Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Santri DTBS Ikuti Ajang Kewirausahaan FIKSI 2025

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Santri SMA Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putra kembali menunjukkan kreativitas mereka di ranah kewirausahaan. Dua pelajar berbakat berhasil menciptakan karya yang menarik dalam Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2025.

Karya mereka berupa video dokumenter yang informatif dan inspiratif, berfokus pada seluruh proses pengolahan kopi. Proses syuting dan dokumentasi dilakukan pada hari Senin, (13/10/2025), di Kopi Saga Ciwidey.

Dengan semangat tinggi, para santri mengikuti dan merekam setiap tahapan penting pengolahan kopi, mulai dari penyortiran biji, proses roasting (pemanggangan), hingga penyajian sebagai minuman siap konsumsi. Seluruh proses ini terekam dalam sebuah video yang sarat akan nilai edukasi.

Jamal dan Kadzin, dua santri dari kelas XII-3, adalah otak di balik proyek ini. Mereka tidak hanya terlibat penuh dalam seluruh proses produksi video, tetapi juga berperan sebagai narator yang mampu menyampaikan informasi dengan kemampuan public speaking yang mengesankan.

Di tengah suasana sejuk Ciwidey, keduanya berinteraksi langsung dengan para pengolah kopi, mengamati detail setiap langkah, dan bahkan mempraktikkannya dengan seksama.

“Aktivitas pengambilan gambar kemarin mencakup semua proses pengolahan kopi, dari biji mentah disortir hingga menjadi kopi yang siap dinikmati oleh konsumen,” ujar Kadzin dengan antusias.

Ia menambahkan bahwa pengalaman ini tidak hanya memperluas pengetahuan mereka, tetapi juga menjadi bekal yang sangat berharga di bidang wirausaha.

“Selain menjadi ilmu yang berguna, kami berharap karya ini bisa membawa nama Daarut Tauhiid meraih hasil terbaik di kompetisi FIKSI tahun ini,” tambahnya dengan nada optimis.

Humas SMA DTBS Putra, Irfan Nurfalah, menyatakan bahwa kegiatan semacam ini memiliki makna ganda. Ini bukan hanya wadah pembelajaran, tetapi juga sarana untuk menanamkan etika wirausaha yang Islami.

“Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya mempelajari tentang kopi dari hulu ke hilir, tetapi juga menyerap nilai-nilai penting seperti kerja keras, ketelitian, dan semangat berwirausaha yang dilandasi ajaran-ajaran Islam,” jelasnya.

Prestasi Santri, Optimalisasi Aset Wakaf Daarut Tauhiid

Kegiatan para santri DTBS di kancah nasional seperti FIKSI merupakan bukti nyata dan hasil dari optimalisasi aset Wakaf Daarut Tauhiid.

Seluruh fasilitas pendidikan, asrama, dan sarana penunjang kegiatan belajar-mengajar yang dimanfaatkan oleh santri DTBS, termasuk untuk mendukung kegiatan kewirausahaan ini, bersumber dari pengelolaan dana wakaf produktif yang dikelola Wakaf DT.

Fasilitas-fasilitas yang disediakan melalui aset wakaf ini memungkinkan santri untuk mendapatkan lingkungan belajar yang kondusif dan sarana yang memadai.

Hal ini memungkinkan mereka tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan akademik, tetapi juga mengembangkan soft skill seperti kreativitas, public speaking, dan jiwa kewirausahaan, yang pada akhirnya membawa mereka meraih prestasi gemilang.

Dengan demikian, setiap prestasi santri adalah cerminan keberhasilan Wakaf DT dalam mewujudkan manfaat wakaf secara nyata bagi pembangunan generasi muda yang mandiri, produktif, dan berakhlak mulia. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Santri DTBS Ikuti Ajang Kewirausahaan FIKSI 2025 Read More »

Serikat Ekonomi Pesantren dan Wakaf DT Jalin Kolaborasi untuk Optimalkan Lahan Wakaf Produktif

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) dan Wakaf Daarut Tauhiid (DT) telah memulai penjajakan kerja sama strategis. Kolaborasi ini fokus pada pemanfaatan aset lahan wakaf yang produktif guna memperkuat kemandirian finansial pesantren.

