Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Jelang Ramadhan, DT Peduli Salurkan Wakaf Mushaf Al Quran ke Boyolali

WAKAFDT.OR.ID | BOYOLALI Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Ramadhan, Daarut Tauhiid (DT) Peduli Jawa Tengah menyalurkan bantuan mushaf al-Qur’an kepada para santri di wilayah pelosok pada Rabu sampai Kamis (11–12/2). Penyaluran dilakukan di Tulung, Magelang, serta Desa Bengle dan Sambiroto, Kecamatan Wonosamudro, Boyolali.

Ketiga wilayah tersebut masih memiliki keterbatasan sarana belajar keagamaan. Ketersediaan mushaf yang minim serta jumlah pengajar yang terbatas membuat santri harus berbagi mushaf al-Qur’an dan belajar secara bergantian. Menjelang Ramadhan, kebutuhan mushaf menjadi semakin penting karena meningkatnya aktivitas mengaji, tadarus, dan hafalan.

Bantuan disalurkan oleh DT Peduli Jawa Tengah kepada Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Sayyidul Quro, TPQ Darul Ulum, dan TPQ At-Taqwa. Penyaluran mushaf disambut hangat oleh para santri dan pengajar karena membantu mereka belajar dengan lebih nyaman dan fokus.

Ustaz Ghifari dari TPQ Sayyidul Quro menyampaikan kesannya, “Alhamdulillah, sekarang anak-anak bisa memegang mushaf masing-masing. Belajar jadi lebih fokus. Semoga menjadi amal jariyah bagi para donatur,” ucapnya. 

Ustaz Aprilianto dari TPQ Darul Ulum juga mengutarakan pendapatnya. “Mushaf baru ini membuat anak-anak semakin semangat mengaji. Mereka merasa diperhatikan dan lebih termotivasi,” katanya. 

Sementara itu, Kepala TPQ At-Taqwa, Ali Mahfud, juga menyampaikan pendapatnya. “Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. In sya Allah mushaf ini akan dipakai setiap hari oleh santri kami,” tuturnya. 

Melalui program ini, DT Peduli Jawa Tengah berharap para santri di pelosok desa dapat menyambut Ramadan dengan fasilitas belajar yang lebih layak, sehingga semangat membaca dan mencintai al-Qur’an semakin tumbuh. (FR)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Jelang Ramadhan, DT Peduli Salurkan Wakaf Mushaf Al Quran ke Boyolali Read More »

Aa Gym: Al-Quran Adalah Jalan Kehidupan Maka Pahami Artinya

WAKAFDT.OR.IDSalah satu kunci istiqomah adalah terus belajar mencari ilmu, dan salah satu sumber ilmu adalah Al-Qur’an.

Oleh karenanya kita harus berupaya meluangkan waktu membaca Al-Quran dan memahami artinya. Sambil juga kita mempelajari bahasa arab agar kita memahami setiap bacaan Al-Quran.

Al-Quran merupakan sumber utama dalam belajar yang diturunkan oleh Alloh melalui malaikat Jibril kepada Rosullulah Shallallahu ‘alaihi wassalam, selain mendapat pahala dari membaca Al-Qura, kita juga akan mendapatkan hidayah dan petunjuk karena memahami isi Al-Quran.

Mendengarkan lantunan bacaan Al Quran merupakan amal sholeh dan akan diberikan hidayah juga taufik, sebagaimana yang pernah dialami sahabat Nabi Umar bin Khattab. Alloh Ta’ala berfirman yang berbunyi: 

“Sungguh, Alquran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar.” (QS. Al Isra: 9).

Dengan Al Quran, kita bisa mengerti dan memahami hakekat kebatilan serta kejahatan. Pemahaman itu mengantar kepada kita untuk mau dan mampu membersihkan jalan yang akan kita lalui agar terhindar dari kejahatan dan kebatilan tadi.

