Wakaf Daarut Tauhiid

Berita Terbaru

Pererat Ukhuwah Lintas Negara, Santri SMP DTBS Batam Beraksi di Asean Moslem Scout Jamboree 2026

WAKAFDT.OR.ID | BATAM – Kawasan Mega Wisata Ocarina menjadi saksi bisu berkumpulnya ribuan langkah dalam harmoni persaudaraan. Di ruang terbuka hijau ini, para santri dari berbagai penjuru daerah hingga mancanegara bersatu dalam semangat kepramukaan yang berlandaskan nilai-nilai islami pada ajang Asean Moslem Scout Jamboree 2026.

Kontingen dari SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Batam turut mengirimkan delegasi terbaiknya dalam perhelatan akbar yang diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Batam.

Berlangsung selama lima hari penuh (21–25 Januari 2026), sebanyak 50 perwakilan yang terdiri dari 30 santri ikhwan, 17 santri akhwat, dan 3 pendamping bergabung bersama sekitar 3.000 peserta lainnya.

Mengasah Keterampilan dan Karakter

Selama kegiatan, para santri tidak hanya berkemah, tetapi juga menyelami beragam materi pembelajaran aplikatif. Beberapa kegiatan utama meliputi:

  • Literasi Digital & ORARI: Membekali santri dengan kecakapan teknologi dan komunikasi.
  • Pionering & Outbound: Melatih ketangkasan fisik serta kerja sama tim dalam menghadapi tantangan.
  • Membatik & Literasi Budaya: Menumbuhkan kreativitas dan rasa cinta terhadap warisan budaya.

Lebih dari sekadar keterampilan teknis, ajang ini menjadi laboratorium sosial bagi santri untuk belajar beradaptasi dan berkomunikasi lintas budaya, sekaligus memperkokoh ikatan ukhuwah islamiyah melalui praktik nyata di lapangan.

Belajar di Atas Tanah Wakaf

Semangat para santri SMP DTBS Batam dalam mengukir prestasi ini tidak lepas dari dukungan fasilitas pendidikan yang mumpuni. Perlu diketahui bahwa gedung dan sarana tempat para santri ini menimba ilmu setiap harinya merupakan aset wakaf produktif yang dikelola oleh Daarut Tauhiid (DT).

Pemanfaatan aset wakaf untuk sektor pendidikan ini menjadi bukti nyata bagaimana dana amanah dari para wakif (pemberi wakaf) bertransformasi menjadi investasi sumber daya manusia yang unggul.

Dengan belajar di lingkungan yang berdiri di atas tanah wakaf, para santri dididik untuk memahami bahwa keberadaan mereka adalah buah dari kedermawanan umat yang harus dijaga dengan prestasi dan akhlak mulia.

Pesan Kebersamaan

Humas SMP DTBS Batam, Oka Raka Kuswanda, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran partisipasi para santri. “Alhamdulillah, melalui kegiatan ini para santri mendapatkan kekayaan pengalaman dan ilmu baru. Ini adalah sarana perekat persaudaraan yang luar biasa. Mereka pulang tidak hanya membawa kenangan, tapi juga nilai-nilai kehidupan yang berharga,” tuturnya.

Meski jambore telah berakhir, semangat persaudaraan yang terpantik dari Batam diharapkan terus menyala dalam diri setiap santri, membawa nama harum DTBS dan Indonesia di kancah internasional dengan akhlak yang luhur. (DS/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


Pererat Ukhuwah Lintas Negara, Santri SMP DTBS Batam Beraksi di Asean Moslem Scout Jamboree 2026 Read More »

Pemerintah Cari Lahan Aman untuk Relokasi Warga Terdampak Longsor Cisarua

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Langkah penanganan pascabencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai memasuki fase krusial.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini tengah bersinergi dengan Pemkab Bandung Barat untuk mengidentifikasi lahan baru guna merelokasi para penyintas yang kehilangan tempat tinggal maupun mereka yang bermukim di kawasan rawan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mengamankan lahan yang benar-benar layak dan bebas dari potensi bencana susulan.