Sinergi ini ditujukan untuk memaksimalkan potensi lahan wakaf yang belum sepenuhnya optimal, terutama melalui pengembangan sektor pertanian dan berbagai jenis usaha produktif lainnya.

Direktur Wakaf Produktif Wakaf DT, Dody Ekapriades Topan, menyoroti betapa krusialnya peran wakaf produktif dalam menjamin keberlanjutan operasional pesantren.

“Wakaf produktif merupakan fondasi utama yang menyokong kebutuhan pesantren. Oleh karena itu, seiring dengan bertambah besarnya pesantren, pengembangan wakaf produktifnya juga wajib ditingkatkan,” jelasnya.

Menanggapi inisiatif kerja sama ini, Ketua Serikat Ekonomi Pesantren, Ahmad Tazakka, memberikan sambutan positif. Ia menyatakan bahwa langkah ini sangat sesuai dengan visi SEP, yaitu memberdayakan pesantren dari sisi ekonomi serta mengoptimalkan aset-aset yang dimiliki oleh umat.

“Kami sangat mendukung rencana kolaborasi ini karena selaras dengan tujuan SEP untuk memajukan kemandirian ekonomi pesantren melalui manajemen aset wakaf yang menghasilkan,” tegasnya.

Salah satu pembahasan utama dalam diskusi tersebut adalah rencana memanfaatkan lahan wakaf untuk pertanian produktif, dengan fokus khusus pada budidaya tanaman sacha inchi.

Tanaman ini dikenal luas sebagai super food berkat kandungan Omega-3, protein nabati, dan antioksidannya yang tinggi. Selain memberikan manfaat kesehatan, sacha inchi juga menjanjikan nilai ekonomi signifikan untuk pasar domestik dan ekspor.

Rencana pengembangan budidaya sacha inchi ini diharapkan dapat menjadi prototipe pertanian modern di lingkungan pesantren yang mampu memberikan nilai tambah tinggi.

Lebih jauh lagi, inisiatif ini dirancang sebagai sumber pendapatan jangka panjang bagi pesantren sekaligus sarana pemberdayaan bagi masyarakat di sekitarnya.

Sinergi antara SEP dan Wakaf DT ini diharapkan dapat menjadi teladan konkret bagaimana lembaga pesantren dan institusi wakaf dapat bersatu dalam membangun fondasi ekonomi umat yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Serikat Ekonomi Pesantren dan Wakaf DT Jalin Kolaborasi untuk Optimalkan Lahan Wakaf Produktif Read More »

SMP Daarut Tauhiid Boarding School Batam Gelar Deklarasi Anti Perundungan, Perkuat Budaya Positif

WAKAFDT.OR.ID | BATAM — SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Batam baru-baru ini dipenuhi semangat kebersamaan saat seluruh santri, guru, dan staf sekolah menyatukan tekad dalam Deklarasi Pencegahan Anti Bullying.

Inisiatif ini merupakan wujud komitmen nyata sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, suportif, dan penuh rasa kasih.

Kegiatan deklarasi ini digagas sebagai upaya kolektif untuk memupuk budaya positif di lingkungan sekolah. Para santri didorong untuk memahami pentingnya menghormati keragaman, menjauhi segala bentuk tindakan merendahkan, dan mengembangkan empati terhadap teman sebaya.

“Harapan kami, melalui deklarasi ini, tercipta budaya positif yang memungkinkan setiap individu merasa dihargai, didukung, dan termotivasi untuk mengembangkan potensi terbaik mereka,” jelas Adi Kurniawan, Humas Daarut Tauhiid Batam.

Suasana penuh haru dan kekompakan menyelimuti momen pembacaan naskah deklarasi oleh para santri.

Dengan suara lantang, mereka menegaskan tekad untuk menolak perundungan dan menunjukkan kebanggaan menjadi bagian dari gerakan yang menanamkan nilai-nilai kebaikan serta kasih sayang.

