Wakaf Daarut Tauhiid

September 2023

Begini Cara Fatimah Az Zahra Mendidik Anak-Anaknya

WAKAFDT.OR.IDSalah satu sosok yang perlu diteladani oleh kaum wanita yaitu dari sosok Fatimah Az-Zahra (Putri Nabi SAW) mengenai menjadi seorang ibu yang baik. Fatimah Az-Zahra dikenal sebagai seorang ibu yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang.

Dalam sebuah riwayat disampaikan bahwa Fatimah adalah seorang yang haniyah, yaitu perempuan yang sangat mengasihi, menyayangi dengan lembut terhadap suami dan anak-anaknya.

Putri Rasullulah yang sekaligus menjadi istri dari Ali bin Thalib kerap menyampaikan wasiat kepada suaminya agar senantiasa lembut dan baik terhadap anak-anaknya.

Caranya dengan bermain bersama anak-anak, membaca kisah-kisah dan syair-syair untuk putra-putrinya, dan mengadakan perlombaan dan mengajari cara penilaian yang terbaik.

Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh Hasan dan Husein untuk berlomba menulis. Siapa yang tulisannya bagus maka dialah yang akan menjadi pemenangnya.

Kemudian Hasan dan Husein menulis, seusai menulis, mereka kemudian menyerahkan tulisannya untuk dinilai oleh sang kakek.

Namun, Rasulullah tidak memberikan penilaian, tetapi mereka berdua dikirim ke ibunda mereka untuk memberikan penilaian, karena Fatimah tidak ingin mengecewakan anaknya.

Akhirnya, terpikirlah suatu ide dari Fathimah, beliau berkata, “Wahai putra-putra sayang, ibu akan melepaskan butiran-butiran kalung ibu, barang siapa yang mampu mengumpulkan butiran-butiran tersebut maka tulisan dia yang paling bagus.”

Akhirnya, Hasan dan Husein kedua mengumpulkan butiran kalung dengan jumlah yang sama, dan keduanya pun menjadi pemenang.

Hal tersebut dilakukan oleh Fatimah sebagai bentuk kasih sayangnya terhadap kedua putranya. Pelajaran yang bisa diambil dari sikap Fatimah Az-Zahra di antaranya ialah:

Pertama, yang diberikan Fatimah kepada anak-anaknya, adalah cinta dan kasih sayang.

Hati ibu yang penuh kasih dan sayang, dan dengan asuhan yang hangat, serta cinta sang Ayah terhadap putra-putranya dengan tulus.

Kedua, Fatimah sebagai seorang ibu senantiasa menumbuhkan kepribadian agar anak menjadi manusia yang berkualitas.

Sebagai seorang pendidik, Fatimah menumbuhkan pada anak-anaknya sikap percaya diri dan bercita-cita tinggi.

Ketiga, Fatimah selalu menumbuhkan iman dan takwa pada anak-anaknya. Setiap anak harus ditanamkan pendidikan agama islam sejak usia dini, sampai akhir hayatnya.

Keempat, mengajarkan pentingnya mematuhi aturan dan memperhatikan hak-hak orang lain.

Salah satu yang harus diperhatikan oleh para orangtua adalah mengawasi anak-anaknya agar tidak melampaui batas terhadap orang lain, menghormati hak orang lain, dan tidak mengurangi hak orang lain.

Kelima, Fatimah senantiasa mengajarkan kepada anak-anaknya berolahraga dan bermain.

Karena olahraga dan bermain memiliki banyak manfaat bagi anak-anak, yaitu kesehatan, meningkatkan kecerdasan, lebih sportif, dan melatih jiwa sosialnya.

Itulah beberapa contoh sikap Fatimah sebagai sosok seorang ibu yang baik. Semoga para ibu di manapun ia berada, bisa mendidik anak-anaknya dengan cara yang penuh kasih sayang. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Begini Cara Fatimah Az Zahra Mendidik Anak-Anaknya Read More »

Sampaikan Potensi Wakaf, Nadzir: Wakaf Dapat Dunianya, Akhiratnya Juga Dapat

DAARUTTAUHIID.ORG | BANDUNG – Kalau hanya dipakai begitu saja sudah manfaat, tapi kalau kita tingkatkan lagi dengan program wakaf produktif potensinya akan luar biasa.

Hal ini dikatakan Dr. Yunus Zainuddin M.Pd. Nadzir Wakaf DT, pada siaran langsung MQTV, Rabu 13 September 2023 lalu.

