Wakaf Daarut Tauhiid

Wakaf

Pentingnya Meningkatkan Literasi Wakaf Bagi Masyarakat Indonesia

WAKAFDT.OR.IDIndonesia merupakan negara dengan penduduk Indonesia umat Islam terbesar. Umat Islam Indonesia tidak asing lagi dengan istilah wakaf, namun tidak memahami penggunaan dan manfaat wakaf itu secara komprehensif.

Oleh karenanya penting literasi wakaf dikampayekan secara terus-menerus dengan menggunakan berbagai cara.

Platform media yang berkembang untuk memberikan informasi yang akurat serta mumpuni yang dapat membangun opini publik yang positif sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai wakaf.

Pemberitaan mengenai wakaf yang komunikatif dan masif di berbagai kanal media menjadi kunci peningkatan literasi masyarakat prihal wakaf.

Program literasi wakaf harus menjadi produk media yang diprioritaskan bagi jurnalis agar lebih diperbanyak lagi.

Berangkat dari literasi yang baik tentang wakaf, maka harapannya akan tumbuh dan meluasnya kesadaran kolektif umat, untuk lebih aktif terlibat dalam wakaf.

Serta turut memobilisasi perhimpunan dana atau aset wakaf yang nantinya akan pergunakan untuk kepentingan umat kembali.

Saat ini, pentingnya sebuah kesadaran yang luar biasa untuk bersama-sama memajukan perwakafan di Indonesia dengan memberikan literasi sebagai pengingat untuk umat.

Bahwa wakaf punya dampak yang signifikan dalam membangun sebuah perekonomian masyarakat secara umum.

Karena istilah wakaf tidak sebegitu populer jika dibandingkan dengan zakat, infak, dan sedekah sehingga masih banyak yang belum memahami wakaf secara utuh.

Literasi dilakukan tentunya sebagai upaya mengoptimalkan manfaat potensi wakaf yang begitu besar, penting bagi masyarakat untuk memiliki literasi wakaf yang baik.

Pendidikan dan pemahaman yang baik mengenai konsep, manfaat, dan cara pengelolaan wakaf dapat membantu masyarakat dalam berpartisipasi secara maksimal dan efektif dalam berwakaf.

Konsep literasi wakaf dapat beragam dalam mengedukasi masyarakat tentang konsep dan manfaat wakaf.

Membangun kesadaran berwakaf masyarakat adalah upaya dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi, kita dapat menggugah semangat budaya berwakaf yang kuat.

Hasilnya dapat membantu individu dan kelompok untuk berperan terhadap kesejahteraan masyarakat secara luas.

Dengan pendekatan ini, maka dapat merangkul masyarakat berwakaf secara kontinyu. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Pentingnya Meningkatkan Literasi Wakaf Bagi Masyarakat Indonesia Read More »

Wakaf DT Sambut Hangat Lawatan Kerja BWI Provinsi Kalsel

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Wakaf Daarut Tauhiid sambut hangat kedatangan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada (27/9/2023). Kunjungan tersebut berlangsung di lantai dasar Masjid DT Bandung.

Dalam rangka lawatan kerja, sejumlah 12 orang perwakilan BWI Kalsel hadir pada kegiatan tersebut.

Di kesempatan tersebut, hadir Ketua Badan Pelaksana BWI Provinsi Kalsel, Drs. H. M. Fadli Mansur beserta jajarannya.

Sementara itu, hadir pihak Wakaf DT, ustadz Fahrudin Nazhir Wakaf DT, Dodi Ekapriades Topan, Direktur Wakaf DT beserta jajarannya.

Studi Banding tersebut membahas tata kelola Wakaf DT khususnya bidang Wakaf Produktif.

Dalam sambutannya, Fadli Mansur menyampaikan rasa syukur dan berterimakasih kepada Lembaga Wakaf DT, karena telah menyambut dengan penuh kehangatan.

