Wakaf Daarut Tauhiid

Berita Terbaru

Biadab, Zionis Israel De Facto Kuasai Tepi Barat Palestina

WAKAFDT.OR.ID | YERUSALEM – Di tengah ambisi Israel untuk memperluas kedaulatannya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas menyatakan penolakannya terhadap rencana aneksasi Tepi Barat.

Mengutip laporan koresponden Axios, Barak Ravid, pada Senin (10/2/2026), Gedung Putih memandang bahwa stabilitas di wilayah tersebut merupakan kunci utama bagi keamanan Israel dan perdamaian regional.

Meskipun Trump sebelumnya dikenal memiliki kedekatan dengan Israel, ia menegaskan tidak akan memberikan lampu hijau bagi pencaplokan wilayah pendudukan tersebut. Namun, di lapangan, pemerintah Israel justru menunjukkan langkah-langkah yang berlawanan.

Perubahan Hukum: Aneksasi Terselubung lewat Administrasi

Pada awal Februari 2026, kabinet keamanan Israel melakukan langkah radikal dengan menghapus aturan yang sebelumnya melarang penjualan tanah Palestina kepada warga Yahudi di Tepi Barat. Tak hanya itu, otoritas Israel mulai mengambil alih fungsi administratif yang selama ini menjadi wewenang Otoritas Palestina (OP).

Beberapa perubahan fundamental yang terjadi antara lain:

  • Pengalihan Izin Bangunan: Di wilayah strategis seperti Hebron, kewenangan penerbitan izin bangunan dialihkan dari pemerintah kota Palestina ke administrasi sipil Israel.
  • Intervensi di Wilayah A dan B: Mengabaikan Perjanjian Oslo, Israel memperluas pengawasan hukum hingga ke Area A dan B yang seharusnya berada di bawah kendali keamanan dan sipil Palestina.
  • Penyitaan Lahan Massal: Selama tiga tahun terakhir, rencana pembangunan 50 ribu unit permukiman terus berjalan beriringan dengan penyitaan lahan seluas 14.826 hektar.

Kematian Perjanjian Oslo?

Para pengamat internasional dan pakar diplomasi menilai langkah ini sebagai “aneksasi de facto”. Profesor Dalal Erekat dan jurnalis senior Walid al-Omari sepakat bahwa ini adalah situasi paling berbahaya sejak 1967. Dengan mengalihkan kendali tanah dan infrastruktur dari militer ke lembaga sipil Israel, Tel Aviv secara praktis menghapus batas-batas yurisdiksi Palestina.

“Ini bukan lagi sekadar pemaksaan fakta di lapangan, melainkan penyerapan Tepi Barat ke dalam sistem hukum Israel secara institusional,” ungkap para analis melalui laporan Aljazeera.

Respons Dunia Internasional

Meskipun Mahkamah Internasional (ICJ) telah menyatakan pendudukan Israel ilegal sejak Juli 2024, Israel tampak tidak bergeming. James Moran, mantan penasihat Departemen Luar Negeri Uni Eropa, memperingatkan bahwa tindakan ini secara efektif telah mematikan solusi dua negara (two-state solution).

Kini, komunitas internasional dituntut untuk melakukan tindakan nyata, melampaui sekadar kecaman. Beberapa langkah yang diusulkan para pakar meliputi penangguhan perjanjian dagang hingga perluasan sanksi terhadap pejabat yang terlibat langsung dalam perluasan permukiman ilegal.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Biadab, Zionis Israel De Facto Kuasai Tepi Barat Palestina Read More »

Optimalisasi Aset Wakaf untuk Generasi Rabbani di Batam

WAKAFDT.OR.ID | BATAM – Suasana pagi di SD Daarut Tauhiid (DT) Batam tampak berbeda pada Selasa (27/1/2026). Di bawah langit yang cerah, seluruh santri beserta jajaran pendidik berkumpul bukan untuk berkompetisi, melainkan untuk menyatukan langkah dalam kegiatan slow jogging. Aktivitas lari santai ini merupakan agenda rutin mingguan yang dirancang untuk menjaga ritme kebugaran seluruh warga sekolah.