Dalam siaran langsung bertajuk ‘Potensi Wakaf untuk Umat’ tersebut, Yunus memaparkan beragam potensi yang dihasilkan wakaf untuk kesejahteraan hidup umat.

Ia mengatakan, wakaf merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial dan ekonomi umat, dimana pokok dari wakaf tersebut ditahan sementara hasilnya disebarluaskan.

“Diharapkan wakaf dapat memberi kebermanfaatan kepada sebanyak-banyaknya untuk umat.” ujarnya.

Yunus menyebut, potensi wakaf uang di Indonesia mencapai 180 Triliun per tahunnya. Sementara, wakaf aset di Indonesia mencapai 414.829 lokasi dengan luas 55.259 hektar.

Namun sayangnya, baru 30% aset wakaf tersebut dapat dikelola. Hal inilah yang membuat pemerintah dan nazhir gencar menyebar literasi wakaf terkhusus wakaf uang kepada umat.

Mengingat potensi wakaf dapat menunjang kesejahteraan perekonomian umat.

Ia menyampaikan, Wakaf DT tengah berupaya menggerakkan wakaf produktif salah satunya berupa Wmart.

Wmart merupakan sektor bisnis minimarket yang berasal dari dana Wakaf dan dikelola oleh nazhir.

Sementara itu, sebesar 50% penghasilan Wmart akan disebarkan luaskan kepada mauquf ‘alaih (penerima manfaat).

Disamping itu, ia menambahkan Wakaf DT juga sedang mengembangkan ternak ayam Paranje. Hal ini sebagai upaya memproduktifkan aset wakaf berupa lahan.

“Kita ternak ayam untuk memenuhi kebutuhan santri dan eksternal. Hal ini menggunakan dana wakaf,” ulasnya.

Tidak hanya bersifat permanen, wakaf aset juga dapat berjangka.

Yunus memaparkan, bahwasanya wakaf berjangka yaitu dengan mewakafkan aset untuk jangka waktu tertentu, namun aset tersebut tetap menjadi kepunyaan pemiliknya. Meskipun berjangka, wakaf jenis ini tak kalah bermanfaatnya untuk umat.

Di penghujung siaran, Yunus menuturkan bila saat ini wakaf telah menjadi gaya hidup dengan segala kemudahan yang ada.

Berwakaf tidak terpatok pada nominal dan aset yang besar, bahkan dalam jumlah yang kecil saja sudah dapat berwakaf dan menyalurkan seluas-luasnya maslahat kepada umat.

Ia juga mengajak kepada umat untuk menggaya hidupkan wakaf, dimanapun, kapanpun dan berapapun.

“Keunggulannya dengan mengembangkan wakaf ini, kita dapat dunianya, Insya Allah sudah mempersiapkan akhiratnya,” pungkasnya. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Sampaikan Potensi Wakaf, Nadzir: Wakaf Dapat Dunianya, Akhiratnya Juga Dapat Read More »

Aa Gym: jangan sombong

Aa Gym: Kita Harus Berlatih untuk Mengendalikan Diri

WAKAFDT.OR.ID — Sabar itu adalah menahan diri atau mengendalikan diri, sehingga pikiran, ucapan, sikap, dan hati sesuai dengan yang disukai Alloh Ta’ala. Jadi sabar itu bukan diam, bukan juga pasrah atau tidak berbuat apa-apa.

Orang yang banyak masalah karena kurangnya rasa sabar dalam dirinya. Misalkan kurang sabar jaga pandangan ujungnya berzina, kurang sabar menahan keinginan ujungnya korupsi, dan kurangnya rasa sabar dalam menghadapi segala sesuatu pasti bermasalah.

Sabar itu ada tiga tempatnya:

Pertama adalah sabar dalam ketaatan kepada Alloh. Orang yang beribadah butuh rasa sabar dalam proses menjalaninya, misalkan seperti sholat, puasa, dan ibadah-ibadah lainnya.

Sama halnya ketika kita datang ke majelis pengajian, butuh kesabaran untuk sampai ke tempat pengajian. Firman Alloh Ta’ala dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 153:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Alloh) dengan sabar dan salat. Sungguh, Alloh beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Kedua, sabar dalam menahan maksiat. Misalkan menahan amarah, menjaga pandangan dan syahwat.

Harus bersabar dengan hal-hal yang dilarang oleh Alloh, jangan mengerjakan sesuatu yang sudah ada batasannya, sehingga membuat kita bermaksiat dan berdosa.

