Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Aa Gym Menunggang Kuda, Inspirasi Kepemimpinan dan Pemanfaatan Aset Wakaf DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Rabu pagi (9/10/2025) yang sejuk di Eco Pesantren Daarut Tauhiid terasa istimewa. Udara segar yang menyelimuti lingkungan asri tersebut berpadu dengan aura semangat dan antusiasme dari santri dan civitas akademika.

Mereka berkumpul rapi di lapangan sekolah, menantikan kehadiran mursyid mereka, KH. Abdullah Gymnastiar, atau yang dikenal dengan sapaan akrab Aa Gym.

Kehadiran Aa Gym pagi itu membawa nuansa yang berbeda. Beliau tidak berjalan kaki, melainkan tampil memimpin seekor kuda gagah yang melangkah anggun.

Pemandangan ini sontak mengundang decak kagum dan tatapan penuh hormat dari para santri. Aura wibawa berpadu dengan kesederhanaan sang guru mengukir momen yang mendalam.

Dalam sesi tausiyahnya, Aa Gym memfokuskan pesan pada nilai-nilai yang terkandung dalam sunnah berkuda, sekaligus mengaitkannya secara implisit dengan urgensi pemanfaatan aset wakaf yang dikelola DT.

Kaitannya dengan Wakaf DT: Lingkungan tempat acara berlangsung, Eco Pesantren, serta fasilitas pendukung lainnya, merupakan hasil dari pengelolaan dan pengembangan aset wakaf DT. Aa Gym menggunakan aset wakaf ini sebagai platform dakwah, pendidikan, dan penempaan karakter.

Kuda yang beliau tunggangi adalah salah satu fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan untuk melatih kepemimpinan dan kedisiplinan diri para santri, sekaligus menjadi bagian dari upaya DT untuk memajukan kegiatan yang sesuai dengan sunnah.

Pemanfaatan aset wakaf ini secara optimal membuktikan bahwa dana umat dapat menjadi sarana yang multifungsi: sebagai ladang amal jariyah, sarana pendidikan modern berbasis syariat, dan instrumen pembentukan karakter pemimpin masa depan.

Kepemimpinan dan Keberanian Mengambil Keputusan: Aa Gym menekankan bahwa berkuda adalah metafora sempurna untuk melatih jiwa kepemimpinan (leadership).

“Kepemimpinan yang utama adalah keberanian mengambil keputusan yang Allah sukai,” ujar beliau dengan nada tegas. “Hidup selalu menuntut kita untuk memilih, dan pemberani sejati adalah mereka yang memutuskan segala sesuatu sesuai dengan ridha Allah.”

Beliau melanjutkan bahwa inti dari berkuda bukan sekadar keterampilan fisik, melainkan penempaan mental, hati, dan kedisiplinan diri. Syarat-syarat berkuda, seperti tidak ragu, waspada, tenang, dan penuh kasih sayang, adalah karakter esensial yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin yang berani.

“Berkuda bukan semata olahraga, tetapi ibadah,” pungkas Aa Gym. “Ini adalah cara mengamalkan sunnah, berdakwah, menempa akal dan fisik, serta mencari pahala melalui upaya maksimal dalam pemanfaatan fasilitas yang ada, insyaa Allah.”

Momen penuh hikmah di atas aset wakaf DT ini menjadi inspirasi kuat bagi seluruh keluarga besar SMA DTBS Putra dan SMK DT. Di bawah langit pagi yang cerah, mereka terpacu untuk menjadi pemimpin yang berani, berkarakter mulia, dan siap mengelola amanah — termasuk aset wakaf umat — dengan penuh tanggung jawab dan visioner. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym Menunggang Kuda, Inspirasi Kepemimpinan dan Pemanfaatan Aset Wakaf DT Read More »

Sejarah Wakaf Uang Sejak Abad 15 hingga Saat Ini

WAKAFDT.OR.IDDalam sejarah gagasan wakaf uang tidak sepenuhnya baru. Beberapa catatan menunjukkan bahwa konsep ini telah dikenal sejak masa Dinasti Utsmani pada abad ke-15 Masehi. Saat itu, wakaf uang dipraktikkan secara luas di wilayah Turki dan sekitarnya sebagai salah satu bentuk inovasi dalam pengelolaan dana umat.