Berbeda dengan olahraga lari pada umumnya, slow jogging di SD DT Batam lebih menekankan pada konsistensi gerak dan kegembiraan, bukan kecepatan. Para santri diajak untuk menyadari pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat tubuh yang diberikan oleh Allah SWT.

Investasi Kesehatan Melalui Kebiasaan Kecil

Pemilihan slow jogging bukan tanpa alasan. Olahraga ini dikenal inklusif dan minim risiko cedera, sehingga sangat cocok bagi anak-anak maupun dewasa. Tujuannya jelas: membangun daya tahan tubuh (endurance) agar para santri tetap bugar dalam menjalani aktivitas belajar dan ibadah.

“Melalui rutinitas slow jogging ini, kami berharap ketahanan fisik santri dan seluruh civitas SD DT Batam senantiasa terjaga dan terus meningkat,” jelas Anisa Lutvi Mahfurin, selaku Humas SD Daarut Tauhiid Batam.

Optimalisasi Aset Wakaf untuk Generasi Rabbani

Menariknya, keceriaan pagi itu berlangsung di atas lahan yang merupakan Aset Wakaf Daarut Tauhiid. Kegiatan olahraga ini menjadi salah satu bukti nyata bagaimana dana wakaf dari para muwakif (donatur wakaf) dikelola dan dimanfaatkan secara produktif.

Gedung sekolah dan sarana pendukung di SD DT Batam bukan sekadar deretan bangunan mati, melainkan instrumen dakwah dan pendidikan yang terus memberikan manfaat (manfaat produktif). Dengan digunakannya fasilitas sekolah untuk kegiatan positif seperti slow jogging, nilai pahala jariyah dari para muwakif terus mengalir seiring dengan tumbuh kembangnya kesehatan dan karakter para santri.

Pemanfaatan aset wakaf untuk sarana olahraga dan pendidikan ini membuktikan bahwa wakaf memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang kuat secara fisik dan kokoh secara iman.

Bagi SD DT Batam, kesehatan adalah amanah yang harus dijaga. Langkah-langkah kecil dalam slow jogging pagi itu menjadi pengingat bahwa pola hidup sehat adalah bekal utama untuk menjalankan ketaatan. Dengan tubuh yang prima, para santri diharapkan dapat menuntut ilmu dengan lebih fokus dan beribadah dengan lebih optimal. (DS/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Optimalisasi Aset Wakaf untuk Generasi Rabbani di Batam Read More »

Mempererat Ikatan: Sinergi Ilmu dan Cinta di Baitul Quran DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Baitul Quran Daarut Tauhiid (BQ DT) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang menyeluruh. Pada Ahad (8/2/2026), dua agenda besar digelar secara simultan namun dengan sasaran yang berbeda: satu untuk para orang tua secara virtual, dan satu lagi untuk para santriwati secara tatap muka.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya berhenti di bangku sekolah, tapi juga berdenyut di rumah dan asrama.

Parenting: Mendidik dengan Nafas Kenabian

Melalui layar digital Zoom, para orang tua santri diajak menyelami tema “Mendidik dengan Cinta: Meneladani Tarbiyah Nabawiyah dalam Pendidikan Anak”. Bersama Ustadz Hodam Wijaya, S.Pd.I., MPP., forum ini menjadi oase refleksi bagi Ayah dan Bunda.

Pesan utamanya jelas: mendidik bukan sekadar mentransfer aturan, melainkan menghadirkan cinta dan keteladanan sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah ﷺ. Kehadiran fisik, untaian doa, serta kemauan orang tua untuk terus belajar adalah modal utama dalam mencetak generasi Qurani yang berkarakter kuat.

Kemuslimahan: Menemukan Makna Ibadah di Dapur

Sementara itu, suasana hangat terasa di asrama santri STQ Mukim Akhwat BQ DT Bandung. Mereka mengikuti sesi Sharing Session – Empowering Muslimah bertajuk “Fitrah Perempuan Muslimah di Dunia Dapur Keluarga”.

