Wakaf Daarut Tauhiid

Bekal Fardu Kifayah: Santri SMK DTBS Optimalkan Aset Wakaf untuk Praktik Pemulasaraan Jenazah

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Fokus dan khidmat. Itulah gambaran suasana di Aula Asrama SMK Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) pada pertengahan Januari lalu.

Bukan sekadar duduk di kelas, para santri kali ini berkumpul melingkar untuk membedah tata cara pemulasaraan jenazah, sebuah kewajiban fardu kifayah yang krusial di masyarakat.

Kegiatan ini dirancang agar santri tidak hanya lihai dalam menghafal teori fikih di buku, tetapi juga terampil saat terjun langsung.

Dengan bimbingan intensif dari ustaz pembina dan tim pengasuhan, para santri mempelajari urutan memandikan jenazah secara syar’i, mulai dari niat, menjaga aurat dan adab, hingga doa-doa pengiringnya.

Penggunaan media peraga dalam simulasi ini bertujuan agar para santri memiliki gambaran visual yang jelas, sehingga ketika kelak menghadapi situasi nyata, mereka mampu bersikap tenang dan penuh rasa tanggung jawab.

Aula Asrama: Bukti Nyata Manfaat Wakaf

Ada hal istimewa di balik kegiatan ini. Lokasi yang digunakan, yakni Aula Asrama SMK DTBS, merupakan salah satu aset wakaf produktif di Pesantren Daarut Tauhiid.

Pemanfaatan ruangan ini untuk kegiatan belajar mengajar adalah bukti nyata bagaimana dana wakaf dari para muwakif (orang yang berwakaf) bertransformasi menjadi fasilitas yang melahirkan generasi ahli ibadah.

Melalui fasilitas wakaf ini, para santri dapat belajar dengan nyaman dan representatif. Setiap sudut ruangan ini menjadi saksi bisu lahirnya keterampilan agama yang akan terus mengalirkan pahala jariyah bagi mereka yang telah berwakaf.

Membentuk Karakter Melalui Adab Kematian

Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengasuhan, Mazdian, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian penting dari kurikulum pendidikan karakter di DTBS.

“Kami ingin memastikan santri memiliki kematangan spiritual. Memandikan jenazah bukan hanya soal teknik, tapi soal melatih empati, ketenangan batin, dan keikhlasan. Ini bekal berharga saat mereka kembali ke tengah umat nanti,” ungkap Mazdian pada Sabtu (17/1/2026).

Melalui integrasi antara pembelajaran fikih yang aplikatif dan pemanfaatan fasilitas berbasis wakaf, SMK DTBS berkomitmen terus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki kepedulian sosial dan kematangan akhlak yang luhur. (D/N)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID