Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Perjuangan Panjang Tim Relawan Mengantar Amanah Sampai di Tapanuli

WAKAFDT.OR.ID | TAPANULI — Perjalanan mendaki dan berkelok menuju Tapanuli bukan sekadar tentang menempuh jarak, melainkan tentang ketangguhan niat. Bagi tim Wakaf, DT Peduli dan para relawan, setiap tikungan tajam adalah ujian, dan setiap tebing yang rawan longsor adalah pengingat akan pentingnya amanah yang mereka bawa.

Berikut adalah catatan perjalanan inspiratif mereka menembus jalur lintas Sumatera demi mengantarkan cahaya Al-Quran yang dilakukan oleh tim pada (23-25/1/2026).

16 Jam yang Menguji Nyali

Meninggalkan hiruk-pikuk Kota Medan, iring-iringan kendaraan pembawa bantuan logistik dan mushaf Al-Quran mulai membelah malam. Tujuan mereka adalah pelosok Tapanuli, sebuah perjalanan yang normalnya melelahkan, namun kali ini terasa lebih berat karena beban tanggung jawab dan kondisi medan yang ekstrem.

Waktu tempuh 16 jam bukanlah durasi yang singkat. Di balik kemudi, para relawan harus bertarung dengan:

  • Jalur Berkelok: Tikungan “patah” yang menuntut konsentrasi penuh agar kendaraan tetap stabil.
  • Ancaman Longsor: Melintasi zona merah di mana tebing-tebing curam sering kali luruh saat hujan turun, mengancam menutup akses jalan satu-satunya.
  • Kabut dan Kegelapan: Jarak pandang yang terbatas di area pegunungan menambah risiko perjalanan di tengah malam.

Bukan Sekadar Logistik Biasa

Di dalam truk yang berguncang hebat mengikuti kontur jalan, tersusun rapi ratusan Mushaf Al-Quran dan paket logistik. Bagi masyarakat di pedalaman Tapanuli, bantuan ini adalah napas baru. Setelah berbagai cobaan yang menimpa, kehadiran kitab suci yang baru merupakan harapan untuk kembali tegak secara spiritual.

“Lelah itu pasti, tapi membayangkan wajah anak-anak di Tapanuli saat memeluk Al-Quran baru, rasa kantuk dan pegal di punggung seperti hilang seketika,” ujar salah satu relawan di sela-sela istirahat singkatnya.

Menembus Batas Demi Amanah

Perjuangan ini adalah bukti nyata kolaborasi kemanusiaan. Tim Wakaf DT tidak bergerak sendiri; dukungan relawan lokal yang memahami seluk-beluk jalur Tapanuli menjadi kunci keberhasilan misi ini. Mereka berhenti hanya untuk salat dan memastikan mesin kendaraan tetap prima sebelum kembali menerjang tanjakan curam.

Kegigihan mereka mencerminkan satu hal: Kebaikan tidak boleh terhenti oleh rintangan geografis. Meski raga mereka dihantam letih, semangat untuk menyampaikan amanah dari para muwakif dan donatur menjadi bahan bakar utama yang tak kunjung padam.

Saat fajar mulai menyingsing dan siluet pegunungan Tapanuli terlihat, lelah 16 jam itu terbayar lunas. Kedatangan tim disambut hangat, sebuah akhir manis dari perjalanan panjang yang penuh risiko. Kini, Al-Quran tersebut siap dibaca, dipelajari, dan menjadi pelita bagi warga desa. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Perjuangan Panjang Tim Relawan Mengantar Amanah Sampai di Tapanuli Read More »

Mimpi Sulaiman & Hafidz Tak Surut Oleh Banjir

WAKAFDT.OR.ID | ACEH TAMIANG — (23/1/2026) – Di balik sisa-sisa lumpur yang mulai mengering di Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, tersimpan mimpi-mimpi besar yang menolak tenggelam.

Meski banjir bandang sempat menyapu ketenangan desa, semangat dua bocah setempat, Sulaiman dan Muhammad Hafidz, justru semakin berkobar.