“Kami sedang mendalami proses relokasi ini. Langkah pertamanya tentu memastikan lahannya tersedia terlebih dahulu,” ujar Herman pada Jumat (30/1/2026).

Prioritas Zona Merah

Herman menambahkan, pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan Bupati dan Sekda Bandung Barat untuk memetakan titik mana saja yang memiliki risiko rendah. Proses penentuan “zona merah” (rawan) dan “zona hijau” (aman) akan diputuskan berdasarkan kajian teknis dari Badan Geologi.

Adapun warga yang akan dipindahkan mencakup dua kelompok utama:

  • Warga yang rumahnya rusak total akibat terjangan longsor.
  • Warga yang saat ini masih tinggal di area yang ditetapkan sebagai zona bahaya.

“Setelah lokasi dipastikan aman, baru kita lakukan sinkronisasi data warga yang akan dipindahkan. Target kami adalah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat kembali memiliki kepastian tempat tinggal,” tambahnya.

Update Pencarian: 60 Jenazah Berhasil Dievakuasi

Di sisi lain, operasi kemanusiaan di titik nol bencana masih terus berlangsung hingga hari ketujuh. Tim SAR gabungan dilaporkan telah mengevakuasi total 60 kantong jenazah dari timbunan material longsor. Seluruh temuan tersebut kini telah diserahkan kepada Tim DVI Polda Jabar untuk proses identifikasi.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa tantangan di lapangan masih cukup berat. “Hingga hari ini, total korban yang ditemukan mencapai 60 orang. Personel kami masih berfokus melakukan pencarian terhadap 20 orang lainnya yang masih dinyatakan hilang,” pungkasnya. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Pemerintah Cari Lahan Aman untuk Relokasi Warga Terdampak Longsor Cisarua Read More »

Lautan Jamaah Padati Mabit Daarut Tauhiid Bandung: Bukti Nyata Kebermanfaatan Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung pada akhir pekan lalu (31 Januari – 1 Februari 2026). Sebanyak kurang lebih 3.500 jamaah dari wilayah Bandung Raya dan sekitarnya tumpah ruah menghadiri acara Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) yang menjadi agenda rutin pesantren binaan KH. Abdullah Gymnastiar ini.

Meluap Hingga Sudut Pesantren

Antusiasme masyarakat kali ini tergolong luar biasa. Kapasitas Masjid Utama DT yang biasanya menampung ribuan orang terpantau sudah penuh sesak sejak sore hari. Alhasil, panitia mengarahkan aliran jamaah ke berbagai titik pendukung di area pesantren.

Pemandangan jamaah yang memenuhi Aula Daarul Hajj, Dome Central 5, hingga sudut-sudut koridor pesantren menjadi bukti betapa rindunya umat akan siraman rohani. Meski tersebar di beberapa titik, teknologi sound system dan layar visual yang memadai membuat suasana tetap menyatu dan khusyuk.

Kebermanfaatan Wakaf yang Dirasakan Nyata

Membludaknya jumlah jamaah ini sekaligus menjadi potret nyata dari kebermanfaatan aset wakaf di Daarut Tauhiid. Gedung-gedung yang digunakan, mulai dari Masjid, Aula, hingga Dome, merupakan hasil dari donasi wakaf para muwakif (pewakaf) yang dikelola secara produktif.

“Mabit ini bukan sekadar kumpul-kumpul, tapi sarana kita menyaksikan bagaimana wakaf bekerja. Ruangan yang kita tempati, lantai yang kita sujud di atasnya, semuanya adalah aliran pahala jariyah yang manfaatnya dirasakan langsung oleh ribuan orang malam ini,” ujar salah satu pengurus pesantren di sela acara.

