Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Kisah Pertobatan Pezina Usai Menerima Sedekah di Zaman Nabi

WAKAFDT.OR.IDSuatu ketika, dan seperti biasanya, Baginda Rasulullah SAW berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Setelah berbincang dengan mereka, beliau berkata kepada mereka:

“Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, ‘Malam ini aku akan bersedekah!”. Dan benar saja, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai.

Akhirnya, pria itu mengetahui tentang wanita itu yang ternyata adalah seorang pezina. Mendengar kabar yang demikian, pria itu bergumam, “Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu.Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!”.

Kemudian, pria itu mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah itu, tanpa diketahuinya, adalah seorang yang kaya raya. Sehingga, lagi dan lagi membuat kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai, pria itu lalu mengetahui bahwa orang tadi merupakan orang yang kaya.

Mendengar kabar yang demikian, pria itu pun bergumam, “Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Ternyata, sedekahku itu jatuh ke tangan orang kaya. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!”.

Akhirnya kali ini mencoba kembali mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah dengan cermat dan teliti. Ternyata, penerima sedekah yang ketiga, tanpa diketahuinya, adalah seorang pencuri. Tak lama berselang, kejadian itupun menjadi perbincangan khalayak ramai, dan kabar itu diketahui oleh sang pria bahwa yang menerima sedekahnya adalah seorang pencuri.

Akhirnya pria itu pun mengeluh dan berkata, “Ya Allah! Segala puji ha­nya bagi-Mu! Ya Allah, sedekahku ternyata jatuh ke tangan orang-orang yang tak kuduga: pezina, orang kaya, dan pencuri!,”.

Pria itu kemudian didatangi (malaikat utusan Allah) yang berkata, “Sedekahmu telah diterima Allah. Bisa jadi pezina itu akan berhenti berzina karena menerima sedekah itu. Bisa jadi pula orang kaya itu mendapat pelajaran karena sedekah itu, lalu dia menyedekahkan sebagian rezeki yang dikaruniakan Allah kepadanya. Dan, bisa jadi pencuri itu berhenti mencuri selepas menerima sedekah itu,”.

MasyaAllah, sungguh sedekah menjadi amalan yang luar biasa. Jika diniatkan dengan penuh ikhlas dan atas izin Allah, maka sedekah yang kita tunaikan akan memberikan dampak yang luar biasa bagi orang lain. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: BWI


WAKAFDT.OR.ID

Kisah Pertobatan Pezina Usai Menerima Sedekah di Zaman Nabi Read More »

wakaf berjangka

Bukan Wakaf, Ternyata Ini Sedekah yang Paling Dianjurkan Pertama

WAKAFDT.OR.IDSedekah adalah amalan yang erat kaitannya dengan harta. Pemberiannya dilakukan secara ikhlas tanpa jumlah yang ditentukan. Dalil mengenai sedekah tercantum dalam sejumlah ayat Al-Qur’an, salah satunya surah Al Baqarah ayat 245.

Artinya: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.”

Menurut buku Risalah Zakat, Infak, dan Sedekah tulisan Wawan Shofyan Sholehuddin, sedekah dimaknai sebagai ruang yang teramat luas untuk hamba beramal saleh dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki dalam bentuk kebaikan termasuk dengan mengeluarkan harta di jalan yang diridhai Allah Ta’ala.

Hukum sedekah sendiri ialah sunnah seperti dijelaskan dalam buku 100 Kesalahan dalam Sedekah susunan Reza Pahlevi Dalimuthe. Sedekah sendiri sebetulnya terdiri dari berbagai bentuk, tidak hanya melalui harta.

