WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Di tengah desakan audit lingkungan akibat bencana longsor yang berulang di Bandung Barat, Wakaf DT hadir dengan model pengelolaan lahan yang berpihak pada alam melalui kawasan Eco Pesantren DT. Kawasan ini menjadi prototipe bagaimana institusi pendidikan dan dakwah dapat berperan aktif dalam mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan.
Langkah Nyata Penjagaan Ekosistem: Pengembangan Eco Pesantren DT bukan sekadar membangun gedung, melainkan menata kawasan yang mengutamakan fungsi ekologis, antara lain:
- Kawasan Hijau Produktif: Wakaf dari para muwakif (pewakaf) dialokasikan untuk membebaskan lahan yang kemudian ditanami ribuan pohon pelindung dan produktif. Hal ini berfungsi sebagai sabuk hijau untuk mencegah erosi dan menjaga stabilitas tanah di area perbukitan.
- Sumur Resapan dan Konservasi Air: Sebagai langkah antisipasi kekeringan dan banjir, kawasan ini dilengkapi dengan sistem drainase alami dan sumur resapan, guna memastikan air hujan kembali ke dalam tanah (akifer) dan tidak menjadi aliran permukaan (run-off) yang merusak.
- Edukasi Khidmah Ekologis: Di Eco Pesantren, para santri tidak hanya belajar ilmu agama secara tekstual, tetapi juga diajarkan “Khidmah Ekologis”—sebuah konsep di mana menjaga kebersihan, mengelola sampah secara mandiri, dan menanam pohon dipandang sebagai bagian dari ibadah.
Wakaf sebagai Bentuk Mitigasi Bencana Ketua Tim Wakaf DT menyatakan bahwa dana wakaf yang dikelola diarahkan untuk menciptakan kawasan yang mandiri secara energi dan lingkungan.
“Melalui Eco Pesantren, kita ingin membuktikan bahwa pembangunan sarana pendidikan tidak harus merusak hutan penyangga. Sebaliknya, wakaf hadir untuk mengembalikan fungsi hutan tersebut sekaligus memberikan manfaat luas bagi santri dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Langkah yang dilakukan Wakaf DT di Eco Pesantren ini sejalan dengan menjaga kawasan hulu Bandung Barat. Jika alih fungsi lahan ilegal menjadi pemicu longsor, maka Wakaf Eco Pesantren menjadi solusi berkelanjutan untuk memastikan lahan tetap hijau, produktif, dan aman bagi generasi mendatang. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
