Wakaf Daarut Tauhiid

Berita Terbaru

Wakaf DT Bersama BSI Gelar Gathering Wakif DT dan Nasabah BSI

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) berkolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) gelar gathering bersama nasabah prioritas BSI dan wakif DT, pada (2/9/2023).

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Courtyad by Marriott, Jl. Ir.H. Juanda No.33, Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Bertajuk ‘Membangun Kecerdasan Spiritual Finansial’ bersama Aa Gym, sebanyak 77 partisipan hadir dalam kegiatan tersebut.

Tampak hadir pula jajaran manajemen Wakaf DT dan manajemen BSI. Kegiatan ini bertujuan untuk menyambung tali silaturahim antara nasabah BSI dan Wakif DT.

Dalam sambutannya, Lukman Gunadi Tjili Manajer BSI Kota Bandung menyampaikan, wakaf merupakan salah satu bisnis potensial, yang saat ini didukung pemerintah. Potensi wakaf tunai di Indonesia mencapai 180 triliun per tahunnya.

Berdasarkan potensi itu, bila wakaf uang diproduktifkan sesuai syariat maka akan bermanfaat bagi umat dalam segala sektor penting.

“BSI menyediakan layanan wakaf berbasis digital, kami bersinergi bersama Wakaf DT agar umat Islam Indonesia dapat menggaya hidupkan wakaf uang,” ulasnya.

Dikesempatan yang sama, ustadz Fahrudin Ketua Yayasan DT dan Nazhir Wakaf DT, menyampaikan, setiap aset wakaf yang digunakan untuk kebaikan di jalan Allah, maka pahala orang yang melakukan kebaikan tersebut akan Allah berikan ke pewakaf.

Hal ini sesuai dengan sebuah hadits riwayat Muslim, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” tambahnya.

Ia juga mengatakan, wakaf DT sedang membangun 7 masjid di seluruh Indonesia, target kita adalah semakin banyak orang yang mendapat manfaat.

“Kita ingin bersinergi agar banyak orang mendapat manfaat dari wakaf ini,” tutur ustadz.

Kegiatan tersebut dimulai pukul 8 hingga menjelang waktu dzuhur, ditutup dengan makan bersama, kegiatan tersebut telah sukses diselenggarakan. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf DT Bersama BSI Gelar Gathering Wakif DT dan Nasabah BSI Read More »

Studi Banding, Yayasan DT Kedatangan Tamu Dari Malaysia

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG  Yayasan DT terima kunjungan Yayasan Ma’had Ihya Al-Ahmady Malaysia pada (30/8/2023). Kunjungan tersebut berlangsung di Basement Masjid DT, Bandung.

Dihantarkan oleh Wisata Hikmah DT, sebanyak 11 orang pihak Yayasan Ma’had Ihya Al- Ahmady hadir untuk menimba ilmu di Pesantren DT.

Studi Banding ini bertujuan untuk mengenal profil DT juga mempelajari sistem pengelolaan wakaf Pesantren DT.

Profil Pesantren DT disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan DT, ustadz Fahrudin. Sementara itu, pemaparan sistem pengelolaan wakaf DT, disampaikan oleh Direktur Wakaf DT, Doddy Ekapriades Topan.

Terlihat pula jajaran manajemen Wakaf DT turut mendampingi para tamu, diantaranya; Kepala Sekretariat Wakaf DT, Yana Nurjaman, Manajer Fundraising, Hafiizhullah, Manajer Wakaf Produktif, Riyadi Suryana serta Kabag Marketing Komunikasi, Wahyudi.

Para tamu menyimak dengan khidmat setiap jamuan materi yang diberi. Tampak antusiasme tamu ketika pemaparan wakaf diterangkan.

Direktur Wakaf DT, menjelaskan detail awal perkembangan wakaf DT, dan sistem pengelolaannya sejak dulu hingga kini.

“Penyaluran wakaf DT terus berkembang, kami diamanahkan untuk mengelolanya. Alhamdulillah penerima wakaf terus meluas dikarenakan syarat penerima wakaf tidak terbatas,” ujar Doddy.