Dipandu oleh Bunda Eky Rahardiani, S.T. (Owner De’ Harits Cakes & Foods), para santriwati belajar bahwa peran muslimah mencakup spektrum yang luas. Bahkan aktivitas baking atau memasak bukan sekadar urusan domestik biasa, melainkan bentuk pengabdian dan ibadah jika dijalani dengan adab dan niat yang tulus.

Optimalisasi Aset Wakaf: Fondasi Lahirnya Generasi Qurani

Seluruh rangkaian pembinaan ini tidak lepas dari peran penting Aset Wakaf Daarut Tauhiid. Asrama yang ditempati para santri STQ Mukim Akhwat serta infrastruktur pendukung operasional Baitul Quran merupakan manifestasi nyata dari pengelolaan wakaf yang produktif.

Pemanfaatan aset wakaf ini menjadi bukti bahwa dana dari para muwakif dikelola secara berkelanjutan untuk:

  • Fasilitas Pendidikan: Menyediakan ruang belajar dan asrama yang representatif bagi para penghafal Al-Qur’an.
  • Pusat Pemberdayaan: Menjadi wadah pelatihan life skill (seperti sesi kemuslimahan dan kewirausahaan) yang meningkatkan kapasitas santri.
  • Sentra Syiar: Mendukung fasilitas teknologi untuk kajian rutin yang menjangkau orang tua santri di berbagai daerah.

Dengan memaksimalkan aset wakaf, Baitul Quran DT memastikan bahwa setiap jengkal fasilitas yang ada terus memproduksi manfaat dan aliran pahala jariyah, sekaligus menjadi saksi lahirnya generasi yang mandiri dan bertauhid.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Mempererat Ikatan: Sinergi Ilmu dan Cinta di Baitul Quran DT Read More »

Tanggap Darurat Longsor Pasirlangu: Tim SAR Maksimalkan Pencarian di Hari Terakhir

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Masa tanggap darurat bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), resmi berakhir pada hari ini, Jumat (6/2/2026). Meski memasuki hari terakhir, operasi pencarian korban yang masih hilang tetap dilakukan dengan kekuatan penuh.

Upaya Terpadu di Tengah Cuaca Cerah

Langit di atas lokasi bencana terpantau cerah pada Jumat pagi, memberikan kondisi yang mendukung bagi 3.000 personel SAR gabungan yang dikerahkan ke lokasi. Proses pencarian dilakukan secara intensif dengan mengombinasikan berbagai metode:

  • Penyisiran manual oleh petugas di semua sektor.
  • Penggunaan alat berat untuk memindahkan material tanah yang tebal.
  • Pemanfaatan pompa air (alkon) dan pelibatan anjing pelacak (K9) untuk mendeteksi titik keberadaan korban.

Data Terkini Evakuasi dan Identifikasi

Berdasarkan data hingga hari ke-13 pencarian Kamis (5/2/2026), tim telah berhasil mengevakuasi total 94 bodypack dari berbagai titik longsor di Desa Pasirlangu. Berikut adalah rincian proses identifikasinya:

  • Identifikasi DVI: Hingga Kamis pukul 06.00 WIB, Tim DVI Polda Jabar telah berhasil mengidentifikasi 70 jenazah dari 73 bodypack yang diperiksa.
  • Proses Lanjutan: Terdapat 19 bodypack lainnya yang saat ini masih dalam tahap identifikasi lebih mendalam.

Daftar Warga: Dari 80 orang yang dilaporkan hilang sejak longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026), baru 54 warga setempat yang berhasil teridentifikasi. Sisa korban yang teridentifikasi diduga merupakan tamu atau pengunjung yang berada di lokasi saat kejadian.

Komitmen Hingga Titik Terakhir

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menegaskan bahwa sinkronisasi data dengan Incident Commander terus dilakukan untuk memastikan keakuratan jumlah korban.

