Wakaf Daarut Tauhiid

Februari 2025

bulan syaban

Peringatan Malam Nisfu Syaban

WAKAFDT.OR.ID | Peringatan malam pertenganan bulan Syaban atau Nisfu Syaban selalu menjadi perdebatan setiap tahunnya. Satu golongan dengan terang-terangan memperingatinya dengan membaca doa bersama, bahkan shalat bersama di masjid.

Sementara itu, golongan lainnya meyakini bahwa peringatan malam Nisfu Syaban merupakan bid’ah yang harus dihindari. Mereka meyakini peringatan malam Nisfu Syaban tidak dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam (Saw) dan para sahabat.

Dalam Lathaif Al-Ma’arif, Ibnu Rajab rh mengatakan, “Hadits yang menjelaskan keutamaan malam Nisfu Syaban ada beberapa. Para ulama berselisih pendapat mengenai statusnya.

“Kebanyakan ulama mendhaifkan hadits-hadits tersebut. Ibnu Hibban menshahihkan sebagian hadits tersebut dan beliau masukkan dalam kitab shahihnya.”

Di antara hadist tentang malam Nisfu Syaban, yaitu hadist dari Aisyah ra, “Aisyah ra berkata: “Saya kehilangan Rasulullah Saw, tiba-tiba beliau berada di Baqi’ sambil mengangkat kepala ke langit”. Beliau berkata: “Apakah engkau takut engkau dizalimi oleh Allah dan Rasul-Nya?” Saya menjawab: “Ya Rasulullah, saya menyangka engkau mendatangi sebagian istri engkau”.

Beliau besabda: “Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi turun pada malam Nisfu Sya’ban ke langit dunia, maka Allah swt mengampunkannya lebih banyak dari bulu domba Bani Kalb.”  (HR. Imam Ahmad. At-Tirmidzi berkata: “Imam Al-Bukhari mendha’ifkan hadits ini.”)

Hadits lainnya adalah hadist dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Saw bersabda, “Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. At-Tabrani & Ibnu Hibban)

Penulis kitab Tuhfatul Ahwadzi, Abu Al-Ula Muhammaf Abdurrahman bin Abdurrahim Al-Mubarakfuri menjelaskan, “Pada sanad hadits Abu Musa Al-Asy’ari yang dikeluarkan oleh Ibnu Majah terdapat Lahi’ah dan ia adalah perawi yang dinilai dha’if.”

Baca juga: Siapkan Ramadhan dengan Amalan di Bulan Syaban

Al-Imam Al-Qasthalani rahimahullah (rh) menjelaskan awal mula adanya peringatan malam Nisfu Sya’ban dalam kitabnya Al-Mawahib Al-Laduniyah:

Tabi’in tanah Syam seperti Khalid bin Ma’dan dan Makhul, mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam Nisfu Syaban. Nah, dari mereka inilah orang-orang kemudian ikut mengagungkan malam Nisfu Syaban.

“Dikatakan, bahwa telah sampai kepada mereka atsar israiliyat (kabar atau cerita yang bersumber dari ahli kitab, Yahudi dan Nasrani yang telah masuk Islam) tentang hal tersebut.

“Kemudian ketika perayaan malam Nisfu Syaban viral, orang-orang berbeda pandangan menanggangapinya. Sebagian menerima, dan sebagian lain mengingkarinya.

“Mereka yang memgingkari adalah mayoritas ulama Hijaz, termasuk dari mereka Atha’ dan Ibnu Abi Malikah. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dari kalangan fuqaha Madinah menukil pendapat bahwa perayanan malam Nisfu Syaban seluruhnya adalah bid’ah. Ini juga merupakan pendapat Ashab Maliki dan ulama selainnya.”

Terkait cara pelaksanaan peringatan Malam Nisfu Syaban, Al-Imam Al-Qasthalani rh menyebutkan, ulama Syam terbagi menjadi dua golongan, yakni pertama, golongan yang meyakini disunahkan menghidupkan malam Nisfu Syaban secara jamaah di masjid.

Kedua, golongan yang meyakini dimakruhkan berkumpul di dalam masjid-masjid untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan shalat, berdoa dan menyampaikaan kisah-kisah teladan, namun tidak dimakruhkan shalat sendiri.