Dengan demikian, Al Quran menjadi pengontrol pribadi agar selalu mawas diri ketika menjalani kehidupan ini.

Maka penting dalam hidup kita, sehari-harinya selalu diisi bersama Al Quran. Supaya kita istiqomah bersama Al Quran maka berkumpullah dengan orang-orang baik, orang yang punya kesukaan juga dalam membaca Al Quran.

Ibarat bergaul dengan penjual minyak wangi, maka kita juga akan kebagian wanginya, begitu juga kalau bergaul dengan tukang penempa besi maka kita akan mendapatkan percikan apinya.

Maka marilah kita menjadi orang yang senantiasa haus akan ilmu, terutama ilmu Al Quran yang isinya sangat luas dan penuh dengan petunjuk kehidupan. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Al-Quran Adalah Jalan Kehidupan Maka Pahami Artinya Read More »

Marak Pinjol, Hati-Hati Terjerat!

WAKAFDT.OR.IDSaat ini sedang marak pinjaman online (pinjol) yang dilakukan oleh banyak orang, bahkan ada yang lalai atau terlena hingga tidak mampu membayar tagihannya.

Ada banyak juga di kalangan masyarakat yang belum memahami hukum pinjaman online menurut Islam. Lantas bagaimana hukum pinjol dalam Islam?

Merujuk pada putusan dalam Ijtima Ulama Tahun 2021, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan bahwa hukum pinjaman online adalah haram.

Hal ini diputuskan karena menurut para ulama, dalam aktivitas pinjaman online ada unsur riba.

Selain itu, seperti diketahui bahwa rata-rata dari pihak pinjol menagih dengan cara memberi ancaman, sekaligus membuka dan menyebarkan rahasia/aib orang yang berutang kepada orang-orang terdekatnya.

Oleh karena itu pinjol lebih banyak mudharatnya dibandingkan kebaikannya, maka diputuskanlah bahwa pinjol haram.

Hukum ini tidak hanya berlaku pada pinjol saja, tetapi juga berlaku pada seluruh layanan pinjaman baik itu offline maupun online.

MUI menegaskan bahwa apabila layanan pinjaman mengandung riba, maka hukumnya adalah haram, meskipun dilakukan atas dasar kerelaan.

Karena pada dasarnya, aktivitas pinjam-meminjam atau utang-piutang merupakan bentuk akad tabarru’, yakni bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan hanya untuk tujuan komersial atau sumbangan.

Seluruh aktivitas layanan pinjaman baik offline maupun online hukumnya halal, dengan syarat tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Namun, jika dalam praktiknya penagihan piutang dilakukan dengan melayangkan ancaman fisik atau membuka aib orang yang tidak mampu membayar utang, maka hukumnya adalah haram.

Sementara bagi pihak yang meminjam, apabila ia sengaja menunda membayar utangnya padahal ia mampu, maka hukumnya juga haram.

Ada unsur riba dalam proses pinjol. Riba sendiri adalah istilah yang berasal dari Bahasa Arab yang berarti kelebihan atau tambahan, namun dalam konteks syariat Islam, riba artinya mengerucut pada kelebihan dari pokok utang.

Kelebihan dari pokok utang itu lah yang membedakan riba dengan transaksi jual beli yang dikenal dengan ribhun atau laba, di mana kelebihan uang berasal dari selisih dalam jual beli.

Sederhananya, riba adalah tambahan yang disyaratkan dan diterima pemberi pinjaman sebagai imbalan dari peminjam utang.

Islam sendiri sudah dengan tegas melarang umatnya melakukan transaksi jual-beli dan utang piutang yang di dalamnya terdapat riba. Larangan ini juga tertulis dalam ayat Al-Qur’an maupun hadits.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Marak Pinjol, Hati-Hati Terjerat! Read More »

Tentukan Awal Ramadan 1447 H, BMKG Siapkan Tim Pemantau Hilal di 37 Titik

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan kesiapan mereka dalam mengawal penentuan awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Melalui kanal informasi resminya, tim ahli BMKG dijadwalkan akan melakukan observasi di puluhan lokasi strategis di seluruh Indonesia.

