Wakaf Daarut Tauhiid

Aa Gym

Momen Hari Ibu, Aa Gym Kirim Pesan untuk Para Anak

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Momentum Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember menjadi saat yang tepat untuk merenungi kembali makna bakti kepada orang tua.

Dalam video singkatnya, KH. Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym, memberikan pesan menyentuh tentang kedudukan seorang ibu yang begitu mulia dalam pandangan Islam.

Ibu Sebagai Perantara Nikmat Penciptaan

Aa Gym mengingatkan bahwa nikmat pertama yang dirasakan setiap manusia adalah nikmat penciptaan. Dari yang sebelumnya tiada, Allah Ta’ala menciptakan kita melalui perantara orang tua.

“Kita disimpan di rahim ibu: mengandung dalam berat, melahirkan dengan sakit yang tak terkira, hingga menyusui dengan ketulusan. Itulah mengapa Rasulullah SAW menekankan hingga tiga kali sebutan ‘Ibumu, ibumu, ibumu,’ baru kemudian ayahmu,” tutur Aa Gym.

Jalan Terdekat Menuju Surga

Dalam pesannya, Aa Gym menekankan bahwa kemuliaan hidup tidak hanya diraih melalui banyaknya amal ibadah ritual, melainkan juga melalui kualitas bakti kepada orang tua.

]Meskipun secara manusiawi tidak ada ibu yang sempurna, namun Allah Ta’ala telah menetapkan rida-Nya ada pada rida orang tua.

“Tidak ada ibu yang sempurna, tapi surga tidak salah memilih pintunya,” tegas Aa Gym.

Bakti kepada ibu merupakan jalan tol menuju kemuliaan dunia dan akhirat. Walaupun seorang anak tidak akan pernah bisa membalas jasa orang tua sepenuhnya, Islam memberikan panduan sederhana namun mendalam untuk memuliakan mereka.

Langkah Sederhana Memuliakan Ibu

Aa Gym mengajak setiap Muslim untuk mulai mempraktikkan “Adab Mulia” kepada ibu melalui empat hal sederhana:

  1. Senyum Paling Cerah: Memberikan ekspresi wajah yang menyejukkan hati orang tua.
  2. Qaulan Karima: Menggunakan kata-kata yang santun dan nada bicara yang terbaik (lemah lembut).
  3. Adab Mendengarkan: Tidak memotong pembicaraan mereka dan mendengarkan dengan penuh hormat.
  4. Amal Ikhlas: Melayani dan membantu orang tua tanpa pamrih, sebagaimana mereka mengurus kita sewaktu kecil tanpa pernah menuntut balasan.

Momentum Hari Ibu ini diharapkan bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi titik balik bagi setiap anak untuk semakin tulus bersimpuh dan berbakti kepada ibundanya masing-masing. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Momen Hari Ibu, Aa Gym Kirim Pesan untuk Para Anak Read More »

Aa Gym: Mengenal Alloh yang Maha ‘Malik’

WAKAFDT.OR.IDSegala puji hanya milik Alloh Ta’ala. Dzat yang Maha Kuasa dan kekuasaanya tidak pernah bisa dibayangkan oleh pikiran manusia yang sangat terbatas. Hal ini karena salah satu asma wa sifat Alloh Al Malik, yang memiliki arti Alloh Yang Maha Raja atas segala sesuatu.

Di dalam Al Quran kata Al Malik disebutkan dibeberapa bagian, yaitu sebanyak lima tempat. Alloh merupakan Malikul Mulki, Yang menguasai segala kerajaan.

Alloh juga dipanggil dengan Malikul Muluk, yang artinya raja diatas segala raja. Alloh-lah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi.

Alloh Ta’ala disebut dengan Maha Raja karena Alloh memiliki kekuasaan mutlak atas apa yang ada di seluruh semesta ini, tanpa membutuhkan apapun dan siapapun untuk mengurusnya.

Segala yang ada di dalam alam semesta ini mutlak ciptaan Alloh dan Alloh juga yang mengaturnya.

Alloh juga yang menciptakan semuanya tanpa membutuhkan pertolongan siapapun, justru manusialah yang selalu membutuhkan pertolongan Alloh Ta’ala.

Ketaatan seorang hamba kepada Alloh, bukan berarti Alloh membutuhkan sebuah ketaatan dari makhluknya, karena ketaatan makhluk tidak akan menambah kemuliaan Alloh, atau sebaliknya kemaksiatan seorang hamba juga tidak akan mengurangi kekuasaan-Nya.