Bagi Sulaiman, langit Aceh Tamiang bukan sekadar cakrawala biru. Itu adalah masa depannya. Bocah laki-laki ini bercita-cita menjadi seorang pilot. Ia ingin menerbangkan pesawat besar, melintasi awan, dan melihat desanya dari ketinggian yang tak terjangkau oleh air bah.

Di sisi lain, Muhammad Hafidz punya cara berbeda untuk menaklukkan dunia. Dengan kaki mungilnya, ia bermimpi menjadi pemain sepak bola profesional.

Baginya, setiap jengkal tanah di Desa Sekumur adalah lapangan latihan, tempat ia mengasah ketangkasan demi mencetak gol di stadion impian suatu hari nanti.

Ketika “Rumah Kedua” Luluh Lantak

Keseharian Sulaiman dan Hafidz biasanya diisi dengan lantunan ayat suci. Sore hari adalah waktu favorit mereka untuk mengaji di madrasah dekat rumah. Namun, banjir bandang yang menerjang beberapa waktu lalu mengubah segalanya dalam sekejap.

“Masjid kami rusak, Kak. Al-Quran yang biasa kami pakai juga sudah hancur kena air dan lumpur,” kenang mereka dengan nada lirih.

Bencana itu tidak hanya merusak bangunan fisik, tetapi juga merampas sarana mereka untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Madrasah yang biasanya riuh dengan suara anak-anak mengaji, sempat berubah sunyi, menyisakan tumpukan mushaf yang tak lagi bisa terbaca karena terkoyak arus.

Secercah Harapan dari Wakaf DT

Namun, mendung tak selamanya menetap. Senyum kembali merekah di wajah Sulaiman dan Hafidz saat bantuan Mushaf Al-Quran baru dari Wakaf DT tiba di tangan mereka.

Bagi mereka, ini bukan sekadar buku, melainkan simbol bahwa harapan mereka untuk terus belajar dan mengaji tidak boleh berhenti.

“Senang sekali punya Quran baru. Sekarang bisa mengaji lagi dengan tenang,” ujar mereka sambil memeluk erat mushaf tersebut.

Di tengah keterbatasan pascabencana, Sulaiman dan Hafidz membuktikan bahwa impian menjadi pilot maupun pemain bola tetap tegak berdiri, selama iman tetap tertanam di hati. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Mimpi Sulaiman & Hafidz Tak Surut Oleh Banjir Read More »

Saksi Bisu Luka Sekumur: Saat Hutan Turun Menghantam Desa

WAKAFDT.OR.ID | ACEH TAMIANG – Bagi Pak Heri, suara rintik hujan biasanya adalah nina bobo. Namun, selama lima hari terakhir di penghujung Januari ini, rintik itu berubah menjadi simfoni kecemasan yang tak kunjung usai.

Langit di atas Desa Sekumur pada Kamis (22/1/2026), Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, seolah tumpah tanpa jeda, menyisakan tanah yang jenuh dan sungai yang terus merangkak naik.

“Sudah lima hari hujan tidak berhenti. Kami sudah biasa kalau banjir, tapi kali ini rasanya ada yang beda,” ujar Pak Heri sambil menatap nanar ke arah hamparan lumpur yang dulunya adalah permukiman padat.

Tamu Tahunan yang Berubah Menjadi Monster

Bagi warga Desa Sekumur, banjir sebetulnya adalah ‘tamu tahunan’. Saban tahun, jika hujan mengguyur berhari-hari, air sungai akan meluap dan merendam lantai rumah mereka.

Namun, biasanya air hanya setinggi betis orang dewasa. Warga pun sudah terlatih; memindahkan barang ke tempat tinggi dan menunggu air surut dalam satu atau dua hari.

Kewaspadaan itulah yang menyelamatkan nyawa mereka kali ini. Saat air mulai merangkak naik melebihi batas wajar, Pak Heri dan warga lainnya memutuskan untuk mengungsi ke titik yang lebih tinggi.

Mereka meninggalkan rumah dengan harapan akan kembali saat air surut seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, alam punya rencana lain yang jauh lebih mengerikan.

Gemuruh dari Hulu: Saat Kayu-Kayu Raksasa Bertamu

Sore itu, suasana mencekam mencapai puncaknya. Bukan lagi suara air yang terdengar, melainkan suara dentuman keras yang beradu dengan gemuruh air sungai yang pekat.