Haji Marsan, Ketua Yayasan Ma’had Ihya Al Ahmady menyampaikan rasa syukurnya ketika berkunjung ke DT.

“Alhamdulillah, nampaknya kita mendapat ide-ide yang baik tentang pengelolaan wakaf, dengan mengelola dan mengembangkannya untuk umat bukan pribadi atau instansi,” tutur Marsan.

Ia menambahkan, bersiap untuk mengimplementasikan materi terkait pengelolaan wakaf DT kepada Ma’had yang dipimpinnya.

“Insya Allah kami akan mengembangkan aset wakaf yang dititipkan kepada Ma’had kami, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Daarut Tauhiid,” pungkasnya. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Studi Banding, Yayasan DT Kedatangan Tamu Dari Malaysia Read More »

Serah Terima Wakaf Tanah ke Wakaf DT, Nadzir: Doakan Kami Amanah

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Lembaga Wakaf DT terima wakaf tanah lebih dari 800 m2 di daerah Cimaung, Pangalengan pada (30/8/2023).

Kegiatan serah terima wakaf ini berlangsung di ruang rapat Yayasan DT Bandung.

Memasuki masa purnabakti, keluarga wakif tersebut tergerak hatinya untuk mewakafkan salah satu harta mereka berupa tanah.

“Kami berikrar mewakafkan tanah kami di Cimaung, kami sudah purna bakti dan anak-anak sudah mandiri, semaksimal mungkin kami ingin bermanfaat bagi umat,” tutur wakif yang tak ingin diketahui identitasnya ini.

Tidak hanya itu, wakif juga merasa iba atas banyaknya industri yang tutup sehingga tak sedikit anak muda Indonesia yang menganggur.

Ia juga menyampaikan kepercayaannya terhadap lembaga Wakaf DT, dikarenakan lembaga Wakaf DT memiliki nama yang baik dan memiliki pengelolaan aset wakaf yang baik pula.

“Karena kami melihat DT punya wibawa yang sangat bagus dan pengelolaan yang runut serta detail. Kami yakin wakaf DT bisa memberdayakan aset wakaf kami menjadi sesuatu yang dapat bermanfaat bagi umat.”

Dikesempatan yang sama, Ustadz Fahrudin menyampaikan kesediaannya menerima wakaf tanah tersebut, mewakili Yayasan DT.

Ia mengatakan, akan mengelola wakaf tersebut bersama tim dengan baik karena Allah, berharap wakaf ini menjadi manfaat bagi sebanyak-banyaknya hamba Allah.

“Ketika sudah dilakukan penandatanganan, tanah tersebut sudah berpindah pertanggungjawabannya kepada kami. Doakan kami agar dapat amanah mengelola tanah ini karena setiap hal akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti,” ulas Fahruddin.

Ia berharap kepada wakif untuk bersedia diskusi bersama terkait pengelolaan aset wakaf tersebut, agar aset dapat dikelola secara optimal dan dapat menebar seluas-luasnya maslahat kepada umat.

Di akhir, ia mengutarakan rasa terimakasih kepada wakif atas kepercayaannya terhadap lembaga wakaf DT, dan mengajak wakif serta tim untuk bersama-sama berjuang agar aset wakaf ini produktif dan bermanfaat. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Serah Terima Wakaf Tanah ke Wakaf DT, Nadzir: Doakan Kami Amanah Read More »

Hadiri Waqf Core Principles, Wakaf DT Peroleh Apresiasi Baik

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid hadiri pertemuan Waqf Core Principles yang diadakan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada Senin (28/8/2023).

Pertemuan tersebut berlangsung di Hotel Amaroossa, jalaln Aceh, nomer 71 A, Citarum, kota Bandung.

Sebanyak lima lembaga wakaf Indonesia hadir dalam pertemuan ini, di antaranya; Nadzir Wakaf DT, Nadzir Rumah Salman, Nadzir Wakaf IPB, Nadzir Rumah Wakaf Indonesia, Nadzir Sinergi Foundation.