“Kami mengapresiasi Wakaf DT yang telah menyambut kami dengan penuh keakraban, mudah-mudahan kita bisa bekerja sama dan banyak belajar bersama,” ungkap Fadli.

Ia juga mengatakan tujuannya beserta jajaran mengunjungi Lembaga Wakaf DT Bandung.

“Tujuan kita untuk meningkatkan inspirasi dan komitmen kita untuk mengembangkan wakaf produktif,” tambahnya.

Sementara itu, ustadz Fahrudin menyampaikan pematerian terkait asal muasal Wakaf DT.

Ustadz mengatakan, awal mula Wakaf DT berasal dari pengajian kecil berjumlah lima orang pada tahun 1990, jamaah terus bertambah perminggunya. Hal ini mendorong perluasan lahan untuk pengajian.

“Alhamdulillah, pada saat itu akhirnya terbebaskan sebanyak 20 kamar, dan dari situ dibangunlah masjid sederhana berluaskan 300 meter,” tutur ustadz.

Ia menambahkan, masjid tersebut di juluki masjid seribu tangan, karena di bangun oleh semua lini, baik jamaah, tetangga sekitar dan mahasiswa.

Selain itu, ustadz Fahrudin menceritakan perkembangan Wakaf produktif Super Mini Market (SMM) DT.

Ia mengatakan, SMM DT berawal dari warung kecil bermodal 500 ribu rupiah, kini telah beromset hingga 24 milyar.

“Jadi sistem kita, penghasilan 50 persen untuk mauquf alaih, 40 persen untuk operasional, 10 persen untuk operasional nazhir,” terangnya.

Tampak antusisme hadirin pada sesi pematerian berlangsung. Di akhir pematerian, Fadli Mansur mengatakan kesannya kepada awak media DT.

“Sangat luar biasa pengembangan Wakaf Produktif di pesantren ini, mudah-mudahan ini memberikan inspirasi dan motivasi bagi kami untuk bisa mengembangkan wakaf-wakaf produktif di Kalimantan Selatan,” pungkas Fadli. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf DT Sambut Hangat Lawatan Kerja BWI Provinsi Kalsel Read More »

Aa Gym: Dunia Ini Tidak Ada Harganya, Kenapa Kita Ingkar Pada Alloh?

WAKAFDT.OR.IDJagat raya atau alam semesta ini adalah milik Alloh, dunia ini sangat kecil disisi Alloh. Dunia ini berharga sesayap nyamuk saja, orang-orang yang ingkar kepada Alloh maka tidak akan diberikan air meskipun hanya setekuk saja.

Begitu banyak orang yang ingkar kepada Alloh, tetapi Alloh masih memberi dunia ini kepada orang-orang ingkar, diberi harta, istana yang megah, berlian, dan kebutuhan lainnya.

Karena memang dunia ini tidak harganya di sisi Alloh. Coba kita lihat, orang musyrikin, munafikin, dan orang-orang yang mengkhianati Alloh tetap diberi nikmat atau dunia.

Kita tidak perlu kagum pada dunia, kalau kita terlalu kagum pada dunia, nanti dampaknya akan membuat diri menghamba pada dunia.

Kenapa mesti silau dengan dunia sampai membuat kita ingkar kepada Alloh? Padahal dunia ini milik Alloh dan dunia ini hanya disiapkan sementara saja bagi manusia, dunia ini hanya tempat untuk mengumpulkan bekal sebelum pulang ke alam akhirat.

Apakah yang kita terima selama ini sudah setimpal dengan rasa syukur dan penghambaan kita pada Alloh? Padahal begitu banyak nikmat Alloh yang diberikan Alloh.

Kalau kita kalkulasikan dalam bentuk materi, sudah dipastikan kita tidak akan mampu membayarnya. Jangan terlalu berfokus pada apa yang tidak kita miliki tapi fokus pada apa yang Alloh sudah titipkan kepada kita.

Oleh karena itu, orang yang yakin ke Alloh tidak bisa kagum kepada pangkat, jabatan, dan kedudukan. Kalau pun kita diberikan pangkat dan jabatan tetap menjadi orang yang baik.

Kalau berbuat baik ke orang biasa saja, tidak usah karena jabatannya kita berbuat baik, berbuat baik karena mengharapkan sesuatu.

Hidup kita harus bersemangat dan antusias dengan apa-apa yang bermanfaat bagi kita, baik urusan dunia maupun urusan akhirat, tidak perlu tergiur dan merasa silau kepada dunia.

Semoga kita senantiasa dalam kebaikan dan berdoa agar Alloh memberikan petunjuk kepada jalan yang lurus bukan jalan yang sesat. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Dunia Ini Tidak Ada Harganya, Kenapa Kita Ingkar Pada Alloh? Read More »

Berwakaf Terasa Berat? Begini Tips Mengatasinya

WAKAFDT.OR.ID — Salah satu program yang ditawarkan Daarut Tauhiid yaitu program wakaf yang dinaungi dibawah lembaga Wakaf DT. Berwakaf adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, karena berwakaf akan mendapatkan pahala yang terus mengalir.

Artinya: “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan (dosa-dosa). (QS. Hud: 114).

ketika ingin berwakaf, berupayalah agar wakaf tersebut merupakan wakaf yang terbaik, agar diberikan balasan terbaik juga dari Allah Ta’ala. Semakin kita berusaha menyempurnakan amal, baik itu sedekah atau lainnya maka Allah akan melimpahkan lebih dari apa yang kita perjuangkan.

Berwakaf menunjukan seseorang memiliki jiwa sosial yang tinggi dan rasa taqwa yang begitu kuat pada Allah.

Pada dasarnya manusia tidak pernah lepas dari apa yang disebut sosial. Karena memang manusia itu merupakan makhluk sosial.

Yakni makhluk yang memerlukan orang lain, dalam konteks ini wakaf sebagai instrumen untuk membangun keadilan dan kesetaraan ekonomi dalam kehidpan bermasyarakat.

Namun sekarang masih banyak orang-orang yang belum memiliki empati atau tidak peka terhadap permasalahan sosial sekarang ini. Akibatnya tatanan sosial menjadi tidak seimbang.

Hal inilah yang menyebabkan terjadinya banyak kekacauan seperti pencurian, perampokan, pembunuhan, jual beli manusia, dan lain sebagainya.

Kenapa sebagian besar orang terasa berat dalam berwakaf, karena masih belum memahami dan menyakini secara penuh mengenai manfaat wakaf pasca kehidupan dunia.

Oleh karenanya, perlu tahapan bagi seseorang untuk terbiasa mengeluarkan infak atau wakaf. Setidaknya ada beberapa hal yang mesti dipahami, di antaranya ialah:

Pertama, menyakini bahwa adanya kehidupan setelah kehidupan di dunia dan apa yang kita memiliki di dunia bukanlah miliki kita, melainkan hanya titipan dari Allah Ta’ala.

Kedua, sebagai manusia akan menghadapi kehidupan akhirat, kita membutuhkan investasi amal sebagai syarat masuk ke dalam surga. Wakaf merupakan amalan yang besar timbangan pahalanya karena terus mengalir.

Ketiga, mulailah mengeluarkan harta dengan nominal skala kecil terlebih dahulu. Secara konsisten dan kontiyu dari hari ke hari. Sampai dibawah alam sadar kita menjadi habbit yang tidak terpisahkan. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Berwakaf Terasa Berat? Begini Tips Mengatasinya Read More »

Dongkrak Potensi Wakaf, Kemenag Susun Peta Jalan Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Dalam rangka menyusun peta wakaf, Kemenag gelar forum Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta pada Kamis, (21/9/2023).

Forum tersebut membahas tentang pengelola dan pengelolaan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Menyambut Indonesia Emas 2045.

Tampak hadir dalam forum tersebut perwakilan dari Bank Indonesia, Kemenkeu, KNEKS, BWI, Lembaga Wakaf PBNU, Muhammadiyah, Wistren, dan LW Masyarakat Ekonomi Syariah.

Hadir pula Forum Wakaf Produktif dan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf dalam kegiatan tersebut.

Dikesempatan itu, Kamarudin Amin Dirjen Bimas Islam Kemenag, mengatakan harapannya kepada BWI agar lebih powerfull baik secara kelembagaan maupun SDM, sehingga tata kelola wakaf lebih baik.

Baginya, potensi wakaf produktif mencapai 30%, dan baru sebagian kecil yang telah diproduktifkan.

Waryono Abdul Ghafur, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag menyampaikan, bahwasanya Kemenag tengah menyusun peta jalan pengembangan pemberdayaan wakaf.

Ia berpendapat, setidaknya ada empat tahap yang dirumuskan dalam Peta Jalan Wakaf.

Keempat tahap itu diantaranya; 1) Penguatan Regulasi, Kelembagaan, Kapasitas dan Tata Kelola Wakaf, 2) Akselerasi Transformasi Kualitas, Kinerja, Produktivitas dan Daya Saing Lembaga Wakaf, 3) Berdaya saing regional dan global, dan 4) Rujukan Filantropi Islam Dunia.

“BWI memiliki tugas dan fungsi yang besar, tetapi secara penganggaran masih kecil, karena itu penting exit strategi terkait kelembagaan BWI,” ungkapnya.

“Kita perlu branding wakaf, strateginya seperti apa dan perlu adanya branding implementasi proyek wakaf, bersama-sama mendorong wakaf menjadi life style,” imbuhnya.

Dadang Muljawan, Direktur Departemen Keuangan Islam dan Ekonomi, menambahkan bahwa Bank Indonesia konsen terhadap wakaf, karena ada dana murah dalam pembangunan untuk memfasilitasi pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya, wakaf bisa menjadi efisiensi sebuah pembangunan nasional, khususnya sektor ekonomi. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

(Sumber: Kemenag)

Dongkrak Potensi Wakaf, Kemenag Susun Peta Jalan Wakaf Read More »

Aa Gym: Begini Cara Menyikapi Masa Pensiun

WAKAFDT.OR.IDSiklus kehidupan manusia itu ada masa menjadi bayi, masa anak-anak, dewasa, lalu berumah tangga, kemudian dikarunia anak, dan kita akan menghadapi babak atau masa pensiun. Seperti itulah siklus kehidupan ini.

Masa pensiun adalah masa yang indah dan berkah jika kita mampu memaknainya sebagai momentum untuk mengevaluasi diri dengan baik.

Inilah waktunya bagi kita untuk memperbaiki yang salah dan melengkapi yang kurang dari episode kehidupan kita.

Sehingga bisa mencapai akhir kehidupan kita dengan sukses. Tahukah kita seperti apa kesuksesan itu? Hidup yang sukses yaitu mati dengan husnul khotimah, akhir hayat yang baik.

Kalau kita salah menyikapi masa pensiun, maka akan membuat diri semakin tegang, akan didramatisasi pikiran, memikirkan sesuatu hal yang tidak perlu, dan membayangkan sesuatu yang membuat diri semakin sengsara.

Masa pensiun akan menjadi berkah atau musibah itu tergantung oleh sikap kita. Kalau kita menganggap bahwa masa pensiun adalah sebuah perjalanan episode kehidupan.

Layaknya dari TK ke SD, SMP ke SMA, dan seterusnya maka kita akan menyadari bahwa itu hanyalah tentang sebuah perpindahan masa belaka.

Kita harus belajar siap untuk menerima kenyataan yang tidak cocok dengan keinginan kita, karena mustahil semua keinginan kita akan terpenuhi.

Mungkin tidak semua orang siap untuk pensiun, tapi itulah kenyataan hidup yang harus diterima, karena tidak ada perusahaan yang menerima orang-orang yang secara umur sudah mesti pensiun karena tidak produktif lagi bekerja.

Kalau kita bisa memberikan pandangan positif terhadap pensiun, maka kita akan bersyukur karena kita akan mempunyai waktu jauh lebih luang untuk memperbanyak waktu dalam beribadah,.

Karena mungkin selama ini kita banyak melakukan hal-hal yang tidak perlu, banyak melakukan yang tidak ada manfaatnya karena terikat situasi.

Masa pensiun adalah masa merdeka untuk berbuat sebanyak mungkin, maka lakukan yang terbaik dan maksimal waktu yang ada.

Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa menyikapi setiap episode kehidupan ini, karena kehidupan ini pada dasarnya adalah berpindah dari satu episode ke episode berikutnya, hingga saatnya nanti meninggal. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Begini Cara Menyikapi Masa Pensiun Read More »

Masuki Tahap Awal, Panitia Pembangunan Masjid Eco 3 Kuningan Tentukan Arah Kiblat

WAKAFDT.OR.ID | KUNINGAN – Setelah mendapat izin pembangunan untuk Masjid Eco Pesantren 3 DT. Selanjutnya dilakukan penentuan arah kiblat pada (19/09/2023).

Masjid Eco 3 Kuningan berlokasi di Desa Cisantana, Paluntungan, Kabupaten Kuningan.

Penentuan arah kibat tersebut dilaksanakan oleh Kemenag yang diwakili Kementerian Urusan Agama (KUA) Kabupaten Kuningan.

Kegiatan Penentuan Arah Kiblat ini turut disaksikan oleh Panitia Perencana Pengawas dan Pelaksana Pembangunan.

Ketua Monitoring dan Pembangunan Daarut Tauhiid, Bhekti turut meninjau penentuan arah kiblat tersebut.

Metode yang digunakan dalam penentuan kiblat ini menggunakan metode berdasarkan bayangan Matahari.

Setelah usai, hasil penentuan arah kiblat ini ditanda tangani oleh KUA Kemenag Kabupaten Kuningan, juga panitia Panitia Perencana Pengawas dan Pelaksana Pembangunan.

Adapun progres terbaru pembangunan kawasan Wakaf Eco Pesantren 3 Kuningan sedang dilakukan pengerjaan cut and fill, pekerjaan pembuatan jalan dan dilanjutkan pengerjaan pembangunan masjid.

Di Kawasan Wakaf Terpadu Eco 3 Kuningan ini rencananya akan dibangun Masjid, Ruang Sekolah dan Asrama santri. (Ruli/Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Masuki Tahap Awal, Panitia Pembangunan Masjid Eco 3 Kuningan Tentukan Arah Kiblat Read More »

Sampaikan Potensi Wakaf, Nadzir: Wakaf Dapat Dunianya, Akhiratnya Juga Dapat

DAARUTTAUHIID.ORG | BANDUNG – Kalau hanya dipakai begitu saja sudah manfaat, tapi kalau kita tingkatkan lagi dengan program wakaf produktif potensinya akan luar biasa.

Hal ini dikatakan Dr. Yunus Zainuddin M.Pd. Nadzir Wakaf DT, pada siaran langsung MQTV, Rabu 13 September 2023 lalu.

Dalam siaran langsung bertajuk ‘Potensi Wakaf untuk Umat’ tersebut, Yunus memaparkan beragam potensi yang dihasilkan wakaf untuk kesejahteraan hidup umat.

Ia mengatakan, wakaf merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial dan ekonomi umat, dimana pokok dari wakaf tersebut ditahan sementara hasilnya disebarluaskan.

“Diharapkan wakaf dapat memberi kebermanfaatan kepada sebanyak-banyaknya untuk umat.” ujarnya.

Yunus menyebut, potensi wakaf uang di Indonesia mencapai 180 Triliun per tahunnya. Sementara, wakaf aset di Indonesia mencapai 414.829 lokasi dengan luas 55.259 hektar.

Namun sayangnya, baru 30% aset wakaf tersebut dapat dikelola. Hal inilah yang membuat pemerintah dan nazhir gencar menyebar literasi wakaf terkhusus wakaf uang kepada umat.

Mengingat potensi wakaf dapat menunjang kesejahteraan perekonomian umat.

Ia menyampaikan, Wakaf DT tengah berupaya menggerakkan wakaf produktif salah satunya berupa Wmart.

Wmart merupakan sektor bisnis minimarket yang berasal dari dana Wakaf dan dikelola oleh nazhir.

Sementara itu, sebesar 50% penghasilan Wmart akan disebarkan luaskan kepada mauquf ‘alaih (penerima manfaat).

Disamping itu, ia menambahkan Wakaf DT juga sedang mengembangkan ternak ayam Paranje. Hal ini sebagai upaya memproduktifkan aset wakaf berupa lahan.

“Kita ternak ayam untuk memenuhi kebutuhan santri dan eksternal. Hal ini menggunakan dana wakaf,” ulasnya.

Tidak hanya bersifat permanen, wakaf aset juga dapat berjangka.

Yunus memaparkan, bahwasanya wakaf berjangka yaitu dengan mewakafkan aset untuk jangka waktu tertentu, namun aset tersebut tetap menjadi kepunyaan pemiliknya. Meskipun berjangka, wakaf jenis ini tak kalah bermanfaatnya untuk umat.

Di penghujung siaran, Yunus menuturkan bila saat ini wakaf telah menjadi gaya hidup dengan segala kemudahan yang ada.

Berwakaf tidak terpatok pada nominal dan aset yang besar, bahkan dalam jumlah yang kecil saja sudah dapat berwakaf dan menyalurkan seluas-luasnya maslahat kepada umat.

Ia juga mengajak kepada umat untuk menggaya hidupkan wakaf, dimanapun, kapanpun dan berapapun.

“Keunggulannya dengan mengembangkan wakaf ini, kita dapat dunianya, Insya Allah sudah mempersiapkan akhiratnya,” pungkasnya. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Sampaikan Potensi Wakaf, Nadzir: Wakaf Dapat Dunianya, Akhiratnya Juga Dapat Read More »

Aa Gym: Tidak Semua Perbuatan Baik Membuat Hati Tenang

WAKAFDT.OR.IDApakah setiap perbuatan baik itu akan membahagiakan kita? Belum tentu. Sangat tergantung dengan niatnya. Kalau ikhlas maka akan bahagia, kalau kurang ikhlas maka kurang bahagia, dan kalau tidak ikhlas maka tidak bahagia.

Kalau sudah tidak bahagia makanya hatinya tidak akan tenang. Berbuat baik itu bagian dari akhlak yang mulia. Kalau orang yang memiliki akhlak baik maka hatinya pasti tenang dan tentram.

Kalau ada yang merasa sudah melakukan perbuatan baik tapi hatinya tidak tenang dan mudah merasa kecewa maka perlu dicek kembali bagaimana niat dan isi hatinya.

Misalkan suatu saat ibu memasak buat suami, sudah dipersiapkan dengan sebaik mungkin dengan masakan yang enak. Tapi seorang suami malah sudah makan diluar rumah.

Bagaimana perasaan seorang istri? Pasti kecewa. Kenapa istri merasa kecewa? Karena istri melakukannya untuk suami bukan karena Alloh Ta’ala.

Kita harus meriyadhoh dalam melurukan niat, agar niat kita tidak melebar kemana-mana, tetap konsisten dan istiqomah hanya untuk Alloh semata.

Jangan pernah mengharap-harap apapun dari makhluk, kalau mengharap pada makhluk pasti akan kecewa pada waktunya.