Kita membutuhkan Alloh karena kita sangat bergantung kepada-Nya. Karena segala keperluan kita berada dalam genggaman Alloh.

Kita hanya manusia lemah, di mana untuk menumbuhkan sehelai rambut pun kita tidak akan mampu. Kita juga tidak bisa menahan tumbuhnya uban meski hanya sehelai rambut.

Sungguh betapa lemahnya diri kita dan betapa besarnya kekuasaan Alloh Ta’ala. Alloh Ta’ala berfirman dalam Al Quran:

قُلِ اللهم مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali ‘Imran: 26)

Harapannya adalah, kita semakin yakin akan kekuasaan Alloh Ta’ala. Kita merasa semakin kecil di hadapan Alloh, sekalipun ada beberapa kewenangan diberikan oleh Alloh. Alloh adalah tempat kita kembali dan Alloh yang memberikan berbagai karunia kepada kita. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Mengenal Alloh yang Maha ‘Malik’ Read More »

Aa Gym: Yakin ke Alloh, Maka Hati Akan Tenang

WAKAFDT.OR.IDSemoga Alloh Yang Maha Mengetahui semua kejadian di alam semesta, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang selalu istiqomah dalam keimanan kepada-Nya.

Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasaLlam.

Saudara sekalian, mudah-mudahan dari hari ke hari kita menjadi semakin yakin kepada Alloh Ta’ala, dengan keyakinan yang penuh tanpa ada rasa ragu dalam diri kita, karena keyakinan itu menenangkan dan menentramkan hati, sedangkan keraguan itu menggelisahkan kita.

Sebagai contoh yaitu orang yang mencari alamat. Jika seseorang sudah mengetahui dengan yakin alamat yang ia dituju, maka ia akan berjalan dengan pasti dan hati yang mantap, hatinya pun tenang dan perjalanan pun bisa ia nikmati.

Sedangkan orang-orang yang merasa ragu dengan alamat yang ia tuju, maka ia akan berjalan dengan gelisah, tidak nyaman, tidak tenang, bahkan merasa tidak aman.

Oleh karenanya, mari senantiasa periksa diri kita saat sedang dilanda kegelisahan. Karena itu tanda keyakinan kita kepada Alloh Ta’ala sedang melemah.

Tiba-tiba rasa gelisah kita datang karena urusan jodoh, maka kita sedang kurang yakin bahwa Alloh Maha Menentukan.

Tiba-tiba kita juga merasa gelisah karena urusan rezeki, maka kita sedang kurang yakin bahwa Alloh yang Maha Memberi Rezeki.

Gelisah karena urusan apa saja, maka penyebab utamanya ialah kita sedang kurang yakin kepada Alloh Ta’ala.

Sedangkan kalau hati senantiasa ingat, yakin, terpaut kepada Alloh Ta’ala, maka hidup akan tenang, mantap dan jelas. Alloh Ta’ala berfirman dalam Al Quran:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Alloh-lah hati menjadi tentram.” (QS. Ar Ra’du: 28)

Jadi, keyakinan kita kepada Alloh merupakan sumber energi bagi kita dalam melakukan segala hal. Keyakinan sebagai penguat di kala lemah dan keyakinan sebagai penguat di kala merasa berputus asa.

Kita tentu menginginkan hidup dengan ketenangan, mengarungi perjalanan di dunia dengan rasa penuh keyakinan. Maka kuncinya ialah yakin kepada Alloh Ta’ala.

Semoga kita tergolong orang-orang yang semakin mantap dan yakin kepada Alloh Ta’ala sehingga tidak tersesat dalam menjalani hidup ini. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Yakin ke Alloh, Maka Hati Akan Tenang Read More »

Aa Gym: Ada 4 Jenis Orang Pemarah

WAKAFDT.OR.ID — Segala puji milik Alloh, Tuhan semesta alam beserta isinya. Kita berdoa kepada Alloh semoga memasukan kita dalam golongan orang-orang yang istiqomah beribadah kepada Alloh.

Sholawat serta salam semoga tercurah kepada baginda nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasalam.

Ketahuilah, bahwa amarah adalah sesuatu yang harus bisa kita kendalikan dan kita redam. Jangan sampai marah yang mengendalikan kita, karena itu Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wasalam memberikan contoh kepada kita bagaimana cara untuk mengendalikan amarah.

Ada beberapa jenis atau tipe orang marah yang perlu kita pahami, supaya bisa memeriksa diri kita termasuk tipe yang mana? Agar kita lebih terampil untuk mampu mengendalikan amarah.