Dalam Majmu’ Al-Fatawa, Ibnu Taimiyah ra menjelaskan, “Jika seseorang shalat pada malam nisfu sya’ban sendiri atau di jama’ah yang khusus sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian salaf, maka itu suatu hal yang baik. 

“Adapun jika dilakukan dengan kumpul-kumpul di masjid untuk melakukan shalat dengan bilangan tertentu, seperti berkumpul dengan mengerjakan shalat 1000 raka’at, dengan membaca surat Al Ikhlas terus menerus sebanyak 1000 kali, ini jelas suatu perkara bid’ah, yang sama sekali tidak dianjurkan oleh para ulama.”

Ibnu Taimiyah menegaskan, “Adapun tentang keutamaan malam nisfu Syaban terdapat beberapa hadits dan atsar, juga ada nukilan dari beberapa ulama salaf bahwa mereka melaksanakan shalat pada malam tersebut. 

“Jika seseorang melakukan shalat seorang diri ketika itu, maka ini telah ada contohnya di masa lalu dari beberapa ulama salaf. Inilah dijadikan sebagai pendukung sehingga tidak perlu diingkari.”

Baca juga: Manifesting, Bolehkan dalam Islam?

Kesimpulannya, malan Nisfu Syaban memiliki keutamaan seperti malam-malam lainnya di bulan Syaban. Peringatan malam Nisfu Syaban berasal dari segolongan Tabi’in di Syam yang saat ini menjadi negara Suriah.

Mengangungkan malam Nisfu Syaban seperti malam-malam lainnya di bulan Syaban dengan memperbanyak ibadah yang sudah disunahkan dengan cara yang sudah disunahkan juga, termasuk qiyamulail, sangat diajurkan. Wallahu Alam Bishawab (AID)

Sumber: NUOnline, Rumaysho

Peringatan Malam Nisfu Syaban Read More »

Wakaf para sahabat-Kebun-Khaibar-Umar-Bin-Khatab

Wakaf Para Sahabat RA, dari Wakaf Tanah hingga Senjata Perang

WAKAFDT.OR.ID | Wakaf merupakan salah satu amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam (Saw). Rasululllah Saw menegaskan bahwa wakaf merupakan sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir walaupun yang berwakaf sudah meninggal dunia.

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim)

Rasulullah Saw juga mencontohkan langsung berwakaf. Wakaf pertamanya adalah sebidang tanah di Quba yang kemudian dibangun Masjid Quba di atasnya. Kemudian, Rasulullah Saw mewakafkan tanah di Madinah untuk membangun Masjid Nabawi di atasnya.

Selain tanah untuk masjid, Rasulullah juga mewakafkan berbagai kebun kurma di Madinah di antaranya ialah kebun A’raf Shafiyah, Dalal, Barqah, dan Mukhairik.

Baca juga: Wakaf, Hadiah Terbaik bagi Orang yang Telah Tiada

Para sahabat radhiallahu anhu/m (ra) juga mengikuti jejak Rasulullah Saw. Secara keseluruhan, wakaf para sahabat dapat dikelompokkan berdasarkan bentuk dan jumlahnya, dimulai dari wakaf rumah, tanah, peralatan perang, dan sumber air.

Umar bin Khattab ra dan Saad bin Ubadah ra berwakaf kebun setelah disarankan berwakaf oleh Rasulullah ketika mereka meminta pendapat kepadanya.

Sementara itu, Abu Thalhah ra mewakafkan kebun Bairuha, kebun yang dicintainya, setelah mendengar Rasululllah mmebacakan surat Al-Imran ayat 92, “Sekali-kali kamu tidak sampai pada kebaikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.

Ustman bin Affan ra mewakafkan sumur Raumah yang telah membantu umat muslim yang memebutuhkan air bersih saat itu. Cerita wakaf sumur Raumah sangat terkenal.

Ali bin Abi Thalib ra juga mewakafkan hartanya di Yanbu dan Khaibar. sedangkan, Istrinya, Fatimah ra yang merupakan putri Rasulullah saw, mewakafkan hartanya untuk Bani Hasyim dan Bani al-Muthalib.

Mu’az bin Jabal ra, Asma binti Abi Bakar ra, serta istri-istri Rasulullah Saw, seperti Ummu Salamah ra, Shafiyah binti Hayi ra, dan Ummu Habibah ra mewakafkan rumah-rumahnya di Madinah.