Deklarasi ini menekankan bahwa sekolah berfungsi lebih dari sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai wadah untuk membentuk pribadi yang berakhlak mulia, memiliki empati, dan berbudi luhur.

Dengan landasan nilai tauhid, SMP DTBS Batam bertekad melahirkan generasi penerus yang unggul secara intelektual, sekaligus memiliki kepedulian sosial dan karakter yang kuat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

SMP Daarut Tauhiid Boarding School Batam Gelar Deklarasi Anti Perundungan, Perkuat Budaya Positif Read More »

Wakaf Uang Tawarkan Fleksibilitas yang Tidak Dimiliki Oleh Wakaf Aset Fisik

WAKAFDT.OR.ID | BALI — Badan Wakaf Indonesia (BWI) mendorong kepengurusan di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali untuk menjadi motor penggerak utama dalam transformasi wakaf uang.

Instrumen filantropi ini diarahkan untuk tidak lagi sekadar donasi sosial, melainkan menjadi investasi produktif yang mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata halal di Pulau Dewata.

Dorongan kuat ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris BWI Pusat, Dr. Drh. Emmy Hamidiyah, dalam acara Sosialisasi Wakaf Uang yang digelar di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Sabtu (18/10/2025).

Menurut Emmy, Bali memiliki konteks unik yang membuat wakaf uang menjadi sangat relevan.

“Potensi wakaf uang di Bali sangat besar, namun literasi masyarakat masih perlu ditingkatkan,” ujar Emmy. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar sekaligus peluang bagi BWI daerah adalah mengatasi kesenjangan literasi ini.

Tantangan Utama: Edukasi dan Profesionalisme

Emmy menjelaskan bahwa wakaf uang menawarkan fleksibilitas yang tidak dimiliki oleh wakaf aset fisik seperti tanah. Dana tunai yang terkumpul bisa langsung diinvestasikan pada sektor-sektor ekonomi bernilai tinggi.

Namun, untuk bisa sampai ke tahap itu, ada dua pekerjaan rumah utama yang harus diselesaikan: meningkatkan pemahaman publik dan memastikan pengelolaannya profesional.

Untuk merealisasikan transformasi wakaf uang Bali, Emmy menggarisbawahi tiga strategi utama yang harus menjadi fokus BWI daerah:

Sosialisasi Intensif: BWI Bali harus proaktif bekerja sama dengan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dan berbagai komunitas, terutama di sektor kreatif.

Tujuannya adalah untuk mengedukasi masyarakat bahwa wakaf uang bukan sekadar sumbangan, melainkan sebuah investasi sosial yang manfaatnya bisa terus bergulir.

Sertifikasi Nazir: Kepercayaan publik adalah kunci. Untuk itu, BWI harus memastikan para nazhir (pengelola wakaf) di Bali memiliki sertifikasi kompetensi. Ini menjamin bahwa dana yang diamanahkan akan dikelola secara amanah, transparan, dan yang terpenting, produktif.

Inovasi Produk Wakaf: Agar menarik, produk wakaf harus relevan dengan kebutuhan lokal. Emmy mencontohkan pengembangan skema wakaf uang yang hasilnya disalurkan untuk modal usaha mikro bagi perajin lokal, desainer busana muslim, atau untuk membangun fasilitas penunjang pariwisata ramah muslim.

Peluang Emas di Sektor Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Halal

Integrasi wakaf uang dengan dua sektor unggulan Bali dinilai sangat strategis. Di sektor ekonomi kreatif, dana wakaf dapat menjadi modal bergulir bagi pelaku UMKM di bidang kerajinan tangan, kuliner halal, hingga modest fashion. Ini akan membantu memperkuat ekosistem industri kreatif lokal.

Sementara itu, di sektor pariwisata, investasi dari dana wakaf bisa digunakan untuk membangun fasilitas pendukung pariwisata halal.

Contohnya seperti pembangunan penginapan syariah, pusat oleh-oleh produk halal, atau restoran bersertifikasi halal. Langkah ini tidak hanya akan menarik segmen wisatawan baru, tetapi juga memperkuat diversifikasi ekonomi Bali.