Memasuki abad ke-20, konsep wakaf uang kembali mendapatkan perhatian seiring dengan munculnya gerakan revitalisasi ekonomi Islam di berbagai negara. Dunia Islam mulai menyadari bahwa wakaf tidak harus selalu berbentuk fisik, tetapi bisa berupa dana tunai yang dikelola secara profesional dan transparan.

Beberapa negara seperti Mesir, Sudan, dan Malaysia mulai mengembangkan sistem wakaf uang dengan dukungan lembaga keuangan syariah. Di Malaysia, wakaf uang (cash waqf) dikelola oleh lembaga resmi seperti State Islamic Religious Council (SIRC) dan terintegrasi dengan sistem perbankan Islam, menjadikannya model pengelolaan wakaf modern yang efisien dan berkelanjutan.

Di Indonesia, wacana wakaf uang mulai berkembang pesat pada awal tahun 2000-an. Puncaknya, pada tahun 2002 Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa tentang Wakaf Uang yang menyatakan bahwa wakaf uang hukumnya jawaz (boleh) dan sah digunakan selama pokok dana tidak berkurang serta dikelola secara syariah.

Fatwa ini kemudian diperkuat dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006, yang secara resmi mengatur dan melegalkan praktik wakaf uang di Indonesia. Sejak itu, lembaga-lembaga seperti Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan sejumlah nazhir profesional mulai mengembangkan program wakaf produktif dalam bentuk dana tunai.

Wakaf uang di era modern tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga fungsi sosial-ekonomi yang strategis. Melalui pengelolaan yang baik, dana wakaf dapat digunakan untuk:

  • Membiayai pendidikan dan beasiswa,
  • Membangun fasilitas kesehatan,
  • Memberdayakan ekonomi umat,
  • Serta mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Model ini memungkinkan wakaf menjadi sumber pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance) dalam konteks ekonomi Islam modern. Selain itu, wakaf uang mendorong inklusi sosial, karena siapapun tanpa memandang besar kecilnya harta dapat ikut serta dalam amal jariyah.

Sejarah menunjukkan bahwa wakaf uang lahir dari semangat inovasi dan ijtihad ulama untuk menyesuaikan ajaran Islam dengan kebutuhan zaman. Dari masa Kekaisaran Utsmani hingga era digital saat ini, wakaf uang terus berkembang sebagai instrumen ekonomi syariah yang relevan, produktif, dan berdampak sosial tinggi.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sejarah Wakaf Uang Sejak Abad 15 hingga Saat Ini Read More »

Wakaf Mushaf Al-Qur’an Menjangkau Pelosok: Ribuan Al-Qur’an Jadi Solusi Literasi Umat

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Program Wakaf Mushaf Al-Qur’an yang diinisiasi oleh Wakaf Daarut Tauhiid (Wakaf DT) terus menunjukkan peran vitalnya dalam mendukung literasi Al-Qur’an di Indonesia, khususnya di daerah-daerah terpencil.

Program ini hadir sebagai jawaban atas tingginya kebutuhan mushaf yang layak di berbagai penjuru negeri.

Kebutuhan Mendesak di Pelosok Negeri

Berdasarkan data Kementerian Agama, kebutuhan mushaf Al-Qur’an di Indonesia mencapai jutaan eksemplar per tahun. Kesenjangan ini paling terasa di kawasan pelosok, pondok pesantren kecil, dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di desa-desa terpencil.

Di banyak lokasi, mushaf yang tersedia sudah lapuk, lusuh, atau bahkan sobek karena termakan usia dan intensitas penggunaan. Akibatnya, para santri dan masyarakat harus bergiliran dan kesulitan dalam belajar membaca serta menghafal Al-Qur’an.