Zubair bin Awwam mewakafkan rumah untuk keturunannya yang tersebar di Madinah, Mesir dan Makkah. Sementara itu, Khalid bin Walid juga mewakafkan harta dan senjata perangnya. Sedangkan, Anas bin Malik ra juga mewakafkan rumah di Madinah.

Baca juga: Kemudahan Wakaf di Era Digital

Sa’ad bin Abi Waqash ra, Abu Arwa al-Dausi ra, Jabir bin Abdullah ra, Sa’ad bin Ubadah ra, Uqbah bin Amir ra, Abdullah bin Zubair ra, Hakim bin Hazam ra, Amru bin ‘dan Ash ra, dan Said bin Zaid juga mewakafkan harta mereka di jalan Allah.

Menurut Abu Bakar al-Hamīdi, wakaf sahabat-sahabat Rasulullah tersebut masih terjaga hingga saat ini, seperti wakaf sumur Raumah dari Ustman bin Affan yang saat ini menjadi wakaf produktif karena tanah di sekitarnya menjadi kebun kurma yang terus menghasilkan.

Semoga wakaf para sahabat Rasulullah Saw menjadi inspirasi dan membuat umat muslim semakin yakin dan bersemangat untuk berwakaf. Wallahualam bishowab. (AID)

Sumber: bwi.go.id, awqaf.gov.sa

      Wakaf Para Sahabat RA, dari Wakaf Tanah hingga Senjata Perang Read More »

      Masjid DT Eco 2 89,62%

      Tiga Pekan Jelang Peresmian, Ini Progres Masjid DT Eco 2

      WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pembina Daarut Tauhiid KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) akan meresmikan Masjid Rahmatan Lil Alamin Daarut Tauhiid Eco Pesantren 2 ( Masjid DT Eco 2) pada 28 Februari 2025.

      Tiga pekan menjelang peresmiannya, progres pembangunan Masjid DT Eco 2 mencapai 89,62%. Pengawas Pembangunan Masjid DT Eco 2 Putri Berliana Mileni mengaku optimis progres pembangunan akan sesuai target, siap untuk diresmikan nanti.

      “(Progresnya) 89,62%. (Mengejar tanggal 28) masih optimis, mohon doanya,” ungkapnya, Kamis (6/2/2025).

      Dia menyebutkan beberapa pekerjaan yang sedang dikerjakan antara pekan pertama ke pekan kedua Februari, di antaranya pemasangan GRC lisplank rooftop dan GRC krawangan mahkota kubah di bagian atas masjid.

      Pada bagian lainnya, lanjut Putri, para pekerja melakukan pekerjaan krawangan mihrab, pekerjaan granit dinding mihrab, dan pemangangan bata tangga area masuk Pendidikan Diniyah Formal (PDF).

      Di area luar bangunan masjid, para pekerja sedang melakukan pekerjaan paving block, pembuatan rumah genset, dan pemadatan base rabat depan basement.

      “Pekerjaan yang sedang dikerjakan (adalah) pemasangan GRC lisplank rooftop dan krawangan mahkota kubah, ⁠pekerjaan plafond motif lantai mezanin, ⁠pekerjaan krawangan mihrab, ⁠pekerjaan granit dinding mihrab, ⁠pekerjaan paving block, ⁠pekerjaan pembuatan rumah genset, ⁠pemadatan base rabat depan basement, dan pemasangan bata tangga area masuk PDF,” sebut Putri.

      Nantinya, Masjid DT Eco 2 akan menjadi pusat kegiatan dakwah dan belajar di Kawasan Wakaf Terpadu DT Eco 2. Sebagai tahap awal, para santri PDF akan menempati basement sebagai ruang kelas, asrama, dan perkantorannya.

      Aa Gym menjelaskan, wakaf untuk pembangunan Masjid DT, termasuk Masjid DT Eco 2, merupakan bekal terbaik untuk kelak di akhirat karena pahalanya akan terus mengalir karena akan terus digunakan para santri dan jamaah sekitar masjid, serta jamaah yang berkunjung.

      “Setiap orang sujud, pahalanya dapet. Setiap orang ngaji, pahalanya dapet. Setiap orang yang berwudu, pahalanya dapet. Makanya orang yang paling cerdas atau akyas adalah yang banyak mengingat mati dan mempersiapkan bekal untuk kematian tadi. Inilah salah satu bekal kepulangan nanti,” kata Aa Gym.