Untuk mewujudkan ini, Emmy menekankan pentingnya sinergi. BWI Bali tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan lembaga keuangan menjadi syarat mutlak agar setiap investasi wakaf memberikan dampak ekonomi dan sosial yang optimal.

“Transformasi wakaf uang di Bali bukan hanya tentang mengumpulkan dana, tetapi juga menciptakan ekosistem yang berkelanjutan,” tutup Emmy.

Dengan strategi yang jelas dan dukungan semua pihak, wakaf produktif diharapkan dapat menjadi salah satu pilar baru yang ikut menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, dan mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata di Pulau Dewata.**

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: BWI


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf Uang Tawarkan Fleksibilitas yang Tidak Dimiliki Oleh Wakaf Aset Fisik Read More »

Aa Gym: Tidak Perlu Nyesek Melihat Rezeki Orang

WAKAFDT.OR.IDAda seorang adik sudah mempunyai mobil. Sedangkan kakaknya belum mempunyai mobil, kemudian merasa nyesek. Pertanyaannya, kenapa harus merasa nyesek? Padahal setiap orang memiliki rezeki yang berbeda-beda, meskipun seibu sebapak pasti rezekinya berbeda.

Alloh adalah satu-satunya pemberi rezeki. Tidak ada satu pun makhluk yang mendapatkan rezeki melainkan pasti dari Alloh. Apakah rezeki itu karunia atau ujian? Rezeki itu ujian. Jadi karunia jika kita syukuri.

Alloh maha kuasa memberikan rezeki ke siapa pun sesuai dengan kehendaknya. Jadi kita tidak perlu iri, sesuka Alloh membagi rezeki kepada siapa pun.

Rezeki Alloh Ta’ala bukan hanya dari satu pintu saja, melainkan ada dari banyak pintu yang bisa semua umat muslim akses.

Seseorang hanya perlu melakukan yang terbaik jika ingin pintu-pintu rezeki itu terbuka lebar. Jangan pernah memikirkan apa yang didapatkan. Lakukan saja yang terbaik.

Alloh adalah satu-satunya yang memberi rezeki, sesuai dengan namanya yaitu ar-rozak. Pembeli adalah makhluk Alloh, yang digerakan hatinya oleh Alloh juga.

Ketika pembeli datang, belum tentu uang yang dia bawa adalah rezeki kita, boleh jadi ia hanya mampir sebentar dan mencoba saja. Jadi kita tidak perlu kecewa karena rezeki sudah ada yang mengatur.

Misalkan, upayakan sebelum berangkat melamar kerja maka berdoalah kepada Alloh yang mengatur, karena Alloh yang menentukan apakah kita diterima atau tidak diterima.

“Ya Alloh, yang maha tahu segala-galanya, beri saya pekerjaan yang membuat dekat denganmu, yang membuat saya hidup lebih bermanfaat bagi banyak orang, engkau yang memiliki segala perusahaan, tidak ada yang terjadi sesuatu apapun kecuali dengan izinmu.”

Bagi orang yang tahu bahwa pembagi rezeki itu adalah Alloh, maka ia tidak akan risau dan takut tidak kebagian rezeki.

Kalau seseorang tauhidnya benar, maka ia tidak akan takut rezekinya diambil oleh orang lain.

Kita tidak disuruh mencari rezeki tapi menjemput rezeki, yang dicari itu adalah keberkahannya, karena rezekinya sudah ada tetapi belum tentu diberi keberkahan. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Tidak Perlu Nyesek Melihat Rezeki Orang Read More »

Memaknai Pentingnya Moralitas Bangsa

WAKAFDT.OR.IDMoral itu ibarat emas, emas itu berharga karena ada nilainya dimata manusia. Emas diletakkan di mana pun dan dikotori dengan apa pun tidak akan pernah mengurangi nilainya.

Manusia yang melekat dalam dirinya moral, dihina seperti apapun tidak akan pernah mengurangi kemuliaannya.

Moral itu adalah imunitas dalam diri seorang, untuk membentengi diri dari berbagai penyakit-pemyakit tindakan amoral.