Ketiga, sabar ketika dalam menghadapi musibah. Sebagaimana Firman Alloh Ta’ala dalam Al-Qur’an ayat 155 sampai 156 yang artinya:

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar” (155), (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” sesungguhnya kami milik Alloh dan kepada-Nyalah kami kembali (156). (QS. Al-Baqarah: 155-156).

Kita juga harus meyakini bahwa setiap musibah menimpa kita pasti dengan izin Alloh, sebagaimana firman Alloh Ta’ala dalam surat At-Tagabun ayat 11:

 “Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Alloh; dan barangsiapa beriman kepada Alloh, niscaya Alloh akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Tagabun: 11)

Menjadi orang yang selalu sabar memang tidak mudah, namun memang sudah seharusnya kita senantiasa membiasakan diri dan melatih agar menjadi orang yang bisa bersabar. Wallohu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Kita Harus Berlatih untuk Mengendalikan Diri Read More »

Aa Gym: Tidak Semua Perbuatan Baik Membuat Hati Tenang

WAKAFDT.OR.IDApakah setiap perbuatan baik itu akan membahagiakan kita? Belum tentu. Sangat tergantung dengan niatnya. Kalau ikhlas maka akan bahagia, kalau kurang ikhlas maka kurang bahagia, dan kalau tidak ikhlas maka tidak bahagia.

Kalau sudah tidak bahagia makanya hatinya tidak akan tenang. Berbuat baik itu bagian dari akhlak yang mulia. Kalau orang yang memiliki akhlak baik maka hatinya pasti tenang dan tentram.

Kalau ada yang merasa sudah melakukan perbuatan baik tapi hatinya tidak tenang dan mudah merasa kecewa maka perlu dicek kembali bagaimana niat dan isi hatinya.

Misalkan suatu saat ibu memasak buat suami, sudah dipersiapkan dengan sebaik mungkin dengan masakan yang enak. Tapi seorang suami malah sudah makan diluar rumah.

Bagaimana perasaan seorang istri? Pasti kecewa. Kenapa istri merasa kecewa? Karena istri melakukannya untuk suami bukan karena Alloh Ta’ala.

Kita harus meriyadhoh dalam melurukan niat, agar niat kita tidak melebar kemana-mana, tetap konsisten dan istiqomah hanya untuk Alloh semata.

Jangan pernah mengharap-harap apapun dari makhluk, kalau mengharap pada makhluk pasti akan kecewa pada waktunya.

Kalau kita tidak meriyadhoh niat kita dengan menghindari dan melatihnya secara serius maka habislah semua amalan kita dan tidak akan menjadi pahala.

Jadi bagaimana caranya untuk menghindari hal tersebut? Maka kuncinya adalah ikhlas. Hanya orang ikhlas yang tidak bisa ditipu oleh syaitan.

Salah satu cara ikhlas ialah jangan ingin dipuji dan jangan takut dicaci. Kalau dipuji kita semangat dan tidak dipuji kita tidak semangat, maka pasti amal tersebut bukan karena Alloh Ta’ala.

Pada dasarnya setiap pujian itu tidak akan mengubah apapun, begitu juga kalau dicaci tidak akan mengubah apapun, yang jelek tetap jelek dan yang keren tetap keren.

Pada intinya tetap kembalikan hati kepada Alloh, karena Alloh yang maha melihat dan mengetahui isi hati kita. Kepada siapa hati kita terpaut? Kepada Alloh atau bukan?

Kalau bukan kepada Alloh maka pasti hati kita juga tidak akan tenang selama-lamanya, pasti akan gelisah terus-menerus. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Tidak Semua Perbuatan Baik Membuat Hati Tenang Read More »

Kisah Sahabat Nabi yang Mewakafkan Seluruh Kebunnya

WAKAFDT.OR.IDSebuah kisah dari sahabat Nabi bernama Abu Thalhah (Zaid bin Sahl), ia berasal dari kalangan Anshar yang memiliki kebun diberi nama Bairuha’. Lokasinya tidak jauh dari Masjid Madinah, di mana kebun itu termasuk harta yang paling ia cintai dan dibanggakannya.

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam masuk ke dalam kebun dan berteduh sambil minum. Tak lama dari peristiwa tersebut turunlah ayat Al Quran yang artinya:

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.” (Ali Imran: 92).