“Tiba-tiba terdengar suara brak! Keras sekali. Kami lihat dari kejauhan, aliran sungai membawa gelondongan kayu pohon yang sangat besar. Bukan satu atau dua, tapi banyak sekali,” kenang Pak Heri dengan suara bergetar.

Gelombang air bah itu tidak datang sendirian. Ia membawa ‘senjata’ berupa material kayu hutan berukuran raksasa yang meluncur deras dari arah hulu.

Pohon-pohon itu menghantam apa saja yang menghalangi jalannya. Jembatan, pepohonan warga, hingga rumah-rumah kayu yang sudah berdiri puluhan tahun di Desa Sekumur.

Dalam sekejap, desa yang mereka cintai itu luluh lantak. Hantaman kayu-kayu besar itu membuat bangunan di sana rata dengan tanah, menyisakan tumpukan material kayu dan lumpur yang tebal.

Menyisakan Puing dan Trauma

Kini, Pak Heri dan warga lainnya hanya bisa menatap puing-puing kehidupan mereka yang tersisa. Desa mereka yang dulunya asri, kini tampak seperti medan perang.

Syukur tak henti mereka panjatkan karena keputusan untuk mengungsi lebih awal telah menyelamatkan nyawa, meski harta benda tak ada yang sempat tersisa.

“Rumah bisa dibangun lagi, tapi trauma ini yang sulit hilang. Tiap dengar suara kayu beradu atau hujan deras, kami langsung waswas,” tutupnya.

Banjir bandang kali ini menjadi pengingat pahit bagi warga di kaki hutan Aceh Tamiang, bahwa alam tidak hanya bisa memberi, tapi juga bisa mengambil kembali dengan cara yang paling tak terduga. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Saksi Bisu Luka Sekumur: Saat Hutan Turun Menghantam Desa Read More »

KBIHU Daarut Tauhiid Laksanakan Bimbingan Manasik Haji

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Alhamdulillah, KBIHU Daarut Tauhiid kembali melaksanakan Bimbingan Manasik Haji Pekan Kedua pada Ahad, 11 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Daarul Hajj, Komplek Pesantren Daarut Tauhiid, dan diikuti oleh para jamaah calon haji yang telah terdaftar secara resmi di KBIHU Daarut Tauhiid.

Bimbingan manasik haji ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan intensif yang dirancang untuk membekali jamaah agar memahami ibadah haji secara menyeluruh, baik dari sisi fiqih, teknis pelaksanaan, maupun kesiapan mental dan spiritual.

Materi Manasik Haji Pekan Kedua

Pada pertemuan kedua ini, para peserta mendapatkan sejumlah materi penting yang menjadi fondasi dalam pelaksanaan ibadah haji, di antaranya:

  • Pengantar Manasik Haji, sebagai gambaran umum tahapan dan tujuan ibadah haji
  • Istilah-istilah dalam pelaksanaan ibadah haji, agar jamaah memahami terminologi yang sering digunakan selama di Tanah Suci
  • Tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai tuntunan syariat
  • Doa-doa dalam ibadah haji, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan
  • Manajemen Qobul, yakni pengelolaan niat, adab, dan sikap agar ibadah haji dapat diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dilaksanakan dengan lancar serta khusyuk

Materi disampaikan secara sistematis dan komunikatif, sehingga jamaah tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga siap untuk mempraktikkannya saat berada di Tanah Suci.

Komitmen KBIHU Daarut Tauhiid

Melalui kegiatan bimbingan manasik haji ini, KBIHU Daarut Tauhiid menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan terbaik bagi para calon jamaah haji, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga pasca-haji. Pendekatan yang digunakan tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga pembinaan ruhiyah agar jamaah mampu meraih haji yang mabrur.

InsyaAllah, kegiatan bimbingan manasik haji akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, sebagai ikhtiar dalam mempersiapkan jamaah agar mampu melaksanakan ibadah haji dengan tertib, mandiri, dan penuh kekhusyukan.

Semoga seluruh rangkaian bimbingan ini menjadi wasilah kebaikan dan kemudahan bagi para jamaah KBIHU Daarut Tauhiid dalam menunaikan rukun Islam yang kelima.