Pesan Sejuk dari Aa Gym dan Para Guru

Acara puncak dihadiri langsung oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Dalam tausiyahnya, Aa Gym menekankan pentingnya menjaga hati dan meluruskan niat di tengah hiruk-pikuk dunia. Kehadiran pembicara tamu lainnya turut memperkaya khazanah keilmuan yang disampaikan, mencakup aspek fikih ibadah hingga motivasi spiritual untuk menghadapi tahun 2026 dengan lebih optimis.

Mabit ditutup dengan pelaksanaan salat Tahajud berjamaah dan doa bersama untuk keberkahan bangsa, tepat saat fajar mulai menyingsing di langit Bandung. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Lautan Jamaah Padati Mabit Daarut Tauhiid Bandung: Bukti Nyata Kebermanfaatan Wakaf Read More »

Geliat Ekonomi di Balik Khidmatnya Mabit: Pujasera Sahabat DT Padat Dikunjungi Jamaah

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung pada momentum pergantian bulan, 31 Januari hingga 1 Februari 2026. Di tengah gema zikir dan tausiyah program Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit), terdapat pemandangan menarik di salah satu aset wakaf produktif DT, yakni Pujasera Sahabat.

Area pusat kuliner yang berlokasi strategis di kawasan ekonomi pesantren tersebut terpantau ramai luar biasa. Ribuan jamaah yang hadir tampak memadati gerai-gerai makanan dan minuman, menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan bagi warga sekitar.

Magnet Kuliner Bagi 3.500 Jamaah

Agenda Mabit kali ini tercatat dihadiri oleh sekitar 3.500 jamaah yang datang dari berbagai penjuru Bandung Raya dan sekitarnya. Membludaknya jumlah peserta yang menginap di masjid dan area pesantren secara langsung memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Pujasera Sahabat sendiri menjadi “pelabuhan” utama bagi jamaah untuk melepas lapar dan dahaga di sela-sela jadwal kegiatan. Menariknya, pujasera ini diisi oleh berbagai tenant UMKM FnB (Food and Beverage), baik dari warga sekitar Gegerkalong maupun mitra umum.

Keragaman menu—mulai dari makanan berat khas Sunda hingga camilan kekinian—menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah yang ingin mengisi tenaga sebelum melanjutkan agenda ibadah.

Implementasi Nyata Wakaf Produktif

Pujasera Sahabat bukan sekadar pusat jajanan biasa. Unit bisnis ini merupakan salah satu pilar dari Wakaf Produktif yang dikembangkan oleh Lembaga Wakaf DT.

Dalam skema wakaf produktif, aset yang diwakafkan (berupa lahan dan bangunan) tidak dibiarkan statis, melainkan dikelola secara profesional menjadi unit bisnis yang menghasilkan surplus. Berikut adalah poin utama pengembangan unit bisnis Wakaf DT:

  • Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Memberikan ruang bagi warga sekitar untuk berniaga (UMKM) di lahan wakaf dengan sistem yang adil, sehingga kemanfaatan wakaf terasa secara ekonomi bagi tetangga pesantren.
  • Kemandirian Lembaga: Keuntungan dari pengelolaan unit bisnis seperti Pujasera Sahabat digunakan kembali untuk membiayai operasional dakwah, pendidikan santri penghafal Al-Qur’an, dan pemeliharaan fasilitas pesantren.
  • Keberlanjutan (Sustainability): Melalui unit bisnis ini, dana wakaf terus “bekerja” menciptakan nilai tambah tanpa mengurangi nilai pokok aset wakaf itu sendiri.

“Ramainya Pujasera Sahabat saat momen Mabit adalah bukti bahwa wakaf bisa menjadi motor penggerak ekonomi rakyat sekaligus penopang kegiatan dakwah secara mandiri,” ungkap Rezki, pengelola area bisnis Wakaf DT.