      Bagi yang ingin berwakaf untuk pembangunan Masjid DT bisa datang langsung ke kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung.

      Wakaf juga bisa ditransfer ke BSI 78221 78221 atau Bank Danamon Syariah 8800299615 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid. Untuk informasi dan konfirmasi, bisa menghubungi call center Wakaf DT; 085 200 123 123. (AID)

      Tiga Pekan Jelang Peresmian, Ini Progres Masjid DT Eco 2 Read More »

      majid dt lubuklinggau 60%

      Ini Progres Masjid DT Lubuklinggau Awal Februari 2025

      WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Progres pembangunan Masjid Rahmatan Lil Alamin Daarut Tauhiid Lubuklinggau (Masjid DT Lubuklinggau) masih di angka 60% pada awal Februari 2025. Angka tersebut masih sama sejak masjid tersebut diresmikan pada 2023.

      Meskipun belum rampung, lantai satu Masjid seluas 20×30 meter tersebut sudah makmur dengan ibadah dan kegiatan belajar Al-Quran para santri. Jika sudah rampung, jamaah dan para santri bisa menggunakan lantai Masjid DT Lubuklinggau setinggi tiga lantai seluruhnya.

      Bhekti Triwahyuningtyas, Ketua Tim Monitoring Pembangunan DT mengungkapkan, pembangunan Masjid DT Lubuklinggau sempat dihentikan karena dana wakaf yang terhimpun belum mencukupi.

      Pembangunan Masjid DT Lubuklinggau, lanjutnya, akan segera dilanjutkan jika dana wakaf yang sudah terhimpun mencukupi.

      Indra Firdaus, Kepala Bagian Fundraising Wakaf DT mengajak masyarakat berwakaf untuk melanjutkan pembangunan masjid yang berada di Kawasan Wakaf Terpadu DT Lubuklinggau seluas 19.000 meter persegi tersebut.

      “Mari kita bersama-sama untuk bergotong royong berwakaf ke masjid Rahmatan Lil Alamin yang berada di kota Lubuklinggau ini,” ajaknya saat mengunjungi Masjid DT Lubuklinggau, Jumat (31/1/2025).

      Ia menjelaskan, saat ini yang dibutuhkan adalah dana untuk penuntasan lantai dua dan lantai tiga berikut tangganya, serta atap. Lantai dua dan tiga, serta tanggnya perlu dipasangi granit dan keramik, sedangkan atap masih belum dipasangi plafon.

      “Tangganya masih belum, ini yang lantai utama, tapi karena belum jadi, makanya lantai bawah yang digunakan sebagai masjid dan ruang belajar. Kalau ini sudah dipasang granit, ini (lantai dua dan tiga) yang akan digunakan sebagai lantai utama. Lantai tiganya untuk akhwat, ini (lantai utama) untuk ikhwan,” jelasnya.

      Pembina DT KH. Abdullah Gymnastiar mengatakan, wakaf untuk pembangunan Masjid DT adalah ladang amal bagai siapapun yang ingin mempersiapkan bekal terbaik untuk kelak di akhirat.

      “Setiap orang sujud, pahalanya dapet. Setiap orang ngaji, pahalanya dapet. Setiap orang yang berwudu, pahalanya dapet. Makanya orang yang paling cerdas atau akyas adalah yang banyak mengingat mati dan mempersiapkan bekal untuk kematian tadi. Inilah salah satu bekal kepulangan nanti,” kata Aa Gym.

      Bagi yang ingin berwakaf untuk pembangunan Masjid DT bisa datang langsung ke kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung.

      Wakaf juga bisa ditransfer ke BSI 78221 78221 atau Bank Danamon Syariah 8800299615 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid. Untuk informasi dan konfirmasi, bisa menghubungi call center Wakaf DT; 085 200 123 123. (AID)

      Ini Progres Masjid DT Lubuklinggau Awal Februari 2025 Read More »

      opsih masjid dt eco 2

      Jelang Peresmian Masjid DT Eco 2, Sankar DT Gelar Opsih Sekitar Masjid

      WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Seluruh santri karya Daarut Tauhiid (DT) melaksanakan senam bersama dan operasi kebersihan (opsih) di sekitar Masjid Rahmatan Lil Alamin DT Eco Pesantren 2 (Masjid DT Eco 2), Senin (4/2/2025).