Berkaitan dengan itu, terdapat sedekah yang sangat dianjurkan. Apa saja? Simak bahasannya yang dinukil dari sumber yang sama. Bentuk sedekah yang paling dianjurkan meliputi hal-hal dibawah ini:

Salat Dhuha

Sedekah yang pertama ialah salat Dhuha. Amalan yang satu ini hukumnya sunnah muakkad yang berarti sangat dianjurkan. Pelaksanaannya dilakukan pada pagi hari sampai siang sebelum masuk waktu Dzuhur. Imam Nawawi melalui Syarah Riyadhus Shalihin menukil hadits yang berasal dari Abu Dzar RA, Nabi SAW bersabda:

“Pada setiap ruas tulang seseorang di antara kalian di setiap pagi ada kewajiban sedekah. Setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, tiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Namun, semua itu dapat dicukupi dengan salat dua rakaat yang dikerjakan seseorang di waktu Dhuha.” (HR Muslim)

Mengutip buku Ensiklopedia Hadits Ibadah Shalat Sunnah susunan Syamsul Rijal Hamid, Rasulullah SAW menganjurkan kaum muslimin mengerjakan salat Dhuha ialah 2, 4, 8, dan 12 rakaat. Anjuran salat Dhuha ini bukan tanpa sebab. Amalan sunnah tersebut mengandung banyak manfaat dan keutamaan.

Wakaf

Rasulullah SAW bersabda bahwa wakaf termasuk ke dalam sedekah jariyah yang artinya pahala tersebut akan terus mengalir meski orang tersebut telah meninggal dunia. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah RA,

“Apabila anak Adam (manusia) telah wafat, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakannya.” (HR Muslim)

Dalam buku Panduan Muslim Sehari-hari oleh Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha, wakaf secara bahasa artinya “berdiri, berhenti, dan menahan.”

Sementara itu, dari segi bahasa wakaf artinya menyerahkan harta yang tahan lama dan dapat dimanfaatkan oleh umat Islam tanpa harus merusak atau menghabiskannya kepada seseorang atau masyarakat untuk dimanfaatkan dan diambil hasilnya, dengan tetap mempertahankan harta benda tersebut berada pada milik Allah Ta’ala yang tidak dapat diperjualbelikan, diberikan kepada orang lain, atau diwariskan kepada keluarga.

Orang yang Paling Utama Bersedekah

Dalam buku Fiqhul Islam wa Adillatuhu Juz 3 karya Prof Wahbah Az-Zuhaili, yang paling utama memberi sedekah mereka yang memiliki kelebihan harta dari kebutuhan dirinya dan orang-orang yang dinafkahi. Namun, jika orang yang bersedekah dengan harta dapat mengurangi nafkah orang-orang yang ditanggung maka dosa hukumnya.

Nabi SAW bersabda dalam sebuah hadits, “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang diberikan ketika berkecukupan. Mulailah dengan orang yang kamu nafkahi.” (HR Abu Dawud).

Sumber: BWI

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Bukan Wakaf, Ternyata Ini Sedekah yang Paling Dianjurkan Pertama Read More »

Delegasi BI Jambi dan Pesantren Kunjungi DT: Pelajari Model Pengelolaan Ekonomi Berbasis Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Bank Indonesia (BI) Jambi memimpin rombongan perwakilan sejumlah pesantren di Kota Jambi dalam sebuah kunjungan studi banding ke Pesantren Daarut Tauhiid (DT) pada hari Kamis (2/10/2025).

Kunjungan ini berfokus pada studi dan replikasi model pengelolaan ekonomi pesantren yang telah berhasil dikembangkan oleh DT.

Studi Banding Pengelolaan Ekonomi Pesantren

Para peserta disambut hangat dan menjalani audiensi khusus bersama jajaran Koperasi Pesantren DT.

Diskusi mendalam ini membahas sistem operasional, tata kelola, dan strategi pengembangan ekonomi yang memberdayakan komunitas pesantren sekaligus mandiri secara finansial.

Setelah sesi audiensi, delegasi BI Jambi dan perwakilan pesantren berkesempatan berkeliling langsung di lingkungan DT.

Mereka meninjau berbagai unit usaha yang dikelola oleh pesantren, mulai dari ritel, jasa, hingga sektor produksi, yang menjadi tulang punggung bagi kemandirian ekonomi lembaga pendidikan tersebut.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis bagi pesantren di Jambi untuk mengadopsi praktik terbaik dalam mengelola sumber daya ekonomi mereka.

