Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Selama Ramadan, Masuk Kawasan Al Aqso Diperketat

WAKAFDT.OR.ID | YERUSALEM – Memasuki bulan suci Ramadan yang dimulai pada Rabu (18/2/2026), pemerintah Israel mengeluarkan kebijakan baru terkait akses ibadah di Masjid Al-Aqsa. Otoritas setempat mengumumkan hanya akan memberikan izin kepada 10.000 warga Palestina untuk melaksanakan sholat Jumat di masjid suci tersebut.

Keputusan ini disampaikan oleh COGAT, badan kementerian pertahanan Israel yang mengurusi wilayah pendudukan. Namun, kuota tersebut tidak bersifat terbuka. Setiap jamaah wajib mengantongi izin harian khusus dan memenuhi kriteria usia yang sangat ketat.

Berdasarkan aturan yang dirilis, akses menuju kompleks Al-Aqsa hanya dibuka bagi:

  • Pria: Usia 55 tahun ke atas.
  • Wanita: Usia 50 tahun ke atas.
  • Anak-anak: Maksimal usia 12 tahun.

Kebijakan ini memicu kekhawatiran besar mengingat secara tradisional, ratusan ribu umat Muslim biasanya memadati Al-Aqsa selama Ramadan.

Selain pembatasan jamaah, Departemen Wakaf Islam—lembaga yang dikelola Yordania—dikabarkan mendapat hambatan dalam mempersiapkan fasilitas Ramadan, seperti pemasangan tenda peneduh dan pendirian posko medis darurat.

Bahkan, tekanan menyasar tokoh agama. Syekh Muhammad Al-Abbasi, seorang imam senior Al-Aqsa, mengaku dilarang memasuki area masjid tanpa alasan yang jelas. “Larangan ini berlaku sejak Senin dan bisa saja diperpanjang,” ungkapnya.

Kondisi di lapangan menunjukkan peningkatan aktivitas militer yang signifikan. Otoritas keamanan Israel mempertebal pasukan di gerbang Kota Tua dan wilayah Tepi Barat. Mengutip laporan Al Jazeera, langkah-langkah ini dibarengi dengan:

  • Operasi Penangkapan: Menyasar warga yang dianggap melakukan penghasutan.
  • Surveilans Ketat: Pemantauan media sosial secara sistematis dan pengoperasian ruang kontrol canggih.
  • Blokade Jalan: Penutupan akses di sekitar tembok pemisah untuk mencegah warga masuk tanpa izin resmi.

Di Hebron, situasi juga memanas seiring dengan penghancuran kompleks perumahan warga Palestina oleh otoritas pendudukan di tengah penguatan unit militer khusus.

Kecaman dari Otoritas Palestina

Departemen Urusan Yerusalem PLO mengecam keras langkah-langkah tersebut dan menyebutnya sebagai intervensi terang-terangan terhadap hak kebebasan beragama yang dijamin hukum internasional.

“Israel tidak memiliki legitimasi untuk mengatur siapa yang boleh beribadah di Al-Aqsa. Masjid ini adalah hak mutlak umat Islam,” tulis pernyataan resmi pemerintah Provinsi Yerusalem. Mereka juga mencatat adanya lebih dari 250 perintah deportasi yang dikeluarkan terhadap jamaah sebagai upaya mengubah status quo sejarah.

Sekilas Sejarah Al-Aqsa

Masjid Al-Aqsa memiliki akar sejarah yang sangat dalam dalam tradisi Islam. Mayoritas ulama meyakini bahwa Nabi Adam AS adalah yang pertama kali meletakkan fondasinya, yang kemudian direnovasi oleh Nabi Ibrahim AS. Bangunan ini diperkokoh dan diperindah pada masa Nabi Sulaiman AS sekitar tahun 950 SM.

Sepanjang perjalanannya, kompleks ini melewati berbagai fase kehancuran dan pembangunan kembali, mulai dari serangan bangsa Babilonia di bawah Nebukadnezar pada 586 SM, hingga masa kekuasaan Persia, Yunani, dan Romawi, sebelum akhirnya kembali ke pangkuan umat Islam dan terus dijaga sebagai situs tersuci ketiga hingga hari ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Selama Ramadan, Masuk Kawasan Al Aqso Diperketat Read More »

Perbuatan yang Mengeraskan Hati

WAKAFDT.OR.IDJika kita membiarkan hati ini terus dalam keadaan kotor dan terus dikotori oleh perbuatan maksiat maka pasti akan mengeras, bahkan tidak hanya mengeras tetapi akan mati seiring dengan waktunya.