Pertama, mudah marah dan apabila sudah marah maka membutuhkan waktu yang lama untuk meredanya. Ini merupakan tipe yang paling buruk jika marah.

Kedua, susah marah, namun kalau sudah marah maka akan susah juga redanya. Ini juga termasuk tipe marah yang buruk.

Ketiga, mudah marah tetapi mudah juga redanya. Ini tipe lebih baik dalam urusan marah.

Keempat, susah marah tetapi jika telah marah maka akan mudah redanya dengan cepat. Ini merupakan tipe yang paling baik dalam level marah. Sesungguhnya amarah merupakan bagian dari fitrah manusia yang dilengkapi hawa nafsu.

Namun, setiap manusia dituntut agar bisa atau terampil meredam, mengendalikan, dan menjauhkan rasa marah dari diri sendiri. Karena ada juga yang tidak terampil mengendalikannya.

Alloh Ta’ala berfirman yang artinya, “..dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imron: 134)

Ketahuilah bahwa amarah itu adalah sesuatu yang akan membuat kita menyesal. Setelah marah biasanya kita merenung dan berpikir kenapa kita harus? Padahal marah itu menguras energi.

Belum lagi marah itu juga dapat menyakiti perasaan orang lain. Oleh karenanya mari berjuang sekuat tenaga untuk mengontrol marah, jangan biarkan iblis menjadi pemenang dalam menghasut amarah kita.

Semoga kita termasuk orang-orang yang berjuang keras untuk menjadi pribadi yang kuat dalam mengendalikan amarah.

Orang yang mampu mengendalikan amarah berarti telah mampu mengendalikan hawa nafsunya. Wallahu a’lam bishowab. (KH Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Ada 4 Jenis Orang Pemarah Read More »

Aa Gym: Hati-Hati Dengan Sifat “Pendendam”

WAKAFDT.OR.ID — Kita harus bisa menerima kenyataan bahwa sebagai manusia, orang lain pun bisa berbuat dosa atau salah, baik disengaja maupun tidak kepada kita.

Dalam situasi seperti ini, kita tidak perlu khawatir karena Alloh Ta’ala memberikan arah kemuliaan. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan) dengan cara yang lebih baik. Maka tiba-tiba orang yang di antaramu dan dia ada permusuhan, seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS. Fushilat: 34)

Dendam merupakan efek dari keadaan hati yang kecewa, terluka, dan merasa dizholimi.

Semakin dominan rasa dendam di dalam diri seseorang, akan semakin besar juga kemungkinan untuk marah, akan muncul perasaan dengki dan melakukan perbuatan buruk, Na’udzubillaahi mindzalik. 

Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wassalam ialah panutan terbaik. Beliau bersih dari rasa dendam, walaupun beliau dihina, diboikot, dicaci, disakiti secara fisik, dan intimidasi lainnya.

Nabi tidak pernah ada rasa dendam apalagi membalas perbuatan buruk orang lain dengan keburukan yang sama.

Rasulullah memaafkan dan mendoakan orang yang menyakitinya dengan kebaikan. Ketika penduduk kota Thaif menolak keras dakwah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasalam.

Kemudian malaikat Jibril alaihi wasalam menawarkan pembalasan terhadap mereka, maka Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wasalam menolak tawara tersebut.

Sahabat, dendam itu selain akan menghancurkan kita, akan menghancurkan akhlak dan pikiran kita juga. Oleh karenanya jauhilah rasa dendam.

Balaslah perbuatan buruk orang lain dengan perbuatan yang baik, sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad.

Kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat baik kepada kita. Tapi, kita bisa memaksa diri kita sendiri untuk tetap berbuat baik kepada orang lain.

Mari kendalikan hati kita di saat timbulnya rasa dendam. Yakinilah bahwa kebaikan dan kemuliaan tidak akan datang dengan cara melampiaskan dendam.

Kemuliaan justru datang jika kita mampu memupus dendam dengan kebaikan. Keburukan orang lain tidak bisa membahayakan kita, yang membahayakan kita ialah keburukan kita sendiri.

Semoga Allah Ta’ala selalu membimbing kita untuk memiliki kebeningan dan ketulusan hati.