Peran Kunci Aset Wakaf Produktif DT

Model kemandirian ekonomi DT tidak terlepas dari pengelolaan aset wakaf produktif yang dikelola secara profesional.

Selain unit usaha berbasis koperasi, DT mengandalkan aset wakaf untuk menopang keberlangsungan lembaga dan program sosialnya.

Beberapa contoh pemanfaatan aset wakaf di DT meliputi:

  1. Pengelolaan Properti Komersil: Aset wakaf berupa bangunan atau tanah yang dikembangkan menjadi unit usaha (seperti toko, guest house, atau tempat pertemuan) yang menghasilkan pendapatan. Keuntungan ini digunakan untuk membiayai operasional pendidikan dan dakwah.
  2. Pemberdayaan Umat: Hasil dari wakaf produktif disalurkan untuk beasiswa santri dari kalangan dhuafa, layanan kesehatan gratis, dan program sosial lainnya, memastikan manfaat aset tersebut kembali kepada mauquf alaih.
  3. Infrastruktur Pendidikan: Pembangunan dan pemeliharaan fasilitas pesantren, seperti asrama dan ruang kelas, seringkali didanai dari hasil investasi wakaf produktif, memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga tanpa hanya mengandalkan SPP.

Dengan pendekatan ini, aset wakaf tidak hanya diam, melainkan berputar dan menghasilkan nilai tambah yang mendukung ekosistem ekonomi pesantren.

Keberhasilan DT dalam mengintegrasikan koperasi dan pengelolaan wakaf produktif inilah yang menarik perhatian BI Jambi sebagai percontohan bagi pesantren lain. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Delegasi BI Jambi dan Pesantren Kunjungi DT: Pelajari Model Pengelolaan Ekonomi Berbasis Wakaf Read More »

Wakaf Sebagai Pilar Abadi Peradaban Islam dan Kontribusi Sultan Salahuddin al-Ayyubi

WAKAFDT.OR.IDWakaf memiliki posisi sentral dalam sejarah Islam, melampaui sekadar donasi untuk tempat ibadah. Sepanjang peradaban Islam, wakaf telah menjadi motor penggerak untuk pembangunan beragam fasilitas vital yang menopang kehidupan masyarakat secara luas, termasuk non-Muslim.

Secara keagamaan, peran wakaf tak terbantahkan, karena ia termasuk dalam ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf).

Wakaf (harta yang ditahan pokoknya dan disalurkan hasilnya) berfungsi sebagai salah satu pilar ekonomi yang mampu menopang kesejahteraan umat di dunia dan menjadi pahala berkelanjutan di akhirat.

Meskipun banyak masjid dibangun dan dipelihara berkat harta wakaf, manfaatnya jauh lebih luas. Dalam sejarah, aset wakaf digunakan untuk membangun:

  • Layanan Publik: Sumur, air mancur, kamar mandi umum, dan prasarana kota.
  • Kesehatan dan Ilmu: Perpustakaan, bimaristan (rumah sakit), dan institusi pendidikan.

Inisiatif Pendidikan Sultan Salahuddin al-Ayyubi

Salah satu tokoh bersejarah yang memanfaatkan potensi wakaf secara efektif adalah Sultan Salahuddin al-Ayyubi. Pada masa Dinasti Ayyubiyah (sekitar pertengahan abad ke-13), Salahuddin secara gencar menggunakan wakaf untuk mendirikan berbagai sekolah (madrasah).

Madrasah yang dibangun melalui wakaf pada masa kepemimpinannya meliputi:

  • Sekolah di Kairo, berdekatan dengan situs yang dihormati sebagai makam cucu Nabi Muhammad, Imam Al Husain bin Ali.
  • Sekolah Zain an-Najjar di Mesir yang didedikasikan untuk mazhab Syafi’i.
  • Sekolah di bekas rumah Abbas bin Sallar, yang mengajarkan mazhab Hanafi.
  • Madrasah Al Qamhiyyah, yang mengajarkan mazhab Maliki.
  • Al Madrasah Ash Shalafiyyah yang terletak di dekat gerbang Asbath, di dalam tembok Al Quds Asy Syarif.