Minimnya ketersediaan mushaf yang layak menjadi hambatan serius bagi upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di kalangan umat Muslim, yang diperkirakan masih mencapai lebih dari 60% populasi.

Ribuan Mushaf Telah Terdistribusi

Menanggapi kondisi tersebut, Wakaf DT telah mendistribusikan puluhan ribu eksemplar mushaf Al-Qur’an ke berbagai pelosok daerah di Indonesia.

Proses penyaluran seringkali penuh tantangan, mengharuskan tim relawan menempuh perjalanan sulit ke daerah terpencil, namun semangat para penerima mushaf menjadi pendorong utama.

Mushaf yang disalurkan oleh Wakaf DT dirancang secara khusus (Wakaf Al-Qur’an Plus) untuk mempermudah pembelajaran.

Mushaf ini dilengkapi dengan tajwid warna, terjemah, tafsir ayat pilihan, bahkan kolom hikmah khusus dari K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), sehingga tidak hanya fokus pada aspek membaca, tetapi juga pemahaman dan pengamalan.

Pahala Abadi Melalui Amal Jariyah

Program Wakaf Mushaf Al-Qur’an tidak hanya berdampak besar secara sosial, tetapi juga menawarkan peluang besar bagi para pewakaf untuk menanam amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir.

Manfaat Wakaf Mushaf Al-Qur’an:

  • Pahala Mengalir Abadi: Setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca, dihafal, dan diamalkan oleh penerima mushaf akan mengalirkan pahala tanpa henti kepada pewakaf, bahkan setelah meninggal dunia.
  • Meningkatkan Literasi Al-Qur’an: Membantu memenuhi kebutuhan sarana belajar yang layak, sehingga mempercepat upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an dan melahirkan generasi Qur’ani.
  • Mendukung Dakwah di Tepian Negeri: Menghidupkan kegiatan keagamaan di daerah terpencil dan menjadi pilar penguatan akidah umat di wilayah rawan.
  • Meringankan Beban Lembaga Pendidikan: Membantu pesantren, madrasah, dan TPQ di pelosok yang memiliki keterbatasan dana untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai.

Wakaf DT mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam program ini. Dengan berwakaf, setiap individu berkontribusi langsung dalam menyebarkan cahaya Al-Qur’an dan menyiapkan bekal amal terbaik untuk kehidupan akhirat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf Mushaf Al-Qur’an Menjangkau Pelosok: Ribuan Al-Qur’an Jadi Solusi Literasi Umat Read More »

Komitmen Daarut Tauhiid: Gedung Pendidikan Dikelola Oleh Wakaf DT Miliki IMB

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT) menunjukkan komitmen tinggi terhadap kepatuhan hukum dan keamanan bangunan.

Seluruh unit pendidikan formal, mulai dari tingkat Play Group hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) serta berbagai asrama santri di bawah naungan DT, dilaporkan telah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang lengkap dan sah.

Langkah ini menjadi penegasan atas prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good governance) dalam sebuah lembaga pendidikan keagamaan.

Aset Umat Melalui Pengelolaan Wakaf DT

Kepemilikan aset bangunan pendidikan di DT sepenuhnya berada di bawah pengelolaan Wakaf Daarut Tauhiid (Wakaf DT). Lembaga wakaf profesional ini didirikan oleh K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) telah memiliki izin resmi dari Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Seluruh pembangunan dan pengembangan sarana pendidikan DT, termasuk pengadaan lahan, konstruksi gedung sekolah dan asrama, serta fasilitas pendukung lainnya, dibiayai dan dikelola dari dana wakaf yang dihimpun dari masyarakat.