      Kegiatan Opsih tersebut merupakan persiapan area untuk peresmian Masjid DT Eco 2 pada 28 Februari 2025 mendatang.

      Sankar dibagi menjadi empat kelompok. Tiga kelompok ikhwan dibagi berdasarkan fokus pekerjaannya, yakni kelompok pembersihan kayu sisa, perapian bata lantai bekas, dan pembersihan rumput.

      Sementara itu, satu kelompok akhwat membersihkan rumput yang sudah dipangkas dan sampah-sampah lainnya. Semua sankar terlihat kompak dan gotong royong.

      Masjid DT Eco 2 yang dibangun sejak awal September 2023 tersebut rencananya sudah bisa digunaka pada bulan Ramadhan tahun ini. Masjid akan mulai dimakmurkan dengan kegiatan-kegiatan keislaman seperti kajian, tarawih, buka bersama, Itikaf dan lainnya.

      Bhekti Triwahyuningtyas, Ketua Tim Monitoring Pembangunan Pesantren (Monpen) DT mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh sankar yang dengan antusias melakukan kegiatan opsih tersebut.

      Ia juga meminta doa dan dukungan dari para sankar agar proses penyelesaian pembangunan Masjid DT Eco 2 dimudahkan oleh Allah Taala.

      Hal senada juga disampaikan oleh Pengawas Pembangunan Masjid DT Eco 2 Putri Berliana Mileni. Ia memohon doa agar proses pembangunan menuju persmian dilancarkan.

      “Mohon doanya,” imbuh Putri. (AID)

      Jelang Peresmian Masjid DT Eco 2, Sankar DT Gelar Opsih Sekitar Masjid Read More »

      dt memorial park pemakaman februari

      Keluarga Dimakamkan di DT Memorial Park, Jamaah: Terima Kasih DT

      WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana duka menyelimuti kediaman salah satu keluarga jamaah MQ Travel Daarut Tauhiid (DT) di Cimenyan, Cigadung, Bandung pada Selasa (4/2/2025).

      Keluarga, kerabat, tatangga, dan sahabat sedang berduka karena kepergian Inangda Husniarty rahimahullah taala (rh). Almarhumah meninggalkan suami, anak, dan cucu. Kesedihan jelas tampak di wajah mereka.

      Tim Daarut Tauhiid (DT) Memorial Park dan DKM Masjid DT Bandung juga ikut bertakziah sekaligus melakukan pemulasaraan dan pemakamannya. Almarhumah dimakamkan di blok Abu Bakar DT Memorial Park diiringi keluarga dan kerabat.

      Nuniek, salah seorang anak yang ditinggalkan mengungkapkan, salah satu keinginan ibunya adalah dimakamkan di pemakaman DT. Sesaat ibunya tiada, ia langsung menghubungi MQ Travel dan meminta dimakamkan di DT Memorial Park.

      “Salah satu keinginan mama itu kan ingin dimakamkan di DT, jadi saya langsung mengubungi pihak DT. Alhamdulillah, bisa dimakamkan di DT,” ucapnya sambil sedikit terisak.

      Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya karena sudah dibantu dari mulai pemulasaraan hingga pemakaman. Ia pun tertarik untuk memesan kavling sekitar makam ibunya untuk makam keluarga.

      “Terima kasih kepada pihak DT yang sudah melakukan fardu kifayah untuk orang tua saya. Kami juga mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dari kami,” ucapnya usai pemakaman dengan nada bergetar.

      Nanang, Manajer Lokasi Pembangunan DT Memorial Park menjelaskan, penyiapan lahan pemakaman DT Memorial Park sudah mencapai 60%.

      Saat ini sudah ada lima jenazah yang telah disemayamkan di DT Memorial Park, termasuk almarhum Inangda Husniarty. Nanang menegaskan DT Memorial Park siap digunakan ketika ada kebutuhan untuk pemakaman.

      “Alhamdulillah sudah 60%. Ini yang tadi digunakan itu blok Abu Bakar. Insya Allah, sekarang siap untuk digunakan,” tegasnya.

      DT Memorial Park lebih dari sekedar pemakaman, karena merupakan layanan menjemput hunsul khatimah. Layanan DT Memorial Park menyediakan layanan persiapan husnul khatimah, layanan husnul khatimah, dan pasca husnul khatimah.