Sekolah-sekolah ini tidak hanya berfokus pada ilmu agama, tetapi juga menawarkan kurikulum yang komprehensif, mencakup bahasa, sejarah, aritmatika, arsitektur, astronomi, dan ekonomi.

Kontribusi Wakaf pada Keberlanjutan Dinasti

Penggunaan wakaf untuk mengembangkan sektor pendidikan secara efektif menunjukkan bagaimana aset ini menjadi pilar peradaban yang kokoh.

Inisiatif pembangunan sekolah melalui wakaf tidak berhenti pada masa Salahuddin, namun juga dilanjutkan oleh para amir Dinasti Ayyubiyah berikutnya.

Bukti keberlanjutan wakaf ini terlihat dari catatan sejarah tentang:

  • Madrasah Al Adiliyyah di Damaskus (didirikan oleh Al Malik Al Adil).
  • Darul Hadith Al Asyrafiyyah (didirikan oleh Al Kamil Muhammad bin Ahmad bin Ayyub).
  • Madrasah Ash Shalihiyyah (didirikan oleh Al Malik Ash Shalih Nazmuddin Ayyub).

Upaya berkelanjutan ini berkontribusi signifikan pada pelestarian Dinasti Ayyubiyah selama setidaknya satu abad. Sampai saat ini, manfaat dari aset wakaf yang didirikan oleh para pendiri dinasti tersebut terus mengalir, menjadi bukti nyata amal jariyah yang abadi. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf Sebagai Pilar Abadi Peradaban Islam dan Kontribusi Sultan Salahuddin al-Ayyubi Read More »

Menggali Potensi Wakaf Produktif: Dari Sejarah Kenabian hingga Kontribusi Nyata Aset DT

WAKAFDT.OR.IDWakaf telah lama dipandang sekadar donasi untuk pembangunan tiga bidang utama: masjid, madrasah, dan pemakaman (3M).

Padahal, dengan inovasi dan pengelolaan yang strategis, wakaf bertransformasi menjadi aset produktif yang dapat menghasilkan keuntungan berkelanjutan, yang manfaatnya kembali digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan dan fasilitas publik.

Konsep wakaf produktif ini termasuk dalam kategori sedekah jariyah, di mana pahalanya terus mengalir kepada pemberi wakaf (wakif) selama aset tersebut terus memberikan manfaat kepada penerima (mauquf alaih).

Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap untuk mengembangkan wakaf produktif, menyusul keberhasilan praktik di negara-negara Islam lain seperti Turki, Singapura, dan Malaysia.

Apa Itu Wakaf Produktif?

Wakaf produktif adalah metode pengelolaan wakaf yang bertujuan utama memastikan aset wakaf – baik berupa benda bergerak (uang, logam) maupun tidak bergerak (tanah, bangunan) – menghasilkan surplus atau keuntungan finansial secara berkesinambungan.

Keuntungan yang dihasilkan dari aset produktif ini kemudian dialokasikan untuk membiayai berbagai program sosial dan kebutuhan masyarakat, seperti:

  • Peningkatan Akses Pendidikan (beasiswa, pembangunan sekolah).
  • Layanan Kesehatan Berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.
  • Pengembangan Aset Ekonomi lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan umum.

Secara esensi, tujuan utama wakaf produktif adalah meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui kemandirian finansial aset wakaf itu sendiri.

Jejak Sejarah dan Implementasi Nyata di DT

Konsep wakaf produktif bukanlah hal baru. Ia telah dipraktikkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Sebuah riwayat dari Umar bin Khattab menjadi landasan utamanya.

Ketika Umar mewakafkan sebidang tanah berharga di Khaibar, Nabi SAW bersabda, “Wakafkanlah tanahnya dan sedekahlah buah-buahannya.”

Ini mengajarkan prinsip dasar: aset pokok (tanah) dipertahankan, sementara hasil atau keuntungannya (buah-buahan) dibagikan kepada yang membutuhkan (fakir, miskin, yatim, dan sebagainya).

Penerapan prinsip ini kini terlihat jelas dalam pengelolaan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga seperti Pesantren Daarut Tauhiid (DT).