Jika kita melihat bahwa bangsa ini begitu lemah, tidak berdaya, dan sedang tidak baik-baik saja, maka bisa dipastikan ada imunitas yang sedang hilang dalam diri manusia.

Apakah kemerosotan moral di Indonesia dapat diperbaiki? Segala penyakit pasti ada obatnya. Jika penyakit-penyakit yang muncul berkaitan dengan hati maka obatnya hanyalah niat dan kesabaran.

Untuk memperbaiki moral masyarakat di Indonesia hanya dapat ditangani dengan kesadaran individu masing-masing. Dimulai dari yang kebiasaan terkecil dahulu kemudian bertahap.

Pendidikan karakter tidak dengan sendirinya tumbuh begitu saja, diperlukan pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap pendidikan.

Tanpa adanya upaya-upaya yang jelas dan solusi yang ril, maka pendidikan karakter tidak akan melahirkan manusia yang cerdas sekaligus menggunakan kecerdasannya untuk bersikap dan berperilaku yang baik.

Padahal jika merujuk pada Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional, Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter Tahun 2011 yang berjumlah 18, yakni; nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggungjawab.

Namun, hal tersebut hanya berakhir pada tataran teks, malah yang terjadi sebaliknya dalam realitas sosial saat ini.

Di Amerika misalkan, orang-orang menganggap bahwa bangsa Amerika sedang berada dalam situasi yang semakin suram.

Sebuah lembaga survei oleh lembaga analistik Gallup menyatakan sebanyak 50 persen warga negara Amerika Serikat memiliki nilai moral yang buruk.

Hal ini terjadi dalam lima tahun terakhir, dengan penurunan jadi 43 persen pada tahun 2020 sebelum meningkat lagi dalam dua tahun terakhir.

Isu moralitas bukan sekedar isu sektoral maupun isu lokal, lebih dari itu akan menjadi isu global. Isu moral berbicara mengenai subjek atau pelaku sejarah, peradaban sebuah bangsa akan ditentukan oleh moral generasinya hari ini.

Mengapa degradasi moral begitu mengacam eksitensi sebuah bangsa? Karena moral adalah hati dan wajahnya sebuha bangsa. Tanpa moral akan ada prilaku negatif yang akan menjamah tatana kehidupan sosial manusia.

Kejujuran kita pada realitas dan harapan tak bertemu seperti apa yang diimajinasikan, merekonstruksi situasi pada cita-cita yang sebenarnya.

Tapi bangsa ini mau berangkat dari mana? Siapa yang memulai untuk mengambil peran untuk memperbaikinya? Apakah kita akan berdebat sepanjang waktu saling menyalahkan tanpa ada kesimpulan sama sekali?

Kita harus berangkat dari memaknai penting moral dalam diri manusia. Jika telah menemukan emas dalam pemaknaan tersebut, maka saatnya melakukan tindakan perubahan.

Perubahan yang dimaksud adalah perubahan kolektif untuk menjawab fenomena-fenomena yang diuraikan pada serial sebelumnya.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Memaknai Pentingnya Moralitas Bangsa Read More »

Marak Pinjol, Bagaimana Hukumnya Menurut Ulama?

WAKAFDT.OR.IDSaat ini sedang marak pinjaman online (pinjol) yang dilakukan oleh banyak orang, bahkan ada yang lalai atau terlena hingga tidak mampu membayar tagihannya.

Ada banyak juga di kalangan masyarakat yang belum memahami hukum pinjaman online menurut Islam. Lantas bagaimana hukum pinjol dalam Islam?

Merujuk pada putusan dalam Ijtima Ulama Tahun 2021, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan bahwa hukum pinjaman online adalah haram.

Hal ini diputuskan karena menurut para ulama, dalam aktivitas pinjaman online ada unsur riba.

Selain itu, seperti diketahui bahwa rata-rata dari pihak pinjol menagih dengan cara memberi ancaman, sekaligus membuka dan menyebarkan rahasia/aib orang yang berutang kepada orang-orang terdekatnya.

Oleh karena itu pinjol lebih banyak mudharatnya dibandingkan kebaikannya, maka diputuskanlah bahwa pinjol haram.