      Layanan persiapan husnul khatimah terdiri dari kajian dan mutabaah yaumiah, sedangkan layanan husnul khatimah adalah layanan pemulasaraan sampai proses pemakaman. Sementara itu, layanan pasca husnul khatimah merupakan layanan pendampingan untuk keluarga dan doa untuk almarhum/almarhumah.

      Manajer Wakaf Produktif Wakaf DT Riyadi Suryadi menjelaskan DT Memorial Park merupakan bagian dari program wakaf produktif dengan menyediakan pemakaman muslim, terutama bagi muslim di perkotaan yang memiliki masalah sempitnya area untuk pemakaman.

      Dia menjelaskan, bagi siapa saia yang membeli layanan pemakaman DT Memorial Park, maka dia sudah berwakaf untuk 5 wakaf sekaligus, termasuk wakaf produktif. Adapun kelima wakaf tersebut adalah Wakaf Masjid Rahmatan Lil Alamin Alfian, Wakaf Pesantren Tahfiz, Wakaf Produktif Pertanian, Wakaf Produktif area rekreasi, dan Wakaf Pemakaman Sosial.

      “Semoga ini menjadi solusi. Bagi jamaah atau sahabat yang ingin dimakamkann sekaligus bisa berwakaf, DT Memorial Park, Insya Allah, menjadi jalan,” kata Riyadi.

      Bagi yang ingin mendaftarkan diri untuk mendapatkan layanan DT Memorial Park, bisa menghubungi call center Wakaf DT: 085 200 123 123 atau datang langsung ke kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung. (AID)

      Keluarga Dimakamkan di DT Memorial Park, Jamaah: Terima Kasih DT Read More »

      Isra Miraj bersama SMA N 10 Bandung

      Peringati Isra Miraj Bersama Wakaf DT, SMA Negeri 10 Bandung Donasi Cash Waqf for Palestine

      WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Kegiatan shalat Duha SMA Negeri 10 Bandung beda dari biasanya pada Jumat (31/1/2025). Sekitar jam 7 pagi para siswa, guru, dan civitas sekolah berkumpul di lapangan karena selain shalat Dhuha mereka juga merayakan Isra Miraj.

      Sekolah yang terletak di Cikutra tersebut berkolaborasi dengan Wakaf Daarut Tauhiid (DT) memperingati peristiwa bersejarah dalam Islam itu. Ustaz Mumuh Abdul Muhyi, salah seorang asatiz DT memberikan kajian kepada mereka.

      Para siswa terlihat antusias menyimak materi yang disampaikan. Begitupun saat sesi tanya jawab, para siswa terlihat semangat bertanya dan menjawab ketika ditanya setelah materi selesai disampaikan.

      Ikhwan, salah seorang siswa kelas XII-4 mengungkapkan meterinya sangat relevan dengan kebutuhan orang-orang saat ini, yang memiliki banyak tantangan untuk bisa mengendalikan diri.

      “Materi-materi yang dibawakan relevant. Soalnya, banyak nih di antara kita mungkin yang lisannya tidak baik, pemikirannya tidak lurus, dan banyak tantangan-tantangan yang sering dihadapkan dalam kehidupan kita. Nah dakwah tadi dan materi-materi yang disampaikan, menurut aku sangat menyentuh hati,” ungkapnya.

      Muzaki, siswa lainnya dari kelas XII-5 mengakui bahwa penyampaian materi oleh ustaz Mumuh tidak membosannya dan cukup seru. Senada dengan Ikhwan, Zaki menyebut materi yang disampaikan bisa meresap ke dalam hatinya.

      “Kalau menurut aku, karena bisanya kebanyakan acara agama itu ngebosenin ya, (tapi) yang sekarang itu di luar ekspektasi ya, lumayan seru banget dan materi-materi yang disampaikannya juga bisa meresap ke dalam diri aku. Ini bisa ngebantu aku buat menjadi lebih baik ke depannya,” jelas Zaki.

      Selain materi Isra Miraj, tim Wakaf DT juga memberikan literasi Wakaf, Palestina, dan Program Cash Waqf for Humanity yang disalurkan untuk saudara-saudara di Palestina.

      Di akhir acara, Para siswa, guru, dan civitas SMA Negeri 10 Bandung berdonasi wakaf untuk program Cash Waqf for Humanity untuk Palestina, yang terkumpul sebesar Rp. 2.465.200.

       “Alhamdulillah, anak-anak jadi tahu dan semangat juga dalam sadar akan isu kepalestinaan, karena tadi disampaikan juga tentang perjuangan saudara kita di Palestina. Semoga donasi yang terkumpul bisa bermanfaat dan semoga kedepan kita bisa kembali berkolaborasi dalam kebaikan”, tutur Eka Ariandy, Humas SMA Negeri 10 Bandung yang menjadi penanggung jawab acara.

      Eka mengapresiasi tim Daarut Tauhiid, terutama Wakaf DT yang telah berkolaborasi dalam peringatan acara Isra Miraj. Mereka berharap silaturahim dengan DT bisa terus terjaga dan bisa menggelar acara kolaborasi lainnya.

      “Terima kasih kepada tim Daarut Tauhiid yang begitu solid yang sudah bekerja sama. Harapannya SMA 10 dan Daarut Tauhiid Insya Allah silaturahmi terus memanjang, bukan hanya dalam hal pertemanan, tetapi juga dalam kegiatan-kegiatan yang bermakna dan positif, insya Allah,” pungkas Eka.

      Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Bandung, Takdir Pancaroba juga menyampaikan apresiasinya kepada DT dan berharap bisa berkolaborasi kembali.

      “Semoga melalui agenda seperti ini bisa memberikan pencerahan bagi para guru dan juga siswa kami, harapannya kedepan kita juga bisa berkolaborasi dengan agenda lainnya”, ungkap Takdir. (AID)

      Peringati Isra Miraj Bersama Wakaf DT, SMA Negeri 10 Bandung Donasi Cash Waqf for Palestine Read More »

      bulan syaban

      Siapkan Ramadhan dengan Amalan di Bulan Syaban

      WAKAFDT.OR.ID | Bulan Syaban terletak setelah Bulan Rajab dan sebelum Bulan Ramadhan. Syaban berasal dari kata syaaba yang artinya golongan atau kelompok. Syaban merupakan bentuk jamaknya yang berarti berkelompok-kelompok.

      Ibu Hajar Rahimahullah (rh) menjelaskan ketika bulan tersebut, bangsa Arab berkelompok-kelompok berpencar mencari air dan sumur setelah bulan Rajab yang mulia.

      Karena terletak sebelum Bulan Ramadhan, pada bulan ini dianjurkan untuk memperbanyak dan memperketat amal shaleh sebagai persiapan menjemput Ramadhan yang hampir ada di hadapan.

      Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam (Saw) mencontohkan dan menganjurkan untuk melakukan berbagai amalan di bulan Syaban, di antaranya:

      Pertama, memperbanyak puasa. Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya dia berkata, “Dulu Rasulullah Saw berpuasa sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berbuka, dan berbuka sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berpuasa. Dan saya tidak pernah melihat Rasulullah Saw menyempurnakan puasa dalam sebulan kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada bulan Syaban.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

      Puasa yang dilakukan oleh Rasulullah Saw adalah puasa sunah yang sudah ada, bukan puasa yang khusus di bulan Syaban, seperti puasa pertengahan Syaban atau puasa penuh di Bulan Syaban

      Rasulullah bahkan melarang berpuasa setelah pertengahan Bulan Syaban bagi yang tidak biasa berpuasa sebelumnya. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu (r.a) bahwa Rasulullah Saw bersabda,“Jika memasuki pertengahan bulan Syaban, maka janganlah kalian berpuasa.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dan Tirmidzi)

      Dijelaskan dalam kitab Fathul Bari bahwa larangan dalam hadits ini berkaitan dengan orang yang baru mulai puasa dari pertengahan Syaban atau bagi orang yang kalau dia puasa dia akan lemah.

      Adapun orang yang sudah biasa melakukan puasa sunnah dan dia kuat ketika melaksanakan puasa sunnah tersebut, maka dianjurkan bagi dia puasa dari awal Syaban sampai dua hari menjelang Ramadhan.

      Dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Nabi Saw pernah bersabda, “Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian mendahului puasa Ramadhan dengan melakukan puasa sehari atau dua hari (sebelumnya), kecuali seseorang yang terbiasa berpuasa (dan waktu kebiasaan puasanya itu jatuh) pada hari itu, maka silahkan dia berpuasa pada hari itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

      Kedua, memperbanyak membaca Al-Quran. Salamah bin Kuhail rh dalam Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali berkata, “Dulu dikatakan bahwa bulan Syaban adalah bulan para qurra’ (pembaca Al-Qur’an).” Begitu pula yang dilakukan oleh ‘Amr bin Qais rh apabila beliau memasuki bulan Syaban beliau menutup tokonya dan mengosongkan dirinya untuk membaca Al-Qur’an.