Walaupun masa tanggap darurat berakhir hari ini, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah transisi menuju tahap pemulihan pascabencana.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pencarian dan evaluasi setiap hari hingga semaksimal mungkin korban ditemukan, melalui koordinasi lintas instansi,” ujar Ade Dian. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Tanggap Darurat Longsor Pasirlangu: Tim SAR Maksimalkan Pencarian di Hari Terakhir Read More »

Aksi Sehat & Bersih: Santri Karya DT Jalan Santai Sambil Pungut Sampah Jelang Ramadan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana pagi di kawasan Gegerkalong terasa lebih hangat dan bersemangat pada Jumat (6/6/2026). Sejak pukul 06.30 WIB, ratusan Santri Karya (pegawai) Pesantren Daarut Tauhiid (DT) berkumpul untuk melaksanakan kegiatan olahraga bersama berupa jalan santai dengan rute menyusuri jalanan ikonik Bandung Utara.

Bukan Sekadar Olahraga: Budaya BRTTT di Jalanan

Jalan santai kali ini tidak hanya mengejar kebugaran fisik. Mengambil rute dari Gegerkalong Girang menuju Setiabudi dan kembali lagi ke area Pesantren, para santri terlihat membawa kantong sampah di sepanjang jalan.

Ini adalah aksi nyata Gerakan Pungut Sampah (GPS) yang menjadi ciri khas budaya BR-3T (Bersih, Rapi, Tertib, Teratur, Terpelihara) di Daarut Tauhiid. Sambil menyapa warga dengan ramah, para santri sigap memungut sampah anorganik yang mereka temui di sepanjang jalur trotoar, memastikan lingkungan yang mereka lalui tetap asri.

Siraman Qolbu di Dome Central 5

Setelah keringat bercucuran dan jalanan kembali bersih, rombongan menuju Dome Central 5 untuk mengikuti sesi yang paling dinanti: Tausiyah dari Pembina Pesantren DT, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Dalam pesan singkatnya, Aa Gym mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hati sebagaimana menjaga kebersihan lingkungan. Beliau menekankan bahwa kesehatan fisik dan kejernihan hati adalah modal utama untuk menjalankan ibadah secara maksimal.

Makan Bersama: Perkuat Ukhuwah Sambut Ramadan

Kegiatan ditutup dengan suasana penuh kehangatan melalui acara makan bersama. Duduk berhadapan dalam barisan yang rapi, para santri menikmati hidangan sederhana namun sarat makna kebersamaan.

Momen ini sengaja digelar sebagai ajang silaturahmi untuk memperkuat ukhuwah (persaudaraan) antar-unit kerja di lingkungan DT, sekaligus sebagai persiapan spiritual dan mental dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Semangat kebersamaan ini diharapkan dapat membawa keberkahan dalam setiap khidmah yang diberikan santri karya kepada umat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aksi Sehat & Bersih: Santri Karya DT Jalan Santai Sambil Pungut Sampah Jelang Ramadan Read More »

Bekal Fardu Kifayah: Santri SMK DTBS Optimalkan Aset Wakaf untuk Praktik Pemulasaraan Jenazah

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Fokus dan khidmat. Itulah gambaran suasana di Aula Asrama SMK Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) pada pertengahan Januari lalu.

Bukan sekadar duduk di kelas, para santri kali ini berkumpul melingkar untuk membedah tata cara pemulasaraan jenazah, sebuah kewajiban fardu kifayah yang krusial di masyarakat.

Kegiatan ini dirancang agar santri tidak hanya lihai dalam menghafal teori fikih di buku, tetapi juga terampil saat terjun langsung.

Dengan bimbingan intensif dari ustaz pembina dan tim pengasuhan, para santri mempelajari urutan memandikan jenazah secara syar’i, mulai dari niat, menjaga aurat dan adab, hingga doa-doa pengiringnya.

Penggunaan media peraga dalam simulasi ini bertujuan agar para santri memiliki gambaran visual yang jelas, sehingga ketika kelak menghadapi situasi nyata, mereka mampu bersikap tenang dan penuh rasa tanggung jawab.

Aula Asrama: Bukti Nyata Manfaat Wakaf

Ada hal istimewa di balik kegiatan ini. Lokasi yang digunakan, yakni Aula Asrama SMK DTBS, merupakan salah satu aset wakaf produktif di Pesantren Daarut Tauhiid.