Ada beberapa perbuatan yang menyebabkan mengerasnya hati, di antaranya ialah:

Pertama, perbuatan dosa. Nabi pernah menyampaikan, ketika seorang mukmin berbuat dosa, maka akan timbul noda hitam di hatinya.

Jika dia bersungguh-sungguh untuk bertobat dan meninggalkan dosa-dosanya serta memohon ampun, maka hatinya akan terpoles. Tetapi kalau dosanya bertambah, maka titik hitamnya juga akan bertambah.

Semakin banyak dosa yang diperbuat, maka semakin keras hati, dan semakin sulit rasanya untuk menghentikannya juga.

Kita harus segera bertobat setiap kesalahan yang kita lakukan dan berdoa memohon petunjuk agar tidak terjatuh dalam dosa yang sama.

Kedua, tertawa berlebihan. Dalam Islam, seorang muslim tidak dilarang untuk bercanda dan tertawa, akan tetapi dianjurkan agar menjaga sikap untuk tidak terlalu berlebihan.

Nabi pernah menyampaikan, tertawalah sedikit. Banyak tawa mengeraskan hati (Al Adab Al Mufrad).

Terlalu banyak bercanda juga membuat hati kita menjauh dari kesadaran akan sesuatu yang gaib, dari realitas kematian dan kehidupan setelahnya.

Nabi menyampaikan bahwa: “Seandainya kamu mengetahui apa yang Aku ketahui, niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis,” (HR. Bukhari).

Ketiga, ghibah. Jangan terlalu banyak bicara kecuali saat mengingat Allah Ta’ala.]

“Berbicara berlebihan tanpa mengingat Allah akan hati semakin keras dan orang-orang yang paling jauh dari Allah adalah orang-orang yang hatinya keras,” (HR. At Tirmidzi).

Keempat, makan berlebihan. Nabi menyampaikan bahwa, orang beriman makan dalam satu usus, akan puas jika dengan sedikit makanan juga, dan orang kafir atau munafik makan dalam tujuh usus (makan terlalu banyak) (HR. Bukhari).

Ketika perut kita terlalu banyak bekerja, maka tubuh akan sulit untuk berkonsentrasi pada hati kita. Ini juga merupakan wujud keserakahan dan kecintaan terhadap dunia.

Terlalu banyak makan melemahkan metabolisme tubuh kita, membuat kita malas dan juga merupakan awal dari berbagai macam penyakit fisik.

Kelima, terlalu cinta dunia. Allah Ta’ala berfirman dalam Al Quran:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚوَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al Munafiqun: 9).

Semoga kita mampu menghindari perbuatan yang mengeraskan hati. Karena jikahati seseorang sudah keras, maka akan sulit untuk menerima hidayah.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Perbuatan yang Mengeraskan Hati Read More »

Awal Ramadan di Gaza, Tentara Zionis Tembaki Warga di Tepi Barat

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Harapan akan ketenangan di awal bulan suci Ramadan sirna bagi warga Palestina. Pada Rabu (18/2/2026), eskalasi kekerasan militer Israel di Jalur Gaza kembali memakan korban jiwa dalam dua insiden terpisah.

Di tengah suasana duka, ribuan warga yang membutuhkan bantuan medis darurat masih tertahan akibat blokade di gerbang perbatasan Rafah.

Laporan dari Al Jazeera menyebutkan sebuah pesawat nirawak (drone) Israel menyasar seorang anak di wilayah utara Gaza. Tragisnya, bocah tersebut sedang dalam perjalanan untuk meninjau kondisi rumah keluarganya yang telah hancur.

Di lokasi lain, kantor berita WAFA melaporkan gugurnya Muhand Jamal al-Najjar (20). Pemuda tersebut tewas diterjang peluru tajam pasukan penjajah di kawasan bundaran Bani Suheila, timur Kota Khan Younis.

Tak hanya korban jiwa, sejumlah warga di Al-Mughraqa dan Rafah juga dilaporkan menderita luka-luka akibat serangan serupa.