Membangun Ekosistem Madani

Pemandangan di Pujasera Sahabat pada akhir pekan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai ekosistem “Ekonomi Syariah” yang inklusif. Jamaah mendapatkan layanan konsumsi yang baik, pedagang kecil mendapatkan peningkatan omzet, dan lembaga wakaf mendapatkan surplus untuk keberlanjutan program umat.

Dengan suksesnya sinergi antara kegiatan spiritual dan pemberdayaan ekonomi ini, Wakaf DT terus membuktikan bahwa pengelolaan wakaf yang profesional mampu memberikan dampak multidimensi bagi masyarakat luas. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Geliat Ekonomi di Balik Khidmatnya Mabit: Pujasera Sahabat DT Padat Dikunjungi Jamaah Read More »

Bagaimana Wakaf Produktif Bisa Membangun Kembali Sumatera Pasca Bencana?

WAKAFDT.OR.ID | SUMATERA — Bagi para penyintas di pengungsian, kabar mengenai pembangunan kembali masjid memberikan energi baru. Kehadiran program ini memastikan bahwa rekonstruksi fasilitas ibadah tidak akan terhenti di tengah jalan karena kekurangan dana.

Satu kali berwakaf, pahalanya terus mengalir seiring berputarnya roda bisnis produktif, dan manfaatnya dirasakan nyata oleh para korban banjir dalam bentuk fisik masjid yang lebih kokoh dan nyaman.

Mekanisme “Investasi Akhirat” yang Berkelanjutan

Skema yang dijalankan Wakaf DT untuk Sumatera ini terbilang unik dan visioner:

  • Penghimpunan Dana: Wakaf tunai dikumpulkan dari masyarakat melalui kampanye Cash Wakaf for Humanity.
  • Produktivitas Modal: Dana tersebut dikelola sebagai modal kerja di sektor riil produktif milik DT, seperti peternakan, perkebunan, atau unit ritel lainnya yang dikelola secara profesional.
  • Alokasi Surplus: Hasil keuntungan (surplus) dari pengelolaan bisnis produktif inilah yang kemudian dialokasikan secara rutin untuk pemulihan Sumatera.
  • Fokus Pembangunan: Prioritas utama adalah pembangunan kembali dan perbaikan fasilitas ibadah yang rusak agar masyarakat bisa kembali bersujud dengan layak.

Dengan model ini, nilai pokok wakaf tetap utuh dan terus berputar di sektor ekonomi, sementara “buah” atau keuntungan dari bisnis tersebut menjadi sumber dana abadi untuk membangun masjid-masjid di pelosok Sumatera yang terdampak banjir.

Banjir mungkin telah melenyapkan harta benda, namun melalui sinergi wakaf produktif, masyarakat Sumatera diingatkan bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Harapan itu kini sedang dibangun kembali—pelan namun pasti—lewat tiap rupiah wakaf yang diproduktifkan untuk kemanusiaan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Bagaimana Wakaf Produktif Bisa Membangun Kembali Sumatera Pasca Bencana? Read More »

Menjemput Harapan di Atas Puing: Duka Sumatera dan Ikhtiar Wakaf Produktif

WAKAFDT.OR.ID | SUMATERA — (2/2/2026) — Di bawah langit kelabu Sumatera, awal Februari 2026 menjadi saksi bisu bagi ribuan warga yang masih bergelut dengan sisa-sisa lumpur. Banjir bandang yang menerjang sejak akhir tahun lalu memang mulai surut, namun luka yang ditinggalkan jauh dari kata sembuh.

Saat ini bukan lagi tentang pelarian dari arus deras, melainkan tentang perjuangan membangun kembali hidup dari nol. Data terbaru mencatatkan lebih dari 1.201 jiwa melayang dan ratusan ribu warga masih bertahan di Hunian Sementara (Huntara).

Di tengah hamparan rumah yang hancur, pemandangan paling memilukan adalah sunyinya rumah-rumah ibadah. Berdasarkan data BNPB per akhir Januari, setidaknya 803 rumah ibadah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat rusak berat.