Seseorang yang pemaaf dan bukan pendendam bukan berarti itu lemah, justru sebaliknya menunjukkan betapa kuatnya orang tersebut dia kuat. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Hati-Hati Dengan Sifat “Pendendam” Read More »

Aa Gym: Manusia Meninggal Karena Sudah Ajalnya

WAKAFDT.OR.ID — Setiap yang bernyawa pasti akan mati, setiap umat pasti mati, setiap manusia ada ajalnya dan jika datang saat yang ditetapkan, maka tidak bisa dimajukan.

Tidak ada yang mati kecuali cuma satu sebabnya time is up, waktosna (waktunya) telah habis.

Jadi kalau orang meninggal bukan karena sakit, orang meninggal bukan karena tertabrak, bukan karena lain hal, akan tetapi karena satu saja yaitu waktunya sudah habis.

Bisakah dimundurkan? Bisa dimajukan? kecuali kalau Alloh mau ya terserah Alloh, tapi kalau kita tidak bisa memundurkan tau memajukan walau sedetik saja.

Kedua adalah tempat. Kita akan mendatangi tempat kematian kita, kalau meninggal di rumah sakit di tempat tidur nomor itu pasti kita ke sana, kalau meninggal di tol KM sekian kita akan ke sana, kalau sudah ditakdirkan meninggal di Daarut Tauhiid kita pasti mendatanginya.

Di DT pernah adan jamaah haji meninggal ketika mengikuti program manasik haji dan meninggalnya habis qiyyamul lail.

Begitu juga ketika pesawat yang jatuh di Gunung Salak, sebuah pesawat Sukhoi baru, pesawatnya yang menerbangkan dari Rusia, kenapa ke gunung salak? karena sudah ditakdirkan meninggal di Gunung Salak.

Kalau ada yang tidak ditakdirkan oleh Alloh meninggal di gunung salak ketika menaiki pesawat, pasti Alloh punya caranya sendiri untuk tidak ikut menaiki pesawat tersebut. Caranya dengan terlambat macet, sakit, dan lain-lainnya.

Mintalah ke Alloh agar diberi kematian dengan cara khusnul khotimah, karena Alloh merahasiakan waktu kematian kita. Teman-teman Aa Gym yang seusia terus bergiliran meninggal, sekarang sudah pada pulang duluan.

Semua ada waktunya, apa yang paling penting dari sebuah kematian? Yaitu satu jangan menunda kewajiban, seperti kewajiban sholat.

Apakah amalan yang paling utama? sholat tepat pada waktunya. Kalau ingin sholat tepat waktu datang lebih awal, agar bisa mendengar adzan dan menjawab adzan, bisa sholat tahiyatul masjid, dan bisa milih shaf yang paling depan.

Kemudian punya kesempatan berdoa dwaktu mustajab antara qomat ada 5 menit ada 7 menit, kalau diluar susah kita doanya tapi di masjid kita bisa doa sebanyak mungkin.

Jangan menunda shaum, ada shaum yang belum dibayar terutama wanita yang pernah halangan maka segera di bayar. Jangan ditunda bayar zakat, bukan hak kita di harta yang ada, karena zakat itu wajib. Wallahu a’lam bishowab.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Manusia Meninggal Karena Sudah Ajalnya Read More »

Aa Gym: Bolehkah Sedekah Terang-Terangan di Depan Orang Lain?

WAKAFDT.OR.ID — Bolehkan menampakan sedekah di hadapan orang lain? Jawabannya tergantung dan dikembalikan lagi kepada niatnya.

Kalau tujuannya untuk mensyiarkan Islam, memotivasi dan sebagai laporan pertanggungjawaban dalam sebuah lembaga, tentu sangat diperbolehkan.

Tapi ingat sedekah yang tersembunyi harus jauh lebih banyak dibandingkan yang terang-terangan.

Misalkan sedekah terang-terangannya 10 juta, tetapi sedekah yang tersembunyinya 1 miliar. Jangan sebaliknya, 1 juta yang diviralkan tetapi yang disedekahkan secara sembunyi hanya seribu.

Kemudian apabila seseorang meniatkan sedekahnya bukan karena Alloh pasti amalnya akan tertolak. Tidak akan menjadi pahala apabila niat sebuah amal tidak disandarkan pada Alloh Ta’ala, karena amal tergantung dengan niatnya.

Membiasakan diri untuk rajin bersedekah adalah kebiasaan yang baik. Kebiasaan yang dapat membentuk karakter dan takdir sesuai yang Alloh ridhoi.

Jika kita sangat mudah berinvestasi dunia seperti membeli emas atau tanah, kita pun harusnya sangat mudah bersedekah.