      Ketiga, mengerjakan amal-amal shaleh lainnya. Abu Bakr Al-Balkhi rh dalam Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali mengatakan, “Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Syaban adalah bulan menyirami tanaman dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen tanaman.”

      “Perumpamaan bulan Rajab adalah seperti angin, bulan Syaban seperti awan yang membawa hujan dan bulan Ramadhan seperti hujan. Barang siapa yang tidak menanam di bulan Rajab dan tidak menyiraminya di bulan Sya’ban bagaimana mungkin dia memanen hasilnya di bulan Ramadhan.”

      Salah satu amal shalih yang dianjurkan adalah berwakaf karena wakaf mengalirkan pahala walau yang berwakaf sudah meninggal dan manfaat yang dihasilkan dari wakaf sifatnya berkelanjutan.

      Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang shaleh.” (HR. Muslim)

      Mari kita manfaatkan bulan Syaban ini dengan sebaik-baiknya dengan berbagai amal shaleh, terutama puasa, membaca Al-quran, dan berwakaf. Wallahualam bi showab. (AID)

      Sumber: rumaysho.com, almanhaj.or.id, muslim.or.id

      Siapkan Ramadhan dengan Amalan di Bulan Syaban Read More »

      wakaf berjangka

      Wakaf Berjangka, Bolehkah?

      WAKAFDT.OR.ID | Secara umum, ketika harta diwakafkan maka akadnya adalah untuk wakaf selamanya, seperti wakaf tanah untuk masjid dan kuburan.

      Mayoritas ulama juga berpendapat bahwa wakaf harusnya diakadkan untuk selamanya, seperti Imam Syafii dan Imam Hanbali. Namun, Imam Maliki mengatakan, bahwa wakaf juga boleh diakadkan sementara atau berjangka.

      Manurut Imam Malik, wakaf berjangka boleh dan sah dilakukan dengan dalil, pertama, wakaf menurut makna, kandungan, dan tujuannya adalah sedekah, yang boleh selamanya dan boleh sementara.

      Kedua, kata in syita dalam hadist Umar r.a menunjukan bahwa perbuatan wakaf itu diserahkan kepada seseorang, tidak ada ketentuan wakaf dalam satu bentuk atau cara tertentu. Kemudian, kata habs menujukan bisa dilakukan sementara atau selamanya.

      Ketiga, menurut ulama Malikiyah hak kepemilikan wakaf tetap pada wakif, sehingga wakaf bisa diakadkan untuk selamanya atau sementara.

      Berdasarkan kebolehan tersebut, Indonesia mengakomodir wakaf berjangka dengan Undang-undang No.41 Tahun 2004 Tentang Wakaf dan Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2006 Tentang Wakaf.

      Dijelaskan bahwa pengertian wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.

      Dalam Peraturan Pemerintah tentang wakaf, dijelaskan bahwa tanah dan harta tidak bergerak bersertifikat yang di atasnya adalah mushala/masjid/kuburan diwakafkan untuk selamanya.

      Sementara, harta tidak bergerak bersertifikat selain itu bisa diwakafkan sementara atau jangka waktu tertentu sesuai dengan perundang-undangan. Khusus untuk tanah yang bersertifikat hak guna pakai, batas wakaf berjangkanya sesuai dengan jangka waktu sertifikatnya.

      Untuk harta benda bergerak, baik uang maupun non uang bisa diwakafkan untuk selamanya atau sementara. Untuk pengelolaan wakaf uang berjangka atau sementara yang dikelola oleh LKS-PWU janka waktunya paling sedikit 5 tahun dengan nilai minimal 10 juta rupiah.

      Jadi, bagi siapa pun yang memiliki tanah dan bangunan yang tidak terpakai, bisa diwakafkan dengan akad wakaf sementara atau berjangka untuk memberikan manfaat wakafnya kepada umat. (AID)

      Sumber: Wakaf Kontemporer, Fahruroji, BWI: 2019

      Wakaf Berjangka, Bolehkah? Read More »