Dalam pertemuan tersebut, telah dilaksanakan verifikasi data tata kelola Nadzir wakaf, di mana pada waktu sebelumnya telah mengisi kuisioner yang dikirimkan oleh BWI.

Hendri Tanjung, Ketua Tim Peneliti mengatakan, penelitian tentang indeks implementasi wakaf core principle ini bertujuan untuk meningkatkan tata kelola lembaga-lembaga Nadzir.

Ia menambahkan, pertemuan ini  juga menjadi ajang silaturahim dan pertukaran pikiran antar Nadzir, sehingga dapat menambah inspirasi terhadap sesama Nadzir dalam pengelolaan aset wakaf.

“Sebagai kesempatan bersilaturahim antar Nadzir dan menjadi ajang untuk sharing supaya saling bertukar pikiran,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Hendri menyampaikan apresiasinya kepada Nadzir Wakaf DT dikarenakan telah memiliki tatanan pengelolaan wakaf yang baik.

“DT pengelolaannya sudah cukup bagus, susunan manajemen tata kelola sudah rapi, hasilnya sudah terasa, hal ini harus tetap dijaga dan dikembangkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi wakaf yang sangat besar, negara kita akhir-akhir ini mendapatkan penghargaan yang luar biasa sebagai negara paling inovasi dalam pengelolaan produk wakaf.

Ia mengajak para Nadzir dan juga rakyat Indonesia terkhusus umat Muslim untuk berkontribusi dalam dunia wakaf.

“Kita perlu membangkitkan kembali hal yang bisa menggugah untuk menggalang wakaf di Indonesia. Kita harapkan seluruh warga Indonesia bisa aktif dalam hal perwakafan,” pungkasnya. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Hadiri Waqf Core Principles, Wakaf DT Peroleh Apresiasi Baik Read More »

Jadi Narasumber MQ Pagi, Emmy (BWI): Banyak Hal yang Diwariskan Islam kepada Dunia

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Wakil Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI) drh. Emmy Hamidiyah, M.E. sampaikan tentang peran wakaf dalam peradaban Islam, pada Kajian MQ Pagi (23/8/2023).

Dalam kajian spesial tersebut, Emmy mengatakan bahwa wakaf termasuk ke dalam penggerak masa kejayaan Islam, hal ini didukung oleh antusiasme para sahabat dan umat terdahulu dalam berwakaf.

“Begitu banyak hal yang diwariskan umat Islam kepada dunia yang berjalan saat ini, dan yang bisa menggerakkan kejayaan Islam dahulu antara lain adalah wakaf,” ujar Emmy.

Wakaf merupakan gerakan filantropi terbesar umat Islam. Wakaf terlebih dahulu dilakukan oleh Rasulullah, ketika mewakafkan tanahnya untuk pembangunan masjid.

Sedangkan wakaf produktif, pertama kali dilakukan oleh sabat Umar r.a ketika mewakafkan tanahnya di Khaibar.

Di kesempatan itu, Emmy menyampaikan kisah wakaf Umar dalam sebuah hadits, Dari Ibnu Umar ra, ia berkata:

“Bahwa sahabat Umar ra, memperoleh sebidang tanah di Khaibar, kemudian Umar ra, menghadap Rasulullah SAW untuk meminta petunjuk, Umar  berkata: “Hai Rasulullah SAW, saya mendapat sebidang tanah di Khaibar, saya belum mendapat harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku?”

Rasulullah SAW bersabda: “Bila engkau suka, kau tahan (pokoknya) tanah itu, dan engkau sedekahkan (hasilnya), tidak dijual, tidak dihibahkan, dan tidak diwariskan.

Ibnu Umar berkata: “Umar menyedekahkannya (hasil pengelolaan tanah) kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, hamba sahaya, sabilillah Ibnu sabil, dan tamu, dan tidak dilarang bagi yang mengelola (nazhir) wakaf makan dari hasilnya dengan cara yang baik (sepantasnya) atau member makan orang lain dengan tidak bermaksud menumpuk harta.”