Bagi masyarakat Sumatera yang religius, masjid bukan sekadar bangunan; ia adalah jantung komunitas. Saat masjid terkubur lumpur, denyut nadi kehidupan sosial dan spiritual mereka seolah ikut terhenti.

Bukan Sekadar Bantuan Sekali Habis

Melihat skala kerusakan yang masif, bantuan darurat berupa makanan dan pakaian saja tidaklah cukup untuk masa pemulihan jangka panjang. Di sinilah Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid (DT) hadir dengan sebuah terobosan melalui program “Cash Wakaf for Humanity (Sumatera)”.

Berbeda dengan skema donasi bencana konvensional yang bersifat charity (sekali habis), program ini mengusung konsep Wakaf Produktif. Sebuah strategi cerdas di mana dana wakaf yang dihimpun dari para muwakif (donatur) tidak langsung dibelanjakan untuk semen atau batu bata.

“Kami ingin bantuan ini tidak hanya ada saat bencana menjadi headline berita, tapi terus mengalir hingga fasilitas ibadah itu berdiri tegak kembali secara mandiri,” ujar perwakilan Wakaf DT. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menjemput Harapan di Atas Puing: Duka Sumatera dan Ikhtiar Wakaf Produktif Read More »

Menata Kembali Kehidupan: Sinergi Multi-Sektor Kebut Pembangunan Huntara di Tiga Provinsi

WAKAFDT.OR.ID | MEDAN — Pemerintah Indonesia mengambil langkah masif untuk mengurangi beban pengungsi pascabencana dengan mempercepat ketersediaan tempat tinggal sementara.

Melalui kerja sama dengan lembaga non-pemerintah seperti Buddha Tzu Chi, Dompet Dhuafa, dan Rumah Zakat, ribuan unit Hunian Sementara (Huntara) kini mulai menghiasi titik-titik pemulihan di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Faktor pendorong utama cepatnya pembangunan ini adalah kemudahan akses lahan, baik menggunakan tanah desa maupun lahan perusahaan. Dari rencana besar pembangunan 17.231 unit, kini sudah lebih dari 4.000 unit siap dihuni oleh warga.

Selain penyediaan fisik bangunan, pemerintah juga menawarkan skema Dana Tunggu Hunian (DTH). Skema ini memberikan dana sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan bagi keluarga yang memilih menyewa rumah secara mandiri.

Tercatat sudah 5.932 KK telah menerima dana bantuan ini, dengan penerima terbanyak berada di Aceh (2.559 KK).

“Huntara adalah solusi konkret untuk mengosongkan posko pengungsian,” ujar Tito Karnavian. Ia menambahkan bahwa ketepatan klasifikasi kerusakan rumah (berat, sedang, atau ringan) sangat menentukan efektivitas penyaluran bantuan hunian ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


Menata Kembali Kehidupan: Sinergi Multi-Sektor Kebut Pembangunan Huntara di Tiga Provinsi Read More »

Berpacu dengan Waktu, Tim SAR Kerahkan Alat Berat Cari Korban Longsor di Pasirlangu

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Harapan untuk menemukan 25 warga Desa Pasirlangu yang masih hilang akibat longsor kini bergantung pada cuaca dan ketangguhan tim di lapangan.

Memasuki hari ketujuh, Jumat (30/1/2026), tim SAR gabungan kembali bergerak menyisir area bencana di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat.

Evaluasi dari hari-hari sebelumnya menunjukkan bahwa faktor cuaca menjadi hambatan terbesar dalam proses evakuasi.

“Kami telah mengonsolidasikan semua personel untuk memastikan kesiapan di setiap titik pencarian,” jelas Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Y Bramantyo.

Selain mengandalkan kekuatan personel, dua unit alat berat ekskavator PC 200 kini telah didatangkan ke perbatasan sektor A2 dan A3.

Langkah ini diambil untuk menyingkirkan puing dan tanah yang menimbun pemukiman warga sejak Sabtu pekan lalu.