Redaktur: Wahid Ikhwan


KBIHU Daarut Tauhiid Laksanakan Bimbingan Manasik Haji Read More »

Belajar Sains dari Dunia Kesehatan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Rabu (21/1/2026) menjadi pengalaman belajar yang berbeda bagi santri SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri. Hari itu, ruang kelas berpindah ke Klinik Kesehatan Daarut Tauhiid. Bukan kunjungan biasa, melainkan proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang mengajak santri menyelami ilmu langsung dari denyut kehidupan nyata.

Di klinik tersebut, santri mempelajari materi tentang penyakit dan kelainan pada sistem peredaran darah. Materi yang biasanya tertulis di buku pelajaran dan tergambar di papan tulis, kini hadir melalui penjelasan langsung dari dokter dan tenaga medis. Denyut nadi, alur peredaran darah, hingga berbagai gangguan kesehatan dijelaskan secara kontekstual dan mudah dipahami.

Pembelajaran ini membuka ruang dialog antara santri dan tenaga medis. Santri tidak hanya menyimak, tetapi juga bertanya, mengamati, serta mengaitkan teori dengan kondisi nyata. Suasana belajar terasa hidup dan penuh semangat, seolah ilmu pengetahuan menemukan wujud nyatanya.

Melalui pendekatan tersebut, santri memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna. Mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mendapatkan wawasan tentang pentingnya menjaga kesehatan serta mengenal lebih dekat profesi di bidang medis. Ilmu yang dipelajari pun terasa lebih aplikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Fitri Iswari, Staf Humas Media dan Desain SMP DTBS Putri, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberi dampak positif bagi proses pembelajaran santri.

“Melalui pembelajaran nyata ini, santri tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan wawasan langsung dari tenaga medis, sehingga ilmu yang dipelajari menjadi lebih bermakna dan aplikatif,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Ketika ilmu dipertemukan dengan realita, pemahaman tumbuh lebih dalam dan kesadaran pun terbangun. Dari klinik kesehatan, santri belajar tentang sains, kehidupan, serta tanggung jawab menjaga amanah tubuh yang telah Allah titipkan. (DS)


Belajar Sains dari Dunia Kesehatan Read More »

Makmurkan Aset Wakaf, DT Jakarta Gelar Mabit Persiapan Ramadhan

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA — Pada senja hari Sabtu itu, suasana di Masjid Daarut Tauhiid Jakarta terlihat agak berbeda. Banyak orang yang datang ke masjid, dan mereka tidak hanya datang untuk melakukan ibadah saja. Mereka juga membawa niat yang kuat di hati. Pada malam itu, para peserta berkumpul bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk mengambil waktu sejenak dari kesibukan dunia dan mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan melalui kegiatan MABIT Daarut Tauhiid Jakarta.

Mengusung tema “Rumahku, Surgaku di Bulan Ramadhan”, MABIT ini diselenggarakan sebagai ikhtiar pembinaan ruhiyah jamaah dalam rangka menyiapkan hati, iman, dan suasana rumah tangga agar lebih bernilai ibadah. Tema tersebut lahir dari kesadaran akan tantangan kehidupan modern yang kerap menjauhkan rumah dari fungsinya sebagai pusat ibadah, ketenangan, dan pendidikan tauhid.

Kegiatan MABIT yang berlangsung pada Sabtu–Ahad, 24–25 Januari 2026 / 5–6 Sya’ban 1447 H, ini terbuka untuk umum, baik ikhwan maupun akhwat. Sejak pukul 17.00 WIB hingga pagi hari, jamaah mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk membangunkan kesadaran spiritual dan memperkuat kesiapan menyambut bulan suci.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kajian tematik yang mengajak peserta menata kembali orientasi hidup dan keluarga. Malam berlanjut dengan muhasabah diri, qiyamul lail, serta shalat berjamaah yang menghadirkan suasana hening, khusyuk, dan penuh refleksi. Dalam keheningan malam, banyak hati yang belajar jujur—tentang ibadah yang sering tertunda, rumah yang kurang hidup dengan dzikir, serta Ramadhan yang kerap berlalu tanpa bekas mendalam.

