Wakaf Daarut Tauhiid

Pesantren Daarut Tauhiid

Innalillahi, Ribuan Warga Terdampak Akibat Banjir di Sumbar

WAKAFDT.OR.ID | SOLOK โ€“ย (ย 25/11/2025)Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak akhir pekan lalu mengakibatkan banjir meluas di empat wilayah Sumatera Barat, yakni Kota Solok, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Padang Pariaman. Bencana ini tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga merusak infrastruktur dan lahan pertanian.

Di Kota Solok, meluapnya Sungai Batang Lembang merendam ratusan rumah di Kelurahan Tanah Garam, KTK, Koto Panjang, dan Sinapa Piliang. Dampak: Sebanyak 559 Kepala Keluarga (KK) atau 1.279 jiwa terdampak, termasuk 93 balita dan 62 lansia.

Kerusakan Lain: Selain banjir, terjadi pohon tumbang di Kelurahan Kampung Jawa dan Tanah Garam yang menimpa rumah warga serta menutup akses jalan. Satu rumah dilaporkan rusak berat dan satu rusak ringan.

Kebutuhan Mendesak: Hingga Selasa siang, banjir belum surut. Warga membutuhkan alat kebersihan, sembako, perlengkapan bayi (family kit), serta matras dan selimut.

Kabupaten Agam: ratusan warga mengungsi. Hujan deras sejak 22-25 November 2025 memicu banjir dengan ketinggian air 50 cm hingga 1,5 meter di empat kecamatan: Tanjung Mutiara, Ampek Nagari, Palembayan, dan Tanjung Raya.

Pengungsian: Sekitar 113 KK terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau tenda darurat.

Penanganan: BPBD Agam bersama Basarnas dan PMI terus melakukan evakuasi menggunakan perahu karet. Bantuan logistik mulai disalurkan, termasuk dari pihak swasta di Palembayan.

Kabupaten Pasaman Barat: pertanian lumpuh. Fokus dampak di Pasaman Barat memukul sektor pertanian. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura mencatat kerusakan parah pada lahan sawah di Kecamatan Ranah Batahan, Talamau, Kinali, dan Lembah Melintang.

Kerugian: Total 121 hektare lahan sawah rusak dengan taksiran kerugian mencapai Rp363 juta.

Imbauan: Pemerintah setempat meminta petani mengamankan alat produksi dan mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut guna mencegah kerugian lebih besar.

Kabupaten Padang Pariaman: Infrastruktur Rusak. Berdasarkan data BNPB, banjir merendam 21 desa di delapan kecamatan. Sempat surut pada Minggu malam, air kembali naik pada Senin akibat hujan susulan.

Korban: Tercatat 9.228 warga terdampak, dengan 258 orang mengungsi di musala dan rumah kerabat.

Kerusakan Fisik: Sebanyak 3.076 rumah terendam (2 rusak), serta kerusakan pada jalan penghubung, dua jembatan, satu bendungan, dan dua saluran irigasi.

Pertanian: Sekitar 183 hektare lahan pertanian (sawah dan kebun) ikut terendam.

Secara umum, tidak ada laporan korban jiwa dalam rentetan bencana ini. Namun, BPBD di seluruh wilayah terdampak mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi.

Koordinasi lintas sektoral terus dilakukan untuk memastikan evakuasi dan penyaluran bantuan berjalan lancar. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Innalillahi, Ribuan Warga Terdampak Akibat Banjir di Sumbar Read More ยป

Panggilan di Senja Usia: Saat Daarut Tauhiid Menjadi Pelabuhan Abadi Bunda Eka

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ย Senja di Kota Bandung seringkali membawa nuansa sendu, namun pada Senin sore (24/11/2025) itu, kehangatan justru menyelimuti lorong-lorong sekitar Pesantren Daarut Tauhiid (DT).

Tim Wakaf DT hadir membawa salam takzim ke sebuah kamar kos sederhana, tempat tinggal Bunda Eka (77 tahun), seorang santri senior dan alumni angkatan ke-8 PMK DT.