Ayat tersebut sampailah ke telinga Abu Thalhah (Zaid bin Sahl). Kemudian, Ia bergegas mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata,

“Aku ingin melakukan apa yang diperintahkan Allah untuk menyedekahkan apa yang kita cintai ya Rasulullah. Dengan harapan memperoleh ganjaran kebaikan sekaligus sebagai simpanan di hadapan Allah. Maka bawalah dan taruhlah ia di tempat yang layak menurutmu. Terimalah kebun Bairuha’, satu-satunya harta yang aku punya, sebagai infak atau sedekah. Aku serahkan kepada dirimu untuk dibagi-bagikan kepada orang yang membutuhkan.”

Dengan rasa bahagia dan penuh sukacita, Rasulullah menyambut sedekah itu dan menguasakan teknis pembagian kebun itu kepada Abu Thalhah sendiri dan sambil berkata,

”Inilah harta yang diberkahi. Aku telah mendengar apa yang kau ucapkan dan aku menerimanya. Aku kembalikan lagi kepadamu dan berikanlah ia kepada kerabat-kerabat terdekatmu.”

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam hanya merekomendasikan agar harta tersebut dibagikan kepada keluarga Abu Thalhah yang terdekat dan sangat membutuhkan terlebih dulu, baru kepada orang lain.

Selain itu, Abu Thalhah juga memberikan bagian untuk Rasulullah. Kemudian Rasulullah memberikan bagiannya tersebut kepada sahabatnya yang lain seorang penyair bernama Hassan bin Tsabit al-Anshari.

Kemudian juga di antara lainnya yang menerima sedekah tersebut yaitu Zaid bin Tsabit dan Ubay bin Ka’ab.

MasyaAllah, kisah tersebut membuktikan bagaimana kualitas keimanan para sahabat masa itu. Apa pun perintah dari Allah dan Rasul, tanpa ada tawar menawar mereka akan jalankan dengan berat ataupun ringan. (Arga/Wahid)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kisah Sahabat Nabi yang Mewakafkan Seluruh Kebunnya Read More »

Sebanyak 200 Peserta Hadiri Cooking Demo di Ponpes Daarut Tauhiid

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Koperasi Pemberdayaan Umat (Kopmu) DT berkolaborasi dengan DT Peduli, Prochiz serta Kampung Wirausaha Garuda food gelar cooking demo pada (14/9/2023).

Kegiatan ini berlangsung di gedung serbaguna Daarul Hajj, Kawasan Wakaf terpadu Daarut Tauhiid.

Sebanyak 200 peserta alumni Program Kampung Wirausaha, hadir dalam kegiatan tersebut yang berasal dari berbagai majelis ta’lim se-Bandung Raya.

Dikesempatan ini, para peserta diedukasi dalam pembuatan olahan ringan untuk ide usaha maupun camilan rumahan.

Tampak antusiasme para peserta dalam demo memasak tersebut, tak hanya mendapat ilmu para peserta yang beruntung juga mendapatkan doorprize.

Dodi Sekretaris Kopmu DT yang menjadi Penanggung Jawab acara mengatakan harapannya terkait kegiatan cooking demo tersebut.

“Harapannya, dengan adanya cooking demo ini para peserta dapat mengaplikasikan ilmu pengolahan yang didapat, sehingga menjadi peluang usaha dan ilmu baru bagi para ibu rumah tangga,” ujarnya.

Telah bekerja sama sejak 2019, DT dipercaya PT. Garuda food sebagai mitra kerjanya. Pola pendampingan yang terstruktur dan komunikatif menjadikan kerjamasama Program Kampung Wirausaha ini sukses dijalankan.

“Mudah-mudahan kerjasama ini terus berlanjut sehingga banyak menebar manfaat kepada umat,”ujar Dodi Sekretaris Kopmu DT dan Penanggung Jawab Acara.

Nunung, Alumni peserta Program Kampung Wirausaha mengatakan, selama mengikuti program banyak manfaat yang ia dapat, seperti halnya pengalaman, wawasan dan juga materi. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sebanyak 200 Peserta Hadiri Cooking Demo di Ponpes Daarut Tauhiid Read More »

Wakaf DT dan BSI Kolaborasi Tingkatkan Kualitas UMKM

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) berkolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) adakan Sosialisasi Program Peningkatan UMKM pada (13/9/2023) di Gedung Daarul Hajj, Kawasan Wakaf Terpadu Daarut Tauhiid Bandung.

Sejumlah 13 perwakilan pelaku UMKM yang menjajakan usahanya di lingkungan Pesantren DT hadir dalam kegiatan tersebut.

