihi, menyayangi dengan lembut terhadap suami dan anak-anaknya.

Putri Rasullulah yang sekaligus menjadi istri dari Ali bin Thalib kerap menyampaikan wasiat kepada suaminya agar senantiasa lembut dan baik terhadap anak-anaknya.

Caranya dengan bermain bersama anak-anak, membaca kisah-kisah dan syair-syair untuk putra-putrinya, dan mengadakan perlombaan dan mengajari cara penilaian yang terbaik.

Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh Hasan dan Husein untuk berlomba menulis. Siapa yang tulisannya bagus maka dialah yang akan menjadi pemenangnya.

Kemudian Hasan dan Husein menulis, seusai menulis, mereka kemudian menyerahkan tulisannya untuk dinilai oleh sang kakek.

Namun, Rasulullah tidak memberikan penilaian, tetapi mereka berdua dikirim ke ibunda mereka untuk memberikan penilaian, karena Fatimah tidak ingin mengecewakan anaknya.

Akhirnya, terpikirlah suatu ide dari Fathimah, beliau berkata, “Wahai putra-putra sayang, ibu akan melepaskan butiran-butiran kalung ibu, barang siapa yang mampu mengumpulkan butiran-butiran tersebut maka tulisan dia yang paling bagus.”

Akhirnya, Hasan dan Husein kedua mengumpulkan butiran kalung dengan jumlah yang sama, dan keduanya pun menjadi pemenang.

Hal tersebut dilakukan oleh Fatimah sebagai bentuk kasih sayangnya terhadap kedua putranya. Pelajaran yang bisa diambil dari sikap Fatimah Az-Zahra di antaranya ialah:

Pertama, yang diberikan Fatimah kepada anak-anaknya, adalah cinta dan kasih sayang.

Hati ibu yang penuh kasih dan sayang, dan dengan asuhan yang hangat, serta cinta sang Ayah terhadap putra-putranya dengan tulus.

Kedua, Fatimah sebagai seorang ibu senantiasa menumbuhkan kepribadian agar anak menjadi manusia yang berkualitas.

Sebagai seorang pendidik, Fatimah menumbuhkan pada anak-anaknya sikap percaya diri dan bercita-cita tinggi.

Ketiga, Fatimah selalu menumbuhkan iman dan takwa pada anak-anaknya. Setiap anak harus ditanamkan pendidikan agama islam sejak usia dini, sampai akhir hayatnya.

Keempat, mengajarkan pentingnya mematuhi aturan dan memperhatikan hak-hak orang lain.

Salah satu yang harus diperhatikan oleh para orangtua adalah mengawasi anak-anaknya agar tidak melampaui batas terhadap orang lain, menghormati hak orang lain, dan tidak mengurangi hak orang lain.

Kelima, Fatimah senantiasa mengajarkan kepada anak-anaknya berolahraga dan bermain.

Karena olahraga dan bermain memiliki banyak manfaat bagi anak-anak, yaitu kesehatan, meningkatkan kecerdasan, lebih sportif, dan melatih jiwa sosialnya.

Itulah beberapa contoh sikap Fatimah sebagai sosok seorang ibu yang baik. Semoga para ibu di manapun ia berada, bisa mendidik anak-anaknya dengan cara yang penuh kasih sayang. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Begini Cara Fatimah Az Zahra Mendidik Anak-Anaknya Read More »

Aa Gym: jangan sombong

Aa Gym: Kita Harus Berlatih untuk Mengendalikan Diri

WAKAFDT.OR.ID — Sabar itu adalah menahan diri atau mengendalikan diri, sehingga pikiran, ucapan, sikap, dan hati sesuai dengan yang disukai Alloh Ta’ala. Jadi sabar itu bukan diam, bukan juga pasrah atau tidak berbuat apa-apa.

Orang yang banyak masalah karena kurangnya rasa sabar dalam dirinya. Misalkan kurang sabar jaga pandangan ujungnya berzina, kurang sabar menahan keinginan ujungnya korupsi, dan kurangnya rasa sabar dalam menghadapi segala sesuatu pasti bermasalah.

Sabar itu ada tiga tempatnya:

Pertama adalah sabar dalam ketaatan kepada Alloh. Orang yang beribadah butuh rasa sabar dalam proses menjalaninya, misalkan seperti sholat, puasa, dan ibadah-ibadah lainnya.