Dari data terakhir, 55 korban telah ditemukan, namun masih ada 25 jiwa lagi yang dinantikan kabar keberadaannya oleh pihak keluarga. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Berpacu dengan Waktu, Tim SAR Kerahkan Alat Berat Cari Korban Longsor di Pasirlangu Read More »

Menembus “Lautan Kayu” Sekumur: Perjuangan Wakaf DT Antarkan Mushaf dengan Perahu Kecil

WAKAFDT.OR.ID | ACEH TAMIANG – Masih lekat dalam ingatan publik sebuah video viral yang memperlihatkan Desa Sekumur tertutup hamparan ribuan batang pohon kayu yang hanyut dari gunung.

Desa di pelosok Aceh Tamiang ini sempat menyerupai “lautan kayu” pasca-banjir bandang yang meluluhlantakkan infrastruktur. Namun, di balik tumpukan material alam tersebut, ada warga yang sedang berjuang menyambung hidup dan menjaga iman.

Pada 21-22 Januari 2026, tim Wakaf DT (Daarut Tauhiid) bersama para relawan kemanusiaan melakukan misi yang tak biasa. Mereka bergerak membawa amanah para muwakif: mendistribusikan mushaf Al-Qur’an ke jantung wilayah yang terisolasi tersebut.

Perjalanan di Atas Air dan Terjalnya Jalur Darat

Mencapai Desa Sekumur bukanlah perkara mudah. Sejak jembatan utama runtuh diterjang arus banjir yang dahsyat, akses logistik lumpuh total. Perjalanan tim dimulai dengan menempuh jalur darat yang terjal dan licin, sebelum akhirnya tiba di pinggir sungai yang memisahkan mereka dengan desa tujuan.

Tanpa jembatan, satu-satunya cara adalah dengan memindahkan tumpukan kardus mushaf ke atas perahu kayu kecil.

“Kami harus memastikan setiap mushaf tetap kering dan aman. Perahu kecil ini adalah satu-satunya penyambung asa kami untuk sampai ke seberang,” ungkap salah satu relawan di lokasi.

Ayunkan dayung dan deru mesin perahu kecil membelah arus sungai yang masih tampak keruh, membawa beban yang jauh lebih berharga dari sekadar kertas: yakni bimbingan spiritual bagi warga yang sedang berduka.

Menata Harapan di Tengah Puing-Puing

Setibanya di Desa Sekumur, pemandangan memilukan menyambut tim. Batang-batang pohon raksasa masih berserakan di sela-sela rumah warga yang rusak. Desa yang dulunya asri, kini tampak seperti medan tempur melawan alam.

Meski kondisi fisik desa porak-poranda, kedatangan tim Wakaf DT membawa atmosfer yang berbeda. Penyaluran mushaf Al-Qur’an ini disambut haru oleh warga. Bagi mereka, kehilangan harta benda memang berat, namun kehilangan sarana untuk beribadah dan mengaji terasa lebih menyesakkan.

Misi distribusi ini mencakup:

  • Penyaluran mushaf Al-Qur’an baru untuk mengganti yang rusak/hanyut.
  • Pendataan kebutuhan fasilitas ibadah darurat.
  • Pemberian dukungan moral bagi warga di wilayah terisolasi.

Iman yang Tetap Kokoh

Banjir boleh saja meruntuhkan jembatan dan menghanyutkan rumah, namun semangat warga Sekumur untuk tetap dekat dengan Al-Qur’an terbukti tak tergoyahkan.

Kehadiran relawan di tanggal 21-22 Januari tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dari para donatur mampu menembus hambatan geografis seberat apa pun.