Kegiatan ini dibimbing oleh KH. Ahmad Rosyidin Mawardi dan Ust. Dadang Sukandar, serta qiyamul lail bersama Ust. Ikhsan Ahmad Fauzan, Lc. Dalam kegiatan ini, jamaah akan mempelajari tentang Manajemen Qalbu. Ini adalah pendekatan yang membantu jamaah memahami bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari hati yang teratur dan rumah yang diisi dengan nilai tauhid. Dengan demikian, jamaah dapat memahami bahwa perubahan besar bisa berawal dari hati yang ditata dan rumah yang dihidupkan dengan nilai tauhid.

MABIT Daarut Tauhiid Jakarta diharapkan menjadi momentum hijrah hati—agar Ramadhan tidak hanya disambut dengan kalender, tetapi dengan kesiapan iman, ketenangan jiwa, dan tekad menjadikan rumah sebagai “surga” yang menumbuhkan ibadah, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh anggota keluarga.

Redaktur: Wahid Ikhwan


Makmurkan Aset Wakaf, DT Jakarta Gelar Mabit Persiapan Ramadhan Read More »

Lantunan Ayat di Balik Tenda: Kala Anak-Anak Desa Garoga Menemukan Kembali Mushaf yang Hilang

WAKAFDT.OR.ID | TAPANULI SELATAN – Di tengah barisan tenda darurat yang berdiri di atas tanah Huta Godang, suara tawa anak-anak pecah, mengalahkan suara rintik hujan yang sesekali masih turun. Pada Jumat dan Sabtu (23-24/1/2026), sebuah pemandangan mengharukan terjadi saat tim Wakaf Daarut Tauhiid (DT) tiba membawa tumpukan kardus berisi Mushaf Al-Qur’an baru.

Bagi anak-anak asal Desa Garoga yang kini mengungsi di sana, tumpukan mushaf itu bukan sekadar tumpukan kertas. Ia adalah simbol kembalinya sebuah rutinitas yang sempat dirampas oleh banjir bandang.

Rindu Suara Mengaji di Masjid

Sebelum tragedi banjir bandang meluluhlantakkan desa mereka, waktu antara Maghrib dan Isya adalah momen paling riuh. Anak-anak Desa Garoga biasanya berkumpul di masjid dekat rumah, saling bersahutan membaca ayat suci. Namun, terjangan air dan lumpur mengubah segalanya.

Masjid mereka kini dipenuhi material banjir, dan Al-Qur’an kesayangan yang biasa mereka dekap telah hilang tersapu arus yang ganas. Sejak saat itu, tenda pengungsian terasa lebih sunyi tanpa lantunan ayat suci dari mulut mereka.

“Kami rindu mengaji bersama teman-teman, tapi Al-Qur’an kami sudah hanyut semua. Kami bingung mau belajar pakai apa,” ungkap salah satu anak dengan nada polos.

Cahaya di Tengah Keterbatasan

Kedatangan tim Wakaf DT menjadi jawaban atas kerinduan tersebut. Distribusi mushaf ini tidak hanya menyasar Desa Garoga, tetapi juga mencakup warga terdampak di Desa Huta Godang dan Desa Aek Ngadol.

Saat tim mulai membagikan mushaf satu per satu, suasana berubah seketika. Anak-anak langsung berkumpul, membuka lembaran demi lembaran yang masih bersih dan harum kertas baru. Beberapa dari mereka langsung mencoba membaca surat-surat pendek, seolah tak ingin membuang waktu sedetik pun.

Kegembiraan ini menjadi pelipur lara yang sangat efektif. Di tengah kondisi pengungsian yang terbatas, memiliki Mushaf Al-Qur’an sendiri memberikan kekuatan spiritual bagi mereka untuk bertahan dan tetap optimis.

Wakaf: Menyambung Harapan yang Putus

Perwakilan Tim Wakaf DT menyatakan bahwa penyaluran ini merupakan amanah dari para muwakif yang ingin memastikan pendidikan agama anak-anak di daerah bencana tetap terjaga.

“Kami ingin meski mereka kehilangan rumah, mereka tidak kehilangan pegangan hidup. Mushaf ini adalah jembatan agar pendidikan karakter dan spiritual mereka tetap berjalan di mana pun mereka berada,” ujarnya di sela-sela distribusi di Desa Aek Ngadol.