Jadwal dan Lokasi Pengamatan

Titik Pantau: BMKG telah menyiagakan tim khusus yang tersebar di 37 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.

Waktu Pelaksanaan: Proses rukyatul hilal (pengamatan secara langsung) akan berlangsung selama dua hari, yakni pada 17 dan 18 Februari 2026.

Metode: Selain melakukan pengamatan lapangan, BMKG juga menggunakan data perhitungan astronomi (hisab) sebagai panduan utama.

Analisis Hisab dan Kriteria MABIMS

Berdasarkan data perhitungan tim falak, terdapat perbedaan signifikan posisi hilal pada dua hari pengamatan tersebut:

  • 17 Februari 2026: Posisi hilal diprediksi masih berada di bawah ufuk (minus), sehingga kecil kemungkinan untuk terlihat.
  • 18 Februari 2026: Hilal diproyeksikan mulai memenuhi standar visibilitas MABIMS (ketinggian minimal 3° dan elongasi 6,4°). Pada tanggal ini, tinggi hilal diperkirakan mencapai rentang 7,62° hingga 10,03°.

Meskipun data teknis telah tersedia, penetapan resmi awal puasa tetap menjadi wewenang pemerintah melalui Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama. Sidang ini rencananya dilaksanakan pada Selasa sore di Kantor Kemenag, Jakarta.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang ini akan menjadi wadah musyawarah yang dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, duta besar negara sahabat, MUI, pakar falak, hingga perwakilan DPR dan Mahkamah Agung.

Ada hal menarik pada pelaksanaan rukyatul hilal tahun ini. Direktur Urusan Agama Islam Kemenag, Arsad Hidayat, mengungkapkan adanya rencana penggunaan Masjid IKN yang baru saja diresmikan sebagai salah satu lokasi observasi resmi. Hal ini diharapkan dapat memberikan sudut pandang pemantauan yang optimal.

Bagi masyarakat yang ingin ikut menyaksikan proses ini, BMKG menyediakan layanan live streaming yang dapat diakses melalui laman resmi pemantauan hilal mereka. BMKG juga mengimbau umat Islam untuk mempersiapkan diri menyambut bulan penuh keberkahan ini dengan hati yang bersih. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Tentukan Awal Ramadan 1447 H, BMKG Siapkan Tim Pemantau Hilal di 37 Titik Read More »

Menuju Tuntas! Pembangunan Gedung SSG Daarut Tauhiid Capai 97,09 Persen

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pembangunan Gedung Santri Siap Guna (SSG) Daarut Tauhiid kini memasuki babak akhir. Berdasarkan laporan progres pekanan M37, pembangunan fisik gedung tersebut telah mencapai angka kumulatif sebesar 97,09%.

Dengan capaian progres pekanan sebesar 0,89%, proyek ini menunjukkan tren positif menuju penyelesaian total dalam waktu dekat.

Saat ini, sisa bobot pekerjaan hanya menyisakan sebagian kecil perapihan kawasan sebesar 0,36%. Sementara itu, bobot pekerjaan terbesar yang masih tersisa berada pada tahap pekerjaan persiapan dengan nilai 2,56%.

Update Pekerjaan: Area Eksterior dan Infrastruktur Digital Rampung

Sejumlah item pekerjaan krusial telah dinyatakan selesai 100%, yang memberikan perubahan signifikan pada estetika dan fungsi kawasan gedung. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Area Carport & Akses: Pemasangan paving block di area carport dan pemasangan kanstin telah rampung sepenuhnya.
  • Sistem Drainase: Pekerjaan pemasangan grill saluran air telah selesai untuk memastikan sistem pembuangan air yang optimal.
  • Penghijauan: Kawasan kini tampak lebih asri dengan selesainya penanaman rumput serta berbagai vegetasi di sekitar gedung.
  • Konektivitas: Instalasi jaringan internet telah selesai dipasang, mendukung kebutuhan digital di dalam gedung.