Pemanfaatan ruangan ini untuk kegiatan belajar mengajar adalah bukti nyata bagaimana dana wakaf dari para muwakif (orang yang berwakaf) bertransformasi menjadi fasilitas yang melahirkan generasi ahli ibadah.

Melalui fasilitas wakaf ini, para santri dapat belajar dengan nyaman dan representatif. Setiap sudut ruangan ini menjadi saksi bisu lahirnya keterampilan agama yang akan terus mengalirkan pahala jariyah bagi mereka yang telah berwakaf.

Membentuk Karakter Melalui Adab Kematian

Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengasuhan, Mazdian, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian penting dari kurikulum pendidikan karakter di DTBS.

“Kami ingin memastikan santri memiliki kematangan spiritual. Memandikan jenazah bukan hanya soal teknik, tapi soal melatih empati, ketenangan batin, dan keikhlasan. Ini bekal berharga saat mereka kembali ke tengah umat nanti,” ungkap Mazdian pada Sabtu (17/1/2026).

Melalui integrasi antara pembelajaran fikih yang aplikatif dan pemanfaatan fasilitas berbasis wakaf, SMK DTBS berkomitmen terus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki kepedulian sosial dan kematangan akhlak yang luhur. (D/N)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Bekal Fardu Kifayah: Santri SMK DTBS Optimalkan Aset Wakaf untuk Praktik Pemulasaraan Jenazah Read More »

Transparansi Terjaga: Yayasan Daarut Tauhiid Raih Opini WTP atas Laporan Keuangan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Menjaga amanah publik bukan sekadar jargon bagi Yayasan Daarut Tauhiid (DT). Sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola lembaga yang bersih dan akuntabel, Yayasan DT kembali mempublikasikan hasil audit laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024.

Mengapa Audit Laporan Keuangan Itu Penting?

Sebelum membedah hasilnya, kita perlu memahami bahwa audit laporan keuangan memiliki fungsi yang sangat krusial, terutama bagi lembaga pengelola dana umat. Audit berfungsi untuk:

  • Memberikan Keyakinan Independen: Memastikan bahwa laporan keuangan disusun secara objektif dan bebas dari salah saji material.
  • Meningkatkan Kepercayaan: Menjadi bukti bagi para donatur dan pemangku kepentingan bahwa dana yang dititipkan dikelola dengan transparan.
  • Evaluasi Kinerja: Memberikan gambaran yang akurat mengenai posisi keuangan dan kesehatan organisasi.

Hasil Audit: Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Dr. Agus Widarsono, SE., M.Si., Ak., CA., CPA., Yayasan Daarut Tauhiid berhasil mempertahankan predikat opini tertinggi dalam akuntansi, yaitu “Wajar Tanpa Pengecualian” (WTP).

Dalam laporan resminya, auditor independen menyatakan:

“Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Yayasan Daarut Tauhiid tanggal 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.”

Makna di Balik Opini WTP

Pencapaian ini menunjukkan bahwa seluruh transaksi, pengelolaan aset, serta penyajian laporan arus kas Yayasan Daarut Tauhiid telah dilakukan secara patuh dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia. Bagi para jemaah dan donatur, hasil ini menjadi jaminan bahwa setiap rupiah yang diamanahkan telah dicatat dan dilaporkan dengan kredibilitas tinggi.

Dengan hasil ini, Yayasan Daarut Tauhiid diharapkan terus konsisten dalam mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan profesionalisme dalam menjalankan berbagai program dakwah, pendidikan, dan sosialnya. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Transparansi Terjaga: Yayasan Daarut Tauhiid Raih Opini WTP atas Laporan Keuangan Read More »

Mushaf Baru untuk Zahrani, Calon Dokter Penghafal Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.ID | TAPANULI – Sisa-sisa lumpur mungkin masih membekas di sudut-sudut Desa Huta Godang, Tapanuli, Sumatera Utara, namun binar di mata Zahrani Sitompul seolah menghapus duka yang sempat menyelimuti tanah kelahirannya.