Sama halnya ketika kita datang ke majelis pengajian, butuh kesabaran untuk sampai ke tempat pengajian. Firman Alloh Ta’ala dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 153:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Alloh) dengan sabar dan salat. Sungguh, Alloh beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Kedua, sabar dalam menahan maksiat. Misalkan menahan amarah, menjaga pandangan dan syahwat.

Harus bersabar dengan hal-hal yang dilarang oleh Alloh, jangan mengerjakan sesuatu yang sudah ada batasannya, sehingga membuat kita bermaksiat dan berdosa.

Ketiga, sabar ketika dalam menghadapi musibah. Sebagaimana Firman Alloh Ta’ala dalam Al-Qur’an ayat 155 sampai 156 yang artinya:

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar” (155), (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” sesungguhnya kami milik Alloh dan kepada-Nyalah kami kembali (156). (QS. Al-Baqarah: 155-156).

Kita juga harus meyakini bahwa setiap musibah menimpa kita pasti dengan izin Alloh, sebagaimana firman Alloh Ta’ala dalam surat At-Tagabun ayat 11:

 “Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Alloh; dan barangsiapa beriman kepada Alloh, niscaya Alloh akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Tagabun: 11)

Menjadi orang yang selalu sabar memang tidak mudah, namun memang sudah seharusnya kita senantiasa membiasakan diri dan melatih agar menjadi orang yang bisa bersabar. Wallohu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Kita Harus Berlatih untuk Mengendalikan Diri Read More »

Aa Gym: Tidak Semua Perbuatan Baik Membuat Hati Tenang

WAKAFDT.OR.IDApakah setiap perbuatan baik itu akan membahagiakan kita? Belum tentu. Sangat tergantung dengan niatnya. Kalau ikhlas maka akan bahagia, kalau kurang ikhlas maka kurang bahagia, dan kalau tidak ikhlas maka tidak bahagia.

Kalau sudah tidak bahagia makanya hatinya tidak akan tenang. Berbuat baik itu bagian dari akhlak yang mulia. Kalau orang yang memiliki akhlak baik maka hatinya pasti tenang dan tentram.

Kalau ada yang merasa sudah melakukan perbuatan baik tapi hatinya tidak tenang dan mudah merasa kecewa maka perlu dicek kembali bagaimana niat dan isi hatinya.

Misalkan suatu saat ibu memasak buat suami, sudah dipersiapkan dengan sebaik mungkin dengan masakan yang enak. Tapi seorang suami malah sudah makan diluar rumah.

Bagaimana perasaan seorang istri? Pasti kecewa. Kenapa istri merasa kecewa? Karena istri melakukannya untuk suami bukan karena Alloh Ta’ala.

Kita harus meriyadhoh dalam melurukan niat, agar niat kita tidak melebar kemana-mana, tetap konsisten dan istiqomah hanya untuk Alloh semata.

Jangan pernah mengharap-harap apapun dari makhluk, kalau mengharap pada makhluk pasti akan kecewa pada waktunya.

Kalau kita tidak meriyadhoh niat kita dengan menghindari dan melatihnya secara serius maka habislah semua amalan kita dan tidak akan menjadi pahala.

Jadi bagaimana caranya untuk menghindari hal tersebut? Maka kuncinya adalah ikhlas. Hanya orang ikhlas yang tidak bisa ditipu oleh syaitan.

Salah satu cara ikhlas ialah jangan ingin dipuji dan jangan takut dicaci. Kalau dipuji kita semangat dan tidak dipuji kita tidak semangat, maka pasti amal tersebut bukan karena Alloh Ta’ala.

Pada dasarnya setiap pujian itu tidak akan mengubah apapun, begitu juga kalau dicaci tidak akan mengubah apapun, yang jelek tetap jelek dan yang keren tetap keren.

Pada intinya tetap kembalikan hati kepada Alloh, karena Alloh yang maha melihat dan mengetahui isi hati kita. Kepada siapa hati kita terpaut? Kepada Alloh atau bukan?

Kalau bukan kepada Alloh maka pasti hati kita juga tidak akan tenang selama-lamanya, pasti akan gelisah terus-menerus. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Tidak Semua Perbuatan Baik Membuat Hati Tenang Read More »