Matahari mulai terbenam di ufuk Tapanuli, namun sore itu, tenda pengungsian Huta Godang tak lagi sesunyi biasanya. Dari sela-sela kain tenda, mulai terdengar suara samar anak-anak mengeja huruf demi huruf hijaiyah.

Sebuah bukti nyata bahwa meski bencana bisa menyapu harta benda, ia tak akan pernah bisa menghanyutkan semangat mengaji anak-anak Desa Garoga. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


Lantunan Ayat di Balik Tenda: Kala Anak-Anak Desa Garoga Menemukan Kembali Mushaf yang Hilang Read More »

Eco Pesantren DT: Menjawab Tantangan Ekologis Melalui Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Di tengah desakan audit lingkungan akibat bencana longsor yang berulang di Bandung Barat, Wakaf DT hadir dengan model pengelolaan lahan yang berpihak pada alam melalui kawasan Eco Pesantren DT. Kawasan ini menjadi prototipe bagaimana institusi pendidikan dan dakwah dapat berperan aktif dalam mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan.

Langkah Nyata Penjagaan Ekosistem: Pengembangan Eco Pesantren DT bukan sekadar membangun gedung, melainkan menata kawasan yang mengutamakan fungsi ekologis, antara lain:

  • Kawasan Hijau Produktif: Wakaf dari para muwakif (pewakaf) dialokasikan untuk membebaskan lahan yang kemudian ditanami ribuan pohon pelindung dan produktif. Hal ini berfungsi sebagai sabuk hijau untuk mencegah erosi dan menjaga stabilitas tanah di area perbukitan.
  • Sumur Resapan dan Konservasi Air: Sebagai langkah antisipasi kekeringan dan banjir, kawasan ini dilengkapi dengan sistem drainase alami dan sumur resapan, guna memastikan air hujan kembali ke dalam tanah (akifer) dan tidak menjadi aliran permukaan (run-off) yang merusak.
  • Edukasi Khidmah Ekologis: Di Eco Pesantren, para santri tidak hanya belajar ilmu agama secara tekstual, tetapi juga diajarkan “Khidmah Ekologis”—sebuah konsep di mana menjaga kebersihan, mengelola sampah secara mandiri, dan menanam pohon dipandang sebagai bagian dari ibadah.

Wakaf sebagai Bentuk Mitigasi Bencana Ketua Tim Wakaf DT menyatakan bahwa dana wakaf yang dikelola diarahkan untuk menciptakan kawasan yang mandiri secara energi dan lingkungan.

“Melalui Eco Pesantren, kita ingin membuktikan bahwa pembangunan sarana pendidikan tidak harus merusak hutan penyangga. Sebaliknya, wakaf hadir untuk mengembalikan fungsi hutan tersebut sekaligus memberikan manfaat luas bagi santri dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Langkah yang dilakukan Wakaf DT di Eco Pesantren ini sejalan dengan menjaga kawasan hulu Bandung Barat. Jika alih fungsi lahan ilegal menjadi pemicu longsor, maka Wakaf Eco Pesantren menjadi solusi berkelanjutan untuk memastikan lahan tetap hijau, produktif, dan aman bagi generasi mendatang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


Eco Pesantren DT: Menjawab Tantangan Ekologis Melalui Wakaf Read More »

Legislator Dorong Audit Lingkungan Menyeluruh di Lokasi Rawan Bencana

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Musibah longsor yang menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu (24/1/2026) lalu, memicu desakan kuat untuk dilakukannya evaluasi total terhadap kondisi ekosistem di lereng Gunung Burangrang. Bencana ini dinilai bukan sekadar dampak cuaca ekstrem, melainkan sinyal merah bagi tata kelola lahan di wilayah tersebut.

Rajiv, anggota DPR RI sekaligus anggota Panja Alih Fungsi Lahan Komisi IV, menegaskan bahwa audit lingkungan bersifat wajib. Menurutnya, pemerintah perlu menelusuri secara mendalam apakah bencana ini murni faktor alam atau diperparah oleh campur tangan manusia.