Emmy menambahkan, contoh lain seperti wakaf Utsman bin Affan yang terus menerus mengalir hingga saat ini, berupa hotel Usman bin Affan yang berawal dari sumur yang ia beli dari Yahudi.

“Sahabat Usman pasti tersenyum di alam kuburnya, dikarenakan pahala jariyah yang ia tuai terus menerus mengalir,” tutur Emmy.

Emmy menambahkan, wakaf berperan dalam segala sektor termasuk sektor pendidikan.

Contoh saja Universitas Al-Azhar Mesir, universitas tertua ke-2 di dunia yang sangat berkaitan dengan wakaf.

Universitas ini telah mampu mendidik ratusan ribu mahasiswa dengan gratis dari berbagai belahan dunia.

“Tidak ada satupun universitas didunia yang memberikan beasiswa sebanyak Al-Azhar yang dilakukan selama bertahun-tahun,” ungkap Emmy.

Hal ini dikarenakan Al-Azhar mampu mengelola dana wakaf yang sangat luar biasa, tidak hanya pendidikan, Al-Azhar juga mampu mengelola ribuan lahan produktif dan berbagai sektor lainnya.

Selain itu, gerakan wakaf umat Islam juga telah menyumbangkan berbagai fasilitas di dunia, seperti halnya rumah sakit gratis di Baghdad, jalur kereta api di Hejaz, dan masih banyak lagi.

“Di Indonesia, Ormas Muhammadiyah telah mengelola 400 triliun aset wakaf, sedangkan dikalangan NU dan lain-lain telah memiliki sebanyak 26 ribu ponpes,” terang Emmy.

Dalam kesempatan tersebut, Emmy mengajak umat Islam untuk mengindahkan gerakan wakaf, dikarenakan kebermanfaatan wakaf yang menjangkau masyarakat luas dan sifatnya yang abadi.

Sehingga menjadikan pewakaf dan pengelolanya memiliki amal jariyah yang pahalanya tak terputus walau telah wafat. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Jadi Narasumber MQ Pagi, Emmy (BWI): Banyak Hal yang Diwariskan Islam kepada Dunia Read More »

UAS: Sebanyak 72 Persen Muslim Indonesia Buta Aksara Al-Quran

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Cinta Quran Foundation selenggarakan Amazing Muharram ke-12 pada (20/8/2023). Acara tersebut berlangsung di The Ritz Carlton Jakarta Pacific Place.

Dalam memperingati bulan Muharram, acara ini menghadirkan beberapa pembicara inspiratif nasional dan internasional.

Rangkaian acara Amazing Muharram tahun ini meliputi trainingtalkshow dan entertainment yang bertujuan untuk menggerakkan pikiran, hati dan perasaan peserta.

Salah satu pembicara dalam acara tersebut yakni Ustadz Abdul Somad (UAS). Dalam kesempatan ceramahnya, UAS menyampaikan bahwa 72 persen Muslim Indonesia buta huruf Al-Quran.

“Sebanyak 72 persen Muslim Indonesia buta aksara Al-Quran, kita boleh bangga (Indonesia) sebagai negara Muslim terbesar di dunia, jamaah haji terbanyak di dunia, tapi buta huruf Al-Quran 72 persen,” ujar UAS.

Dihadapan para jamaah, UAS mengatakan kejayaan akan kembali kepada Indonesia, jika umatnya mau kembali kepada Al-Quran.

Pendiri dan CEO Cinta Quran, ustadz Fatih Karim mengatakan, seluruh kegiatan ini didedikasikan untuk mendukung Syiar Quran Project (SQP), khususnya program Indonesia Bisa Baca Quran (IBBQ).

“IBBQ adalah inisiatif yang membebaskan lebih dari 100 ribu orang di Indonesia dari buta huruf Al-Quran sejak 2012,” ujar ustadz Fatih.