Tahap Finishing dan Penggunaan Gedung

Saat ini, tim di lapangan tengah fokus menyelesaikan beberapa detail akhir atau finishing. Pekerjaan yang sedang berjalan meliputi pemasangan perangkat CCTV untuk keamanan, penyelesaian pintu lipat, hingga perapihan plafon di area pintu lipat tersebut. Selain itu, perapihan minor pada bangunan juga terus dilakukan untuk memastikan kualitas terbaik saat serah terima nanti.

Meski masih dalam tahap penyempurnaan akhir, gedung SSG ini sudah mulai menebar manfaat. Saat ini, sebagian ruangan di dalam gedung telah mulai digunakan oleh tim SSG sebagai area perkantoran. Hal ini menandakan bahwa aset wakaf tersebut telah berfungsi secara produktif bagi organisasi dan aktivitas santri.

“Hampir menyentuh garis finis, setiap detail perapihan kini menjadi fokus utama agar gedung ini dapat digunakan secara maksimal untuk mencetak santri-santri yang siap guna bagi umat.” Ungkap Ghufron, pengawas pembangunan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menuju Tuntas! Pembangunan Gedung SSG Daarut Tauhiid Capai 97,09 Persen Read More »

Alhamdulillah, Pembangunan Ruang Kelas PDF Daarut Tauhiid Tuntas 100%

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Senyum bahagia terpancar dari wajah para santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Daarut Tauhiid. Pasalnya, pembangunan tahap 1 Ruang Kelas Belajar (RKB) yang mereka nantikan kini telah rampung 100%. Kabar ini menjadi angin segar bagi proses belajar mengajar di lingkungan pesantren.

Selama ini, karena keterbatasan sarana, para santri PDF DT harus menjalani aktivitas belajar dengan penuh kesederhanaan. Masjid, selasar masjid, hingga asrama menjadi saksi bisu perjuangan mereka dalam menuntut ilmu agama. Kini, dengan selesainya RKB tersebut, para santri akan memiliki fasilitas yang lebih representatif dan kondusif.

Berdiri Megah di Kawasan Eco Pesantren DT 2

Fasilitas RKB baru ini berlokasi di kawasan strategis Eco Pesantren DT 2, tepatnya di Jl. Tugu, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Kawasan ini dikenal dengan suasananya yang asri dan sejuk, sangat mendukung fokus para penghafal Al-Qur’an dan pencari ilmu.

Di kawasan yang sama, berdiri pula Masjid Biru (Blue Mosque) Daarut Tauhiid yang ikonik. Masjid ini tidak hanya menjadi jantung kegiatan ibadah bagi para santri, tetapi juga menjadi pusat dakwah bagi warga sekitar hingga jamaah dari luar kota.

Wujud Nyata Kebermanfaatan Aset Wakaf

Rampungnya pembangunan RKB ini merupakan bukti nyata dari pengelolaan aset wakaf yang produktif dan amanah di Daarut Tauhiid. Melalui dukungan para muwakif (pewakaf), aset ini bertransformasi menjadi sarana pendidikan yang mencetak generasi unggul.

“Kehadiran RKB ini adalah bentuk nyata bahwa wakaf memberikan manfaat yang luas dan abadi. Bukan hanya untuk tempat tinggal dan belajar santri, tapi juga menjadi pusat kebermanfaatan bagi masyarakat umum melalui kegiatan dakwah yang terintegrasi di kawasan ini,” tulis perwakilan manajemen Wakaf DT.

Fasilitas untuk Masa Depan Umat

Dengan selesainya tahap 1 ini, diharapkan semangat belajar para santri semakin meningkat. Penggunaan ruang kelas yang layak akan membantu standarisasi kualitas pendidikan di PDF DT, sehingga melahirkan lulusan yang alim (berilmu) sekaligus berakhlakul karimah.