Banjir bandang yang menerjang beberapa waktu lalu tidak hanya menghanyutkan harta benda, tetapi juga membawa pergi suara riuh mengaji yang biasanya terdengar setiap sore.

Masjid tempat anak-anak berkumpul runtuh, dan mushaf-mushaf yang biasa mereka dekap kini terkubur atau hanyut terbawa arus deras.

Namun, harapan itu kembali hadir pada periode 23-25 Januari 2026. Tim Wakaf Daarut Tauhiid (DT) hadir di tengah puing-puing sisa bencana untuk mendistribusikan mushaf Al-Qur’an baru bagi para penyintas, salah satunya adalah Zahrani.

Cita-Cita Mulia dari Desa Huta Godang

Zahrani, seorang siswi kelas 6 SD Garoga, bukanlah anak yang mudah menyerah. Di usianya yang masih belia, ia telah menanamkan cita-cita yang luhur: menjadi seorang dokter.

“Saya ingin jadi dokter karena ingin menolong orang lain,” ucapnya dengan nada yakin. Baginya, melihat penderitaan warga saat bencana banjir terjadi semakin menguatkan tekadnya untuk bisa memberikan manfaat bagi sesama di masa depan.

Tak hanya akademis, Zahrani juga seorang pejuang Al-Qur’an. Hingga saat ini, ia telah berhasil menjaga hafalan enam surat pendek di luar kepala. Namun, proses hafalannya sempat terhenti total sejak bencana melanda. Tanpa mushaf dan tempat mengaji, hari-harinya terasa ada yang kurang.

Kembali Mengaji Setelah Sekian Lama Senyap

Saat jemari kecilnya menyentuh sampul mushaf baru dari Wakaf DT, senyum Zahrani merekah. Baginya, ini bukan sekadar buku, melainkan jembatan untuk kembali menyambung hafalannya yang sempat terputus.

“Senang sekali rasanya. Sejak awal bencana sampai sekarang, saya dan teman-teman belum bisa mengaji lagi. Masjid dan Al-Qur’an kami semuanya hanyut dan rusak karena banjir,” ungkap Zahrani dengan mata berkaca-kaca.

Kehadiran Al-Qur’an ini seolah menjadi simbol dimulainya kembali kehidupan spiritual di desa mereka. Suara lantunan ayat suci yang sempat senyap, kini siap menggema kembali dari rumah-rumah darurat dan tenda pengungsian.

Titipan Doa untuk Para Muwakif

Dalam momen penuh haru tersebut, Zahrani tak lupa menitipkan pesan mendalam bagi para donatur atau muwakif yang telah menyisihkan sebagian rezekinya melalui program Wakaf DT.

“Terima kasih banyak kepada orang-orang baik (muwakif) yang sudah memberi Al-Qur’an ini. Terima kasih sudah membantu kami supaya bisa mengaji lagi. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya,” pungkasnya.

Distribusi mushaf ini menjadi pengingat bahwa di tengah duka bencana, dukungan spiritual adalah fondasi penting untuk bangkit.

Melalui setiap ayat yang nantinya dibaca oleh Zahrani dan kawan-kawannya, mengalirlah pahala jariyah bagi mereka yang peduli, sekaligus merajut kembali mimpi sang calon dokter dari Tapanuli ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Mushaf Baru untuk Zahrani, Calon Dokter Penghafal Al-Qur’an Read More »

Genjatan Senjata, Tapi Israel Kembali Bunuh 23 Warga Gaza

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Gelombang serangan udara besar-besaran kembali menghantam Jalur Gaza sejak Rabu dini hari (4/2/2026). Insiden tragis ini dilaporkan telah merenggut nyawa sedikitnya 23 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya.

Serangan ini menjadi sorotan tajam karena merupakan eskalasi besar kedua sejak badan perdamaian Board of Peace (BoP) diresmikan dua pekan lalu.