Ia menambahkan, IBBQ merupakan kelas pelatihan yang tidak berbayar dan telah berhasil menjangkau seluruh pelosok Indonesia.

“IBBQ membawa pencerahan dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk lebih memahami Al-Quran,” terangnya.

Ustadz Fatih Karim menyampaikan, acara ini diperkirakan dihadiri sekitar 4.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka datang dengan tujuan untuk mendapatkan inspirasi hijrah dan bersama-sama berkontribusi untuk menjadikan negeri ini lebih baik. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

(Sumber: Republika.co.id)

UAS: Sebanyak 72 Persen Muslim Indonesia Buta Aksara Al-Quran Read More »

Pertama Kali Digelar, FWI Diharapkan Mampu Mendongkrak Pengembangan Wakaf Indonesia

WAKAFDT.OR.ID | SURABAYA – Gerakan Wakaf Indonesia (GWI) gelar Festival Wakaf Indonesia (FWI) 2023 pada (12/8/2023). Festival ini berlangsung di Convention Hall Grand City Surabaya.

Hal ini merupakan kali pertama GWI menggelar Festival Wakaf Indonesia (FWI) 2023.

Susi Susiatin, Ketua umum GWI mengatakan, FWI diselenggarakan pada moment tahun baru hijriah agar dapat menjadi spirit baru dan tahun kebangkitan dalan sejarah pengembangan wakaf kedepannya.

Festival ini berkolaborasi dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa TImur.

Festival tersebut telah sukses diselenggarakan, dimeriahkan oleh berbagai acara, diantaranya; Focus Group Discussion (FGD), Business Matching, Sertifikasi Kompetensi Nazhir Wakaf, Seminar Wakaf Produktif UMKM, berbagai lomba, pameran dan Wakif Gathering.

“Tujuan diselenggarakannya FWI adalah untuk menggali potensi dan mengembangkan pemberdayaan wakaf di Indonesia agar lebih memiliki nilai manfaat,” terang Susi.

Susi mengutarakan, potensi wakaf di Indonesia sangatlah besar, mengutip dari BWI, potensi wakaf uang di Indonesia mencapai 180 triliun, namun kenyataan di lapangan membuktikan dana wakaf yang terkumpul masih jauh dari potensi yang ada.

“Kami menyelenggarakan FWI ini secara makro bertujuan untuk pengembangan wakaf secara menyeluruh dan berkesinambungan sehingga bisa menyiapkan strategi untuk menjawab tantangan wakaf yang cukup besar didepan kita,” tambahnya.

Menurut Susi, secara mikro bisa mengajak seluruh stakeholder untuk mengkampanyekan wakaf produktif dengan masif, baik bagi usia produktif juga kaum milenial.

Ia beranggapan, wakaf tidak hanya menyerahkan kepemilikan kepada Allah, namun juga bisa berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Wakaf produktif menjadikan wakaf sebagai sebuah ekosistem baru yang sangat bermanfaat bagi banyak orang.

Susi berharap, adanya FWI tersebut dapat menjadi milestone dan menjadikan adanya kemajuan dalam proses pengembangan wakaf ke depannya.

Ia menambahkan, acara business matching yang pertama kali diselenggarakan ini diharapkan bisa membangun kepercayaan diri dan memotivasi para nazhir untuk optimis dalam pengelolaan harta benda wakaf.

Para pengusaha dan pelaku UMKM memiliki cara baru dalam mengembangkan usaha, yakni dengan membangun sinergi bersama nazhir sehingga akan terbentuk ekosistem baru dalam pengembangan wakaf,

“Kami ingin menjadikan event FWI 2023 ini sebagai event tahunan sehingga keberlanjutannya bisa memperkuat positioning wakaf sebagai penguat ekonomi syariah dan menjadikan wakaf sebagai life style,” tutur Susi.