Sejak periode yang diklaim sebagai “gencatan senjata” dimulai pada pertengahan Oktober lalu, kekerasan terus berulang. Data terbaru Kementerian Kesehatan Palestina mencatat lebih dari 600 warga tewas dan 1.600 lainnya luka-luka akibat pelanggaran komitmen damai oleh pihak Israel.

Kondisi kemanusiaan semakin mencekik karena akses pengobatan di luar Gaza sangat terbatas. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengungkapkan bahwa hanya sekitar 260 pasien yang diizinkan melintasi perbatasan Rafah menuju Mesir dalam kurun waktu dua setengah minggu terakhir.

Angka ini dianggap sangat tidak memadai mengingat ada sekitar 18.500 orang yang kondisinya kritis dan membutuhkan evakuasi segera.

Komitmen awal otoritas perbatasan untuk mengizinkan setidaknya 50 orang menyeberang setiap hari pun jauh dari kenyataan; faktanya, terkadang hanya lima pasien yang diperbolehkan lewat.

Eskalasi di Tepi Barat dan Yerusalem

Ketegangan tidak hanya terpusat di Gaza. Di Tepi Barat, pasukan pendudukan melakukan penggerebekan di kamp pengungsi Fawwar, Hebron. Dalam aksi tersebut, militer menggunakan peluru tajam dan gas air mata yang mengakibatkan seorang anak terluka di bagian kaki.

Sementara itu, di desa Mukhmas, Yerusalem Timur, terjadi serangan terpadu antara kelompok pemukim Yahudi dan militer Israel. Menurut laporan Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), empat warga sipil terluka—satu di antaranya dalam kondisi kritis. Selain kekerasan fisik, para pemukim juga dilaporkan menjarah puluhan ternak domba milik penduduk setempat.

Keteguhan Ibadah di Tengah Puing

Meski dikepung kesulitan dan ancaman nyawa, semangat spiritual warga Gaza tetap menyala. Pada Selasa malam (17/2/2026), jamaah tetap memadati Masjid Al-Kinz untuk melaksanakan salat Tarawih perdana.

Suasana khidmat terasa menyayat hati saat warga bersujud di antara reruntuhan bangunan, membuktikan bahwa iman mereka tak goyah meski fisik kota mereka luluh lantak. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Awal Ramadan di Gaza, Tentara Zionis Tembaki Warga di Tepi Barat Read More »

Ramadan di Balik Reruntuhan: Menyalakan Lentera Harapan untuk Sumatra melalui Wakaf Daarut Tauhiid

WAKAFDT.OR.ID | SUMATRA – Di bawah temaram lampu darurat dan atap tenda pengungsian yang sesekali bergetar ditiup angin malam, sayup-sayup terdengar suara lantunan ayat suci.

Ramadan tahun ini di beberapa wilayah Sumatra tidak disambut dengan kemeriahan lampu hias atau kenyamanan karpet masjid yang empuk. Sebaliknya, ia datang di tengah puing-puing sisa bencana yang masih basah.

Bagi saudara-saudara kita di sana, semangat untuk menjemput keberkahan bulan suci tak sedikit pun luntur. Namun, realita di lapangan seringkali menjadi tembok besar.

Bayangkan keinginan kuat untuk bertadarus, namun Al-Qur’an kesayangan telah hanyut terbawa banjir atau tertimbun lumpur. Bayangkan rindu sujud Tarawih berjamaah, namun masjid tempat bernaung kini rata dengan tanah.

Iman yang Tak Terbendung Kondisi

“Kami ingin sekali puasa dan Tarawih seperti biasa, tapi masjid kami rusak berat. Al-Qur’an pun banyak yang hancur,” ungkap salah satu warga penyintas dengan mata berkaca-kaca.

Semangat ibadah yang menggebu-gebu ini adalah aset langit yang harus kita jaga. Di sinilah Wakaf Daarut Tauhiid (DT) hadir sebagai jembatan kebaikan, memastikan cahaya Ramadan tetap benderang meski di tengah keterbatasan melalui berbagai program strategis.

Untuk meringankan beban sekaligus mengokohkan ibadah para penyintas bencana, Wakaf DT menginisiasi tiga program utama yang bisa menjadi ladang pahala jariyah bagi kita semua:

1. Wakaf Bangun Kembali Masjid

Program ini menjadi “oksigen” bantuan darurat. Melalui wakaf uang, bantuan dikonversi menjadi kebutuhan mendesak para pengungsi, khususnya untuk merenovasi masjid-masjid yang terdampak oleh banjir bandang.