Pihak Daarut Tauhiid juga menyampaikan apresiasi terdalam kepada seluruh donatur dan jamaah yang telah menitipkan wakafnya, sehingga pembangunan ini dapat terlaksana tepat waktu dan sesuai harapan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Alhamdulillah, Pembangunan Ruang Kelas PDF Daarut Tauhiid Tuntas 100% Read More »

Satu Wakaf, Lima Kebaikan: Wakaf DT Luncurkan Program Strategis “Masjid 5 in 1”

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) kembali menghadirkan inovasi dalam pengelolaan dana umat melalui program unggulan Wakaf Masjid 5 in 1.

Program ini menawarkan konsep efisiensi amal jariyah, di mana satu kali penyaluran wakaf akan dialokasikan langsung untuk pembangunan lima masjid sekaligus di berbagai penjuru Indonesia.

Program ini difokuskan pada pembangunan Masjid Rahmatan Lil’alamin, yang dirancang bukan sekadar sebagai tempat salat, melainkan juga sebagai pusat peradaban, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di daerah masing-masing.

Menjangkau Pelosok Negeri: Lima Titik Pembangunan

Dana yang terhimpun melalui program 5 in 1 ini akan didistribusikan secara proporsional untuk mempercepat proses pembangunan Masjid Rahmatan Lil’alamin di lima lokasi strategis:

  • Batam: Menjadi mercusuar dakwah di wilayah kepulauan dan perbatasan.
  • Kuningan: Pusat pembinaan umat di wilayah Jawa Barat, khususnua wilayah 3 Cirebon.
  • Lubuklinggau: Menguatkan simpul dakwah di Sumatra Selatan.
  • Jambi: Sarana ibadah dan sosial bagi masyarakat lokal.
  • Bandung Barat: Pengembangan kawasan pendidikan dan religi yang terintegrasi.

Konsep “Smart Jariyah” untuk Umat

Pihak Wakaf Daarut Tauhiid menjelaskan bahwa program ini lahir untuk memberikan kemudahan bagi para muwakif (pewakaf) yang ingin memiliki dampak luas namun dengan proses yang praktis.

“Melalui konsep 5 in 1, kita sedang melakukan ‘multi-tasking’ untuk tabungan akhirat. Satu niat, satu transaksi, namun manfaatnya menyebar di lima koordinat bumi yang berbeda. Ini adalah upaya kami memastikan dakwah Rahmatan Lil’alamin hadir secara merata,” ungkap pihak manajemen Wakaf DT.

Mengapa Harus Wakaf Masjid 5 in 1?

Selain aspek efisiensi, program ini memiliki beberapa keunggulan bagi para donatur:

  • Pahala yang Berlipat: Karena dana membantu lima rumah Allah sekaligus, potensi aliran pahala jariyah datang dari setiap sujud jamaah di lima kota tersebut.
  • Pemerataan Dakwah: Membantu daerah-daerah yang sangat membutuhkan sarana ibadah representatif.
  • Transparansi & Profesionalitas: Dikelola oleh Wakaf DT yang memiliki rekam jejak panjang dalam pembangunan aset umat yang produktif.

Pihak Wakaf DT mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam sejarah pembangunan ini. Setiap rupiah yang diwakafkan menjadi batu bata abadi yang membangun peradaban umat dari Batam hingga Lubuklinggau. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Satu Wakaf, Lima Kebaikan: Wakaf DT Luncurkan Program Strategis “Masjid 5 in 1” Read More »

Sambut Ramadan 2026, Wakaf DT Luncurkan W-RUN: Misi Kemanusiaan untuk Sumatra hingga Palestina

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, lembaga Wakaf Daarut Tauhiid (DT) resmi meluncurkan program unggulan bertajuk Wakaf Ramadhan Untuk Negeri (W-RUN).