Kini, meski harus menyeberang sungai dengan perahu dan berjalan di antara batang pohon yang berserakan, warga Desa Sekumur memiliki kawan baru dalam kesunyian mereka: ayat-ayat suci yang baru saja mendarat di tangan mereka. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menembus “Lautan Kayu” Sekumur: Perjuangan Wakaf DT Antarkan Mushaf dengan Perahu Kecil Read More »

Masjid Hanyut Tak Menyurutkan Iman: Cahaya Mushaf Baru di Desa Alur Jambu

WAKAFDT.OR ID | ACEH TAMIANG – Di Desa Alur Jambu, bentang alam yang biasanya hijau kini berganti rupa menjadi hamparan sisa kayu dan endapan lumpur yang mengering. Suara aliran sungai yang biasanya menenangkan, kini menyisakan trauma mendalam bagi warga.

Di desa ini, banjir bandang bukan sekadar datang dan pergi; ia membawa serta nadi kehidupan warga: Masjid desa mereka.

Pada 21-22 Januari 2026, tim Wakaf DT (Daarut Tauhiid) bersama gabungan relawan menembus medan yang sulit untuk mencapai desa ini. Mereka datang membawa lebih dari sekadar logistik, melainkan membawa harapan dalam bentuk makanan, pakaian, dan tumpukan mushaf Al-Qur’an yang baru.

Saat Rumah Allah Raib Diterjang Arus

Bapak Hasan, salah satu tokoh warga Desa Alur Jambu, berdiri di sebuah lahan kosong yang kini hanya menyisakan beberapa bongkah semen. Dengan tatapan nanar, ia menunjuk ke arah aliran sungai.

“Masjid kami habis, hancur, dan hanyut terbawa banjir. Tidak ada yang tersisa,” kenang Pak Hasan dengan suara berat.

Bagi warga, kehilangan masjid berarti kehilangan segalanya. Selama berhari-hari pascabencana, mereka tidak hanya berjuang melawan rasa lapar karena sulitnya akses pangan dan papan, tetapi juga kehilangan tempat bernaung untuk mengadu kepada Sang Pencipta. Aktivitas mengaji yang biasanya meramaikan sore hari seketika senyap.

Semangat yang Tak Bisa Dihanyutkan

Namun, di tengah puing-puing kehancuran, ada sesuatu yang tidak bisa disapu oleh banjir bandang: Semangat.

Pak Hasan menceritakan bahwa meski masjid sudah rata dengan tanah dan mereka hidup dalam keterbatasan di pengungsian, anak-anak dan ibu-ibu di Desa Alur Jambu tetap memendam kerinduan untuk mengaji. Mereka ingin kembali melantunkan ayat suci, meski harus beralaskan terpal dan beratapkan langit.

Kehadiran tim Wakaf DT yang membawa mushaf Al-Qur’an baru seolah menjadi jawaban atas doa-doa mereka. Wajah-wajah letih itu seketika cerah saat jemari mereka menyentuh lembaran mushaf yang bersih dan harum.

“Kami sangat bersyukur. Dengan mushaf baru ini, anak-anak dan ibu-ibu di sini pasti akan lebih semangat lagi belajar Qur’an. Ini adalah awal bagi kami untuk membangun kembali jiwa kami yang sempat terpuruk,” ungkap Pak Hasan.

Doa dari Ujung Aceh Tamiang

Pak Hasan menitipkan pesan mendalam untuk para muwakif (pewakaf) yang telah mengulurkan tangan. Baginya, bantuan ini datang di saat yang paling krusial, di mana kebutuhan batin sama mendesaknya dengan kebutuhan perut.

“Semoga rejeki para muwakif terus melimpah. Terima kasih telah membantu kami di saat kami benar-benar terjepit. Hanya Allah yang bisa membalas kebaikan ini,” tutupnya dengan tulus.

Matahari mulai terbenam di Alur Jambu. Masjid mereka mungkin memang sudah hanyut, namun di balik tenda-tenda darurat malam ini, suara lantunan Al-Qur’an akan kembali terdengar—lebih kencang dan lebih bersemangat dari sebelumnya. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR ID

Masjid Hanyut Tak Menyurutkan Iman: Cahaya Mushaf Baru di Desa Alur Jambu Read More »