Kalau kita tidak meriyadhoh niat kita dengan menghindari dan melatihnya secara serius maka habislah semua amalan kita dan tidak akan menjadi pahala.

Jadi bagaimana caranya untuk menghindari hal tersebut? Maka kuncinya adalah ikhlas. Hanya orang ikhlas yang tidak bisa ditipu oleh syaitan.

Salah satu cara ikhlas ialah jangan ingin dipuji dan jangan takut dicaci. Kalau dipuji kita semangat dan tidak dipuji kita tidak semangat, maka pasti amal tersebut bukan karena Alloh Ta’ala.

Pada dasarnya setiap pujian itu tidak akan mengubah apapun, begitu juga kalau dicaci tidak akan mengubah apapun, yang jelek tetap jelek dan yang keren tetap keren.

Pada intinya tetap kembalikan hati kepada Alloh, karena Alloh yang maha melihat dan mengetahui isi hati kita. Kepada siapa hati kita terpaut? Kepada Alloh atau bukan?

Kalau bukan kepada Alloh maka pasti hati kita juga tidak akan tenang selama-lamanya, pasti akan gelisah terus-menerus. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Tidak Semua Perbuatan Baik Membuat Hati Tenang Read More »

Kisah Sahabat Nabi yang Mewakafkan Seluruh Kebunnya

WAKAFDT.OR.IDSebuah kisah dari sahabat Nabi bernama Abu Thalhah (Zaid bin Sahl), ia berasal dari kalangan Anshar yang memiliki kebun diberi nama Bairuha’. Lokasinya tidak jauh dari Masjid Madinah, di mana kebun itu termasuk harta yang paling ia cintai dan dibanggakannya.

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam masuk ke dalam kebun dan berteduh sambil minum. Tak lama dari peristiwa tersebut turunlah ayat Al Quran yang artinya:

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.” (Ali Imran: 92).

Ayat tersebut sampailah ke telinga Abu Thalhah (Zaid bin Sahl). Kemudian, Ia bergegas mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata,

“Aku ingin melakukan apa yang diperintahkan Allah untuk menyedekahkan apa yang kita cintai ya Rasulullah. Dengan harapan memperoleh ganjaran kebaikan sekaligus sebagai simpanan di hadapan Allah. Maka bawalah dan taruhlah ia di tempat yang layak menurutmu. Terimalah kebun Bairuha’, satu-satunya harta yang aku punya, sebagai infak atau sedekah. Aku serahkan kepada dirimu untuk dibagi-bagikan kepada orang yang membutuhkan.”

Dengan rasa bahagia dan penuh sukacita, Rasulullah menyambut sedekah itu dan menguasakan teknis pembagian kebun itu kepada Abu Thalhah sendiri dan sambil berkata,

”Inilah harta yang diberkahi. Aku telah mendengar apa yang kau ucapkan dan aku menerimanya. Aku kembalikan lagi kepadamu dan berikanlah ia kepada kerabat-kerabat terdekatmu.”

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam hanya merekomendasikan agar harta tersebut dibagikan kepada keluarga Abu Thalhah yang terdekat dan sangat membutuhkan terlebih dulu, baru kepada orang lain.

Selain itu, Abu Thalhah juga memberikan bagian untuk Rasulullah. Kemudian Rasulullah memberikan bagiannya tersebut kepada sahabatnya yang lain seorang penyair bernama Hassan bin Tsabit al-Anshari.

Kemudian juga di antara lainnya yang menerima sedekah tersebut yaitu Zaid bin Tsabit dan Ubay bin Ka’ab.

MasyaAllah, kisah tersebut membuktikan bagaimana kualitas keimanan para sahabat masa itu. Apa pun perintah dari Allah dan Rasul, tanpa ada tawar menawar mereka akan jalankan dengan berat ataupun ringan. (Arga/Wahid)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kisah Sahabat Nabi yang Mewakafkan Seluruh Kebunnya Read More »