Belasan tahun silam, tepatnya tahun 2008, Bunda Eka bertolak dari Palembang. Ia datang bukan untuk mencari kemewahan dunia, melainkan demi mengejar bekal abadi.

Di usia yang lazimnya dihabiskan untuk bersantai di pangkuan keluarga, Bunda Eka justru memantapkan hati memilih jalan berbeda: ia memilih untuk tidak pulang.

Keputusan besar itu lahir dari sebuah pertanyaan jujur yang menghunjam relung jiwanya: “Aku nanti ‘pulang’ (menghadap Ilahi) bawa apa?”

Keberkahan di Balik Kesederhanaan

Kami duduk di kamar kosnya yang jauh dari kata megah. Tidak ada pernak-pernik mewah di sana, hanya kesederhanaan yang memancarkan ketenangan luar biasa. Radio MQ FM, yang siarannya tak pernah absen terdengar, menjadi teman setia Bunda Eka dalam kesehariannya.

Dinding-dinding kamar itu seolah menjadi saksi bisu perjuangan seorang hamba yang menolak menyerah pada waktu. Meski pernah didera sakit kaki yang cukup parah, semangat Bunda Eka untuk terus ta’lim (belajar) dan berkhidmat tak pernah padam.

Demi memantapkan ilmu dan niat, ia bahkan mengulang program BM2K di DT hingga dua kali. Di kamar inilah kami merasakan getaran ketulusan yang sesungguhnya; bahwa usia senja adalah musim panen terbaik bagi amal saleh.

Dari “Biasa Saja” Menjadi Luar Biasa

Dengan rendah hati, Bunda Eka bercerita bahwa latar belakang agamanya dahulu “biasa-biasa saja.” Justru kesadaran akan kekosongan itulah yang mendorongnya mencari lingkungan yang kondusif, hingga ia melabuhkan hati di Daarut Tauhiid.

Perjuangannya tak berhenti untuk diri sendiri. Ia aktif mengajak orang lain dan turut mengembangkan pesantren. Hidupnya didedikasikan agar bermanfaat bagi sesamaโ€”sebuah khidmat yang membuatnya kini dikenal dan disayangi banyak jamaah.

“Tetap luruskan niat saja,” pesannya singkat, namun maknanya begitu mendalam.

Baginya, kebahagiaan sejati bukan diukur dari tumpukan harta, melainkan seberapa sering ia berada di lingkungan yang terus mengingatkannya pada “Hari Kepulangan”.

Pelabuhan Terakhir Bernama Kebaikan

Saat kami bertanya tentang harapan di usianya yang telah lanjut ini, mata Bunda Eka berbinar haru. Ia merasa sangat dekat dengan Allah. Melihat program-program besar pesantren, seperti Daarut Tauhiid Memorial Park (DTMP), baginya adalah mimpi yang terwujud di senja usia.

Kisah Bunda Eka adalah cermin nyata bahwa kekuatan niat tulus mampu melampaui segala keterbatasan fisik dan usia.

Ia mengajarkan kita bahwa kamar sederhana di sudut DT adalah gambaran sejati dari sebuah ‘masa keemasan’, di mana produktivitas diukur dari keberkahan, bukan kekayaan materi.

Keputusan Bunda Eka untuk tetap bermukim, didampingi ilmu yang tak henti ia simak, adalah pengingat yang mengharukan bagi kita semua.

Ia telah memilih rumah abadi di dunia yang fana ini. Seolah ia berbisik: dunia hanyalah persinggahan sementara, dan persiapan untuk kepulangan adalah panggilan jiwa yang tak boleh ditunda.

Pertemuan sore itu ditutup dengan sebuah janji yang menenteramkan: selama niat itu lurus, hati akan selalu menemukan kedamaian, bahkan di senja usia. (SSP)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Panggilan di Senja Usia: Saat Daarut Tauhiid Menjadi Pelabuhan Abadi Bunda Eka Read More ยป

Belajar Kehidupan di Balik Jeruji: Santri SMA DTBS Putra dan Jejak Manfaat Wakaf DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG —ย (14/11/2025) Suasana berbeda menyelimuti para santri SMA Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putra. Bukan menuju ruang kelas seperti biasa, mereka melangkahkan kaki menuju Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Arcamik, Bandung, untuk sebuah perjalanan edukasi yang menyentuh sisi kemanusiaan dan hukum.

Kunjungan ini bukan sekadar wisata, melainkan sebuah studi lapangan untuk memahami konsekuensi nyata dari sebuah tindakan. Irfan, Humas SMA DTBS Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membuka mata para santri.

Mereka tidak hanya belajar teori hukum di kelas, tetapi melihat langsung bagaimana negara membina karakter anak-anak yang sempat tersandung masalah hukum.

Di sana, sekat-sekat sosial runtuh. Para santri duduk bersama anak-anak binaan, mendengarkan kisah penyesalan, konsekuensi pahit, hingga harapan baru yang tumbuh di balik tembok pembinaan.

Muhammad Rayhan Alfajr, salah satu santri kelas X, menuturkan bahwa interaksi ini memberinya pelajaran berharga tentang kedisiplinan dan ketaatan aturan sebagai pelindung diri, bukan sekadar pengekang kebebasan.

Di balik karakter disiplin dan akhlak mulia yang ditunjukkan para santri SMA DTBS Putra selama kunjungan, terdapat peran krusial dari pengelolaan Aset Wakaf Daarut Tauhiid.

SMA DTBS sendiri merupakan salah satu wujud nyata dari Aset Wakaf Produktif di sektor pendidikan. Gedung sekolah tempat mereka menimba ilmu, asrama yang membentuk kemandirian, hingga sarana transportasi yang mengantarkan mereka ke lokasi studi seperti LPKA ini, adalah buah dari dana wakaf yang dikelola secara profesional oleh DT.

Pemanfaatan aset wakaf ini tidak hanya berhenti pada penyediaan fisik bangunan, tetapi bertransformasi menjadi nilai manfaat (mauquf ‘alaih) berupa:

Kurikulum Berbasis Karakter: Lingkungan wakaf yang kondusif memungkinkan penerapan kurikulum khas DT (BAKU: Baik dan Kuat) yang membentuk santri tidak hanya cerdas akademis, tapi juga peka sosial.

Fasilitas Penunjang Dakwah: Kendaraan operasional sekolah yang merupakan aset wakaf memudahkan mobilitas santri untuk melakukan kegiatan edukatif di luar sekolah, memperluas wawasan mereka tentang realitas masyarakat.

Kunjungan ke LPKA Arcamik menjadi bukti bahwa pendidikan di lingkungan aset Wakaf DT tidak hanya melahirkan siswa yang paham agama, tetapi juga warga negara yang taat hukum.

Aturan dipahami sebagai benteng keselamatan, dan fasilitas wakaf menjadi jalan untuk menghantarkan generasi muda ini menjemput hikmah di mana pun berada. (WIN/NOV)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Belajar Kehidupan di Balik Jeruji: Santri SMA DTBS Putra dan Jejak Manfaat Wakaf DT Read More ยป

Kajian Qurani Baitul Quran DT di Masjid Daarul Ihsan Telkom Tuai Apresiasi Peserta dan Pihak DKM

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG —ย Adab bukan sekadar pelengkap ilmu. Ia adalah pintu kemuliaan.โ€ Kalimat itu menjadi pembuka yang menggugah dalam gelaran Kajian dan Mabit Qurani bertema Taqdimul Adab โ€™Alal โ€™Ilm: Ketika Adab Lebih Utama dari Ilmu.

Sebuah pengingat bahwa sebelum seseorang ditinggikan dengan ilmu, adab-lah yang terlebih dahulu menjadikan ia layak dimuliakan.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025, pukul 20.00 โ€” selesai ini terasa begitu istimewa karena perdana diselenggarakan di luar kawasan Daarut Tauhiid, tepatnya di Masjid Daarul Ihsan, Telkom Corporate University, Gegerkalong.

Antusiasme santri begitu terasa, sejalan dengan sambutan hangat dari pihak DKM yang mengaku terkesan dengan suasana kajian yang penuh keteduhan dan kerapian khas Baitul Quran.

Kajian utama dibersamai oleh Ustadz Agus Subagio, S.Pd.I., Al-hafidz, Founder Yayasan Sahabat Al Quran (SAHAL), yang menyampaikan urgensi menata adab sebagai fondasi sebelum memperdalam ilmu

Tausiyah yang mengalir lembut membuat para santri, assatidz, dan jamaah larut dalam suasana muhasabah. Bahkan secara daring, tercatat sekitar 1449 orang ikut menyimak jalannya kajian.

Salah satu santri menyampaikan kesan mendalamnya: โ€œBiasanya kalau bahas adab itu berat, tapi malam ini terasa sangat dekat.

Rasanya seperti diajak bercermin dengan lembut, tapi tetap menampar hati.โ€ Testimoni serupa bergema dari banyak peserta, menandakan bahwa pesan malam itu benar-benar menyentuh dan relevan.

Acara ditutup dengan sesi diskusi, di mana jamaah bisa bertanya langsung seputar materi maupun pengalaman mengamalkan adab dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan suasana yang hangat dan penuh keberkahan, Kajian dan Mabit Qurani kali ini menjadi pengingat bersama bahwa kemuliaan selalu berawal dari adab yang dijaga.

Bagi Ayah Bunda yang ingin putra-putrinya tumbuh dalam lingkungan Qurani yang terarah, dan bagi para calon santri yang rindu belajar dalam suasana yang menumbuhkan jiwa, saat ini BQ Daarut Tauhiid telah membuka Penerimaan Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027.

Kesempatan ini menjadi pintu awal untuk bergabung dalam keluarga besar para penjaga Al Quran dan penempuh jalan adab. Semoga menjadi langkah terbaik menuju masa depan yang diberkahi.

(ATS)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kajian Qurani Baitul Quran DT di Masjid Daarul Ihsan Telkom Tuai Apresiasi Peserta dan Pihak DKM Read More ยป

Rekam Jejak Pengkhianatan Kaum Yahudi terhadap Para Nabi: Refleksi Sejarah dalam Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.IDย Al-Qur’an mengabadikan berbagai peristiwa sejarah yang mengungkap watak sebagian kaum Yahudi (Bani Israil) yang kerap melakukan tipu daya dan pengkhianatan terhadap utusan Allah. Pola pembangkangan ini terekam jelas mulai dari masa Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, hingga zaman Rasulullah SAW.

Rangkaian peristiwa ini menjadi peringatan bahwa kedurhakaan dan konspirasi bukanlah hal baru, melainkan siklus yang berulang. Hal ini terlihat pula pada sikap Zionis hari ini yang mengkhianati bangsa Palestinaโ€”bangsa yang dahulu menerima mereka saat mereka terusir dari berbagai belahan dunia.

1. Penolakan dan Sikap Pengecut di Masa Nabi Musa AS

Sejarah mencatat bagaimana kaum Yahudi diselamatkan oleh Nabi Musa AS dari kekejaman Firaun. Namun, balasan mereka adalah pembangkangan. Ketika Nabi Musa mengajak mereka berjihad di jalan Allah untuk memasuki tanah yang dijanjikan, mereka menolak dengan alasan takut mati dan cinta dunia.

Dengan angkuh, mereka justru menyuruh Nabi Musa berperang sendiri. Sikap ini diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur’an:

โ€œMereka berkata, โ€œWahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap menanti di sini saja.โ€ (QS. Al-Ma’idah: 24)

2. Konspirasi Terhadap Nabi Isa AS

Pengkhianatan berlanjut pada masa Nabi Isa AS. Kaum Yahudi mengklaim dengan bangga telah menyalib dan membunuh Nabi Isa. Namun, Al-Qur’an membantah klaim tersebut secara tegas. Allah menyelamatkan Nabi Isa dan mengangkatnya ke langit, sementara yang mereka bunuh hanyalah orang yang diserupakan dengannya.

Sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Kementerian Agama, peristiwa ini memicu perpecahan dan keraguan di kalangan mereka sendiri hingga melahirkan berbagai sekte yang saling menyesatkan.

โ€œ…padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa…โ€ (QS. An-Nisa: 157)

3. Pengkhianatan Piagam Madinah di Era Rasulullah SAW

Di masa Nabi Muhammad SAW, sifat khianat ini kembali muncul melalui dua suku Yahudi di Madinah, yakni Bani Nadhir dan Bani Quraizhah. Meskipun telah terikat janji setia dalam Piagam Madinah untuk bersama-sama melindungi kota, mereka justru bersekongkol dengan musuh Islam.

Bani Nadhir: Berencana menyerang kaum Muslimin dengan mempersiapkan persenjataan jarak jauh (sejenis ketapel raksasa) dari pemukiman mereka untuk menghancurkan Masjid Nabawi, meski rencana ini akhirnya gagal.

Bani Quraizhah: Melakukan pengkhianatan fatal saat Perang Ahzab. Mereka membuka celah pertahanan dan meneror pemukiman Muslim yang saat itu hanya dihuni wanita dan anak-anak.

Sejarah mencatat keberanian Shafiyyah binti Abdul Muthalib, bibi Rasulullah SAW, yang berhasil melumpuhkan mata-mata Yahudi yang mencoba menyusup ke benteng perlindungan wanita dan anak-anak saat para pria sedang berjihad di garis depan.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Rekam Jejak Pengkhianatan Kaum Yahudi terhadap Para Nabi: Refleksi Sejarah dalam Al-Qur’an Read More ยป

Gencatan Senjata Hanya “Di Atas Kertas”, Wakaf DT Terus Gencarkan Cash Wakaf for Palestine

WAKAFDT.OR.ID | GAZA โ€“ย Kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat di Jalur Gaza terancam runtuh total. Di lapangan, status “jeda kemanusiaan” ini tampaknya hanya sekadar nama.

Laporan terbaru mencatat bahwa dalam kurun waktu 44 hari sejak perjanjian berlaku (10 Oktober), Israel telah melakukan setidaknya 497 pelanggaran kesepakatan.

Pelanggaran sistematis ini telah merenggut nyawa sekitar 342 warga sipil, di mana mayoritas korban adalah kelompok rentan seperti anak-anak, wanita, dan lansia.

Serangan udara masih terus dilancarkan, termasuk insiden pada hari Sabtu lalu yang menewaskan 24 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya.

Realitas Pahit di Lapangan

Kantor Media Pemerintah Gaza mengecam keras tindakan ini sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional yang mencolok.

Israel dituduh terus membatasi aliran bantuan medis yang krusial, serta memperluas pergerakan militernya melewati “garis kuning” (batas demarkasi yang disepakati) di wilayah Gaza Utara, membuat puluhan keluarga terkepung tanpa jalan keluar.

Kecemasan kian memuncak dengan laporan dari jurnalis Al Jazeera yang menyebut bahwa rasa aman warga telah hancur. Warga Gaza memandang perjanjian ini bukan sebagai komitmen damai, melainkan sekadar penarikan taktis oleh Israel untuk mempersiapkan serangan lanjutan.

Tuduhan saling lempar pun terjadi, di mana Hamas menyebut Israel mengarang alasan untuk melanjutkan “perang pemusnahan,” sementara Israel berdalih serangan mereka adalah respons terhadap ancaman pejuang.

Krisis kemanusiaan makin memilukan dengan ditemukannya jenazah warga Palestina yang dikembalikan Israel dalam kondisi mengenaskanโ€”menunjukkan tanda-tanda penyiksaan dan mutilasi.