Wakaf DT memastikan bahwa setiap aset wakaf, termasuk bangunan, tidak hanya memberikan manfaat besar bagi pendidikan umat (mauquf alaih) tetapi juga dikelola secara amanah, profesional, dan legal. Hal ini diwujudkan melalui:

  1. Kepatuhan Legalitas: Memastikan semua bangunan memenuhi persyaratan perizinan, termasuk IMB, untuk menjamin keamanan dan menghindari masalah hukum di masa depan.
  2. Transparansi dan Akuntabilitas: Seluruh proses pembangunan dan penggunaan dana wakaf diawasi dan dilaporkan secara berkala kepada publik.
  3. Optimalisasi Manfaat: Aset wakaf berupa bangunan pendidikan digunakan secara maksimal untuk mencetak generasi ahli zikir, ahli fikir, dan ahli ikhtiar.

“Prinsip kami, setiap harta wakaf harus membawa keberkahan dan kemanfaatan yang abadi. Bagian dari keberkahan itu adalah memastikan bangunan kami aman, kuat, dan legal, dengan IMB yang lengkap,” ujar salah satu perwakilan pengurus Wakaf DT.

Kawasan Wakaf Terpadu DT, seperti di Gegerkalong dan Eco Pesantren, kini berdiri kokoh sebagai bukti nyata dari peran wakaf dalam membangun peradaban, di mana kepatuhan perizinan menjadi bagian tak terpisahkan dari nilai-nilai keislaman dan tata kelola yang baik. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Komitmen Daarut Tauhiid: Gedung Pendidikan Dikelola Oleh Wakaf DT Miliki IMB Read More »

Kajian KKMT Daarut Tauhiid Menggema: Memadukan Akhlakul Karimah dan Kemandirian Ekonomi Umat

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Masjid Daarut Tauhiid (DT) kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pemberdayaan umat melalui penyelenggaraan rutin Kajian Kelompok Kerja Majelis Ta’lim (KKMT) pada Sabtu (4/10/2025).

Acara bulanan ini sukses menarik antusiasme ratusan jemaah, yang bukan hanya hadir untuk memperkaya spiritual, tetapi juga menguatkan pondasi ekonomi syariah.

Lebih dari 550 jemaah, yang terdiri dari warga setempat dan peserta umum, memadati masjid sejak pagi hingga menjelang siang.

Data panitia mencatat, kehadiran tertinggi didominasi oleh warga dari Kelurahan Isola (162 orang) dan Gegerkalong (123 orang), menunjukkan tingginya minat masyarakat sekitar terhadap pembinaan akhlak dan ilmu terapan.

Dua Pilar Kebahagiaan: Lisan Terpelihara dan Ekonomi Syariah

Kajian kali ini menghadirkan dua materi utama yang disampaikan oleh tokoh inspiratif Daarut Tauhiid:

KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), dalam tausiyahnya yang bertema “Hidup Bahagia dengan Lisan yang Terpelihara,” Aa Gym menekankan bahwa menjaga ucapan adalah kunci fundamental untuk mencapai ketenangan hidup.

Beliau mengingatkan bahwa banyak konflik dan masalah berawal dari lisan yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, setiap Muslim wajib berhati-hati agar lisannya senantiasa menjadi sumber kebaikan, bukan sumber fitnah atau keburukan.

H. Feri Risnandar, Ketua Koperasi BMT Daarut Tauhiid: Beliau membawakan materi “Ekonomi Keluarga Berbasis Koperasi Syariah.” H. Feri mengajak jemaah untuk memperkuat kemandirian finansial keluarga dengan memanfaatkan sistem koperasi syariah.

Menurutnya, koperasi adalah sarana yang ideal untuk menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, saling tolong-menolong (ta’awun), dan mencapai keberkahan dalam berusaha, sejalan dengan prinsip-prinsip Islam.

Misi Ganda: Dakwah dan Wakaf Produktif

Selain penyampaian materi, kegiatan KKMT ini turut dimeriahkan dengan aksi berbagi tahu gratis kepada seluruh jemaah, serta pengumpulan kencleng untuk program Cinta Masjid, sebuah inisiatif nyata dalam merawat keberlangsungan fasilitas ibadah dan kegiatan umat.