Kaitan dengan Aset Wakaf DT, Daarut Tauhiid secara aktif mengelola berbagai aset wakaf produktif, seperti:

  • Pusat Bisnis dan Ritel: Toko-toko atau unit usaha yang berada di bawah naungan DT.
  • Properti Komersil: Bangunan atau properti yang disewakan atau dioperasikan secara komersil.
  • Pertanian/Peternakan: Aset yang dikelola untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.

Hasil keuntungan atau surplus dari aset-aset produktif DT ini tidak hanya dikembalikan untuk pemeliharaan aset, tetapi juga secara rutin dialokasikan untuk membiayai operasional pesantren, beasiswa pendidikan, layanan kesehatan gratis, dan program pemberdayaan masyarakat.

Dengan demikian, pengelolaan wakaf di DT menjadi contoh nyata bagaimana warisan ibadah dari zaman Nabi dapat bertransformasi menjadi mesin kesejahteraan ekonomi umat yang berkelanjutan di era modern. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menggali Potensi Wakaf Produktif: Dari Sejarah Kenabian hingga Kontribusi Nyata Aset DT Read More »

Apresiasi Santri Berprestasi: Bukti Nyata Manfaat Aset Wakaf Daarut Tauhiid

WAKAFDT.OR.ID | BATAM – Keceriaan dan rasa syukur menyelimuti acara penganugerahan Reward Santri Periode Agustus 2025 yang diselenggarakan di SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Batam.

Kegiatan rutin ini merupakan wujud nyata dari upaya pondok pesantren dalam mengapresiasi dedikasi, kedisiplinan, dan semangat luar biasa para santri selama menjalani pendidikan.

Acara penghargaan ini tidak hanya menjadi penanda prestasi santri, tetapi juga menyoroti peran vital aset wakaf Daarut Tauhiid (DT) yang mendukung penuh kegiatan operasional sekolah.

Keberadaan fasilitas dan sarana yang dikelola melalui wakaf memungkinkan terlaksananya proses belajar mengajar, pembinaan karakter, dan pengembangan potensi santri secara optimal, termasuk dalam kegiatan apresiasi ini.

Daftar Santri Penerima Penghargaan

Sejumlah santri menerima pengakuan atas pencapaian terbaik mereka di berbagai bidang, yang menunjukkan keberhasilan program pembinaan yang disokong oleh wakaf:

  • Terbaik Al-Qur’an (Penambahan Hafalan Terbanyak): Jibran Aimar Raflii, Shakty Ramadhan, Ahmad Muhairis, Heni Marccelia Ramadhani, Rajwa Shifa Afifah, dan Keysha Zakira Mardani.
  • Terbaik UKJ (Nilai Akhir Ujian Kenaikan Juz): Fadhil Yaqdan Nashrullah dan Neysan Putri Aikwan.
  • Terbaik Mutabaah Yaumiyah (Kontrol Ibadah Harian): Muhammad Fatih, M. Akbar, Delvin Alvaro, Alesya Dania, Ariqa Shidqia, dan Salsa Bila Zukhruf.
  • Terbaik Karakter (Aspek PDPAT dan Tata Nilai DT): Ali Al Furqon, Melvana Lathifah Ayunda, Bintang Muhammad Nadim, Salvia Bivanisa Suliha Sunjaya, Fadhil Yaqdan Nasrullah, dan Siti Mieko Ghaisanni.
  • Terbaik BR3T (Kerapian): Bintang Muhammad Nadim dan Izzatun Najwah.

Penghargaan tertinggi, Santri Terbaik, dianugerahkan kepada Athailah Arsyad Syatir dan Neysan Putri Aikwan.