Tim forensik Gaza mengaku kewalahan mengidentifikasi ratusan jenazah tersebut karena minimnya peralatan laboratorium yang memadai.

Komitmen Wakaf DT: Bantuan Tak Boleh Terhenti

Melihat kondisi gencatan senjata yang rapuh dan agresi yang faktanya masih terus terjadi, Wakaf Daarut Tauhiid (Wakaf DT) mengambil sikap tegas untuk tidak mengendurkan bantuan.

Wakaf DT menyadari bahwa narasi “gencatan senjata” sering kali membuat dunia luar terlena, padahal penderitaan warga Palestina belum berakhir. Oleh karena itu, Wakaf DT memastikan program Cash Wakaf for Palestine tetap berjalan secara intensif.

“Meskipun statusnya gencatan senjata, fakta menunjukkan saudara kita masih diserang dan hidup dalam kepungan. Ini bukan saatnya berhenti, melainkan saatnya memperkuat dukungan,” ungkap perwakilan Wakaf DT.

Melalui program Cash Wakaf for Palestine, Wakaf DT mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menyalurkan kepedulian. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas umat tidak akan surut oleh status politik yang tidak menentu.

Dana yang terkumpul difokuskan untuk kebutuhan darurat yang mendesak akibat blokade dan serangan yang masih berlangsung, serta persiapan pemulihan jangka panjang bagi infrastruktur dan masyarakat Gaza. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: Republika


WAKAFDT.OR.ID

Gencatan Senjata Hanya “Di Atas Kertas”, Wakaf DT Terus Gencarkan Cash Wakaf for Palestine Read More ยป

Mengenal Puasa Ayyamul Bidh dan Keutamaannya

WAKAFDT.OR.IDย — Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam setiap bulannya adalah puasa Ayyamul Bidh.

Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dilakukan pada pertengahan bulan-bulan qamariyah yaitu tanggal 13, 14, dan 15.

Sebagaimana disebutkan dalam riwayat dari Qatadah bin Milhan RadiyaAllahu โ€˜anhu yang artinya:

โ€œRasulullah Shallalahu โ€˜alaihi wassalam telah memerintahkan kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15. (HR. Abu Dawud).

Ayyamul Bidh sendiri memiliki arti hari-hari yang cerah atau hari yang malamnya disinari bulan purnama.

Niat puasa Ayyamul Bidh dibaca seperti halnya membaca niat puasa sunnah yang lainnya. Berikut ini niat puasa Ayyamul Bidh yang dapat dibaca.

โ€œNawaitu shauma ayyamil bidh lilahi ta’ala.โ€

Artinya, “Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’ala.”

Adapun tata cara pelaksanaannya Sebagaimana puasa sunnah lainnya, puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan dengan melakukan beberapa hal dan syarat-syarat puasa, yaitu:

  • Membaca niat puasa Ayyamul Bidh.
  • Makan sahur yang sangat dianjurkan untuk dilakukan ketika sudah mendekati waktu Subuh sebelum imsak.
  • Melaksanakan puasa dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan sejenisnya.
  • Menjaga diri dari segala perilaku yang membatalkan puasa seperti berkata tidak baik, membicarakan orang lain, dan perbuatan tidak terpuji lainnya.
  • Menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba dan membaca doa buka puasa.

Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan yang begitu besar. Siapapun yang melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, akan sekaligus mendapatkan kesunnahan berpuasa selama tiga hari setiap bulannya.

Sementara puasa selama tiga hari tiap bulan tersebut akan mendapatkan keutamaan seperti puasa sepanjang tahun. Di mana pernah disebutkan dalam sebuah keterangan yang artinya:

“Diriwayatkan dari Abu Dzar RadiyaAllahu โ€˜anhu, sungguh Nabi Shallalahu โ€˜alaihi wassalam bersabda: ‘Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut: ‘Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya’ [QS al-An’am: 160]. Satu hari sama dengan 10 hari’.” (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi).