Kehadiran H. Feri Risnandar dalam kajian ini juga menggarisbawahi komitmen Daarut Tauhiid dalam pemanfaatan aset wakaf secara produktif.

Di Daarut Tauhiid, wakaf tidak hanya diwujudkan dalam bentuk tanah atau masjid, tetapi juga dikelola secara profesional—sebuah konsep yang dikenal sebagai Kawasan Wakaf Terpadu.

Aset wakaf ini dioptimalkan melalui unit-unit usaha seperti koperasi dan lembaga keuangan syariah (BMT) yang hasilnya digunakan untuk mendanai dakwah, pendidikan, kesehatan, dan sarana masjid.

Koperasi BMT DT sendiri merupakan salah satu wujud nyata wakaf produktif yang bertujuan memberdayakan ekonomi umat, menjadikannya pilar kemandirian yang berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pembinaan spiritual dan pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf, Masjid Daarut Tauhiid berharap kegiatan KKMT ini dapat terus menguatkan persaudaraan (ukhuwah) dan menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat yang aktif, mandiri, dan berakhlakul karimah.

Jemaah pun pulang dengan ilmu agama yang lebih mendalam, motivasi untuk memperbaiki diri, dan wawasan tentang kemandirian ekonomi syariah. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kajian KKMT Daarut Tauhiid Menggema: Memadukan Akhlakul Karimah dan Kemandirian Ekonomi Umat Read More »

Gedung SSG Daarut Tauhiid: Wadah Kebermanfaatan untuk Santri dan Masyarakat Umum

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pembangunan Gedung Santri Siap Guna (SSG) Daarut Tauhiid (DT) kini menjadi sorotan, membawa kabar gembira bagi para alumni dan juga masyarakat luas.

Gedung baru ini diharapkan menjadi pusat kegiatan yang lebih representatif, tidak hanya untuk mencetak santri yang berkarakter, tetapi juga membuka pintu belajar bagi publik yang ingin meningkatkan kualitas diri.

Salah seorang alumni SSG DT, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas berdirinya gedung ini.

“Saya sangat senang. InsyaAllah, gedung yang dibangun ini akan sangat bermanfaat, tidak hanya untuk kami para alumni SSG DT, tetapi juga masyarakat umum yang memiliki keinginan kuat untuk ikut serta belajar di pesantren DT,” ujarnya.

Dalam perjalanannya, program Santri Siap Guna Daarut Tauhiid telah dikenal sebagai kawah candradimuka yang melatih ribuan individu untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dengan fokus pada pembentukan karakter Baik dan Kuat (BAKU): Ikhlas, Jujur, Tawadhu, Berani, Disiplin, dan Tangguh. Tujuannya tak lain adalah agar mereka dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“SSG DT telah melatih banyak orang untuk sama-sama belajar menjadi orang yang lebih baik lagi, InsyaAllah, guna memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat luas,” tambahnya, menegaskan misi sosial yang diemban oleh program ini.

Gedung baru SSG DT ini direncanakan akan menjadi fasilitas pendukung utama untuk menunjang proses pembinaan yang lebih intensif dan terstruktur.

Dengan adanya wadah yang lebih memadai, diharapkan semangat ‘Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar’ yang menjadi ciri khas Pesantren DT dapat terus berkobar dan meluas, menjadi motor penggerak kebaikan di tengah masyarakat.

Pembangunan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Daarut Tauhiid dalam berkhidmat dan menebarkan kebermanfaatan yang berkelanjutan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Gedung SSG Daarut Tauhiid: Wadah Kebermanfaatan untuk Santri dan Masyarakat Umum Read More »

Gencatan Senjata di Gaza Memasuki Hari Kedua, Fokus pada Pemulihan dan Tingkat Kerusakan

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Situasi di Jalur Gaza dilaporkan tenang tanpa adanya pertempuran antara Israel dan Hamas, seiring dengan berlakunya gencatan senjata untuk hari kedua pada Sabtu (11/10/2025).

Saat jeda pertempuran dimanfaatkan oleh warga Palestina yang mengungsi untuk kembali ke kawasan mereka, skala kerusakan parah akibat konflik yang berlangsung selama dua tahun terakhir mulai terlihat jelas.

Laporan dari otoritas Gaza yang dikutip oleh media lokal menyebutkan bahwa sekitar 85 persen wilayah kota besar Khan Younis di Gaza selatan dan daerah seerahnya telah hancur.

Pada hari Sabtu, pihak berwenang Gaza mengumumkan bahwa berbagai badan pemerintah, kepolisian, dan pemerintah daerah telah bergerak cepat. Misi yang sedang mereka jalankan meliputi:

  • Evakuasi jenazah korban yang terperangkap.
  • Pembersihan puing-puing bangunan.
  • Pemulihan sistem air dan sanitasi.
  • Pembukaan akses jalan di berbagai lingkungan perumahan.

Pemerintah setempat telah mengajukan permohonan bantuan kepada komunitas internasional untuk segera mengirimkan pasokan logistik mendesak. Bantuan ini dianggap hanya dapat tersalurkan secara efektif jika blokade dicabut dan semua penyeberangan dibuka tanpa adanya pembatasan politik.

Sementara itu, belum ada laporan perkembangan baru terkait pembebasan sandera Israel. Hamas sebelumnya diperkirakan akan membebaskan para sandera dalam waktu 72 jam sejak dimulainya gencatan senjata. Situasi ini terus menjadi perhatian utama masyarakat Israel.

Gerakan Solidaritas Global: Wakaf DT Luncurkan Program Cash Wakaf for Palestine

Kolaborasi Kemanusiaan Melalui Wakaf Uang

Di tengah krisis kemanusiaan yang mendalam di Gaza, lembaga filantropi Islam Indonesia turut mengambil peran aktif. Wakaf Daarut Tauhiid (DT) menginisiasi program Cash Wakaf for Palestine sebagai bentuk kepedulian dan aksi nyata membantu masyarakat di wilayah konflik tersebut.

Program ini mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi melalui skema wakaf uang (tunai). Dana yang terhimpun tidak hanya bertujuan untuk bantuan konsumtif jangka pendek, tetapi dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang dan berkelanjutan bagi korban konflik.

Dana wakaf yang terkumpul akan difokuskan untuk beberapa sektor penting, antara lain:

  • Penyediaan Kebutuhan Mendesak: Bantuan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
  • Dukungan Kesehatan: Pengadaan alat kesehatan dan layanan medis darurat.
  • Pemulihan Infrastruktur: Kontribusi pada perbaikan fasilitas dasar, seperti sekolah atau tempat ibadah, setelah kerusakan parah.

Dengan sistem wakaf, Wakaf DT berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi “investasi abadi” yang terus menghasilkan manfaat bagi kesejahteraan warga Palestina. Program ini menjadi salah satu cara efektif bagi umat Muslim di Indonesia untuk menyalurkan solidaritas dan dukungan kemanusiaan mereka. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: NHK World Japan


WAKAFDT.OR.ID

Gencatan Senjata di Gaza Memasuki Hari Kedua, Fokus pada Pemulihan dan Tingkat Kerusakan Read More »

Transformasi Wakaf: Mengubah ‘3M’, Menjadi Mesin Ekonomi Indonesia Emas

WAKAFDT.OR.ID | SULAWESI TENGAH — Badan Wakaf Indonesia (BWI) secara resmi mengumumkan dimulainya reformasi besar-besaran dalam tata kelola wakaf di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini mengusung visi ambisius untuk mengubah aset wakaf, yang selama ini cenderung statis, menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional demi mencapai target Indonesia Emas 2045.