Mengusung tagline “Lipat Gandakan Manfaat Jariyah Hingga Akhirat”, program ini hadir sebagai jembatan bagi masyarakat yang ingin memaksimalkan ibadah melalui wakaf yang berdampak luas.

Tahun ini, W-RUN memfokuskan sebagian besar energinya untuk membantu pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra serta aksi kemanusiaan global.

Membangun Kembali Spirit Spiritual di Wilayah Bencana

Data dari Kementerian Agama menyebutkan sebanyak 1.137 masjid mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Menanggapi hal tersebut, Wakaf DT menghadirkan dua pilar utama dalam W-RUN:

Wakaf Bangun Kembali Masjid: Program ini tidak hanya sekadar renovasi fisik, tetapi mencakup pembersihan area hingga pembangunan kembali masjid yang roboh. Tujuannya jelas: mengembalikan pusat peradaban dan ibadah bagi penyintas bencana.

Wakaf Mushaf Al-Qur’an: Dikhususkan bagi masyarakat di titik banjir Sumatra. Wakaf ini diharapkan menjadi penguat spiritual bagi para pengungsi untuk bangkit dari masa sulit. “Lewat wakaf ini, kebaikan kita tak berhenti di satu waktu, tapi terus mengalir menguatkan mereka,” tulis pernyataan resmi Wakaf DT.

Wakaf BISA (Bersama Untuk Sesama): Menghapus Sekat, Memperluas Akses Jariyah

Salah satu terobosan dalam W-RUN 2026 adalah program Wakaf BISA (Bersama untuk Sesama). Program ini dirancang untuk meruntuhkan stigma bahwa wakaf harus berupa tanah ribuan meter atau nominal yang fantastis.

Melalui Wakaf BISA, masyarakat dapat berkontribusi mulai dari nominal kecil untuk berbagai sektor, antara lain:

  • Bantuan Wilayah Bencana di dalam negeri.
  • Solidaritas Palestina sebagai wujud kepedulian internasional.
  • Wakaf Produktif untuk pemberdayaan ekonomi umat jangka panjang.

“Kini, wakaf bukan lagi soal aset raksasa, tapi soal niat tulus yang diwujudkan dengan nyata. Kami ingin memastikan setiap orang punya kesempatan yang sama untuk memiliki investasi akhirat,” ungkap perwakilan Wakaf DT.

Investasi Terbaik di Bulan Suci

Ramadan dikenal sebagai bulan di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan. Melalui W-RUN, Wakaf DT mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak hanya mengejar pahala personal, tetapi juga menciptakan manfaat kolektif yang abadi (jariyah).

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, informasi lengkap mengenai mekanisme penyaluran dapat diakses melalui kanal resmi Wakaf Daarut Tauhiid. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sambut Ramadan 2026, Wakaf DT Luncurkan W-RUN: Misi Kemanusiaan untuk Sumatra hingga Palestina Read More »

Eksplorasi Sains di Ibu Kota: Keseruan Study Tour Santri SMP DTBS Putra

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA — Pada Selasa (10/2/2026), suasana penuh antusias menyelimuti rombongan santri SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putra saat bertolak menuju Jakarta.

Agenda ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan sebuah study tour terpadu yang dirancang untuk mengombinasikan unsur edukasi, eksplorasi ilmiah, dan rekreasi.

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK) di Taman Mini Indonesia Indah. Di sini, para santri mendapatkan kesempatan untuk:

  • Berinteraksi langsung dengan beragam alat peraga sains mutakhir.
  • Mempraktikkan teori fisika melalui simulasi dan eksperimen sederhana.
  • Memahami implementasi teknologi modern dalam kehidupan sehari-hari.

Seluruh santri, termasuk rombongan dari kelas 9C, tampak kompak dengan seragam khas SMP DTBS Putra yang menjadi identitas kebersamaan mereka selama di lapangan.