Pelanggaran di Zona Aman

Militer Israel dilaporkan menyasar sejumlah wilayah seperti lingkungan Tuffah dan Zeitoun di Kota Gaza, serta kawasan selatan Khan Younis dan al-Mawasi. Ironisnya, lokasi-lokasi tersebut sebelumnya telah ditetapkan sebagai zona aman bagi pengungsi.

Berdasarkan data medis, korban jiwa mencakup enam anak-anak dan enam perempuan. Selain itu, seorang petugas medis dari Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), Hussein Hasan Hussein al-Sumairy, gugur saat sedang mengevakuasi korban luka di al-Mawasi.

PRCS mengecam keras insiden ini dan menyebutnya sebagai penargetan sengaja terhadap personel kemanusiaan.

Rincian Serangan di Berbagai Titik

Deir al-Balah: Serangan udara menghantam tenda pengungsi, menewaskan seorang gadis berusia 11 tahun bernama Ghada al-Razayna dan ayahnya, Ali al-Razayna.

Khan Younis: Helikopter dan drone Israel menyasar tenda-tenda di wilayah barat. Tim medis yang datang untuk menolong korban justru kembali diserang oleh pesawat tak berawak.

Kota Gaza: Di lingkungan Al-Tuffah, serangan artileri menghantam pemukiman keluarga Haboush dan tenda-tenda di Taman Al-Mahatta, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.

Gencatan Senjata yang Dipertanyakan

Kantor Media Pemerintah Gaza mengungkapkan bahwa sejak gencatan senjata disepakati pada 10 Oktober tahun lalu, Israel tercatat telah melakukan pelanggaran sebanyak 1.520 kali.

Total korban jiwa sejak periode tersebut mencapai 556 orang, di mana mayoritas adalah kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.

Mantan anggota komite eksekutif PLO, Hanan Ashrawi, melontarkan kritik pedas melalui platform X. Ia mempertanyakan efektivitas gencatan senjata yang dimediasi AS tersebut.

“Gencatan senjata macam apa ini jika pemboman terus berlanjut?” tulisnya.

Ia juga menyoroti kondisi memprihatinkan di perbatasan Rafah, di mana warga Gaza yang kembali harus menghadapi interogasi panjang dan penyitaan barang, sementara pasien yang membutuhkan perawatan darurat justru terhambat.

Dalih Militer dan Respons Hamas

Pihak Hamas menilai peningkatan intensitas serangan ini sebagai upaya sistematis Israel untuk menggagalkan fase kedua gencatan senjata.

Mereka membantah klaim Israel mengenai penembakan terhadap tentaranya, dan menyebut hal tersebut hanyalah dalih untuk melegitimasi agresi militer terhadap warga sipil. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Genjatan Senjata, Tapi Israel Kembali Bunuh 23 Warga Gaza Read More »

Sampai Hari Ini Sebanyak 105.842 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Banjir Sumatera

WAKAFDT.OR.ID | MEDAN — Memasuki awal Februari 2026, duka mendalam masih menyelimuti wilayah terdampak bencana. Berdasarkan laporan terbaru hingga Senin (2/2), tercatat sebanyak 1.204 jiwa meninggal dunia, sementara 140 orang lainnya masih dinyatakan hilang dalam pencarian.

Di tengah masa sulit ini, upaya pemulihan terus digenjot oleh pemerintah melalui BNPB, dengan fokus utama pada penyediaan tempat tinggal dan fasilitas publik:

Penyediaan Hunian Sementara (Huntara): Dari total target 17.332 unit yang direncanakan, sebanyak 5.039 unit kini telah rampung dikerjakan dan sudah bisa langsung ditempati oleh para pengungsi.

Akselerasi Infrastruktur: Selain hunian, perbaikan fasilitas umum menjadi prioritas utama. Langkah ini diambil sebagai fondasi penting untuk membangkitkan kembali denyut ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat yang sempat lumpuh.

Pemerintah menekankan bahwa kecepatan perbaikan fisik di lapangan berbanding lurus dengan kecepatan pemulihan mental dan finansial warga terdampak. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sampai Hari Ini Sebanyak 105.842 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Banjir Sumatera Read More »