Momentum reformasi ini ditandai dengan pelantikan pengurus perwakilan BWI untuk empat kabupaten di Sulawesi Tengah: Banggai, Poso, Banggai Kepulauan, dan Morowali. Dalam acara yang berlangsung di Hotel Santika Palu, Senin (09/10/2025), BWI menegaskan bahwa era pengelolaan wakaf harus bergeser, tak lagi hanya berfokus pada aset konvensional ‘3M’ (Masjid, Madrasah, Makam).

Potensi Ratusan Triliun Terancam Stagnasi

Sekretaris BWI, H. Anas Nasikhin, yang memimpin langsung pelantikan, mengeluarkan peringatan serius mengenai potensi nilai wakaf yang sangat besar namun terancam tidak termanfaatkan optimal. Ia menyebutkan bahwa potensi wakaf uang dan wakaf produktif di Indonesia saat ini mencapai angka lebih dari Rp 200 triliun.

Namun, kekayaan raksasa ini dikhawatirkan tidak akan memberikan dampak berarti jika pola pengelolaannya masih menggunakan cara lama yang cenderung konsumtif.

“Pelantikan ini menandai penegasan reformasi tata kelola. Kita harus berpindah dari wakaf yang sekadar konsumtif menjadi wakaf yang produktif dan investasi sosial,” ujar Anas. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan transformasi ini terletak pada profesionalitas dan transparansi.

Legalitas Aset sebagai Hambatan Utama

Anas Nasikhin mengibaratkan harta wakaf sebagai ‘modal sosial terbesar’ yang dimiliki bangsa. Sayangnya, ia menyoroti satu kendala krusial: masalah legalitas. Mayoritas tanah wakaf masih berbentuk ‘3M’ dan, yang lebih mengkhawatirkan, banyak yang belum memiliki sertifikat resmi.

Menurutnya, kondisi tanpa kepastian hukum ini membuat potensi ekonomi triliunan rupiah tersebut menjadi ‘terkunci dan berisiko hilang’. Tanpa dasar hukum yang kuat, aset wakaf sulit dikembangkan dan rentan terhadap sengketa di masa depan.

Oleh karena itu, BWI menjadikan percepatan sertifikasi aset sebagai gerbang utama menuju wakaf yang produktif. Dengan adanya legalitas yang jelas, nazhir (pengelola wakaf) akan memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk mengembangkan aset menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan.

Dua Pilar Akselerasi: Hukum dan Inovasi Pendanaan

Untuk mengakselerasi transformasi wakaf, BWI akan menjalankan dua poros utama secara simultan:

  1. Percepatan Legalisasi Aset: Bertujuan untuk melindungi aset dari sengketa dan membuka peluang pengembangan komersial tanpa mengubah status hukum wakafnya.
  2. Inovasi Pendanaan: BWI akan menggalakkan penghimpunan wakaf uang secara lebih masif, khususnya menyasar segmen kelas menengah dan kaum milenial yang akrab dengan teknologi digital.

Dana abadi yang terkumpul dari wakaf uang akan diinvestasikan pada instrumen syariah yang aman dan terawasi, seperti Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). Keuntungan dari investasi inilah yang akan berfungsi sebagai sumber dana abadi untuk membiayai berbagai program kemaslahatan, mulai dari beasiswa, modal usaha UMKM, hingga pembangunan fasilitas kesehatan.

“Ini adalah pergeseran paradigma. Kita tidak lagi berbicara tentang ‘sedekah’ yang habis sekali pakai, melainkan tentang investasi abadi yang hasilnya dapat memutar roda kesejahteraan masyarakat,” pungkas Anas.