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Mengenal Puasa Ayyamul Bidh dan Keutamaannya Read More ยป

Makna Madrasatul Ula dalam Pendidikan Anak

WAKAFDT.OR.IDย — Seorang ibu punya dominan memegang peranan penting dalam pendidikan anak-anaknya. Sebab ibu yang selalu ada disamping anaknya.

Ibu yang selalu membersamai anak dari bangun tidur hingga tidur lagi. Itulah sebabnya kebanyakan anak lebih cinta kepada ibu daripada anggota keluarga yang lainnya.

Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ibu punya peran dalam sebagai berikut:

1.    Pembentukan rasa kasih sayang.

2.    Tempat mencurahkan isi hati.

3.    Pengatur kehidupan dalam rumah tangga.

4.    Pendidik dari segi emosional.

Ibu disebut sebagai madrasatul ula yang berarti sebagai sekolah utama dan pertama bagi seorang anak.

Orang pertama yang menemani hidup seorang anak, seorang ibu memberikan pengajaran dan pembangun pondasi diri anak. Ibu menjadi guru pertama bagi anak, oleh karena jasa seorang ibu sangatlah besar.

Ibu adalah rumah bagi anak sebelum anak itu dilahirkan. Sembilan bulan ibu mengandung, kemudian melahirkan, mengasuh serta merawat anaknya.

Perjuangan seorang ibu untuk anaknya memang bukanlah hal yang mudah, bahkan nyawa pun menjadi taruhannya.

Ibu selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya, memberikan kasih sayang yang tak terhingga untuk anaknya.

Ibu begitu tulus, ikhlas sepenuh jiwa dan raga memberikan kasih sayang dan perhatiannya. Tanpa pamrih dan mengharap imbalan apapun dari anaknya.

Dari ibulah seorang anak banyak belajar hal-hal baru dalam hidupnya. Belajar berbicara, belajar memakai pakaian sendiri, belajar cara makan, melatih motorik kasar dan halus.

Hal-hal tersebut dimulai dari guru yang hebat bernama ibu. Ibu adalah pengajar, pembimbing serta penasihat terbaik bagi anaknya.

Ketika seorang anak tengah bingung tak tahu arah, ketika seorang anak tengah dalam masalah, ketika seorang anak tengah gundah gelisah.

Ibu adalah tempat ternyaman untuk mencurahkan isi hati. Mendidik anak sedari kecil dapat memberikan dampak yang luar biasa nantinya.

Pola pembiasaan sejak kecil memberikan dampak kepada anak yaitu memiliki keterampilan serta kepribadian yang baik dan berkualitas, berakhlak mulia, kuat secara fisik dan juga mental.

Ibu yang baik tentunya ibu yang selalu mendoakan anak-anaknya. Ibu adalah madrasah pertama yang nantinya akan memberikan keteladanan bagi sikap, perilaku dan kepribadian anak.

Jika seorang ibu itu baik maka baik pula anaknya. Secara tidak langsung semua tindak tanduk ibu akan menjadi panutan atau sebagai suri teladan bagi anaknya.

Ketika seorang ibu menjalankan kewajiban dan fungsinya dengan baik dalam rumah tangga, bukan tidak mungkin akan melahirkan anak-anak yang shalih shalihah yang kelak menjadi tunas berdirinya masyarakat yang berbakti kepada kedua orang tua, berkualitas, berbudi pekerti luhur.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Makna Madrasatul Ula dalam Pendidikan Anak Read More ยป

Aa Gym

Aa Gym: Salah Satu Pilar Karakter Mencintai Saudara Sendiri

WAKAFDT.OR.IDย — Ada sebuah hadits yang sudah dikaji oleh para ulama. Sebuah hadits mengenai 4 pilar karakter seorang muslim, salah satunya ia mencintai saudara.

Mencintai sesama muslim sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang artinya: โ€Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.โ€ (HR. Bukhori).