Bukankah sedekah merupakan investasi dunia akhirat? Investasi yang tidak akan merugi dan bersifat abadi. Bahkan ketika kita meninggal dunia pun, pahala sedekah (khususnya sedekah jariyah) akan terus mengalir.

Sedekah yang diumpamakan oleh Rasulullah, orang yang pelit itu seperti pakai baju besi, makin pelit maka makin sempit baju besi yang dipakai, artinya makin sempit hidup kita.

Sebaliknya ahli sedekah itu longgar baju besinya, artinya semakin bahagia seseorang itu. Salah jika kita merasa bahagia dengan apa yang kita miliki, semakin banyak tabungan maka semakin takut berkurang tabungannya dan semakin tidak bahagia, kita akan semakin sering menghitung-hitungnya.

Dalam sebuah disebutkan bahwa:

“Jauhilah sifat pelit, karena sesungguhnya yang membinasakan orang sebelum kalian adalah sifat pelit. Mereka diperintahkan untuk bersifat bakhil (pelit) maka merekapun bersifat bakhil, mereka diperintahkan untuk memutuskan hubungan kekerabatan maka merekapun memutuskan hubungan kekerabatan, dan mereka diperintahkan untuk berbuat dosa maka mereka berbuat dosa.” (HR. Abu Dawud)

Mulailah bersedekah tanpa harus menunggu memiliki banyak harta dan jangan ditunda-tunda. Jika sedekah itu diniatkan ikhlas karena-Nya semata, keberkahan hidup dalam bentuk material maupun spiritual akan kita peroleh. InsyaAlloh. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Bolehkah Sedekah Terang-Terangan di Depan Orang Lain? Read More »

Panen Prestasi: Santri SMP DTBS Putra Borong Juara di Gebyar Civic II STKIP Pasundan

WAKAFDT.OR.ID | CIMAHI – Kecerahan mentari pagi pada Senin (24/11/2025) seakan merestui kebahagiaan yang menyelimuti SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putra.

Kegiatan apel pagi yang biasanya berjalan rutin, kali ini berubah menjadi momen penuh kebanggaan saat pengumuman pemenang lomba “Gebyar Civic II STKIP Pasundan Cimahi” dibacakan.

Suasana halaman sekolah seketika bergemuruh oleh tepuk tangan dan sorak-sorai saat satu per satu nama santri dipanggil ke depan.

Wajah-wajah tegang berubah menjadi senyuman lega dan bangga, menandai keberhasilan para santri menaklukkan berbagai kategori perlombaan.

Daftar Santri Berprestasi Dominasi santri SMP DTBS Putra terlihat jelas dalam ajang ini. Prestasi gemilang dipersembahkan oleh:

– Rafif Aldensyah: Juara 1 Lomba Photogenic.

– M. Faqih: Juara 2 Lomba Orasi.

Tak hanya kategori individu, kekompakan tim santri juga membuahkan hasil manis dengan menyabet dua gelar Juara 2 sekaligus, yaitu:

– Tim Lomba Cerdas Cermat (LCC): M. Dylan, M. Fikri, dan M. Raditya.

– Tim Debat: M. Nabil, El Nabigh Devan, dan Adrian M.

Tumbuh Berprestasi di Atas Aset Wakaf Capaian membanggakan ini tidak lepas dari ekosistem pendidikan yang kondusif di SMP DTBS Putra.

Perlu diketahui, lingkungan tempat para santri ini menimba ilmu, berlatih orasi, hingga mengasah ketajaman berpikir, berdiri di atas Aset Wakaf Daarut Tauhiid. Setiap sudut kelas dan fasilitas yang mereka gunakan merupakan buah dari kemuliaan wakaf umat.

Keberkahan dari aset wakaf inilah yang menjadi salah satu pendorong semangat para santri untuk tidak hanya belajar agama, tetapi juga mengukir prestasi akademis dan non-akademis sebagai bentuk pertanggungjawaban amanah umat.

Apresiasi Sekolah Hinda, selaku Humas SMP DTBS Putra, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya atas pencapaian para santri.

“Alhamdulillah, selamat kepada ananda yang telah menorehkan prestasi. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberkahi capaian ini dan menjadikannya amal saleh. Kami berharap prestasi ini, yang lahir dari lingkungan wakaf yang berkah, menjadi motivasi bagi kalian untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” ungkapnya.