2. Wakaf Mushaf Al-Qur’an

Memberikan pengganti bagi lembar-lembar wahyu yang hilang. Setiap huruf yang mereka baca di tengah ujian ini akan mengalirkan pahala yang berlipat ganda bagi pemberi wakaf, menjadi penghibur lara bagi mereka yang rindu berinteraksi dengan kalam-Nya.

3. Wakaf BISA (Bersama untuk Sesama)

Fokus pada pemulihan jangka panjang. Bencana mungkin meruntuhkan bangunan masjid, namun Wakaf BISA berkomitmen membangun kembali tempat sujud yang lebih kokoh, agar syiar Islam di pelosok Sumatra tidak terhenti hanya karena bencana.

Investasi Akhirat di Bulan Mulia

Ramadan adalah momentum di mana setiap amalan dilipatgandakan, apalagi amalan wakaf yang sifatnya abadi (jariyah). Membantu saudara di Sumatra bukan sekadar memberi makan, melainkan memberi mereka kekuatan untuk tetap tegak berdiri menghadap Sang Khalik di tengah ujian.

Jangan biarkan saudara kita berjuang sendirian dalam gelap. Mari jadikan Ramadan tahun ini lebih bermakna dengan menyisihkan sebagian harta melalui Wakaf Daarut Tauhiid. Karena setiap rupiah wakaf yang Anda berikan adalah bata-bata harapan bagi mereka untuk kembali bangkit.

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji…” (QS. Al-Baqarah: 261). (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Ramadan di Balik Reruntuhan: Menyalakan Lentera Harapan untuk Sumatra melalui Wakaf Daarut Tauhiid Read More »

Semangat Ramadan: 1.663 Jamaah Padati Malam Pertama Tarawih di Masjid DT, Saf Meluber Hingga ke Jalan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Gema selawat dan suasana khidmat mewarnai malam pertama Ramadan 1447 H di Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung.

Pada Rabu malam (18/2/2026), ribuan jamaah tampak menyemut untuk melaksanakan salat Tarawih perdana, menandai dimulainya bulan suci bagi umat Islam.

Berdasarkan data panitia, tercatat sebanyak 1.663 jamaah hadir memadati kawasan Pesantren Daarut Tauhiid. Saking membludaknya jumlah jamaah, area utama masjid tidak lagi mampu menampung antusiasme warga.

Shaf-shaf salat pun meluber hingga memenuhi selasar masjid, halaman SMM, bahkan hingga ke area jalanan di depan ruko-ruko sekitar.

Antusiasme yang Konsisten

Eka Daud, selaku Panitia Ramadhan Masjid DT, menuturkan bahwa pemandangan ini menjadi bukti tingginya kepercayaan dan kenyamanan masyarakat untuk beribadah di lingkungan DT.

“Alhamdulillah, setiap Ramadan Masjid DT selalu dipenuhi oleh jamaah yang beri’tikaf, terutama saat momentum berbuka puasa dan salat Tarawih,” ujar Eka.

Melihat tren jamaah yang terus meningkat setiap tahunnya, pihak panitia berkomitmen untuk terus berbenah. “Semoga ke depan pelayanan Masjid DT bisa lebih maksimal lagi seiring semakin banyaknya jamaah yang datang dari berbagai daerah,” tambahnya.

Tradisi Jamuan Berbuka Puasa

Selain menjadi pusat ibadah malam, Masjid DT juga dikenal sebagai tempat yang ramah bagi para musafir dan warga sekitar melalui program jamuan berbuka puasa. Sepanjang bulan Ramadan, panitia menyediakan hidangan berbuka bagi siapa saja yang hadir di masjid.

Menariknya, tradisi berbagi ini tidak hanya dilakukan saat Ramadan. Di luar bulan suci, Masjid DT tetap konsisten menyediakan jamuan berbuka bagi jamaah yang menjalankan ibadah puasa sunnah Senin dan Kamis.