Selain individu, apresiasi juga diberikan kepada unit kolektif:

  • Kelas Terbaik: Kelas VIII A (Putra) dan Kelas IX B (Putri).
  • Asrama Terbaik: Asrama 1 Kelas VIII (Putra) dan Asrama 1 Kelas IX (Putri).
  • Menjadi Penyemangat dan Bukti Keberkahan Wakaf

Oka Raka Kuswanda, Humas SMP DTBS Batam, menyampaikan ucapan selamat. “Penghargaan ini bukan sekadar piala, tetapi penyemangat untuk terus berprestasi, menjaga akhlak mulia, dan menjadi pribadi yang saleh-salehah serta memberi manfaat bagi sesama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh kegiatan pendidikan, mulai dari asrama, ruang kelas, hingga fasilitas pendukung yang membentuk santri berprestasi ini, merupakan buah dari pengelolaan aset wakaf DT yang amanah dan produktif.

Keikhlasan para wakif (pemberi wakaf) telah menjelma menjadi tempat yang melahirkan generasi penerus yang berakhlak dan berilmu.

Setiap pencapaian santri adalah cerminan dari semangat ketulusan, disiplin, dan keikhlasan yang ditanamkan, menjadikannya bernilai besar di sisi Allah, seiring dengan keberkahan dari harta wakaf yang dimanfaatkan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Apresiasi Santri Berprestasi: Bukti Nyata Manfaat Aset Wakaf Daarut Tauhiid Read More »

Prestasi Santri Penghafal Qur’an dan Pemanfaatan Wakaf Daarut Tauhiid

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Suasana khidmat menyelimuti kompleks Daarut Tauhiid (DT) Bandung saat Ujian Kenaikan Juz (UKJ) digelar untuk para santri penghafal Al-Qur’an.

Acara ini merupakan momen penting untuk menguji ketekunan dan disiplin para penghafal dalam menjaga hafalan mereka.

Pada (28/9/2025), tiga siswi dari SMK Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) berhasil menyelesaikan ujiannya dengan predikat mumtaz (sempurna). Mereka adalah:

  • Labiqa Salsabila Mikdar (Kelas XI BP – Juz 3)
  • Anisa (Kelas XI AKL – Juz 28)
  • Nikeisha Sakhi Rafifah (Kelas XI DKV – Juz 30)

Ketiga santri ini menunjukkan kekuatan hafalan yang luar biasa dengan mampu menuntaskan ujian sekali duduk. Humas SMK DTBS, Dini, menyampaikan rasa syukur atas prestasi ini, berharap Al-Qur’an senantiasa menjadi petunjuk bagi kehidupan mereka.

Acara ditutup dengan doa Khotmil Qur’an, yang menginspirasi umat Islam untuk terus mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Peran Sentral Aset Wakaf dalam Mendukung Pendidikan di Daarut Tauhiid

Prestasi para santri penghafal Al-Qur’an di DT tidak terlepas dari dukungan fasilitas dan program pendidikan yang memadai. Fasilitas-fasilitas ini, termasuk asrama, ruang kelas, dan masjid tempat santri belajar, banyak di antaranya dikelola melalui aset wakaf.

Wakaf Daarut Tauhiid berperan sentral dalam menjamin keberlanjutan program pendidikan dan dakwah. Dana dan aset yang diamanahkan umat digunakan untuk umat pula.

  • Pengembangan Fasilitas Pendidikan: Menyediakan dan memelihara infrastruktur di sekolah dan pesantren, termasuk SMK DTBS, sehingga santri dapat belajar dalam lingkungan yang kondusif.
  • Mendukung Beasiswa dan Program Santri: Membantu membiayai program-program pengembangan karakter dan tahfiz (menghafal) Al-Qur’an, memastikan biaya bukan menjadi penghalang bagi calon penghafal Al-Qur’an yang berprestasi.
  • Kemandirian Ekonomi Lembaga: Hasil pengelolaan aset wakaf produktif juga digunakan untuk menopang operasional yayasan, memastikan bahwa misi dakwah dan pendidikan Daarut Tauhiid dapat terus berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.

Dengan demikian, keberhasilan para santri penghafal Al-Qur’an merupakan wujud nyata dari pemanfaatan wakaf yang produktif dan bermanfaat, mengalirkan pahala jariyah bagi para muwakif (pemberi wakaf). (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Prestasi Santri Penghafal Qur’an dan Pemanfaatan Wakaf Daarut Tauhiid Read More »

Tuntutan Hamas dengan Penjajah dalam Perundingan Gaza

WAKAFDT.OR.ID | GAZA — Pemimpin Hamas, Fawzi Barhoum, baru-baru ini memperingati dua tahun sejak “Operasi Topan Al-Aqsa” dan menegaskan kembali sikap tegas kelompoknya.