Tampak hadir Manajer Wakaf Produktif Riyadi Suryana, Branch Manager BSI KCP Setrasari Bandung, Indra Andrian dan jajarannya.

Dikesempatan itu, Riyadi menyampaikan terkait program wakaf produktif yang sedang digeluti oleh sebagian pelaku UMKM tersebut.

Ia mengatakan, hasil dari wakaf produktif akan dimanfaatkan untuk kepentingan sosial, seperti halnya beasiswa pendidikan, juga menunjang pengembangan dakwah DT.

“Jadi siapapun yang bertransaksi dalam program wakaf produktif ini, maka satu, ia sudah berwakaf dan yang kedua, dari putaran wakafnya itu akan menunjang kegiatan dakwah Daarut Tauhiid,” ulasnya.

“Mudah-mudahan dari wakaf produktif ini kita bisa menyisihkan penghasilan untuk kebutuhan operasional Masjid Daarut Tauhiid,” tambahnya.

Dikesempatan yang sama, Indra Andrian Branch Manager BSI KCP Setrasari Bandung, memaparkan produk digital BSI yang dapat menunjang usaha pelaku UMKM di era digital ini.

Produk tersebut diantaranya, QRis untuk pembayaran, BSI Smart sebagai layanan transaksi agen-agen perbankan dan produk lain seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) ataupun gadai emas atau cicil emas.

Ia mengatakan, pentingnya penggunaan QRis sebagai media pembayaran pada era digital saat ini, sebab dinilai lebih efektif, aman dan dapat terhindar dari tipuan uang palsu.

Tampak antusiasme para peserta ketika sesi diskusi, silih berganti para pelaku UMKM tersebut mengutarakan pertanyaannya kepada narasumber.

Pada moment sosialisasi tersebut, para pelaku UMKM diberi fasilitas pembuatan Qris secara gratis juga pembukaan rekening BSI.

“Harapan kami semoga para UMKM ini bisa lebih berkembang usahanya dan sekaligus mengarahkan mereka bisa berwakaf di DT seiring dengan peningkatan ekonomi,” pungkas Indra. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf DT dan BSI Kolaborasi Tingkatkan Kualitas UMKM Read More »

Telah Kantongi Izin, Panitia Pembangunan Masjid Eco 2 Sosialisasi ke Warga Sekitar

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Lahan Wakaf Eco Pesantren 2 telah mengantongi izin pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Selama 2 tahun menanti perizinan, pembangunan Masjid Eco 2 akan segera dilaksanakan.

Sebelum memulai pembangunan, pihak Pesantren DT khususnya panitia Monitoring dan Pengendalian Pembangunan (Mompen) DT lakukan sosialisasi dengan warga sekitar.

Sosialisasi tersebut berlangsung di kediaman Pimpinan Ponpes DT, KH. Abdullah Gymnastiar yang berlokasi di Kampung Nyampay, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat pada (8/9/2023).

Kegiatan sosialisasi disampaikan kepada tokoh masyarakat di sekitar lokasi pembangunan yang dihadiri oleh Kepala Desa Karyawangi, Kepala Dusun, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Jajaran Ketua RW. 02, 03, 04 dan RW. 15, Ketua DKM Masjid di sekitar lokasi serta Ketua Karang Taruna unit 2, 3, 4 dan 15.

Adapun Perwakilan Pesantren Daarut Tauhiid adalah Ketua Mompen, Ketua Panitia, Pelaksana, Perencana dan Pengawas Pembangunan.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan mulainya pelaksanaan pembangunan Masjid Eco 2 Pesantren DT setelah terbit surat izin pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Bhekti selaku Ketua Mompen menyampaikan dalam proses pembangunan nanti akan melibatkan warga sekitar.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Karyawangi, Dadang Sudayat menyampaikan harapannya terkait pembangunan Masjid Eco 2.

“Alhamdulillah pada kesempatan ini sudah keluar izinnya dari tingkat Kabupaten Bandung Barat untuk pelaksanaan pembangunan, mudah-mudahan kedepannya jadi salah satu ikon desa Karyawangi,” ujarnya.

Ia juga berterimakasih pada Ponpes DT atas dibangunnya Masjid Eco 2 tersebut.

“Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi masyarakat, kami ucapkan terimakasih pada DT yang telah membangun masjidnya di desa kami.” Pungkasnya. (Ruli/Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Telah Kantongi Izin, Panitia Pembangunan Masjid Eco 2 Sosialisasi ke Warga Sekitar Read More »

Alhamdulillah, Progres Pembangunan Masjid Al Hadi DT Serua Capai 96%

WAKAFDT.OR.ID | TANGERANG — Alhamdulillah, progres pembangunan Masjid Al-Hadi DT telah mencapai 96%. Masjid ini berlokasi di jalan Sukamulya, Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan.

Memiliki luas 2.200 m2, masjid tersebut mampu menampung sebanyak 3000 jamaah.

Masjid Al-Hadi memiliki tiga lantai, di antaranya; lantai satu sebagai ruang serbaguna, sedangkan lantai dua dan tiga sebagai ruang utama sholat.

Pengerjaan saat ini dalam tahap; pengerjaan Railing void, sound sistem dan perapihan ornamen bangunan.

Bangunan ini diharapkan rampung pada September 2023, masjid akan digunakan sebagai penunjang sarana ibadah bagi para jamaah sekitar, santri dan juga civitas Azkia Islamic School.

Masjid Al-Hadi DT Serua berada diatas Kawasan Wakaf Terpadu Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia (PDTI) Serua.

PDTI Serua miliki beberapa fasilitas yang telah lama beroperasi, di antaranya; asrama putra dan putri, ruang kelas putra dan putri, pos kesehatan pesantren (poskestren), ruang observasi, dapur, saung, lapangan olahraga dan lapangan parkir. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Alhamdulillah, Progres Pembangunan Masjid Al Hadi DT Serua Capai 96% Read More »

Aa Gym: Ini Penyebab Orang Jadi Menderita

WAKAFDT.OR.ID — Kita tentu mendambakan hidup yang bahagia. Bahkan, kita mendambakan kebahagiaan itu tetap hadir meski bagaimanapun keadaan kita.

Namun, selalu ada saja celah untuk kita merasa menderita. Ada beberapa sebab pemicu timbulnya penderitaan, di antaranya:

Pertama, tidak terima atas apa yang terjadi. Tidak ada seorang pun, sekuat apapun ia, yang mampu menolak takdir Alloh Ta’ala. Jika Alloh berkehendak maka pasti terjadi.

Ketika ada seekor burung membuang kotoran, kemudian menimpa kepala kita, mungkin kita akan menggerutu, mengeluh, tak terima atas kejadian itu.

Bukankah diterima atau tidak terima, peristiwanya sudah terjadi. Maka, sikap terbaik adalah menerima saja, sembari melanjutkan dengan ikhtiar membersihkannya.

Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wasallam. bersabda, “..Maka barangsiapa yang ridho pada Alloh, maka baginya keridhoan Alloh.” (HR. Tirmidzi)

Kedua, buruk sangka. Penderitaan juga muncul karena buruk sangka kepada Alloh Ta’ala. Ia mengira bahwa Alloh tidak menyayanginya, tidak peduli kepadanya, tidak mendengar doa-doanya.

Kejadian yang tidak sesuai keinginannya ia jadikan alasan untuk menduga bahwa Alloh tidak menolongnya. Padahal, setiap ujian hidup itu adalah bukti bahwa Alloh memperhatikannya.

Dalam sebuah hadits qudsi Alloh Ta’ala berfirman, “Aku sesuai persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Imam Hasan Al Bashri menerangkan, “Ketahuilah bahwa perbuatan manusia tergantung pada prasangka mereka kepada Robb-nya. Adapun orang mukmin dia akan membaguskan amalnya. Adapun orang kafir dan munafik, dia berprasangka buruk kepada Robb-nya, maka mereka buruk dalam amalnya.”

Ketiga, kurang syukur. Ingat perumpamaan jerawat dan hidung. Ada orang yang muncul jerawat dihidungnya, kemudian dia mengeluhkan jerawat itu.

Padahal, jika dia mau melihat lebih luas, mestinya dia bersyukur bahwa jerawatnya tidak sebesar hidungnya dan bahwa masih banyak bagian dimukanya yang bersih dari jerawat. Ia akan menderita jika hanya fokus pada satu jerawatnya saja.

Maka, setiap kali ada kejadian yang tidak sesuai dengan harapan, senantiasalah melihat dari sisi lain atau dari sisi yang lebih luas, agar terlihat oleh kita betapa selalu lebih banyak karunia Alloh yang kita terima.

Dengan demikian, insya Alloh kita jauh dari penderitaan, dan akan senantiasa merasa bahagia dalam setiap keadaan. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Ini Penyebab Orang Jadi Menderita Read More »