Suasana malam pertama ini diharapkan menjadi pembuka yang manis bagi rangkaian ibadah selama sebulan penuh di lingkungan Daarut Tauhiid yang mengedepankan konsep Dzikir, Fikir, dan Ikhtiar. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Semangat Ramadan: 1.663 Jamaah Padati Malam Pertama Tarawih di Masjid DT, Saf Meluber Hingga ke Jalan Read More »

Kunjungan Ulama Internasional: Syekh Dr. Abdullah Al Zindaniy Bedah Konsep Iman di Masjid DT Bandung

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung pada Jumat (20/2/2026) pagi terasa istimewa. Selepas agenda tausiyah santri karya, santri mendapatkan kesempatan langka untuk menyimak pemaparan langsung dari ulama terkemuka asal Yaman, Syekh Dr. Abdullah Abdul Majid Aziz Hamoud Al Zindaniy.

Kehadiran Syekh Dr. Abdullah Al Zindaniy bukan sekadar kunjungan biasa. Beliau adalah tokoh internasional dengan rekam jejak panjang di bidang keilmuan, kepemimpinan, dan diplomasi global.

Selain menjabat sebagai Wakil Ketua Ulama untuk Palestina, beliau juga memegang amanah strategis sebagai Ketua Perhimpunan Kebangkitan Ulama Yaman serta anggota Komisi Al-Quds pada Persatuan Ulama Muslim Internasional.

Meluruskan Makna Iman dan Islam

Dalam tausiyahnya, Syekh Dr. Abdullah menekankan poin krusial mengenai definisi Iman dalam perspektif Islam. Menurutnya, selama ini masih banyak umat yang keliru dalam mendefinisikan iman dan mencampuradukkannya dengan identitas keislaman secara umum.

“Terdapat perbedaan mendasar antara makna Muslimin dan Mukminin,” jelas beliau di hadapan para santri melalui penerjemahnya.

Beliau menegaskan bahwa janji kesejahteraan dan jaminan perlindungan dari Allah SWT sebenarnya secara spesifik ditujukan bagi orang-orang yang beriman (Mukminin), bukan sekadar mereka yang berstatus Islam secara formal.

Pemahaman ini menjadi pengingat bagi jamaah untuk terus meningkatkan kualitas keyakinan di dalam hati, bukan hanya menjalankan ritual lahiriah.

Figur dengan Perpaduan Keilmuan dan Manajerial

Profil Syekh Dr. Abdullah memang dikenal sangat komplet. Sebelum aktif di berbagai forum global, beliau pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Politik Universitas Al-Iman serta menjadi Atase Ekonomi Kedutaan Besar Yaman di Sudan.

Pengalaman manajerialnya pun tidak main-main, mencakup kepemimpinan di berbagai institusi strategis mulai dari perusahaan teknologi perminyakan dan gas hingga yayasan perdagangan di Yaman.

Perpaduan antara wawasan keilmuan agama yang dalam dan pengalaman praktis di dunia industri inilah yang membuat setiap pesan dakwahnya sangat relevan dengan isu umat di tingkat global.

Kehadiran Syekh Dr. Abdullah Al Zindaniy merupakan bagian dari rangkaian kegiatan syiar yang diselenggarakan oleh DT Peduli selama bulan Ramadan.

Program ini bertujuan menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif dari Palestina dan negara-negara Arab sebagai upaya memperkuat dakwah dan memperluas cakrawala berpikir umat Islam di Indonesia.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan umat, khususnya bagi saudara-saudara di Palestina yang menjadi salah satu fokus perjuangan Syekh Dr. Abdullah selama ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kunjungan Ulama Internasional: Syekh Dr. Abdullah Al Zindaniy Bedah Konsep Iman di Masjid DT Bandung Read More »

Kemandirian Ekonomi Para Nabi: Teladan Kerja Keras dan Marwah dalam Berdakwah

WAKAFDT.OR.IDDalam sejarah kenabian, Allah SWT tidak hanya membekali para utusan-Nya dengan wahyu, tetapi juga dengan keahlian khusus dan kecerdasan praktis.

Hal ini memungkinkan para nabi untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka secara mandiri, sehingga mereka memiliki posisi tawar yang kuat dan terbebas dari intervensi finansial kaum yang mereka ajak berdakwah.

Kemandirian ini merupakan prinsip fundamental agar dakwah tetap murni. Melalui kemandirian, para nabi dapat dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak mengharapkan imbalan materi dari manusia. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an melalui perkataan Nabi Nuh AS:

“Dan wahai kaumku! Aku tidak meminta harta kepada kamu (sebagai imbalan) atas seruanku. Imbalanku hanyalah dari Allah.” (QS Hud: 29).