Siapa yang dimaksud saudara dalam hadits tersebut? Maka diperjelas dalam Al-Quran dalam surat Al-Hujurat:

โ€œSesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Alloh supaya kamu mendapat rahmat.โ€ (QS. Al-Hujurat: 10)

Ada tingkat seseorang tidak menyukai orang lain. Pertama ia tidak suka kalau orang lain mendapat nikmat, namun senang jika orang lain mendapatkan musibah.

Kedua, tidak menginginkan orang lain atau temanya rugi, tetapi tidak mau seseorang itu melampaui kesuksesannya.

Tipe yang kedua lumayan dibandingkan dari yang pertama, meskipun masih tergolong perilaku yang buruk.

Ketiga, menginginkan orang lain berprestasi, tapi tidak rela orang prestasinya melebihi dari kita.

Jadi gak perlu dalam keluarga merasa dengki ke saudara sendiri. Kalau adik beli mobil, kita kakaknya belum kebeli tiba-tiba nyesek, kenapa harus nyesek? Alloh ngasih rezeki sesuka Alloh.

Alloh satu-satunya pembagi rezeki, tidak ada satupun makhluk yang mendapatkan rezeki kecuali pasti dari Alloh.

Rezeki itu sebagai karunia atau ujian? Karunia, kalau kita bersyukur. Jadi tidak perlu iri, terserah Alloh membagikan rezeki ke siapapun, walaupun kita sebapak dan seibu setiap orang beda-beda rezekinya.

Walaupun seangkatan sekolah pasti beda-beda rezekinya. Nanti kalau Alloh mau ngambil maka ambil sesuka Alloh.

Oleh Alloh bisa dilapangkan dan disempitkan, Alloh angkat dan turunkan, semuanya baik bagi orang yang beriman.

Kalau diberi dia bersyukur, ditahan dia bersabar, diambil dia ridho, dan melihat yang lain tidak ada dengki. Wallohu aโ€™lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Salah Satu Pilar Karakter Mencintai Saudara Sendiri Read More ยป

Aa Gym: Ketika Sahabat Bertanya Siapa Orang yang Cerdas?

WAKAFDT.OR.IDย โ€“ Sahabat Nabi pernah bertanya. Siapakah orang beriman yang paling utama? Kemudian Rosullulah Shallalahu โ€˜alaihi wassalam menjawab: orang yang paling baik akhlaknya.

Kemudian sahabat bertanya lagi, siapa orang mukmin yang paling cerdas? Kemudian Rosulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam menjawab, โ€œorang mukmin yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya pada kematianโ€.

Apakah orang cerdas yang mendapatkan peringkat yang tinggi? Orang yang IQ-nya tinggi? Atau orang yang cerdas adalah orang yang lulus cumlaude? Maka jawabannya bukan. Orang yang cerdas adalah orang yang banyak mengingat mati.

Jadi ciri orang paling kuat imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Makin kuat imannya maka akan beririsan juga akhlaknya semakin baik secara langsung.

Karena orang beriman yakin bahwa ia selalu dilihat atau disaksikan oleh Allah tanpa ada satu pun yang tersembunyi.

Sebagaimana firman Allah Taโ€™ala dalam surat Ali-Imran dan surat Qaff yang berbunyi:

“Innallaha la yakhfa ‘alaihi syai’un fil ardi wa laa fis sama.” 

Artinya: “Bagi Allah Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi di bumi dan di langit.”

โ€œDan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya(15), (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri (16), Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (17)โ€. (QS. Qaf: 15-17).

Kalau kita yakin dengan keberadaan Allah maka tidak ada tempat untuk kita berbuat maksiat. Individu yang cerdas akan melihat dan mencoba menghabiskan waktu dengan sangat berkualitas.

Orang-orang cerdas selalu berpandangan bahwa mereka belum tentu kembali hidup di keesokan hari. Banyak memikirkan mati dan banyak mempersiapkan kehidupan sesudah mati.

Individu yang kerap mengingat kematian akan sangat berhati-hati dalam menggunakan waktunya. Wallahu aโ€™lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Ketika Sahabat Bertanya Siapa Orang yang Cerdas? Read More ยป