Kepengurusan BWI yang baru dilantik di Sulawesi Tengah diharapkan menjadi pilot project dalam penerapan tata kelola wakaf modern ini. Keberhasilan mereka akan membuktikan bahwa dana umat, jika dikelola secara profesional, dapat menjelma menjadi kekuatan ekonomi besar untuk mewujudkan keadilan dan cita-cita Indonesia Emas. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Transformasi Wakaf: Mengubah ‘3M’, Menjadi Mesin Ekonomi Indonesia Emas Read More »

Aa Gym: Bagaimana Menjadi Ahli Sabar

WAKAFDT.OR.ID  — Kita termasuk Ahli sabar kalau selalu menafakuri bahwa selama ini kita diurus oleh Alloh dengan baik, tidak ada perbuatan Alloh yang buruk untuk hambanya meskipun hanya sekejap saja.

Kalau pun Alloh memberikan ujian kepada kita, pasti hal tersebut sesuatu yang sebenarnya baik, keyakinan tersebut akan membuat kita ringan menghadapi hidup ini.

Hidup ini terasa berat atas cobaan yang kita hadapi karena kita tidak ridho menerima atas takdir Alloh.

Kenapa kita tidak bisa menerima takdir Alloh? karena kita merasa takdir tersebut tidak cocok dengan kehidupan kita. Padahal tidak ada ujian yang tidak baik, yang Alloh berikan pasti baik.

Kita sering kali mengeluh setiap ikhtiar yang kita lakukan, karena merasa tidak cocok dari apa yang diikhtiarkan dengan hasil yang diinginkan.

Pertanyaannya, apakah setiap ikhtiar yang kita lakukan harus cocok dengan keinginan kita? Tentu tidak. Karena kita sama sekali tidak memiliki kemampuan dalam menentukan keinginan yang sesuai dengan diri kita.

Mengapa kita harus bersabar ketika mendapatkan nikmat? Karena, nikmat itu bisa saja menggelincirkan manusia ke dalam kekhilafan dan memperturutkan hawa nafsu.

Banyak orang yang mampu bersabar ketika diuji dengan kesulitan, tapi tidak mampu bersabar ketika diuji dengan kenikmatan.

Kekuatan jiwa dalam membangun kesabaran, memiliki nilai balasan yang sangat menjanjikan, Alloh berfirman dalam sebuah hadits Qudsi, “Tidak ada balasan bagi hambaku mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan surga baginya.”

Sabar tidak identik dengan sikap lemah atau menerima apa adanya. Namun, sabar merupakan perjuangan yang menggambarkan kekuatan jiwa pelakunya sehingga mampu mengalahkan dan mengendalikan keinginan nafsunya.

Bahkan sabar disaat ini menjadi kekuatan moral dalam menghadapi berbagai kejahatan, kezaliman, serta teror yang dilakukan oleh mereka yang tidak ingin kejahatan dan kezalimannya terbongkar.

Sabar dalam menghadapi kenyataan yang terjadi adalah kunci dari pertolongan Alloh. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat pertolongan-Nya. Aamiin yaa Rabbal’aalamiin. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Bagaimana Menjadi Ahli Sabar Read More »

Indonesia Tolak Visa Atlet Israel untuk Kejuaraan Senam Dunia 2025

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA — Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas dengan menolak menerbitkan visa bagi seluruh atlet Israel yang dijadwalkan berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta (19-25 Oktober 2025).

Penolakan ini dikonfirmasi oleh Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Permasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, pada Kamis (9/10), dan disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Yusril menegaskan bahwa Indonesia mengecam Israel atas kekejaman di Gaza dan tidak akan menjalin kontak apa pun dengan Israel sampai mereka mengakui keberadaan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Sikap ini juga didukung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang sebelumnya menyatakan tidak mengizinkan kehadiran atlet Israel karena berpotensi memicu kemarahan publik di Jakarta, mengingat kuatnya memori terhadap tragedi kemanusiaan di Gaza.

Bahkan, pihak Federasi Senam Artistik dilaporkan telah menarik sponsorship yang diajukan setelah mengetahui sikap tegas pemerintah Indonesia. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Indonesia Tolak Visa Atlet Israel untuk Kejuaraan Senam Dunia 2025 Read More »