Spektrum Profesi Para Nabi

Para nabi adalah sosok pekerja keras yang menjunjung tinggi martabat melalui profesi yang mereka tekuni. Beberapa di antaranya yang tercatat dalam riwayat adalah:

  • Nabi Adam AS: Sejak diturunkan ke bumi, beliau diajarkan keterampilan mengolah alam dan membuat alat-alat kebutuhan dasar.
  • Nabi Nuh AS: Seorang ahli perkayuan yang membangun bahtera besar dengan tangannya sendiri di tengah cemoohan kaumnya.
  • Nabi Idris AS: Dikenal sebagai pelopor dalam keterampilan menjahit dan membuat pakaian.
  • Nabi Daud AS: Seorang pakar metalurgi atau pandai besi yang mampu melunakkan besi untuk dijadikan baju zirah.
  • Nabi Zakaria AS: Menghidupi diri dengan bekerja sebagai tukang kayu.
  • Nabi Yusuf AS: Seorang pakar manajemen publik, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan yang mumpuni.
  • Nabi Syuaib AS: Seorang saudagar atau pedagang sukses yang sangat menjunjung tinggi keadilan dalam timbangan.

Marwah Nabi dan Pembebasan dari Zakat

Kemuliaan posisi nabi membuat sebagian besar ulama berpendapat bahwa mustahil seorang Nabi berada dalam kondisi fakir yang menghinakan. Ibnu Baththal dalam Syarh al-Bukhari menjelaskan bahwa nabi terbebas dari menerima zakat. Sebab, zakat secara filosofis adalah “pembersih harta” yang tidak layak dikonsumsi oleh mereka yang memiliki kedudukan suci.

Rasulullah SAW sendiri menegaskan bahwa “tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” Hal ini dilakukan agar dakwah beliau tidak memiliki celah untuk dituduh sebagai upaya mencari kekayaan pribadi dari umatnya.

Melawan “Filosofi Kemiskinan” dalam Beragama

Terdapat miskonsepsi di sebagian kalangan Muslim bahwa menjadi saleh berarti harus hidup dalam kefakiran. Syekh Muhammad al-Ghazali pernah mengkritik pandangan ini sebagai “filosofi yang lemah.” Beliau berargumen bahwa pandangan yang terlalu mengagungkan kemiskinan justru membuat umat Islam kehilangan kunci-kunci kesejahteraan di bumi.

Redaktur: Wahid Ikhwan

Logikanya sangat sederhana: rukun Islam seperti Zakat dan Ibadah Haji mustahil dapat ditunaikan dengan sempurna tanpa adanya kepemilikan harta yang cukup. Perintah shalat yang sering bersanding dengan zakat di dalam Al-Qur’an mengisyaratkan bahwa seorang Muslim diharapkan memiliki kemandirian finansial agar bisa memberi manfaat bagi orang lain.

Rasulullah SAW memang memilih hidup bersahaja, namun beliau adalah pribadi yang mandiri dan berdaya secara ekonomi. Beliau mengajarkan kita bahwa kesalehan tidak bertentangan dengan kemakmuran, selama harta tersebut menjadi alat untuk meraih rida-Nya, bukan menjadi tujuan utama yang membelenggu hati. Wallahu a’lam.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kemandirian Ekonomi Para Nabi: Teladan Kerja Keras dan Marwah dalam Berdakwah Read More »

Sambut Ramadan, DT Peduli Garut Salurkan Wakaf Mushaf Al-Qur’an untuk Santri Darul Falah

WAKAFDT.OR.ID | GARUT – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, keceriaan tampak di wajah para santri Pesantren Salafiyah Darul Falah, Kampung Cihuni, Kabupaten Garut.

Pada Rabu (11/2), DT Peduli Garut hadir menyalurkan bantuan berupa Wakaf Mushaf Al-Qur’an untuk mendukung aktivitas ibadah dan hafalan mereka.

Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi sarana belajar di pesantren tersebut, di mana banyak mushaf yang digunakan para santri sudah mulai usang dan tidak layak pakai. Melalui dana wakaf yang terhimpun, diharapkan para santri kini dapat mengaji dengan fasilitas yang lebih baik.