“Jadikan wakaf sebagai life style, wakaf bukan karena mampu tapi karena mau,” pungkasnya. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

(sumber: SurabayaPost.id)

Pertama Kali Digelar, FWI Diharapkan Mampu Mendongkrak Pengembangan Wakaf Indonesia Read More »

BWI Seru Nazhir Agar Berkompeten dalam Kelola Aset Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat terkait wakaf, lembaga wakaf DT rutinkan kajian spesial wakaf pada kajian MQ Pagi.

Pada Selasa (8/8/2023) tema materi kajian spesial wakaf yakni “Peningkatan SDM Perwakafan Melalui Sertifikasi Nazhir”.

Materi ini disampaikan oleh Nur Syamsudin Buchori selaku Badan Lembaga Keuangan, Badan Wakaf Indonesia.

Pada kesempatan ini, Nur Syamsudin menyampaikan pentingnya kompetensi nazhir dalam mengelola wakaf.

“Nazhir yang berkompeten dalam mengelola wakaf, tentu dapat memperluas penyaluran manfaat wakaf kepada mauquf alaih,” ujar Nur.

Nur mengungkapkan bahwa nazhir adalah mujahid Allah yang mengemban amanah cukup besar. Ia harus berpengetahuan luas dan berkompeten dalam mengelola aset wakaf yang dititipkan oleh umat.

“Nazhir adalah para pekerja Allah yang tidak hanya menuai gaji di dunia tetapi juga menuai gaji di akhirat,” tambahnya.

Kompetensi nazhir meliputi kombinasi antara keterampilan (skill), atribut personal dan pengetahuan (knowledge), spiritual (ruhiyah) yang tercermin melalui perilaku kinerja (job behavior) yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi.

Haji Nur menerangkan, kompetensi merupakan faktor penentu keberhasilan kinerja. Fokus dalam kompetensi adalah perilaku yang merupakan aplikasi dari skill, atribut personal dan pengetahuan.

Ia juga memaparkan bahwa Indonesia merupakan negara paling dermawan di dunia, tercatat dalam kurun waktu 5 tahun berturut-turut, Indonesia menempati urutan pertama berdasarkan World Giving Index (WGI) pada 2022.

World Giving Index (WGI) menempatkan Indonesia pada tingkat pertama di dunia yang masyarakatnya gemar berdonasi. Potensi pasar filantropi Islam di Indonesia cukup besar, sejak tahun 2020 diperkirakan ada 100 juta penduduk muslim kelas menengah, jika asumsi 2,5% dari pengeluarannya digunakan untuk berwakaf terdapat potensi wakaf pertahun Rp. 180 triliyun,” terangnya.

Nur mengungkapkan, wakaf produktif bila dikelola dengan baik oleh nazhir yang kompeten tentu dapat menyebarkan kebermanfaatan yang luas kepada mauquf ‘alaih, hal ini telah terjadi pada era kejayaan Islam pada tahun 800-1400 Masehi. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

BWI Seru Nazhir Agar Berkompeten dalam Kelola Aset Wakaf Read More »

Pembangunan Eco Pesantren 3 Kuningan, Masuki Tahap Cut and Fill Lahan

DAARUTTAUHIID.ORG | KUNINGAN – Pembangunan Eco Pesantren 3 terus berpogres. Tepat pada (21/7/2023) lahan wakaf produktif ini masuki tahap cut and fill.

Berlokasi di Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, lahan tersebut memiliki luas lebih dari 30 hektar.

Memenuhi proses berkas perizinan pembangunan sejak 2021, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk Pesantren Eco 3 Kuningan ini telah terbit pada awal bulan Juni.

Rencananya, pembangunan pertama yang akan dilaksanakan adalah pembangunan Masjid Rahmatan lil’alamin.

Mengantongi perizinan PBG, tim Perencanaan dan Pembangunan Daarut Tauhiid Indonesia (PDTI) telah turunkan alat berat sejak pertengahan Juni, untuk membuka dan perataan jalan dari Jalan Raya Cisantana-Patulungan menuju lahan masjid.

Pada (21/7/2023), PDTI mulai laksanakan proses cut and fill lahan. Rencananya proses ini akan berlangsung selama 2 bulan.