Barhoum menyatakan bahwa Hamas tidak akan menerima kesepakatan apa pun yang tidak menjamin penghentian pendudukan Israel secara menyeluruh dan rekonstruksi Gaza.

Dalam perundingan gencatan senjata yang sedang berlangsung (disebutkan di Sharm El-Sheikh dan Kairo), tuntutan utama Hamas adalah:

  • Gencatan senjata yang komprehensif dan permanen.
  • Penarikan penuh seluruh pasukan Israel dari Jalur Gaza.
  • Akses bantuan tanpa batas.
  • Kepastian kembalinya para pengungsi.
  • Dimulainya rekonstruksi di bawah pengawasan badan teknokrat Palestina.

Kesepakatan pertukaran tahanan yang adil.

Sumber Hamas kepada Aljazirah menyebutkan bahwa delegasi mereka menuntut agar tahapan pembebasan sandera Israel harus terikat langsung dengan tahapan penarikan pasukan Israel.

Pembebasan sandera terakhir harus bertepatan dengan penarikan pasukan terakhir, dan Hamas menuntut jaminan internasional untuk hal ini.

Barhoum menekankan bahwa prioritas utama gerakan perlawanan adalah penghentian segera agresi Zionis dan perang genosida di Gaza.

Ia menyoroti penderitaan warga Gaza selama dua tahun terakhir—termasuk genosida, kelaparan, dan kehancuran total—menyebutkan korban tewas lebih dari 67.000 jiwa, dengan sebagian besar adalah warga sipil.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump (menurut Aljazirah Arab) menyatakan bahwa perundingan yang sangat serius mengenai Gaza sedang berlangsung dan melihat peluang nyata untuk kemajuan dalam rencana mengakhiri perang dan membebaskan para tahanan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: Republika


WAKAFDT.OR.ID

Tuntutan Hamas dengan Penjajah dalam Perundingan Gaza Read More »

Menahan Diri dan Mengembangkan Wakaf: Pelajaran Pagi di Daarut Tauhiid dan Komitmen Kelola Aset Umat

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana khidmat menyelimuti Eco Pesantren 1 Daarut Tauhiid usai azan Subuh berkumandang. Dinginnya udara tak menghalangi ratusan santri dari berbagai jenjang—mulai dari SMP, SMK, SMA, hingga Baitul Qur’an—untuk segera memenuhi Masjid Rahmatan Lil ‘Alamiin.

Pagi itu, Sabtu (4/10/2025), fokus mereka tertuju pada satu agenda istimewa: Kajian MQ Pagi bersama KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Dengan balutan gamis, syal, dan peci yang rapi, para santri duduk tertib di dalam masjid. Begitu Aa Gym menaiki mimbar, suasana seketika hening. Goresan pena di buku catatan menjadi bukti kesungguhan mereka menyerap setiap nasihat yang disampaikan guru mereka.

Dalam tausiyahnya, Aa Gym menyoroti nilai sejati dari kekuatan seorang mukmin: kemampuan mengendalikan amarah. Beliau menegaskan bahwa mudah marah bukanlah ciri sifat yang disukai oleh Allah.

“Orang kuat bukanlah yang mampu menundukkan lawan, tapi yang mampu menahan amarahnya ketika ingin marah,” pesan Aa Gym, yang nadanya lembut namun menghujam ke dalam hati para santri.

Pesan ini disambut dengan keheningan dan perhatian penuh, memperkuat landasan akhlak para penghafal dan penuntut ilmu di Daarut Tauhiid.

Sesi ditutup dengan doa kebaikan bagi seluruh umat muslim, khususnya bagi para santri dan rakyat Palestina yang tengah menghadapi kesulitan.