Hukum ini tidak hanya berlaku pada pinjol saja, tetapi juga berlaku pada seluruh layanan pinjaman baik itu offline maupun online.

MUI menegaskan bahwa apabila layanan pinjaman mengandung riba, maka hukumnya adalah haram, meskipun dilakukan atas dasar kerelaan.

Karena pada dasarnya, aktivitas pinjam-meminjam atau utang-piutang merupakan bentuk akad tabarru’, yakni bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan hanya untuk tujuan komersial atau sumbangan.

Seluruh aktivitas layanan pinjaman baik offline maupun online hukumnya halal, dengan syarat tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Namun, jika dalam praktiknya penagihan piutang dilakukan dengan melayangkan ancaman fisik atau membuka aib orang yang tidak mampu membayar utang, maka hukumnya adalah haram.

Sementara bagi pihak yang meminjam, apabila ia sengaja menunda membayar utangnya padahal ia mampu, maka hukumnya juga haram.

Ada unsur riba dalam proses pinjol. Riba sendiri adalah istilah yang berasal dari Bahasa Arab yang berarti kelebihan atau tambahan, namun dalam konteks syariat Islam, riba artinya mengerucut pada kelebihan dari pokok utang.

Kelebihan dari pokok utang itu lah yang membedakan riba dengan transaksi jual beli yang dikenal dengan ribhun atau laba, di mana kelebihan uang berasal dari selisih dalam jual beli.

Sederhananya, riba adalah tambahan yang disyaratkan dan diterima pemberi pinjaman sebagai imbalan dari peminjam utang.

Islam sendiri sudah dengan tegas melarang umatnya melakukan transaksi jual-beli dan utang piutang yang di dalamnya terdapat riba. Larangan ini juga tertulis dalam ayat Al-Qur’an maupun hadits. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Marak Pinjol, Bagaimana Hukumnya Menurut Ulama? Read More »

Aa Gym: Cara Agar Menjadi Ahli Sabar

WAKAFDT.OR.IDKita termasuk Ahli sabar kalau selalu menafakuri bahwa selama ini kita diurus oleh Alloh dengan baik, tidak ada perbuatan Alloh yang buruk untuk hambanya meskipun hanya sekejap saja.

Kalau pun Alloh memberikan ujian kepada kita, pasti hal tersebut sesuatu yang sebenarnya baik, keyakinan tersebut akan membuat kita ringan menghadapi hidup ini.

Hidup ini terasa berat atas cobaan yang kita hadapi karena kita tidak ridho menerima atas takdir Alloh.

Kenapa kita tidak bisa menerima takdir Alloh Alloh? karena kita merasa takdir tersebut tidak cocok dengan kehidupan kita. Padahal tidak ada ujian yang tidak baik, yang Alloh berikan pasti baik.

Kita sering kali mengeluh setiap ikhtiar yang kita lakukan, karena merasa tidak cocok dari apa yang diikhtiarkan dengan hasil yang diinginkan.

Pertanyaannya, apakah setiap ikhtiar yang kita lakukan harus cocok dengan keinginan kita? Tentu tidak. Karena kita sama sekali tidak memiliki kemampuan dalam menentukan keinginan yang sesuai dengan diri kita.

Mengapa kita harus bersabar ketika mendapatkan nikmat? Karena, nikmat itu bisa saja menggelincirkan manusia ke dalam kekhilafan dan memperturutkan hawa nafsu.

Banyak orang yang mampu bersabar ketika diuji dengan kesulitan, tapi tidak mampu bersabar ketika diuji dengan kenikmatan.

Kekuatan jiwa dalam membangun kesabaran, memiliki nilai balasan yang sangat menjanjikan, Alloh berfirman dalam sebuah hadits Qudsi, “Tidak ada balasan bagi hambaku mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan surga baginya.”

Sabar tidak identik dengan sikap lemah atau menerima apa adanya. Namun, sabar merupakan perjuangan yang menggambarkan kekuatan jiwa pelakunya sehingga mampu mengalahkan dan mengendalikan keinginan nafsunya.