Mencetak Generasi Qur’ani dari Kalangan Dhuafa

Pesantren Salafiyah Darul Falah bukan sekadar tempat mengaji biasa. Berdiri sejak tahun 1970, lembaga ini menjadi tumpuan bagi sekitar 70 santri yang mayoritas merupakan anak yatim dan dhuafa.

Tidak hanya warga lokal Garut, para pencari ilmu di sini juga datang dari berbagai daerah seperti Tasikmalaya hingga Bekasi.

Bagi mereka, Al-Qur’an adalah jantung dari setiap aktivitas harian. Terlebih saat Ramadan tiba, pesantren ini memiliki tradisi luar biasa di mana para santri mampu mencapai 50 kali khatam Al-Qur’an secara kolektif sepanjang bulan suci.

Aliran Pahala Jariyah Lewat Wakaf

Penyaluran ini merupakan bagian dari program Wakaf Mushaf Al-Qur’an, di mana setiap huruf yang dibaca oleh para santri akan menjadi aliran pahala jariyah bagi para muwakif (pewakaf) dan donator DT Peduli.

Ustazah Iis, selaku Pengasuh Pesantren Darul Falah, mengungkapkan rasa harunya saat menerima bantuan ini.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan Wakaf Al-Qur’an dari DT Peduli Garut. Mushaf ini adalah sahabat harian para santri. Bantuan ini pastinya akan memacu semangat anak-anak untuk lebih giat membaca dan menjaga hafalan mereka, terutama di bulan Ramadan nanti,” tutur Ustazah Iis.

DT Peduli Garut menegaskan bahwa penyaluran wakaf ini adalah wujud komitmen berkelanjutan dalam mendukung pendidikan Islam, khususnya bagi pesantren yang membina santri dari kalangan prasejahtera.

Program ini diharapkan tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga menguatkan karakter generasi Qur’ani yang mampu mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.

Sinergi kebaikan ini diharapkan terus tumbuh, sehingga lebih banyak lagi pesantren di pelosok yang mendapatkan fasilitas ibadah yang layak melalui dukungan wakaf masyarakat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sambut Ramadan, DT Peduli Garut Salurkan Wakaf Mushaf Al-Qur’an untuk Santri Darul Falah Read More »

Ramadhan 2026: Arab Saudi Siapkan Teknologi Canggih dan Layanan Terpadu di Dua Masjid Suci

WAKAFDT.OR.ID | MAKKAH — Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah merampungkan strategi operasional besar-besaran untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Rencana komprehensif ini diaktifkan di Masjidil Haram (Makkah) dan Masjid Nabawi (Madinah) guna mengelola jutaan jamaah, meningkatkan standar pelayanan, sekaligus memastikan kekhusyukan ibadah tetap terjaga.

Kerangka kerja tahun ini dibangun berdasarkan tiga fondasi utama:

  • Optimalisasi Fasilitas: Meningkatkan efisiensi pemeliharaan aset dan infrastruktur di seluruh kawasan.
  • Sinergi Otoritas: Memperkuat koordinasi antar-lembaga demi kelancaran arus jamaah.
  • Pengayaan Spiritual: Memastikan layanan tetap prima dan lancar, terutama pada jam-jam puncak kepadatan.

Cakupan operasional di Masjidil Haram meliputi area Mataf, Sa’i, Serambi Saudi, hingga gedung layanan dan kompleks toilet. Sementara di Masjid Nabawi, pengawasan ketat dilakukan di seluruh pelataran hingga area atap masjid.

Untuk mengantisipasi kepadatan ekstrem, otoritas Saudi mengerahkan berbagai inovasi digital guna memandu jamaah:

  • Peta 3D Interaktif: Pengunjung dapat memanfaatkan peta navigasi tiga dimensi untuk memudahkan pergerakan di dalam masjid.
  • Sensor Crowd-Counting: Sistem sensor digital akan menyajikan data keramaian secara real-time untuk memantau titik-titik kepadatan.
  • Panduan Multibahasa: Layar panduan interaktif tersedia dalam lima bahasa, didukung oleh pembaruan fitur pada “Panduan Jamaah” digital.
  • Penomoran Pintu: Sistem kode nomor pada pintu masuk diterapkan agar jamaah lebih mudah mengenali lokasi mereka.