Proses tersebut bertujuan untuk meratakan permukaan tanah agar material lebih mudah masuk ke lahan pembangunan.

Ketua tim Monitoring dan Pengendalian Pembangunan (Monpen) DT, mengungkapkan lahan wakaf produktif Eco 3 Kuningan ini akan dijadikan area masjid, sekolah dan asrama. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Pembangunan Eco Pesantren 3 Kuningan, Masuki Tahap Cut and Fill Lahan Read More »

Kisah Wakif DT, Istiqomah Wakaf 15 Ribu Tiap Hari

DAARUTTAUHIID.ORG | BANDUNG – Wakaf merupakan investasi abadi yang tidak menyebabkan pelakunya merugi. Pahala jariyah yang dijanjikan Allah melalui wakaf tak ayal membuat banyak orang tergiur untuk menunaikannya.

Salah satunya nenek Sulis (nama disamarkan). Sulis tercatat telah menjadi wakif tetap di lembaga wakaf DT.

Berawal dari sering mengikuti kajian di Masjid DT Bandung, Sulis istiqomah mewakafkan secuil hartanya untuk pembangunan dan pengelolaan Wakaf Masjid DT di Indonesia.

Nominal harta yang ia wakafkan terbilang kecil, hanya lima belas ribu rupiah, namun ia istiqomah mewakafkannya tiap hari ke lembaga Wakaf DT.

“Saya terinspirasi dari ustadz Fahrudin ya, katanya wakaf itu tidak hanya tentang wakaf gedung, ataupun tanah. Ternyata wakaf uang juga bisa dan nominalnya tidak selalu besar,” ujar Sulis ketika dihubungi tim media DT pada Kamis, (9/8/2023).

Perkembangan ekonomi secara global dewasa ini mendukung gerakan filantropi yang meluas, salah satunya dengan wakaf uang.

Wakaf uang merupakan pengembangan wakaf dari aset tak bergerak (tanah dan bangunan) menjadi aset tunai yang bergerak.

Telah menjadi pensiunan, tak menggetarkan semangat Sulis untuk menabung pahala jariyah. Baginya, harta yang ia wakafkanlah yang akan ia bawa sebagai salah satu bekal menuju akhirat kelak.

“Sejak saat itu, saya bertekad kuat untuk berwakaf semampu saya, semoga dengan ini dapat memudahkan jalan saya menuju Surganya Allah,” tutur Sulis.

Sulis memercayakan lembaga Wakaf DT sejak lama, ia meninjau pengelolaan wakaf DT melalui program-program Masjid DT yang telah diselengarakan. Kemakmuran Masjid DT membuat Sulis tergiur untuk berkontribusi mewakafkan hartanya.

“Kalau di DT penyaluran wakafnya jelas ya. Saya melihat bagaimana masjid DT makmur oleh program-program yang telah di selenggarakan, banyak orang yang beribadah, menimba ilmu di masjid DT, jadi terlihat kemakmuran masjidnya,” tambahnya.

Era teknologi dan digitalisasi saat ini sangat mempermudah aktivitas manusia. Bahkan dalam beberapa sektor, aktivitas dapat dilakukan dengan benda di gengaman tangan saja, yakni handphone.

Sulis turut merasakan manfaat era digitalisasi saat ini. Diusianya yang telah senja, Sulis sangat terbantu dengan segala kemudahan yang ada.

Dalam berwakaf, Sulis tak perlu berlelah-lelah mengunjungi lembaga wakaf DT, ia cukup mentransfer sejumlah uang untuk ia wakafkan.

Ia berpesan kepada khalayak untuk turut berwakaf sebagai bentuk investasi abadi. Ia mengatakan, berwakaf semampunya namun istiqomahlah dalam menjalankannya.

Hal ini tidak akan membuat rugi, namun malah menjadi bekal pahala jariyah ketika kita telah tiada nanti. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Kisah Wakif DT, Istiqomah Wakaf 15 Ribu Tiap Hari Read More »