Wakaf Daarut Tauhiid

Gencatan Senjata di Gaza Memasuki Hari Kedua, Fokus pada Pemulihan dan Tingkat Kerusakan

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Situasi di Jalur Gaza dilaporkan tenang tanpa adanya pertempuran antara Israel dan Hamas, seiring dengan berlakunya gencatan senjata untuk hari kedua pada Sabtu (11/10/2025).

Saat jeda pertempuran dimanfaatkan oleh warga Palestina yang mengungsi untuk kembali ke kawasan mereka, skala kerusakan parah akibat konflik yang berlangsung selama dua tahun terakhir mulai terlihat jelas.

Laporan dari otoritas Gaza yang dikutip oleh media lokal menyebutkan bahwa sekitar 85 persen wilayah kota besar Khan Younis di Gaza selatan dan daerah seerahnya telah hancur.

Pada hari Sabtu, pihak berwenang Gaza mengumumkan bahwa berbagai badan pemerintah, kepolisian, dan pemerintah daerah telah bergerak cepat. Misi yang sedang mereka jalankan meliputi:

  • Evakuasi jenazah korban yang terperangkap.
  • Pembersihan puing-puing bangunan.
  • Pemulihan sistem air dan sanitasi.
  • Pembukaan akses jalan di berbagai lingkungan perumahan.

Pemerintah setempat telah mengajukan permohonan bantuan kepada komunitas internasional untuk segera mengirimkan pasokan logistik mendesak. Bantuan ini dianggap hanya dapat tersalurkan secara efektif jika blokade dicabut dan semua penyeberangan dibuka tanpa adanya pembatasan politik.

Sementara itu, belum ada laporan perkembangan baru terkait pembebasan sandera Israel. Hamas sebelumnya diperkirakan akan membebaskan para sandera dalam waktu 72 jam sejak dimulainya gencatan senjata. Situasi ini terus menjadi perhatian utama masyarakat Israel.

Gerakan Solidaritas Global: Wakaf DT Luncurkan Program Cash Wakaf for Palestine

Kolaborasi Kemanusiaan Melalui Wakaf Uang

Di tengah krisis kemanusiaan yang mendalam di Gaza, lembaga filantropi Islam Indonesia turut mengambil peran aktif. Wakaf Daarut Tauhiid (DT) menginisiasi program Cash Wakaf for Palestine sebagai bentuk kepedulian dan aksi nyata membantu masyarakat di wilayah konflik tersebut.

Program ini mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi melalui skema wakaf uang (tunai). Dana yang terhimpun tidak hanya bertujuan untuk bantuan konsumtif jangka pendek, tetapi dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang dan berkelanjutan bagi korban konflik.

Dana wakaf yang terkumpul akan difokuskan untuk beberapa sektor penting, antara lain:

  • Penyediaan Kebutuhan Mendesak: Bantuan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
  • Dukungan Kesehatan: Pengadaan alat kesehatan dan layanan medis darurat.
  • Pemulihan Infrastruktur: Kontribusi pada perbaikan fasilitas dasar, seperti sekolah atau tempat ibadah, setelah kerusakan parah.

Dengan sistem wakaf, Wakaf DT berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi “investasi abadi” yang terus menghasilkan manfaat bagi kesejahteraan warga Palestina. Program ini menjadi salah satu cara efektif bagi umat Muslim di Indonesia untuk menyalurkan solidaritas dan dukungan kemanusiaan mereka. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: NHK World Japan


WAKAFDT.OR.ID