Bahkan sabar disaat ini menjadi kekuatan moral dalam menghadapi berbagai kejahatan, kezaliman, serta teror yang dilakukan oleh mereka yang tidak ingin kejahatan dan kezalimannya terbongkar.

Sabar dalam menghadapi kenyataan yang terjadi adalah kunci dari pertolongan Alloh. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat pertolongan-Nya. Aamiin yaa Rabbal’aalamiin. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Cara Agar Menjadi Ahli Sabar Read More »

Taktik Asimetris Hamas di Gaza: Sebuah Analisis Perbandingan dengan Strategi Perang Nabi Muhammad ﷺ

WAKAFDT.OR.IDPasca konflik berkepanjangan, wilayah Gaza kini memasuki fase pemulihan. Seiring dengan pembebasan tahanan dan pemulangan sandera, upaya untuk menstabilkan situasi keamanan sedang berlangsung. Keberhasilan dalam mencapai kondisi ini tidak lepas dari ketahanan gerakan perlawanan, terutama Hamas, yang konsisten dalam mempertahankan wilayah Palestina.

Analisis militer dan sejarah sering mengaitkan strategi perang Hamas dengan beberapa prinsip taktis yang diterapkan oleh Nabi Muhammad ﷺ, sebagaimana didokumentasikan dalam studi sejarah Islam (Sirah Nabawiyah). Tinjauan berikut mengulas kemiripan pendekatan militer tersebut:

1. Kecerdasan Taktis dan Perang Asimetris

Strategi Sirah: Pada periode awal di Madinah, di mana kaum Muslimin masih minoritas, Nabi Muhammad ﷺ (sebagaimana dicatat dalam Sirah Ibn Ishaq) mengedepankan kecerdasan taktis, manajemen psikologis, dan mobilitas tinggi sebagai kunci pertahanan. Contohnya, dalam Perang Badar, jumlah pasukan Muslim dan persenjataannya jauh lebih sedikit, namun kemenangan diraih berkat penguasaan medan yang superior.

Penerapan Hamas: Menghadapi kekuatan militer Israel yang jauh lebih unggul (disparity of power), Hamas secara efektif menggunakan konsep perang asimetris. Mereka memanfaatkan topografi medan, khususnya jaringan terowongan bawah tanah yang dikenal sebagai “Gaza Metro,” serta menggunakan roket rakitan dan jarak pendek untuk menetralkan keunggulan teknologi musuh.

2. Pemanfaatan Medan dan Geografi

Strategi Sirah: Perang Khandaq (Ahzab) adalah contoh nyata bagaimana Nabi ﷺ memodifikasi geografi dengan menggali parit besar untuk pertahanan. Taktik ini berhasil mengubah pertarungan frontal menjadi pengepungan yang menguntungkan pihak Muslim.

Penerapan Hamas: Hamas mengolah wilayah perkotaan padat di Gaza menjadi semacam benteng pertahanan alami. Jaringan terowongan tidak hanya berfungsi untuk pergerakan logistik dan personel secara rahasia, tetapi juga sebagai lapisan perlindungan geografi yang memperlambat dan mempersulit operasi darat pasukan Israel.

3. Taktik Gerilya dan Mobilitas Cepat

Strategi Sirah: Eksperimen militer kecil seperti Perang Dzat al-Riqa’ menunjukkan taktik serangan mendadak (raid) dan pergerakan cepat untuk melemahkan musuh tanpa perlu konfrontasi besar-besaran. Dalam kasus Dzat al-Riqa’, kehadiran pasukan Muslim sudah cukup untuk menghancurkan moral musuh sehingga mereka melarikan diri, menunjukkan kemenangan taktis tanpa pertumpahan darah.

Penerapan Hamas: Organisasi ini menggunakan pendekatan serupa melalui operasi gerilya skala kecil, serangan roket tak terduga, dan infiltrasi yang dilakukan oleh sel-sel kecil yang sulit dilacak oleh sistem militer konvensional Israel.