Petualangan berlanjut ke Dunia Fantasi (Dufan). Menariknya, para santri tidak hanya datang untuk bermain, tetapi juga untuk mengamati fenomena fisika secara nyata.

Wahana-wahana yang memacu adrenalin menjadi sarana belajar mengenai konsep gravitasi, energi, kecepatan, hingga gaya sentrifugal.

“Alhamdulillah, perjalanan ini memberikan wawasan baru. Jika di PP-IPTEK kami membedah teori sains, di Dufan kami merasakan langsung penerapan ilmu fisika lewat wahana permainan yang seru,” ungkap Azkia, santri kelas 8C.

Kegiatan luar sekolah ini membuktikan bahwa proses belajar yang efektif bisa terjadi di mana saja. Selain menambah wawasan intelektual, perjalanan ini juga bertujuan untuk:

  • Melatih Kemandirian: Santri diajak mengelola diri selama perjalanan.
  • Mempererat Ukhuwah: Membangun ikatan persaudaraan yang lebih kuat antar sesama santri.
  • Wawasan Luas: Membuka cakrawala berpikir melalui pengalaman langsung di lapangan.

Study tour ini ditutup dengan kesan yang mendalam, memberikan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan secara lahiriah, tetapi juga kaya akan nilai-nilai pendidikan dan spiritual. (NOV/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Eksplorasi Sains di Ibu Kota: Keseruan Study Tour Santri SMP DTBS Putra Read More »

Jawa Tengah Targetkan Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim Unggulan pada 2027

WAKAFDT.OR.ID | SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) tengah tancap gas mempersiapkan diri untuk menjadi destinasi pariwisata ramah Muslim pada tahun 2027.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperkuat sektor ekonomi syariah yang menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jateng, Hanung Triyono, mengungkapkan bahwa agenda ini selaras dengan visi Gubernur dalam menciptakan pariwisata berkelanjutan.

“Kami menargetkan pada 2027 mendatang, ekosistem pariwisata ramah Muslim di Jawa Tengah sudah mapan dan beroperasi secara maksimal,” tutur Hanung dalam Rapat Koordinasi di Semarang, Kamis (12/2).

Memahami Konsep “Ramah Muslim”

Terdapat poin penting dalam pengembangan ini: Pemprov Jateng menekankan penggunaan istilah “Pariwisata Ramah Muslim”, bukan “Pariwisata Halal”. Apa perbedaannya?

Direktur Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jateng, Nyata Nugraha, menjelaskan bahwa konsep ramah Muslim lebih inklusif:

Bukan Pelarangan Total: Pelaku usaha masih diperbolehkan menjual produk non-halal, asalkan dipisahkan dengan jelas dari produk halal.

Fokus Fasilitas: Inti dari konsep ini adalah menjamin ketersediaan fasilitas dasar bagi pelancong Muslim, seperti makanan bersertifikasi halal, tempat ibadah (musala) yang bersih, serta petunjuk arah kiblat di kamar penginapan.

Langkah Nyata dan Daerah Percontohan

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah provinsi mulai memperkuat halal value chain. Sertifikasi halal untuk produk UMKM di sektor makanan dan minuman terus digenjot guna memberikan rasa aman bagi wisatawan.

Beberapa daerah di Jawa Tengah pun tercatat sudah mulai menerapkan konsep ini lebih awal, di antaranya: Wonosobo, Temanggung, Karanganyar.

Membidik Pasar Internasional

Selain wisatawan domestik, pengembangan ini juga melirik potensi besar wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Timur Tengah. Dengan fasilitas yang sesuai standar kebutuhan Muslim, diharapkan daya tarik pariwisata Jawa Tengah di kancah global akan meningkat tajam.

Pemprov Jateng kini fokus pada standardisasi layanan dan promosi masif agar pada tahun 2027, provinsi ini benar-benar siap menyambut tren wisata religi dan keluarga berskala internasional. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Jawa Tengah Targetkan Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim Unggulan pada 2027 Read More »