“Kita tidak bisa lagi hanya menyalahkan hujan. Harus ada keberanian untuk mengusut apakah ada kerusakan lingkungan atau alih fungsi lahan yang terjadi di kawasan rawan ini,” ujar Rajiv dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).

Ia menuntut investigasi yang transparan dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar penyebab utama longsor dapat diketahui publik secara jelas.

Gunung Burangrang sebagai Kawasan Penyangga

Kawasan lereng Gunung Burangrang memiliki peran krusial sebagai penyangga kehidupan ekologis di sekitarnya. Rajiv memperingatkan bahwa pembukaan lahan yang tidak terkendali dan perizinan yang bermasalah di kawasan lindung hanya akan menjadi “bom waktu” bagi bencana di masa depan.

Sebagai langkah konkret, Panja Alih Fungsi Lahan Komisi IV DPR RI berencana menyisir kembali seluruh perizinan usaha di kawasan rawan bencana. Evaluasi ini bertujuan untuk mendeteksi adanya potensi penyalahgunaan fungsi lahan yang berkontribusi terhadap banjir dan longsor di berbagai daerah.

Sambil mendorong penegakan aturan, Rajiv juga menyampaikan duka mendalam bagi para korban. Sebagai legislator dari Dapil Jawa Barat II, ia memastikan bantuan logistik segera mengalir bagi warga di posko pengungsian.

Data Terkini Dampak Longsor: Berdasarkan informasi sementara dari BNPB Jawa Barat hingga Ahad (25/1/2026):

  • Korban Meninggal: 10 orang.
  • Warga Hilang: 82 orang (masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan).
  • Kondisi Lapangan: Operasi evakuasi dan pencarian terus dilakukan di titik-titik reruntuhan.

Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa kelestarian lingkungan dan ketegasan hukum dalam menjaga kawasan hijau adalah harga mati demi keselamatan nyawa manusia. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Legislator Dorong Audit Lingkungan Menyeluruh di Lokasi Rawan Bencana Read More »

Longsor Terjang Cisarua KBB: 30 Rumah Tertimbun, Tim SAR Fokus Pencarian Korban Hilang

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat sejak Sabtu siang mengakibatkan bencana tanah longsor besar pada Sabtu malam (24/1/2026). Musibah ini melanda kawasan perbukitan yang padat pemukiman, menyebabkan puluhan rumah warga rata dengan tanah.

Bencana ini terjadi tepatnya di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, material tanah dari bukit setinggi puluhan meter mulai bergerak dan menerjang pemukiman warga sekitar pukul 23.00 WIB, saat sebagian besar warga sedang beristirahat.

Hingga laporan ini disusun pada Minggu siang (25/1/2026), berikut adalah rincian dampak bencana yang berhasil dihimpun:

  • Korban Jiwa: 10 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
  • Korban Hilang: Setidaknya 82 orang dilaporkan masih hilang dan diduga tertimbun material tanah serta puing bangunan.
  • Kerusakan Material: Sekitar puluhan unit rumah warga rusak berat (tertimbun total), serta satu fasilitas ibadah mengalami kerusakan signifikan.
  • Pengungsi: Sekitar 400 jiwa kini diungsikan ke aula desa dan bangunan sekolah yang lebih aman.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri, serta relawan kemanusiaan masih terus melakukan upaya pencarian di titik lokasi. Penggunaan alat berat mulai dikerahkan, namun terkendala oleh:

  1. Medan Terjal: Lokasi yang berada di lereng bukit menyulitkan mobilisasi alat berat.
  2. Cuaca Ekstrem: Gerimis yang masih turun memicu kekhawatiran akan adanya longsor susulan karena kondisi tanah yang masih labil.
  3. Putusnya Akses Jalan: Beberapa akses jalan menuju kampung tersebut tertutup material lumpur, sehingga bantuan logistik harus dikirimkan secara manual atau menggunakan kendaraan roda dua.

“Kami fokus pada penyelamatan nyawa dan pencarian korban yang masih tertimbun. Logistik untuk pengungsi sudah mulai kami distribusikan ke posko utama,” ujar juru bicara BPBD KBB di lokasi kejadian. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Longsor Terjang Cisarua KBB: 30 Rumah Tertimbun, Tim SAR Fokus Pencarian Korban Hilang Read More »