4. Perang Psikologis dan Propaganda

Strategi Sirah: Nabi Muhammad ﷺ dikenal ahli dalam strategi psikologis. Dalam kasus Perang Khandaq, selain parit, ide untuk menggoyahkan mental musuh dengan negosiasi terpisah dan menunjukkan keteguhan iman (seperti pelaksanaan Salat Khauf) berhasil menekan moral musuh.

Penerapan Hamas: Serangan roket yang dilakukan Hamas, selain bertujuan militer, juga memiliki fungsi utama sebagai alat tekanan psikologis. Aksi ini bertujuan menciptakan rasa waspada, mengganggu kehidupan normal, dan merusak citra keamanan total yang diklaim oleh Israel.

5. Intelijen dan Kerahasiaan

Strategi Sirah: Pentingnya pengumpulan informasi dan kerahasiaan ditekankan oleh Nabi ﷺ, seperti pengiriman mata-mata sebelum Perang Badar.

Penerapan Hamas: Gerakan ini sangat bergantung pada sistem intelijen internal yang ketat, komunikasi tertutup, dan penggunaan teknologi sederhana untuk menghindari penyadapan. Kerahasiaan ini menjadi faktor yang sering kali menyulitkan lembaga intelijen Israel dalam memetakan keseluruhan struktur organisasi mereka.

6. Ketahanan Moral dan Legitimasi

Strategi Sirah: Ketahanan luar biasa dan keteguhan yang dicontohkan Nabi Muhammad ﷺ, misalnya dalam Perang Uhud, menjadi modal moral utama umat Islam. Selain itu, peperangan selalu dilandaskan pada legitimasi wahyu, yaitu sebagai perlawanan terhadap penindasan (seperti Surah Al-Hajj ayat 39).

Penerapan Hamas: Anggota Hamas menanamkan nilai ketahanan dan semangat perjuangan yang kuat, didukung oleh narasi keagamaan dan semangat syahid (istisyhad). Pembingkaian perjuangan ini memberikan legitimasi moral di mata pendukung lokal dan meraih simpati luas di dunia Islam, menjadi kunci ketahanan psikologis menghadapi blokade dan tekanan militer.

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: Republika


WAKAFDT.OR.ID

Taktik Asimetris Hamas di Gaza: Sebuah Analisis Perbandingan dengan Strategi Perang Nabi Muhammad ﷺ Read More »

Progres Pembangunan Gedung SSG DT Capai 66,41 %

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pembangunan Gedung Santri Siap Guna (SSG) Daarut Tauhiid (DT) terus menunjukkan kemajuan signifikan. Memasuki pekan ke-19 pengerjaan, realisasi progres fisik dilaporkan telah mencapai angka 66,41%.

Capaian ini menjadi kabar gembira bagi seluruh keluarga besar Daarut Tauhiid, mengingat Gedung SSG DT ini dirancang sebagai wadah utama untuk pembinaan karakter santri pelopor yang mandiri, serta pusat penguatan nilai-nilai baku (BAKU: Baik dan Kuat) bagi alumni dan jemaah DT.

Muhammad Gufron, selaku Pengawas Proyek, menyampaikan rasa syukurnya atas peningkatan progres yang berkelanjutan ini. “Alhamdulillah, progres pengerjaan terus meningkat sesuai target. Kami optimistis pembangunan akan berjalan lancar,” ujar Gufron.

Proyek ini, yang didanai melalui skema wakaf, menjadi bukti nyata dari sinergi umat. Oleh karena itu, Gufron secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.

“Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muwakif yang telah menitipkan hartanya untuk pembangunan gedung SSG ini,” tambahnya. “Semoga Allah Swt. mengganti setiap wakaf yang disalurkan dengan pahala yang melimpah dan mengalir abadi sebagai amal jariyah.”

Gedung SSG DT kelak diharapkan dapat berfungsi maksimal sebagai sarana pelatihan intensif, ruang dakwah, serta pusat pengembangan sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat dan bermanfaat bagi umat.

Dengan progres yang terus melaju, semangat kebersamaan para muwakif dan tim proyek menjadi kunci utama dalam mewujudkan bangunan yang penuh keberkahan ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Progres Pembangunan Gedung SSG DT Capai 66,41 % Read More »