Komitmen Daarut Tauhiid dalam Pengelolaan Aset Wakaf

Semangat ketertiban dan kedisiplinan yang diajarkan dalam kajian akhlak sejalan dengan prinsip yang diterapkan Daarut Tauhiid dalam urusan pengelolaan aset keumatannya.

Sebagai lembaga yang aktif dalam menghimpun dan mengelola dana umat, Wakaf Daarut Tauhiid memainkan peran vital.

Wakaf, yang dalam Islam berfungsi sebagai instrumen ekonomi sosial untuk kemaslahatan umat, dikelola Daarut Tauhiid dengan prinsip amanah, profesional, dan berorientasi manfaat sebesar-besarnya.

Lembaga ini berupaya mengembangkan konsep Kawasan Wakaf Terpadu, di mana aset wakaf diolah secara produktif dan terintegrasi dalam satu kawasan.

Pengelolaan aset wakaf tidak hanya fokus pada pembangunan sarana ibadah, tetapi juga pengembangan aset yang menghasilkan nilai ekonomi (wakaf produktif).

Hasil dari pengembangan ini kemudian dialokasikan kembali untuk menunjang program pendidikan, dakwah, dan sosial di bawah naungan Wakaf Daarut Tauhiid.

Dengan demikian, aset wakaf yang terkumpul dapat terus berputar dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kesejahteraan umat.

Penerapan prinsip manajemen yang baik—seperti transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas—menjadi kunci agar harta wakaf terhindar dari salah kelola (mismanagement) dan bisa menyejahterakan masyarakat luas, selaras dengan semangat kebaikan yang diajarkan Aa Gym. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menahan Diri dan Mengembangkan Wakaf: Pelajaran Pagi di Daarut Tauhiid dan Komitmen Kelola Aset Umat Read More »

Menanti Kelas Baru: Semangat Belajar Santri PDF Daarut Tauhiid di Tengah Keterbatasan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Semangat belajar santri program Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Daarut Tauhiid tak pernah surut, meskipun saat ini mereka harus beradaptasi dengan keterbatasan ruang kelas.

Bertempat di Eco Pesantren DT 2, para santri ini menunjukkan ketekunan luar biasa, memanfaatkan setiap sudut yang ada sebagai ruang belajar, mulai dari masjid, teras masjid, hingga asrama mereka sendiri.

Keterbatasan fasilitas ini tidak mengurangi keceriaan dan kebersamaan mereka. Muhammad Nur Ridwan, seorang santri PDF kelas 10, berbagi pengalamannya dengan antusias saat ditemui pada (3/10/2025).

“Alhamdulillah, selama ini kami belajar terus semangat, dan seru bersama teman-teman, meskipun saat ini kami masih belajar di ruang yang ada, seperti di masjid, teras, asrama,” ujarnya.

Kondisi ini memang menjadi tantangan sehari-hari. Masjid yang seharusnya menjadi tempat ibadah, kini berfungsi ganda sebagai ruang kelas. Teras yang sejuk menjadi tempat diskusi, dan asrama pun bertransformasi menjadi area belajar kelompok.

Tak hanya untuk kegiatan belajar-mengajar formal, area sekitar masjid dan asrama juga dimanfaatkan para santri untuk berolahraga.

Belum adanya lapangan khusus olahraga membuat mereka harus kreatif menggunakan ruang terbuka yang tersedia demi menjaga kebugaran.

Namun, secercah harapan kini membayangi. Pembangunan ruang kelas belajar baru untuk santri PDF Daarut Tauhiid sedang berjalan.

Ridwan menyampaikan harapan yang sama dengan rekan-rekannya: “Harapannya ruang kelas yang dibangun bisa segera selesai agar kami bisa segera menggunakannya dan belajar bisa lebih nyaman lagi.”

Ruang kelas yang baru ini diharapkan dapat memberikan fasilitas yang lebih layak dan mendukung proses belajar yang optimal, sehingga para santri PDF Daarut Tauhiid dapat meraih cita-cita mereka dengan lebih nyaman di masa depan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menanti Kelas Baru: Semangat Belajar Santri PDF Daarut Tauhiid di Tengah Keterbatasan Read More »