Fasilitas Lapangan dan Kenyamanan Jamaah

Pemerintah Saudi juga memastikan dukungan teknis dan logistik di lapangan berjalan tanpa kendala:

  • Pusat Komando Teknik: Aktivitas dipantau secara langsung melalui pusat kendali pusat.
  • Penerjemahan Instan: Tim lapangan dibekali perangkat penerjemah otomatis untuk membantu jamaah mancanegara.
  • Layanan Rased: Fitur pelaporan cepat diaktifkan agar jamaah bisa memberikan umpan balik secara instan.
  • Ramah Lansia: Tersedia transportasi khusus dari stasiun transit utama bagi lansia dan kelompok rentan.

Seluruh sistem pendukung mulai dari kelistrikan, pendingin udara (AC), hingga perangkat audio telah diuji coba secara menyeluruh. Selain itu, pengelolaan hidangan berbuka puasa kini terintegrasi dengan platform nasional “Ehsan”, dibarengi dengan perluasan jangkauan distribusi air Zamzam di seluruh area masjid.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga standar keselamatan dan keberlanjutan lingkungan selama bulan suci berlangsung. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Ramadhan 2026: Arab Saudi Siapkan Teknologi Canggih dan Layanan Terpadu di Dua Masjid Suci Read More »

Bahaya Laten “Hubbud-Dunya”: 6 Sanksi Bagi Pemuja Dunia Menurut Para Ulama

WAKAFDT.OR.ID | Obsesi berlebihan terhadap materi dan kemewahan sering kali dianggap sebagai ambisi hidup yang wajar di era modern ini. Namun, di balik topeng produktivitas tersebut, para ulama memperingatkan adanya risiko spiritual yang fatal.

Dalam kitab Nashaihul Ibad, Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani mengutip peringatan keras dari Hasan al-Basri mengenai konsekuensi bagi mereka yang lebih mengutamakan dunia daripada akhirat.

Seseorang yang terjebak dalam cinta dunia biasanya terobsesi pada harta dan jabatan, yang kemudian memicu lahirnya sifat-sifat buruk seperti kikir, egois, hingga menghalalkan segala cara demi kepuasan sesaat.

Tiga Siksaan di Alam Dunia

Menurut Hasan al-Basri, Allah SWT akan memberikan tiga bentuk hukuman langsung saat pelakunya masih menjalani kehidupan di dunia:

  • Angan-angan Tanpa Batas: Terjebak dalam lamunan panjang tentang masa depan hingga melupakan kematian yang bisa datang kapan saja. Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa ajal sering kali menerkam manusia di saat mereka tengah sibuk mengejar angan-angannya.
  • Ketidakpuasan yang Rakus: Munculnya rasa haus akan materi yang tidak pernah padam. Kerakusan ini justru akan mengikis kemuliaan jiwa dan mendorong seseorang pada hal-hal yang tidak jelas hukumnya (syubhat).
  • Hilangnya Kenikmatan Ibadah: Karena hati dan pikiran terlalu penuh dengan urusan duniawi, seseorang tidak lagi mampu merasakan manisnya berkomunikasi dengan Sang Pencipta dalam setiap sujud dan doanya.

Tiga Siksaan di Alam Akhirat

  • Setelah kehidupan dunia usai, masih ada tiga penderitaan berat yang menanti para pemuja dunia di pengadilan akhirat:
  • Ketakutan Luar Biasa di Hari Kiamat: Menghadapi situasi yang mencekam dan mengejutkan pada saat kebangkitan.
  • Hisab (Perhitungan) yang Sangat Berat: Setiap sen harta dan setiap detik waktu yang digunakan untuk mengejar dunia akan diperhitungkan secara detail dan dahsyat.
  • Penyesalan Abadi: Munculnya duka dan kesedihan panjang karena menyadari bahwa apa yang dikejarnya selama di dunia tidak memberikan manfaat apa pun bagi keselamatannya di keabadian.

Waspadai Tipu Daya Angan-angan

Sebagaimana diriwayatkan oleh Ad-Dailami, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa jika manusia benar-benar bisa melihat betapa dekatnya ajal, maka ia akan membenci segala tipu daya angan-angannya yang melalaikan. Menyeimbangkan antara ambisi hidup dengan persiapan kepulangan ke akhirat adalah kunci agar kita terhindar dari enam siksaan tersebut.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Bahaya Laten “Hubbud-Dunya”: 6 Sanksi Bagi Pemuja Dunia Menurut Para Ulama Read More »