Apel pagi itu ditutup dengan suasana haru nan hangat. Pelukan sahabat dan ucapan selamat dari para guru menjadi penutup manis, membuktikan bahwa ikhtiar keras yang dibarengi doa di lingkungan yang penuh berkah, akan selalu membuahkan hasil yang indah. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Panen Prestasi: Santri SMP DTBS Putra Borong Juara di Gebyar Civic II STKIP Pasundan Read More »

Aa Gym

Aa Gym: Salah Satu Pilar Karakter Mencintai Saudara Sendiri

WAKAFDT.OR.ID — Ada sebuah hadits yang sudah dikaji oleh para ulama. Sebuah hadits mengenai 4 pilar karakter seorang muslim, salah satunya ia mencintai saudara.

Mencintai sesama muslim sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang artinya: ”Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhori).

Siapa yang dimaksud saudara dalam hadits tersebut? Maka diperjelas dalam Al-Quran dalam surat Al-Hujurat:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Alloh supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Ada tingkat seseorang tidak menyukai orang lain. Pertama ia tidak suka kalau orang lain mendapat nikmat, namun senang jika orang lain mendapatkan musibah.

Kedua, tidak menginginkan orang lain atau temanya rugi, tetapi tidak mau seseorang itu melampaui kesuksesannya.

Tipe yang kedua lumayan dibandingkan dari yang pertama, meskipun masih tergolong perilaku yang buruk.

Ketiga, menginginkan orang lain berprestasi, tapi tidak rela orang prestasinya melebihi dari kita.

Jadi gak perlu dalam keluarga merasa dengki ke saudara sendiri. Kalau adik beli mobil, kita kakaknya belum kebeli tiba-tiba nyesek, kenapa harus nyesek? Alloh ngasih rezeki sesuka Alloh.

Alloh satu-satunya pembagi rezeki, tidak ada satupun makhluk yang mendapatkan rezeki kecuali pasti dari Alloh.

Rezeki itu sebagai karunia atau ujian? Karunia, kalau kita bersyukur. Jadi tidak perlu iri, terserah Alloh membagikan rezeki ke siapapun, walaupun kita sebapak dan seibu setiap orang beda-beda rezekinya.

Walaupun seangkatan sekolah pasti beda-beda rezekinya. Nanti kalau Alloh mau ngambil maka ambil sesuka Alloh.

Oleh Alloh bisa dilapangkan dan disempitkan, Alloh angkat dan turunkan, semuanya baik bagi orang yang beriman.

Kalau diberi dia bersyukur, ditahan dia bersabar, diambil dia ridho, dan melihat yang lain tidak ada dengki. Wallohu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Salah Satu Pilar Karakter Mencintai Saudara Sendiri Read More »

Aa Gym: Ketika Sahabat Bertanya Siapa Orang yang Cerdas?

WAKAFDT.OR.ID – Sahabat Nabi pernah bertanya. Siapakah orang beriman yang paling utama? Kemudian Rosullulah Shallalahu ‘alaihi wassalam menjawab: orang yang paling baik akhlaknya.

Kemudian sahabat bertanya lagi, siapa orang mukmin yang paling cerdas? Kemudian Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “orang mukmin yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya pada kematian”.

Apakah orang cerdas yang mendapatkan peringkat yang tinggi? Orang yang IQ-nya tinggi? Atau orang yang cerdas adalah orang yang lulus cumlaude? Maka jawabannya bukan. Orang yang cerdas adalah orang yang banyak mengingat mati.

Jadi ciri orang paling kuat imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Makin kuat imannya maka akan beririsan juga akhlaknya semakin baik secara langsung.

Karena orang beriman yakin bahwa ia selalu dilihat atau disaksikan oleh Allah tanpa ada satu pun yang tersembunyi.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Ali-Imran dan surat Qaff yang berbunyi:

“Innallaha la yakhfa ‘alaihi syai’un fil ardi wa laa fis sama.” 

Artinya: “Bagi Allah Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi di bumi dan di langit.”

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya(15), (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri (16), Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (17)”. (QS. Qaf: 15-17).

Kalau kita yakin dengan keberadaan Allah maka tidak ada tempat untuk kita berbuat maksiat. Individu yang cerdas akan melihat dan mencoba menghabiskan waktu dengan sangat berkualitas.

Orang-orang cerdas selalu berpandangan bahwa mereka belum tentu kembali hidup di keesokan hari. Banyak memikirkan mati dan banyak mempersiapkan kehidupan sesudah mati.

Individu yang kerap mengingat kematian akan sangat berhati-hati dalam menggunakan waktunya. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Ketika Sahabat Bertanya Siapa Orang yang Cerdas? Read More »